Disclaimer : Masashi Kishimoto-sama
Main Cast : Naruto & All
:::::DONT LIKE DONT RIDE:::::
Chapter 9
"Jadi, apa kalian akan memberi aku kejutan?" Naruto menatap datar kearah teman-temannya. Bisa terdengar dari nada suara Naruto tadi, ia terdengar meremehkan.
'Kau bodoh Naruto, sangat bodoh karena menantang keyakinan Lee' Gumam Ten-ten dalam hati.
"Baiklah! KONOHA GATE!" Teriak Shikamaru memerintahkan untuk membentuk formasi.
"HAI!"
SHUT! SHUT! SHUT!
Semua sudah pada posisi masing, masing. Membentuk dinding pertahan yang menyerupai diding yang melingkari Konoha.
"Kita harus hati-hati," Bisik Sasuke pada Shikamaru, lalu Shikamaru memberi kode pada teman-teman yang lain dengan cara menyatukan kedua tangannya.
"Heh," Naruto sedikit tertawa kecil. "Formas kuno. Tapi tak apa, ini pasti mengesankan" Lanjutnya dengan seringaian kecil.
Genggaman Lee sudah mengerat kuat. Kekesalannya pada Naruto kini sudah membuncah.
'Kenapa dia tak sadar-sadar, apakah tali persahabatan yang selama ini terjalin tak sedikitpun ia rasakan? Sabar Lee, kita tunggu sebentar sampai dia benar-benar keterlaluan' Batin Lee sambil terus mengeratkan genggamannya.
" Cepatlah teman, hmmmm... maksudku, bekas teman baikku" Ejek Naruto tapi masih dengan tatapan datarnya.
"GERBANG SATU TERBUKALAH!"
WUZZZZ! WUUUZZZZ!
"LEE! Jangan gegabah!" Teriak Kiba berharap agar Lee kembali pada posisinya.
Namun rupanya Lee tidak meladeni ucapan Kiba tadi, ia masih terus memutari Naruto untuk membuka jurus urarenge-nya.
"GERBANG KEDUA, TERBUKALAH!"
WUZZZZ!
SRRINGG!
"Bagaimanapun aku harus menyadarkanmu!"
BUAKH!
Lee menendang tubuh Naruto keatas dengan sekuat tenaga.
"GERBANG KETIGA, TERBUKALAH!"
WUZZZ!
"Karena kau, sangat berarti bagi kami!"
DUKH!
Satu tendangan lagi Lee lancarkan hingga Naruto kembali jatuh kebawah.
"CEPATLAH SADAR!" Teriak Lee kembali menendang Naruto sebelum Naruto jatuh menyentuh tanah.
BUKH!
DAKH!
DAKH!
DAKH!
Lee terus menghajar Naruto tanpa ampun, tidak membiarkannya menyentuh tanah sedikitpun. Menghabiskan tenaganya dengan membuka gerbang terakhir, yaitu gerbang ke tujuh.
Walaupun sebenarnya Lee tidak tega, namun iya tetap terus melancarkan serangannya. Entah sudah sesakit apa tangannya sekarang, tapi ia terus menghajar Naruto. Mungkin memang kekerasan yang dapat menyadarkannya.
"Nimpo, kusuroi!"
BUZZHHH!
Sebuah burung elang muncul dari gulungan Sai, rupannya ia juga ingin membantu.
Lalu Sai naik keatas burunga buatannya itu, mengarahkannya terbang keatas Naruto dan Lee yang sedang bertarung. Atau tepatnya Lee yang menghabisi Naruto saat ini.
"Nimpo, daigutso!" Gumam Sai menjatuhkan beberapa ledakan yang ia bentuk seperti laba-laba kearah Naruto dan Lee. Pasti Lee juga sudah paham untuk apa ia terbang diatasnya.
SHUT! SHUTT!
Lee langsung melompat kebelakang ketika ia lihat laba-laba buatan Sai sudah mendekat.
BUUAAAMMM! DOMM! DOMM! DOMM!
Suasana kembali hening. Tak ada yang bergerak sama sekali. Lagi-lagi asap menghalangi pandangan merka. Tapi tunggu, sosok bayangan hitam terlihat mendekat dari gumpalan asap putih itu, mungkinkah dia..
