PABO, JONGIN (SEQUEL)
CAST: KAISOO, HUNHAN, CHANBAEK, TAORIS
GENRE: ROMANCE, SAD, HURT, DRAMA
RATE: T (agak menjurus dikitlah ya)
YAOI, BOY X BOY
.
.
.
.
DONT LIKE, DONT READ
.
.
.
NO BASH!
.
.
.
.
PLEASE REVIEW
.
.
.
.
ENJOY
.
.
.
.
PLAK
Semua yang berada diruangan itu membelalakkan matanya kaget. Kris sendiri juga kaget bahwa Kyungsoo menamparnya. Kyungsoo hanya diam dan memandang Kris datar.
"Jika kau mau mati ya mati saja. Tapi jika dengan kematianmu membuat Tao semakin menderita, aku tak akan membiarkanmu" ucap Kyungsoo datar. Semua tertegun dengan ucapan Kyungsoo. Bisa-bisanya namja mungil mengatakan itu pada Kris yang lebih tua.
"Pergi dan tak usah kembali jika kau ingin menyakiti Tao dan tetaplah disini apapun yang terjadi bila kau ingin bersama dengan Tao" imbuh Kyungsoo. Kris hanya menundukkan kepalanya dan memikirkan setiap kata-kata Kyungsoo. Kris bimbang sekarang. Dia tak tau harus bagaimana.
Suasana menjadi hening setelah Kyungsoo berbicara seperti itu. Tangan Tao mulai bergerak perlahan tanpa ada yang menyadari. Mata Tao mulai terbuka dan membiasakan cahaya yang masuk kedalam matanya. Tao melihat kesekelilingnya dan dia menemukan teman-temannya dan juga kekasihnya tengah menunduk. Tao tak tau apa yang baru saja terjadi hingga membuat teman-temannya menundukkan kepalanya.
"Gege..." panggil Tao serak. Kris mendongakkan kepalanya saat mendengar suara Tao. Semua yang ada diruangan mulai menghampiri Tao yang sudah sadar.
"Baby...Gwenchana? Mani apo?" tanya Kris khawatir dan mengusap surai Tao. Tao hanya menggeleng lemah. Sehun segera keluar ruangan untuk memanggil dokter. Beberapa saat kemudian dokter dan suster datang. Dokter menyuruh semua yang ada diruangan untuk keluar terlebih dahulu sebelum memeriksa Tao.
Para namja itu keluar dan duduk didepan ruang rawat Tao. Sehun memeluk Luhan yang menangis bahagia. Pasangan Chanbaek pun melakukan hal yang sama.
"Apa kau senang, hyung? Sekarang apa keputusanmu?" tanya Kyungsoo tiba-tiba. Semua mata memandang Kyungsoo dengan tatapan bingung. Kris hanya diam dan tak menjawab Kyungsoo.
Pintu ruang rawat Tao terbuka. Dokter dan suster keluar lalu menjelaskan kondisi Tao saat ini yang sudah lebih baik dan stabil. Tao masih harus beristirahat untuk memulihkan kesehatannya. Setelah menjelaskan kondisi Tao, dokter dan suster itu pun pamit. Hunhan dan Chanbaek langsung masuk ke ruang rawat Tao, sedangkan Kris, Kyungsoo dan Kai masih berada diluar.
Kris menghela nafas lega mendengar penjelasan dokter. Dia senang Tao sudah lebih baik.
"Pulanglah, hyung. Istirahatlah dulu" ucap Kai datar. Kris menoleh ke arah Kai.
"Kau mengusirku?" tanya Kris.
"Ani. Tapi memang kau butuh istirahat sekarang, hyung. Aku yakin kau tadi dari bandara langsung kemari. Kembalilah nanti bila kau sudah lebih baik dan membawa keputusanmu" ucap Kyungsoo lebih lembut. Akhrinya Kris mengangguk dan memutuskan pulang ke apartemennya.
Kai dan Kyungsoo masuk ke ruangan Tao membuat semua mata memandang mereka dengan pandangan bertanya.
"Dimana, gege?" tanya Tao.
