So I Married The Anti Fan?
…
Cuap-Cuap Author :
Hollaa chinguu, updet oi updet.. ada yang nunggu ini fic? :o Bales review aja dulu lah :D
Balesan Review~~~~~~~~~
ramadhanigilang : iya, jadi anti fans itu emang harus kuat ._. iya ini udah lanjut, gomawo udah review :*
nin nina : haha, iya.. saya emang baik saeng u,u #pede mode on# wkwk
kasian? Tolongin lah XD eum, baca story yang di bawah ini ne ._. gomawo udah review :*
Keepbeef Chicken Chubu : iya nih, ini juga udah updet chingu, eum baca story yang dibawah ini ne ._. gomawo udah review :*
Oh Jizze : iye, kaga papa kok saeng ._.) emang, makanya aku udah edit lagi sedikit biar bacanya lebih enak u,u ne, gomawo udah review :*
barbieLuKai :eciee ada yang ngakak ._. haha, sehun terlalu kesel makanya berbuat konyol chingu XD nde, gomawo udah review :*
tikaaa : iye emang tu 2 orang, tidak berperikesehunan wkwk. Sehun: aye mo bales dendam emang sekalian mo demo neng wkwk #plakk# jinjja makin lucu? ._. iye dah, gomawo ne udah review :*
YoungChanBiased : kasian? Tolongin lah chingu XD gomawo ne udah review :*
evilfish1503 : eum ne, langsung baca aja story yang di bawah ne ._. siap lanjuutt!gomawo udah review :*
lalala : muehehe, biasa orang sibuk chingu u,u iye sip, gomawo udah review :*
rinie hun : nde, tenang aja, pasti ada kaihun sama krishun moment kok gomawo udah review :*
Yunho86 : yeah! *ambil headset* loh? #plakk# sehun: siapp doakan aku! ._. sip gomawo udah review :*
samantha : ne :o, eum baca aja story di bawah ne ._. sip, gomawo udah review :*
milky : kasian? Tolonginlah chingu XD sip, ni udah lanjut gomawo udah review :*
michelle jung : benarkah daebak? :o, ne, ini udah dilanjut, gomawo udah review :*
gfoshoo : ini udah dilanjut, gimana yang ini? Panjang tidak? Hehe, gomawo udah review :*
Riyoung Kim : sip ini udah dilanjut, gomawo udah review :*
…
So I Married with The Anti Fan?
Cast : Oh Se Hun
Kim Jong In a.k.a Kai
Wu Yi Fan a.k.a Kris
Other EXO Members
Other SJ Members
Disclaimer : para cast hanya milik diri mereka sendiri dan SMEnt dan ide cerita milik Kim Eun Jeong penulis novel yang berjudul 'So I Married The Anti Fan?'
Warning : Crack Pair here KAIHUN Slight KRISHUN !
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
REVIEW AFTER READ PLEASE ^^
.
.
.
Chapter sebelumnya…
"Ada perkelahian~!" terdengar suara panic yang mengejutkan seisi kantor. Semua karyawan segera mengerubungi jendela dan melihat ke luar halaman kantor. Terkejut mendengar hal itu, Kris, Kai dan Kyuhyun berpandangan sejenak lalu ikut menghambur ke jendela. Mereka mendongak ke luar dari atas kepala-kepala karyawan lain yang telah memenuhi jendela dan melihat ke luar. Para pelajar tengah berkelahi dengan sengit.
"Anak-anak sekolah itu berkelahi dengan sesama mereka sendiri?"
"Yang berdiri di tengah itu… sepertinya dia bukan anak sekolah," sahut seorang karyawan sambil menunjuk sehun yang berdiri di tengah kerumunan. Sementara itu, karyawan disebelahnya malah sibuk menghitung jumlah anak sekolah yang sedang berkelahi itu.
"Kenapa kalian diam saja! Cepat hentikan mereka sebelum terjadi sesuatu!"
.
.
.
Kyuhyun terkejut dan segera berlari untuk menghentikan mereka. Kris hanya menatap kyuhyun yang tergesa-gesa berlari keluar dan kembali melihat keluar jendela.