"Dia hanya mengalami luka ringan!" Ucap Sakura ketika melihat siapa yang keluar dari gumpalan asap itu. Ya, Naruto keluar dari gumpalan asap itu dengan luka ringan. Jubahnya memang terkoyak habis, tapi badan dan wajahnya, hanya mendapat luka ringan.
"Tidak bisa dipercaya, seharusnya dia terluka sangat parah. Mengingat pukulan dan ledakan tadi, ini sungguh tidak dapat dipercaya" Tambah Ino dengan tatapan takjub bercampur ketakutan.
Naruto berjalan mendekati Lee, dan berhenti ketika jarak mereka sudah mencapai tujuh meter.
"K-kena-kenapa kkau h-hanya, kkenapa ka-u hany-hanya-"
"Mendapat luka ringan?" Cekat Naruto cepat pada ucapan Lee yang terbata-bata tadi, sedangkan Lee hanya bisa meneguk ludah melihat ini semua.
"Apa yang kalian pikirkan!" Teriak Menma yang sedari tadi menonton dari sisi kiri, enam puluh meter dari posisi Naruto bertarung. "Kalian pikir Naruto akan terluka parah dengan serangan kelas rendah seperti itu? Jangan bercanda! Memangnya kalian anggap Naruto itu siapa? Seseorang yang lemah hah? Dasar rendahan!" Kecamnya lagi dengan penuh penghinaan.
"Tutup mulutmu Menma!" Bentak Naruto dingin, "Kali ini aku tidak ingin mendengar racauan mu yang tidak berguna!" Lanjutnya, dan kelihatannya Menma hanya diam. Kemudian Naruto kembali memalingkan pandangannya kearah Lee. "Apa kau sudah puas? Apa ingin lagi?"
Lee kembali mengeratkan tangannya, "Naruto.. Rasa sakitmu, rasa dendamu, rasa pedih yang kau rasakan hingga membuatmu seperti ini, sebenarnya rasa sakit apa itu? Berdasarkan apa kau mengungkit rasa sakit itu?!" Tanya Lee dengan sedikit gemetar.
"Rasa sakit itu, karena-"
SRING!
Sebuah tanda muncul dikening Naruto. Tanda bintang segi enam dengan segel kegelapan yang melingkarinya. Kemudian Naruto mundur beberapa langkah, dengan Menma yang segera mendekatinya.
"AKH!" Rintih Naruto yang langsung jatuh ketanah dengan mulut yang memuntahkan darah.
'Sial! Sudah ku duga efek jurusnya belum sempurna. Seharusnya dia bersabar untuk mencerna jurus dari gulungan itu! Dasar keras kepala' Umpat Menma sambil membantu Naruto berdiri.
"Kenapa rasanya sesakit ini?!" Tanya Naruto sambil terus menahan rasa sakit yang membuncah di dada dan kepalanya. Rasanya seperti terbakar, tertekan, dan tersayat.
"Ini efek dari jurus terlarang itu. Sudah kubilang kau harus menunggu sampai prosesnya selesai, tapi kau malah pergi pegitu saja. Dan sekarang kau harus cepat menghabisi mereka, jangan bermain. Karena kita akan melakukan persembahan ulang" Jawab Menma setengah berbisik, kemudian kembali mundur menjauhi Naruto.
Naruto mengerjapkan matanya beberapa kali, menghilangkan rasa perih yang mendera matanya tadi. Kemudian kembali menatap kearah teman-temannya.
"Matanya, kau lihat matanya Sasuke," Bisik Sakura ketika melihat bola mata Naruto kembali kewarna semula, yaitu blue shapirenya yang damai.
"Ya, mungkin ini sisi lemahnya. Kita harus menghajarnya sekarang" Sahut Sasuke mengambil sebuah kunai dari dalam saku ninjanya.
Shikamaru sudah mengerti ketika Sakura mengedipkan mata kearahnya. Kemudian ia membentuk tanda tambah dengan menyilangkan telunjuk jarinya. Ini saatnya untuk menyerang.
BUFH!
Ten-ten segera membuka gulungannya ketika mereka sudah menyebar kemudian merapal jurus dan mengeluarkan ratusan kunai dari gulungannya.
TRANK! TRANK! TRANGKK!
