PABO, JONGIN (SEQUEL)
CAST: KAISOO, HUNHAN, CHANBAEK, TAORIS
GENRE: ROMANCE, SAD, HURT, DRAMA
RATE: T (agak menjurus dikitlah ya)
YAOI, BOY X BOY
.
.
.
.
DONT LIKE, DONT READ
.
.
.
NO BASH!
.
.
.
.
PLEASE REVIEW
.
.
.
.
ENJOY
.
.
.
.
"MWO?!"
Sehun, Chanyeol dan Baekhyun menatap Luhan bingung. Baru saja Luhan mengangkat teleponnya dan sekarang dia berteriak kencang yang membuat para pengunjung kafe yang berada disekitar mereka terganggu.
Baekhyun cemas dengan ekspresi Luhan saat ini. Entahlah, Baekhyun punya perasaan tidak enak. Tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu yang terjadi.
"K-Kita ha-harus se-segera ke Ru-rumah Sa-sakit" ucap Luhan terbata. Ketiga namja yang lain hanya diam dan menanti perkataan Luhan selanjutnya.
"T-Tao...Di-dia ma-masuk ru-rumah sa-sakit" ucap Luhan. Seketika tubuh Baekhyun melemas mendengar penuturan Luhan. Adek kecil kesayangannya itu masuk rumah sakit. Sehun dan Chanyeol kaget dan melebarkan matanya. Chanyeol dan Sehun dengan sigap menggandeng tangan kekasihnya masing-masing untuk segera menuju rumah sakit.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Luhan dan Baekhyun menangis sambil berpelukan di jok belakang mobil Chanyeol. Sedangkan Chanyeol fokus menyetir dan Sehun yang berusaha menghubungi Kai disebelah Chanyeol. Chanyeol dan Sehun memutuskan menggunakan 1 mobil agar lebih cepat dan praktis.
.
.
.
.
Derap langkah terdengar dilorong rumah sakit. Chanbaek dan Hunhan berlari setelah sampai di rumah sakit. Tujuan mereka sekarang adalah ruang ICU. Dengan pandangan yang sedikit kabur mereka dapat melihat ada seseorang yang berada didepan ruang ICU. Mereka dengan cepat menghampiri pria itu.
"B-Bagaimana ke-keadaannya?" tanya Luhan ngos-ngosan.
"Hah...Apakah...hah...baik-baik...hah...saja?" tanya baekhyun terengah-engah.
Namja tadi hanya menggeleng lemah dan menatap sendu pintu ICU. Keempat namja yang lain mengikuti menatap pintu dengan pikiran yang berkecamuk.
Chanyeol menenangkan Baekhyun yang sedari tadi menangis. Sehun mengelus rambut Luhan yang berada didekapannya. Chanyeol, Sehun dan Suho menoleh saat mendengar derap langkah yang mendekati ruang ICU. Mereka mendapati Kai dan Kyungsoo yang tengah berlari tergesa-gesa.
"Apa yang terjadi pada Tao, hyung?" tanya Kyungsoo ke Suho. Suho hanya menghela nafas berat.
"Aku menemukan Tao tergeletak tak sadarkan diri bersimpah darah. Langsung saja aku membawanya ke rumah sakit. Dikamarnya, aku menemukan pisau yang berada didekat Tao. Aku pikir Tao coba untuk bunuh diri" jelas Suho.
"B-Bunuh diri?" gumam Kyungsoo.
"Kenapa?" tanya Kyungsoo.
"Sepertinya Tao sudah mengetahui kalau Kris pergi ke Kanada" ujar Suho.
"Akan ku bunuh Kris bila Tao kenapa-napa!" geram Baekhyun.
Para seme sibuk menenangkan kekasihnya. Suho mondar-mandir didepan pintu ICU. Sudah hampir sejam berlalu dan belum ada tanda-tanda dokter keluar ruangan.
CEKLEK
Pintu ruang ICU terbuka dan memunculkan seorang dokter berseragam hijau. Hunhan, Kaisoo,Chanbaek dan Suho langsung saja menghampiri dokter tersebut.
"Pasien sekarang sudah tidak apa-apa. Dia sudah melewati masa kritisnya setelah kekurangan banyak darah. Untung saja masih bisa tertolong. Sekarang saya akan memindahkan pasien ke ruang rawat dan untuk saat ini tolong jangan ganggu pasien dulu. Biarkan dia beristirahat" tutur dokter itu dan berlalu meninggalkan ketujuh namja itu.
Ketujuh namja itu bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari dokter. Mereka kemudian menuju ke ruang rawat Tao. Untuk sementara mereka dilarang masuk ke ruang rawat oleh perawat agar pasien tidak terganggu. Ketujuh namja itu duduk dalam diam diluar ruang rawat Tao.