"Kertas apa yang ia bawa? Poster? Iklan?" Tanya kai kepada seorang karyawan.
"Entahlah, yang pasti anak-anak sekolah itu terlihat marah pada laki-laki itu."
"Syukurlah, bukan perkelahian antar fans. Tapi apa ini nanti masuk berita?" Tanya kai lagi.
"Mudah-mudahan tidak, itu Kyuhyun hyung sedang melerai mereka."
Kris mundur dari jendela tanpa begitu memperhatikan para karyawan itu. Kai mengikutinya dari belakang. Pasti orang-orang akan menyalahkan mereka lagi atas perkelahian itu. Meskipun mereka tidak tahu apa dan mengapa perkelahian itu tejadi, tetapi membayangkan bahwa nanti mereka harus membungkukan diri bergantian dan meminta maaf atas kejadian itu, membuat dada mereka sesak. Mereka memang bisa saja memberhentikan seseorang demi kelangsungan karier mereka, tetapi kadang mereka merasa was-was dan terancam juga oleh seseorang di luar sana yang tidak mereka kenal. Karier mereka yang bisa bertahan lama bila beruntung, atau bisa hancur dalam sekejap ini membuat hati mereka tidak tenang. Yang bisa Kai dan Kris lakukan sekarang hanya mengela nafas berat.
^SIMWTA^
Baekhyun mengobati memar di wajah sehun sambil menatapnya khawatir.
"Adaw.. appo hyung~ sakit" rengek sehun.
"Tahan sehunnie, hah, aku tidak menyangka fans-fans fanatic mereka kejam-kejam sampai membuatmu seperti ini sehunnie" komentar baekhyun saat melihat sehun yang terlihat kacau dengan bekas luka cakar dan pukul anak-anak sekolah itu. Baju sehun pun sudah sobek sana-sini. Sehun hanya menghela nafas berat.
"Aku mau download lagu-lagu dulu sebelum tidur sehunnie, kau tidur saja duluan" ucap baekhyun sambil menyalakan komputernya.
Sehun baru saja hendak mau tidur saat baekhyun bertanya padanya, "sehunnie, kantor SMent itu ada di daerah Gangnam ya?" Tanya Baekhyun sambil tetap serius menatap layar komputernya.
"Hm, nde wae hyung?" Tanya sehun balik.
"I-ini kau sehunnie?" Baekhyun terlihat kaget.
Sehun pun bergerak mendekat ke layar computer. Di internet muncul berita berjudul 'Perkelahian Terjadi di Depan Kantor SMent'. Disitu juga terpampang sebuah foto berukuran besar, foto kerumunan pelajar perempuan yang sedang mengerumuni seorang laki-laki yang memegang papan kertas besar, yang terlihat seperti sehun.
"Apa-apaan ini!"
Sehun yang panic merebut mouse dari tangan baekhyun hyung, menggerakkan kursor scroll bar, dan membaca artikel dibawah foto tersebut. Dalam artikel itu dikatakan bahwa kejadian ini dilaporkan oleh seorang pejalan kaki yang kebetulan lewat di tempat kejadian sambil mengutip kalimat-kalimat yang ditulis sehun. Ia juga menambahkan bahwa terjadi perkelahian antara para pelajar perempuan dengan seorang pria. Ada beberapa foto dalam artikel itu dan ada foto yang memuat wajah sehun dengan jelas.
"Kapan berita ini muncul?"
Sehun mengecek waktu berita itu dipublikasikan dan ternyata sudah tiga jam yang lalu. Sepertinya ada yang menyaksikan kejadian itu dan langsung menyebarkannya di internet. Tiba-tiba sehun merasa sangat ketakutan. Apakah tidak apa-apa ia berbuat seperti ini? Tetapi ia juga tidak ingin berita ini tenggelam begitu saja. Sehun segera menimbang-nimbang apakah berita ini bisa membantunya atau malah menyusahkannya. Tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi. Sehun yang terkejut dan menjawab telepon tersebut.
"Halo?"
"Ini Oh Se Hun?" suara penelepon itu terlihat senang karena teleponnya dijawab.
"Ya, ini siapa?"
