Disclaimer : Masashi Kishimoto-sama

Main Cast : Naruto & All

:::::DOT LIKE DONT RIDE:::::

.

.

.

.


Part 10

"Ughhh..."

"Tahanlah Naruto," Ujar Menma sambil membaringkan tubuh Naruto keatas batu besar, tempat ia akan melakukan persembahan ulang.

"Sial! Efek jurusnya sangat parah! Kita harus cepat" Racau Menma sambil terus menyiapkan perlengkapan persembahan.

"KASU!"

"NO!"

"SAN!"

"SHI!"

"YOKU!"

"MAJI!"

SRING!

Sebuah segel muncul mengelilingi Naruto, segel yang mengikat seluruh tubuhnya. Kemudian Menma mengambil gulungan terlarang itu dan mulai membuka kunci jurusnya, dan mendirikan beberapa jasad orang mati untuk dimanfaatkan titik fokus cakranya.

Asap berwarna ungu terlihat membedah tubuh Naruto, memperbaharui sel-selnya yang rusak dan menon aktivkan jurus yang belum selesai tadi. Sedangkan Naruto hanya mengerang kesakitan, menahan rasa sakit ketika tubuhnya dibedah tanpa obat bius atau penenang lainnya.

"B-berapa lama laggiihhh! Arghhhh!" Tanya Naruto yang terus menahan rasa sakit yang luar biasa ini.

Menma menghela nafas sebentar, "Masih sembilan jam, lebih singkat dari yang kemarin karena kau sudah mendapat jutsu dasarnya" Jawab Menma sambil terus menjaga eksestensi dari gulungan itu agar tidak hilang kendali dan mengontrol agar tidak membuat Naruto menerima cakra hitam yang berlebih.

"Kuso!" Umpat Naruto kesal. Memang ini lebih cepat dari yang kemarin. Ia harus disiksa seperti ini selama 12 jam, dengan beberapa sel yang ditanam dari tubuhnya dari mayat-mayat yang Menma kumpulkan.

"Sepertinya kita harus menambahkan sel tambahan" Ucap Menma sambil menatap Naruto yang tengah bertarung melawan rasa sakit diatas batu itu.

"Cepat kau ambilkan!" Teriak Naruto, sedangkan Menma hanya dapat merutukinya dalam hati.

"Iya, iya, tunggu sebentar" Sahut Menma yang langsung pergi, setelah sebelumnya ia sudah mengunci segel gulungan itu agar formatnya tidak berubah.

Naruto mengedarkan pandangannya kesegala arah, mengamati asap-asap ungu yang keluar dari gulungan terlarang itu. Rasa sakit yang mendera tubuhnya sudah sedikit menghilang, mungkin ia sudah sedikit terbiasa. Kemudian Naruto menatap cermin yang ada disampingya, menatap dua bola matanya yang berbeda warna. Mata bagian kanan berwarna biru, sedangkan bagian kiri berwarna hitam legam, dengan bercak ungu di wajah bagian kirinya.

"Ini indah.." Gumam Naruto tanpa sadar mengembangkan senyum liciknya.

Kemudian ia memalingkan wajahnya kearah tubuhnya sendiri. Menatap betapa rumit tubuhnya sekarang. Pembedahan ini sungguh sangat mengesankan. Dan menatap beberapa jasad disekelilingnya yang tengah dihisap sampai mengering, sungguh malang.

BRUGH!

Tiba-tiba Menma melemparkan sebuah tubuh kearah Naruto. Kemudian ia berjalan kearah jasad itu dan mulai mengoyaknya.

"Kau bawa tubuh orang biasa! Seharusnya kau bawa tubuh ninja yang hebat!" Seru Naruto yang sepertinya tidak suka jika sel yang ditanam dalam tubuhnya berasal dari orang biasa.

"Diamlah cerewet. Sel terakhir yang kau butuhkan hanya sel penunjang, tidak terlalu hebat tapi sangat penting." Balas Menma tanpa memalingkan pandangannya dari mayat itu.

"Dan bisakah kau buka topengmu saat bicara denganku,"

Menma berhenti sebentar, kemudian pandangan beralih menatap Naruto.

"Untuk apa?" Tanya Menma datar.

"..."