Naruto menepis kunai-kunai itu hanya dengan satu tangannya, yang membuat Kiba dan Chouji mundur ketika hendak menyerangnya.
"Kita tidak bisa menggunakan serangan jarak jauh!" Seru Sai yang sedari tadi sudah terbang memutar Naruto di atas.
"Baiklah kalau begitu!"
BRAGGGHHH!
Sakura langsung melayangkan tinjunya ketanah. Membuat Naruto kewalahan menghindar karena ia masih merasakan pusing pada kepalanya.
Semuanya mulai menyerang secara bersamaan, dengan Naruto yang terus menghindar tanpa ada perlawanan. Rasa sakit pada tubuhnya membuat Naruto harus mengalah, atau jika tidak tubuhnyalah yang akan hancur.
"KONOHA SENPO!"
BUAARRR!
Tendangan Lee lagi-lagi meleset. Padahal tinggal sedikit lagi!
Sasuke terus mengamati Menma disela pertarungan sengitnya dengan Naruto. Yang ada dipikirannya saat ini adalah, kenapa orang itu tidak membantu? Apa dia terlalu meremehkan mereka sehingga hanya perlu satu orang yang melawan? Atau orang itulah yang mengendalikan Naruto selama ini.
WuZZH!
Sasuke langsung memisahkan diri dari kumpulan teman-temannya yang terus berusaha menghajar Naruto, menunggu waktu yang tepat untuk menghilang kebelakang pria bernama Menma itu.
ZZZRRRTT!
"Shinsi rendan," Desis Sasuke ketika berada dibelakang Menma.
"Apa- ukh!" Rintih Menma ketika Sasuke menendang tubuhnya keatas.
Ya, Sasuke menggunakan jurus shinsi rendang untuk melayangkan tubuh Menma keatas, lalu menendangnya beberapa kali dan menggabungkan goken untuk menghempaskan tubuh Menma kebawah.
BUZZZHHH!
Sebuah lubang tercipta akibat hempasan tubuh Menma kebawah. Sedangkan Sasuke yang masih berada diatas sibuk untuk merapal jurus.
"Katon hosenka no jutsu! Chidori senbon!"
WUZZZHHH! WUZZZHH!
CRRATTT! CRRRAATTT!
Segera saja puluhan bola api kecil dan ribuan jarum petir keluar dari rapalan tangan Sasuke secara bergantian. Menghantam tubuh Menma yang tergeletak dibawah.
Dengan nafas yang sedikit tersenggal Sasuke mengamati serangannya dari atas pohon. Karena tidak mungkin juga ia mengamatinya dari dekat, karena orang itu terlalu berbahaya. Sasuke kembali mengatur nafas, menatap gundukan batu yang mengubur tubuh Menma. Tak lama kemudian batu-batu itu mulai bergerak, dan memunculkan tubuh Menma yang mencoba untuk berdiri.
"A-apa?!" Desis Sasuke terkesiap ketika melihat Menma yang keluar dari bebatuan itu. Kenapa bisa seperti ini, padahal tubuhnya sudah tidak karuan bentuknya, tapi kenapa dia masih bisa bergerak? Kekuatan apa ini?
"Jadi kau sejak tadi mengincarku?" Ucap Menma pelan, sambil menyeret kakinya yang hancur keluar dari tumpukan bebatuan itu.
Sedangkan Sasuke hanya diam menyaksikan betapa mengerikannya kejadian ini. Kepalanya yang hampir putus masih bisa bergerak. Dan tubuhnya yang tak lagi utuh masih bisa bergerak dan berjalan, walaupun beberapa organ tubuhnya keluar berantakan.
"Yare~ Seharusnya yang kau lawan itu sahabatmu, bukan aku. Heh, menyerang dengan jurus anak-anak begitu, dasar bodoh!" Racau Menma sambil terus mengumpulkan bagian tubuhnya yang tercecer.
'Sebenarnya dia manusia apa iblis!' Umpat Sasuke saat melihat tubuh Menma kembali menyatu secara perlahan, memperbaharui sel saraf yang tadi sudah hancur dan rusak. Sungguh Sasuke hanya bisa mengamati ini dalam diam.
"Hey! Jangan melihatku terus! Coba lihat kearah kawan-kawanmu, tentukan mereka masih hidup sekarang"
Degh!