"Saya wartawan dari Majalah K Magazine. Anda adalah orang yang ada dalam perkelahian itu kan?"
Sehun sesaat hanya terdiam menatap langi-langit kamar dengan pandangan kosong. Bagaimana mereka bisa tahu nomor teleponnya hanya dengan selembar foto? Sehun merasa seluruh buluk kuduknya berdiri karena takjub.
"Tulisan yang dikutip dari papan-papan itu, apa benar itu tulisan anda?" wartawan itu langsung bertanya seolah ingin memstikan sesuatu.
"Iya…" Sehun menjawab dengan suara bergetar.
"Kalau begitu, sepertinya anda pernah terlibat suatu masalah dengan Kai&Kris. Bisakah anda ceritakan pada kami, masalah apa yang terjadi antara anda dan mereka?"
Mendengar pertanyaan itu, sehun kemudian yakin bahwa berita ini dapat menolongnya.
"Ah, masalah itu… sulit untuk dibicarakan melalui telepon. Lagipula, saya tidak tahu apakan anda benar-benar wartawan dari K Magazine atau bukan. Saya hanya ingin mengatakan bahwa pernyataan saya di papan-papan itu adalah benar."
Tiga jam yang lalu, sehun berada di dalam kepungan fans-fans fanatic Kai&Kris, seorang diri. Namun sekarang, ia dapat merasakan dirinya mulai naik ke permukaan secara perlahan. Sehun bangga pada dirinya sendiri yang mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan formal dan tetap sopan, layaknya wartawan professional. Ia menggenggam telepon genggamnya sambil membetulkan plester luka yang hampir lepas di wajahnya.
^SIMWTA^
Kyuhyun membaca berita di layar komputernya sambil mengeryitkan dahi. Sementara itu, Kai duduk terpaku di sofa dengan wajah serius, sedangkan Kris duduk disamping Kyuhyun.
"Harusnya kita mencari tahu tentang bocah itu ketika perkelahian itu terjadi" Kyuhyun berkata dengan lesu.
"Direktur berkata ia tidak akan bersabar lagi bila masalahnya semakin besar, meskipun itu menyangkut kalian," lanjutnya.
Ketika Kyuhyun datang ke kantor, Sooman sedang melihat foto perkelahian itu di internet. Ia marah besar karena foto itu. Namun, Kai malah sibuk memikirkan hal lain. Seungri menelponnya begitu melihat berita itu dan menanyakan apakan wanita yang dibuatnya menangis adalah Krystal. Seungri mengajukan pertanyaan bertubi-tubi mengenai apa yang terjadi malam itu dan Kai tidak bisa mengelak lagi. Ia tidak ingin beralasan apapun. Ia tidak ingin membayangkan bagaimana Seungri yang berpikiran sempit itu menerima dan menanggapi kejadian ini, serta bagaimana ia memperlakukan Krystal nantinya. Kai menutup telepon denagn perasaan kalut. Ia tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan Krystal. Kris yang melihat Kai hanya bisa menatapnya khawatir.
"Rasanya aku ingin segera menghapus berita-berita di layar itu dengan penghapus," ucap Kris lelah.
"Kau pikir bisa segampang itu hyung?" jawab Kai
Kai berdiri dari duduknya sambil mengibaskan tangan seolah ingin menghilangkan segala kekhawatiran pada dirinya. Kris hanya tersenyum kecil.
^SIMWTA^
Kini Sehun tau bagaimana wartawan itu bisa mendapatkan nomor teleponnya. Ternyata wartawan itu adalah teman suho hyung. Mereka sedang berada di kafe ketika berita perkelahian itu muncul. Suho pun mengatakan bahwa ia mengenal bocah laki-laki yang ada di foto tersebut.
"Ia ingin tau nomor teleponmu, makanya kuberitau. Ia sudah meneleponmu sehunnie? Kau juga akan wawancara dengan majalah kita? Kalau iya, nanti kofoto yang cantik deh" ucap suho sambil tersenyum menggoda.
"Ya! Aku namja hyung -_-" ucap sehun kesal, suho hanya tertawa kecil.
