"Future Miracle

A/N: warning Judul dan Summary abal kemungkinan isi nya juga abal, OC, typo(s), Gaje, OOC, Absurd, mbuatnya maksa jadi isi tidak terjamin

Disclaimer : Kuroko no Basket bukan punya saya

.

.

.


"You can't stop me"

"Loh, kamu ngejar aku toh? Aku kira kamu lari ditempat. Habis lama sih" kata Daichi mencemooh ketika dia baru mendarat di tanah dengan Daisy yang baru sampai mengejarnya yang hanya dibalas oleh sebuah Tch dari Daisy.

Kini Daichi memegang bola lagi dan dijaga oleh Daisy.

"Defense nya bagus, tidak ada jalan untuk menerobos" kata Murasakibara

"Oh ayolah jangan terlalu tegang rileks dikit, kita kan udah sering one-on-one" kata Daichi sambil mendribel bola

"Damare" kata Daisy singkat, jelas, padat dengan nada sedingin es membuat Daichi sedikit kaget mendengar nada bicara adiknya tapi segera berganti dengan seringaian. "Hmm omoshiroi" kata Daichi sambil mendribel bola.

Daichi mendribel bola dengan kanannya sebelum melemparkan bola itu kearah belakang secara sembarangan, membuat semua orang terbalalak kaget termasuk daisy yang pertahanananya menjadi agak tergoyah.

"Pass?" tanya Kagami

"Pada siapa? tidak ada siapa pun dibelakangnya" jawab Kuroko sambil terus mengamati Daichi yang memutar badannya untuk mengambil bola yang dilemparnya dan membelakangi Daisy. Saat Daisy hendak merebut bola yang dipegang diatas kepala Daichi itu, Daichi segera memutar badannya lagi melewati Daisy dan memegang bolanya ditangan kiri. Tidak mau kalah Daisy langsung membalikkan badannya dan menjulurkan tangganya kearah bola untuk bisa mencurinya dari belakang dapi Daichi yang tahu itu segera memindahkan bolanya ketangan kirinya.

"Quick switch" pekik Hyuuga kaget. Setelah itu Daichi berlari ke basket dan men-shoot bola itu membuat tim 1 lebih unggul 1 poin.

"Oh jadi begitu" kata Aomine akhirnya berkomentar

"Begitu apanya?" tanya Momoi

"Dia tau pertahanan cewek itu nggak bisa ditembus jadi dia melempar bola itu kebelakang supaya konsentrasi cewek itu buyar dalam waktu sepersekian detik tapi dengan kecepatan dan control bola yang sangat bagus dia bisa memakai sepersekian detik itu untuk lolos dari pertahanan cewek itu. Hoo menarik pemain normal gak akan mampu melakukan itu" Kata Aomine sambil menyeringai mulai tertarik dengan kemampuan kakak beradik itu

"Mereka memang bukan pemain normal Daiki" kata Akashi menyeringai karena makin tertarik dengan mereka

Setelah mencoba merebut bola dari Daichi sebanyak 4 kali tapi selalu gagal membuat Daisy terengah-engah dan membeku dalam keadaan shock, insting kapten yang ada di diri Kasamatsu langsung bangkit dan meminta Time Out. Tim 2 langsung duduk di bench mereka yang bersebelahan dengan bench tempat Kiseki no Sedai berkumpul, Daisy langsung duduk di bench paling ujung dekat Kise yang juga duduk di bench Kiseki no Sedai paling ujung, dengan handuk yang digantungkan dikepalanya dan posisi kepalanya yang menunduk jadi tidak bisa melihat ekspresi apa yang diciptakan Daisy.

