Disclaimer : Masashi Kishimoto-sama

Main Cast : Naruto & All

:::::DONT LIKE DONT RIDE:::::


Part 6

Ini hari pertama pencarian Naruto di mulai. Dengan mengandalkan penciuman Kiba-Akamaru, serta byakugan milik Hinata, mereka terus melacak sisa cakra hitam yang ditinggalkan Naruto semalam.

"Berhenti!" Perintah Shikamaru mengangkat tangannya keudara, yang langsung membuat semua kawannya berhenti.

"Ada apa Shikamaru? Bukankah kita harus cepat sebelum jejak cakra itu hilang?" Tanya Kiba bingung, dan yang lainpun rupanya setuju. Kalau sampai jejak cakra itu hilang, entah kemana mereka harus mencari Naruto.

Shikamaru terdiam, tapi bukan karena tanpa alasan, namun ia yakin pria rubah itu tidak akan memberikan jalan semudah ini. Karena dia pasti tau jika Konoha memiliki ninja pelacak yang hebat termasuk Kiba dan Hinata.

SRING!

ZRAGH! ZRAGH!

Tiba-tiba Sai melukis seekor singa dan langsung berlari kencang kedepan tanpa ada aba-aba dari Shikamaru atau yang lainnya.

CRATT!

Lukisan jurus Sai lenyap tak berbekas ketika hendak melewati sebuah pohon yang berada tepat di depan Shikamaru dan berhasil membuat semuanya diam mematung.

"Sudah aku kira," Shikamaru tersenyum kecil. "Dia, pasti tidak akan membiarkan kita. Pasti ada jebakan yang topeng rubah itu pasang. Karena dia tau, kita akan bisa melacak cakra hitam yang Naruto tinggalkan semalam" Tambahnya lalu berjalan ke arah kawan-kawannya yang masih diam mematung karena terkejut.

SLAP! SLAP!

Sasuke melemparkan dua buah kunai ke arah barat dan timur. Dan ternyata kunainya juga lenyap tak berbekas, sama seperti serangan Sai tadi.

"Sial!" Umpantnya.

"Kita terkepung Shikamaru" Kini Shino mulai angkat bicara, sambli mengedarkan pandangannya kesegala penjuru, ia mulai menerbangkan beberapa serangganya. "Depan, atas, kiri, kanan, bawah, sudah tertanam portal yang sama" Tambahnya ketika melihat serangganya juga ikut lenyap.

"Bagaimana portal itu bisa mengurung kita? Sedangkan kita baru saja melewatinya tadi?" Tanya Ino yang kelihatannya sedikit panik.

"Ini jutsu yang menditeksi gerak, yang akan aktiv bila ada sesuatu yang melewatinya" Jawab Sasuke tenang, di keadaan seperti ini ia harus tetap tenang agar bisa berfikir jernih.

"Tapi bukankah itu tidak masuk akal? Jika memang ini jutsu yang aktiv jika ada yang melewatinya, mungkin jutsu ini akan aktiv sedari tadi, karena aktivitas hewan yang ada disini bukan?" Seru Lee yang terlihat sedikit bingung.

"Benar juga itu Sasuke"

"Jutsu ini sudah terancang" Lagi-lagi ucapan Shikamaru berhasil membuat kawan-kawannya bingung dan makin memutar otak.

"Apa maksudmu Shika?" Tanya Sakura mewakili teman-temannya.

"Sasuke benar, justsu ini memang jutsu yang menditeksi sebuah gerakan yang hendak melewatinya. Dan Lee juga benar, seharusnya jutsu ini sudah aktiv sedari tadi karena aktivitas hewan-hewan yang ada disini. Jadi makanyaku bilang jutsu ini sudah terancang dengan sangat baik. Dengan kata lain-"

"Jutsu ini akan aktiv jika hanya kita yang melewatinya. Jutsu ini telah menyimpan jenis cakra dan panas tubuh kita" Cekat Sasuke memotong penjelasan Shikamaru.

"Yah, kurang lebih seperti itu." Imbuh Shikamaru pada perkataan Sasuke. "Pria rubah itu memang tidak bisa diremehkan. Tidak saja karena kekuatannya yang begitu luar biasa, ternyata otaknya juga pintar" Lanjutya.

