Yes, We're Gay!

Cast : HunHan

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Rating : M

Warning : YAOI, BOY X BOY, typos

DON'T LIKE DON'T READ!

.

.

.

SREEKKK

Sehun yang tengah berbaring di sofa ruang tamu sontak mendudukkan dirinya. Keningnya berkerut dan matanya mengerjap kaget.

"Lu? Kau kah itu?"

Matanya kemudian berkelana ke depan pintu apartemen. Sesosok tubuh mungil sedang berdiri membelakanginya, menghadap pintu yang terbuka sedang bercakap dengan pria lain sebelum akhirnya membungkukkan badannya sedikit dan menutup pintu. "ya ini aku." Jawabnya sambil mengangkat kantung belanjaan yang tadi diletakkannya di lantai.

Sehun beranjak bangun kemudian membantu mengangkat kantung-kantung putih yang tidak sedikit itu. Berjalan beriringan menuju dapur bersama si mungil yang baru pulang. "darimana saja?" tanya Sehun penasaran.

Si mungil itu –Luhan- membuka pintu kulkas acuh sambil mulai menata belanjaan mereka. "belanja, tentu saja. Kau tidak lihat kantung-kantung itu?"

Sehun menganggukkan kepalanya paham. "lalu apa kata manajer?" tanyanya lagi.

"kita akan mengisi acara di Jeju. 2 hari lagi, jadi sebaiknya kau siap-siap karena kita punya 1 jam sebelum manajer menjemput kita untuk latihan." Luhan menjawab sambil terus memfokuskan diri menata barang-barang yang sepertinya overload.

"bersiap-siap?"

Luhan menghela nafas dramatis sebelum akhirnya berbalik menatap Sehun. "kau mandilah dan aku akan menyiapkan makan siang. Arra?"

Sehun kembali mengangguk-angguk, kemudian menyempatkan mengecup pipi Luhan sebelum akhirnya berbalik menuju kamar mereka untuk mandi.

Tidak menyadari rona merah layaknya apel pada permukaan pipi orang yang baru saja dikecupnya. Luhan menyentuh halus pipinya yang tadi dikecup Sehun sebelum menyadari bagian itu terasa sangat panas.

Luhan memejamkan matanya sambil menarik nafas, menenangkan diri. Ingat Luhan, kalian berdua hanya bandmatte.

Sekelebat pikirannya itu membuatnya membuang nafas miris. Sampai akhirnya ia kembali menyibukkan diri, menyiapkan makan siang untuk mereka berdua. Untuk pria itu. Pria yang selalu membuat jantungnya berdebar.

Ini sudah tahun kedua mereka berdua tinggal di apartemen yang sama, bahkan di kamar yang sama. Awalnya semua terasa biasa, sampai ketika kedekatan demi kedekatan mereka tanpa sadar membuat Luhan berdebar. Ya, Luhan menyukai pria itu. Pria yang menjadi bandmatte nya.

Apalagi dengan perhatian-perhatian dan kecupan-kecupan Sehun tiap harinya, tak ayal membuat jantungnya berdebar dua kali lebih kencang. Namun dari yang Luhan lihat, sepertinya Sehun.. eum.. normal? Luhan beberapa kali melihat Sehun berteleponan dan berkencan dengan gadis-gadis cantik –tentu tidak secantik Luhan- yang membuat hatinya nyeri.

Terkadang Luhan bahkan menangis di sudut kamar mereka. Menyadari bahwa hubungan mereka hanyalah sebatas teman yang saling mensukseskan dan tidak lebih dari itu. Luhan sadar bahwa perasaannya salah dan dia seharusnya membuangnya. Kalaupun Sehun gay hubungan mereka tidak akan diterima masyarakat. Kalimat itu yang selalu terngiang di benaknya. Kalimat yang terkadang membuatnya lebih terpuruk lagi.

