Disclaimer : Masashi Kishimoto-sama

Main Cast : Naruto & all

WARNING!

OCC, gaje, ribet, ngebingungin, TYPO apalagi, dan dll

:::::DONT LIKE DONT RIDE:::::


Chapter 5

CLEK...

"Ohayou gozaimashu..!?" Sapa seorang suster yang baru saja memasuki ruang inap pasiennya yang baru masuk kemarin malam.

"Ohayou!" Jawab para pasiennya serempak. Terkecuali pria yang ranjangnya berada di dekat jendela sana, dia tidak menjawab, bahkan menoleh saja tidak.

Suster itu berjalan pelan menuju ranjang tengah diantara tujuh pasien yang di rawat disana, ia menaruh nampan yang berisikan obat-obatan dan bubur untuk sarapan pagi.

"Ahhhh, kenapa harus bubur? Rasanya hambar, tidak enak" Keluh seorang pria yang rambutnya dikuncir keatas sehingga menyerupai nanas.

"Jangan banyak bicara kau Shikamaru! Makan ya makan saja, kalau kau memang tidak suka biar aku yang habiskan" Sahut pria lain bertubuh tambun yang sedang meraih bubur yang dijatahkan untuknya.

"Semua makanan akan selalu dianggap enak jika berhadapan denganmu. Pikiranmu-kan hanya makan, makannya kau gen-"

"Hati-hati!" Tegur Shikamaru yang lagsung mendekap mulut Kiba. Bisa kacau kalau Kiba mengatakan kalimat terlarang itu.

Sedangkan sang suster hanya tersenyum melihat kejadian yang baru saja terjadi. Ohya, ruangan ini berisikan Kiba, Shikamaru, Chouji, Sai, Lee , Shino, dan Sasuke yang baru saja masuk tadi malam akibat benteng hitam yang menyerap habis cakra mereka hingga habis tak tersisa. Sakura, Ino, Hinata, dan Tenten juga dirawat, tapi diruangan terpisah. Beberapa saat diruangan itu, sang susterpun segera pergi untuk mengurusi pasien yang lain.

Disaat yang lain sedang menyantap makanan-nya. Dipojok Sasuke hanya diam dan melemparkan pandangannya keluar jendela. Ia masih mengingat kejadian tadi malam. Naruto, dia yakin itu bukan Naruto, matanya mengatakan kalau dia bukan Naruto, tapi kegelapan yang sudah menguasai tubuhnya. Dan siapa pria berjubah hitam itu kalau bukan Orochimaru, Sasuke dan yang lain harus berhati-hati pada pria asing itu, bisa-bisa nyawa mereka hilang dalam sekejap mata.

"Oy Sasuke! Kau tidak makan bagianmu?" Tanya Lee sambil mengangkat bubur miliknya.

"Hn, tidak selera" Jawab Sasuke datar, tanpa sedikitpun melirik pada lawan bicaranya.

"Kalau begitu aku saja yang habiskan!" Seru Chouji yang langsung memakan jatah Sasuke setelah jatahnya sudah habis tadi.

"Cih, tidak sopan! Bagaimanapun itu bagian Sasuke, kau tidak boleh begitu saja memkannya. Dasar rakus!" Tukas Kiba sambil melipat tangannya.

"Tapi Sasuke sudah mengatakan tidak berselera!" Elak Chouji dengan mulut penuh bubur. Sedangkan Kiba hanya menghela nafas bosan menanggapi ocehan temannya itu.

"Kau masih memikirkannya Sasuke?" Tanya Shino yang akhirnya membuka suara setelah beberapa jam ia tidak bersuara.

"Hn" Jawab Sasuke seperti biasa.

"Naruto, aku rasa sudah tidak bisa diselamatkan,"

"Bisa!" Tukas Sasuke cepat. "Karena aku, juga bernah jatuh kedalam hal yang sama" Lanjutnya dengan notasi nada yang merendah.