"Jadi, jutsu ini sudah diatur. Jutsu yang akan aktiv jika merasakan cakra dan panas tubuh orang tertentu" Gumam Sasuke beragumen sendiri.

"Lalu bagaimana kita keluar dari sini?!" Seru Lee panik.

"Jangan memperkeruh keadaan Lee. Sasuke dan Shikamaru sedang berfikir!" Tukas Ten-ten pada teriakan Lee tadi.

"Ini tidak akan mudah" Ujar Sai pelan.

"Shikamaru, Sasuke, udara disini semakin menipis.." Ujar Hinata yang mulai merasa sesak, juga ketika ia melihat lewat byakugannya, udara memang semakin menipis disini.

"Ini terlalu bahaya, jika kita terus disini kita akan mati kehabisan udara" Imbuh Sakura.

"Pasti ada cara" Geram Sasuke karena sharingannya tak dapat menemukan celah kelemahan pada jutsu ini. Apa memang tak ada cara untuk keluar dari sini.

Shikamaru mulai merfikir lagi, setelah ia edarkan pandangannya kesegala arah tanpa menemukan kelemahan pada jutsu ini. Pasti ada cara untuk keluar dari sini. Tidak ada jutsu yang sempurna, bahkan jutsu dewa sekalipun.

"WOFH!" Akamaru mulai menggonggong, udara disini semakin menipis.

Sudut kiri, kanan, atas, sial! Portal transparan ini tidak memberikan petunjukan apapun! Bagaimana cara untuk keluar dari sini. Mereka tidak tau dimana batas-batas jutsu ini berada, salah melangkah sedikit saja mereka pasti akan lenyap termakan jutsu ini. Dan tidak mungkin juga mereka hanya terus berdiam diri, itu sama saja dengan bunuh diri.

"Shikamaru, kita tidak bisa bertahan lebih lama" Kata Ino memperingati.

Bagaimana ini?!

"Ahya!" Sentak Shikamaru menepuk kepalantangannya sendiri. "Aku ingat. Ini justu Kyosukyo, jutsu kegelapan yang terlarang. Hanya dapat digunakan oleh shinobi yang berada diatas jounin karena memiliki resiko tinggi pada penggunanya jika salah meletakan jutsu ini. Jika terkena maka dampaknya akan sangat fatal, jutsu ini berbaur dengan udara, menditeksi cakra atau hawa panas yang dikeluarkan tubuh terhadap DNA yang sudah tersimpan sebelumnya. Berarti, hanya ada satu cara untuk keluar dari sini" Jelas Shikamaru sambil tersenyum penuh arti kearah Sasuke.

"Susanoku?" Tanya Sasuke.

Shikamarupun mengangguk, "Ya, susano adalah tipe jutsu kegelapan bukan? Jadi, kau harus menggunakan susanomu Sasuke. Kegelapan yang berbenturan dengan kegelapan akan membentuk elemen lain, elemen yang dapat menghancurkan kedua kegelapan itu tanpa ada dampak bagi shinobi pengguna. Setidaknya itulah yang aku baca di perpustakaan" Jelas Shikamaru meletakan kedua tangannya dibelakang.

"Baiklah kalau begitu" Sasuke berjalan kearah melewati Shikamaru, bersiap untuk merapal jurus dan mengeluarkan susano miliknya.

"Sai, bangun kubu untuk pelindung!" Perintah Shikamaru untuk mengamankan teman-temannya. Pasti akan ada ledakan hebat sesudah ini.

Dengan segera Sasuke mulai mengaktivkan mangenkyou sharingannya. Sebenarnya ia tidak ingin lagi menggunakan jurus mata itu, tapi tak ada cara lain karena itulah cara satu-satunya untuk mengaktivkan susano.

Cakra-cakra berwarma ungu sudah menyeruak keatas dan memenuhi setengah wilayah portal transparan ini, bertanda Sasuke sudah memulai aksinya. Pertama kerangka, jaringan sel, otot belikat, dan stuktur-struktur lainnya, susano Sasuke sudah mulai terbentuk.

