Cast : Oh Se Hun
Kim Jong In a.k.a Kai
Wu Yi Fan a.k.a Kris
Other EXO Members
Other SJ Members
Disclaimer : para cast hanya milik diri mereka sendiri dan SMEnt dan ide cerita milik Kim Eun Jeong penulis novel yang berjudul 'So I Married The Anti Fan?'
Warning : Crack Pair here KAIHUN Slight KRISHUN !
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
REVIEW AFTER READ PLEASE ^^
.
.
.
Chapter sebelumnya…
Sehun sedang menulis artikel sambil sesekali memijat bahunya yang masih sakit karena membersihkan mobil kris. Ya, sehun benar-benar membersihkannya sendirian. Tiba-tiba manager Heechul memanggilnya ke ruangannya. Saat itu, jam makan siang baru saja selesai.
"Sehun, maafkan aku. Tapi mulai sekarang kau berhenti bekerja disini. Xiumin akan melanjutkan artikel liputanmu, kau bereskan saja mejamu" ucap heechul sajangnim dingin.
"m-mwo? Tapi mengapa sajangnim?" sehun terlihat sangat kaget.
" kenapa kau bisa sampai bertindak macam-macam dengan J.K PROJECT?" Tanya heechul sajangnim.
'mwo? J.K PROJECT?' batin sehun yang langsung merasakan amarah ada di dalam dirinya.
.
.
.
"kau tau, bulan depan majalah kita akan meliput tentang mereka. Rencananya kita akan syuting selama 1 minggu di Paris. Tapi, apa kau sadar kalau kau hampir saja mengacaukan rencana tersebut?" lanjut Heechul dengan dingin.
Sehun terdiam, kejadian di bar itu kembali hinggap di pikirannya.
"Sepertinya kau sudah tau alasannya, saya hampir tersedak tadi ketika menerima telepon dari direktur saat makan siang. Beliau ingin segera kau berhenti dari sini. Mau bagaimana lagi?" ucap Heechul sajangnim berpura-pura sedih.
"Maaf, saya harus berkata seperti ini padamu, apalagi di akhir tahun seperti ini. Tapi, tolong bereskan mejamu hari ini juga. Artikel liputan kemarin sudah disimpan di komputer kan? Gajimu bulan ini akan segera dibayar, ah, dan juga pesangon. Saya juga tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tapi maaf, saya tidak bisa menolongmu." Lanjut Heechul sajangnim panjang lebar sambil menepuk bahu sehun.
Sehun hanya menganggukan kepalanya lemas dan keluar dari ruangan Heechul dengan tatapan kosong. "Aku dipecat…" lirih Sehun ketika kembali ke mejanya. Sehun merasa sangat kecewa dan terpuruk. "lalu bagaimana dengan biaya apartemenku yang belum selesai dan tunggakan listrik?" ucap sehun putus asa. "ini semua gara-gara mereka" lanjut sehun marah. 'Oke, Jadi ini mau kalian Kai? Kris? Aku akan membalas perlakuan kalian yang telah membuatku dipecat dan harus menumpang di rumah teman. Lihat saja nanti', batin sehun.
^SIMWTA^
Sehun akhirnya membereskan barang-barangnya dengan lesu dan melangkah menuju rumah Baekhyun, temannya.
"kenapa kau kesini sehunnie?" tanya baekhyun heran saat menemukan sehun duduk memeluk lutut di depan rumahnya. Sehun mendongakan kepalanya, "mian hyung~ aku tidak tau harus kemana lagi" ucap sehun lemas. Baekhyun yang melihat menatapnya prihatin, "baiklah kajja masuk sehunnie". Baekhyun pun masuk ke dalam rumah diikuti sehun di belakangnya.
"jadi, kau bisa ceritakan padaku apa yang terjadi sehunnie?" tanya baekhyun saat mereka berada di dalam kamar baekhyun. Baekhyun tinggal sendiri di rumah minimalis ini omong-omong.