"Yare~~ Baiklah, aku lepas" Menmapun melepas topeng rubahnya. Menunjukan wajahnya dihadapan Naruto.

Naruto terus menatap wajah Menma dengan teliti. Ternyata wajahnya sama memiliki bercak ungu sepertinya, dan segel kegelapan didahinya.

"Dari mana kau dapatkan saringan itu?" Tanya Naruto cepat.

"Dari seorang Uchiha" Jawab Menma yang kembali meneruskan aktivitasnya tadi.

"Uchiha.."

"Itachi" Cekat Menma cepat.

"Dari-"

"Gagak yang Itachi tanamkan pada tubuhmu" Cekat Menma lagi. "Kau sudah tidak membutuhkannya bukan? Jadi aku ambil" Lanjutnya.

"Hm" Sahut Naruto singkat.

"hhmmmhhhh..." Menma beranjak dari posisinya, sambil membawa sebuah organ ditangannya. "Sudah aku dapatkan. Kau tahan sekali lagi"

Kemudian Menma mulai menanam sel baru di tubuh Naruto. Walupun memang tubuhnya sama merasakan rasa sakit yang Naruto rasakan selama ini. Karena mereka sama, terikat dalam roh yang sama tapi tampil dari sosok Naruto yang lain.

Jantung keduanya terasa teremas hebat ketika sel itu mulai bisa menyatu. Kira-kira butuh waktu 10 menit agar sel itu dapat melebur dengan sempurna. Kemudian asap-asap itu mulai menutup tubuh Naruto, menjahit sayatan demi sayatan yang mereka buat tadi untuk membedah tubuh Naruto.

"Rushonen,"

SSRRRRRTTTTT! SSSUUUIIII!

Asap- asap itu kembali masuk kedalam gulungan. Proses pembedahan sudah selesai, kini tinggal persembahan untuk dewa kegelapan dengan mengorbankan satu mayat lagi, agar jurusnya terkunci dengan sempurna.

"Sekarang kau istirahat. Tunggu 7 jam lagi sampai pembaharuannya selesai." Ujar Menma kemudian pergi meninggalkan Naruto, bersiap untuk melakukan persembahan. Setelah sebelumnya iya melenyapkan jasad-jasad tidak berguna itu.

"Dasar bedebah! Dia bilang 9 jam, tapi pembedahannya hanya terjadi selama 2 jam? Kuso!" Umpat Naruto sambil menatap keatas, memandang dinding batu diatas sana.

"Namaku,Uzumaki Naruto! Orang yang akan menjadi Hokage dan melindungi desa!"

"Aku akan berusaha menjadi kuat! Agar semua orang bisa mengakuiku! Bukan menganggapku sebagai monster!"

"Memangnya siapa dirimu?! Beraninya kau menghina jabatab Hokage?! Hokage adalah orang terkuat di desa!Orang yang paling disegani!"

"Aku kuat karena ada teman-temanku!"

"Selama masih ada orang yang harus aku lindungi, aku akan tetap hidup! Karena mereka masih memiliki harapan"

"Teman adalah segala-galanya! Walau aku harus kehilangan nyawaku, aku akan terus melindungi teman-temanku!"

"Cih! Dasar bodoh! Apa yang aku pikirkan hingga dulu mengatakan itu" Decil Naruto yang langsung membuyarkan semua lamunannya. "Membayangkan itu hanya membuatku semakin ingin menghancurkan Konoha," Gumamnya lagi.

Kemudian Naruto memejamkan matanya, merasakan hembusan angin yang melewati wajahnya beberapa kali. Dingin, hawa disini semakin dingin melihat tubuh Naruto yang tidak menggunakan apa-apa saat ini. Segera saja Naruto membuka matanya, namun ia tidak bisa melihat apapun karena ruangannya tiba-tiba menjadi sangat gelap.

"Sudah aku bilang jangan membawaku kemari seenaknya" Ucap Naruto dingin, karena ia tau pasti sekarang ia ada di tempat Kyuubi.

"Hahahaha... Tenanglah Naruto, aku disini hanya ingin mengatakan sesuatu" Sahut Kyuubi lalu mulai menyalakan lilin-lilin disekitar Naruto agar dirinya bisa terlihat.

"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Naruto cepat dan datar.

