"Kau yakin ini bakalan aman?"

"Tch, nggak usah ikut deh kalo takut"

"Ha? Siapa bilang kalo aku takut aku cuma khawatir sama adik-adikku aho kalo alat ini nggak berfungsi dengan benar gimana hah?"

"Nii-san, gak usah khawatir. Lagian aku juga ingin nolong mereka"

"Cukup ngomongnya, kita berangkat sekarang. Untuk menjemput Daichi dan Daisy"

.

.

.

.

.

"Future Miracle"

A/N: Warning Judul dan Summary abal kemungkinan isi nya juga abal, OC, typo(s), Gaje, OOC, Absurd, mbuatnya maksa jadi isi tidak terjamin, crack pair

Pair(s) : AoKise, AkaFuri, KagaKuro, Midotaka and lastly MuraKiyo :3

Disclaimer : Kuroko no Basket bukan punya saya

.

.

.

Sreeeeek. Terdengar suara pintu dorong khas penginapan jepang yang dibuka dengan keras.

"Gomen gomen aku telat" kata Kise saat sampai di tempat pertemuan GoM

"Ah~ Kisechin uda dateng sekarang tinggal nunggu Kurochin" kata Murasakibara dengan nada malas seperti biasanya

"Duh mana sih Tetsu nggak biasanya tuh anak telat" kata Aomine

"Aku sudah disini dari tadi, Aomine-kun" kata Kuroko tiba-muncul di sebelah Aomine membuat Aomine dan Kise kaget

"Uwah tetsu jangan muncul tiba-tiba dong" protes Aomine

"Moou Kurokocchi mau bikin aku jantungan apa" Kise ikutan protes

"Tetsuuuu-kuuuun" teriak momoi langsung menerjang(?) dan memeluk Kuroko

"Momoi-san tolong hentikan" kata Kuroko risih tapi tetap menunjukkan muka datarnya

"Tetsuya mana Kagami Taiga?" tanya Akashi

"Kagami-kun masih makan katanya nanti dia mau nyusul" kata Kuroko akhirnya terbebas dari pelukan Momoi

"Akashi langsung dimuali aja" usul Midorima

"Baiklah, kalian tau kan tujuan kita berkumpul disini?" tanya Akashi yang hanya dibalas anggukan oleh mantan anggota setimnya itu. "Jadi sekarang aku minta (baca: suruh) kalian untuk menduga siapa sebenarnya Daichi dan Daisy? Dan kenapa mereka punya kemampuan seperti itu?" kata Akashi membuat semuanya terdiam dan berpikir

"Sepertinya itu tidak perlu Akashi-kun" kata Kuroko memecah keheningan yang terjaadi. "Buat apa menebak kalau ada bukti nyatanya" katanya sambil menunjukkan dompet yang barusan ia temukan kehadapan teman-temannya

"Tetsu kau pakek dompet cewek" kata Aomine kaget

"Dan juga itu dompet merk terkenal, pasti mahal ya Kurokocchi" sekarang Kise yang berkomentar

"Kurochin ngapain beli dompet mahal-mahal mending buat nraktir aku Maiubo" tambah Murasakibara

"Mungkin itu lucky item nya" sekarang Midorima yang ikutan ngelantur

"Tetsu-kun lain kali kalo mau shopping dompet aku diajak dong jadi pengen beli nih" Momoi ikutan sementara sang Kapten hanya diam saja melihat ke-oon-an teman-temannya. Sementara Kuroko sendiri sudah kelihatan kesal karena merasa di-bully

"Tolong hentikan. Saya ini laki-laki jantan jadi nggak mungkin pakek dompet beginian, walaupun nggak menutup kemungkinan saya juga suka laki-laki jantan lain alias jeruk makan jeruk" kata Kuroko OOC membuat teman-temannya kecuali Akashi cengo sambil mangap-mangap *ya iyalah hellow mana mungkin Akashi-sama mau mangap-mangap bisa hancur reputasinya /oke lupakan/* , akhirnya Kuroko menghela nafas dan kembali normal

"Oke maafkan ke-OOC an saya. Intinya Akashi-kun silahkan dilihat sendiri" kata kuroko menyerahkan dompet itu ke Akashi dan langsung diterima oleh sang Kapten yang penasaran diikuti oleh teman-temannya yang mengerubunginya(?) untuk melihat juga apa yang ada didalam dompet itu.