Seketika itu juga sehun menangis dan memeluk tubuh baekhyun, hyung kesayangannya, "baekki hyuung…hiks… aku dipecat hyung~ hiks… otteohke.. huweee… hiks~" Baekhyun mengelus-ngelus punggung sahabat sekaligus saeng kesayangannya ini, "mengapa bisa sehunnie? Kau melakukan kesalahan?" Sehun menggelengkan kepalanya masih sambil terisak pelan, "hiks.. ini semua gara-gara J.K Project hyung~ hiks.. hiks.." lanjut sehun. Baekhyun mengerutkan keningnya, "J.K Project? Duo artis Jongin-Kris itu? Mengapa sehunnie?"
Sehun pun menceritakan kejadian di bar itu kapada baekhyun, membuat baekhyun sedikit kesal, "kau harus membalasnya sehunnie!" lanjut baekhyun. "hiks, nde hyung. Tapi untuk sementara aku boleh tinggal disini kan hyung? Aku belum membayar tagihan listrik" ucap sehun memelas. Baekhyun menghela nafasnya, "nde, lalu sekarang apa rencanamu hunnie? Kau tau kan mencari pekerjaan baru itu sulit?"
Sehun termenung, "profesiku adalah wartawan hyung, aku masih tidak ingin berhenti dari pekerjaanku ini. Aku tidak bisa diberhentikan seperti ini. Aku tau aku dipecat gara-gara J.K Project. Pokoknya, aku harus kembali kerja menjadi wartawan di majalah itu. Lalu, aku harus memberi mereka pelajaran karena telah mempermainkan hidup orang seenaknya!" tekad kuat terlihat di wajah sehun.
"tapi bagaimana caranya? Itu tidak mudah sehunnie"
"pasti ada jalan keluarnya hyung" sehun berjalan kedepan meja belajar baekhyun yang disana juga terdapat komputer dan mengeluarkan kertas dari tasnya, "aku sudah memikirkan rencananya hyung!" lanjutnya. Sehun pun mulai menulis..
Rencana 1
Mengirimkan E-mail tanpa nama ke perusahaan majalah lain "Kris yang Angkuh dan Kai Si Muka Dua"
Rencana 2
Meletakkan surat peringatan di depan rumah J.K Project "Aku akan menyebarkan sifat buruk kalian!"
Rencana 3
Menempelkan poster di depan kantir J.K Project "Kepribadian Ganda J.K Project", "Semua sifat baik J.K Projec itu hanya akting palsu"
"Cha! Sekarang saatnya menulis e-mail" ucap sehun menyeringai. Baekhyun yang melihatnya hanya bisa memberi semangat, "Ganbatte sehunnie!"
"Nde hyung!"
Kepribadian Ganda J.K Project
Beberapa waktu yang lalu, J.K Project mengadakan pesta pembukaan klub barunya. Di pesta tersebut, Kai bertengkar dengan seorang gadis yang diduga kekasihnya dan mendorong gadis itu dengan kasar sampai terjatuh di lantai dan menangis, jelas seorang saksi wartawan. Wartawan yang saat itu tidak sengaja melakukan kesalahan hendak menutupi kejadian yang bersifat pribadi ini, namun Kai khawatir berita ini tersebar, lalu dengan Kris, saat itu wartawan itu hanya melakukan kesalahan kecil, bahkan sudah membungkuk berkali-kali meminta maaf dihadapan Kris, tetapi Kris terlalu sombong dan menyuruh sang wartawan membersihkan mobilnya di tengah malam dan sendirian, mereka khawatir berita ini tersebar sehingga mereka menggunakan proyek dokumenternya sebagai ancaman dan membuat wartawan itu diberhentikan dari perusahaan majalah tempatnya bekerja. Sangat berbeda dengan sosok mereka yangb terkenal ramah dan selalu bersikap sopan kepada orang lain.
Ternyata mereka mempunya kepribadian lain, seperti memperlakukan gadis dengan kasar, mendorong seseorang sampai terjatuh ke lantai tanpa menghiraukan orang tersebut, dan tidak bisa memaafkan kesalahan kecil orang lain. Melalui tulisan ini, saya ingin memberi tau kepada semua orang bahwa J.K Project yang selama ini kita idolakan telah menipu kita dengan sikap palsunya, Semua tulisan ini adalah benar dan saya siap diwawancarai untuk detail peristiwanya. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi saya.