"Aku menyuruhnya pulang dulu. Dia terlihat berantakan. Nanti dia akan kemari. Tenang saja, Tao" jawab Kyungsoo sambil tersenyum. Tao hanya mengangguk pasrah dan sedikit kecewa. Kris yang selama ini Tao cari berada didekatnya. Ingin sekali Tao menanyakan semua yang terjadi kepada Kris. Tao masih penasaran dengan hilangnya Kris yang tiba-tiba.
"Gwenchana, Tao. Kris akan menjengukmu nanti. Kau bisa menanyakan semuanya nanti, sekarang istirahatlah" ujar Luhan yang tau kemurungan Tao.
"Aniyo, hyung. Aku ingin mengobrol dengan kalian" pinta Tao.
Mereka bersendau-gurau mendengar lelucon pasangan Chanbaek. Tao ikut terkekeh melihat tingkah laku sejoli itu. Semua membaur untuk menghibur Tao. Tao terlihat lebih bahagia sekarang, walaupun wajahnya masih terlihat pucat.
"Ada apa ini?" tanya Suho yang baru saja masuk.
"HYUNG!" pekik Tao senang.
"OMO! Kau sudah sadar Tao-ya? Bagaimana keadaanmu panda?" tanya Suho yang mendekati ranjang Tao.
"Aku sudah lebih baik, hyung" balas Tao tersenyum. Suho ikut tersenyum. Suho memberikan bungkusan yang ia bawa ke pasangan Chanbaek, Hundan dan Kaisoo. Suho tau pasti anak-anak itu belum makan sedari tadi. Untung saja dia membawakan makanan berlebih. Mata Luhan dan Baekhyun berbinar saat melihat Suho memberikan makanan ke arah mereka dan merebutnya untuk segera memakannya. Suho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah temannya itu.
"Aku pamit dulu. Ada urusan mendadak dikantor" ujar Kai.
"Benarkah? Sayang sekali" balas Tao.
"Kaja, Soo" ajak Kai dan menggandeng tangan Kyungsoo.
"Ya! Kenapa Kyungsoo kau bawa? Bukankah tak ada urusannya dengan Kyungsoo?" sewot Baekhyun.
"Terserah aku. Dia kan namjachingu ku" sinis Kai.
"Sudahlah. Tao aku pergi dulu, istirahatlah yang cukup" ujar Kyungsoo menengahi pertengkaran KaiBaek.
Kyungsoo menarik Kai keluar sebelum Baekhyun mengeluarkan kata-kata yang menyulut emosi Kai. Untuk masalah Kyungsoo dan Baekhyun sudah terselesaikan. Baekhyun meminta maaf kepada Kyungsoo dengan paksaan dari Chanyeol. Kyungsoo juga sudah meminta maaf ke Baekhyun karena selama ini tak pernah cerita semuanya. Permintaan maafpun diakhiri dengan pelukan mesra BaekSoo yang membuat Kai dan Chanyeol segera memisahkan mereka.
.
.
.
"Kenapa kau membawaku ke kantormu, Jong?" tanya Kyungsoo yang sekarang sudah berada di kantor Kai.
"Aku ingin kau menemaniku" jawab Kai santai dan memeluk Kyungsoo dari samping. Selama perjalanan ke ruangan Kai terdengar –lagi- bisik-bisik para karyawan melihat kemesraan bosnya itu.
"Kim Sajangnim! Saya sudah menelepon anda berkali-kali. Saya kan sudah memberitahu bahwa hari ini ada rapat dengan klien penting. Beliau sudah menunggu lama, saya tidak sanggup menahannya lagi" keluh Daehyun setelah Kai dan Kyungsoo masuk ke ruangan direktur.
"Kau cerewet sekali. Dimana rapatnya?" ujar Kai malas.
"Diruang meeting, Sajangnim" jawab Daehyun.
"Soo...Aku tinggal dulu sebentar. Kau bisa melakukan apa saja termasuk membunuh namja itu" ujar Kai sembari menunjuk Daehyun.
"Sajangnim!" protes Daehyun yang tak ditanggapi Kai. Kyungsoo hanya terkekeh melihat pertengkaran atasan dan bawahan itu. Kai meninggalkan ruangannya untuk menghadiri meeting. Sedangkan Daehyun berada diruangan Kai bersama Kyungsoo yang masih merajuk karena kata-kata bosnya.
"Sudahlah, Daehyun-ssi. Jangan pikirkan kata-kata Kai. Dia hanya bercanda" ujar Kyungsoo tersenyum.