"Sebaiknya kau kembali. Kau tidak seharusnya berada didalam kegelapan seperti ini" Jawab Kyuubi langsung pada titik masalahnya.

"Jangan bercanda"

"Aku tidak bercanda!" Kilah Kyuubi cepat. "Pengaruh orang itu terlalu kuat, sehingga merubahmu menjadi seperti ini. Aku ingin kau kembali Naruto. Ini salah, semua ini salah!" Tambah Kyuubi memberi penekanan pada kalimat terakhirnya.

"..."

"Maafkan aku yang telah mempengaruhimu Naruto. Tapi yang aku berikan padamu hanyalah sebuah ilusi, itu tidak benar! Semua temanmu menganggapmu, mereka menyayangimu apa adanya. Bahkan semua orang juga sama, kau telah berhasil membuktikan bahwa kau adalah ninja yang kuat, ninja dapat membuat perubahan. Mereka sama sekali tidak membencimu Naruto, mereka menyayangimu" Tegas Kyuubi lagi.

"Omong kosong!" Sahut Naruto dingin. "Kau yang menghasutku, dan kau yang menyuruhku untuk kembali? Tidak akan pernah Kyuubi. Semua ilusi yang kau berikan telah berhasil membuatku membenci semua teman-temanku, terimakasih karena telah mengingatkan luka lamaku Kyuubi. Dan sekarang tidak ada yang namanya kembali ke jalan yang benar, aku sudah terlanjur menyukai peran ini, kekuatan yang sangat hebat ini tidak mungkin aku lepaskan begitu saja!" Tambahnya sambil menatap Kyuubi lekat-lekat. Memancarkan keseriusan yang tidak dapat digoyahkan.

GGOOOOAAARRRR!

Kyuubi meraung keras. Ia tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang. Naruto sudah benar-benar terlarut dalam kegelapan dan tidak bisa disadarkan. Ia sangat menyesal menerima tawaran Menma, iya menyesal telah mengikuti permainan Memna hingga membuat Naruto menjadi seperti ini.

"Hmmm, baiklah. Akan aku ceritakan sesuatu padamu Naruto.."

FLASH BACK ON

"Naruto?!" Teriak Kyuubi saat merasakan ada seseorang yang mendekat kearahnya, dengan bentuk cakra yang sama dengan cakra murni Naruto.

"Bagaimana kabarmu Kyuubi? Senang bertemu denganmu secara langsung" Ucap pria itu tersenyum sinis.

"Apa yang terjadi padamu bocah? Dimana rambut kuning mu?" Tanya Kyuubi heran karena melihat penampilan Naruto yang sekarang. Rambutnya berubah menjadi hitam, dengan mata sebelah kiri yang menyerupai saringan, dan senyum liciknya yang aneh.

"Aku bukan Naruto" Seru pria itu dengan seringaian jahatnya yang semakin melebar.

"Jangan bergurau bocah! Aku tidak suka gurauanmu itu!" Seru Kyuubi tidak percaya.

Pria itu kemudian tertawa, "Aku tidak bergurau wahai Kyuubi. Aku bukan Naruto, melainkan sisi kegelapan yang tumbuh karena dendam di hati Naruto" Jawab pria itu lagi, sembari perlahan mendekati Kyuubi.

"Tatap aku Kyuubi, lihat apa aku ini Naruto?" Ujar Menma yang sekarang sedang berdiri diperbatasan segel.

Kyuubi menatap pria itu dalam-dalam, kemudian berkata "Siapa kau?" Saat ia menemukan kejanggalan pada pancaran mata itu.

"Uzumaki Menma," Jawab Menma dengan halus.

"Aku tidak peduli dengan namamu, yang aku ingin tau kau berasal dari mana? Kenapa kau menyerupai Naurto?" Tanya Kyuubi dengan mendekatkan wajahnya kearah Menma.

"Kau tidak tuli kan? Aku sudah mengatakannya tadi." Jawab Menma memiringkan ke samping. "Baiklah akan aku perjelas, kau sepertinya tidak mengerti-"

"Aku tidak suka berbelit! Langsung pada inti masalah nya!" Paksa Kyuubi dengan raungan kerasnya.