Nomor telepon 0x0-0x0x-0x0x
Sehun sekali lagi memeriksa tulisannya di layar komputer dan menuliskan alamat e-mail atasan-atasannya di bagian "cc" E-mail. Tidak lupa ia tuliskan alamat e-mail 'Heechul Sajangnim' di bagian penerima utama, "To". Setelah itu, ia pergi ke toko alat tulis dan kembali ke kamar Baekhyun sambil membawa kertas besar, spidol, dan lem.
Sehun yang telah selesai mempersiapkan semuanya di kamar Baekhyun kemudian menggulung kertas besar tersebut dan membawanya keluar rumah. Didalam bus, ia mengeluarkan selembar kertas dari kantongnya, memo berisi catatan alamat rumah J.K Project yang ia terima dari Suho Hyung. Setelah dua kali berganti bus, akhirnya sehun tiba di depan rumah J.K Project.
Segala sesuatu pasti ada halangannya dan sehun lupa akan hal itu. Satpam di rumah itu tidak membiarkan sehun masuk. Mungkin kertas besar yang dari tadi ia jepit dibawah lengannya terlihat seperti poster dari fans fanatik J.K Project.
"Pak, saya bukan fansnya Kai maupun Kris. Saya tidak suka sama sekali orang seperti mereka. Saya hanya ingin berkunjung sebentar", sehun berlari-lari di tempat dengan tidak sabar.
"lalu kertas apa itu yang kau bawa? Coba lihat",Satpam itu mengamati sehun dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"astaga…"
Sehun hanya mengggaruk-garuk belakang kepalanya, tidak tau harus berbuat apa. Sepertinya ia harus mengubah rencana. Sehun yang berpura-pura pergi karena diusir oleh satpam diam-diam bersembunyi di dekat pintu garasi rumah itu dam menempelkan kertas yang dibawanya.
AKU SUDAH TAU SEMUA RAHASIAMU!
Sehun menempel kertas itu, ia merasa ada yang kurang. Kalau sudah ditempel di depan rumah J.K Project, sayang sekali bila tidak bisa memberi kesan yang kuat. Sehun mengeluarkan spidol dari kantongnya dan menuliskan tebal-tebal di depan kalimat tersebut, "KAI DAN KRIS". Ia tersenyum puas lalu meninggalkan tempat itu.
KAI DAN KRIS! AKU SUDAH TAU SEMUA RAHASIAMU!
Ah, puas rasanya.
^SIMWTA^
Terlihat sehun sedang menonton film, begitu film selesai, hatinya terasa resah kembali. Ia sudah mengisi baterai telepon genggamnya penuh-penuh, dengan harapan ia akan sibuk menerima telepon seharian. Namun nyatanya, satu-satunya pesan yang masuk ke telepon genggamnya hanya pesan dari atasan di perusahaanya dulu. Isinya, 'jangan macam-macam, percuma'. Huh! Mengirimkan e-mail kepada atasannya adalah salah besar. Sehun tidak patah semangat, ia lalu menelepon perusahaan majalah lain dan memberitau mengenai peristiwa malam itu. Namun, semua orang menganggapnya orang gila yang iseng menelepon. Saat itu ia sadar bahwa mereka, Kai dan Kris bukanlah orang yang sembarangan. Mereka pasti orang yang berpengaruh besar sampai bias diperlakukan seperti itu. Tidak mudah membujuk orang-orang majalah itu untuk mempercayai keburukan mereka. Oleh karena itu, kini saatnya menjalankan rencana ketiga. Yeah!
Ketika sehun turun dari taksi, di depan kantor manajemen J.K Project terlihat kerumunan fans yeoja, rata-rata pelajar, yang heboh menunggu J.K Project dengan penuh semangat.
"Oppadeul! Keluar dong. Kita sudah menunggu disini dari subuh tadi!"
"Kita tau oppadeul di dalam. Kami mau melihat wajah oppadeul sebentar saja!"
"Oppadeul! Aku Ji Eun. Masih ingat kan? Oppadeul sudah terima hadiah darikukan?"
