Luhan melepaskan celana jeans yang dikenakannya sehingga ia hanya menggunakan celana dalam saja. Sedang duduk diatas meja dengan kedua tangan yang direntangkan kearah Sehun, memperlihatkan kedua nipple cantik yang menegang ingin disentuh.

Sehun meneguk salivanya kasar.

Demi Tuhan! Rusa ini benar-benar menggodaku!

.

.

.

Sehun mengerjapkan matanya bingung. Sementara Luhan menatapnya sambil memiringkan kepalanya imut, masih dengan merentangkan kedua tangannya.

"Ada apa?"

Luhan berkedip polos. "Kemari."

Sehun melangkahkan kakinya dan berdiri diantara kedua paha Luhan yang terbuka lebar sementara Luhan mengalungkan tangannya ke leher Sehun.

"Ada apa Lummpphh.."

Ucapan Sehun terpotong saat Luhan tiba-tiba mencium bibirnya lembut. Sedangkan Sehun hanya melebarkan kedua matanya bingung.

Luhan kemudian menjauhkan bibirnya dari bibir Sehun, kemudian berbisik pelan.

"Saranghae. Tentu saja aku akan menajdi kekasihmu."

Sehun semakin melebarkan matanya. Kali ini karena terkejut. Sedangkan Luhan menatapnya lembut dengan wajah malaikatnya.

Dengan perlahan, Sehun merengkuh Luhan kedalam pelukannya, lalu balas berbisik pelan.

"saranghae.. nado.. jeongmal saranghae Luhannie."

Luhan tersenyum lembut sebelum kembali meraup bibir Sehun yang kemudian dibalas pemiliknya dengan lumatan-lumatan halus. Sehun menghisapi bibir Luhan lembut sambil mengelus-elus punggung polos malaikat yang saat ini berada dalam rengkuhannya.

Ciuman yang awalnya lembut itu perlahan semakin memanas, ditandai dengan Sehun yang mulai melesakkan lidahnya kedalam rongga mulut Luhan.

Luhan melenguh pelan saat daging tak bertulang Sehun menyapa seluruh aspek dalam mulutnya secara mendetail. Apalagi saat lidah Sehun terjulur kedalam kerongkongannya, membuat Luhan mendesah tertahan.

Saliva yang entah siapa itu mulai mengalir melalui sudut bibir Luhan, melewati Leher jenjangnya. Decakan-decakan halus layaknya orang berciuman mulai memenuhi ruangan seiring dengan Luhan yang mulai meremas rambut Sehun, memperdalam ciuman mereka berdua.

Luhan sedikit mengangkat pinggulnya saat Sehun menurunkan satu-satunya kain yang membalut bagian bawah tubuhnya dan melemparnya asal, masih sambil meremas-remas rambut Sehun, menyalurkan rasa geli menyenangkan yang disebabkan sapaan lidah Sehun dalam rongga mulutnya.

"A.. akhh..."

Luhan melepaskan tautan bibir keduanya dan spontan mendesah sambil menengadahkan kepalanya saat Sehun mengelus junior polos miliknya.

Sehun menyeringai mendengar desahan Luhan. "Sensitive deer eoh?" bisik Sehun sementara Luhan tersengal.

"Akh yaah.. Sehunnie nngghhh..." desahan Luhan bertambah keras seiring dengan Sehun yang mulai mengocok pelan junior Luhan.

"Suka saat aku menyentuhmu hm?" Sehun berbisik disela desahan Luhan yang bertambah nyaring.

Dengan cepat, Luhan meloloskan kaus yang dipakai Sehun dan merangkul lehernya sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sehun.

"Mmmhhh... fas.. ter... ngghhh.." Luhan mulai mengendusi leher Sehun saat Sehun mengocok juniornya dengan tempo yang lebih cepat.

"Ahh.. akuu mauuu ngghhh..." nafas berat Luhan di lehernya membuat Sehun sedikit merinding. Namja Oh itu menghentikan kocokannya sambil menatap Luhan yang mendengus kesal karena klimaksnya tertunda.

"Kau.. ingin aku.. menyelesaikannya?" tanya Sehun yang balas menghembuskan nafasnya di ceruk leher Luhan sambil meremas junior Luhan sedikit kasar.

"Mmmhh.." Luhan melenguh sambil mengangguk pelan. "Sentuhh aku.. Sehun.."

Sehun kembali menampakkan smirk evil-nya. "Tidak semudah itu sayang." Sehun mencolek dagu Luhan menggoda, sedangkan Luhan menatapnya dengan sayu dan bergairah.

"Jebal.."

Sehun meneguk salivanya saat Luhan menggigit bibir bawahnya sambil memohon.

"Then.. seduce me, baby.."

