Disclaimer : Masashi Kishimoto-sama
Main Cast : Naruto & All
.
.
.
.
::::::DONT LIKE DONT READ:::::
.
.
.
.
Capter 11 (Last capter!)
Suasana sekitar Konoha terlihat sangat sunyi walaupun terdapat ribuan orang disana. Shinobi-shinobi ataupun para warga sipil terlihat bungkam mulut, tatapan mereka tertuju pada senjanya langit. Matahari hampir tenggelam, tapi awan masih terlihat memerah, dengan deru angin yang terkesan lembab.
"Semua sudah siap tuan, kita tinggal tunggu serangan datang" Bisik seorang shinobi dari desa Kumogakure pada Raikage mereka.
"Raikage? Bagaimana?" Tanya Tsunade yang sepertinya sudah tidak sabar.
Raikagepun mengangguk, "Tunggu" Jawabnya setengah berbisik.
Keringat dingin sudah menetes deras, peperangan akan terjadi lagi. Apalagi jika ingat lawannya adalah Naruto, orang terkuat yang dapat mengalahkan duo Uchiha Madara dan Uchiha Obito, pasti kali ini akan lebih sulit.
Sasuke memperhatikan semua kubu yang berdiri disini, dia sedikit berpikir mengapa kubu medis ada dibarisan paling depan? Apa mungkin hanya pengalihan atau mereka sudah kehabisan otak karena tegang. Yang pasti ia sangat ragu menghadapi peperangan ini. Tapi ketika dipikir lawannya hanya Naruto dan pria bernama Menma itu, apa memang cuma dua orang atau mereka akan membawa pasukan? Tapi aliansi mana yang mau bergabung dengan dua orang itu, mengingat semua negara besar diseluruh dunia sudah berdamai, apa mungkin masih ada yang berhianat?
"Sasuke?" Sapa Sakura yang langsung membuyarkan lamunan Sasuke.
"Hn?" Jawab Sasuke seperti biasa, tetap mencoba untuk setenang mungkin.
Sakura sedikit menarik nafas berat. "Kondisi Hinata kelihatannya sangat buruk, sensorik pada otaknya kacau akibat pembekuan darah disana, menyebabkan semua aliran sensorik maupun motorik kesemua tubuhnya juga kacau. Ada beberapa pitan sendi pembulu darah yang tersumbat, hingga ia tidak dapat sadar untuk waktu yang lama. Jika ia terus seperti ini, dia tidak akan selamat" Jelas Sakura dengan wajah yang sedikit murung. Padahal Sakura dan Tsunade sudah mengerahkan seluruh kemampuannya, tapi Hinata belum juga bisa diselamatkan dari kondisi komanya.
"Kehilangan satu orang bukanlah hal yang buruk. Masih ada ribuan orang yang akan berjuang untuk membuat Naruto sadar," Ucap Sasuke ketus.
"K-kenapa kau bicara sepert-"
"Bergabung dengan kubu pertahanan didepan gerbang, bersiap jika serangan datang. Area desa harus bersih dari peperangan ini" Sela Sasuke cepat. Sedangkan Sakura hanya bisa mendecah sebal pada Sasuke karena dia sama sekali tidak memperdulikan kondisi Hinata saat ini.
'Maaf Sakura, Hinata. Bukannya aku tidak perduli, tapi aku harus membunuh perasaanku sebentar untuk kembali membangkitkannya.'
Sasuke kembali mengamati sekitar yang terlihat sangat tegang. Kemudian ia melompat keatas gerbang untuk melihat kondisi lima kilo meter sekitar Konoha.
"Kelihatannya masih aman" Gumam Sasuke pelan.
Ini seperti mendan peperangan pada perang shinobi keempat. Apakah mereka bisa mengalahkan Naruto? Mengingat mereka kekurangan orang saat ini, karena banyak shinobi hebat yang tewas di medan perang saat itu.
"Aku akan melakukan pengawasan udara" Ucap Sai yang tiba-tiba ada di samping Sasuke.
"Hn. Beri laporan pada kubu pengguna doton (elemen tanah) untuk berjaga diarea depan" Balas Sasuke tetap pada nada datarnya.
"Sasuke Uchiha, kau bukan pemimpin ataupun kage. Kau tidak dapat memerintah seenak itu. Semua sudah diatur oleh para kage, mereka sudah ada pada posisi terbaiknya" Sindir Sai yang langsung membuka gulungan jurus dari pundaknya.
"Tch, lalu untuk apa kau disini?" Tanya Sasuke dengan sedikit sebal.
"Hmmm... Beberapa detik lagi serangan dimulai. Kurang lebih itu yang serangga Shino katakan padanya. Naruto akan membawa pasukan besar" Jawab Sai, kemudian ia langsung melesat menggunakan burung lukisannya.
Sasuke semakin menelan ludah berat, mendengar Sai mengatakan Naruto akan membawa pasukan besar. Ini benar-benar perang. Ternyata Naruto serius ingin menghancurkan Konoha.. Dia memang sudah termakan kegelapan...
BBBUUUUAAAAMMMM!
"KUBU DOTON DISERANG!" Teriak shinobi pengintai yang berada beberapa meter dari Sasuke.
Perang sudah dimulai..
BBBBUUUUMMMM!
Kelihatannya Gaara sudah meledakan bom pasirnya. Berarti ini saatnya penduduk sipil dievakuasi oleh pada ninja medis. Ternyata ini gunanya, mengapa kubu medis berada paling depan. Mereka selain bertugas mengobati shinobi yang terluka nanti, mereka juga bertugas melindungi warga dan membuat semua warga tertap tenang.
"Kubu katon (elemen api) dan kubu bakuton (elemen peledak) bantu kubu donton untuk mengamankan daerah satu! Kubu raiton (elemen listrik) dan kubu suiton (elemen air) bersiap untuk daerah dua! Sedangkan kubu fuuton (elemen angin), kalian bergabung dengan kubu ranton (elemen badai) untuk berjaga pada area tiga! Sedangkan pengguna kekegenkai yang lain bertahan pada kubu kage untuk menahan serangan agar tidak memasuki desa!" Perintah Tsunade dengan cepat, dan langsung mendapat tindakan dari para shinobi yang ia suruh tadi.
Sedangkan Sasuke hanya bisa tertegun, melihat semua peperangan ini. Ledakan sudah terjadi dimana-mana, sedangkan ia harus menunggu disini sebagai bagian dari kubu para kage dan pengguna kekegenkai lainnya. Apakah ini pilihan yang benar, melihat mereka di kubu depan kewalahan untuk menghadapi serangan ini..
"Sasuke kau mau kemana?!" Teriak Shikamaru ketika melihat Sasuke melesat pergi melewati garis pertahanan desa.
"Kiba, Shikamaru, Lee, Chouji, Shino, cepat kejar Sasuke. Jangan biarkan sikap arogannya itu membuyarkan pertahan kubu satu!" Perintah Tsunade yang sebenarnya sudah tau Sasuke pasti akan kabur seperti ini, Uchiha memang tidak sabaran.
"Hai!"
SHUT! SHUT!
Merekapun berlari untuk mengejar Sasuke. Berharap kali ini ia tidak seenaknya sendiri.