Hal pertama yang dilihat Akashi adalah kartu bertuliskan Teiko Gakuen Student ID Card

"Oh anak Teiko~" kata Murasakibara

"Adek kelas kita dong, tapi kok aku nggak pernah lihat ya?" komentar Kise, Akashi pun segera menarik kartu itu dari tempatnya supaya bisa melihat kartu itu lebih rinci

"ID Number : 14851 , Name : …." Akashi membacanya lalu tiba-tiba berhenti saat membaca nama Daisy

"Aomine Daisy?" teriak Kise kaget

"Daiki seingatku kamu anak tunggal jadi nggak mungkin kan kalau Daisy adikmu?" lirik Akashi tajam ke Aomine yang hanya dibalas anggukan

"Jadi apakah mungkin dia sepupumu?" tanya Akashi lagi

"Tunggu Akashi-kun seingatku Dai-chan tidak punya sepupu bernama Daisy, dan juga lihatlah tanggal lahirnya" kata Momoi

"8 juni 2020" kata Akashi mengerutkan alisnya pertanda bahwa ia sedang berpikir

"2020 itu 6 tahun dari sekarang, atau mungkin itu salah cetak" komentar Midorima

Akashi pun mulai mengecek kartu lain untuk mengecek mungkin saja kata-kata Midorima benar, Akashi mengecek satu persatu kartu didompet itu mulai dari kartu ATM, member butik, member dokter perawatan kulit, member klub basket, tapi nihil semuanya bertuliskan Aomine Daisy, 8 juni 2020.

"Ini semua nggak masuk akal" kata Akashi terlihat jelas dia sedang berpikir

"Mungkin dia bukan siapa-siapanya Minechin, kan yang namanya Aomine nggak Cuma Minechin" kata Murasakibara

"Tolong dilihat fotonya Akashi-kun, dijamin kau bakalan terkejut" kata Kuroko akhirnya berkomentar setelah melihat wajah-wajah bingung temannya. Akahi segera melihat fotonya, disana hanya ada satu tempat foto yang memajang foto Daisy sendirian, yang sedang berdiri menggenakkan baju berwarna kuning dengan rok biru tua yang hanya sampai diatas lutut, rambut birunya dibiarkan terurai dengan memakai sepatu basket berwarna kuning, berdiri di sebuah tulisan 'France Fahion Festival'

"Uwaah pasti anaknya orang kaya" kata Kise. Akashi hanya diam saja lalu dia menarik keluar foto itu dari tempatnya, ternyata ada foto lain dibelakangnya, Daisy yang duduk di bench memakai seragam basket Teiko dengan medali emas di lehernya beserta 2 piala yang dimenangkan Teiko Gakuen sebagai juara 1 Junior high School National Tournament laki-laki maupun perempuan.

"Mana yang akan buat aku terkejut Tetsuya?" tanya Akashi mulai tidak sabar

"Sabar Akashi-kun, lihat foto selanjutnya" kata Kuroko. Akashi pun menarik keluar foto kedua untuk bisa melihat yang ketiga. Masih sama dengan yang tadi foto Daisy duduk di bench masih dengan seragam Teiko dan medali emasnya memgang sebuah papan kecil diatas kepalanya yang bertuliskan 'Ace wanita terbaik tahun 2033 Aomine Daisy - Teiko Gakuen' membuat sebagian orang terkagum-kagum karena dimasa mereka hanya Aomine yang pernah memenangkan penghargaan itu karena berhasil mencetak lebih dari 600 poin dalam turnamen.