"Hati-hati Sasuke!" Teriak Sakura saat susano Sasuke mulai mengarah pada diding portal yang entah dimana.

Panas. Satu rasa yang dirasakan Sasuke saat ini. Dinding portal itu sudah berhasil ia sentuh rupannya. Sekarang tinggal menambahkan satu tangan susano lagi untuk menstabilkan kekuatannya.

"Sial! Ini panas sekali!" Umpat Sasuke ketika ia rasakan cakra susanonya semakin terbakar.

Sambil terus meluapkan cakranya, Sasuke menatap portal itu sudah terditeksi dengan menjalarnya cakra susano untuk membentuk sebesar apa portal itu mengurung mereka. Ternyata portal berbentuk kubus dengan banyak mantra yang tertempel disudut sisinya.

"HHHYAAAAA!"

BUAARRRR!

BUAAARRRR!

BUARRR!

Portal itu lenyap seketika. Shikamaru memang pintar, dapat menganalisis jutsu yang tak kasat mata seperti ini.

"Kerja bagus Sasuke!" Teriak Lee bersorak ria, setelah Sai membuka kubu pelindung hasil lukisannya.

Sasuke terdiam, dirasakan sakit pada kedua matanya. Ini, pasti efek dari mata itu. Dan benar saja, kini darah segar mengalir melewati kedua matanya, dengan rasa perih yang tidak bisa terlukiskan.

"Kita lanjutkan perjalanan" Ujar Sasuke sambil memegangi matanya yang terus mengeluarkan darah.

"Bagaimana dengan matamu?" Tanya Sai yang menatap Sasuke datar.

"Aku baik-baik saja" Jawab Sasuke singkat.

"Shikamaru, kau bilang tidak akan ada dampak apa-apa? Tapi sekarang Sasuke malah terlihat kesakitan!" Protes Ino sambil berkacak pinggang dihadapan Shikamaru yang sedang menatapnya malas.

"Haaaahhh..." Shikamaru malah menguap dan membalikan badan.

"Itu bukan dampak yang disebabkan oleh portal itu Ino, tapi karena Sasuke menggunakan mata mangenkyou sharingannya" Jelas Chouji yang tak ingin Ino salah paham terhadap Shikamaru.

"Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan!" Perintah Shikamaru mendahulukan berlari.

"YOSH!" Sahut teman-temannya semangat kemudian mulai mengikuti langkahnya. Dengan bertahan pada posisi awal, yaitu Kiba-Akamaru, Hinata dan Shikamaru yang berada di barisan paling depan.

Kini mereka mulai melanjutkan perjalanannya lagi. Dan memutuskan tidak ada istirahat untuk malam ini karena cakra Naruto semakin tipis didaerah sekitar sini. Haripun sudah menjelang malam, tapi mereka terus saja berkutat dengan waktu, tak membiarkan cakra Naruto hilang begitu saja. Tidak peduli dinginnya malam ini terasa merasuk kedalam tulang, dan membekukan badan. Ini adalah salah satu perjuangan untuk mendapatkan sahabat mereka kembali, mengembalikannya kejalan yang seharusnya, mengubah pikirannya untuk kembali positiv. Perubahan Naruto yang tiba-tiba ini telah membuat mereka sangat terkejut, dan mencoba berpikir dengan apa yang sebenarnya telah terjadi pada Naruto. Karena terakhir mereka melihat Naruto ditempat latihan, ia masih bersikap wajar, tak ada yang aneh sedikitpun. Shikamarupun tidak dapat menganalisis terlalu jauh tentang masalah ini karena info ia dapat terlalu sedikit dan tidak sedikitpun memberikan titik terang. Jika Naruto benar-benar menjadi seorang nuke-nin, ini pasti akan sangat berbahaya, karena perang dunia shinobi ke-5 sebentar lagi akan dimulai.

"Limaratus kilo meter lagi kita kearah utara! Memasuki daerah tebing yang berbatu, serta ada sebuah jurang didepannya!" Seru Kiba mengintrupsi kepada rekan-rekan dibelakangnya.

