"Kau tahu apa obatnya, Sasuke-kun?"
.
.
allihyun presents
a SasuSaku Fanfiction
Psychologist
AU. Ficlet(s). Typo(s). OOC. Gombal XD
DLDR is on term
Naruto and its chara © Masashi Kishimoto
Psychologist © allihyun
.
Part VIII
PTSD : Post Traumatic Stress Disorder
Empat gadis duduk di masing-masing kursinya mengelilingi meja yang ada di sudut kantin kampus. Salah satunya terlihat sangat antusius ketika memamerkan benda berharganya yang baru saja dibelinya kemarin di sebuah festival otaku yang ada diadakan di Shibuya. Yamanaka Ino, dengan mata berbinar-binar menunjukkan sebuah dakimakura dengan figur Sosuke Yamazaki dari anime Free! yang hanya mengenakan celana renang sebagai pakaiannya. Lekuk-lekuk ototnya tercetak sempurna pada dakimakura yang dibeli Ino dengan harga yang sanggup membuat tiga rekannya yang lain menganga itu.
"Sai akan membunuhmu kalau tahu kau membeli itu, Ino!" hardik Tenten sambil mendecak-decakkan lidahnya, tidak habis pikir dengan tingkah sahabatnya sejak SMA ini. Sementara yang dihardik hanya tertawa renyah menanggapinya.
"Kalau Sai mau membuat dirinya dalam versi dakimakura aku akan dengan senang hati membelinya juga kok, kuborong sekalian, hahaha!"
"Dasar gila!"
"Jangan munafik, jidat! Kau juga akan memborong dakimakura Sasuke kalau ada, kan?"
"Akan kubunuh dia kalau sampai mau repot-repot membuatnya!"
"Ck, kau ini gadis aneh memang, Hinata saja mau beli dakimakura Naruto kalau memang ada kau justru mau membunuh Sasuke, aku prihatin pada nasib Sasuke!"
"Oh, Ino kau membuat Hinata tidak bisa makan ramennya dengan benar, lihat!" Dagu Sakura menunjuk ke arah Hinata yang mukanya sudah layaknya kepiting rebus. Gadis itu masih membenarkan aktivitas tenggorokannya dengan meminum segelas air putih. Terlihat tidak siap dengan topik ayo-beli-dakimakura-dengan-figur-pacar-masing-masing.
Ino mengangkat bahunya tak acuh. Gadis itu lantas menopangkan salah satu tangannya di meja dan menatap temannya satu per satu. Rasa penasaran dan juga tatapan menyelidik jelas terlihat dari manik aquamarine itu.
"Tapi serius deh, masa kalian tidak punya khayalan soal pacar kalian, sih? Terutama kau, Jidat! Harus kuakui Sasuke itu walaupun dinginnya mengalahkan teori gunung es-nya Freud tetap saja dia dulu gebetanku waktu SMA, jenis mukanya itu jenis muka yang … 'mengundang', hahaha kau tahu kan apa yang kumaksud?"
Sakura mendelik demi mendengar apa yang baru saja dikatakan Ino. Demi apapun, mereka sekarang sedang di kantin dan topik yang mereka bicarakan sekarang bukan hal yang menyenangkan untuk dikonsumsi secara umum.
"Aku tidak se-pervert kau, Ino. Dan hentikan pikiranmu soal muka Sasuke yang 'mengundang' atau apalah itu, perlu kuingatkan lagi dia sekarang pacarku?"
"Kau seram sekali, Jidat! Aku kan cuma tanya, aku penasaran saja dengan otak kalian isinya apa, hahaha. Memang kalian tidak penasaran apa kalau misalnya pacar kalian mengganti penampilannya atau melakukan sesuatu yang membuat kalian blushing, misalnya. Hmm, kalau aku sih … sudah terlalu banyak hal yang kulakukan dengan Sai, sih, sampai aku tidak terbayang lagi dia mau jadi seperti apa, hahaha.
"Eww, tapi Dakimakura Sai masih terlihat menggiurkan, hahaha, bagaimana menurut kalian?" Ino tersenyum geli saat melihat ekspresi ketiga temannya yang jelas tidak setuju dengan ide Ino baru saja. Teman mereka yang satu ini memang kadang terlalu terbuka soal kehidupan pribadinya.