Tapi rasa kagum mereka teralihkan karena melihat difoto itu Daisy tidak sendirian ada tangan besar dan tan yang merangkul pundaknya yang ternyata dimiliki oleh orang yang mirip dengan Aomine tapi versi dewasanya yang sedang tersenyum melihat kearah Daisy, sementara daisy tersenyum lebar kearah kamera.

" aominecchi? Itu Aominecchi kan?" tanya Kise kaget

"Sepertinya iya Kise-kun mengingat satu-satunya orang beraambut biru dengan kulit hitam berdaki yang pernah aku tau cuma Aomine-kun" kata Kuroko dengan watados membuat Aomine merasa tersindir dan berteriak "Oi Tetsu aku nggak Dakian"

"Oke tenang, Ini semua terlalu rumit jalan satu-satunya adalah kita tanya lansung yang bersangkutan. Tetsu hubungi anggota Timmu dan suruh dia kesini biasanya dia bersama Timmu kan?" perintah Akashi yang hanya dibalas anggukan, dan Kuroko langsung menghubungi teman satu Timnya

"Bagus, kalau begitu sekarang tinggal telpon anak-anak Rakuzan" kata Akashi

"Mau ngapain sama Rakuzan?" tanya Midorima

"Aku akan menyuruh mereka membantu kita menginterogasi Daisy" kata Akashi mulai sibuk dengan hpnya


Sementara itu

Di ruang makan penginapan itu masih cukup ramai karena masih ada beberapa sekolah yang masih diam diasana dan berbicara satu sama lain termasuk tim Seirin + duo kaka adik Daichi dan Daisy

"Aku pengen minum susu lagi" kata Daisy ke kakaknya

"Yaudah beli aja sana" kata Daichi

"Iyadeh, Nii mau titip sesuatu?"

"Iya, nitip minuman isotonic yang iklannya cewek-cewek cantik itu ya" kata Daichi

"Oh P*c*r* Sw**t yang iklannya jkt 48 itu ya?" tanya Daisy polos

"Nah iya itu, nitip satu ya" kata Daichi balik

"Oki doki, eh tunggu dompetku mana ya?" tanya Daisy celingukan mencari-cari disekitar tempatnya duduk

"Loh ya gak tau"

"Loh terus gimana Nii, masa dompet ku ilang" kata Daisy dengan mata berkaca-kaca

"Eh jangan nangis. Ayo dicari bareng-bareng" kata Daichi menenangkan adiknya. Ketika mereka hendak pergi untuk mencari dompetnya tiba-tiba saja Kagami menhentikan mereka

"Oi, daisy mau kemana?" tanya Kagami

"Mau nyari dompet, dompetku ilang" jawabnya

"Oh dompetmu udah ketemu, tadi Kuroko yang nemu katanya kamu suruh ngambil di dia. Kebetulan aku mau kesana, mau bareng?" tanya Kagami

"Eh? Boleh deh. Nii mau ikut?" tanya Daisy

"Enggak deh kan udah ada yang nemenin" kata Daichi

"Oke deh nanti pas balik aku bawain p*c*r* sw**t ya" kata Daisy kemudian beranjak pergi meninggalkan kakanya bersama Kagami.

"Kagami-san dimana sih Kuroko-san?" tanya Daisy

"Sama anak-anak GoM di aula deketnya kamarnya Rakuzan. Nah itu ruanganya" kata kagami menunjuk sebuah pintu. Ketika sampai disana Kagami langsung membuka pintu itu tanpa aba-aba dan masuk seenak jidatnya.