Luhan melebarkan matanya saat menatap Sehun yang malah menjauhkan diri dan duduk di sisi lain meja makan. Luhan menggelengkan kepalanya gelisah saat menatap juniornya yang sudah mengacung tegak karena rangsangan Sehun tadi.

Tangan mungilnya sudah akan mengocok sendiri junior miliknya yang mulai membengkak sebelum suara Sehun mendahuluinya.

"Yeah.. touch yourself and I won't touch you.."

Well, sebuah gertakan yang manis..

Sehun sedikit terkikik saat melihat punggung Luhan yang tegang karena gertakannya. Uh rusa mungil itu sepertinya mengira ucapan Sehun serius. Tentu saja Sehun hanya menggertak, tidak mungkin dia bisa menahan hormonnya untuk tidak menerkam Luhan. Lihat saja si mungil itu, benar-benar menggoda. Padahal Sehun hanya melihat punggung polosnya saja.

Luhan menghembuskan nafas frustasi. Baiklah, lupakan harga diri sekarang Luhan!

Dengan gerakan lambat, Luhan membalikkan tubuhnya dan mulai merangkak sisi tempat Sehun duduk. Ia menggigit bibir mungilnya saat paha dalamnya menggesek twinsball miliknya, membuatnya semakin terangsang.

Sehun kembali meneguk salivanya saat melihat junior tegang Luhan yang bergelantungan dan berayun saat Luhan bergerak.

Mata sipit Sehun membuka lebar saat Luhan duduk di meja dihadapannya dan membuka lebar kedua pahanya sehingga junior tegangnya berada tepat didepan wajah Sehun dengan lubang merah merekah yang berkedut menggoda.

Libido Sehun mendadak bangkit saat Luhan menggigit bibit bawahnya sensual sambil mengelus lubang merahnya.

"Touchh.. mee.. masterhh..."

Sehun terbelalak kaget sebelum kembali memasang smirk nya yang mengerikan. Ia sedikit menggigit kulit junior Luhan, sebelum berdiri dan mengusap pelan pipi Luhan yang merona.

"Where?"

Luhan mendesah lagi saat Sehun mengelus nipple nya yang menegang sebelum merangkul leher Sehun dan memiringkan kepalanya imut, membuat mata Sehun kembali melebar. Bagaimana dia bisa terlihat sexy dan cute disaat bersamaan!?

"Anywhere.." Luhan kembali melenguh saat Sehun menjilati daerah sekitar nipplenya. "Touch meeh... anywhere mmhh you want ahhh... masterrhhh ngghhh.."

Sehun menjilat bibirnya seperti serigala yang siap menyantap mangsanya.

"Then.. selamat makan!"

Dan erangan Luhan menggema dalam sepinya ruang makan itu. Bibirnya menghisapi nipple Luhan sementara tangan kanannya mengocok kencang junior Luhan dan tangan kirinya mengusap-usap perut datar Luhan yang sedikit ber abs.

"Sehuunnhhh... aahh.. ahh.."

Luhan mendesah keras saat Sehun mulai mengecupi dada dan perutnya. Lidah Sehun menjilat, menusuk-nusuk pusar Luhan dengan sensual. Sementara Luhan hanya menengadahkan kepalanya dengan liur yang melewati sudut bibirnya, menikmati sentuhan Sehun di setiap inci tubuhnya.

"Angghh... ah.. mmmhhh..." mulut Luhan semakin membuka lebar saat Sehun mulai mengecupi dan menjilati batang kejantanannya. Lenguhannya bertambah keras saat Sehun memasukkan seluruh batang mungil itu kedalam mulutnya dan mulai menyedotnya layaknya bubbletea.

"Fas... terrhhh..." Luhan kembali meracau saat Sehun menggenjot junior Luhan didalam mulutnya dengan tempo yang semakin cepat.

"Aku.. aku sampaiii.. ngghhh Sehun ahh... ah.. Sehunnhhh... AAHHH..."

Luhan berteriak parau saat ia mencapai puncaknya didalam rongga hangat Sehun. Sehun menelan seluruh cairan yang disemprotkan junior mungil Luhan yang baginya terasa begitu manis.

Libidonya semakin terbakar saat menatap Luhan yang terbaring pasrah diatas meja sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah, menikmati klimaksnya.

Dengan gerakan bak singa kelaparan, Sehun meloncat keatas meja dan mengukung tubuh mungil Luhan. Luhan menatap Sehun sayu, sementara Sehun menatapnya tajam. Pandangan matanya melunak seiring dengan dielusnya pipi halus Luhan.

"Kau.. cantik.."

Luhan tersenyum manis dengan pipi merona sebelum kembali meraup bibir Sehun. Mereka kembali berciuman panas bersamaan dengan Sehun yang terus mengelus setiap inchi tubuh indah dibawahnya disertai desahan-desahan tertahan dari bibir partnernya.