Sebenarnya dimana si oppadeul itu bersembunyi? Fans-fans ini, mereka pikir namja itu ingat nama mereka? Atau bahkan mendengar suara mereka? Namja kurang ajar seperti itu? Cih!
Di depan kantor SMent itu berkumpul sekitar 50 fans yang melambai-lambaikan tangan dan berteriak dengan penuh semangat dengan wajah bermake-up tebal. Sehun mengempit kertas di bawah lengannya dan berusaha menerobos kerumunan fans itu. Hal itu tenyata tidak mudah. Para fans berdiri berimpitan seolah membuat tembok penghalang dan tatapan mereka seolah berkata 'minggir, ini tempatku'. Sehun akhirnya mengalah dan mundur keluar dari kerumunan. Apa boleh buat? Sehun berdiri dibalakang kerumunan fans itu, membuka kertas yang dibawanya, menempelkan pada papan, dan mendirikannya. Kertas itu bertuliskan:
ENYAHLAH KALIAN SI MAKHLUK BERMUKA DUA, KAI!
BISANYA MENYAKITI WANITA, KAU PIKIR KAU INI MALAIKAT? KONYOL SEKALI!
BERANI-BERANINYA MENGHANCURKAN PEKERJAAN ORANG LAIN HANYA KARENA TAKUT AIBNYA TERSEBAR
SUNGGUH EGOIS!
MENTANG-MENTANG TERKENAL, LANTAS KAU BISA BERTINDAK SEENAKNYA KRIS?
Lalu, kertas yang dipegang sehun bertuliskan "AKU MELIHAT TINDAK MENYEBALKAN YANG TELAH KALIAN PERBUAT!". Sekarang tugasnya adalah berteriak sekeras-kerasnya. Saat sehun hendak memulai protesnya, orang-orang yang lewat menatapnya dengan pandangan aneh sehingga ia tidak punya keberanian untuk memulai bertindak. Padahal tadi dia sudah sarapan, tetapi kini lehernya serasa tercekik seolah tidak dapat bersuara. Namun ia tidak bisa diam begitu saja. Sehun mengangkat ketas yang dipegangnya sambil perlahan mulai membuka mulutnya.
"jangan percaya J.K Project… si muka dua… yang pura-pura baik…. Tapi sebenarnya….suka bertindak…kasar"
Sehun berusaha sekuat tenaga untuk mengeraskan volume suaranya sambil tetap memperhatikan sekelilingnya. Namun, suaranya tidak cukup kuat untuk menyaingi suara teriakan fans-fans fanatic J.K Project di tempat itu. Menurut mereka, J.K Project berada di dalam gedung SMent dan akan keluar di tempat parkir. Kalau itu benar, berarti J.K Project seharusnya bisa melihat kertas-kertas protes yang ia bawa. Sehun berbicara pada dirinya sendiri sambil menatap gedung tersebut. Tiba-tiba.
"Apa-apaan namja ini?" seru seorang pelajar perempuan yang baru datang sambil menyedot minumannya. Ia mengernyit aneh dan memandang sehun dari atas ke bawah. Pelajar perempuan itu berjalan menghampiri dengan tangan di saku jaket seragam sekolah yang melekat ketat di badannya. Ia membaca kertas-kertas yang ditulis sehun satu persatu dan semakin lama wajahnya semakin kesal. Sehun jadi teringat proses perubahan monster hulk saat melihat pelajar perempuan itu.
"Hei, apa-apaan ini! Kau sudah gila ya? Berani-beraninya kau membual disini?"
Pelajar itu sangat marah dan membanting minumannya. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah sehun. Fans-fans lain yang mendengar suara pelajar perempuan itu kini ikut memandang sehun. Sehun yang saat itu dilanda rasa panic tidak tau harus berbuat apa. Tetapi sehun tidak gentar . "YAAK! Maksudmu apa hah Kai Oppa dan Kris oppa itu menyebalkan?! Kau yang menyebalkan! Dasar cari sensasi saja kau ,huh!"