"Permisi~" kata Daisy dengan senyum manisnya. "Ano katanya Kuroko-san nemu dompetku ya?" tanya Daisy

"Iya, ini di aku. Yang ini kan dompetmu?" kata Akashi menyodorkan dompet Daisy dengan tangan kanannya

"Ah, iya. Aku sempat takut kalo dompetku hilang" kata Daisy dengan wajah senang dan berjalan menuju kearah Akashi untuk mengambil dompetnya. Tapi belum sempat tangannya meraih dompet miliknya itu tangan kiri Akashi sudah terlebih dulu memegang pergelangan tangannya dengan kencang

"Akashi-san ada apa?" tanya Daisy melihat tingkah anaeh Akashi

"Hoh, kenapa kamu takut dompetmu ilang takut identitasmu terbongkar?" kata Akashi dengan nada licik sambil menunjukkan Kartu pelajar Daisy. Membuat Daisy terbelalak kaget dan membeku ditempatnya.

"Oi oi oi ada pa ini sebenernya?" kata Kagami yang kebingungan karena dia datang terlambat jadi tidak mengerti sama sekali apa yang sedang terjadi

"Diam dan lihatlah Kagami-kun" kata Kuroko sementara daisy masih diam saja

"Tidak mau menjawab huh?" kata Akashi. "Nebuya, Kotaro" katanya lagi lalu kedua anggota tim Rakuzannya itu segera menghampiri Daisy dan Akashi. Begitu Akashi melepaskan tangan Daisy, Nebuya segera memegang tangan Daisy dan diposisikan dibelakang tubuhnya jadi Daisy tidak bisa bergerak.

"Aw, lepasin aku" kata Daisy kesakitan

"Jawab dulu pertanyaanku. Siapa kamu? Sejak awal ini semua tidak masuk akal. Kau dan kakakmu tiba-tiba muncul di hutan tanpa jelas asal-usulnya, dan ketika kami tanya keluargamu kalian selau mengelak. Lalu apa ini semua tanda pengenal di dompetmu bernama Aomine Daisy lahir 8 juni 2020 dan juga sebuah foto dengan versi dewasanya Daiki. Hah jangan bilang kamu semacam anak masa depannya Daiki yang dilempar ke masa ini sama mesin waktu." Kata Akashi dengan nada sarkatis di kalimat terakhirnya

"Kalo iya emang kenapa? Gak ada hubungannya denganmu kan Akashi-san" kata Daisy dengan nada yang tak kalah sarkatis membuat Akashi naik darah. Melihat ekspresi Akashi yang kesal Nebuya mengencangkan pegangannya di tangan Daisy.

"Aw, ittai lepasin" kata Daisy dengan mata yang mulai berkaca-kaca membuat Kise tidak tega

"Akashicchi jangan terlalu kas—" kata-kata Kise dipotong oleh bentakan dari Akashi "Diam Ryouta" yang membuat Kise langsung tutup mulut dan kaget karena baru pertama kalinya Akashi membentaknua seperti itu

"Hei, nggak usah mbentak Kise-san gitu dong" protes Daisy melihat orang tuanya dibentak seperti itu

"Kenapa nggak boleh? Atau jangan-jangan kamu ada hubungan dengan Ryouta?" Tanya Akashi

"Itu sudah jelas Akashi-kun, dari penampilan fisiknya aja udah ketahuan kalau dia pasti ada hubungan sama Kise-kun" kata Kuroko

"Oh, kalau sekarang aku perhatiin dia beneran mirip Kise" seru Kagami

"Nah, sekarang jawab siapa kamu sebenernya?" kata Akashi tapi Daisy tetap diam sambil menahan rasa sakit ditangannya. "Nggak mau ngaku, huh?" kata Akashi sambil memberi aba-aba ke Nebuya untuk lebih menguatkan pegangannya di tangan Daisy.

"Aw aw aw Ittai lepasin, aw" kata daisy kini air mata mulai menetes dari mata emasnya. Kise yang sudah tidak tega melihat Daisy akhirnnya berlari ke arah Nebuya ingin melepaskan Daisy tapi sial ketika Nebuya menghindari serangan Kise, tidak sengaja dia menyikut Kise sampai Kise jatuh. Kuroko dan Kagami yang berada didekat kise segera menolongnya

"Nebuya" kata Akashi marah melihat Kise terjatuh karena Nebuya

"Hehe maaf Akashi nggak sengaja" kata Nebuya sambil peringisan(?)