"Daisycchi?Kau tidak apa-apa?" tanya Kise sambil memgang pundak Daisy

"Frustasi, aku sangat frustasi. Dia terlalu cepat aku tidak bisa menyamai kecepatannya" kata Daisy sambil mengepalkan tangannya

"Eh jangan bilang gitu. Daisycchi juga cepat kok" kata Kise sambil mengelus-elus punggung Daisy

"Tetep aja masih kurang cepet" kata Daisy sambil menghela nafas sebelum melanjutkan "Aku sudah terbiasa kalah sama Nii-chan kalo one-on-one tapi itu hanya kita berdua aku nggak rela kalah kalo aku sedang di tim"

"Nggak papa kok Dai-chan kalah menang kan udah biasa lagian ini cumah latihan kan" hibur Takao

"Tidak merubah fakta kalo aku benci menyeret orang lain dalam kekalahanku" kata Daisy dengan nada serius

"Kalo gitu kita harus lakukan sesuatu. Seperti menganalisa gerakannya mungkin?" kata Kasamatsu

"Benar kata Kasamatsu-san secepat apapun dia kalau kamu tau dia mau apa dan bereaksi duluan pasti kalian bisa menyetop dia" komentar Akashi

"Hmm? Menganalisa gerakannya? Lakukan kalau kalian bisa" kata Daisy dengan nada sarkatis "Asal kalian tau gerakan kakakku itu nggak memakai teori atau teknik pada umumnya. Dia bermain pakek insting, dia nggak melakukan apa yang diajarkan buku dia melakukan apa yang menurutnya bisa memasukan bolanya nggak peduli itu ada di teori atau enggak. Pola pikirannya sangat rumit dan kompleks kalo masalah basket bahkan analisa dan rumus peluang pun nggak akan mampu baca pola pikirannya" kata Daisy panjang lebar.

"Jadi menurutmu bahkan Momoi tukang analisa ini nggak mungkin bisa membaca gerakannya?" tanya Midorima

"Nggak juga. Kan aku bilang nggak mampu bukan nggak mungkin" kata Daisy masih menunduk

"Jadi adakah hal yang mampu membaca gerakannya?" tanya Akashi

"Tentu, hanya 2 hal kecil kok. Pengalaman dan waktu" jawab Daisy

"Pengalaman dan waktu?" tanya Kuroko

"Benar, pertama pengalaman kalau kamu pernah main sama kakakku setidaknya kamu akan dapat sedikit melihat cara pikir kakakku tapi hanya sedikit tdk akan membuat kita menang jadi, dua kita butuh waktu untuk bisa sepenuhnya paham cara pikirnya" kata Daisy

"And I guess you understand his way of thinking?" kata Kagami pake bahasa inggris biar kelihatan gahoool dan sekalian buat Kuroko makin terpesona yang juga sukses mebuat otak Aomine yang memang sudah minimalis bekerja keras sebelum dia bisa mengerti apa yang diucapman Kagami

"Of course, i'm not playing one-on-one with him almost everyday for nine years for nothing" jawab Daisy pake bahasa inggris juga biar kelihatan gahool juga dan lagi-lagi mebuat roda-roda di otak Aomine bekerja keras

"Jadi kami bisa menyerahkan Daichi padamu?" tanya Kasamatsu

"Tentu, aku hanya harus lebih cepat." Kata Daisy lalu menutup mukanya yang belum terlihat dengan kedu tangannya sambil mengucapkan "lebih cepat" berulang-ulang dengan pelan seperti mantra

"Time out habis" teriak Aida Riko membuat tim 1 segera bekumpul dilapangan dan tim 2 juga bersiap-siap ke lapangan lalu Daisy berdiri dengan kepala yang masih tertunduk, merasakan ada yang aneh dengan Daisy , Kise pun khawatir.

"Daisycchi? Daijobu?" tanya Kise khawatir

"Daijobu, jangan khawatir Kise-san" kata Daisy menoleh kearah Kise dengan melempar senyum manis dari bibirnya tapi Kise tau matanya memancarkan tatapan dari seekor predator yang siap memburu mangsanya. Daisy dan yang lainnya pun bersiap dilapangan

Sementara itu para pelatih-pelatih lain akhirnya datang ke Gym setelah rapat dengan beberapa petugas penyelenggara training camp ini, dan juga Alex akhirnya datang setelah kemarin berhalangan datang karena ada urusan.