Apakah mungkin?
"SAKURA! SHIKAMARU! DIBELAKANGMU!" Teriak Sasuke pada Shikamaru dan Sakura ketika Naruto hendak melancarkan saringannya. Namun rupannya ia terlambat, Naruto terlanjur menghempaskan tubuh Sakura dan Shikamaru dengan saringan hitamnya, membuat mereka berdua tergeletak tak berdaya bersama yang lainnya.
"Sejak kapa.." Gumam Sasuke dengan tatapan nanar kearah teman-temannya yang sedang tergeletak tak berdaya. Darah membanjiri mereka semua, dan Naruto hanya menatapnya dengan datar tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
"Sejak kau mngedipkan mata. Naruto terus menghindar, itu bukan karena dia tidak bisa menangani mereka semua, tapi karena rasa sakit akibat segel jurus yang belum selesai. Dan rupannya dia sudah bisa menetralisirnya, karena sekarang dia akan menghabisi kalian semua" Ujar Menma dengan nada mengejek. Lalu ia menatap mata Naruto, ternyata matanya sudah berubah hitam kembali.
Sasuke mulai mengerut kesal. Ia tidak akan membiarkan teman-temannya mati disini, tidak untuk saat ini!
"HABATAKU CHIDORI!" Teriak Sasuke yang segera terbang dan menghajar Naruto dengan chidori hitamnya.
CCCRRRRIINGGG!
BUAAKKHH!
DUGH! DUGH! DUGh!
Tubuh Naruto segera terhempas kebelakang akibat serangan Sasuke tadi.
"Sakura, Shikamaru, kalian tidak apa-apa?!" Tanya Sasuke pada Shikamaru dan Sakura yang terbaling lemah dan bersimbah darah, dengan tatapan mereka yang hampir terpejam.
"Kami tidak apa-apa, ukh! Cepat, kau layangkan bola api keatas, beri tanda pada mereka kalau kita sudah tidak sanggup, akkhh!" Ucap Shikamaru sembari menahan sakit di dadanya. Rupannya rasingan Naruto sudah menghancurkan beberapa aliran sarafnya.
"Sasuk-ke, ini serum jika kau mendapatkan luka parah. Ini bisa menahan pendarahan untuk beberapa waktu, dan ini juga bisa memulihkan tubuhmu namun dengan cara berkala dan terbatas" Tambah Sakura dengan suara serak yang sepertinya ia paksakan.
Tanpa menjawab, Sasuke meletakan tubuh Sakura dan Shikamaru bersama teman-temannya yang lain, jauh dari posisi bertarungnya saat ini.
'Akan aku coba mengalahkannya dengan tanganku sendiri' Batin Sasuke lalu mengaktivkan mata saringannya.
"Haaaahhhhh..."
Sasuke mengatur nafas kemudian memasang kuda-kudanya. Naruto semakin mendekat, dan rasanya dia tidak akan main-main.
"Aku sudah lelah dengan ini Uchiha, aku benci bermain-main. Sebaiknya kita akhiri ini dengan cepat" Ujar Naruto sambil memutar lengannya dan melemaskan beberapa otot tubuhnya yang terasa kaku.
"Baiklah" Jawab Sasuke yang semakin menyiagakan posisinya. "Tapi kita harus membatasi area kita dengan mereka," Tambahnya menatap kondisi teman-temannya yang sudah tidak sadarkan diri.
"Tawaranmu?"
"Jika aku kalah, silakan kau membunuhku dan mereka semua" Sahut Sasuke cepat.
"Tawaran bagus" Naruto maju beberapa langkah kearah Sasuke. "Gufu sukai no jutsu" ucapnya. Lalu munculah badai angin besar yang melingkari mereka berdua.
"Jadi siapa yang akan mulai?" Tantang Naruto membuka jubahnya yang sudah terkoyak karena serangan bertubi-tubi tadi.
"Aku," Jawab Sasuke cepat lalu langsung berlari cepat kearah Naruto. Kemudian mengeluarkan dua ular dari lengannya untuk mengikat Naruto.
"Kaze no yaiba!" Balas Naruto menebas ular-ular Sasuke ketika mereka ingin melilitnya.