Teriakan demi teriakan berseru di depan halaman Gedung S.M Entertainment. Para fans dari Kai dan Kris sedang menyudutkan satu orang namja yg kita ketahui bernama Sehun itu. Tetapi sehun tidak gentar. Matanya menatap tajam para fans itu namun sorot matanya tersirat kepedihan. Sehun mencoba menahan tangisnya, dia merasa sangat marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa. " Mereka berdua memang menyebalkan. Kami tidak saling kenal tapi mereka menghancurkan hidupku!",teriak sehun murka.
Sehun menarik nafas panjang dan mengerutkan dahi. Ia menaikkan volume suaranya dan berteriak lantang.
"Jangan percaya pada Kai dan Kris yang telah menipu dan merayu para remaja!"
Sehun terkejut dengan ucapannya sendiri. Awalnya bukan ini yang ia ingin katakana. Tetapi melihat fans-fans fanatic Kai&Kris yang kebanyakan remaja itu, kata-kata itu terucap begitu saja dari mulutnya.
"apa kau bilang? Maksudmu 'para remaja' itu kami?
Sehun merasa juga mendengar perkataan remaja tersebut. Namun karena situasinya sudah terlanjur seperti ini, sehun memberanikan diri menjawab mereka dengan lantang.
"Benar! Kalian sudah seperti orang gila. Kalian tau tidak Kai dan Kris itu orang seperti apa? Mereka itu manusia yang bisanya hanya menyakiti anak-anak polos seperti kalian. Mereka bias memecat orang yang tidak mereka sukai seenaknya. Coba lihat, kenapa kalian malah ada disini dan memuja mereka seperti itu ketika kalian seharusnya berada di sekolah? Bagaimana kalau orang tua kalian tau?"
Jantungnya berdetak kencang. Rasanya ia ingin segera kabur dari tempat itu. Namun ia kembali meyakinkan dirinya bahwa ia harus kuat. Harus. Tiba-tiba.
"maaf saja, tapi aku tidak punya orang tua. Kau menghinaku karena hal itu!" seorang pelajar berkata sambil maju keluar dari kerumunan dengan geram.
"Apa?" Sehun terperanjat. Ia teringat pengalaman saat menulis artikel dulu. Meskipun tidak semua orang menyadari, tetapi pemilihan kata dan gaya bicara sangan penting. Ia lantas menyesali dirinya. Ia tidak menyangka perkataannya akan menyerang dirinya kembali.
"Yah! Pokoknya, aku punya urusan sendiri dengan Kai dan Kris, kalian jangan ikut campur! Kai&Kris Pembohong! Pembohong!" Sehun mengeraskan suaranya tanpa memedulikan para remaja itu dan mengangkat kertasnya tinggi-tinggi.
"Justru kau ini yang pembohong! Jangan mencemarkan nama baik Kai oppa dan Kris oppa!" Tiba-tiba, fans-fans itu mulai menginjak dan menghancurkan kertas-kertas yang dibawa sehun.
"Hei! Apa-apaan kalian ini!" Sehun sangat terkejut dan berusaha melawan para fans itu. Namun apadaya, jumlah mereka ada sekitar 50 orang dan semuanya adalah remaja dalam masa pertumbuhan. Mereka setiap hari makan susu dan daging sehingga memiliki tenaga yang luar biasa. Mustahil baginya yang kurus ini mengalahkan mereka. Sementara dirinya, tadi pagi hanya sarapan ramen dan telur, bahkan nasi pun tidak ada.
^SIMWTA^
Kai dan Kris baru saja keluar dari ruangan Direktur Soo Man. Ia adalah direktur perusahaan manajemennya, SMent. Seperti biasa, mereka baru saja bertengkar hebat dengan direkturnya itu.
"Kalian masih tidak mau menuruti perkataanku? Kalian sama sekali tidak merasa bersalah pada reporter bocah laki-laki yang kalian pecat itu?"
Pertanyaan tajam direkturnya terngiang kembali. Kai dan Kris hanya terdiam. Kai termenung, memnag ia merasa dirinya tidak adil karena meminta perusahaan majalah untuk memecat reporter itu, hanya karena khawatir nama krystal tercemar dimata orang lain, sedangkan Kris.. ia hanya menatap kosong,'seharusnya mungkin aku tidak perlu sampai memperlakukan namja manis itu begitu parahnya' batin kris.