Kai mengambil Hpnya dan menghubungi seseorang. Kyungsoo mengernyit bingung melihat Kai. Kyungsoo hanya mengamati gerak-gerik Kai.
"Kau dimana sekarang?"
"..."
"Kau tanya kenapa aku meneleponmu? TAO MASUK RUMAH SAKIT, BODOH! ITU SEMUA SALAHMU!"
"..."
"TAO MENCOBA BUNUH DIRI, BRENGSEK!"
Kai membanting kasar teleponnya yang seketika itu juga hancur berkeping-keping. Nafas Kai memburu setelah memaki penelepon disebrang sana. Kyungsoo menenangkan Kai yang terlampau emosi. Hunhan, Chanbaek dan Suho meminta maaf kepada setiap orang yang berada dilorong karena kejadian tadi dengan membungkukkan badan mereka berulang kali. Kyungsoo mengajak Kai pulang sebelum rumah sakit itu porak poranda akibat ulah Kai yang emosi. Kyungsoo pamit kepada teman-temannya sebelum pulang. Suho menatap prihatin Kai yang terlihat kacau saat ini. Sehun hanya memandangi Kai yang mulai menjauh bersama Kyungsoo. Sehun tau apa yang dirasakan Kai saat ini. Mungkin kejadian ini mengingatkan Kai sewaktu dulu meninggalkan Kyungsoo yang untung saja Kyungsoo tidak melakukan hal yang ekstrim seperti ini. Kai sangat menyayangi sahabat-sahabatnya. Sebisa mungkin sahabatnya tidak merasakan luka seperti Kai dulu.
.
.
Kyungsoo mendudukkan Kai di tepi ranjang. Kyungsoo meninggalkan Kai ke dapur untuk membuatkan teh hangat. Kyungsoo perlahan menghampiri Kai yang masih ditempat semula tanpa bergerak sedikitpun.
"Minumlah" pinta Kyungsoo dan menyodorkan secangkir teh yang dia buat tadi. Kai menerima teh itu dan meminumnya sekali teguk. Kai meletakkan cangkir kosong itu di meja nakas samping tempat tidurnya. Kai memeluk Kyungsoo erat dan membenamkan wajahnya dibahu sempit Kyungsoo.
"Jangan pernah lakukan hal seperti itu hyung saat aku pergi. Aku tak ingin melihatmu terluka" lirih Kai.
"Jika kau tak ingin membuatku terluka maka jangan pernah pergi dariku. Tetaplah disisiku dan menemaniku" jawab Kyungsoo lembut dan membalas pelukan Kai.
"Aku tak bisa membayangkan jika dulu kau nekat bunuh diri. Pasti aku akan menyesal seumur hidupku dan menyalahkan diriku"
"Pikiranku tak sependek itu, Jong. Dulu aku masih terlalu egois, mungkin sekarang aku akan melakukan itu" canda Kyungsoo.
"Hajima" lirih Kai. Kyungsoo mempererat pelukannya.
"Bisakah kau menemaniku tidur? Aku ingin memelukmu hingga aku tertidur" pinta Kai.
"Arraseo" jawab Kyungsoo. Kai merebahkan tubuhnya diikuti Kyungsoo yang merebahkan tubuhnya disebelah Kai. Kai menarik Kyungsoo mendekat dan memeluknya. Kyungsoo hanya menurut dan kepalanya bersandar didada bidang Kai. Mata Kyungsoo mulai memejam seiring dengan sentuhan lembut tangan Kai di kepalanya.
.
.
.
Sementara itu...
Kris tergesa-gesa menuju bandara untuk menemui Tao. Kris tak peduli teriakan sekertarisnya dan beberapa pegawainya. Dipikiran Kris saat ini hanya Tao. Kris masih tak percaya apa yang dikatakan Kai saat ditelepon tadi. Tao mencoba bunuh diri karena dirinya? Kris meruntuki keputusannya untuk meninggalkan Tao tanpa memberitahunya. Penyesalan datang terakhir bukan?
Sesaat sampai dibandara, Kris langsung membeli tiket ke Korea. Kris bahkan tak peduli dengan penampilannya saat ini. Rambut acak-acakan, dasi yang dilonggarkan, kemeja berantakan dan jas yang tidak dikancingkan. Berantakan memang, tapi menambah kesan cooldan tampan. Kris sedari tadi melirik jam tangannya, waktu seakan berjalan lambat bagi Kris. Kris sudah tak sabar ingin melihat kondisi Tao saat ini.
.
.
.
