Disclaimer : Masashi Kisimoto-sama

Main Cast : Naruto and all

Warning:

OCC, Gaje, aneh, dll.

:::::DONT LIKE DONT RIDE:::::

|HAPPY READING|


Chapter 2

Sore hari ini langit terlihat sangat kelabu, seakan akan ada hujan yang turun. Tapi jika di perhatikan, awan kelabu ini sudah menyelimuti langit sejak siang tadi dan sampai sekarangpun belum turun hujan, hanya angin lembab yang sedari tadi berhembus membawa keheningan, keheningan di sebuah danau dengan seorang pria yang sedang termenung disana.

Pria itu menatap bayangannya pada biasan air danau yang tenang, menatap datar mata shapire miliknya dengan tatapan dingin. Wajahnya yang dulu penuh keceriaan sekarang berubah menjadi wajah yang datar, tak berekpresi. Suaranya yang berisik sekarang hilang sudah menjadi senyap, karna hanya sepatah atau dua patah kata yang keluar dari mulutnya. Jaket black-orange yang dulu setia melekat di badannyapun tergantikan oleh seragam shinobi berwarna hilam legam. Bahkan ikat kepala berlambangkan desanya, yang dulu sangat ia bangga-banggakan, sangat ia hargai, kini tersemat di lengan kananya, tak ada kebanggaan lagi yang ia bisa dapat dari lambang itu, maupun kebanggaannya sebagai ninja Konoha.

PLUP!

Bayangan pria itu dalam air seketika bergelombang ketika seseorang melemparkan batu kearahnya. Dengan datar pria itu berbalik, untuk melihat siapa yang melempar tadi.

"Un! Ternyata benar Naruto! Wah, penampilanmu sangat berbeda sehingga aku tidak bisa mengenalimu dari belakang" Seru seorang pria dengan bakaian hoddie dan seekor anjing putih di sampingnya. Inuzuka Kiba, dan Akamaru.

Pria yang di ajak bicara hanya menatapnya datar, lalu kembali memalingkan wajahnya. Melihat bayangannya di atas air danau yang tenang.

"Guk! Guk!" Seru Akamaru sambil memiringkan kepalanya.

Kiba sedikit menggaruk tengkuknya, tidak biasanya Naruto tidak meladeni ocehannya. Biasanya Naruto akan langsung membalas dan kemudian menjadi pertengkaran kecil, tapi ini? Tak ada respon sama sekali.

"Hoii! Kiba!" Teriak pria beralis tebal, siapa lagi kalau bukan Lee.

"Yo Lee! Ada apa?" Sahut Kiba sambil berlari kearah Lee berada lebih tinggi darinya. Karena tekstur danau ini melandai.

"Ada apa?" Tanya Kiba lagi.

"Hari ini Shikamaru sedang berbaik hati, dia mengajak kita semua untuk makan daging asap. Tenang saja, Shikamaru akan meneraktir kita. Dan sekalian ajak Naruto juga" Jawab Lee dengan semangat.

Dengan cepat Kiba mengibaskan tanggannya, menyuruh Lee untuk mengikutinya mendekati Naruto.

"Coba kau sapa, dia aneh hari ini" Ujar Kiba seraya mendorong Lee untuk lebih dekat dengan Naruto.

"Hei Naruto! Kau ingin ikut makan daging asap tidak? Ini Shikamaru yang traktir lho!" Seru Lee menepuk pundak Naruto.

Sejenak Naruto hanya diam, berdiri dan langsung meninggalkan Lee bersama Kiba serta Akamaru. Tanpa sedikitpun menyahuti ajakan Lee tadi.

Kedua orang itu di buat bingung seketika, apa lagi saat berpapas muka dengan Naruto. Mata blue shapire Naruto yang biasanya sebiru laut, kini terlihat sedikit redup dan kusam.

"Ada apa dengan anak itu?" Tanya Lee pada dirinya sendiri, sedangkan Kiba hanya mengendikan bahunya. Karena ia juga bingung kenapa Naruto menjadi seperti ini.

"Sudahlah Lee, ayo pergi!" Ujar Kiba mendahulukan berjalan.

"Ya sebenta!" Sahut Lee yang malah berlari kearah Naruto yang sedang berjalan menjauhi danau ini.

"Naruto?" Lee menepuk pundak Naruto sekali lagi, dan kali ini Naruto menoleh kearahnya. "Kau yakin tidak mau ikut? Kau bisa makan ramen sepuasnya" Ajak Lee untuk kedua kalinya.