Suho menelepon sehun terlebih dahulu dan langsung berbicara panjang lebar tanpa memberi kesempatan sehun untuk berbicara. Suho hyung sudah gila ya? Hyung lupa kalau aku sudah dipecat dari kantor majalah itu? Batin sehun. Yah, mungkin suho hyung memang tidak terlalu peduli padaku.
"Bolehlah, kalau hyung pindah ke majalah lain" sahut sehun dengan sinis. Suho terkejut mendengar jawaban sehun.
"Apa? Kau minta aku pindah ke majalah lain sehunnie? Memang separah itu ya masalahnya? Bisa menghancurkan perusahaan ini?"
Sehun tidak tahu entah apa yang ada di dalam pikiran hyungnya ini.
"Belakangan ini hyung baca cerita tentang kekerasan di perusahaan tidak?"
"Oh ya, ada cerita seperti itu sehunnie? Sepertinya menarik"
Mereka berdua asyik bercerita sampai lupa waktu.
"Besok aku akan bertemu dengan wartawan itu, hyung datang saja, sekalian mendengar ceritaku"
"Oh ya? Ah.. aku tidak bisa sehunnie. Ada artikel yang harus ku selesaikan, lain kali saja kita bertemu ne"
"Baiklah"
Begitu menutup telepon, sehun merentangkan tangannya dengan santai. Kini semua hanya tinggal masalah waktu.
^SIMWTA^
Mereka janji bertemu jam 10 pagi. Sehun menentukan tempat pertemuan mereka, yaitu di sebuah kafe yang terkenal akan menu brunch nya. Wartawan itu muncul dengan mengenakan setelan biru tua dan kemeja putih tanpa dasi. Dagunya terlihat bersih seolah baru saja dicukur.
"Saya tidak sempat sarapan, apalagi kalau ada wawancara pagi, paling hanya makan sedikit saja. Anda sudah sarapan?"
Entah kenapa, sehun kembali teringat saat ia menjadi wartawan. Wartawan itu bericara dengan santai. Ia ditemani oleh seorang fotografer.
"Sedikit. Anda ingin pesan sesuatu?" sehun menyodorkan menu pada wartwan itu.
"Ada menu yang selalu saya pesan disini, kalu anda?" wartawan itu menolak menu yang disodorkan dan tersenyum memandang sehun.
"Black Coffe"
Wartawan itu berkata dengan santai, sampai-sampai sehun hampir saja menjawab sambil tersenyum ramah. Namun sekarang, bukan saatnya ia bersikap seperti itu. Sekarang ia sedang berada di posisi korban yang sedih dan diperlakukan dengan tidak adil.
"Wartawan memang biasa minum black coffe 6-7 gelas sehari kan? Kebiasaan yang sukup mengerikan ya?"
Sehun hanya menanggapi pertanyaan itu dengan mengedikkan bahu dan tersipu malu. Tidak lama kemudian, pelayan datang menghampiri mereka.
"Saya Brunch Platter, bisa kan?" wartawan itu berkata dengan ramah sambil menatap pelayan tersebut.
"Ah sebenarnya waktu menu brunch di kafe kami belum..."
"Tidak apa-apa, saya bisa menunggu. Untuk minumnya, saya pesan lemonade ya? Wartawan itu memotong ucapan pelayan itu sambil tersenyum ringan. Pelayan itu hanya membalas tersenyum dan berkata,"Ah.. baiklah"
"Menu yang sama untuk teman saya dan satu black coffee untuk namja manis ini" wartawan itu memesankan makanan mereka dengan lihai. "Ah iya, nama saya Kim Jong Dae, anda bisa memanggil saya Chen." Lanjutnya.
Wartawan itu menyodorkan kartu namanya kepada sehun dengan sopan. Sehun menerima kartu itu dengan kedua tangannya dan secara otomatis membuka tasnya, hendak mengambil sesuatu. Namun, ia tersadar. Kini ia tidak punya kartu nama lagi.
"Tidak apa-apa, saya sudah tau nama dan nomor telepon anda" wartawan itu berkata sambil tersenyum, seolah membaca kepanikan di wajah sehun."