"Huh, akhirnya aku bisa liat Taiga sama Tatsuya main. Hare? Mereka tidak main ternyata" seru Alex memasuki gym sambil membawa kopi kaleng ditangannya. Dan semua pelatih mengikuti Eiji Shirogane, pelatih Rakuzan untuk menanyakan bagaimana situasi Tarining camp mereka sekarang

"Akashi bagaimana?" tanya Shirogane Eiji

"Semua berjalan lancer, kantoku. Sekarang kita sedang mengamati kemampuan 2 anak yang ditemukan Seirin kemarin" kata Akashi yang hanya dibalas anggukan oleh Shirogane. Para pelatih pun segera duduk di bench di sebelah kiri bench milik Kiseki no Sedai karena bench sebelah kanan mereka milik tim 2

"Seirin nemuin anak?mana?" tanya Alex sambil meneguk kopinya

"Iya kemarin mereka nemuin 2 bocah di hutan. Tuh yang cowok sama cewek rambut biru" kata Aida Kagetora menunjuk kearah Daichi dan Daisy yang sedang berhadapan satu sama lain. Alex yang melihat kearah mereka langsung tersedak dan menjatuhkan kaleng minumannya.

"Alex kau kenapa?" tanya Kagami yang lain pun ikut menoleh kearah Alex bingung sementara Alex masih terbelalak melihat aksi Daisy yang mencoba menerobos pertahanan Daichi.

"Taiga seingatku kamu pernah bilang hanya ada 5 orang jenius dalam basket yang hanya ada 10 tahun sekali" tanya Alex

"Iya kenapa?" Kagami bertanya balik

"Terus kenapa aku sekarang liat 2 orang anak ingusan beraura monster main basket disana" kata Alex yang sedari tadi terbelalak karena melihat 2 anak itu dkelilingi aura biru yang sangat kuat *anggap saja seperti ketika Alex pertama kali liat Midorima*

"Maaf tapi kalau boleh aku tau apa maksud nya dengan monster?" tanya Akashi

"Well, aku denger kamu punya mata ajaib tapi aku kaget kamu nggak bisa liat kemampuan mereka. Kamu nyadar kan kalo mereka bukan anak biasa, mereka special." Kata alex ke Akashi

"Memang benar kalau mereka bukan anak biasa. Tapi aku nggak mengira kalau mereka se-special itu"

"Oh jangan salah mereka lebih dari se-spesial itu. Kau tau mungkin mereka bahkan lebih special dari kalian bocah pelangi" kata Alex dengan seringaian menantang membuat semuanya kaget.

"That's impossible" bantah Akashi

"Hmm, we'll see" tantang Alex

Dan dilapangan sudah ada Daisy yang mendribel bola dan dijaga oleh Daichi. Mereka semua mengamati pertarungan antara Daichi dan Daisy , disitu Daisy sedang terfokusmendribel bola mata lebar cantiknya kini menyipit penuh konsentrasi sementara Daichi masih tetap menjaga Daisy dengan tatapan bosan. Lalu Daisy menegakkan tubuhnya dan berkata "Yare-yare onii-chan aku tau aku nggak sehebat dirimu tapi apa ini? Kamu terlalu meremehkanku" di kalimat terakhir Daisy membungkuk kan badannya dan melesat melewati Daichi dengan kecepatan yang luar biasa membuat semua orang terkejut bahkan Daichi pun sampai membeku ditempat.

Setelah melewati Daichi, Daisy berlari kearah ring basket tim lawan dengan cepat, Imayoshi yang mengejar Daisy hingga membuat Daisy berlari sampai berada dibelakang ring basket.

'Bagus, dia tidak akan mencetak poin' pikir Imayoshi senang. Tapi pikiran Imayoshi salah

"Oops, kelewatan" kata Daisy kepada dirinya sendiri sambil melempar bola basket di tangannya ke belakang kepalanya dan bola itu Masuk… Membuat semuanya terdiam kaget selama beberapa detik sebelum keheningan itu dipecah oleh Daichi yang terkekeh pelan membuat semuanya bingung.