"AKKHH..."

Luhan menjerit tertahan saat Sehun tanpa basa-basi menusukkan junior besarnya kedalam lubang sempit Luhan yang bahkan belum direnggangkan.

"Akh.. appo.." cairan bening menetes mengaliri pipi Luhan, membuat Sehun menatapnya tidak tega.

"Apakah kukeluarkan saja?" tanyanya lembut sambil mengusap airmata Luhan. Luhan hanya menggigit bibir bawahnya sementara airmatanya mengalir semakin deras.

Sehun sedikit menggerakkan juniornya, bermaksud mengeluarkannya sebelum terbelalak dengan Luhan yang tiba-tiba melenguh nikmat sambil melengkungkan punggungnya.

"Aaahhhh therehhh..."

Rupanya tanpa disengaja, Sehun menusuk prostat Luhan. Luhan mengetatkan lubangnya sambil mengeluarkan cute-smirk nya yang membuat Sehun melenguh. Juniornya seperti diremas kuat didalam lubang sempit itu.

"Sudah berani nakal eoh?" Sehun membalas smirk Luhan sambil mulai menggenjot lubangnya dengan membabi buta.

"Ahhh.. ah.. yahh terusshh ooohhh.." Luhan kembali mendesah puas, apalagi dengan tangan Sehun yang ikut menservis junior mungilnya yang mulai tegang kembali.

"Jangannhhh ketatkan mmhh..." Sehun tidak tahan untuk tidak mendesah, ia semakin menusukkan kejantanannya dengan tempo yang semakin cepat, membuat meja yang mereka gunakan berdenyit heboh seakan-akan sebentar lagi rubuh. Sementara Luhan dibawahnya menjerit nikmat sambil melengkungkan tubuhnya, seolah menyodorkan nipple nya yang sensitive dan tegang.

"Ahhh.. ahhh.. akuu akannnhh ngaahhh..." Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya menikmati. Bagaimana tidak, juniornya tengah dikocok dengan kencang oleh Sehun sementara nipple nya terus menerus disedot dan prostatnya yang ditumbuk habis-habisan.

"Tahannnhh tunggu ahh aku Luuhh.." Sehun semakin mempercepat pekerjaannya menumbuk prostat Luhan. Desahan dan jeritan mereka semakin jelas terdengar mendominasi sepi.

"AAHHH SEHUUNN.."

"LUUUHH mmmhh.."

Mereka berdua mendapat klimaks secara bersamaan. Sehun seketika berbaring di sebelah Luhan yang terkulai tanpa melepaskan kontak intim mereka sambil terengah-engah.

"Nngghhh.." Luhan mendesah pelan saat memiringkan tubuhnya menghadap Sehun dan mengelus pipi namja itu pelan.

"Gomawo.." bisik Sehun sambil menggenggam tangan Luhan yang dibalas anggukan dan senyum manis dari Luhan.

"Lu.." panggil Sehun lagi.

Luhan bergumam pelan menyahuti Sehun dengan matanya yang sayu.

"Posisi yang seperti ini membuatku hard lagi." Bisik Sehun menggoda.

Luhan mengedipkan sebelah matanya sambil menggigit bibir bawahnya dan memainkan nipple Sehun, menggodanya.

"Ronde kedua, sayang?"

Tanpa basa-basi Sehun kembali menindih tubuh mungil Luhan.

"Puaskan mastermu, Luhannie..."

.

Luhan melenguh pelan saat membuka matanya, tubuhnya terasa remuk semuanya. Apalagi bagian bawahnya, ia menggerakkan badannya dan mendesah pelan saat menyadari junior Sehun masih berada di dalamnya.

Luhan sudah akan melepaskan tautan kelamin itu saat junior besar Sehun kembali menyodok masuk dan lengan kekarnya mendekap tubuh Luhan erat.

"Ahhh.."

Luhan mendesah lagi karena junior itu tanpa sengaja menusuk prostatnya. Sehun yang mendengar desahan sexy Luhan sontak membuka sebelah matanya.

"Ada apa, baby?" bisik Sehun dengan smirk menggoda.

Luhan mempoutkan bibirnya lucu. "Kau masih belum puas dengan yang semalam, huh?"

Sehun mengecup bibir merekah Luhan sejenak sebelum terkekeh. "Kurasa aku tidak akan puas jika denganmu meski beronde-ronde, sayang."

Luhan berdecak pelan. "Bokongku sakit sekali dan kau harus tanggung jawab!"

Sehun mengusak surai madu Luhan dengan sayang sebelum mendekap namja rusa itu semakin erat. "Bagaimana caranya?"

"Gendong akuuu Sehunnie.." rajuknya imut sambil mengerjapkan matanya polos.