.
.
.
Suho memandang Tao dengan iba. Suho tak menyangka Tao akan berbuat nekat seperti itu hanya demi seorang Kris. Wajah Tao terlihat pucat dan tubuhnya lebih kurus. Kepergian Kris lebih dari seminggu menimbulkan efek yang besar bagi Tao. Suho menghela nafasnya, sudah semalaman dia berjaga untuk menunggu Tao yang tidak sadar juga. Suho miris melihat pergelangan tangan Tao yang ditutupi perban. Suho mengelus lembut tangan itu dan menyalurkan rasa kasih sayangnya agar Tao terbangun.
KREK
Suho menoleh saat ada orang yang masuk kekamar rawat Tao yang ternyata Baekhyun dan Luhan.
"Istirahatlah dulu, hyung. Kau pasti lelah menjaga Tao semalaman. Biar kami yang menjaganya" ucap Luhan. Suho hanya mengangguk lemas dan meninggalkan ruang rawat Tao. Dia terlalu lelah saat ini untuk sekedar berbicara.
"Taoie...Kau tak ingin bangun? Ini sudah pagi" bisik Baekhyun ke telinga Tao.
Luhan mengelus rambut Tao. Luhan ingin menangis melihat kondisi Tao sekarang. Dia merasa tak becus menjaga namdongsaengnya yang paling manja itu.
"Uljima, hyung" ucap Baekhyun saat dia melihat mata Luhan yang berkaca-kaca. Luhan mengusap matanya kasar. Baekhyun benar, aku tidak boleh menangis ucap Luhan dalam hati. Luhan dan Baekhyun hanya bisa terdiam dan memandangi Tao yang tengah terbaring lemah. Suara detektor jantung mengisi sunyi diruangan itu. Tak ada pergerakan sedikit pun dari penghuninya.
.
.
Sementara itu di lobi rumah sakit...
Kai, Kyungsoo, Sehun dan Chanyeol datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Tao. Tiba-tiba dari arah belakang mereka ada seorang namja yang berlari tergesa-gesa dan menabrak keempat namja itu. Sontak namja yang terburu-buru itu membungkukkan badannya dan meminta maaf lalu bersiap untuk berlari lagi hingga ada suara yang mengintrupsinya.
"Kris hyung?" tanya Chanyeol ragu. Kris yang hendak berlari mengurungkan niatnya ketika mendengar suara yang familiar. Kris menolehkan kepalanya dan baru menyadari bila yang ditabrak tadi adalah teman-temannya.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Kai dingin.
"Bagaimana kondisi Tao? Apa dia baik-baik saja?" tanya Kris khawatir.
"Apa urusanmu? Bukankah ini maumu?" ucap Kai tanpa menjawab pertanyaan Kris. Kris menarik kerah baju Kai penuh emosi.
"Katakan dimana Tao? Tunjukkan kamarnya?" perintah Kris marah. Kai hanya tersenyum sinis.
"Untuk apa aku mengatakannya padamu" jawab Kai santai. Kris tersulut emosi dan semakin mencengkram kerah baju Kai.
"Aku kekasihnya, Kim! Sekarang katakan padaku?!" bentak Kris. Mendengar bentakan Kris, Chanyeol langsung meghampiri Kris guna menenangkan hyunnya itu. Sedangkan Sehun dan Kyungsoo mendekati Kai dan bersiap mencegah Kai bertindak bodoh.
"Kekasihnya? Kau meninggalkannya, Kris! Kau hampir membunuhnya!" bentak Kai dan melepaskan cengkraman kris. Kris sedikit terhuyung kebelakang dan Chanyeol menahannya.
"Mengacalah, Kim! Kau dulu juga meninggalkan Kyungsoo! Kau dan aku sama saja!" teriak Kris emosi. Kai mengepalkan tangannya menahan marah.
"Bukankah aku sudah memperingatimu?! Aku tak mau kau mengulangi kesalahanku, Kris!" teriak Kai dan memukul pipi Kris. Kris tersungkur menerima pukulan Kai. Sudut bibirnya berdarah. Chanyeol membantu Kris berdiri. Sehun dan Kyungsoo menahan Kai yang ingin memukul Kris lagi.
Pertengkaran mereka menjadi tontonan para pengunjung dan orang-orang yang berada di lobi. Tak ada satu pun yang berani melerai perkelahian antar teman itu.
"Kau..." teriak Kai terputus saat Kyungsoo memeluk Kai erat. Sayup-sayup Kai bisa mendengar suara Kyungsoo yang berkata, "Kumohon, jangan diteruskan". Sehun yang melihat peluang untuk membawa Kris pergi pun menghampiri Kris dan Chanyeol. Sehun mengkode Chanyeol untuk membawa pergi Kris. Chanyeol yang mengerti langsung saja memapah Kris meninggalkan Kai dan Kyungsoo.