"Hahahaha kamu benar. Mungkin aku terlalu sayang pada adikku ini sampai aku nggak tega bermain serius melawanmu. Tapi yah aku lebih nggak tega kalu melihat keseriusan adikku ini sia-sia jadi mungkin aku akan serius sediiiikit. Bersiaplah Imouto" kata Daichi sambil menyeringai. Yang hanya dibalas dengan "Dasar kakak nyebelin" oleh Daisy sebelum pertandingannya dimulai lagi. Benar saja gerakan Daichi lebih cepat dari sebelumnya tapi gerakan Daisy tidak kalah cepat disaat Daichi mencetak poin Daisy juga akan mencetak poin itu terus berjalan sampai bel(?) tanda quarter ketiga habis tapi sayang karena sebelum Daisy menambah kecepatannya tim 1 memimpin begitupun sekarang tim 1 masih tetap memimpin dengan selisih 6 poin.

Di istirahat ini tim satu dan tim 2 duduk di bench masing-masing yang berada di samping kiri dan kanan bench Kiseki no Sedai .

"Aku harus melakukan sesuatu" kata Daisy

"Daisycchi jangan memaksakan dirimu. Kamu itu punya batas apalagi kamu cewek" kata kise khawatir

"Nggak papa kok Kise-san aku masih kuat. Ini sih nggak seberapa kalo dibanding kemampuan kakakku" kata Disy menenangkan Kise dengan senyum yang dipaksakan

"Nggak seberapa? Hee monster macam apa kau dan kakakmu itu Dai-chan" kata Takao

"Haha handal dalam main basket sih udah biasa dikeluargaku. Untuk sekarang ini aku harus melakukan itu. Tapi bisa nggak ya? kalo gak disengaja sih mungkin tapi susah kalo yang disengaja bisa gak ya?" guman Daisy pada dirinya sendiri.

"Melakukan itu? apa yang kau maksud dengan itu?" tanya Akashi

"Oh yang kumaksud adal-" belum sempat Daisy menjawab quarter 4 sudah dimulai membuat Daisy menunda jawabannya "Yah kalau aku berhasil kau akan tau Akashi-san, tapi untuk pemain basket jenius seperti kalian kayaknya ini bukan lah hal besar" kata Daisy lagi membuat anggota GoM bingung.

Quarter keempat dimulai, di awal quarter keempat ini dimulai dengan banyak tembakan dari Daichi dan Daisy yang oleh sebagian besar orang disana dianggap asal-asalan. Bagaimana tidak karena kebanyakan tembakan yang mereka lakukan hanya dengan menggunakan satu tangan jadi setelah menerima operan bola mereka langsung menembakan bolanya sebelum direbut oleh tim lawan tidak peduli dimanapun mereka berada mau di tengah lapangan, di pojok lapangan maupun di belakang ring basket tetap mereka lemparkan saja bola itu dan yang membuat mereka kagum adalah tidak ada satupun tembakan mereka yang meleset, oh hell jangankan meleset bola yang mengenai ring pun tidak ada, semua tembakan yang mereka lemparkan selalu memasuki ring dengan mulus tanpa menyentuh ringnya. Padahal quarter keempat baru berjalan 3 menit tapi sudah hampir 20 poin yang mereka cetak.

"Gilaa. Mereka Gilaa" kata Kagami kagum pada Daichi dan Daisy

"Iya mungkin aku akan tantang mereka nanti" kata Aomine sambil menyeringai

"Benar mereka memang pencetak poin yang brilian" kata Akashi

"Oi seriusan monster mereka beneran monster" kata Hyuuga

Itulah beberapa komentar yang terdengar di gym yang mengiringi permainan sengit anatara Daichi dan Daisy yang terlihat berjalan seimbang. tapi keseimbangan itu mulai hancur di menit keempat ketika Daichi mulai mempercepat gerakannnya membuat Daisy kewalahan.

keempat ketika Daichi mulai mempercepat gerakannnya membuat Daisy kewalahan.