"Ck.. ck.. sejak kapan kau jadi manja seperti ini hm? Dan kau bilang kalau kau manly?" Sehun berdecak menggoda.

Luhan menggembungkan kedua pipinya imut. "YA! Aku manly Sehuuuunnnn! Hanya saja bokongku benar-benar sakit dan kau harus tanggung jawab!"

Sehun terkekeh lagi. "Namja manly mana yang rela ditunggangi eoh?"

"SEHUUUNNN.." Luhan merajuk sambil menenggelamkan wajahnya di dada Sehun. Iseng, Luhan menggigit putingnya sedikit keras.

"He.. hei apa yang kau lakukan!?" Sehun terlonjak kaget sambil mengusap-usap nipplenya yang digigit Luhan. Sedangkan si pelaku hanya menggembungkan pipinya sambil memajukan bibirnya merajuk.

"Rasakan!"

"Hei! Baiklah.. baiklah aku akan menggendong Princess Luhan seharian ini oke?" Sehun memilih untuk mengalah.

"YEAYYY!" Luhan berteriak imut sambil kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang Sehun dan memeluk kekasihnya sambil bergelung seperti kucing.

"Baiklah dengan satu syarat.." bisik Sehun membuat Luhan merinding.

"A.. apa?"

"Berikan aku morning sex ne?" bisik Sehun sambil menindih tubuh Luhan dan mengunci kedua tangannya diatas kepala.

"MWOYA!?" Luhan menjerit sambil berusaha melepaskan cengkraman Sehun.

Sehun tidak mengindahkan teriakan Luhan dan mulai melumat habis bibir menggoda didepannya. Ia sudah akan menggenjot kembali lubang sempit itu sebelum sebuah suara familiar menyapa indera pendengaran mereka berdua.

"Sehun? Luhan?"

Sehun membelalakkan matanya, ekspresinya tidak berbeda jauh dengan ekspresi Luhan yang terkejut setengah mati.

"Ma.. manajer?" Sehun tergagap, sementara pria di ambang pintu kamar mereka menatap mereka tidak percaya. Matanya membelalak kaget dan mulutnya membuka lebar.

"DEMI TUHAN APA YANG KALIAN LAKUKAN!?"

~TBC~

Urushibara Puterrizme : ne, mian konfliknya baru dimulai chapter depan muehehe. Ini sudah panjang kah? Atau masih belum? Miaan hehe^^

LittleZhao : ne, ini udah dilanjut. Gomawo ne ^^

kimyori95 : iya ini udah dilanjut kok ehehe /kedip-kedip polos bareng Luhan/

Lieya EL : ne ini udah next ^^

Ooh Exo Lu : ne sayang ini udah apdet huehe. Eonnie sukanya yg tanggung-tanggung siey ;P

junia angel 58 : ne gomawo udah review semua ffku yaa /kecupbasah/ aku juga ngebayangin gitu kok.. pinginnya gitu MUAHAHA /evilsmile/ iya ini udah dilanjut, udah permainan inti juga hehe :P

Oh SeHan : Luhan gak ngapa2in aja Sehun udah tergoda kayaknya hehe ;D

urihunhan : iya ini udah lanjut hehe ^^

Baekhyunniee : iya udah next ini sayang^^

tchandra07 tc : Luhan kan emang menggoda kkk. Iya ini udah lanjut ^^

HUNsayHAN : iya mereka cuman berdua^^ Luhan gamaksud ngegoda kok, Sehun aja yang tergoda huehe. Iya ini udah dilanjut kan, sampek chap ini full NC aja hehehe :"D btw gomawo ne selalu meninggalkan jejak di semua ffku hehe ^^

Meriska-Xi : konfliknya mulai chap depan yaa, maaf bertele-tele :"

PandaYehet88 : Iya ini udh lanjut lagi, gomawo chingu^^

chacalock : iya ini udah update ^^

AraSabila : iya udah dilanjut kok /smirk/ Luhan gak goda kok, cuman Sehun aja yang tergoda wkwk /puppy eyes Luhan/ udah dilanjut kok ^^

13613 : udah lanjut nc nya huehe :"D sudah kilat kah ini apdetnya? /bow/

guest28 : ne cheonma^^ iya ini bakal chapter. Gomawo ne ^^ /kecupbasah/ iya udah update kok, lama kah ini updatenya?

Agaiiinn terimakasih buat yang udah review follow sama favorite yaa :3 Insya Allah kalo sempet aku pasti balesin reviewnya kalian semua kok ^^

Jangan bosen-bosen sama ff ini yaaa, maaf bertele-tele dan maaf chapter ini malah full NC :" maaf lagi kalo pendek... maaf kalo typos juga keran ini no edit hehe

sampe ketemu chapter depan ^^

Annyeong ^^/