"Sebenarnya aku dan Naruto itu satu. Aku mahluk yang tercipta dari kegelapan yang ada didalam hati Naruto saat ini, kegelapan akan dendam dan kebenciannya dimasa lalu. Aku bangkit karena rasa itu bangkit lagi. Dengan kata lain banyak orang yang membenci Naruto saat ini" Jelas Menma begitu meyakinkan. Tapi Kyuubi tidak semudah itu percaya, ia belum yakin kalau orang ini berkata jujur, bisa saja dia ninja peniru yang ingin menghasutnya.

"Jangan membual! Bagaimana bisa orang-orang membenci Naruto setelah ia menyelamatkan dunia?! Naruto itu orang baik, pasti tidak ada orang yang membencinya!" Sangkal Kyuubi penuh kepercayaan.

"Jika tidak ada orang yang membencinya, bagai mana aku bisa muncul? Naruto tengah diselimuti perasaan dendam disekelilingnya. Aku juga merasakannya karena kami terikat. Aku merasakan rasa pedih apa yang Naruto rasakan selama ini, karena aku dulu hanya bisa tertidur, tidak bisa berbuat apa-apa. Ketahuilah Kyuubi, kita tidak boleh membiarkan Naruto seperti ini terus, kita harus membalaskan dendamnya dengan menghancurkan Konoha. Kau menyayangi Naruto seperti saudaramu sendiri bukan? Kalian juga sama kesepian. Jadi tolonglah aku membuat Naruto diakui diseluruh dunia, diakui bahwa dia itu bisa!" Jelas Menma lagi, namun kini dengan segala keyakinan yang bisa meyakinkan siapapun, dengan sedikit pengaruh dari saringannya.

"Naruto disakiti..."

"Ya, kau tidak tau hinaan yang mereka semua layangkan pada Naruto. Jika kau jadi aku, kau pasti akan merasakannya, perasaan yang sama ketika kau ditinggal oleh Rikudo Sennin!" Sambung Menma lagi.

"..."

"Apa kau belum mengerti juga Kyuubi! Jika kau menyayangi Naruto seharusnya kau membantunya! Bantu aku untuk membuat semua orang mengakuinya dengan tulus, menjadikannya pusat perhatian sebagai shinobi terhebat! Buat mereka malu karena telah menghina Naruto! Balas mereka yang hanya menganggap Naruto sebagai monster dan memanfaatkannya sebagai mesin perang!" Teriak Menma sejadi-jadinya.

Kyuubi terdiam sebentar. Mencoba untuk mencerna apa yang baru Menma katakan tadi. Ia memang menyayangi Naruto, Kyuubi sudah menganggap Naruto seperti sahabatnya sendiri, ia tidak mungkin membiarkan Naruto disakiti, ia tidak akan membiarkan itu semua. Sudah cukup kecaman orang-orang panda Naruto selama ini. Kecaman yang membuat Naruto merasa diasingkan, di jauhi, hingga ia tidak mengenal rasa kasih sayang sejak kecil.

"Apa yang bisa aku bantu?"

"Kau harus membuat kegelapan pada hati Naruto muncul. Buatlah ilusi kebenaran tentang semua orang yang membencinya, buat ia sadar betapa semua orang itu tidak pernah menganggapnya. Biarkan dendamnya meluap agar ia bisa sadar, sadar dengan kebenaran yang terjadi"

FLASHBACK OFF

"Itulah yang membuatku percaya untuk mengikuti permainanmu. Namun aku baru sadar bahwa itu semua salah. Aku baru tersadar ketika melihat perjuangan teman-temanmu kemarin, mereka begitu tulus untuk membawamu kembali Naruto! Jangan ikuti kegelapan ini lagi, sebelum kau jatuh ketempat yang sangat dalam dan tidak bisa keluar lagi. Ubah dirimu sekarang juga! Jangan termakan hasutan Menma, jangan dengarkan apa yang ia katakan karena itu semua hanyalah bohong!" Seru Kyuubi setelah tadi ia bercerita panjang lebar.

"Dan itulah aku, aku memang sudah jatuh ketempat yang paling dalam, tanpa bisa keluar lagi. Sama seperti kekuatan ini, kekuatan yang tidak bisa aku lepas" Balas Naruto datar.