"Lalu apa yang harus kami lakukan sekarang? Anda ingin kami mengadakan fan signing sambil buka baju di bawah sana?" kris mendongakkan kepala dengan angkuh dan berkata tanpa pikir panjang kepada atasannya. Soo Man menatap Kris dengan senyuman sinis sambil mendengus pelan.
"Hm, boleh juga semangat kalian. Tapi, apa gunanya kalau hanya menunjukkannya di depanku saja?"
" Anda mau lihat? Anda tau kan fans kami seberapa banyak? Anda yakin ada yag bisa menggantikan kami?
Kai hanya terdiam tiba-tiba terlintas di benaknya, apa yang akan terjadi seandainya mereka benar-benar menunjukkan sifat angkuh dan tidak sopan ini di hadapan public. Mungkin sepuluh detik saja mereka bersikap seperti itu bisa menjadi tayangan berita berdurasi 1 jam yang diputar di seluruh penjuru negeri.
"kalian tidak perlu mengkhawatirkan diriku. Pikirkan saja iklan-iklan kalian. Kalau ada masalah, kalian sendiri juga yang menanggung akibatnya. Bagiku, kalian ini hanyalah model iklan, mesin dance, dan poster film."
Kai yang sedari tadi terdiam berusaha untuk tidak menggeram marah mendengar sindiran Soo Man.
"Kalau anda menganggap kami hanya sebatas 'barang', lebih baik tidak usah panggil nama kami lagi, sebut saja dengan nomor. Kami lebih senang dipanggil dengan nomor daripada dipanggil nama oleh anda. Entah kenapa, panggilan nama seperti tidak ada artinya, benar kan kris hyung? " kata Kai, kris hanya mengangguk, lalu mereka meninggalkan ruangan sambil membanting pintu. Begitu keluar ruangan, mereka mendengar suara hantaman keras dari dalam ruangan. Kai dan Kris hanya menyeringai pelan bersamaan. Mereka kasihan juga pada direkturnya yang tidak menyadari kesalahannya sendiri.
"Ada apa?" Kyuhyun, manager mereka muncul di hadapan Kai dan Kris dengan wajah khawatir.
"bukan apa-apa hyung" kai mendengus sambil tertawa pelan.
"benar tidak apa-apa?" kyuhyun yang juga mendengar suara hantaman keras dari dalam ruangan direktur melirik ke dalam ruangan dengan hati-hati. Tiba-tiba.
"Ada perkelahian~!" terdengar suara panic yang mengejutkan seisi kantor. Semua karyawan segera mengerubungi jendela dan melihat ke luar halaman kantor. Terkejut mendengar hal itu, Kris, Kai dan Kyuhyun berpandangan sejenak lalu ikut menghambur ke jendela. Mereka mendongak ke luar dari atas kepala-kepala karyawan lain yang telah memenuhi jendela dan melihat ke luar. Para pelajar tengah berkelahi dengan sengit.
"Anak-anak sekolah itu berkelahi dengan sesama mereka sendiri?"
"Yang berdiri di tengah itu… sepertinya dia bukan anak sekolah," sahut seorang karyawan sambil menunjuk sehun yang berdiri di tengah kerumunan. Sementara itu, karyawan disebelahnya malah sibuk menghitung jumlah anak sekolah yang sedang berkelahi itu.
"Kenapa kalian diam saja! Cepat hentikan mereka sebelum terjadi sesuatu!"
TBC
Cuap-cuap Author :
Yeah! Akhirnya bisa updet juga, mianhae lama ye, biasa orang sibuk u,u
Okelah, karrena banyak yang minta nih fic dinaekkin rated jadi M, abdi bakalan naekin, tapi kaga chap ini, ada prosesnye lah chingu oke? Tunggu aja ^^
Big Thaks to:
mitatitu, Keepbeef Chiken Chubu, Yunho86, anggi love sekai, rinie hun, lalala, tiikaaa, nin nina, , evilfish1503, YoungChanBiased, na hyewon, Kadera, Nareudael, Juju, Hana nakamura, Guest, kyuzumi, milky, Kkamjongin, Aul Ondubu
So, mind to review again? :3