"Nggak sengaja kau bilang? Padahal jelas-jelas kau melakukannya dengan sengaja. Dasar pembohong" kata Daisy lalu meludahi muka Nebuya yang otomatis membuat Nebuya melepas tangannya di tangan Daisy untuk mengelap mukanya. Daisy segera menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Hayama yang masih kaget dan belum siap akan serangan tiba-tiba Daisy. Dengan sekuat tenaga Daisy memukul hidung Hayama sampai berdarah. Lalu Daisy membalikkan badan menghadap Nebuya yang mengelap wajahnya lalu menendan alat kelamin Nebuya dengan keras. Membuat Nebuya otomatis memegang miliknya itu dengan wajah yang menujukkan kesakitan yang tidak tertahankan.

"Oops, nggak sengaja" kata Daisy dengan entengnya

"Sialan kau" geram Hayama

"Apa? Nggak terima? Mau ngajak aku berkelahi? Boleh. Judo, Karate, Kendo, Taekwondo, atau Street Fighter? Silahkan pilih. Aku bisa semuanya loh" kata Daisy dengan senyum mengejek yang sangat khas milik Aomine

"Dasar bocah songong" kata Hayama menyerang Daisy dengan kecepatan yang luar biasa, tapi Daisy tidak kalah cepat dengan Hayama, dia segera mengelak dari serangan Hayama dengan cepat

"Heh, kau cepat juga ya. Tapi sayang nggak kebiasaan berkelahi ya" kata Daisy sambil terus menghindari pukulan Hayama. Setelah sekian kali Hayama mencoba menyerang Daisy tapi tetap saja gagal "Ayolah kau harus bergerak lebih cepat kalau mau menyerangku"

Setelah pertarungan-ralat Serangan Hayama karena dari tadi Daisy hanya menghindar saja- Daisy pun lama-lama bosan.

"Tch, percuma saja nggak akan bisa" kata Daisy akhirnya menyerang Hayama. Dia meninju perut Hayama dengan keras sebanyak 2 kali pertama dengan tangan kananannya lalu dengan tangan kirinya sebelum akhirnya dia menendang perut hayama dengan keras sampai Hayama menyemprotkan darah dari mulutnya dan jatuh terbaring. Dan dengan entengnya Daisy menginjak dada Hayama dengan keras. "Menyedihkan" katanya singkat.

"Wow" kata Kagami pelan

"Hebat sekali"

Sementara dibelakang Daisy ada Nebuya yang sudah pulih dari kesakitan karena tadi 'sesuatu'nya ditendang oleh Daisy, siap memukul Daisy dari belakang tapi Daisy yang sudah tau akan serangan diam-diam Nebuya sudah siap. Dan dengan mudahnya dia menghentikan serangan itu dengan tangannnya, membuat Nebuya kaget

"Loh bukannya tanganmu sakit?" tanya Nebuya

"Oh itu. Nggak sesakit itu kok aku pernah yang lebih parah, sering malah" kata Daisy dengan santainya

"Tunggu tunggu bagaimana nggak sakit buktinya kamu tadi nangis gitu" protes Kagami. Saat Daisy hendak menjawab pintu ruangan itu terbuka dan menampakkan sosok kakak laki-laki Daisy tapi ada yang aneh bukannya tadi Daichi Cuma pake kaos sama celana basket ya? Tapi kenapa sekarang dia pake jeans panjang, kaos hitam dan jacket? Ah sudahlah siapa peduli sama pakaiannya.

"Aku nggak percaya banyak orang yang tertipu sama air mata buaya mu" kata orang itu dengan nada malasnya

"Daichi-kun" kata Kuroko pelan

"Eh nii, bukan salahku dong kalo aku pinter akting. Ini namanya bakat turunan" kata Daisy dengan pedenya

"Iya deh terserah. Btw, kalian semua nggak tau malu ya? Masa kalian memojokin terus nyuruh gorilla itu buat ngelawan adikku sih" ejek sang kakak untuk membela adiknya. Akashi sebenarnya kesal tapi dia menahannya percuma dia mengancam mereka.