Dibalik semua senyum ceria di wajah cantiknya, dia tetap Luhan yang sama dengan beberapa tahun silam. Luhan yang rapuh. Serapuh dedaunan di musim gugur yang jatuh dan terinjak.

"masak apa, Lu?" Sehun yang baru selesai mandi datang dan langsung merengkuh manis pinggang ramping Luhan. Membuat Luhan terlonjak kaget.

"akh.."

Sehun sontak membulatkan matanya melihat darah yang menetes-netes dari jari telunjuk Luhan keatas sayuran yang sedang dipotongnya. Rengkuhan Sehun tadi membuat Luhan kaget dan membuatnya tanpa sengaja mengiris jarinya.

"mian Lu. Gwaenchana?" Sehun menarik tangan Luhan dan menatap khawatir pada jari yang berdarah itu. Sementara Luhan mendesis kesakitan.

Sehun perlahan menjilat darah di jari Luhan. Membuat tubuh Luhan menegang, melupakan rasa sakitnya.

"Sehun apa yang..." ucapan Luhan terpotong tatkala Sehun memasukkan jari itu ke mulutnya dan mengemutnya sambil sesekali menghisap jari itu. Membuat tubuh Luhan merasa geli.

Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan sementara Sehun masih mengemut jari yang entah bagaimana darahnya terasa manis. Luhan mendesah pelan sebelum akhirnya mendorong bahu Sehun menjauh dan mengeluarkan jarinya dari mulut Sehun.

"a.. aku akan membalutnya." Luhan memalingkan wajahnya sebelum akhirnya beranjak meninggalkan dapur, mencari kotak P3K.

Tidak menyadari raut sendu yang ditampakkan Sehun. Kenapa kau tidak pernah melihatku, Luhan?

.

Sehun meneguk salivanya kasar saat melihat sosok didepannya yang sedang latihan dance untuk penampilan mereka 2 hari lagi. Kemeja yang digunakan Luhan sudah sepenuhnya basah karena keringat, samar-samar menampilkan sepasang nipple merah muda yang membayang di kemeja itu.

Apalagi dengan pelipis sampai dagu dan leher jenjangnya yang dihiasi butiran keringat, membuat Sehun ingin menjilat bulir keringat itu sambil memberikan beberapa stempel merah keunguan di leher jenjang Luhan, sementara kedua tangannya memainkan gundukan merah muda di dadanya. Sehun tanpa sadar menggigit bibir bawahnya. Uh, kalau saja dia tidak ingat dimana mereka sekarang mungkin dia sudah menyerang si mungil ini dengan membabi buta.

"aahh~~"

Desahan halus itu membuyarkan pikiran Sehun tentang Luhan yang sexy dan bergairah. Kedua matanya membulat terkejut saat menatap pemandangan didepannya. Koreografer mereka, Mr. John, didepannya sedang memainkan nipple kemerahan impian Sehun dari luar kemeja Luhan dengan posisi memeluk namja mungil itu dari belakang dan menjilati leher jenjang Luhan yang basah oleh keringat.

Sehun tanpa sadar menggeretakkan giginya geram sambil menatap nyalang kearah koreografer kurang ajar itu.

BUGH

Dan sebuah tonjokan kencang dilayangkannya ke pipi Mr. John sebelum kemudian menarik Luhan kedalam dekapannya.

"Kau!" Sehun menuding Mr. John dengan geram sementara Luhan bergetar ketakutan dalam dekapan Sehun.

Mr. John mendecih sebelum tersenyum meremehkan kearah Sehun. "kenapa kau begitu marah Oh Sehun?"

"a.. aku.." Sehun membalas gelagapan. "aku tidak suka kau melecehkan bandmatte ku sialan!"

Mr. John tertawa mengejek. "begitu? Kenapa? Kau menyukai namja cantik ini? Well, aku tidak tahu kau seorang gay, Oh Sehun?"