Ten-ten yang sedari tadi memperhatikan peta merasa sedikit bingung, karena tidak ada lokasi jurang yang tergambar didalam petanya.

"Berhenti!" Teriak Ten-ten yang lumayan keras.

Semuanyapun berhenti.

"Kali ini ada apa lagi?" Tanya Sasuke datar.

"Didalam peta, tidak ada tanda-tanda jurang disekitar sini. Hanya terdapat hutan kecil dan pemukiman warga" Jawab Ten-ten sambil terus menatap petanya dengan teliti.

Kiba sedikit mendecak kesal, "Jadi kau pikir indera penciuman dan pendengaranku ini salah? Sudah jelas tercium bau tanah tebing disini. Aku sama sekali tidak menditeksi adanya pemukiman, pendengaran Akamarupun sama, karena memang tidak ada pemukiman penduduk disini!" Protes Kiba yang mungkin sudah terbawa emosi karena kondisinya yang sudah kelelahan saat ini.

"Jadi kau pikir aku berbohong hah!" Balas Ten-ten tak kalah terbakarnya.

"Ya! Kau sudah meremehkanku sebagai ninja pelacak!"

"Aku tidak meremehkanmu! Aku hanya mencoba memberi tau apa yang aku lihat dipeta!"

"Dasar k-"

"Berisik!" Teriak Sasuke yang berhasil membuat keduanya membungkam mulut rapat-rapat, kemudian mengambil peta yang ada ditangan Ten-ten. Sedangkan Kiba, hanya membuang mukanya kesamping.

"Dasar sok kuasa!"Rutuknya kecil.

Sasuke terdiam dan mengamati petanya. Disini memang tidak ada lokasi jurang dan tebing, hanya ada hutan kecil dan pemukiman warga.

"Ten-ten berbicara benar, dan Kibapun tidak mungkin salah. Tapi disini memang tidak ada jurang dan tebing" Ujar Sasuke menatap datar kearah Kiba dan Ten-ten yang kelihatannya masih berseteru.

"Apa kau membaca peta yang benar Sasuke?" Tanya Shino, "Karena Kiba memang benar, didepan terdapat jurang dan tebing, aku sudah mengirim seranggaku tadi." Imbuhnya.

"Tidak," Jawab Sasuke mantap, "Peta ini benar, tidak ada yang salah"

"Biar aku yang memeriksanya" Seru Hinata yang sedari tadi hanya bisa terdiam melihat berdebatan antara kawan-kawannya.

"Byakugan!"

Pandangan Hinata mulai menerawang jauh kedepan, mencoba melihat medan apa yang akan mereka tempuh untuk meneruskan perjalanan. Kiba memang benar, disini hanya ada tebing dan sebuah jurang diujung. Hinata mencoba sedikit mendekat lagi. Ternyata Ten-ten juga tak sepenuhnya salah, karena terdapat pohon-pohon yang sudah hancur berantakan. Berarti Kiba dan Ten-ten memang benar, terdapat hutan disini namun sudah hancur. Jika dilihat dari kondisi pepohonan yang masih hijau dan segar, pasti hutan ini baru saja dihancurkan beberapa waktu yang lalu, tak lama setelah mereka sampai kesini. Dan pemukiman penduduk, jangan katakan bila

"Pemukimannya telah dimusnahkan"

"Apa maksudmu Hinata?" Tanya Sasuke sedikit terkesiap, begitupun dengan yang lainnya.

"K-kiba dan Ten-ten, mereka tak b-berbica bohong. Disini me-memang terdapat hut-tan, tetapi sudah hancur. Dan tentang jurang, i-itu adalah pemukiman penduduk yang sudah dimusnahkan beberapa jam yang lalu" Jelas Hinata sedikit gemetar, matanya tebuka lebar karena pemandangan yang baru saja ia lihat tadi.

"Cepat! Kita harus memeriksanya!" Tukas Shikamaru.

Merekapun mulai berlari lagi, menuju tempat yang dikatakan Hinata barusan. Dan benar saja, ini memang hutan yang sudah dihancurkan beberapa waktu yang lalu. Pepohonannya masih segar, seperti ada benda besar yang baru saja melewatinya, atau suatu jurus yang memusnahkan hutan ini dengan sangat kasar.