"Aku tak menyangka Kim Sajangnim memiliki kekasih seperti anda dan anda betah saja dengan kelakuan Kim sajangnim" ujar Daehyun. Kyungsoo hanya terkekeh mendengar perkataan Daehyun.
.
.
.
.
.
SREK
Pintu ruang rawat Tao terbuka dan menampakkan seorang namja berwajah blasteran. Namja itu tersenyum melihat Tao yang tengah asik dengan gamenya. Tao tak sadar jika ada sesorang yang sedang memandanginya. Tao terkadang menggerutu sendiri dengan ekspresi yang berbeda-beda.
"Baby panda..." panggil Kris lembut. Tao mendongakkan kepalanya dan terkejut saat melihat Kris berjalan mendekatinya.
"Gege...Sejak kapan gege masuk?" tanya Tao dengan ekspresi terkejutnya. Kris tersenyum dan membelai rambut Tao.
"Sejak kau sibuk dengan gamemu dan membuat berbagai ekspresi lucu" kekeh Kris. Tao mempoutkan bibirnya. Kris mendudukkan dirinya dikursi dekat ranjang Tao dan menggenggam tangan Tao.
"Maafkan gege, baby. Gege tidak bermaksud meninggalkanmu. Gege hanya pergi sebentar saja" ucap Kris dan memandang Tao.
"Tapi setidaknya gege bisa memberitahu Tao. Apa Tao tidak berarti untuk gege?" jawab Tao dan menundukkan kepalanya.
"Bukan begitu, baby. Gege hanya tak ingin kau sedih kalau gege memberitahumu"
"Tapi Tao kecewa gege tak memberitahuku. Tao seperti tak berarti untuk gege"
"Maafkan gege. Gege tak bermaksud seperti itu, baby. Gege takut kau tak sanggup menerimanya"
"PALING TIDAK GEGE MEMBERITAHU TAO!" teriak Tao dan tangisnya pecah.
Keluar semua rasa marah dan kecewa Tao selama ini. Tao menutup matanya dengan kedua tangannya dan menangis sejadi-jadinya. Kris terdiam mendengar bentakan Tao. Kris tau dia salah. Kris menatap Tao yang sedang menangis dengan perasaan bersalah. Baru kali ini Kris melihat Tao menangis tersedu-sedu.
"Mianhae, Tao. Gege telah menyakitimu dan membuatmu seperti ini. Gege tak bisa melindungimu sesuai janji gege. Mianhae" tutur Kris sambil menjulurkan tangannya mengambil alih tangan Tao dari wajahnya. Kris mengusap air mata Tao. Tao masih sesenggukan dan menatap Kris.
"Aku akan memaafkan gege asal gege tak mengulanginya lagi dan gege harus menceritakan semuanya" ucap Tao yang sudah berhenti menangis.
Kris tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kris mulai menceritakan semuanya kepada Tao. Tao mendengarkan semua penjelasan Kris. Sesekali Tao mengangguk-anggukan kepalanya. Tao memeluk Kris saat Kris selesai menceritakan semuanya. Kris membalas pelukan Tao dan menikmati hangatnya tubuh Tao. Kris melepaskan pelukan Tao dan mendekatkan wajahnya. Tao memejamkan matanya saat wajah Kris semakin mendekat. Kris mencium bibir Tao dan mulai melumatnya. Tao diam dan menikmati permainan Kris. Hingga...
"YA! YA! YA! APA-APAAN KALIAN!" teriak Baekhyun yang baru saja membuka pintu ruang rawat Tao. Dibelakang Baekhyun ada Chanyeol yang tersenyum melihat pasangan Taoris yang sedang berciuman. Chanbaek menghampiri Taoris yang sudah melepaskan panggutan mereka.
"Kau mengganggu" ucap Kris sebal dan Tao hanya menunduk malu.
"Salah hyung sendiri mencium Tao tak tau tempat" sinis Baekhyun.
"Lain kali kunci pintu dulu hyung biar tak ada yang mengganggu. Aku juga sering begitu" ucap Chanyeol blak-blakan. Baekhyun memukul lengan kekasihnya itu. Kris dan Tao hanya geleng-geleng melihat tingkah Chanbaek.