"Chibi kamu kenapa? capek ya~ kok lama banget" goda Daichi sementara Daisy yang digoda hanya diam saja dan menundukan kepalanya sedang diam dan berkonsentrasi sementara Daisy terus saja berlari kearah ring tim 2 dengan kecepatan penuh dan dengan mudahnya melewati orang-orang yang mengahadangnya dan melompat untuk melakukan Formless Shot

"Ha jangan bilang Formless shot?" kata Kagami kaget

"He? Nggak mungkin bukannya yang bisa Cuma Aominecchi doang" kata Kise juga sementara Aomine Cuma sibuk memperhatikan

Disaat yang bersamaan Daichi sudah bersiap untuk melemparkan bolanya yang dipegangnya tapi saat dia melemparkan bolanya Daisy tiba-tiba melompat didepannya dan menghentikan bolanya.

"Nggak akan berhasil nii" kata Daisy yang lalu membawa bolanya ke ring lawan dan juga bersiap melakukan Formless Shoot.

"Ha? Formless Shoot juga?" kali ini Wakamatsu yang kaget

Tapi sebelum Daisy melemparkan bolanya Daichi sudah melompat didepannya siap untuk menghentikan bola yang dilempar Daisy tapi ternyata Daisy tidak langsung melemparkannya.

"Nii kau terlalu terburu-buru. Perhatikan dulu timingnya sebelum melompat" kata Daisy menyeringai sambil memiringkan badannya ke kanan "Mada Mada Dane" kata Daisy sebelum melempar bolanya ke ring dengan posisi tubuh yang miring ke kanan dan mendarat dengan mulus di kakinya dan memandangi kakaknya sememntara Daichi hanya membelalak kaget melihat adiknya

"Jangan jangan kamu? Nggak mungkin. Aku tau kamu bisa tapi bagaimana kamu melakukannya dengan kemamanmu sendiri" kata Daichi kaget sementara yang lain masih sibuk menyimak percakapan mereka berdua

"Hee masa nii lupa. Kan nii sendiri yang bilang 'kita ini sama. Potensi dan kekuatan yang mengalir didarah kita itu sama' Jadi kalau nii bisa kenapa aku enggak?" kata Daisy sambil berbalik badan dan kembali menuju timnya sementara Daichi hanya menyeringai melihat adiknya

"Yare-yare adikku sudah besar ternyata. But, its too early for you to beat me" kata Daichi pada dirinya sendiri dan tidak isa didengar oleh Daichi tapi bagu anggota GoM yang benchnya dekat dengan TKP bisa mendengarnya dengan jelas yang lalu dilanjutkan "Zone kah? Heh Piece of cake, imouto" katanya lagi sambil berlari mengejar Daisy sambil tersenyum.

"Zone? jadi yang mereka bicarakan zone?" Kata Kuroko

"Hee? Jangan bilang Daisycchi masuk zone dengan kemamuannya sendiri dan sekarang Daichi-cchi juga mau melakukan hal yang sama" pekik Kise kaget membuat penonton lainnya ikut menyimak percakapan mereka

"Benar" jawab Aomine singkat sambil menyeringai karena masih terfokus pada pertandingannya

"Ya ampun mereka benar-benar melampaui pikiranku" kata Akashi sambil menyeringai juga


Huaaaa Chapter 3 done setelah sekian lama walau hasil tidak memuaskan karena saya tidak bisa buat scene pertandingan dan di chapter ini full pertandingan ._. dan entah kenapa saya tidak bisa buat chapter yang panjang-panjang jadi yah segini aja

Dan ngomong2 buat pairnya saya buat pair-pair yang terkenal aja. jadi pairnya AoKise, KagaKuro, AkaFuri, MidoTaka dan saya juga mau bikin ini fic Pairnya MuraKiyo dan entah kenapa saya lebih suka MuraKiyo daripada MuraHimu /sungkem ke shipper MuraHimu/ gimana minna gak aneh kan kalo saya pake pair MuraKiyo? mohon pendapatnya

Dan itulah untuk sekarang RnR ya :D