"Kau, Tenten! Kau tidak penasaran ya kalau Neji potong rambut?"
Tenten menyeruput teh di gelasnya sampai habis. Gadis itu hanya menjawab enteng bahwa dia pernah mencoba mengedit-edit foto Neji dengan rambut cepak dan hasilnya tidak terlalu membuatnya terkesan. Sama halnya dengan Hinata, gadis itu bilang dia menerima Naruto apa adanya, jadi kalaupun Naruto tiba-tiba jadi putih juga bukan masalah baginya, sebenarnya.
Sementara Sakura yang sedari awal terlihat tidak tertarik dengan pembicaraan ini kemudian hanya menjawab asal-asalan, "Aku cuma penasaran kalau Sasuke pakai kacamata, kelihatannya dia akan kelihatan lebih gan—b" dan saat itulah pandangan Sakura terdistraksi oleh seseorang yang baru saja turun dari lantai dua berjalan menuju kantin bersama segerombolan teman-temannya,"—teng."
Adalah Uchiha Sasuke dengan kemeja santainya yang digulung hingga siku dan kacamata yang terpasang di wajahnya, tengah berjalan ke kantin, lebih tepatnya ke arah meja di mana Sakura dan teman-temannya duduk. Pemuda itu berjalan dengan santai sembari menanggapi celotehan teman-temannya, wajahnya tidak terlalu banyak berekspresi, seperti biasanya. Sasuke begitu tenang, sampai-sampai dia tidak memperhatikan wajah Sakura yang masih sedikit linglung saat menatap matanya.
Sakura sendiri sudah seakan tuli dengan sekitarnya. Atensi gadis itu sudah sepenuhnya ditimpakan pada Sasuke. Bahkan bunyi cekikian dari Ino tidak lagi menjadi olok-olokan penting baginya.
Rasanya Sakura merasa begitu ajaib, baru saja pikiran iseng soal Sasuke berkacamata melintas di kepalanya dan kini sosok nyatanya dengan deskripsi sama persis dengan khayalannya tengah berdiri di depannya, menyapanya. Memang ganteng. Lebih ganteng. Sakura sampai lupa caranya berkedip.
"Kau baik-baik saja?" Suara bariton dari mulut Sasuke menyapanya, lembut.
"Tidak, kurasa,"
"Kau sakit?" Mimik wajah Sasuke berubah menjadi khawatir sekarang.
"Ya, kurasa aku memang sakit … PTSD,"
"PTSD?"
"Post Traumatic Stress Disorder … gangguan kecemasan karena kejadian traumatik. Aku baru saja mendapat pengalaman traumatik, melihat pemuda ganteng, terlalu ganteng, bahkan makin ganteng dengan kacamata. Sampai mau berkedip saja susah, kau tahu apa obatnya, Sasuke-kun?"
Tawa Ino meledak seketika dan Sasuke hanya bisa menyamarkan batuknya untuk menyembunyikan rasa malunya.
Oh shit, sayang stok gombalnya sedang habis!
===udah===
PTSD [Post Traumatic Stress Disorder]: gangguan kecemasan/stress yang ditunjukkan dengan reaksi fisik, biasanya disebabkan karena pengalaman traumatik seperti bencana alam, kecelakaan atau pun peristiwa-peristiwa lain yang membuat seseorang merasa trauma.
Haloo, lama gak ketemu www masih ada yang inget kumpulan ficlet ini?
Lagi kangen sama SasuSaku uwuwuwuw semoga yang ini cukup menghibur yah ;) btw ada yg gak tahu dakimakura? Itu loh body pillow yang biasanya ada gambar figure anime-nya atau kalo gak dari game RPG. Kalau asli harganya mahal banget uhuhuhu ((dia pengen tapi ga punya duit ;_; ))
Hiks, sudahlah saya malah curhat alay ;_;
Akhir kata thanks ya udah baca, hope you'll enjoy it ;)
Story only= 776words
211014, kepanasaaaanDX
-allihyun.