"Nah, sambil menunggu makanan datang.. kalau boleh tau, apa yang dikatakan perusahaan anda saat memberhentikan anda?" tanya Chen sambil menyilangkan kaki. Ia kemudian membuka agenda dan menekan tombol pulpennya.
"Wah, wawancara anda kilat sekali ya?" sehun baru saja merasa santai dan menyeruput black coffee yang baru dihidangkan oleh pelayan di kafe itu. Wartawan itu menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum,"Ah iya, terlalu cepat ya? Entah apa anda sudah mendengar hal ini dari suho hyung atau belum, tapi saya lebih suka seperti ini.. anda keberatan?"
"Oh tidak juga. Saya tidak terlalu suka basa-basi" Sehun menunduk sejenak. Rasanya aneh dan kaku saat berada di pihak yang diwawancara setelah biasanya mewawancarai orang lain,"Hm.. yah, saat pembukaan bar J.K Project, saya melakukan sedikit kesalahan."
"Kesalahan?"
"Iya. Hm.. bisa dibilang cukup serius juga. Saya sedang terburu-buru dan tanpa sengaja mengotori sepatunya Kai, dan mobil Kris juga." Sehun mengakui bahwa ia memang melakukan kesalahn yang benar-benar 'kotor'. Sehun memeragakan 'orang muntah' dihadapan chen. Chen kemudian memasang ekspresi 'ooh..' dan mengangguk-anggukan kepala. Ia mengerti. Syukurlah, sehun tidak perlu mengatakannya secara langsung.
"Hanya sedikit"
Ini agak berbeda dengan kenyataannya. Sehun berkata 'sedikit' sambil menunjukkan jarak 1 cm anatara jempol dan jari telunjuknya, padahal mungkin seharusnya bisa mencapai 30 cm. Namun sebagai korban, bukti muntahannya sudah dibersihkan dan tidak bisa diperlihatkan lagi. Jadi, menurutnya tidak apa-apa berbohong sedikit dalam hal ini.
"Kris benar-benar marah saat itu. Padahal saya sudah berulang kali meminta maaf dan seharusnya ia bisa memaafkan dan tidak usah mempermasalahkan hal ini. Saya baru pertama kali melihatnya semarah itu. Yang lebih mengejutkan lagi adalah Kai memperlakukan seorang gadis dengan kasar di acara itu."
Jantung sehun berdetak cepat karena ia berbicara sekaligus tanpa henti. Sehun menarik napas sejenak dan menyeruputkan kopinya kembali. Chen menatap sehun dan kertas memonya bergantian sambil mencatat semua perkataan sehun.
"Kai selama ini terkenal dengan sifatnya yang baik hati, lembut, dan tidak pernah menyakiti atau pun merugikan orang lain kan? Namun, Kai yang saya lihat langsung adalah Kai yang bersikap dingin, tega membuat wanita menangis, dan mendorongnya dengan kasar sampai terjatuh ke lantai, tanpa mengedipkan matanya sedikitpun. Benar-benar tidak bisa dipercaya. Meskipun mungkin ada salah paham diantara mereka, tapi itulah kenyataan yang saya lihat langsung."
Sehun menggelengkan kepalanya seolah masih tidak percaya dengan sifat Kai.
"Apa anda tahu siapa gadis itu?" Tanya chen menatap sehun penuh curiga.
"Tidak. Tapi, wajahnya terlihat lugu, dan kelihatannya masih muda…"
Saat itu, terdengar suara 'cekrek', suara shutter kamera milik fotografer yang sedang mengambil foto sehun. Sesaat sehun merasa dirinya bagaikan orang yang terkenal yang selalu dibidik menarik napas sambil menutup dan membuka matanya perlahan.
"Jadi intinya, saya menyaksikan kejadian tersebut dan mereka mengetahui hal ini, sehingga mereka membuat saya diberhentikan dari pekerjaan saya di sebuah perusahaan majalah."
Sehun menggerakan bahu dengan lesu dan memejamkan mata, seolah ia adalah korban yang benar-benar dirugikan akibat kejadian ini.
"Tapi, bagaimana mereka bisa tahu perusahaan tempat anda bekerja dan memecat anda?" chen bertanya dengan bingung. Dasar orang ini, batin sehun sambil meegembuskan napasnya panjang.