"Kelihatannya ada yang sedang bahagia nih" goda Baekhyun ke Tao. Tao menunduk malu dan memilin baju bagian bawahnya.
"Tentu saja, Chagi. Bukankah kita melihat mereka sedang berciuman" goda Chanyeol.
"Sudahlah. Kalian kesini ingin menggodaku atau menjenguk Tao?" sewot Kris.
"Awalnya kami ingin menjenguk Tao, tapi begitu melihat kalian berciuman kami jd ingin menggoda Tao" jawab Chanyeol santai dan diangguki oleh Baekhyun.
"Hyung! Jangan menggodaku terus!" kesal Tao dan melipat kedua tangannya didepan dada. Chanbaek terkekeh melihat Tao yang merajuk. Kris hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.
.
.
.
.
.
Kyungsoo sedari tadi mondar-mandir didapur untuk menyiapkan makan malam. Sekarang Kyungsoo berada apartemen Kai. Kai memaksa Kyungsoo untuk tinggal bersamanya tapi ditolak mentah-mentah oleh Kyungsoo. Kyungsoo hanya belum siap tinggal berdua dengan Kai mengingat kekasih hitamnya itu sangat mesum. Kyungsoo takut akan diapa-apakan Kai.
GREP
Kai tiba-tiba memeluk Kyungsoo dari belakang. Kyungsoo yang terkejut segera membalikkan badannya dan mengangkat pisau yang sedari tadi dipenganggnya kearah Kai.
"Woah...santai, Soo" ucap Kai kaget melihat reaksi Kyungsoo yang membawa pisau. Kyungsoo melotot kearah Kai yang hanya cengar-cengir.
"Jangan mengagetkanku! Masih untung pisauku tidak langsung menancap keperutmu" sengit Kyungsoo.
"Mian. Aku hanya ingin memelukmu saja. Tapi reaksimu saja yang terlalu berlebihan"
"Berlebihan katamu?!" ucap Kyungsoo dengan nada tinggi dan mengangkat pisaunya tinggi-tinggi seakan ingin menebas Kai.
"YA! Jangan angkat pisaumu seperti itu. Kau ingin pacarmu yang tampan ini terluka?" ucap Kai sambil berjalan mundur.
"Ck. Sudah sana nonton TV saja daripada menggangguku" ucap Kyungsoo membalikan tubuhnya dan melanjutkan acara memasaknya. Kai mendengus dan berjalan menuju ruang tengah. Dasar tak romantis cibir Kai.
Akhirnya masakan Kyungsoo selesai. Kyungsoo tersenyum puas melihat hasil masakannya. Kyungsoo bergegas memanggil Kai untuk makan malam. Saat diruang tengah Kyungsoo melihat Kai tertidur disofa. Kyungsoo berjongkok untuk melihat wajah Kai dari dekat. Meneliti setiap lekuk wajah Kai yang terlihat sempurna untuknya. Tangan Kyungsoo dengan sendirinya terangkat menelusuri wajah Kai hingga berhenti dibibir. Kyungsoo mencium bibir Kai lama dan mulai melumatnya. Entah keberanian darimana Kyungsoo berani mencium Kai. Kai membuka matanya dan melihat Kyungsoo yang memejamkan matanya menikmati ciumannya. Dengan cepat Kai menekan tengkuk Kyungsoo dan mulai membalas ciuman Kyungsoo. kyungsoo yang kaget mencoba memberontak. Tapi kekuatan Kai lebih besar. Kai membimbing tubuh Kyungsoo untuk berada diatasnya tanpa melepas ciuman mereka. setelah dirasa Kyungsoo kehabisan nafas, Kai melepaskan ciuman mereka.
"Mulai nakal sekarang. Beraninya menciumku saat aku tertidur" ucap Kai dengan smirknya.
"A-Aku ti-tidak menciummu. Ma-makan malam sudah siap" gugup Kyungsoo.
"Benarkah? Bukankah kau duluan melakukannya? Aw...Ampun!" goda Kai dan diakhiri suara rintihan Kai karena pukulan Kyungsoo.
"Kau menyebalkan" ucap Kyungsoo dan mempoutkan bibirnya.