"Grrrrrrrrrrr... Aku bukanlah mahluk yang penyabar! Aku menyayangimu sebagai saudara Naruto, aku ingin yang terbaik untukmu! Lupakan semua hasutanku! Jadilah Naruto yang dulu, Naruto yang dipenuhi aura positiv, Naruto yang ceria, jangan tenggelam dalam kegelapan semu seperti ini!" Bentak Kyuubi yang mulai kehilangan kesabarannya.

"Wah, wah, wah.. ada yang sedang menghasut rupanya," Tiba-tiba saja Menma datang dari belakang Naruto. "Tipuan apa lagi yang ingin kau berikan padanya Kyuubi, jangan membuat Naruto bingung"

"KAU! KAU MAHLUK HINA MENMA!" Sahut Kyuubi sambil menggebrakan dirinya ke pagar pembatas segelnya.

"Tidak baik berteriak Kyuubi-san. Hmmm... Aku tidak suka penghianatan seperti ini, jadi aku nyatakan mulai detik ini kau tidak akan bisa bertemu Naruto Lagi. Sampai kau sadar dengan apa yang tengah kau lakukan" Ujar Menma yang langsung menjentika jarinya untuk membawa Naruto kealam nyata.

"Naruto! Ingat kata-kataku! Sadarlah sebelum terlambat! Karena semua orang itu menyayangimu!" Teriak Kyuubi berusaha yang terus saja berusaha untuk menyadarkan Naruto, namun rupannya harus ia tahan mentah mentah karena inilah saat terakhirnya bertemu dengan Naruto, karena Menma telah mengunci segel di pusar Naruto agar tidak ada diantara mereka yang dapat berhubungan lagi.

"Naruto, besok kita akan melakukan penyerangan. Jadi bersiaplah"

(^_^)(^_^)

DAP! DAP! DAP!

Clek!

"Bagaimana keadaan kalian semua?" Tanya Shizune ketika tiba di ruang rawat para ninja.

"Kami baik-baik saja Shizune-sama. Hanya Lee yang kelihatannya mengalami penegangan otot karena pertarungan tadi malam" Jawab Ino mewakili semua jawaban teman-temannya.

"Dimana Sasuke?" Tanya Shizune yang tidak melihat Sasuke berada diruangan ini.

"Dia sedang bicara dengan Gaara, Bee, dan semua petinggi dari desa api tentang Naruto. Mungkin sebentar lagi dia akan kembali" Jawab Kiba yang memang bersebelahan dengan ranjang Sasuke.

"Ohya Shizune-sama!" Cegat Ino ketika Shizune hendak keluar ruangan. "Bagaimana keadaan Sakura, Shikamaru, dan Hinata?" Tanya Ino cepat.

Shizune menarik nafas dalam kemudian menghembukannya perlahan. "Shikamaru dan Sakura masih keritis.." kemudian ia menjeda kalimatnya, dan kembali mengatur nafas. "Sedangkan Hinata masih koma. Tiba-tiba saja terjadi pembekuan saraf pada daerah otak dan rusak pada area glomelurusnya" Jawab Shizune sedikit terdengar berat.

Semua serempak langsung menundukan kepala. Jika mengingat kejadian kemarin, mereka benar-benar ingin melupakan ingatan mereka. Melihat Naruto yang berubah sekejam dan sejahat itu, membuat mereka sangat takut untuk melawannya lagi. Apa lahi mendengar kondisi Hinata yang sedang koma, membuat mereka merasa bersalah. Kenapa kemarin Hinata harus membela mereka mati-matian dari serangan Naruto, jika hanya membuat kondisinya seperti ini.

"SHIZUNE-SAMA!" Tiba-tiba saja seorang suster berlari menghampiri Shizune, dengan raut wajah yang terlihat sangat tegang.

"Ada apa?" Tanya Shizune tetap berusaha tenang.