Sehun menyipitkan matanya. "aku bukan gay!" teriaknya nyalang, sebelum matanya terbelalak dan bertanya-tanya kenapa dia harus menyangkal hal yang satu itu.

Mr. John menarik Luhan dari dekapan Sehun dan balas mendekapnya. "kalau begitu kenapa tidak kau biarkan aku memilikinya? Kau tau? Dia benar-benar cantik dan menggemaskan. Kurasa.. aku menyukainya."

Sehun balas menarik Luhan dan terjadilah aksi tarik-tarikan memperebutkan Luhan. Sampai Mr. John melepaskan tangan Luhan dan membuatnya menabrak dada bidang Sehun sehingga keduanya terjatuh dalam posisi Luhan menindih Sehun.

Sehun tercengang saat menatap wajah malaikat diatasnya. Dielusnya lembut pipi Luhan yang merona. Arah pandangnya lalu berganti pada bibir merah merekah nan basah milik Luhan, membuatnya ingin melumat habis bibir menggoda itu hingga bengkak. Perlahan, didekatkannya wajahnya kearah Luhan.

Dekat...

Semakin dekat...

Jarak pandang mereka berdua sudah kurang dari 5 cm sebelum Luhan memutuskan kontak mata mereka dan berguling turun dari atas tubuh Sehun.

"ayo pulang." Bisiknya dengan tatapan lelah yang kentara.

Sehun berdeham, berusaha menetralkan detak jantungnya yang berdebar keras bagaikan dipukul godam berat. "ya, sebelum kau disantap serigala brengsek sepertinya." Kata Sehun sambil menatap sinis Mr. John dan menarik tangan Luhan.

Mereka sudah akan keluar ruang latihan sebelum Mr. John memanggil nama Luhan. Membuat keduanya serentak menoleh dan mendapati Mr. John sedang menjilat bibirnya sambil bersmirk.

"sebaiknya hilangkan kemeja putih dari daftar kostum untukmu, Luhan. Kau terlihat begitu sexy dan menggoda."

Dan ucapan pria itu sukses membuat Luhan merona hingga keubun-ubun.

.

.

.

Luhan menatap jengah kearah Sehun yang sedari tadi hanya mengaduk-aduk makanannya, sibuk dengan pikirannya sendiri dan mengabaikan Luhan. Ini sudah sejam sejak mereka tampil di Jeju, mereka berdua saat ini sedang berada didalam penginapan yang disiapkan promotor khusus untuk mereka berdua.

"Sehun, ada apa?" Luhan akhirnya berinisiatif memecahkan keheningan diantara mereka berdua.

Lamunan Sehun buyar, ia kemudian mengangkat kepalanya dan menatap Luhan datar. Luhan balas menatapnya dengan mata yang mengerjap bingung.

Sehun kembali memasang wajah acuh dan menatap makanannya yang sudah tidak berbentuk itu. "tidak apa."

Luhan membuang nafas kesal dan menarik piring yang makanannya hanya dimainkan oleh Sehun dan membawanya ke wastafel, mencucinya. "terserah kau saja."

Sehun bergulat dengan pikirannya sendiri. Selama acara tadi, Sehun mendapati beberapa sunbaenim mereka yang bercanda dan sesekali menggoda Luhan. Sepertinya mereka menyukai si mungil ini. Sehun jadi berpikir seandainya ia kalah start dengan para sunbae nya. Ayolah, sekarang gengsi karena gay bukan masalah penting, bagaimana jika dia kehilangan Luhan?

"Luhan!" Sehun merengkuh pinggang Luhan yang sedang mencuci di wastafel.

PRANG

Gerakan Sehun tanpa sadar membuat Luhan menjatuhkan piring yang sedang dicucinya. Tanpa menggubrisnya, Sehun mengangkat tubuh Luhan, membuatnya menjerit girly lalu mendudukkannya diatas meja makan.

"Sehun apa yang..."