Sasuke segera mundur ketika Naruto juga mundur, melemparkan fuma shuriken untuk melancarkan jebakannya. Dan ketikan Naruto ingin meloncar, Sasuke menarik kawat baja transparan yang mengikat di fuma shurikennya, membuat fuma shuriken itu terbelah menjadi dua.
"Kena kau,"
TRANK!
"APA!"
Ternyata Naruto menepis fuma suriken dengan lengannya. Tapi rupannya Sasuke kehabisan akal, ia langsung mengunakan jurus ryuuka untuk merambatkan api ke kawat baja yang mengikat pada fuma shurikennya.
BUUAAAMM!
Sebuah ledakan tiba-tiba muncul, saat Naruto menggunakan odama rasengan untuk menepis fuma shuriken Sasuke kembali.
"Konoha senpo!" Teriak Naruto menendang fuma shuriken Sasuke ke depan, tepat dimana Sasuke berada.
CRAT!
Kedua fuma shuriken itu hampir saja membelah tubuh Sasuke menjadi dua, tapi tetap saja shuriken itu merobek lengannya.
"Kage bunshin no jutsu!"
BUFH!
"Senpo, odama rasengan!"
"Eiso chidori!"
CRAP!
BUFH!
"Heh, kau rupannya sudah serius Uchiha. Baguslah" Ucap Naruto saat eiso Sasuke berhasil menembus pundaknya.
"Aku tidak akan bercanda jika menyangkut sahabatku sendiri. Termasuk kau Naruto" Sahut Sasuke tersenyum sinis.
"Hmmm, aku hanya mantan sahabatmu Uchiha. Karena aku sudah memutuskannya dua hari yang lalu, kau ingat?" Naruto mulai memajukan langkahnya, membuat eiso Sasuke semakin tertembus pada pundaknya.
"Ekkhhhh! Walaupun kau katakan itu, tapi bagiku kau akan menjadi sahabatku untuk selamanya" Balas Sasuke sambil terus menahan eiso chidorinya, berharap agar Naruto menghentikan langkahnya.
Namun rupanya Naruto tidak mengerti itu, ia masih saja melanjutkan langkah kecilnya. Ia sama sekali tidak memperdulikan sudah sedalam apa eiso Sasuke menembus pundaknya.
"Ramei!" Desis Sasuke terpaksa menjalarkan chidorinya kesegala arah. Dan benar saja, Naruto sudah menghilang dari hadapannya, entah kemana.
DAP! DAP!
Tiba-tiba Naruto melompat ke posisinya tadi, dengan mata hitamnya yang sedikit memudar.
'Ini tidak akan bertahan lama' Batin Naruto saat ia rasakan panas pada matanya lagi. Rupannya jurus itu kembali bereaksi.
Perlahan badai angin yang mengelilingi merekapun pudar. Kemudian Sasuke lari menjauh agar pertarungan mereka tidak mengenai teman-temannya. Dan disinilah Sasuke berada, di ujung tebing dengan air yang mengalir deras dibawah.
Set, set, set!
"Goryuka no jutsu!"
BRUFFHHH!
Sasuke kembali menyerang Naruto dengan bola api raksaksa yang sangat panas. Membuat awan malam memerah dan tak lama kemudian munculah awan badai karena jutsu tadi membuat atmosfir memanas.
"Kau ingin bertarung di tengah hujan? Konyol" Kecam Naruto dengan tubuh yang terlihat terbakar.
"Bukan hanya hujan, tapi badai" Sahut Sasuke siap merapal jurus. "Kirin!"
ZZRRUUUZZZZHH!
Tubuh Naruto tiba-tiba tersambar petir dari awan badai yang diciptakan Sasuke. Tapi seperti yang Sasuke kira, Naruto tidak akan kalah jika hanya dengan serangan ini. Naruto masih dapat bertahan walaupun badannya sudah terbakar dan listrik yang mngaliri tubuhnya.
"Cepat maju Naruto" Tantang Sasuke menggerakan tangannya kedepan.
"Baiklah,"
SRING!
"Tak ada ampun bagimu Uchiha"
BUAKH!
Naruto segera saja menendang tubuh Sasuke kesamping. Lalu ia menghilang dan menghalau tubuh Sasuke yang terpental tadi. Begitulah seterusnya, ia tak membiarkan Sasuke melawan barang sejentik saja.