"Tamu yang hadir di pesta pembukaan klub saat itu sepertiganya adalah selebriti, sepertiganya adalah teman dan kerabat mereka, dan sepertiganya lagi adalah para wartawan yang diundang. Mereka tentu tahu wartawan dari perusahaan apa saja yang mereka undang, dan suho hyung bahkan sempat menyebut-nyebut nama saya. Apa susahnya mencari tahu perusahaan tempat saya bekerja?"
Mendengar jawaban sehun yang berapi-api, chen tersenyum kecil dan mengangguk-angguk setuju.
"Yang pasti, mereka mempunya perangai buruk dan tentu saja mereka ingin menyingkirkan saya yang melihat perangainya itu. Mau bagaimanapun, kenyarataan ini harus diberitahukan ke masyarakat. Kita harus memberitahu sifat mereka yang sebenarnya ke seluruh dunia!"
Brak!
Tanpa sadar, sehun mengepalkan tangannya dengan geram dan menggebrak meja.
"Wow..wow.."
Chen yang terkejut hanya tertawa sambil menenangkan sehun dengan kedua tangannya. Sehun baru menyadari bahwa ia hampir berdiri dari tempat duduknya karena terlalu bersemangat. Ia segera mengubah ekspresi dan duduk kembali sambil menenangkan dirinya. Pelayan yang saat itu datang membawa makanan mereka juga terkejut lalu meletakkan brunch platter itu di depan wartawan dan fotografer itu.
"Jadi anda dipecat dari kantor gara-gara J.K Project?" Tanya chen sekali lagi. Sehun menangguk pasti.
:Intinya, anda tidak menyukai J.K Project dan ingin menyebarkan sifat-sifat busuknya ke masyarakat kan?" Tanya chen lagi.
"Ya, bisa dikatakan begitu juga. Saya bukannya ingin mencemarkan nama Kai dan Kris hanya karena masalah pekerjaan. Tapi kalau anti fans itu adalah orang yang mengetahui sifat asli mereka, mengkritiknya, dan berusaha melepaskan 'topeng' yang selama ini menutupi sifat asli mereka itu, maka bisa dikatakan juga bahwa saya adalah anti fans mereka. Namun yang pasti, saya adalah korban dari perbuatan mereka. Saya tidak peduli dan tidak ingin membahas sifat-sifat jelek mereka. Saya tidak terima diperlakukan tidak adil seperti ini. Mereka takut aibnya terbongkar dan membuat saya dipecat dari kantor untuk membungkam saya. Saya ingin pekerjaan saya dikembalikan." Jelas sehun.
"Menurut anda tujuan anda akan tercapai?"
"Maksudnya?"
"Pekerjaan anda"
"Oh, tentu saja. Harus. Mentang-mentang perusahaan mau membuat documenter tantang artis itu, bukan berarti perusahaan itu harus menuruti segala perintah artis itu dan mempermainkan mata pemcaharian orang lain seenaknya. Saya harus meluruskan hal ini" sehun berkata dengan wajah tulus dan meminum kopinya dengan santai.
"Anda yakin anda bisa melakukan hal itu? Bukankah tadi anda berkata bahwa anda tidak terlalu peduli pada kai dan kris? Entah bagaimana faktanya, anda merasa nama baik anda dicemarkan."
"Menurut anda, perusahaan majalah anda mau menerima wartawan yang menulis berita secara subjektif? Seandainya anda kembali bekerja pun, anda yakin bisa bertahan di perusahaan tersebut? Anda terlanjur dikenal sebagai wartawan yang tidak bisa jaga rahasia."
Saat itu pun sehun menyadari bahwa ia terlalu terbawa emosi dalam menghadapi masalah ini. Wartawan yang mewawancarai dirinya pun tidak sepenuhnya memercayai ceritanya. Sehun pabbo, apa yang telah kulakukan? Batin sehun frustasi.
TBC
Eum, /lihat cerita diatas/, sepertinya kaihun momen dan krishun momen ada di next chapter, jadi tunggu saja ne momentnya ^^
Mind to review again?
Mian kalau ada/banyak typo ^^