Naruto menghela nafas bosan, lalu menjawab "Itu, hanya membuang waktuku"

"Hah?"

Pufh!

Naruto sudah menghilang dari hadapan Lee.

"Ada apa dengan bocah itu? Baru kali ini dia menolak jika di ajak makan bersama. Biasanya kan dia yang paling semangat? Tapi, yasudahlah, mungkin Naruto sedang banyak masalah." Gumam Lee yang kemudian berlari mengejar Kiba yang sudah jauh di depannya.

"Hei Kiba! Tunggu!"

.

.

.

.

.

.

"Kau sudah menemukannya?" Tanya Sasuke pada Sakura di sela-sela pepohonan yang sedang ia lompati.

Sakura menggeleng, "Belum" Jawabnya.

"Shinobi dari desa mana dia, cakra yang aneh. Penyusupan kali ini terkesan sangat rapih, namun tetap saja Shikamaru mengetahuinya" Ujar Sasuke sambil terus melompat diantara ranting-ranting pohon. Mencari seseorang yang baru saja menyusup memasuki desa.

"Dimana Naruto?!" Tanya Sakura yang baru menyadari bahwa Naruto tidak ada diantara mereka. Bukannya tadi dia di belakang, tapi kenapa sekarang menghilang.

"Cih, tidak perlu- AWASSS!" Teriak Sasuke mendorong tubuh Sakura hingga keduanya terjatuh.

DAP! DAP! DAP!

Tiga tujuh buah kunai baru saja melewati mereka dan kini tengah tertancap pada batang pohon. Untung lah Sasuke cepat mendorong tubuh Sakura hingga kunai itu tak mengenainya.

Dengan cepat Sasuke bergerak menuju kunai-kunai yang sekarang menancap di pohon. Ada sedikit racun pada kunai itu, dan itu racun perusak saraf otot untuk sementara. Siapa yang melakukan ini?

Lalu Sasuke mulai menganalisis, mencoba menghitung jarak kecapatan dan arah laju kunai yang baru saja menyerangnya. Timur laut arah jam 2 dengan kecepatan 85km/s, berarti dari arah semak.

SLAP! SLAP! SLAP! SLAP!

TING! TING!

Entah sejak kapan Naruto ada dihadapan Sasuke dan menghalau beberapa kunai yang kembali tetuju kearahnya. Bahkan Sasuke sama sekali tidak menyadari kunai-kunai itu, dan ia hanya bisa membulatkan mata melihat sosok Naruto di hadapannya. Dia sangat cepat.

"Cakra ninja ini, tipe yang sama dengan cakraku" Ujar Naruto sambil mengalirkan cakranya pada kunai yang baru saja dia tangkis. "Dan ini bukan racun saraf, tetapi racun pembeku jaringan lunak pada tulang, jika sudah terkena kau bisa mati dengan mudah. Kau ceroboh, Uchiha" Timpal Naruto sambil tersenyum sinis.

"N-naruto,"

"Ini bukan saatnya diam Haruno, kita harus bergegas" Ujar Naruto yang kembali meloncat di antara dahan-dahan pohon itu, dan kembali membuat kedua orang disana kebingungan.

"Sebaiknya kita cepat!" Seru Sasuke kemudian berlari menyusul Naruto.

Ini terlalu aneh bagi Sakura dan Sasuke. Mereka memang tau Naruto sudah menjadi sangat kuat sekarang, dia telah berhasil menunjukan pada dunia tentang keberadaannya dengan cara mengalahkan Uchiha Obito dan Uchiha Madara. Tapi karena Naruto menjadi sesensitiv ini, dia tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba juga muncul tanpa ada yang menyadarinya sama sekali. Juga caranya menganalisis dengan mengalirkan cakranya, dan langsung dengan tepat menebak racun yang terdapat pada kunai tersebut. Ini sangat tidak mirip dengan Naruto.

Tidak terasa mereka bertiga sudah keluar dari desa, dan berada di sebuah hutan. Hutan tempat mereka dulu melakukan ujian chunin keduanya.

Suasana senyap, tidak ada yang bergerak dan sibuk menganalisis keadaan, mungkin ada jebakan yang sembunyikan disini. Sasuke kembali melihat Naruto diam, dia terlihat sangat tenang dan mengontrol semuanya dengan cukup baik.

"Kage bunshin no jutsu"

BUFH!

Seorang bunshin muncul dari rapalan jurus andalan Naruto.