Sedangkan Sasuke hanya bisa menahannya dengan tangkisan, walaupun hanya pada beberapa tendangan. Tak dapat Sasuke pungkiri Naruto memang sangat cepat, bahkan lebih cepat dari laju cahaya.
Naruto melempar tubuh Sasuke kebawah, bersiap untuk melancarkan gokennya ke wajah Sasuke agar ini cepat selesai.
"Chidori nagashi!"
CCCRRRATTTT!
Tubuh Naruto balik terpental kebelakang, untunglah Sasuke sigap.
BUFH!
"Hanya bayangan!"
DUAKHHHH!
"AKHH!" Rintih Sasuke saat Naruto menghajarnya dari bawah tanah. Ternyata yang tadi hanya bunshin. Tapi sejak kapan? Sasuke sama sekali tidak melihat Naruto mengeluarkan bunshin setelah bunshin yang ia hancurkan tadi.
"Akh! Haahhh... hhaaahhh.. hahhhh.. urhg!"
"Kenapa Uchiha? Kau terlihat begitu lemah. Menyerah saja, aku akan membunuhmu dengan cepat" Ujar Naruto datar, dengan wajah yang begitu serius.
Sasuke segela mengusap darah yang keluar dari mulutnya. "Tidak akan! Kau telah menyadarkanku dari kegelapan, dari rasa dendam yang menyelimutiku saat ini. Kau memberi tahuku bahwa dendam yang selama ini aku simpan hanyalah dendam semu, dendam yang tidak akan menghasilkan apapun. Dan sekaranglah saatnya aku membalas budimu, aku akan membuatmu kembali ke jalan yang seharusnya, jalan yang menunjukan cara ninjamu sebagai ninja konoha!" Bentak Sasuke keras, walaupun ia tau Naruto tidak akan memperdulikannya.
"Lupakan itu Uchiha,karena itu tidak akan ada artinya" Sahut Naruto masih dengan wajah datar.
Sasuke masih diam. Kenapa cakranya serasa terkuras habis, biasanya pertarungan seperti ini bukan apa-apa untuknya. Dan selama ini ia menggunakan jutsu dengan skala cakra yang tidak terlalu besar, seharusnya cakranya masih tersisa banyak, bahkan sanggup untuk dua hari pertarungan penuh. Tapi kenapa hanya pertarungan sembilan jam saja cakranya sudah habis, apa Naruto menggunakan penghisap cakra.
'Ini sudah batasku. Aku harus melakukannya disisa cakra terakhirku'
"Katon goakyu" Gumam Sasuke perlahan kemudian menyemburkan bola api keatas, berharap ia dapat tertolong.
"Kata-kata terakhir Uchiha?" Desis Naruto yang melemparkan beberapa kunai kearah Sasuke, sambil terus berjalan mendekatinya.
"Ukhh! Aarrgghh!" Racau Sasuke ketika merasakan kunai-kunai itu menembus tubuhnya.
'Sial, kunai ini sudah dialiri cakra!'
"Tak ada kata terakhir?" Ulang Naruto yang terus mendekati Sasuke, dengan mini rasensuiken yang berputar di telunjuk tangannya.
"Sadarlah bedebah! Cih!" Jawab Sasuke meludahi pipi Naruto dengan darah dari mulutnya.
"Baiklah, itu kata terakhirmu"
BBUUUAAAAMMM!
DDDUUUUAAARRRR!
BBBLLLAMM! BLAMM! BLAAMMM!
Senyum licik sudah terpancar diwajah Naruto. Ia merasakan perasaan yang sangat puas, namun dilain sisi ada sedikit rasa sakit yang meremas dadanya, entah rasa sakit karena apa. Namun senyum licik Naruto terpaksa harus hilang, karena ternyata Sasuke tidak mati, ada sebuah gumpalan pasir kuat yang melindunginya.
"Menyebalkan! Ini pasti dia, ini pasti Gaara!" Umpat Naruto kecil, dengan perasaan yang diselimuti emosi kuat.
Pasir itupun runtuh, dan seketika itu juga tubuh Sasuke diseret mendekat kearah mereka. Bantuan dari desa Suna dan Kumogakure.
"Kau terlalu sok kuat Sasuke" Ucap Kankuro yang langsung melempar tubuh Sasuke ketandu untuk di tangani oleh para ninja medis.