"Semuanya! Cepat kesini!" Teriak Chouji yang berada dibibir jurang.

Semuapun langsung bergegas menuju sumber suara, untuk melihat apa yang telah terjadi.

"Ini sangat kejam.." Gumam Sakura yang reflek menutup mulutnya ketika melihat apa yang tengah terjadi.

Desanya memang benar-benar sudah dimusnahkan. Mayat-mayat warga desanya masih terlihat baru dengan darah yang berceceran dimana-mana. Adapun jasad yang sudah tak karuan bentuknya, mungkin tercabik, ada juga yang terliat seperti terkena ledakan sehingga tubuhnya tercecer kemana-mana. Pembantaian ini, memang belum lama dilakukan.

"Orang macam apa yang tega melakukan semua ini! Sangat tidak memiliki perasaan!" Tukas Lee geram.

"Ini desa Youto. Padahal ini desa kecil, yang tak memiliki shinobi satupun. Tapi kenapa harus terbantai seperti ini" Kini Sai yang mulai berargumen.

"Sial! Aku tidak bisa mencium bau lain selain bau darah yang sangat kuat disini!" Umpat Kiba sambil berdecak kesal.

Shikamaru mulai berpikir kembali. Kemudian turun kebawah untuk mencari jejak yang ditinggalkan pembantai sadis ini. Ia mulai mengecek satu-persatu mayat yang bergelimpangan disini. Ada bekas tusukan, tebasan, sayatan, cabikan, ledakan, dan adapula yang tubuhnya langsung dihancurkan oleh suatu jurus. Ini benar-benar sangat sadis. Kemudian ia melihat kesekeliling, menatap satu persatu puing-puing rumah yang terbakar. Dan binggo! Ada sebuah sobekan baju dan sebuah kunai, itu pasti jejaknya, karena tak mungkin warga yang notabennya kebanyakan seorang petani dan pedagang akan mengunakan kunai dan senjata ninja yang lainnya.

"Lacak ini!" Seru Shikamaru yang langsung memberikan kunai dan kain yang ia temukan kepada Kiba.

Kiba sedikit mengangkat alisnya, hidungnya tidak dalam keadaan baik saat ini.

Shikamaru langsung memutar bola matanya ketika melihat ekspresi Kiba yang seperti itu, tahu maksud Kiba kalau hidungnya sedang dalam keadaan kurang baik.

"Cium ini!" Shikamaru memberikan sesuatu yang baru saja ia rogoh dari kantungnya.

"Kapulaga? Untuk apa?" Tanya Kiba bingung.

"Sudah cium saja! Dasar cerewet!" Balas Shikamaru dengan wajah yang terlihat malas-malasan.

Tanpa mau bertanya apa-apa lagi Kiba langsung menyesap aroma kapulaga yang Shikamaru berikan. Tidak terjadi apa-apa. Un! Tunggu, hidungnya sudah kembali normal, dia dapat memcium beberapa jenis bau selain darah disini.

"Sekarang lacak kunai dan kain itu!" Perintah Shikamaru ketika melihat ekspresi Kiba sudah berubah.

Sedikit merengut kesal, akhirnya Kiba mulai mengendus kunai dan kain yang diberikan Shikamaru tadi. Ini, aroma yang sangat ia kenal, tapi ia tidak bisa percaya kalau dia yang melakukan ini.

"Bagaimana Kiba?" Tanya Ino mewakili teman-temannya.

"Tidak," Kiba hanya mengeleng pelan, matanya terbuka lebar. Ia tidak ingin mempercayai penciumannya saat ini. "Tidak mungkin, tidak mungki dia yang melakukan ini semua" Lanjutnya dengan ekspresi wajah yang tidak berubah, dan langsung membuang kain serta kunai yang dipegangnya.

"Bicara yang jelas Kiba!" Desak Saskue yang sudah tidak sabaran.

"A-aku, aku.. Tidak, tidak mungkin jika Naruto yang melakukan semua ini" Jawab Kiba dengan keringat dingin yang menetes melewati pelipisnya.