"Terus mau mu bagaimana?" kata Akashi dengan tenang

"Hoo~ Daisy gantian. Biar aku yang ngehajar Gorila itu, aku nggak tega liat kamu berantem ngelawan gorila itu" kata Daichi menyeringai

"Tunggu nii. Nggak tega apaan? Aku juga udah sering berantem, bilang aja kalo kamu mau bersenang-senang sendiri" kata Daisy manyun tapi menurut dengan kakaknya. Dia berbalik badan dan menuju kakaknya yang menyeringai makin lebar melihat adiknya sambil mengangkat tangan sampai setara dengan bahunya.

Daisy pun memukul tangan kakaknya itu layaknya sedang terjadi pergantian pemain ketika pertandingan. "Jangan bikin malu lo ya. Awas sampek nii kalah" ancam daisy ke kakaknya

"Iya iya. Aku juga sekalian mau ngasih kamu tips berkelahi biar efektif dan nggak nguras banyak tenaga. Ini bukan di kelas bela diri, jadi kalau mau ngehajar orang langsung aja bikin KO" kata Daichi yang sekarang berdiri di depan Nebuya

"Alah nggak usah banyak ngomong sini ma—" ucapan Nebuya terputus saat Daichi memukul keras rahang Nebuya

"Satu pukulan tajam ke rahang akan bertindak sebagai pengungkit yang akan mengirim kejutan ke otak. Dan korban akan langsung 1.. 2.. 3.." Daichi lalu memposisikan tanggannya di depan Nebuya lalu mendorong dada Nebuya dengan pelan "Boom.." badan besar Nebuya ambruk dengan kondisi tidak sadar

"Akan langsung tidak sadar" lanjutnya. Membuat semua yang ada disana terkejut sampai ada yang melongo-sebut saja Kagami.

"Oh iya. Satu tips lagi sebisa mungkin jangan memakai kakimu untuk berkelahi apalagi buat nendang" kata Daichi

"Kenapa? Nii takut kakiku cedera ya?" tanya Daisy polos

"Oh bukan. Nanti pantsu mu kelihatan, kamu pakek warna pink kan? Tadi kelihatan pas kamu nendang" kata Daichi dengan watados membuat wajah Daisy memerah dan meninju muka hidung kakaknya lalu berjongkok sambil malu

"Nii baka, dasar hentai" teriaknya malu

"Entah kenapa aku makin yakin kalau dia anaknya Aomine-kun" kata Kuroko facepalm

"Iya, aku juga" kata Kise ikutan Facepalm

"Hahaha nggak kok bercanda bercanda. Lagian kayak aku biarin lolos aja habis liat pantsu adikku, aku buat buta mereka semua" nada bercanda Daichi langsung berubah di kalimat akhir menjadi nada penuh amarah yang berkobar-kobar

"Nii stop aku malu" kata Daisy wajahnya makin memerah melihat ke-siscon-an kakaknya yang sudah melegenda itu.

Kali ini pintu penginapan bermodel kuno itu kembali dibuka dengan keras dan menampakkan sosok Daichi? Loh lalu yang ada di sini itu siapa?


hai hai semuanya~ saya ganti pen name loh :'3 /iyateruskenapa-_-/

btw saya hadir lagi dengan chap baru yang lebih panjang dari chap sebelumnya :3 chap depan bakalan ada anak2 masa depan lainnya

saya mau mintak saran nih anak2 masa depan mau manggil ortu meraka seperti pasangan normal lainnya atau mereka manggilnya dengan 2 ayah? tolong saran sangat dibutuhkan :'3

dan sekali lagi disini pairnya bukan MuraHimu tapi MuraKiyo :'3 karena dosis MuraKiyo di ffn sangat minim :' dimohon pengertiannya

akhir kata ditunggu reviewnya? terima kasih :)