"Ahh..." Naruto menggeram dengan kedua mata terpejam, Mulut basah Sakura begitu hangat dan sempit. Dia memaju mundur kesejatian lebih keras dan dalam.
"umh.. Uhukh!" membuat Sakura yang setengah sadar tersedak.
"Anhh..." Sasuke menggerakkan pinggulnya perlahan, sedikit lagi dia akan sampai. Mengeluarkan miliknya dari kemaluan basah Sakura dia beranjak ketempat Naruto, mereka bertukar tempat.
"Umhhh..." Napasnya berat dan memburu, Sakura benar-benar memanjakan kesejatiannya. "Bagus." Sasuke bergumam seraya mengelus kepala Sakura dan menekan kepala merah muda itu semakin menghisap kesejatiannya.
Di bawah sana Naruto menekan kedua kaki Sakura sampai mengangkang dengan lutut, menggerakkan pinggulnya tak sabar dengan ritme cepat dan keras. "Ahhh... Ahhh..." Sakura merintih dan mendesah merasakan milik Naruto yang besar bergerak liar dibibir bawahnya, dia berhenti mengulum kesejatian Sasuke dan mendesah tak karuan saat Naruto semakin kasar dan kasar.
Sasuke mendecih tak suka dan kembali memaksa Sakura memanjakan miliknya, mengulum dan meremas kesejatiannya. Dia bernafas lega setelah cairan kental yang sejak tadi ingin keluar akhirnya keluar dengan nikmat. Mulut mungil Sakura penuh dengan cairan sperma Sasuke, wanita yang mabuk berat dan sudah tak sadarkan diri itu memuntahkan sperma Sasuke kemudian benar-benar tak sadarkan diri. Dia tergeletak lemas di samping tubuh Sasuke, sementara di bawah sana Naruto semakin liar dan menjadi. Putra tunggal Minato Namikaze itu mengerang nikmat dan mengeluarkan miliknya dari bibir bawah Sakura, detik berikut kesejatiannya yang besar perlahan melemas seiring cairan putih kental menyembur di paha mulus Sakura. "Ahh..." dia mendesah nikmat dan siap memasukkan kembali miliknya kelubang basah Sakura yang menggiurkan.
"Sudah bodoh!" Yang kemudian mendapat tatapan Sasuke yang kini memeluk tubuh polos Sakura.
"Teme aku belum puas, satu kali lagi."
"Kau tidak lihat dia sudah kelelahan." Sasuke menarik selimut menutup tubuh bagian bawah Sakura. "Kau bisa menelpon pelacur kalau belum puas." Sindir Sasuke menyamankan kepala Sakura dalam pelukkannya.
Naruto cemberut lalu menyelusup kebalik selimut, memeluk perut Sakura dan berusaha memejamkan mata. "Hei, Teme." Naruto tidak bisa tidur, penasaran kenapa tidak ada bercak darah apa mungkin...
"Teme ini yang keberapa kali kau melakukannya dengan Sakura-chan."
"Hn, dua kali."
"Kau kejam sekali Teme. Kenapa tidak mengajak-ajak aku..." Naruto merajuk dan semakin mengeratkan pelukkannya.
"Berisik Dobe!"
.
.
.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto. Sejelek dan senistanya fic ini tolong jangan benci Pair/Chara di dalamnya.
.
.
.
.
.
.
.
Sakura menggeliat mendengar suara gaduh yang entah di sebabkan oleh siapa, suara pintu terbuka, barang jatuh dan...
"Berisik Dobe!" Orang berteriak.
Bruuk!
"Ahahaa... maaf Teme aku tidak sengaja." Tak lama setelahnya terdengar pintu yang tertutup terburu-buru. Sakura mengerjap dan mengucek mata, hal pertama yang dia lihat Sasuke bertelanjang dada sedang mengeluarkan handuk dari lemari.
"Kau sudah bangun."
Sakura menatap sekelilingnya, "Dimana aku?"
Sasuke memberi Sakura satu butir obat dan segelas air putih. "Minum ini. Kau ada dirumahku." Sakura meminum butir obat itu, kepalanya memang sedikit pusing, lalu mendongak saat Sasuke nyampir kemeja di bahunya kemudian melihat ke bawah, bertelanjang. "Sasuke-kun..." Sakura merajuk, menatap Sasuke dengan bibir mengerucut. "Apa yang kau lakukan padaku." Melihat tubuhnya tanpa busana dan bagian bawahnya yang ngilu Sakura tahu Sasuke kembali melakukan 'itu' dengannya.
Kriet.
"Hai Sakura-chan." Naruto yang baru keluar kamar mandi dengan hanya di lilit handuk menghampiri Sakura di tempat tidur tapi Sasuke lebih cepat, pemuda Uchiha itu mengangkat tubuh Sakura. "Pakai bajumu Dobe." Dan membawanya kekamar mandi.
Naruto mendengus dan mengusap rambutnya dengan handuk kasar. "Teme menyebalkan."
.
.
.
.