"Sasuke! Tsunade-shisou memerintahkanmu untuk tetap bertahan!" Teriak Lee pada Sasuke yang ada dihadapannya.
"..."
"Jangan kacaukan ini Sasuke!" Tambah Shino. Namun Sasuke belum juga berhenti.
"Kagemane!"
BRUGH!
Sasuke segera jatuh kebawah, diikuti Shikamaru yang memang sengaja menjatuhkan dirinya.
"Jangan egois sendiri! Coba dengarkan apa yang menjadi perintahmu! Kita disini bekerja sebagai aliansi shinobi, bukan perorangan. Kalau tidak bisa bekerjasama silakan kau lawan Naruto sendirian!" Tegur Shikamaru kesal, karena sikap Sasuke yang sangat egois. Toh nanti juga merekakan mendapatkan giliran menyerang, sikap arogan seperti ini hanya bisa menyusahkan semua orang.
"..."
"Semua sudah dalam strategi masing-masing Sasuke. Jika semua shinobi terkuat membantu daerah satu, maka mereka akan kehabisan tenaga. Mereka tidak bisa lagi mengamankan area pertahanan, kau mengerti?" Ucap Shikamaru memberi penjelasan pada Sasuke.
"Benar kata Shikamaru, kau harus bisa bekerjasama dengan yang lainnya. Kita ini menghadapi peperangan, bukan perlawanan individu" Tambah Kiba sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Setidaknya hanya itu masukan yang dapat ia katakan.
SHUT!
"Ah, kebetulan ada kalian disini!" Tiba-tiba saja Genma berhenti ketika melihat Shikamaru dkk ada di tengah daerah tiga, dan langsung menghampiri mereka yang sepertinya sedang berdebat.
"Ada apa Genma-san? Apa daerah satu sudah tidak bisa?" Tanya Shino mewakili teman-temannya.
"Mereka masih bisa bertahan, namun kita punya masalah dengan pasukan musuh-"
"Memang siapa musuhnya?!" Potong Lee sambil menggoncangkan tubuh Genma, membuat semua orang sedikit sweatdrop.
TAK!
"Dengarkan dia bicara dulu Lee!" Seru Kiba setelah ia berhasil menjitak kepala Lee tadi.
Genma sedikit mendehem untuk menenangkan dirinya, "Musuh kita mahluk kegelapan yang semula berjumlah limaratus orang, tapi sepertinya sekarang sudah ada ribuan, atau mungkin akan menjadi puluhan ribu karena mereka terus membelah diri jika diserang" Jelas Genma sambil memijat dahinya pelan.
"Mahluk yang sama ketika pencurian gulungan itu," Ujar Sasuke yang kembali bersuara.
"Ya, kami sudah melawannya ketika Naruto baru pergi dari desa. Mahluk kegelapan yang bisa mati hanya dengan perintah orang bertopeng rubah yang bersama Naruto" Sambung Shikamaru melengkapi kalimat Sasuke.
"Tapi kami di kubu satu tidak melihat Naruto maupun pria bertopeng rubah yang kau katakan tadi. Daerah itu hanya mendapat serangan dari mahluk-mahluk aneh. Ninja pengintai yang mengamati di daerah tersembunyi yang berada sepuluh kilo meter dari sini juga tidak melihat adanya Naruto dalam pasukan musuh itu. Jadi dimana Naru-"
BBBUUUAAAAMMM!
"LINGKAR KUBU DAERAH DUA, SELATAN, TEPAT ARAH JAM ENAM! KUBU ITU MENDAPAT SERANG MENDADAK!" Teriak shinobi informasi yang baru saja melewati Shikamaru dan yang lainnya.
"SIAL! Dia menyrang dari belakang!" Umpat Sasuke yang langsung saja berlari kearah sumber suara, diikuti yang lainnya untuk segera menyusul Sasuke, memastikan itu benar serangan langsung dari Naruto.
"Kau yakin itu Naruto Sasuke?" Tanya Shikamaru, memastikan pikiran Sasuke memang benar, atau mungkin ini hanya serangan mahluk-mahluk itu.
"Serangan dari depan hanya untuk mengalihkan kita, agar serangan kita tetap memusat pada musuh disana. Naruto menggunakan strategi pengalihan dan menyerang dari belakang, karena didaerah itu shinobi yang berjaga hanya setengah, setelah setengah laginya membantu kubu arah utara!" Jelas Sasuke yang terlihat sangat tergesa-gesa.
Sedangkan yang lain hanya bisa bungkam, tak ada gunanya menyangkal ucapan Sasuke. Yang terpenting semua harus langsung siap untuk menghalau Naruto di kubu selatan sana.
SHUT! SHUT! SHUT!
Mereka terus melompati pepohonan rimbun disekitar Konoha, karena mereka memilih rute barat untuk sampai kesana, dan sepertinya yang lain juga ikut menyusul walaupun hanya sebagian.
"Aku berhenti disini, aku akan beri tahu kubu kage informasi ini" Seru Choji yang langsung memisahkan dari yang lainnya, untuk memberika informasi ini.
SLAP! SLAP! SLAP!
DAP! DAP!
Tiga buah kunai baru saja melewati kepala Sasuke, entah kunai dari mana..
"Apa yang kau lakukan Toushiro!" Teriak seorang shinobi dari desa Sunagakure pada rekannya yang baru saja melesatkan kunai-kunai itu kearah Sasuke.
SSSRRRREEETTT!
Mereka semua langsung berhenti dan menghampiri shinobi bernama Toushiro itu, termasuk Sasuke, Shikamaru, Kiba, Lee, dan Shino.
"Apa yang kau lakukan Toushiro? Kau hampir saja mengenai shinobi Konoha?" Tanya shinobi Sunagakure itu sekali lagi.
"A-aku tidak tau, ti-tiba-tiba saja t-tanganku b-ergerak sendiri" Jawab Toushiro gelagapan, memandangi dua tangannya yang tadi bertindak sendiri.
"Awas dibelakangmu!"
DUAKH!
Tendangan telak dari Lee pada mahluk hitam dengan mata merah yang tiba-tiba saja berada di belakang Toushiro.
"Jangan katakan kalu mereka ini bisa menjadi transparan!" Ujar Kiba yang langsung pada posisi kuda-kudanya.
"GUK!"
CCRRAAATTT!
"Tebasan bagus Kiba" Puji Lee pada Kiba yang baru saja membelah mahluk aneh itu menjadi dua dengan kunainya.
"Itu seperti membelah tomat," Ujar Kiba sambil tersenyum puas kearah mahluk hitam yang sudah terbelah menjadi dua itu.
"Jangan senang dulu," Cekat Sasuke yang membuat Kiba langsung melunturkan senyum puasnya. "Coba kau perhatikan apa yang terjadi" Lanjutnya menunjuk tubuh mahluk hitam didepan mereka.
Mereka mulai memperhatikan mahluk hitam itu. Dan ternyata benar apa yang baru Genma katakan tadi, mereka memang bertambah jumlahnya menjadi dua.
"Apa! Organisme baru!" Seru Kiba mengereyit kesal.
"Hn, sudah kubilang kau jangan senang dulu" Ejek Sasuke tersenyum tipis, akhirnya dia bisa membalas Kiba yang tadi menceramahinya.