"Sakura?" Bisik Sasuke pada Sakura yang juga terlihat heran dengan bunshin Naruto.

"Kau juga Sasuke," Sahut Sakura yang rupannya sudah tau apa yang ingin Sasuke katakan padanya.

"Bunshinnya bercakra hitam, dengan bola mata berwarna serupa" Lanjut Sakura meneliti.

"Hn, ini aneh. Bukannya kemarin lusa dia masih baik-baik saja? Ini sangat aneh" Ujar Sasuke berargumen.

Sakura kembali meneliti bunshin Naruto, meneliti apa yang aneh pada bunshin itu. "Aliran cakra yang memusat pada dada, bukankah seharusnya pada kepala dan telapak tangan? Tapi aliran cakra pada titik pusat itu terputus, dan hanya memusat pada bagian dadanya saja"

"Sharinggan!"

Sasuke mulai mengaktivkan mata sharinggannya, meneliti keadaan di sekitarnya dengan hati-hati.

Tiba-tiba dua orang ninja bermasket datang menyerang, namun gagal karna bunshin Naruto terlebih dahulu menghalangi mereka.

Tanpa basa-basi lagi Naruto maju. Sang bunshin menarik tangannya kemudian di lemparkan kearah dua ninja itu dengan cepat, sambil merapal jurus Naruto kembali memulai aksinya.

"Kaze no yaiba!"

DRASH!

Kucuran darah dengan cepat melumuri tangan Naruto. Serangan belati anginnya tadi dengan cepat menghilangkan nyawa dua ninja tak di kenal itu. Dan lagi-lagi Sasuke dan Sakura hanya bisa diam, tanpa bisa bergerak se-centipun. Naruto yang biasanya tidak langsung membunuh lawannya, kini tanpa basa-basi membunuh lawannya dalam sekali gerakan.

Masih dalam keadaan mematung, Sasuke melihat Naruto mendekat kearah dua jasad yang sudah tak bernyawa itu. Merobek masker yang mereka kenakan, dan sedikit menggeledah tubuh mereka.

"Sedang apa kau Naruto?" Tanya Sakura dengan lantang, melihat Naruto yang tengah merobek salah satu perut dari ninja asing itu.

Naruto tak menjawab, ia masih berusaha menditeksi apa yang mempengaruhi orang ini. Karena ninja tak berlambang ini terkena jurus brain controle dari seseorang, dan yang dia tau orang yang dapat menggunakan jurus ini.

"Orochimaru,"

"Apa maksudmu!" Seru Sasuke lantang ketika mendengar Naruto mengucapkan nama Orochimaru.

Lagi-lagi Naruto tak menjawab, ia malah berbalik mendekati Sasuke dan Sakura dan melesat kembali kearah desa.

Sasuke tidak terlalu memperdulikan Naruto yang tidak menjawabnya tadi, yang ada di pikirannya sekarang adalah nama Orochimaru yang baru saja Naruto lontarkan. Mungkinkah Orochimaru yang menyusup ke dalam desanya? Tapi untuk apa?

"Apa yang kau pikirkan Sasuke?" Tanya Sakura yang membuat lamunan Sasuke buyar.

"Yang menyusup ke desa kita adalah Orochimaru," Jawab Sasuke cepat.

"Dari ma-"

"Tak perlu berpikir lama, aku hanya menangkap apa yang Naruto ucapkan. Dan cakra dari dua ninja itu sangat aku kenal. Dua ninja itu telah di aliri cakra oleh Orochmaru yang sebelumnya menggunakan jutsu pengendali otak pada mereka" Jelas Sasuke sebelum Sakura menyelesaikan kalimatnya. Sasuke memang pintar, tanpa Naruto harus menjawabpun dia sudah tau apa yang telah terjadi.

"Baiklah Sasuke, lebih baik kita melapor pada Tsunade-shisou" Saran Sakura yang diikuti anggukan dari Sasuke.

(^_^)_(^_^)

"Jadi Orochimaru lagi?!" Tanya Tsunade terkejut ketika mendengar laporan yang di berikan Sasuke dan Sakura.

"Orochimaru menggunakan jurus pengendali otak pada ninja-ninja itu, mereka menyelinap dari gerbang barat" Sasuke kembali menjelaskan.

"Lalu, dimana rekan satu team kalian?" Tanya Tsunade yang dari tadi memperhatikan kekosongan di tengah-tengah Sasuke dan Sakura, dimana biasanya Naruto berdiri di sana.