Nafas Kai masih memburu. Dia masih belum puas memaki Kris. Tapi apa daya, Kyungsoo menahannya dan memohon kepadanya. Kyungsoo membawa Kai keluar rumah sakit dan menuju taman rumah sakit.
Kyungsoo memberi Kai jus kaleng yang ia beli dimesin minuman. Kai menerimanya dan menggenggam jus itu tanpa berkata apa-apa. Kyungsoo mendudukan dirinya disebelah Kai. Kyungsoo mengusap pelan punggung Kai. Kai menghela nafas dan akan mengucapkan sesuatu akan tetapi Kyungsoo mendahuluinya.
"Hajima. Diamlah dan tenangkan pikiranmu" ucap Kyungsoo.
Kai hanya menurut dan memeluk Kyungsoo. Kepala Kai bersandar di bahu Kyungsoo. Kyungsoo mengelus kepala Kai penuh kasih dan mulai menyanyikan sebuah lagu untuk menenangkan Kai. Orang-orang yang berada ditaman memandang pasangan itu penuh iri. Romantisnya kedua orang itu dan mereka terlihat serasi. Ada pula yang mengabadikan momen mereka secara diam-diam.
.
.
Chanyeol, Kris dan Sehun sudah berada didepan kamar rawat Tao. Saat hendak Kris membuka pintu, tiba-tiba saja Baekhyun keluar. Awalnya Baekhyun kaget mendapati ada 3 namja didepan pintu tapi wajahnya berubah datar saat melihat wajah Kris.
"Apa maumu?" tanya Baekhyun datar. Kris menghela nafas, baru saja tadi dia bertengkar dengan Kai sekarang dia harus menghandapi Baekhyun.
"Baek.." panggil Chanyeol. Baekhyun memandang Chanyeol sejenak dan meninggalkan ketiga namja itu tanpa berkata apa-apa. Chanyeol langsung mengejar Baekhyun.
Sehun membuka pintu ruang rawat Tao. Sehun melihat Luhan sedang tertidur disamping ranjang Tao dengan menggenggam tangan Tao. Sehun membangunkan Luhan. Luhan melenguh pelan dan mengerjabkan matanya. Luhan menatap Sehun dengan mata ngantuknya. Sehun segera membantu Luhan berdiri dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Kris langsung saja menghampiri Tao dan membelai wajah Tao yang terlihat pucat. Kris menangis dalam diam melihat kondisi Tao. Kris menatap nanar pergelangan tangan Tao yang terbalu perban. Perlahan Kris mengusap tangan tao dan sesekali menciuminya.
"Baby, bangunlah. Gege sudah ada disini" ucap Kris. Ingin rasanya Kris menggantikan kesakitan Tao. Kris tak tahan baby pandanya itu terbaring seperti ini. Kris menyalahkan dirinya dengan apa yang terjadi pada Tao. Ini salahku batin Kris.
Kaisoo, Hunhan dan Chanbaek masuk kedalam ruang rawat Tao. Mereka melihat Kris yang tengah menciumi tangan Tao. Kris menolehkan kepalanya. Kris menatap teman-temannya dengan pandangan bersalah.
"Mian. Ini semua salahku. Apa yang harus ku lakukan agar membuat Tao kembali? Haruskah aku mati?" lirih Kris pasrah.
PLAK
.
.
.
.
Tebeceh
Nah lo,, ada suara apa itu? kkkk. Gimana readers-nim chap ini. Apa kah kurang menarik? yang minta Tao mati atau koma, mian aku gag bisa ngabulin. Aku gag mau nyiksa my baby pandaku. Kasian dia disini udah menderita. huhuhu. masih pendekkah? kelihatannya chap depan itu chap terakhir deh alias udah end. Ntar kalo kepanjangan readers-nim bosan lagi. Makasih yang udah baca dan review dichap kemaren. Makasih juga untuk para silent readers yang menaikkan jumlah view-nya. hehehehe
MIND TO REVIEW?
BIG THANKS TO
LVenge, jongindo, ariviavina6, Insooie baby, Maple fujoshi2309, dorekyungsoo93, uffiejung, cici fu, she3nn0, Huang Zi Lien, humaira9394, aqila k, Desta Soo, meliarisky7, hunhanrakaisoo, Kaidyo13, LatteDyo, ahmdhlm, ia, DahsyatNyaff, ChangChang, Fuji jump910, kimyori95, lolamoet, didinsoo