"Baiklah! Beritahu aku kau bisa membelah diri sebanyak apa!" Tantang Kiba siap dengan kuda-kudanya untuk segera menyerang mahluk hitam itu.
BBBUUUUAAAMMMM!
BBBLLLAAAMM!
BBBLLLLAAAMMM!
"BANTUAN CEPAT! MEREKA SUDAH KEWALAHAN!" Teriak beberapa shinobi Kirigakure kepada semua shinobi yang hendak membantu kubu selatan.
"Tinggalkan dia Kiba, dia akan mendapat perlawanan dari shinobi lain" Ujar Shino sambil menarik tangan Kiba menjauh.
"Cih, menyebalkan!" Umpat Kiba yang terpaksa mengikuti langkah Shino dan yang lainnya.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju kubu selatan. Butuh sedikit waktu untuk sampai kesana karena jaraknya memang lumayan jauh jika mengambil arah barat ini. Dari udara bisa terlihat beberapa ninja yang bisa menggunakan kemampuannya untuk terbang sedang berlalu lalang, termasuk Sai yang terlihat memantau mereka dari udara sana.
"Katon, hosenka no jutsu!" Seru Sasuke melemparkan beberapa bola api kedepan.
BUF! BUFF! BUFF!
"Kenapa kau membakar hutannya Sasuke?!" Tanya Lee sedikit tidak trima saat Sasuke tiba-tiba menyemburkan api untuk membakar sebagian hutan.
"Agar lebih terlihat mudah saat perang nanti" Jawab Sasuke dengan ketusnya.
SSSSRRRRTTTT!
Kini mereka kembali berhenti, menahan langkah kaki mereka untuk tetap diam memijak tanah. Dipandangnya kubu selatan yang sudah hancur berantakan, namun kelihatannya shinobi-shinobi yang berjuang masih terkendali.
"Sasuke! Dibelakangmu!" Teriak Kiba ketika melihat salah satu mahluk hitam berada dibelakang Sasuke.
"Chidori nagashi," Gumam Sasuke pelan, dan seketika itu juga tubuhnya terlindungi oleh chidori nagashi miliknya.
"HHHUUUUAAAAA!" Teriak mahluk itu kemudian jatuh ketanah.
Semua kembali memperhatikan, apakah mahluk itu akan membelah diri menjadi dua organisme baru lagi. Dan ternyata tidak, mahluk itu benar-benar mati, apakah mungkin ini sama dengan bom peledak milik Deidara yang hanya bisa mati dengan raiton.
"KUBU RAITON! SERANG MEREKA DENGAN PEMBELAH PETIR!" Teriak Sasuke memberi komando pada kubu raiton, karena ini cara satu-satunya untuk mengalahkan mahluk menjijikan itu.
Kemudian Sasuke kembali berlari, memantau pertarungan yang terjadi di kubu selatan, memantau apakah Naruto benar ada disini. Mode sharingan sudah ia aktivkan, namun belum juga bisa menditeksi Naruto ada di kubu selatan ini.
BBBBBUUUUAAAMMM!
BBBUUUUAAAMMMM!
BBBUUUUUAAAMMMM!
Kini ledakan terjadi di mana-mana, tidak saja di kubu selatan, namun kubu barat, timur, dan utara juga mendapat serangan yang sama. Sebenarnya apa yang direncanakan Naruto dalam peperangan ini.
"SAI!" Pangil Sasuke pada Sai yang sedang beterbangan diatasnya.
Dengan sigap Saipun langsung turun untuk menghampiri Sasuke dibawah. "Ada apa?" Tanyanya pelan.
"Kubu barat dan timur, di kedua kubu itu apa team udara melihat ada Naruto yang menyerang disana?" Ujar Sasuke yang balik bertanya. Dari pada ia harus berlari kesana-kemari untuk memeriksa keadaan yang ada, lebih baik seperti ini.
"Tidak, kubu-kubu itu hanya mendapat serangan yang serupa dengan kubu lainnya. Namun mahluk-mahluk itu kini sudah memasuki daerah tiga pada kubu utara, sedangkan pada kubu barat dan timur mereka sudah berhasil menjebol kubu satu dan sekarang sedang menyerang daerah dua," Jawab Sai dengan intonasi nada yang begitu serius. Kondisi ini memang sangat memprihatinkan.
"Sekarang apa yang kau rencanakan Sasuke?" Shikamaru mulai angkat bicara. Melihat Sasuke yang memejamkan matanya, ia tau sekarang Sasuke sedang berpikir keras.
Sasuke tidak menjawab, ia sibuk berargumen pada dirinya sendiri, dia sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan Shikamaru tadi.
'Jika dari keempat kubu Naruto hanya melakukan penyerangan dengan mahluk buatannya, lalu dari mana ia akan muncul? Mungkinkah ketika para shinobi sudah dalam kondisi sangat kelelahan dia baru melakukan serangan, sehingga hanya mendapatkan sedikit perlawanan dari pihak kami. Mungkin saja seperti itu, karena mahluknya terus membelah diri ketika terbunuh, membuat pasukan besar hingga puluhan ribu, itu pasti sangat membuat kami kewalahan. Dan jika itu benar, berarti kami harus menyisihkan setengah dari pasukan untuk diam, agar tidak kekurangan orang. Tapi sama saja itu dengan bunuh diri. Atau kami menyerang secara bergilir? Aliansi satu menyerang, sedangkan aliansi dua istirahat, dan begitulah seterusnya. Mungkin itu bisa' Benak Sasuke terus memutar otak tentang srategi yang akan dia gunakan nanti,agar penyerangan ini bisa seimbang untuk melawan pasukan Naruto yang tidak kenal kata habis.
"Jika itu yang kau pikirkan maka otakmu dangkal Sasuke," Ketus Shikamaru yang langsung membuat Sasuke membelalakan matanya.
"A-apa maksudmu?!" Tanya Sasuke sedikit tidak terima, bagaimanapun ia keluarga Uchiha, tidak terima jika ada orang yang menyebutnya bodoh.
"Aku tau rencana apa yang kau pikirkan, tapi jika tencananya seperti itu akan mudah tertebak oleh musuh. Itu rencana yang sudah kita pakai dalam perang shinobi ke-4, dan rencana itu pasti sudah sangat kuno," Jawab Shikamaru sedikit malas-malasan, walaupun sebenarnya ia sedikit setuju. "Dengan melakukan serangan bergilir, itu tetap saja membuat kita kewalahan. Aliansi akan kerepotan jika melakukan balik arah, dengan kondisi mereka yang mungkin tidak memungkinkan. Kita harus menyerang bersamaan, agar kekuatan berimbang. Disekitar kubu juga pasti sudah tersebar kubu raiton untuk memusnahkan musuh dengan pembelah petir atau jutsu petir yang lainnya, juga pasti akan ada kubu penyegel yang sudah siaga untuk ikut membantu, jadi percuma saja jika kita melakukan serangan bergilir seperti dulu" Lanjut Shikamaru yang kini menatap tajam kearah Sasuke.
"Hn, kau benar. Jadi sekarang, apa kita akan terus seperti ini?" Tanya Sasuke lagi, setelah ia menahan sikap egoisnya.