"Tak bisakah kau turun, Soo? Atau kau mau melanjutkan yang tadi?" goda Kai dengan smirk khasnya. Dengan cepat Kyungsoo turun dari tubuh Kai dan berjalan kearah ruang makan. Kai terkekeh melihat Kyungsoo yang salah tingkah dan mengikuti Kyungsoo keruang makan.
ada obrolan saat makan sibuk dengan makanannya dan Kai sesekali melirik kearah Kyungsoo.
"Soo…"
"Hmm"
"Ayo kita menikah" ucap Kai santai.
BYUR
Kyungsoo menyemburkan makanannya saat mendengar ajakan dari kaget tiba-tiba saja Kai meminta untuk menikah.
"Uhuk…Jangan bercanda, Jong!" ucap Kyungsoo terbatuk dan meminum air putih didepannya.
"Aku tidak bercanda. Aku serius, Soo" ucap Kai memandang intens Kyungsoo.
"Aku tidak suka leluconmu. Habiskan makananmu" ucap Kyungsoo dan membereskan alat makannya dan membawanya ke tempat menghela nafas dan melanjutkan makannya. Disisi lain, Kyungsoo yang sedang mencuci piring menjadi salah tingkah dengan muka yang memerah. Jantung Kyungsoo berdetak kencang setelah Kai mengajaknya untuk dia serius batin Kyungsoo. Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyangkal semua yang diucapkan Kai dan melanjutkan acara cuci piringnya.
.
.
.
.
.
Suara riuh terdengar dari salah satu terlihat sedang mengadakan tawa terdengar hingga keluar …kebiasaan para namja Populer jika mengadakan pesta pasti dirumah sederhana karena rumah Luhan luas dan lebih terkadang sebal jika rumahnya digunakan tempat pesta karena ujung-ujungnya Luhan sendiri yang membersihkan kekacauan yang ditimbulkan teman-temannya.
"Kau yakin ingin ikut Kris, Tao?" tanya Luhan.
"Iya, ge. Aku sudah bilang ke Baba dan Mama" jawab Tao.
"Kalian kenapa? Bertengkar lagi?" tanya Chanyeol yang melihat aura canggung antara Kai dan Kyungsoo.
"Ani" jawab Kai dan Kyungsoo bersamaan.
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Luhan penasaran. Kyungsoo terlihat gelagapan mendengar pertanyaan Luhan. Kyungsoo bingung harus menjawab apa. Sehun yang menyadari Kyungsoo yang salah tingkah pun hanya terkekeh dan memeluk Luhan. Tentu saja Sehun tau apa yang terjadi. Kai selalu menceritakan masalahnya kepada Sehun.
"Mmmm….itu…." ucap Kyungsoo ambigu.
"Aku mengajak Soo baby menikah" jawab Kai pada akhirnya yang gemas dengan tingkah Kyungsoo sedari tadi.
"MWO?!" teriak Luhan, Chanbaek, dan Taoris bersamaan.
"Aish…Pabo!Jangan mengatakannya!" ucap Kyungsoo sambil memukuli lengan Kai.
"YA! Apo…aw..aw…aw…Berhenti!" ucap Kai kesakitan.
"Bukankah itu bagus?" tanya Luhan dengan mata berbinar.
"Aku rasa Kyungsoo tak mau menikah dengan si hitam itu" ucap Chanyeol dan Kai langsung mendeathglarenya.
"Apa jawabanmu, Kyung?" tanya Baekhyun penasaran. Semua mata tertuju pada Kyungsoo yang sedari tadi hanya yang menyadari dipandangipun mendongakkan kepalanya. Kyungsoo bergidik ngeri melihat teman-temannya yang memandanginya menuntut.
"Dia menolakku" ujar Kai. Sontak semua mata memandang Kai penuh tanya.
"Benarkah?" tanya Baekhyun yang memalingkan wajahnya kearah Kyungsoo. Semua ganti memandangi Kyungsoo.
"Itu…Aku…mmmm…Ish! Kau bodoh, Jong!" ucap Kyungsoo kesal karena bingung harus menjawab apa.
"YA! Kau mengataiku bodoh?!" teriak Kai tak terima.
"Geure! Kau memang bodoh, kkamjong!" sengit Kyungsoo.
"Itu semua kenyataan! Kau menolak semua ajakanku!" eyel Kai.
"Aku tak pernah mengatakkannya!" jengkel Kyungsoo.
"Tapi kau tak menjawabnya!" balas Kai.
