"Future Miracle"
A/N: Warning Judul dan Summary abal kemungkinan isi nya juga abal, OC, typo(s), Gaje, OOC, Absurd, mbuatnya maksa jadi isi tidak terjamin
Pair(s) : AoKise, AkaFuri, KagaKuro, Midotaka and lastly MuraKiyo :3
Disclaimer : Kuroko no Basket bukan punya saya
.
.
"Ya ampun mereka benar-benar melampaui pikiranku" kata Akashi sambil menyeringai juga
Pertandingan kedua tim itu berjalan sangat sengit, atau lebih tepatnya pertandingan sepasang kakak beradik itu sangat sengit karena anggota yang lainnya hanya terpaku melihat mereka dan juga mereka tidak bisa mengikuti gerakan Daichi dan Daisy yang menurut mereka terlalu cepat. Sementara para penonton menonton mereka sambil melongo kecuali Akashi dan Aomine yang sedang tersenyum nista (?).
Waktu terasa sangat cepat pertandingan pun mendekati detik-detik terakhir. Daisy yang sudah tampak sekali kelelahan dan sudah hampir keluar dari Zone tetap berusaha berlari ke Ring lawannya untuk mencetak skor terakhir yang akan membawa timnya kedalam kemenangan. Tapi sayang sekali Daichi yang sudah berpengalaman dengan Zone masih terlihat fit dan merebut bola dari adiknya untuk dibawa ke Ring milik Daisy. Daisy berusaha mengejar tapi apa daya kakaknya terlalu cepat, jadi dengan mudahnya Daichi memasukkan bolanya kedalam Ring bersamaan dengan suara peluit tanda pertandingan berakhir. Tim Daichi menang dengan selisih 3 poin membuatnya tersenyum penuh kemenangan.
Sementara Daisy hanya diam menyaksikan kemenangan kakaknya dengan tatapan kosong *bayangkan tampang kalahnya Aomine*
"Aku kalah" katanya sambil menunduk menyembunyikan wajahnya dibalik poninya yang dibasahi oleh keringat membuat senyuman Daichi perlahan – lahan hilang melihat adiknya bersedih.
Daisy yang sudah terlalu lelah pun terjatuh berlutut dan tiba-tiba tubuhnya ambruk kedepan hendak terjatuh lagi otomatis membuat semua orang terkejut tetapi sebelum dia terjatuh Daichi berlari dan bersiaga untuk menangkap adiknya dalam sebuah pelukan.
"Nggak papa kamu udah berusaha" kata Daichi sambil mengelus-elus kepala Daisy yang matanya berkaca-kaca
"Daisycchi hebat banget, keren" kata Kise memuji Daisy
"Heh jadi kamu beneran bisa main basket" kini Aomine yang berkata sambil menyeringai
"Ya iya dong. Kau pikir aku siapa?" balas Daichi sambil menyeringai balik
Tak lama kemudian sudah banyak yang mengerubungi duo kakak adik itu.
"Hoi Daichi bagaimana bisa kamu masuk zone semudah itu?" tanya Kagami tanpa basa-basi
"Gampang kok. Kau tau kan kala Zone itu kayak memasuki sebuah pintu" kata Daichi yang menerima anggukan dari Kagami
"Nah, kalo udah ada didepan itu ya gampang dong. Pintunya bakalan kebuka, kalu pun nggak mau kebuka buka aja secara paksa" katanya yang merubah posisinya menjadi duduk dengan Daisy yang bersandar di dadanya
"Bagaimana dengan Zone yang levelnya lebih dalam, di pintu kedua. Apakah kau pernah melakukannya?" kini giliran Akashi yang bertanya
"Pernah, sekali. Susah banget, masih berusaha untuk menaklukkannya" kata Daichi dengan tampang serius
"Loh, emang ada orang yang sekuat itu sampai bisa membuatmu masuk Zone 2?" tanya Daisy
"Ada, papa. Di Lose Lesson tahun lalu" jawab Daichi
"Lose lesson?" tanya Riko
"Iya, keluarga kita punya tradisi setiap tahun dimana papa akan menantang kita main basket untuk pada akhirnya mengalahkan kita habis-habisan" Kata Daisy
"Lah kalau papa kalian tau dia bakal menang ngapain repot-repot nantang kalian. Nyusahin~" kata Murasakibara
"Karena dia tau kita nggak pernah kalah dipertandingan. Makanya dia mengalahkan kita, supaya kita merasakan yang namanya kekalahan. Katanya 'kalau kita terbiasa menang kita akan lupa rasanya yang namanya kekalahan. Dan ketika kekalahan itu menghampiri kita rasanya akan sangat menyakitkan'." Kata Daichi