"Kubu timur, barat, selatan, utara, Naruto tidak ada dalam keempat kubu yang mengitari desa. Mungkin saja ia akan menyerang dari-"
"Tengah desa!" Tebak Sasuke cepat dan tepat, persis apa yang sedang dipikirkan Shikamaru.
"Kalau begitu kita harus cepat! Yahuuu!" Teriak Kiba yang langsung memacu Akamaru untuk berlari kearah desa.
Debaran didada Sasuke sudah semakin kencang. Tidak terpikirkan bahwa area desa itu sepi, hanya beberapa shinobi medis yang berjaga. Dan rupanya Naruto sudah paham itu, mengingat ia sangat mengerti benar seluk beluk desa, bahkan beberapa jalan pintas rahasia untuk memasuki desa secara diam-diam.
Selagi Sasuke dan yang lain sedang kerepotan untuk mencari keberadaan Naruto, dua orang pria sedang berdiri disalah satu patung hokage yang terpahat tepat dibelakang kantor hokage. Mereka terus mengamati keadaan yang sedang terjadi disini, serta mengamati mahluk mereka yang kelihatannya semakin berkurang jumlahnya.
"Mungkin temanmu sudah sadar kau akan menyerang dari tengah Naruto," Ujar Menma ketika melihat team Sasuke sudah menyebar kedalam desa.
"Hm. Kita mulai penyerangannya sekarang" Sahut Naruto singkat. Lalu dengan cepat beralih dari atas patung hokage pada tiang listrik tertinggi di tengah desa.
Naruto kembali mengamati keadaan sekitar. Rencananya berhasil, semua terfokus pada serangan empat arahnya, dan mengira dia akan ikut menyerang pada salah satu empat daerah itu.
"NARUTO!" Teriak seseorang dari bawah sana, membuat Naruto membuyarkan segala lamunannya tadi.
Kemudian ia mengalihkan pandangannya, mencoba melihat siapa orang yang berani mengganggu saat ia tengah menikmati pemandangan ini. Ia menatap tajam kearah orang itu, memang seorang Uchiha itu sangat menyebalkan, persis seperti yang semua orang katakan.
"HENTIKAN SEMUA INI! TOLONGLAH!" Teriak orang itu lagi, dengan penekanan disetiap kata yang ia ucapkan.
Dengan santai Naruto menarik nafas pelan, lalu ia turun secara perlahan kebawah. Melangkahkan kaki-kakinya pelan kearah orang yang memanggilnya tadi.
"Ja-ngan-ber-can-da" Eja Naruto datar. Menatap bola mata kelam Uchiha dihadapannya ini dengan sangat sinis.
SHUT! SHUT!
TRANK!
Beberapa kunai yang dilemparkan Shikamaru terpental sia-sia, hanya dengan kayuhan jari telunjuk Naruto.
"Kuso!" Umpat Shikamaru kesal.
Naruto membuka kancing jubah yang terletak pada lehernya dengan santai, dan segera menanggalkan jubah hitam itu dari tubuhnya. Kini ia hanya memakai baju hitam dan rompi shinobi konoha, dengan lambang clan Uzumaki yang sudah ia lenyapkan di punggung rompi itu.
SSSSWWWWIIIITTTTT!
BBBUUUAAAAMMMM!
Tiba-tiba saja semua tinjuan sudah mendarat dihadapan Naruto. Dan seperti yang ia duga, pukulan itu hanya sebuah gertakan.
"Kau! Apa yang kau lakukan bocah rubah!" Teriak pria paruh baya bertubuh tinggi besar. Raikage dari Kumogakure.
"Ternyata semua sudah berkumpul," Ucap Menma yang entah sejak kapan sudah berada dibelakang Naruto. Melihat seluruh aliansi tengah terpusat kearah Naruto, membuatnya merasa senang. "Apa kalian sudah siap? Bagaimana dengan mahluk-mahluk itu?" Lanjut Menma dengan intonasi mengejek.
"Yo, mahlukmu itu sangat lemah kumoyaru, komeyaru! Kami semua sudah menyegelnya" Jawab Bee dengan nada khasnya.
"Hmmm... Begitu rupanya..." Menma terdiam sebentar, kemudian menyayat ujung ibu jarinya dengan kunai. "Kalau begitu, aku harus menambahkan mahluk baru!" Teriaknya, kemudian segera membuat segel ditanah untuk memunculkan ribuan mahluk kegelapan dari bawah sana.
"RASINGAN!" Teriak Naruto mulai melancarkan serangannya pada kelompok aliansi terdepan, namun dihalangi oleh Raikage.
"Sadarlah bedebah!" Seru Raikage kemudian bembenturkan tubuh Naruto kebawah.
"Sadarlah!" Tambah Sakura yang langsung menghantam tubuh Naruto dibawah dengan kaki supernya.
"Jurus api, tarian api!"
BUFF! BUFF! BUFF!
Menma melemparkan puluhan api dari badannya, sembari menunggu Naruto bangkit. Ternyata jurus terlarang itu belum meresap semua, mungkin sekitar sepuluh menit lagi.
SHUT! SHUTT!
Naruto berlari kearah gerbang desa, dengan kecepantan yang tidak bisa terlihat, kecuali..
BBUUUAAAMMM!
Raikage yang kembali menghajarnya hingga terpental jauh kedepan sana.
"Ini baru permulaan," Ucap Naruto pelan. Perlahan bangkit dan mendekat kearah orang-orang dihadapannya.
Kini ia bisa menatap langsung tatapan kebencian dari orang-orang itu, ia bisa melihat betapa semua orang membencinya! Termasuk temannya sendiri!
"Kalian," Naruto mendongakan wajahnya kearah kumpulan orang dihadapannya, menatap mereka dengan tatapan kebencian yang sangat dalam. "Memang tidak ada yang berguna!" Teriaknya sekeras mungkin.
Segera saja asap-asap ungu keluar dan menyelimuti tubuh Naruto, memunculkan segel yang ada pada dahinya. Cakranya tiba-tiba saja bertambah kuat, hingga membuat orang-orang itu mungkin sangat kesulitan untuk menelan ludah mereka sendiri karena merasakan cakra hebat Naruto.
"Doton, kureru sentai!"
BBBUUUAAAAMMM!
Dengan segera hantaman keras Menma membuyarkan orang-orang yang tengah berkeremun itu, termasuk pada kage yang kelihatannya juga tidak bisa menghindar.
"HHUUUUAAAAA!"
Ribuan mahluk-mahluk hitampun kembali menyerbu semua aliansi shinobi, dan kali ini mereka kelihatannya lebih kuat dari yang tadi.
Shikamaru, Sasuke, Kiba, Sakura, sibuk bertarung dengan Naruto diatap gedung akademi. Tsucikage, Raikage, Hokage, Mizukage, dan Kazekage, kini sedang bertarung sengit dengan Menma yang lari kearah daerah barat. Sedangkan yang lain tengah kewalahan menghadapi ribuan mahluk hitam yang terus menerus bertambah.
"Mahluk-mahluk itu tidak mempan dengan pembelah petir!"
"Ya, mereka juga tidak mempan dengan segel maupun jutsu pengekang!"