"Naruto langsung pergi setelah ia membunuh dua ninja itu, dan sekarang kami tidak tau dimana dia" Jawab Sakura dengan cepat.

"Membunuh? Tidak biasanya," Pikir Tsunade, sambil memijit pelan keningnya.

"Dalam dua misi terakhir ini Naruto terlihat sangat aneh Tsunade-shisou, dia terlihat sangat dingin. Belum lagi tindakan yang ia lakukan dengan tiba-tiba. Kemampuan bertarungnya meningkat drastis dengan mengandalkan serangan mendadak. Dan juga terlihat cakra aneh berwarna hitam yang keluar dari tubuh Naruto, jutsu yang ia gunakan terkesan menggunakan cakra berat. Dibuktikan pada bunshin Naruto yang inti cakranya berpusat pada dada, tidak ada aliran cakra yang memusat pada kepala dan telapak tangannya. Saya sudah menganalisis, dan ini hasilnya," Jelas Sakura mengeluarkan gulungan jurus dari saku ninjanya kemudian memberikannya pada Tsunade.

"Ini aneh," Gumam Tsunade ketika mengamati data statistika yang baru saja Sakura berikan. Cakra besar keluar dari kinerja otaknya, membuat damage pada jutsu meningkat hebat. Namun Tsunade mendapat kejanggalan dari data yang di berikan Sakura ini, Naruto tidak memiliki elemen api, tapi dalam cakra hitamnya terditeksi elemen api. Ini tunjukan pada bagan elemen angin yang bergeser mendekati elemen api, jelas-jelas elemen ini bertentangan.

"Dan ada satu informasi lagi Tsunade-shisou" Ujar Sasuke yang kembali membuka pembicaraan setelah beberapa menit mereka terdiam.

"Apa itu?"

"Sebenarnya kami tidak mengalami mengalami kontak langsung saat kami mengintai markas Orochimaru di perbatasan Otogakure. Tapi Naruto yang melenyapkan markas Orochimaru dan membunuh semua penjaga yang ada di sana" Jawab Sasuke, mengeluarkan rahasia yang disimpannya beberapa hari ini.

"Benar Tsunade-shisou, tak ada satupun yang hidup. Naruto melenyapkan semuanya" Sabung Sakura melengkapi kalimat Sasuke tadi.

"Cepat cari Naruto dan bawa dia kehadapanku!" Perintah Tsunade pada dua anbu yang ada di sebelahnya.

"Baik Hokage-sama!"

PUFH!

"Apa kalian tau apa yang terjadi pada Naruto," Tsunade bergantian menatap Sasuke dan Sakura, namun keduanya hanya diam tak menjawab. Dan Tsunade harus menanyakan ini pada Naruto.

Setelah beberapa Tsunade, Sakura, dan Sasuke menunggu, akhirnya para anbu datang bersama Naruto yang terlihat datar.

Dengan santai Naruto berjalan mendekat, berdiri diantara Sasuke dan Sakura.

"Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" Tanya Tsunade dengan raut wajah khawatir.

"Tidak ada" Jawab Naruto singkat.

"Sikapmu berubah, kau-"

"Aku sama saja seperti yang dulu, yaitu Uzumaki Naruto" Cekat Naruto memotong ucapan Tsunade.

"Tidak, Uzumaki Naruto tidak seperti ini. Dia orang yang ceria, tidak mudah menyerah, semangat, ceroboh, gegabah dan tidak sedingin ini." Timpal Tsunade yang terlihat semakin khawatir.

"..."

"Kenapa kau melenyapkan mereka?" Tanya Tsunade tak ingin berbasa-basi lagi.

"Karena mereka pantas" Jawab Naruto cepat. "Bukankah itu bagian dari misiku? Walaupun kau mengutus kami untuk sekedar mengintai kondisi disana, namun kalau mereka bergerak kau juga akan menyuruh kami melenyapkannya. Lebih cepat lebih baik" Lanjut Naruto dengan dingin.

Semuanya tercengang, mereka sama sekali tak mengenali Naruto yang sekarang. Karena Naruto tidak pernah berkata dingin apa lagi detail seperti ini.

"Semua sudah jelas bukan? Aku pergi!"

"Tunggu!" Cegah Tsunade saat Naruto hendak melangkahkan kakinya, namun Naruto tak menghiraukannya, ia terus melangkah kearah pintu keluar.