"Hyuga Hinata, kondisinya semakin memburuk!"

~~~~~~~~SKIP TIME~~~~~~~~~~

Sebuah ruangan terlihat begitu tenang, dengan dua orang pria yang tengah berbincang serius. Satu pria duduk diatas sofa, dan pria yang satu lagi berbaring diatas rolli.

"Jadi sekarang apa yang kau rencanakan?" Tanya Gaara sambil menyesap air teh yang ada dihadapannya.

"Tidak ada penyerangan balik, kita hanya bisa menunggunya menyerang Konoha" Jawab Sasuke dengan santainya. Walaupun ia menyimpan beribu kekhawatiran dalam hatinya.

"Baiklah, aku sudah membicarakan ini dengan seluruh petinggi. Hokake, Tsucikage, dan Mizhukage sudah menyetujuinya. Mereka akan melakukan penjagaan 1km jauh dari pintu gerbang Konoha. Taktik yang akan kita jalankan adalah tiga gerbang pertahanan dimana akan dibentuk tiga lapis kelompok penjagaan mengelilingi Konoha. Kumogakure, Sunagakure, dan Otogakure akan menjaga Konoha dari dalam, evakuasi penduduk akan dilakukan saat penyerangan tiba. Aku akan meledakan bom pasir bertanda mereka harus mengungsi keruang bawah tanah yang terlah aku buat. Dengan begitu tidak akan menyebabkan korban jiwa pada penduduk sipil" Ujar Gaara menerangkan semua rencana yang akan dia gunakan untuk mempertahankan Konoha.

"Bagaimana dengan segel pengekang, untuk mengekang agar Naruto tidak akan lari kemana-mana?" Usul Sasuke.

"Kita mengekang Naruto, bagaimana dengan pria yang membantunya kemarin? Dia pasti tidak akan tinggal diam. Dan sepertinya pria itu lebih berbahaya" sahut Gaara menolak usulan Sasuke dengan cepat.

"Hhhhhhh... Kau yakin ini akan berhasil Gaara?" Tanya Sasuke memastikan apa semua rencana ini akan berhasil.

"Pasti. Kau harus mengeluarkannya Sasuke. Tapi jangan sampai kau terhasut kembali. Ini yang bisa kita harapkan, kegelapan yang akan melawan kegelapan." Jawab Gaa dengan mantap. Kemudian kembali menyesap teh hijaunya.

"Baiklah, aku akan mulai bersiap" Ucap Sasuke yang langsung bangun dari rollinya.

"Tetaplah di rolli Sasuke, aku akan keluar untuk memanggil beberapa ninja medis. Aku pastikan semuanya akan siap besok sore. Karena aku tau Naruto akan melakukan serangan malam, kondisinya juga buruk akibat pertarungan kemarin"

"Hn. Terimakasih" Jawab Sasuke. Kemudian Gaara keluar untuk memanggil beberapa ninja medis.

"Aku akan membuatmu kembali Naruto. Aku akan memaksa cahaya dalam hatimu itu keluar dan memakan kegelapanmu. Besok perang sebenarnya akan kita mulai"

TOBECONTINUE

.

.


Balasan riview!

Yang minta lanjut chap : Oke siap!

Yang minta update kilat : Sudah San usahakan sebisa mungkin :D

Buat yang udah bilang bagus : Arigatou :3

Guest : Chap selanjutnya mudah-mudahan tamat :D

Satoshi 'Leo' Raiden : Semuanya akan Happy ending Leo^^ terimakasih riviewnya :D

Earl grey bernvoureth : Haha waduh, San jadi malu karena typonya separah itu. Tapi lucu juga sih, rendang hehe San emang suka rendang :D Persembahan yang dilakukan Naruto dan Memna adalah persembahan untuk mengaktivkan jurus kegelapan dari gulungan terlarang dengan raga-raga orang mati agar jurusnya bisa menyatu dengan sempurna, lalu melakukan pengorbanan kepada dewa kematian dengan mengambil jantung anak usia 11 tahun kepada dewa kegelapan *lagenda jepang* Dan untuk Shika dan Saku, mereka aka selamat Gaara dan Bee, mereka akan membantu sekuat tenaga untuk membuat Naruto kembali. Oke segitu saja balasan San, terimakasih sudah meriview dan setia membaca.

Dami Kuroshi : Memang kenal,- dami bisa baca balasan riview Earl grey benvoureth oke :D

: Sama-sama^^

Oke sekian balasannya, semoga jelas :3

Mohon tunggu chap selanjutnya! Dan tolong like pag San ya di facebook:3 ceritanya sama aja sih hehe, cari aja San Yumaru di facebook untuk like (Promosi) Arigatou!