"Dan rasanya emang beneran menyakitkan. Waktu aku pertama kali Lose lesson kelas 5 sd, aku menangis seharian penuh setelah kalah, dan aku jadi tau kenapa tahun sebelumnya nii-chan mengurung diri di kamar dan tidak bisa tidur selama 2 hari." Sambung Daisy
"Iya, kekalahan pertama dalam hidupku, dan kekalahnku tiap tahun yang tetap membuatku tidak bisa tidur." Kata Daichi sambil mengepalkan tangan dengan ekspresi marah membuat keadaan hening seketika
"Anoo, mending kita balik ke penginapan kan latihannya udah selesai dan kasihan Daisycchi pasti capek" kata Kise
"Benar kata Ryouta" kata Akashi
"Daisy kamu bisa jalan?" tanya Daichi
"Kakiku masih kaku nii harus direndem air hangat dulu baru bisa digerakin"
"Kalo gitu aku gendong" kata Daichi
"Eh, jangan Daichi-cchi kamu kan habis main juga pasti capek. Biar aku aja yang gendong" kata Kise mengomel layaknya emak yang mengomeli anaknya /itu emang anaknya keles -_-/
"Jangan Ryouta, kamu udah krempeng gitu masih mau angkat-angkat anak orang. Daiki kamu yang gendong Daisy" Ini juga Akashi ngomel-ngomel kayak emak-emak
"Ha? Krempeng Hidoii, aku nggak krempeng" protes Kise
"Dan kenapa harus aku yang gendong?" protes Aomine
"Karena ini perintah, dan karena Atsushi sedang makan snack dan Shintarou lagi megang lucky item yang gede banget. Kan kamu yang nganggur jadi kamu yang gendong" Jawab Akashi santai.
Menyerah akhirnya Aomine menggendong Daisy dengan gaya piggyback dengan kepala Daisy yang beristirahat dipundak Aomine dan surai dark bluenya menjuntai mengundang rasa penasaran Aomine
"Warna rambutmu asli?" tanyanya
"Iya. Kenapa?"
"Nggak Cuma penasaran aja" keheningan pun menyelimuti mereka sampai didepan kamar Daisy dan Daichi
"Daisycchi jangan lupa rendam kakimu pas mandi ya? Nanti aku minta tolong Momocchi untuk menemanimu" kata Kise
"Oke" kata Daisy sebelum GoM meninggalkan mereka
"Kalian semua kembali lah ke tim masing-masing, tapi nanti jam 7 malam harus sudah ada di aula kecil deket kamarnya Rakuzan" perintah Akasih ke yang lain
"Memangnya ada apa Akashi?" tanya Midorima
"Kita akan membahas tentang asal-usul(?) Daichi dan Daisy, aku yakin kalian semua penasarankan?" yang lain tidak menjawab tapi Akashi tau ucapannya selalu benar.
"Daiki beritahu Momoi, dan Tetsuya kau juga harus ikut ajaklah Kagami Taiga kalau kau mau " katanya sebelum mereka akhirnya berpisah ke timnya masing masing
Pukul 6.45 malam Kuroko bersiap untuk berkumpul dengan mantan timnya, dia mengajak Kagami tapi yang diajak masih sibuk makan jadi katanya dia akan menyusul nanti. Akhirnya Kuroko berangkat sendirian tapi ketika berada di depan Vending Machine dia melihat sebuah dompet Kuning tergeletak didepannya. Dompet itu dompet wanita jadi itu pasti punya Momoi, Rikoo, Pelatih yosen atau punya Daisy. Ingin tau pemiliknya supaya bisa dikembalikan Kuroko membuka dompet itu untu mencari siapa pemiliknya.
Tapi bukan nama pemilik dompet itu saja yang ia tahu, ia juga tau jawaban dari jawaban dari persoalan yang membuat mantan kapetennya itu menyuruh mereka berkumpul begitu melihat Id card di dompet itu.
"Sudah kuduga" katanya pelan
Teiko Gakuen Student ID card
ID Number : 14851
Name : Aomine Daisy
Birth Date : June 8, 2020
Class : 2B
Address : Azabu-Juban District
hai hai hai semuanya :D saya apdet untuk memperingati idul adha maafin saya laamaaaaa banget gak apdet dan chap ini pun amburegul, pendek, absurd, dan gak penting karena mbuatnya sks soalnya besok udah uts :'(
buat yang udah mbaca makasi :'3 RnR jugak yah termiakasih :'3