"Jadi, apa yang harus kita lakukan!?"
"Serang saja! Selagi kalian bisa!"
Mereka saling bersautan, memberi informasi pada semua aliansi yang tengah melakukan perlawanan. Mahluk kali ini sepertinya tidak memiliki kelemahan, bahkan lebih tangkas dari yang tadi.
"RAIKIRI!"
"ODAMA RASINGAN!"
BBUUUAAAAMMM!
DUAK!
BUKH!
BUKH!
"Akh!" Rintih Sasuke saat punggungnya tertancap sebuah kayu. Setelah Naruto menendang wajahnya tadi.
"Sakura, obati Sasuke sebentar. Biar aku dan Kiba yang menahannya" Komando Shikamaru cepat.
"KONOHA SENPO!" Teriak Lee yang baru muncul dari udara.
BRRRUUAAGGHHH!
"Sial meleset!" Umpat Lee karena ternyata tendangannya tidak mengenai Naruto, padahal ia sudah akurat.
Suasana hening sejenak, mereka semua mencoba untuk mengatur nafasnya dengan benar. Serta memulihkan sedikit tenaga mereka yang terkuras.
"Sudah Sakura, aku sudah lebih baik" Ujar Sasuke yang segera berdiri setelah mendapatkan pengobatan dari Sakura tadi.
"Tapi lukamu belum pulih benar?" Sakura mencoba meraih pergelangan Sasuke namun Sasuke mengilahnya.
"Aku tidak apa-apa" Ucap Sasuke dengan dingin.
Lalu mereka semua memperhatikan Naruto yang tiba-tiba saja terdiam, kepalanya tertunduk dan asap-asap ungu juga terlihat semakin kental menyelimuti badannya.
"Heh, hahahah... hahahahah! Hahahahahaha!" Tawa Naruto dengan matanya yang terbuka lebar, wajahnya yang menyeringai mengerikan, membuat Sasuke yang lain menjadi sedikit ketakutan disana.
"Aku, tidak suka bermain-main lagi! Kalian akan aku musnahkan! Ahahahahaha! Hahahaha!" Serunya lagi dengan lantang. Kemudian merobek seluruh baju yang menutupi tubuhnya.
"Apa itu Shikamaru?" Tanya Lee sedikit gemetar, melihat jahitan-jahitan kasar yang berderet di perut Naruto.
"Aku tidak tau. Yang pasti itu bukan hal yang baik" Jawab Shikamaru yang sama gemetarnya.
BBBUUUAAAMMM!
ZZZZRRRRGGG!
Sebuah ledakan terjadi dari arah barat, tempat Menma dan para kage bertarung tadi. Kemudian terlihat sebuah segel berbentuk kubus besar desana, entah untuk apa.
"Jangan coba mengaktivkan biju atau sage mode!" Bentak Menma yang membelakangi Naruto.
"Kenapa? Dan bagai mana dengan pada tua bangka itu?" Tanya Naruto pelan.
"Apa kau lupa aku sudah memutuskan kontakmu dengan Kyuubi? Kau hanya bisa berubah sebatas ekor enam, tidak lebih. Jika kau menggunakan lebih dari itu maka segel kontakku akan lenyap, mengerti! Dan tentang para kage, mereka semua sudah aku kurung dalam segelku. Mereka tidak akan bisa kemana-mana" Jawab Menma santai.
"Baik, semuanya akan lenyap sebelum mata hari terbit" Gumam Naruto mulai memuntahkan cakra dari dalam tubuhnya.
Sekarang cakra ungu itu bercampur dengan cakra Kyuubi yang berwarna merah, menjadikan percampuran warna itu menghasilkan warna hitam pekat. Cakra hitam pekat yang segera mengupas kulit Naruto dan mengubahnya menjadi ekor enam.
"GGGWWWAAAAAARRRRR!" Teriak Naruto memaksimalkan kekuatannya, bersiap untuk mengakhiri ini semua.
"Sasuke, kau sudah siap?" Tanya Shikamaru setengah berbisik, sedangkan Sasuke hanya mengangguk.
Setelah itu Sasuke mulai mengaktivkan mata mangenkyo saringannya, mengumpulkan cakra dan menciptakan mahluk kegelapan. Yaitu Susano, monster yang tak ingin ia gunakan dari mata terkutuk ini lagi.
"Prajurit Susano ya? Lumayan, mungkin Naruto bisa bersenang-senang dengan itu" Ejek Menma yang kelihatannya masih santai-santai saja dari tadi.
"Urusanmu sekarang dengan kami bodoh!" Tukas Kiba, dan berhasil membuat Menma mendelik tajam kearahnya.
"Beraninya kau! Mungkin setelah ini kau akan aku kuliti!" Balas Menma mengacungkan jari tengahnya pada Kiba.
SSRRRINNNNGGG!
TTTRRRRAAANKKK!
TTRRRAAANNKKKK!
Pertarunganpun kembali dimulai dengan sangat serius. Mereka akan bertarung mati-matian untuk membuat Naruto sadar kembali, walaupun itu artinya mereka akan mati. Tapi jika ini tidak berhasil entah apa yang akan mereka perbuat lagi. Yang terpenting sekarang adalah mengalahkan naruto walaupun itu tidak mungkin, mereka akan mengerahkan seluruh tenaga mereka untuk merebut Naruto kembali.
SSSSUUUUIIIITTT!
DDUUUAAAMMM! DDUUUAAAMMM!
Naruto menyemburkan bola energi dari dalam mulutnya. Namun Sasuke berhasil mengangkis dengan tameng dari tangan Susanonya yang keras. Sedangkan dipihak Shikamaru, mereka melawan Menma dengan taijutsu, dengan beberapa rapalan jurus kecil dari Shikamaru dan Kiba.
DAP! DAP! DAP! DAP!
Sasuke mengejar Naruto yang berlari mengitari tembok pertahan desa, sambil sesekali mencoba menyerang menggunakan tangan Susanonya, namun Naruto terus saja menghindar. Kemudian Naruto melompat kebelakang dan kembali menyemburkan bola energi kearah Sasuke.
DDUUUAAAMMM! DDUUUUAAMMM!
Asapa sudah menutupi sebagian are pertarungan karena ledakan bola energi itu. Namun tiba-tiba saja Sasuke muncul dan mengayuhkan tinjuan dari tangan Susanonya ke tubuh Naruto.
BBRRRUUUGGGHHH!
BRRAAAARRRR! BBBRRRRAAAAARRR!
Tubuh Naruto akhirnya terpental dan menembus beberapa bangunan warga. Sasuke kembali mengejar, namun sekarang gantian, Naruto kini berhasil meledakan Sasuke dengan bola enegginya.
BBBUUUMMMM!
Suara ledakan terdengar dari arah akademi, tempat Menma dan yang lainnya bertarung.
"Topengnya sudah retak" Bisik Sakura, setelah tendangan telaknya tadi berhasil mengenai wajah Menma.
"Ya, kita kembali lakukan serangan" Sahut Shikamaru mulai mengambil kuda-kudanya.