OoO
Sakura tetap bungkam, wajahnya menekuk sebal dan jengkel. Dia abaikan Sasuke dan Naruto yang sibuk dengan rambutnya, mengepang dan mengeringkan rambutnya. Kalo boleh Sakura ingin memukul Naruto seperti dulu yang sering dia lakukan saat mereka masih duduk di bangku sekolah dasar dan membuat Sasuke jengkel dan tidak mau berdekatan dengannya. Tapi semua itu tidak semudah dulu, Naruto akan sangat menyeramkan bila sedang marah dan Sasuke, apapun yang Sakura lakukan pemuda itu hanya akan menatap datar, tidak berkata kasar yang menyakitkan seperti dulu, atau Sasuke akan menciumnya. Menyebalkan.
"Pakai kacamatamu." Sasuke sudah selesai mengepang rambut Sakura dan menyodorkan kacamata bulat tebal yang sangat jelek.
"Mataku masih normal Sasuke-kun." Sakura membuang muka, menolak kacamata yang di berikan Sasuke untuknya. Dari samping kiri Naruto mengecup pipi Sakura. Sasuke mendengus dan mengambil ransel hitam di atas tempat tidur. "Pakai saja Sakura-chan, itu kacamata normal tidak akan merusak mata Sakura-chan." Ujarnya. Naruto berdiri dari tempat tidur mendekati meja kecil di samping tempat tidur, dia menaruh Hair Dryer yang tadi dia pakai mengeringkan rambut Sakura.
Dengan ogah-ogahan Sakura memakai kaca mata itu lalu bangun dari tempat tidur menghampiri cermin besar. Dia memperhatikan penampilannya dengan wajah yang semakin menekuk, sangat jelek. Rambut di kepang dua, poni rata, kaca mata tebal dan...
Naruto memakaikan Sakura tas.
Tas jelek yang sangat ketinggalan jaman. Ughhh... Sasuke dan Naruto menyebalkan! Untuk apa semua keloksi tas mahal yang di belikan ayah dan ibu selama ini kalau bukan untuk di pakai. Sakura menangis dalam hati. "Huhu... aku seperti gembel." Kenapa hanya Naruto dan Sasuke yang berpenampilan seperti orang kaya? Kenapa dia tidak. Dia seperti gadis buruk rupa dan Sasuke, Naruto, dua pangeran tampan yang sempurna.
INI TIDAK ADILL...
.
.
.
.
.
Sakura menatap iri teman-temannya. Mereka begitu cantik dan modis, rambut terurai, sepatu bagus dan keren, seragam yang sangat pas dan masih banyak lagi. Bahkan Karin, gadis berkacamata, tetap cantik dengan kacamatanya. Dia menunduk, merasa malu pada teman-temannya ah- Sakura lupa, dia bahkan tidak punya teman. Siapa anak orang kaya yang mau berteman dengan gadis buruk rupa sepertinya, yah meskipun dia anak orang kaya, tidak ada. Kemarin Ino memang mengajaknya kepesta dan itu sangat aneh, mengingat Ino salah satu gadis populer di sekolah, tapi mereka bukan teman. Baginya itu sebuah keberuntungan yang sangat jarang. Mungkin.
Sasuke merangkul bahu Sakura dan menarik dagu gadis itu mendongak menatapnya, lalu mencium bibir Sakura singkat. Semua mata menatap mereka dengan ekspresi berbeda-beda, terkejut, iri, kesal dan tidak percaya. Naruto yang berjalan di samping kiri Sakura mendengus dan melipat tangan di depan dada.
Sakura menatap Sasuke bingung, aneh. Itu yang dia pikirkan. Sasuke tidak pernah menciumnya di depan umum seperti tadi, Sakura meringis saat berpapasan dengan Gaara, pemuda yang membuatnya cantik malam itu. Dia menatap Gaara prihatin melihat lebam di sudut bibir dan kain kasa yang menempel di keningnya. Gaara dan Sasuke berhenti melangkah, mereka saling menatap dalam diam.
"Gaara-kun." Panggil Sakura. Gaara menoleh dan tersenyum. "Kau kenapa?"
"Kalian duluan." Perintah Sasuke.
Naruto menarik Sakura, "Ayo Sakura-chan."
Sakura menggerak-gerakkan tangannya yang di cengkram kuat oleh Naruto. "Tapi Naruto, Gaara-kun kenapa seperti itu."
"Aku tidak tahu."
.
.
.
"Kau bisa mendapatkan sepuluh bahkan lebih, yang jauh lebih cantik dari Sakura." Sasuke menepuk bahu Gaara dan tersenyum sinis. Dia berjalan angkuh menyusul Sakura dan Naruto.
Gaara menepuk-nepuk bahunya yang tadi di sentuh Sasuke seraya menatap punggung Sasuke dalam diam dengan tatapan yang sulit diartikan. "Aku tidak akan menyerah begitu saja, Uchiha."
.
.
.
.
.
FIN. SEKIAN. TAMAT. ENDING. THE END.
Fiuhhh... akhirnya selesai juga. Terimakasih untuk yang sudah mampir di kotak review :) yang belum mampir di tunggu kunjungannya. Untuk masalah lemon yang aneh dan asem, saya lagi males buat lemon, entahlah... sepertinya kena WB setiap ngetik kesannya aneh dan gak enak di baca.
