PABO, JONGIN (SEQUEL)
CAST: KAISOO, HUNHAN, CHANBAEK, TAORIS
GENRE: ROMANCE, SAD, HURT, DRAMA
RATE: T (agak menjurus dikitlah ya)
YAOI, BOY X BOY
.
.
.
.
DONT LIKE, DONT READ
.
.
.
NO BASH!
.
.
.
.
PLEASE REVIEW
.
.
.
.
ENJOY
.
.
.
.
"Saranghae"
"Nado Saranghae, Soo"
Kai melepaskan pelukan Kyungsoo dan mendekatkan wajahnya perlahan namun pasti ke wajah Kyungsoo. Bisa Kyungsoo rasakan hembusan nafas Kai yang menyapu wajahnya, hangat pikir Kyungsoo. Semakin lama jarak mereka semakin dekat. Kai memiringkan kepalanya dan menatap intens kearah Kyungsoo. Kai selalu memuja wajah Kyungsoo yang manis dan cantik. Walaupun Kai tau kalau Kyungsoo itu namja tapi kecantikannya melebihi yeoja dimanapun berada. Dekat dan semakin dekat hingga akhirnya bibir mereka...
"Kim Sajangnim! Anda ada..." teriak Daehyun terputus ketika masuk ke ruangan direktur tanpa mengetuk pintu.
Dengan cepat Kyungsoo memalingkan wajahnya yang tengah memerah menahan malu karena baru saja dia dan Kai ketahuan akan berciuman. Kai menggeram marah dan kesal karena momen romantisnya dengan Kyungsoo dirusak oleh asistennya –yang sangat menjengkelkan menurut Kai.
"TAK BISKAH KAU MENGETUK PINTU, JUNG DAEHYUN?!" bentak Kai marah.
Daehyun hanya menunduk dengan badan bergetar. Tak pernah sekalipun Kim Sajangnimnya membentaknya sekeras itu. Daehyun diam dan tak menjawab pertanyaan Kai. Kyungsoo merasa kasihan dengan Daehyun. Jujur saja, Kyungsoo bahkan kaget saat Kai membentak Daehyun tadi. Kai menjadi menakutkan. Kyungsoo memeluk Kai dan mengelus punggung Kai yang sedari tadi menatap tajam kearah Daehyun.
"Tenanglah, Kai. Jangan salahkan Daehyun, dia tak tau" ucap Kyungsoo lembut.
"Tapi dia sudah keterlaluan, Soo" balas Kai tanpa mengalihkan pandangannya.
"Jika kau marah-marah ke Daehyun maka aku akan marah denganmu dan mendiamkanmu" ucap Kyungsoo.
"MWO?" kaget Kai dan menolehkan pandangannya ke Kyungsoo. Kai tak percaya kalau Kyungsoo lebih memilih Daehyun daripada dirinya.
Daehyun ikut terkaget mendengar ucapan Kyungsoo. Daehyun mendongakkan wajahnya dan menatap Kyungsoo takjub. Bagaimana bisa kekasih bosnya itu membelanya didepan bosnya sendiri.
"Itu keputusanku" ucap Kyungsoo final. Kai menghembuskan nafasnya. Terlalu beresiko jika dia menentang ucapan kekasihnya itu. Kai tak ingin membuat masalah baru.
"Baiklah. Ada apa kau kemari?" tanya Kai ke Daehyun.
"M-mian, sajangnim. Anda sudah ditunggu untuk rapat" ujar Daehyun takut.
"Batalkan. Aku tak ada mood hari ini untuk rapat. Jadwal ulang semua agenda hari ini" perintah Kai.
Kyungsoo mendelik kearah Kai karena kuputusannya. Kyungsoo ke kantornya Kai hanya untuk meminta maaf bukan untuk mengacaukan jadwal Kai.
"Itu keputusanku, Soo. Jangan memandangku seperti itu atau kau akan ku cium didepan Daehyun" ucap Kai dan memandang Kyungsoo.
Daehyun hanya tersenyum akan tingkah bos dan kekasihnya itu.
"Baiklah, Sajangnim. Saya permisi dulu" ucap Daehyun dan meninggalkan sepasang kekasih yang tengah berlovey dovey menurut Daehyun.
"Kau tak punya malu? Bagaiman bisa kau mengatakan itu didepan Daehyun" ucap Kyungsoo dan memukuli Kai setelah Daehyun pergi.
"Biar saja. Dia juga sudah melihat kita yang hampir berciuman" jawab Kai santai.