"Uzumaki Naruto aku perintahkan kau untuk berhenti!" Cegat Tsudane dengan intonasi yang lebih tinggi, dan itu berhasil membuat langkah Naruto berhenti dan membalikan badannya.

"Ada apa lagi?" Dengan santai Naruto kembali mendekat.

"Masalah apa yang membuatmu berubah seperti ini?" Tanya Tsunade yang kelihatannya mulai kesal dengan sikap Naruto.

Naruto menyunggingkan senyum sinis dibibirnya, "Apa itu hal penting untukmu?" Ujar Naruto tak menjawab pertanyaan Tsunade.

"Aku minta kau bersikap sopan!" Tegas Tsunade yang langsung berdiri dari tempat duduknya.

"Jawabannya adalah tidak ada, kau dengar? Tidak ada" Jawab Naruto datar.

Urat kesal sepertinya sudah menjalar di kening Tsunade, tatapan datar Naruto, cara bicaranya yang sinis, dan sikapnya yang seakan tidak peduli sangat membuatnya kesal.

"Kau-" Tsunade menggantung kalimatnya, berusaha menahan emosi yang membuncah ingin keluar saat ini. "Sekarang jelaskan cakra hitam yang ada tubuhmu?!" Tanya Tsunade kembali duduk untuk sedikit menenangkan diri.

Dengan bosan Naruto memutar bola matanya, "Itu cakraku yang sebenarnya, bukankah selama ini aku hanya mengandalkan cakra dari Kyubi? Dan inilah cakraku, inilah cakraku yang sebenarnya"

"Jangan bodoh dobe, cakra clan Uzumaki maupun Namikaze tidak ada yang berwarna hitam" Ujar Sasuke mengomentari.

"Aku tidak bicara denganmu Uchiha, dan sebaiknya kau diam" Balas Naruto dengan ketus sambil menunjuk wajah Sasuke.

"Naruto, ada apa denganmu?" Kini Sakura yang angkat bicara setelah sebelumnya ia hanya bisa diam dan memperhatikan.

"Kau tidak tulikan Haruno? Bukannya aku sudah mengatakannya tadi?" Sahut Naruto enteng.

Ini tidak bisa dibicarakan baik-baik lagi, sebagai Hokage Tsunade harus meluruskan ini, sebelum Naruto berubah semakin jauh.

"Narut-"

"Perbincangan ini mulai tidak berguna," Cekat Naruto pada uacapan Tsunade untuk kesekian kalinya. "Dan aku mulai bosan dengan ini. Meracaulah sesuka kalian" Timpalnya lalu berjalan kearah pintu keluar.

"Uzumaki Naruto! Kembali kehadapanku!" Perintah Tsunade, namun Naruto tak menghiraukannya dan terus melenggang pergi.

"Uzumaki Naruto!"

"Sudahlah Tsunade-shisou. Mungkin Naruto sedang banyak masalah" Ujar Sakura berusaha menenangkan Tsunade.

Dengan menghela nafas panjang Tsunade kembali memijat keningnya, kemudian sedikit menyesap sake yang ada di atas mejanya. "Mungkin benar. Biarkan Naruto seperti itu untuk beberapa waktu, tapi bila satu minggu dia tidak berubah, aku akan mengirimnya untuk menjalani perawatan psikologis" Ucap Tsunade yang masih setengah kesal. Sedangkan Sakura dan Sasuke hanya bisa saling pandang, mereka juga tidak mengeti tentang perubahan sifat Naruto.

Dilain sisi, seorang berjubah hitam yang bersembunyi diatas pohon ternyata sejak tadi memperhatikan apa yang tengah terjadi. Senyum licik merekah diwajahnya yang ditutupi topeng rubah, ia kelihatan senang melihat pertengkaran yang terjadi barusan.

"Khu, khu, khu, sudah dimulai rupannya. Tapi ini masih awal, tenang saja, pasti Naruto akan memperlihatkan yang lebih dari ini. Kalian hanya menunggu tanggal mainnya, dan lihat apa yang akan terjadi"

TOBECONTINUE


San sangat amat minta maaf karena baru bisa publis chap 2 sekarang, karena San masih menyelesaikan minor symphony. Semoga kalian puas atas chap 2 yang San buat ini. Dan maaf ada sedikit pergantian main cast, dari naruhina jadi Naruto and all. Karena San sedikit susah masukin romancenya atau..

Mungkin kalian punya request tentang jalan ceritanya, dan mungkin request kalian bisa membantu kelanjutan cerita ini.^^

Jadi mohon riviewnya^^