"Tenang saja, kami sudah mengevakuasi semua temanmu. Mereka dalam kondisi stabil, walaupun mereka mengalami luka yang lumayan parah. Kecuali Shikamaru dan Sakura yang sekarang sedang keritis karena jantungnya hampir percah" Jelas Temari yang sepertinya mengerti akan kerisauan yang tergambar diwajah Sasuke.
"Yo Naruto?! Hal idiot apa yang mengekang pikiranmu?!" Tanya Bee sambil mengacungkan tinjunya kedepan. Namun Naruto hanya diam.
"Naruto, apa yang telah mempengaruhimu?" Tanya Gaara dengan suara bijak. Namun Naruto masih tetap diam.
"Pria, pria yang bernama Menma, pria yang menggunakan topeng rubah yang telah membuatnya seperti ini, aarrhhgg!" Seru Sasake yang terdengar di paksakan.
"Pasukan medis cepat tangani dia" Perintah Kankuro cepat, lalu menurunkan gulungan yang ada dipunggungnya.
"Suna tsunami," Tanpa aba-aba Gaara memunculkan tsunami pasir untuk menghantam Naruto, tanpa pikir panjang terlebih dahulu.
"Khazekage!" Teriak semuanya. Menurut mereka Gaara terlalu terburu-buru menangani hal ini.
Tak lama setelah tsunami pasir itu menghantam Naruto, Naruto muncul dengan santai, tanpa ada luka yang menggores kulitnya.
"Ternyata benar, dia dilindungi kegelapan itu" Ujar Gaara sambil terus mengamati Naruto yang masih diam.
"Jadi maksudmu, dia tidak dipengaruhi?" Tanya Temnari cepat.
"Ya" Gaara melipat tangannya di depan dada. "Kegelapan itu melindunginya, melindunginya dari segala hal yang dapat melukainya. Jika ia dipengaruhi, jalur cakra kejahatannya tidak akan membulat seperti itu, melainkan akan membentuk pusaran untuk melindunginya karena cakra kegelapannya tidak murni, tidak melindunginya sepenuh hati ketika dia ingin melindungi dirinya sendiri" Jelas Gaara cepat.
"Naruto, kenapa kau menjadi seperti ini?" Tanya Gaara sekali lagi.
"Karena aku benci semua orang" Jawab Naruto dingin.
"Atas dasar apa?" Kini Gaara mulai menatap Naruto iba.
"Karena rasa sakit, kare- Akkkhhhh! Aaarrrggghhhh! Aaarrrggghhhhh!"
Tiba-tiba Naruto mengerang kesakitan. Rupanya jurus itu memberikan dampak yang sangat besar. Memna benar, seharusnya ia menyelesaikan persembahaannya dulu. Agar jurus ini dapat berjalan dengan seimbang, tidak melukai dirinya sendiri.
"Siaga! Dia akan berubah menjadi ekor sembilan!" Seru Bee memberi aba-aba ketika ia rasakan elemen cakra Kyuubi sudah menyeruak keluar. Untunglah dia juga Jinchuriki, jadi dia bisa merasakan hawa Jinchuriki lain.
"Ggrrrrrr...! GGWWAAA!" Naruto kembali berteriak ketika ia rasakan kulitnya mengelupas, dan membakar tubuhnya.
SHUT!
TTRAP!
"Hentikan!" Cegah Menma yang langsung menutup aliran cakra Naruto, agar ia tidak berubah menjadi ekor sembilan.
"Kenapa?" Tanya Naruto yang masih menahan sakit di seluruh tubuhnya.
"Cakramu tidak stabil. Jika kau masih tetap nekad maka tubuhmu yang akan hancur" Jawab Menma cepat dan langsung membopoh tubuh Naruto untuk pergi.
"Siapa kau!" Teriak Gaara dan Bee bersamaan.
"Aku, adalah dia" Jawab Menma cepat, dan..
BUFFF!
... Dia segera menghilang.
"Sial! Cepat bawa mereka kembali ke Konoha, pasti Naruto dan orang itu akan menuju Konoha sekarang" Perintah Gaara yang berjalan cepat menemui Sasuke diatas tandu. "Jelaskan padaku saat kau pulih"
TOBECONTINUE...
