Naruto milik Mashashi Kishimoto, saya cuma pinjem. (Sejelek dan senistanya fic ini, tolong jangan benci Pair/Chara di dalamnya.)

Selesai melepas seluruh pakaiannya Naruto bersandar di dinding di samping pintu, meperhatikan Sasuke yang bercinta dengan Sakura di atas tempat tidur. Tubuh Sakura berguncang hebat, "Wow," komentar Naruto melihat Sasuke yang menyetubuhi Sakura liar. Menatap Sasuke dan Sakura yang bergumul di atas ranjang intens Naruto terdiam, dia sedang berfikir bagaimana caranya agar dia bisa bergabung disana, batang kemaluannya yang keras berdenyut ingin di hisap kemaluan licin Sakura yang penuh oleh milik Sasuke. "Shit!" Umpat Naruto seraya meremas miliknya. Beberapa saat terdiam seraya meremas miliknya Naruto tersenyum seraya memungut kembali pakaiannya di lantai, mencari celana jeansnya lalu mengambil sesuatu di saku jeansnya. Mendapat apa yang dia cari lelaki itu berjalan perlahan mendekati tempat tidur seraya mengarahkan handphon tochcreennya ke arah Sasuke yang menindih tubuh Sakura dan menghentakkan miliknya di lipatan kecil wanita itu.

Ceklik.

Naruto tersenyum puas dengan hasil jepretan camera handphone miliknya, Sasuke terlihat seperti memaksa dan menyiksa Sakura di foto yang baru di ambilnya.

"Apa yang kau lakukan."

Mengangkat bahu acuh Naruto mendekati Sakura yang terlentang di bawah tindihan tubuh Sasuke mengabaikan Sasuke yang menatapnya tajam. "Hanya ingin ikut bersenang-senang," ucap Naruto tenang tidak seperti biasa.

"Kau bisa menelfon pelacur, jangan ganggu aku." Sasuke berkata dingin lalu menepis kasar tangan Naruto yang membelai pipi mulus Sakura.

"Ahahahh... Teme, kita teman. Apa salahnya berbagi lagi pula kau bukan siapa-siapa, kau hanya teman Sakura-chan, sama sepertiku." Kekeh Naruto lalu mengedipkan sebelah matanya kearah Sasuke.

"Berengsek!" Sasuke menggeram seraya mengarahkan kepalan tinjunya ke arah Naruto yang sedang mencium dan menjilat pipi Sakura.

"Bagaimana kalau paman Kizashi melihat ini," menjauhkan bibirnya dari pipi lezat Sakura lelaki tampan berkulit Sexy itu menatap Sasuke yang menatapnya tak suka, satu tangannya yang bebas terangkat tinggi di atas kepala kuningnya seraya menggoyang-goyangkan handphone di genggaman tangannya lalu mendekatkannya ke wajah Sasuke.

"Kau!"

"Begini saja Teme, kita nikmati berdua atau tidak sama sekali." Tawar Naruto, "kau bagian bawah, aku bagian atas. Bergantian." Lanjut Naruto lagi. Tidak ada waktu untuk berdebat atau adu jotos, dia sudah tidak tahan ingin menyentuh Sakura, wanita yang diam-diam di sukainya, wanita yang hadir di setiap mimpi -mimpi terpanas dalam hidupnya.

#Gubrak! Apa ini, udah lemot. Pendek lagi, maaf semuanya, sebenernya udah selesai tapi waktu aku baca ulang, aneh. Jadi aku ketik lagi, dan kalo kalian tanya kenapa pendek. Entahlah setiap yang aku ketik terkesan aneh di mata aku jadi aku mau minta pendapat kalian, mau minta pendapat Aurel. Aurelnya gak ada :-(. Inikan fic colab, chap Satu aku sama miya-nee. Tapi berhubung miya-nee sibuk aku lanjut sendiri jadi maaf kalo aneh.

Ini aneh gak sih? #gigit deidara.