'Dasar bodoh! Kenapa ia bertarung sekeras itu!' Umpat Menma dalam hati, merasakan tubuhnya sakit dan terbakar, karena Naruto mengeluarkan seluruh cakra hitamnya untuk membuat ekor enam. Menma dan Naruto ini memang tersambung, Menma dapat merasakan segala perasaan Naruto namun sebaliknya tidak. Kali ini Menma merasakan sakit yang luar biasa ditubuhnya, pasti ini sama dengan apa yang Naruto rasakan saat ini.
"Jangan lengah bodoh!" Teriak Lee mendaratkan tendangannya tepat di perut Menma.
"Ukh! Aku tidak bisa melawan!" Desis Menma karena rasa sakit ditubuhnya semakin menjadi.
"KONOHA SEN-"
BBUUUAAAMMMM!
Serangan Lee harus terpaksa ia hentikan, karena tiba-tiba saja tubuh dan Susano Sasuke terpeltal kearahnya.
"SASUKE!" Terak semuanya bersamaan.
"Kau sudah tamat Uchiha..!" Geram Naruto kembali mendekati Sasuke, dan melancarkan kibasan ekor rubah kearahnya.
BBBRRRAAAKKKHHH!
ZZZZRRRRGGG!
"Amenterasu!" Seru Sasuke mengarahkan api hitam kearah Naruto namun Menma menghalanginya. Jadilah sekarang api hitam Sasuke bersarang di separuh tubuh Menma.
Menma sedikit terkikik kecil ketika melihat api hitam itu membakar tubuhnya. "Api abadi, api yang lebih panas sepuluh kali lipat dari api biasa. Namun sayang, api ini tidak mempen terhadapku" Ujar Menma setengah mengejek, lalu..
SSSSSLLLLEEEEKKKK!
Ia membelah sebagian tubuhnya sendiri mengunakan kunai yang sudah dialiri cakra, membiarkan sebagian tubuhnya hangus dimakan api hitam itu. Karena selang beberapa waktu kemudian, tubuhnya akan kembali seperti semula.
"K-kau lihat i-itu Sakura? Sial! Mahluk apa dia itu!" Desis Shikamaru kesal, karena Menma tidak juga mati.
"Dia bukan manusia biasa, d-dia... Aku juga tidak tau" Sahut Sakura yang sangat ketakutan.
"Ggggrrrrrr... Aku akan mengakhiri ini semua. Kalian akan aku lenyapkan!" Kecam Naruto semakin mendekat kearah Shikamaru dan yang lainnya, termasuk Sasuke yang kini sudah tidak bisa apa-apa karena kehabisan cakra. Apakah mungkin mereka akan mati disini.
"Fu, fu, fu~~ Pemandangan yang sedari tadi aku nanti" Ujar Menma yang sekarang sedang duduk, seperti seorang penonton yang ingin melihat acara pertunjukan. Tepatnya pertunjukan pembantaian.
BBBRRRRUUUUFFFF!
Naruto mengibaskan ekornya kearah Shikamaru, Kiba, Sakura, Lee, dan Sasuke. Membuat mereka terpental kebawah sana.
Naruto kembali mendekat, melangkahkan langkahnya sedikit demi sedikit kearah mereka semua.
"Dunia, akan segera berakhir disini. Ahahahahahah! Tidak ada yang lain kecuali orang yang berlutut dan menyembahku! Hahahahaha!" Tawa Naruto semakin keras. Melihat teman-temannya menunjukan ekspresi ketakutan yang luar biasa kearahnya, bertanda mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"MATILAH KALIAN SEMUA-"
"TTUUNGGUU!" Teriak seseorang dari belakang. Sambil merambat disekitar bangunan yang runtuh, gadis itu bejalan terpogoh-pogoh, memaksakan dirinya untuk berjalan walau ia tau ia sudah tidak kuat lagi.
"H-hina-hinata..." Gumam semuanya, menatap tidak percaya jika Hinata tiba-tiba ada disini, padalah kondisi terakhir yang mereka ketahui tentang Hinata adalah dia sedang koma. Tapi kenapa dia bisa ada disini.
"Aku tau, N-naruto-ku, Naruto-kun tidak akan mungkin melakukan ini semua.. I-ini hanyalah ilusi kegelapan yang mempengaruhimu Naruto-kun.. Aku percaya Naruto-kun tidak mungkin melakukan ini.." Ucap Hinata gemetar, mengeluarkan semua tenaga yang ia miliki saat ini.
Hinata terus berjalan sedikit demi sedikit kearah Naruto, dengan pandangannya yang meremang. Ia terus berjalan walaupun harus terjatuh beberapa kali, hingga sekarang ia berdiri berhadapan dengan Naruto.
"Kembalilah Naruto-kun.. Aku mohon..." Pinta Hinata dengan air mata yang berlinang di mata amesthysnya, berharap Naruto ingin mendengarkannya saat ini.
"Menjauh!" Tukas Naruto mengibaskan ekornya hingga Hinata kembali tersungkur ditanah.
Namun Hinata tidak ingin menyerah, walaupun tubuhnya sudah sangat tidak mendukung kondisinya. Hinata menyeret tubuhnya untuk kembali mendekat kearah Naruto, merangkak sedikit demi sedikit untuk sampai dihadapan Naruto kembali.
"Hinata..." Tangis Sakura yang tidak tega melihat kondisi ini. Seharusnya Hinata tidak nekat seperti ini.
Naruto terus menggeram, mengisyaratkan Hinata untuk kembali mundur. Namun nyatanya gertakan itu tidak membuat Hinata takut, ia terus memberanikan dirinya mendekati Naruto.
"Kembalilah untukku dan yang lainnya, karena kami sangat menyayangimu Naruto-kun..." Kini Hinata memberanikan diri mendekap tubuh Naruto yang sangat panas, bahkan ia sama sekali tak menghiraukan tubuhnya yang mulai melepuh karena cakra panas itu.
"Aku tau Naruto-kun tidak akan melukaiku terlalu jauh. Naruto-kun bisa saja membunuhku saat itu jika Naruto-kun mau. Walaupun aku memang kalah, tapi aku tau saat itu Naruto-kun mengurangin pukulan Naruto-kun padaku, meski pukulan itu masih terasa sangat kuat. Aku mencintai Naruto-kun, begitu juga yang lainnya. Kami tidak ada yang membenci Naruto-kun, rasa benci kami sudah lenyap sejak lama karena Naruto-kun berhasil melnyapkannya, dengan cara yang tidak kami duga. Naruto-kun sekarang sudah berhasil membuat diri Naruto-kun diakui oleh semua orang, hingga mereka sekarang berganti mengagumi sosok Naruto-kun. Menjadi hokage adalah impian Naruto-kun sejak kecilkan? Dan lagi-lagi Naruto-kun berhasil mewujudkan itu walaupun Naruto-kun belum mendapatkan gelar hokage. Tapi sekarang Naruto-kun sudah menjadi orang terkuat di desa Konoha ini, yang berarti Naruto-kun bisa menjadi hokage kapan saja. Minato-jiisan juga sudah menitipkan desa ini padamukan Naruto-kun? Begitu juga dengan kami semua yang sangat yakin bahwa Naruto-kun bisa. Keluarlah dari kegelapan ini Naruto-kun, bangkitan cahaya kecil dalam hatimu yang sedang tertidur, hingga mesa melahap semua kegelapan yang ada. Aku akan terus percaya dengan Naruto-kun walaupun itu salah, aku akan selalu membela Naruto-kun walaupun aku terus ditentang, aku akan terus selalu melindungi Naruto-kun walaupun itu mempertaruhkan nyawa, dan aku akan terus setia bersama Naruto-kun walaupun banyak orang yang berusaha memisahkan. Karena aku, sangat mencintai Naruto-kun... Mencintaimu sampai mataku tidak bisa terbuka... lagi..." Ucap Hinata dengan derai air mata yang mengalir deras diwajahnya. Hingga tubuhnya melemas, dan matanya tertutup karena tidak bisa menahan rasa sakit ditubuhnya lagi.