"Pabo!" ujar Kyungsoo berdiri dan meninggalkan Kai. Sontak Kai mengejar Kyungsoo yang akan pergi meninggalkannya. Kai memeluk Kyungsoo dari belakang dan menghentikan langkah Kyungsoo.
"Bisakah kau mengatakan 'itu' lagi?" tanya Kai.
"Mwo?"
"Namaku. Panggil namaku lagi, Soo"
"W-Wae?" ucap Kyungsoo gugup.
"Aku suka saat kau memanggilku dengan nama asliku. Selama ini kau selalu memanggilku dengan kkamjong"
"J-Jongin" panggil Kyungsoo gugup pasalnya dia belum pernah memanggil Kai dengan nama aslinya. Dan kejadian Kyungsoo memanggil Kai dengan Jongin tadi terjadi secara spontan.
Kai semakin mengeratkan pelukannya. Kai bahagia sekarang. Cintanya tak bertepuk sebelah tangan lagi. Kyungsoo membalasnya walaupun Kai tau kalau Kyungsoo menyukainya tapi tak pernah sekalipun Kyungsoo mengatakannya langsung.
"Jong...aku lapar" ucap Kyungsoo tiba-tiba. Kai terkekeh pelan. Inilah sifat manja Kyungsoo yang selalu Kai nantikan.
"Ayo kita makan" ajak kai dan menggandeng tangan Kyungsoo.
Selama diperjalanan keluar gedung kantor Kai, banyak karyawan yang berbisik-bisik dan memandangi mereka. Para karyawan memandang Kyungsoo takjub bahkan ada yang iri. Bagaimana bisa direkturnya yang terkenal dingin pada semua karyawannya tengah menggandeng tangan namja mungil yang terlihat seperti anak-anak itu. Banyak pegawai wanita yang mencibir Kyungsoo dan melihatnya dari atas sampai bawah. Apa ada yang salah batin Kyungsoo.
"Kim Sajangnim dan Kyungsoo-ssi akan pergi?" tanya Daehyun saat mereka bertemu di lobi.
"Ne. Kami akan makan diluar. Kau mau ikut, Daehyun-ssi?" tanya Kyungsoo.
"Kau dikantor saja. Banyak yang harus kau kerjakan" ujar Kai dan dihadiahi sikutan Kyungsoo diperut Kai.
"G-gamsahamnida, Kyungsoo-sii atas ajaknnya. Seperti yang Sajangnim bilang kalau saya masih banyak pekerjaan. Saya pamit dulu" ucap Daehyun membungkukkan badannya dan meninggalkan Kai dan Kyungsoo.
Kyungsoo menatap Kai tajam. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu kepada asistennya sendiri. Kai yang menyadari tatapan Kyungsoo pun membalas menatapnya yang seolah-olah berkata 'Apa?'. Kyungsoo kembali berjalan keluar kantor meninggalkan Kai.
.
.
PABO, JONGIN
.
.
"Pelan-pelan, Soo. Kau makan seperti orang kelaparan saja," Kai mengingatkan.
"Aku memang lapar" jawab Kyungsoo cuek.
Kai membersihkan sisa-sisa makanan yang berada disekitar mulut Kyungsoo. Kyungsoo masih saja asik dengan makanannya dan terus melahap makanan-makanan yang khusus Kai pesankan di restoran favorit Kai. Untung saat ini Kai menyewa ruangan pribadi sehingga orang-orang tidak akan melihat tingkah lucu –menurut Kai- kekasihnya ini.
"Kau menggangguku!" ucap Kyungsoo yang mencoba menyingkirkan tangan Kai yang sedari tadi membersihkan mulut Kyungsoo.
"Singkirkan tanganmu" ucap Kyungsoo lagi yang tidak dipedulikan Kai. Kyungsoo sebal dengan tingkah Kai saat ini. Dia hanya ingin makan kenapa Kai harus mengganggu batin Kyungsoo. Kyungsoo diam dan tak melanjutkan acara makannya.
"Wae? Kenapa berhenti?" tanya Kai tak tau situasi. Kyungsoo mendengus.
"Kau menghilangkan selera makanku"
"Makan saja. Tak usah pedulikan aku"
"Kau mengganggu acara makanku. Bagaimana aku bisa makan?" ucap Kyungsoo sewot.
"Mian, Soo. Hanya saja kau terlihat seperti anak-anak saat kau makan tadi. Jadi tanpa sadar aku melakukannya" ucap Kai cengengesan. Kyungsoo hanya mendelik kesal kearah Kai.