Ucapan Luhan terhenti saat Sehun mengusap-usap pelan bibirnya. Mata rusanya membesar dan tubuhnya menegang saat bibir tipis Sehun menyapu bibirnya.

Sehun mulai melumat bibir Luhan, membuat Luhan menutup matanya dan mulai mengalungkan kedua tangannya ke leher jenjang Sehun. Sehun memagut bibir Luhan dengan lembut, bibir bawahnya mengulum bibir atas Luhan.

Luhan sedikit menjambak rambut Sehun saat daging tak bertulang Sehun mulai memasuki rongga hangatnya.

"anghh..uh~"

Lidah Sehun menyapu setiap inci rongga mulut Luhan dan mengajak lidah pasangannya untuk bermain membuat Luhan mendesah tertahan. Kepala mereka bergerak kekanan dan kekiri seiring dengan bertambahnya intensitas lumatan dan hisapan bibir mereka berdua. Suara kecipak mesra memenuhi seluruh ruang makan.

Sehun melepaskan tautan bibirnya dengan Luhan sejenak dan membuka kaos yang digunakan si mungil itu, membuatnya topless. Kemudian kembali menyerang bibir merekah itu.

"ah.. ah..."

Luhan kembali mendesah tertahan tatkala tangan Sehun mengelus punggung polosnya sambil merengkuhnya dan tangannya yang lain memainkan tonjolan di dadanya yang mulai menegang.

"mmhhhh..."

Luhan melenguh pelan seiring dengan Sehun yang melepaskan tautan bibir mereka untuk yang kedua kalinya. Tangannya menghapus saliva yang mengalir di sudut bibir Luhan lembut sebelum menatap namja dihadapannya dalam.

"Luhan-ah.. jadilah kekasihku.."

Luhan membulatkan kedua matanya terkejut. Apakah telingaku salah dengar? Sehun? Menyatakan perasaan padaku?

Keterdiaman Luhan dianggap Sehun sebagai suatu bentuk penolakan. Sehun mendengus keras sebelum tersenyum miris.

"aku tahu.. tidak usah dijawab. Kuharap kau tidak jijik dengan gay sepertiku." Sehun berucap pasrah sambil berbalik. Berusaha mengusahakan langkahnya agar tidak limbung. Rasanya ia ingin menangis keras didalam kamar. Tentu saja, Luhan straight bodoh!

"Sehunnie.."

Suara lembut itu memanggil Sehun, membuatnya menolehkan kepalanya. Mata sipitnya membuka lebar saat menatap namja yang memanggilnya.

Luhan sudah melepaskan celana jeans yang dikenakannya sehingga ia hanya menggunakan celana dalam saja. Malaikat mungil itu duduk diatas meja dengan paha yang dilebarkan dan kedua tangannya yang direntangkan kearah Sehun, memperlihatkan kedua nipple cantik yang menegang ingin disentuh. Tak lupa dengan puppy eyes imut di wajah cantiknya.

Sehun meneguk salivanya kasar.

Demi Tuhan! Si mungil ini benar-benar menggodaku!

~TBC~

Hai-hai semuanyaa aku kembali hehe. Gomawo ne buat yang udah Follow, Favorite , sama Review muach muach :*

Di chapter ini aku niatnya emang cuman mau memperjelas hubungan HunHan dulu. soalnya ada yang tanya mereka jadiannya setelah apa sebelum jadi artis? Dan disini aku jawab, mereka jadiannya setelah jadi artis :D

Aku mau ngasih moment-moment manis mereka berdua dulu sebelum ke konflik utama hehehe miane ne kalo pendek :3

Sampai ketemu di chap selanjutnyaaa reader-deul

Annyeong ^^/

Thanks To :

Lisnana1 , Meriska-Xi , Ooh Exo Lu , choiharin , lulurara , puputri , PandaYehet88 , guest28 , HunHanina's , Mir Mir Mir , and HunsayHan