Hah…semua orang yang disana hanya geleng-geleng melihat perdebatan Kaisoo. Bukannya jawaban yang diterima tapi malah disuguhi pertengkaran tak bermutu Kaisoo.
"DIAM!" bentak Baekhyun yang merasa pertengkaran itu tak ada habisnya. Kai dan Kyungsoo langsung berhenti bertengkar dan mengalihkan pandangannya ke Baekhyun.
"Apa jawabanmu Kyung? Dan kau Kai! Diamlah!" ucap Baekhyun ke Kyungsoo dan memperingati Kai yang akan bersuara. Kai mendengus sebal dan keluar menuju halaman belakang rumah menatap Kai pergi dan mengalihkan pandangannya kearah teman-temannya.
"Aku tak hanya ragu" tutur Kyungsoo pelan.
"Apa yang kau ragukan?" tanya Luhan lembut.
"Atau kau ingin Kai pergi meninggalkanmu lagi agar kau tidak ragu?" sindir Baekhyun. Luhan mencubit Baekhyun dan hanya dibalas gerutuan dari Baekhyun.
"Jangan dengarkan ucapan Baekhyun, Kyung" ucap Kris.
"Aku tak ingin Jongin pergi dan meninggalkanku tapi aku masih ragu perasaanku padanya" jelas Kyungsoo.
"Yakinlah, Kyung. Kai sangat mencintaimu" ujar Luhan.
"Benar, hyung. tak mungkin bertahan selama ini bila kau tak mencintai Kai" ucap Tao menyemangati.
Kyungsoo memandang teman-temannya. Ternyata senyaman ini menceritakan masalahmu kepada tersenyum lalu mengangguk. Sekarang dia yakin apa yang harus dilakukan.
"Aku pergi dulu. Ada rapat penting yang harus dihadiri" ucap Kai tergesa-gesa dan menyambar jaket dan kunci mobilnya. Bahkan Kai melupakan Kyungsoo. Kyungsoo memandang sendu pintu depan yang baru saja Kai lewati. Luhan, Tao dan Baekhyun merasa kasihan kepada Kyungsoo.
"Tenang saja, hyung. Dia ada urusan mendadak dikantor. Aku akan mengantarkanmu pulang. Lihat, Kai mengirimiku pesan untuk mengantarmu pulang. Dia masih peduli padamu" jelas Sehun panjang-lebar untuk menghibur Kyungsoo dan menunjukkan sms dari Kai. Luhan merebut Hp Sehun dan membaca sms dari Kai.
"Benar, Kyung! Ini sms dari Kai" heboh Luhan.
"Katakanlah jawabanmu pada Kai segera. Aku takut dia salah paham lagi" ucap Chanyeol dan diangguki oleh Hunhan, Taoris dan Baekhyun. Kyungsoo tersenyum menanggapi saran teman-temannya.
.
.
.
.
.
"Ish...Kemana sih dia. Mana dari tadi telponku tidak diangkat. Dua hari tak memberi kabar. Seenaknya saja" gerutu Kyungsoo yang sedang berdiri pintu apartemen Kai. Sebenarnya Kyungsoo tau password apartemen Kai, hanya saja dia ingin memastikan Kai berada di apartemennya.
Kyungsoo memasukkan password apartemen Kai dan segera membuka masuk kedalam. Gelap. Hanya itu yang dapat Kyungsoo lihat. Kyungsoo mencari saklar lampu dan menekannya. Seketika lampu menyala dan menyinari apartemen Kai. Berantakan sekali batin Kyungsoo. Kyungsoo mulai mencari keberadaan Kai. Kyungsoo masuk ke kamar Kai dan menemukan Kai yang terbaring diatas ranjangnya. Kyungsoo mendekati Kai dan heran melihat penampilan Kai yang begitu...berantakan?
Kyungsoo meraba dahi Kai dan terkaget saat kulit tangannya menyentuh dahi Kai. Panas sekali batin Kyungsoo. Kyungsoo dengan segera mengambil air dingin untuk kompres Kai dan mengganti baju Kai. Setelah Kyungsoo selesai merawat Kai, Kyungsoo memutuskan untuk bersih-bersih dan membuatkan bubur.