Tapi dengan itu semua Hinata berhasil membuat Naruto kembali sadar, kembali membuka matanya untuk melihat kebenaran yang seharusnya. Ini semua salah, hal yang selama ini ia lakukan adalah kesalahan besar. Hinata telah berhasil membuat cahaya itu terbangun, dan melahap kegelapan dalam hati Naruto.
"Cepat bunuh dia Naruto!" Bentak Menma sambil menunjuk kearah Hinata yang sudah tidak sadarkan diri.
Naruto terdiam, kemudian mengangkat tubuh Hinata dan meletakannya bersama teman-temannya yang lain. "Kumohon, jaga dia sebentar" Ucap Naruto sambil tersenyum kecil kearah mereka semua.
Kemudian ia berdiri membelakangi mereka, tepatnya mereka sekarang tengah melindungi mereka semua.
"Jangan membangkang Naruto! Cepat bunuh mereka!" Bentak Menma lagi.
"Tidak akan Menma! Aku tidak akan membunuh orang-orang yang mencintaiku! Tidak akan!" Tolak Naruto mentah-mentah.
"Kau- membuatku kecewa Naruto. Aku sudah memberikan segalanya yang aku punya untukmu tapi kau malah menghianatiku!" Seru Menma mulai mengeluarkan cakra ungu untuk menyelimuti tubuhnya.
"Ggggrrrrr... Kau yang berhianat iblis! Kau membohongiku! Dan sekarang kau yang akan aku lenyapkan!" Balas Naruto kemudian menghilang dan menghajar wajah Menma dengan keras.
CCCRRRRAAAKKK!
Retakan di topeng Menma semakin membesar, hingga memenuhi semua bagian topengnya. Mulailah sedikit demi sedikit topeng itu remuk dan jatuh, sehingga mulai memperlihatkan wajah dibaliknya. Kulit wajah berwarna tan, tiga garis dipipi, hingga sekarang memperlihatkan semua wajah dibalik topeng itu.
"A-apa! D-dia,, d-dia..." Semua tergagap, tidak bisa melanjutkan ucapan mereka karena terkejut ketika melihat wajah Menma. Karena, wajahnya sangat mirip dengan Naruto.
"Hahahahaha! Tidak perlu terkejut seperti itu!" Seru Menma puas, melihat ekspresi tegang dari orang-orang itu. "Kalau Naruto tidak bisa, terpaksa aku yang akan melenyapkan kalian semua!" Lanjutnya setengah berteriak.
"GGGWWWWAAAA!"
SHUT! SHUT!
TRANK!
TRRAAANKKK! TRRRAAAKKK!
BUUUFFFHHH!
BRUGH!
DAKH! DAKHH!
BBUUAAKKKHH!
Naruto dan Menma bertarung bagai kilat, tidak ada yang bisa melihat gerakan mereka sama sekali. Semuanya hanya bisa terdiam, berharap Naruto memenangkan pertarungan ini. Tapi setelah beberapa lama, mereka merasakan cakra Naruto semakin melemah, apa jangan-jangan..
ZZZZZRRRRRGGGHHHH! BBRRUGH!
Tubuh Naruto segera terseret ketanah, bembuat jejak lubang disekitar sana.
"Kau tidak akan bisa mengalahkanku Naruto! Tidak akan pernah bisa!" Kecam Menma dengan senyum liciknya.
"Heh, aku ini seorang shinobi Konoha, tidak akan mudah menyerah dengan orang sepertimu! Kau hanyalah mahluk sesaat, mahluk yang muncul karena kegelapan pada hati manusia. Kau itu hampa, tidak hidup! Bahkan jika aku mati, kau juga akan mati" Sahut Naruto membalas senyuman licik Menma dengan senyumannya yang lebih licik.
"Tau ap-"
JJJLLLEEEB!
Naruto menusukan kunai pada perutnya sendiri, kemudian melakukannya berulang-ulang untuk menyakiti Menma.
"Apa yang kau lakukan! AARRGGGHhH!" Rintih Menma memegangi perutnya yang kesakitan.
"Kita ini satu bukan? Kita ini tersambung dalam jiwa yang sama, ukh! Jadi, aku pikir kalau kita mati bersama akan lebih mudah" Ucap Naruto yang terus menusuk-nusukan kunai pada tubuhnya.
ZZZRRRRAAAASSSHHHH!
Semua tertegun, Narutopun menghentikan aktivitasnya. Karena Sasuke tiba-tiba saja menebas separuh tubuh Menma menggunakan pedang kecil yang ada di saku ninjanya.
"BERANINYA KAU!" Teriak Menma yang langsung menghempaskan tubuh Sasuke dengan jutsu kegelapannya.
BBBRRRUUGGH!
"UKH!"
"GGGWWWWARRRRR! JANGAN SAKITI SAHABATKU!" Jerit Naruto mengeluarkan semua cakra yang ada dalam tubuhnya, mengeluarkan semua cakra yang bisa ia keluarkan semua.
"HENTIKAN ITU NARUTO!" Perintah Menma dengan tatapan tajam kearah Naruto.
"Tidak ak-"
DEGH!
"Akh!"
Darah tiba-tiba saja muncul dari mulut Naruto, karena ia rasakan dorongan kuat dari perutnya.
"Hahahaha! Sudahku katakan kau tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan Kyuubi secara keseluruhan. Dasar bodoh!" Seru Menma menyeringai puas melihat tubuh Naruto terpuruk dibawah sana.
Pandangan Naruto mulai kabur, tubuhnya sudah cukup merasakan sakit selama ini, tapi untuk yang sekarang ia sudah sangat tidak kuat. Jika dia berakhir disini, siapa yang akan mengalahkan Menma? Dia harus kuat, dia harus bisa mengalahkan Menma disini!
"NARUTO!" Naruto tiba-tiba saja mendengar sebuah teriakan dari dalam tubuhnya.
"S-siapa k-kau?" Tanya Naruto dengan suara lirih.
"Aku Kyuubi bocah! Sekarang dengarkan aku, tidak ada waktu lagi sebelum tubuhmu benar-benar tumbang. Yang harus kau lakukan sekarang adalah membunuh segala perasaan negativ dalam hatimu sepenuhnya. Semua dendammu, prasangka burukmu, semua kemarahan dan hal buruk tentang semua orang bunuh itu semua!" Perintah Kyuubi setengah memaksa.
'Membunuh semua hal negativ dalam hatiku? Itu dia'
Naruto kembali bangkit, lalu terseyum penuh arti kearah Menma, menatap mata kelam Menma dengan bola matanya yang kembali membiru.