Semuapun hanya bisa mematung mendengar perkataan Kiba tadi, merekapun mungkin sependapat dengan Kiba, Naruto tidak akan melakukan hal sesadis ini.

"Apa kau tidak salah Kiba?" Tanya Sakura, memastikan Kiba benar-benar tenang saat melacak sipemilik kain dan kunai tersebut.

"Aku tidak mungkin salah. Itu bagian dari baju Naruto, dan kunai itu juga milik Naruto, karena aku ingat dia pernah mengukir lambang Konoha disetiap kunainya." Jawab Kiba sambil mengingat kejadian dimana Naruto pernah mengukir semua kunainya dengan lambang Konoha, dan mengatakan bahwa dia sangat bangga menjadi shinobi yang terlahir di desa Konoha.

"Itu tidak aneh," Cetus Shino, membuat semua temannya menoleh kearahnya. "Bukannya aku tidak berpihak pada Naruto atau menjelekannya. Kita semua tau jika Naruto tidak mungkin tega melakukan hal sekejam ini. Tapi ini memang benar Naruto, tepatnya Naruto yang sedang terjerumus dalam kegelapan. Jadi tak aneh lagi jika Naruto melakukan ini" Jelasnya, agar semua tak salah paham jika ia mengatakannya langsung to the point.

"ITU TIDAK MUNGKIN!" Pekik Hinata sekeras mungkin. "Tidak mungkin Naruto-kun melakukan hal keji seperti ini! Ini bukan Naruto! Ini bukan Naruto! Aku yakin ini bukan Naruto!" Jeritnya lagi. Bagaimanapun ia tidak akan percaya bila Naruto yang melakukan hal seperti ini. Dia tau Naruto, dia tau sifat Naruto. Naruto tidak mungkin tega.

"Sabarlah Hinata" Ujar Sakura yang langsung menenangkan Hinata yang sedang diluar kendali emosinya. "Shino sudah katakan tadi. Ini memang bukan perbuatan Naruto, kegelapan yang ada didalam dirinyalah yang telah melakukan ini. Percayalah, Naruto tidak akan mungkin melakukan hal seperti ini. Ia hanya sedang tertidur lelap, ia tak sadar dengan apa yang kegelapan telah lakukan padanya" Tambah Sakura sambil memeluk tubuh Hinata.

"Ini bukan Naruto, bukan, ini bukan Naruto..."

"Sebaiknya kita istirahat! Hari juga sudah menjelang pagi, kita lanjutkan perjalanan ketika matahari sudah tinggi" Seru Sasuke yang sepertinya mau mengerti dengan kondisi yang terjadi. Disaat kondisi kelelahan seperti ini pasti kawan-kawannya tidak dapat berpikir dengan tenang, dan pasti akan berpikir yang tidak-tidak tentang Naruto.

'Naruto-kun, aku percaya kau tidak melakukan ini. Sakura-chan benar, kau hanya sedang terlelap jauh didalam kegelapan, tanpa sadar apa yang telah kegelapan itu lakukan pada tubuhmu. Aku yakin kau tidak akan berhianan terhadap Konoha, aku sangat yakin Naruto-kun. Dan aku akan selalu percaya padamu, walau apapun kenyataannya nanti.'

TOBECONTINUE


WAH! GOMENNESAI NIH SAN LAMA BANGET UPDATENYA. SOALNYA ADA BANYAK KENADALA, SEKALI LAGI SAN MINTA MAAF YA. SEMOGA KALIAN TIDAK BOSAN MEMBACA CERITA YANG NGARET INI. DAN BUAT GUEST YANG UDAH MINTA UPDATE TERUS, MAAF SAN NGGAK BISA UPDATE KILAT UNTUK SEMENTARA WAKTU, TAPI TERIMAKASIH BUAT RIVIEWNYA LHO^^

JADI DIMOHON RIVIEW PAR READERS SEMUA, BUAT SAN SEMANGAT UNTUK NGELANJUTIN CERITA INI dAN UPDATE KILAT. ARIGATOU! ^^