"Pria bertopeng rubah itu, sepertinya sangat kuat. Dan sepertinya dia sangat menyukai Naruto sehingga dengan terang-terangan dia memberikan gulungan terkutuk itu pada Naruto secara sukarela. Sebenarnya siapa dia?" Ujar Shino berargumen, kepalanya terlalu sakit untuk memikirkan ini semua setelah tadi malam cakranya habis tak bersisa.

"Yang pasti dia harus secepatnya dihancurkan, sebelum dia mengaktivkan semua jurus pada gulungan itu" Sahut Sasuke menanggapi ucapan Shino tadi.

"Benar, dia itu sangat berbahaya sekali"

CLEK!

"Bagai mana keadaan kalian?" Tanya seorang wanita paruh baya yang baru saja memasuki ruang rawat Sasuke dan yang lain.

"Kami sudah pulih total, Tsunade-shisou" Jawab Shikamaru mewakili semuanya.

Tsunade terlihat menarik nafas lega kemudian berdiri ditengah-tengah mereka.

"Desa kita menghadapi siaga dua, kalian harus bersiap-siap dengan serangan orang yang membawa Naruto pergi." Tsunade berjalan menuju Sasuke yang tengah memandang keluar jendela. Dia yakin diantara mereka semua yang paling mengerti keadaan ini adalah Sasuke, karena dia juga pernah merasakan bagaimana rasanya terperangkap dalam kegelapan.

"Kau punya rencana Sasuke?" Tanya Tsunade pelan. Sasuke hanya menjawabnya dengan gelengan, bertanda dia juga tidak tau cara untuk menyelamatkan Naruto.

"Sebaiknya kita merencanakan penangkapan Naruto Tsunade-shisou" Usul Shikamaru dengan wajah khasnya.

"Kau sudah memiliki rencana cadangan Shika?" Kini Tsudane beralih mendekati Shikamaru.

"Mungkin kita akan melakukan hal yang serupa, sama seperti saat kita mengejar Sasuke"

.

.

.

.

.

.

Pancaran cahaya ungu kehitaman terlihat dari sebuah ruangan disalah satu mansion tersembunyi di tengah hutan yang tidak pernah terjamah manusia sekalipun. Dengan suara yang sedikit bising, cahaya itu terus memancar terang dengan seorang pria di tengahnya.

Cakra merah juga terlihat bercampur dengan cahaya ungu itu, dengan gelembung merah yang juga menguap keatas. Lingkaran jutsu sudah melingkari peria tersebut, yang menyebabkan simbol di dahinya ikut menyala karena efek jutsu tersebut.

"Aku kira ini sudah selesai," Ujar seorang pria yang sedari tadi bersandar di ambang pintu. Pria itu mendekati pria yang sedang ada di tengah lingkaran jutsu itu dan langsung menonaktiv-kan jutsu yang dia buat tadi.

"Hn, lalu rencana apa lagi yang ada di otakmu?" Tanya pria itu datar, sambil memakai bajunya kembali.

"Santai Naruto, kita saja belum berkenalan un?" Jawab pria itu tertawa licik.

"Kau sudah tau siapa aku, dan sekarang cepat katakan siapa kau?"

Pria itu berjalan mendekat, kemudian membuka topeng rubah yang selama ini menutupi wajahnya.
"Kenalkan, aku adalah Menma Uzumaki"

Mata Naruto membulat seketika melihat wajah dibalik topeng itu. Wajah yang sama, bentuk muka, mata, tiga garis di pipinya, pria ini benar-benar mirip dengan Naruto, hanya rambut berwarna hitam yang membedakan mereka. Ini benar-benar seperti cermin.

"Terkejut hah? Pasti kau sedang bertanya-tanya siapa aku?" Tukas Menma menyeringai iblis.

"K-kau siapa?" Tanya Naruto yang masih sangat terkejut melihat semua ini.

Dengan pelan Menma menepuk pundak Naruto, "Aku adalah kau, dan kau adalah aku. Kita satu, bukan orang yang berbeda" Jawab Menma dengan santainya.