"Aku disini bertahan karena teman dan sahabatku. Tidak ada yang membenciku, karena sekarang mereka tidak punya alasan untuk membenciku. Dan kau, hanya mahluk kegelapan yang tidak berguna, yang akan segera hilang dimakan waktu. Selama aku memiliki teman-teman yang menyayangiku, semua orang yang percaya padaku, serta Hinata yang sangat aku cintai, aku tidak akan membiarkan mahluk sepertimu ada didunia ini! Aku tidak akan membiarkanmu ada selama ikatan ini masih ada bersama orang-orang yang aku sayangi. Dan sekarang aku telah sadar, dendam hanya membawa kesakitan pada diriku sendiri. Dan dendam, tidak akan menghasilkan sesuatu yang berarti" Jelas Naruto, membuat senyum penuh arti di wajahnya bertambah lebar.
"Hhhhhwwwaaaa! Apa yang kau lakukan bodoh! Jangan lakukan! Jangan lakukan!" Teriak Menma menjadi-jadi, ketika ia rasakan tubuhnya mulai terkikis menjadi abu dan rapuh. Perlahan-lahan namun pasti tubuh Menma mulai musnah menjadi abu dan membaur dengan udara.
Semuanya hanya tercengang melihat kejadian ini. Ternyata tidak perlu memakai kekerasan atau pertarungan sengit untuk mengalahkan mahluk seperti Menma. Hanya tinggal menyadarkan sumbernya ini akan berakhir dengan sendirinya.
BRUGH!
Tubuh Naruto akhirnya tumbang, tidak kuat menahan semua rasa sakit yang mendera tubuhnya. Kemudian Sasuke mengangkat tubuh Naruto, membaringkannya disamping tubuh Hinata, dan mempersatukan tangan mereka berdua.
"Kau berhasil mengalahkannya Naruto,"
_(^_^)_(^_^)_ *4 bulan kemudian*
Mata Naruto terasa sangat berat untuk terbuka, setelah beberapa waktu ia tidak sadarkan diri. Tapi ia rasa pasti ia telah tidur cukup lama, entah berapa lama.
"Hey lihat, matanya terbuka!"
"Apa dia benar-benar sadar saat ini?"
"Ssssttttttt! Kalian jangan berisik! Nanti dia terganggu. Benarkan Sasuke?"
"Hn"
Naruto mulai mengerjapkan matanya beberapa kali. Walaupun masih meremang, bisa ia lihat ada banyak orang disini yang menunggunya sadar. Dan setelah semuanya jelas, ternyata benar ada banyak orang disini, semua teman-temannya ada disini.
"Cih!" Naruto langsung membuang wajahnya kesamping, menghindari tatapan dari teman-temannya.
"K-kenapa dia begitu? Apa dia belum sadar?" Ujar Lee yang sepertinya bingung dengan sikap Naruto, begitu juga dengan yang lainnya.
"Ada apa? Kenapa kau seperti itu?" Tanya Sasuke datar.
"..."
"N-naruto-kun?" Panggil Hinata dari samping, dan berhasil membuat Naruto memalingkan wajah kearahnya.
"Gomenne-sai!" Ucap Naruto langsung memeluk Hinata, membuat wajah Hinata memerah seperti tomat.
"Hahahaha... Kau membuat dia memerah Naruto!" Seru Kiba dan Lee mentertawai Naruto.
"Diam!" Ketus Naruto mendelik tajam kearah mereka berdua.
"Waaaa! Dia masih mengerikan!"
"Oh ya Naruto?" Pangil Sakura pelan. Naruto hanya menatapnya dengan diam.
"Semua sel tambahan dalam tubuhmu sudah aku angkat semua, karena itu akan membahayakanmu karena mendapat sel berlebih. Kau juga tidak boleh banyak bergerak karena kau-"
"Berapa lama aku tertidur?" Cekat Naruto cepat.
"Kau koma selama empat bulan" Jawab Sakura ragu.
Naruto menundukan kepalanya, ia sangat menyesali kebodohannya karena telah berfikir mereka membencinya. Ternyata mereka sangat peduli, sangat amat peduli.
"Tidak perlu memikirkan itu lagi Naruto. Kami semua tidak pernah menganggapmu salah, kau hanya tersesat saat itu. Jadi, jangan bebani pikiranmu itu dengan hal-hal aneh. Semua negara juga setuju dengan kami, mereka tidak akan marah padamu." Ujar Shikamaru tersenyum simpul kearahnya.
"Terimakasih... Terimakasih kalian sudah percaya padaku..." Ucap Naruto yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Hey, ayolah. Jangan menangis" Goda Chouji tersenyum jahil.
"Jangan menangis Naruto-kun" Ucap Hinata sambil menyeka air mata yang keluar dari mata Naruto dengan lembut, lalu tersenyum semanis mungkin kearah Naruto.
"HHHHHUUUUUUUUUUAAAAAAAAAAA!" Tangis Narutopun akhirnya pecah, dan membuat teman-temannya kaget.
"HEY! Kubilangkan jangan menangis!" Seru Chouji yang langsung menepuk-nepuk pundak Naruto.
"Ini gara-gara kau terus mendeath glarenya Sasuke!" Tuduh Kiba pada Sasuke yang sedang duduk disebelahnya.
"Apa urusannya denganku!" Seru Sasuke sewot.
"Padahal kau sudah keren dengan gaya itu Naruto. Tapi karena kau jadi menangis seperti ini, kau tidak keren lagi!" Ejek Lee yang langsung sweetdrop.
"Ahahahahaha! Ada-ada saja kau Lee! Hahahahahaha!" Tawa mereka semua melihat tingkah Lee yang konyol.
"Yang pasti Naruto menangis karena Sasuke!" Tuduh Kiba untuk kedua kalinya.
"Hey! Ini tidak ada urusannya denganku!" Protes Sasuke lagi.
"Ahah!?" Kiba menyodorkan mukanya kearah Sasuke.
"Tapi yang pasti kami menyayangimu Naruto!" Seru Sakura yang langsung memeluk Naruto.
"Setuju!" Seru semuanya serempak, mengikuti jejak Sakura untuk memeluk Naruto dengan erat. Dan saat pelukan mereka sedang hangat-hangatnya..
BBBBBBUUUUUAAAAMMM!
... Sebuah ledakan terjadi.
"PENYUSUP DI GERBANG DUA! DIA MENCURI GULUNGAN TERLARANG DIRUANG HOKAGE" Teriak salah satu anbu yang baru saja melewati rumah sakit.
"Oke sekian dulu peluk-pelukannya. Ada kegelapan baru yang baru muncul, dan aku akan menghentikannya. Karena aku, Uzumaki Naruto! Orang yang akan menjadi Hokage!"
FIN!
::::::THANK'S FOR READING::::::
.
.
.
HHHUUUWWWWAAAAA! GOMEN LAMA UPDATE! TAPI YANG TERPENTING SUDAH TAMAT KAN? GOMEN JUGA KARENA KEPANJANGAN HEHE.. R&R PLEASE! RIVIEW LIKE KALAU SUKA CERITA INI! SAMPAI KETEMU DI CERITA SELANJUTNYA!
~San Yumaru