Apartemen Kai sekarang sudah bersih dan rapi serta bubur Kyungsoo sudah matang. Kyungsoo membawa bubur dan air putih diatas nampan ke kamar Kai. Kyungsoo meletakkan nampan itu ke meja nakas dekat ranjang Kai. Kyungsoo mengganti kain kompres Kai. Kyungsoo yang lelah pun memposisikan dirinya tidur disamping Kai dan memeluk Kai.
Kai menggeliat tak nyaman dan membuka matanya. Saat kai akan beranjak bangun dia menyadari ada sesuatu yang sedang memeluknya. Kai menoleh dan mendapatkan Kyungsoo yang masih terpejam. Kai tersenyum saat menyadari Kyungsoo berada disampingnya dan merawatnya. Tentu Kai cepat menyadari apa yang terjadi. Kain didahinya, bubur, air putih, baskom berisi air itu semua pasti perbuatan Kyungsoo. Kai menidurkan kembali tubuhnya dan memeluk Kyungsoo. Kai sangat menyukai saat-saat seperti ini.
"Kau sudah bangun?" ucap Kyungsoo serak khas orang bangun tidur.
"Apakah aku membangunkanmu?" balas Kai bertanya. Kyungsoo hanya menggeleng didepan dada Kai.
"Apa demammu sudah turun?" tanya Kyungsoo.
"Ku rasa sudah. Bukankah ada malaikat yang merawatku semalam" ucap Kai.
"Benarkah? Siapa itu?" tanya Kyungsoo polos.
"Itu kau, Soo" gemas Kai dan mencubit hidung Kyungsoo. Kyungsoo semakin menenggelamkan kepalanya didada bidang Kai. Sangat nyaman batin Kyungsoo.
"Soo..."
"Menikahlah denganku" ucap Kai.
"Kenapa kau suka sekali mengatakannya?" tanya Kyungsoo dan mendongakkan kepalanya kearah Kai.
"Karena aku sangat mencintaimu" jawab Kai mantap.
"Aku akan selalu melindungimu, menyayangimu, mencintaimu seumur hidupku. Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi dan akan selalu berada disampingmu. Yeonghwoni" lanjut Kai.
"I do" jawab Kyungsoo lirih dan menangis bahagia dipelukan Kai.
"Gomawo, Soo. Gomawo" ucap Kai dan mencium puncak kepala Kyungsoo.
Hari ini adalah hari terindah dalam hidup Kai terutama Kyungsoo yang menerima lamarannya. Kai tak bisa hidup tanpa Kyungsoo begitu pula Kyungsoo yang tak bisa hidup tanpa Kai. So romantic.
.
.
.
.
END
Huah...ini chap terpanjang yang pernah aku buat. Dan paling gaje. Apakah momennya kurang so sweet? Atau susah dipahami? Aku bingung harus buat kayak apa lagi. Ini bener2 udah end ya. Aku gag akan buat side story atau apapun itu. Ntar tambah absurb lagi ceritanya. apakah sesuai dugaan kalian siapa yang nampar Kris? Maaf disini Kris aku buat OOC. Pengen aja dia mengharu biru *halah. Disini si panda aku buat labil ya. ya pokonya gitulah.
Aku udah ada ide epep baru tapi masih bingung mau kubuat apa gag. Idenya udah dikepala and muter-muter doank. Mungkin kapan-kapan klo ada waktu kali ya, heheheh. Lagi agak sibuk soalnya #sok sibuk. Terima kasih untuk para readers yang setia menunggu epep ini dan meninggalkan jejak dikotak repiuw. Repiuw kalian membuatku semangat untuk nge-publish. Seneng klo ternyata banyak yang suka. Gag nyangka bakal banyak yang repiuw. Tunggu epep ku selanjutnya. Mian jika ada yang belum kesebut. Makasih ya...
MIND TO REVIEW?
BIG THANKS TO
LVenge, jongindo, ariviavina6, Insooie baby, Maple fujoshi2309, dorekyungsoo93, uffiejung, cici fu, she3nn0, Huang Zi Lien, humaira9394, aqila k, Desta Soo, meliarisky7, hunhanrakaisoo, Kaidyo13, LatteDyo, ahmdhlm, ia, DahsyatNyaff, ChangChang, Fuji jump910, kimyori95, lolamoet, didinsoo, Guest, vivi, me1214, lee minji elf, Viraa479