"Tidak mungkin," Kilah Naruto menyingkirkan tangan Menma dari bahunya. Pria ini mungkin saja berbohong dan menggunakan jutsu peniru.

"Perlukah aku tunjukan?"

CLIK!

Menma menjentikan jarinya. Seketika saja mereka berada diruangan gelap dengan genangan air yang membanjiri mereka hingga sebatas mata kaki.

"Ku kira tidak secepat ini, Uzumaki?!" Seru Kyuubi dari dalam segel yang mengurungnya. Ia tak menyangka orang ini akan membawa Naruto kesini secepat ini.

Dan lagi, Naruto kembali tercengang. Bagaimana Menma bisa masuk dalam tubuhnya dan membawanya kehadapan Kyuubi. Apa benar mereka ini satu?

"Jangan kaget begitu Naruto, aku sudah katakan kalau kita adalah satu." Ujar Menma sambil menatap Naruto angkuh.

"Cepat katakan sebenarnya siapa kau?" Tanya Naruto cepat yang dengan segera disambut tawa iblis dari Menma dan Kyuubi.

"Uzumaki, kau belum mengatakan hal yang sebenarnya pada tuanmu dan langsung membawanya kesini tanpa penjelasan? Kau benar-benar picik" Tegur Kyuubi dengan seringaian panjang diwajahnya.

"Sekarang namaku adalah Menma Uzumaki" Cetus Menma tak suka jika dia dipanggil dengan marga Naruto.

"Cepat!"

"Baik-baik, aku akan menjelaskannya." Menma menjauh beberapa langkah dari Naruto yang tengah menatapnya intens. "Aku adalah mahluk yang tercipta dari kegelapan dalam hatimu Naruto, aku tidak di kendalikan, aku bertindak sesuka dan semauku sendiri. Sebaik-baiknya seseorang, pasti memiliki sisi gelap juga un? Dan ketika orang itu sudah merasa kegelapan datang menyelimuti tanpa ada kesadaran dan kendali yang matang, mahluk sepertiku akan tercipta sebagai organisme baru. Dan hidup dengan kekuatan kegelapan yang ada didalam hatimu Naruto. Aku adalah kau, karena aku tercipta karenamu, karenamu Naruto!" Jelas Menma tersenyum puas, sangat amat puas melihat ekspresi wajah Naruto saat ini.

"Lalu apa yang akan kau lakukan dengan gulungan itu Uzumaki?" Tanya Kyuubi lagi.

"Menma!" Protes Menma pada Kyuubi.

"Baiklah terserah apa maumu" Balas Kyuubi memutar bola matanya bosan.

"Aku akan membalas semua orang yang membuat Naruto mengalami hal pahit dimasa lalunya. Terasingkan adalah kondisi yang menyebalkan. Aku terbelenggu, dan turut tersiksa dengan sikap orang-orang itu yang mengecammu sebagai monster Naruto! Dan aku, bersama Kyuubi merencanakan untuk menghancurkan Konoha menggunakan gulungan itu" Jelas Menma mantap, yang disambut angukan yakin oleh Kyuubi.

"Dia benar Naruto, dia datang padaku dengan rencana yang bagus. Awalnya juga aku tidak percaya bahwa dia bukan kau, tapi mahluk yang tercipta dari rasa benci yang terkubur dalam di hatimu. Setelah Uzu- Menma maksudku menceritakan ini semua, aku yakin dia bisa membalaskan dendammu, karena kami perduli padamu Naruto" Sambung Kyuubi dengan nada yang merendah.

"Baiklah jika itu penjelasanmu" Ucap Naruto ringan. "Aku tau gulungan itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Jadi kenapa harus menghancurkan Konoha jika kita bisa menghancurkan dunia? Kita bisa berada dipuncak tertinggi berkat gulungan itu. Kekuatan yang tidak akan pernah bisa habis, bahkan bila dibandingkan dengan dua Uchiha busuk itu, ini tidak ada apa-apanya" Tambahnya dengan seringaian licik, ini benar-benar membuatnya buta.