.
.
PABO, JONGIN
.
.
"Gege jahat! Gege meninggalkan Tao sendiri disini."
"Apa gege tak mencintai Tao lagi?"
"Atau gege punya kekasih lain disana? Hiks.."
Tao berdiam diri dikamar dan bermonolog sendiri akan kepergian Kris. Tao sudah mengetahui jika Kris pergi ke Kanada. Tak sengaja Tao mendengar perbincangan Luhan dan Sehun sewaktu dikampus. Tao tak menyangka bahwa Kris akan meninggalkannya tanpa memberitahunya terlebih dulu. Tao merasa dicampakkan dan tak berguna. Dia merasa tersakiti. Berhari-hari Tao mencari Kris yang tak berada dimanapun dan saat mendengar bahwa Kris pergi meninggalkannya membuatnya jatuh terhempas ke bumi.
Tao melihat pisau buah yang ada dikamarnya dengan tatapan kosong. Tao melangkahkan kakinya kearah pisau itu. Tao menggenggam pisau kuat-kuat. Pikiran Tao saat ini berkecamuk. Perang batin sedang terjadi dalam diri Tao. Lebih baik aku mati batin Tao dan menggoreskan pisau yang berada digenggamannya ke nadi tangannya.
.
.
.
PABO, JONGIN
.
.
.
.
"Kau masih marah dengan Kyungsoo, Baek?" tanya Luhan.
"..."
"Jawab aku, Byun!" kesal Luhan yang pertanyaannya tidak direspon Baekhyun.
"Ada apa? Apa yang terjadi antara baby Byunku dengan Kyungsoo?" tanya Chanyeol yang tak tau apa-apa tentang pertengkaran BaekSoo.
"Mereka bertengkar seperti yeoja hyung" jawab Sehun asal.
Baekhyun men-deathglare Sehun yang seenaknya mengatai dirinya seorang yeoja. Sehun dan Luhan hanya terkikik geli melihat ekspresi Baekhyun. Chanyeol yang merasa belum mengerti pun hanya memandangi ketiga orang yang ada dihadapannya dengan tatapan bingung. Baekhyun mendengus dan membiarkan pasangan gila itu –menurut Baekhyun- terkikik puas.
Chanyeol mendekati Baekhyun dan merangkul pundaknya.
"Ada masalah apa, baby?" tanya Chanyeol lembut.
"Aku kesal" jawab Baekhyun singkat.
"Kesal kenapa? Cerita padaku, Chagi"
"Aku kesal dengan Kyungsoo. Dia menyebalkan!"
Chanyeol tersenyum saat Baekhyun mempoutkan bibirnya pertanda dia benar-benar kesal. Saat Chanyeol akan bertanya lebih lanjut, suara Hp Luhan berdering mengurungkan niat Chanyeol untuk bertanya.
"Yeoboseyo" ucap Luhan saat menerima panggilan teleponnya.
"..."
"MWO?!"
.
.
.
.
.
.
Tebeceh
Wuah...banyak yang komen kalo kependekan. Emang pendek sih chap sebelumnya. Maafkan aku yang tak sanggup membuatnya lebih panjang. huhuhuhu. Ini aku udah menepati janjiku untuk apdate cepet dan tiap hari. Kelihatannya beberapa chap kedepan udah end, hehehehe. Mian ya. Banyak yang bertanya-tanya siapa orang yang dimaksud Suho. Aku gag akan menjelaskan siapa itu. Tapi mungkin readers-nim taulah siapa itu. hihihihi. Maen rahasia-rahasiaan lagi. Tao aku sembunyiin dulu. Ditunggu aja ya chap-chap selanjutnya. hehehehe. gumawo buat para readers-nim yang udah mau repiuw dan gumawo juga untuk siders yang ikut nimbrung, hehehehe. Ayok direview lagi. Makasih untuk para readers-nim yang udah mempollow dan favoritin epep ini.
MIND TO REVIEW?
BIG THANKS TO
LVenge, jongindo, ariviavina6, Insooie baby, Maple fujoshi2309, dorekyungsoo93, uffiejung, cici fu, she3nn0, Huang Zi Lien, humaira9394, aqila k, Desta Soo, meliarisky7, hunhanrakaisoo, Kaidyo13, LatteDyo, ahmdhlm, ia, DahsyatNyaff, ChangChang, Fuji jump910, kimyori95, lolamoet, didinsoo