"Bocah pintar! Kau benar-benar briliant Naruto!" Puji Kyuubi senang.

"Baiklah-baiklah. Naruto, Kyuubi, sebelum kita menguasai dunia, biarkan kita bersenang-senang dul dengan Konoha. Show time"

.

.

.

.

.

.

"Semua sudah siap?" Tanya Sasuke pada anggota di belakangnya. Hari ini mereka akan mencari Naruto, membawa Naruto kembali untuk menyadarkannya.

"Ya!" Jawab semuanya kompak.

"Aku harap kalian dapat membawa Naruto kembali," Ucap Tsunade tersenyum masam.

Dengan sigap Lee langsung mengacungkan jempolnya kedepan, "Itu sudah pasti, karena Naruto adalah teman kita semua, sahabat yang sangat berarti!" Teriaknya bersemangat.

"Aku percayakan pada kalian" Sambung Shizune sambil tersenyum.

"Baiklah, dalam misi ini kita bagi menjadi empat team. Team satu, Sasuke, Sakura, dan Kiba. Team kedua, Ino, Sai, dan Lee. Team tiga, Tenten, Shino, dan Chouji. Dan team empat, Aku, Hinata, dan Ne-" Perkataan Shikamaru tercekat, yang lain juga ikut terdiam, kepergian Neji masih belum bisa mereka terima sepernuhnya.

"Dua orang untuk team empat" Potong Sasuke cepat, jujur ia sangat benci jika suasana menjadi seperti ini.

"Baiklah, ini rencananya. Pencarian akan berlangsung selama satu minggu, jika kita tidak menemukan Naruto, kita harus segera kembali kedesa dan menggunakan rencana dua, yaitu bertahan sampai serangan datang. Tapi jika kita berhasil menemukan Naruto, kita harus melakukan penyerangan. Disaat seperti ini kalian tidak boleh ragu untuk menghajarnya, anggap dia bukan Naruto yang kita kenal. Ketika penyerangan berlangsung, sebisa mungkin kita pisahkan Naruto dari pria rubah itu, kita pencar dengan team yang sudah terbagi tadi. Jangan melawan jika kalian hanya sendirian, minimal kalian memiliki teman untuk menyerangnya. Dan ingat, kita harus saling menjaga, aku sudah mempersiapkan bantuan jika kita terdesak nanti. Ah, aku hampir lupa dengan ini, jika kau sudah kewalahan, larilah, cari kawanmu yang terdekat. Kalau itu tidak juga memungkinkan, kalian harus secerdik mungkin bersembunyi. Kalian mengerti?" Tanya Shikamaru setelah rencana panjang lebarnya tadi.

"Yosh!" Jawab semuanya.

"Tunggu Shika!" Cegat Shizune saat Shikamaru dan yang lain telah siap untuk pergi. Lalu dengan cepat Shizune menghampiri Shikamaru dan meletakan sebuah kantung di tangan Shikamaru.

"Ini pil pemulih tenaga, pakai seperlunya. Dan hati-hati" Ucapnya tersenyum lembut.

"Hai, arigatou Shizune-san" Balas Shikamaru membungkukan badan.

'Naruto, aku akan membuatmu sadar dan kembali ke desa, sama seperti janjimu dulu. Aku tidak akan membiarkanmu jatuh dalam kegelapan yang menyesatkan. Aku tidak akan membiarkannya Naruto! Tidak akan!'

TOBECONTINUE


Wahaaaaa! Gomen lama publish! Sekali lagi San minta maaf karena nggak bisa update kilat! Juga gomen karena ceritanya nggak panjang.

Dan apakah cerita ini bertambah aneh, tidak nyambung atau sebagainya? San sungguh tidak bisa berkonsentrasi, sekarang ujian sekolah, dan UN sudah menyambut satu bulan lagi, jadi harus pintar-pintar bagi waktu #Ko malah curhat ya? Dasar author aneh, tidak bertanggung jawab!

Semoga kalian tidak bosan membaca cerita ini dan tidak bosan juga memberi review^^

Jadi dimohon masukannya!