Orange and Green
(kuroko no basuke X shingeki no kyojin crossover)
Disclaimer: Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi. Shingeki no Kyojin © Hajime Isayama. Tidak ada keuntungan material apapun yang didapat dari pembuatan karya ini. Ditulis hanya untuk hiburan dan berbagi kesenangan semata.
Pairing: Furihata Kouki/Sasha Braus. Genre: Friendship/Romance. Rating: K+. Other notes: knb!setting.
Sudah menjadi kebiasaan bagi Furihata untuk membawa sebuah bento setiap harinya. Dia mulai bisa memasak lebih banyak varian makan siang sendiri tanpa perlu menghabiskan uangnya untuk mentraktir Kagami-setiap kali dia minta ajari ace Seirin itu.
Dan adalah sebuah kebiasaan lain yang baru terjadi belakangan ini bagi Furihata: makan bersama Sasha di tiap hari Selasa, Rabu dan Sabtu. Di luar hari-hari itu, kadang mereka sibuk sendiri dengan kegiatan klub atau dengan kawan-kawan sekelas mereka. Entah siapa yang memulai sebuah kebiasaan ini, mereka berdua tak bisa mengatakannya dengan tepat juga. Semua terjadi begitu saja, dan baru mereka sadari mereka telah membentuk sebuah kebiasaan di hari-hari tertentu secara rutin selama tiga minggu setelah saling mengenal.
"Furihata-kun," panggil Sasha setelah dia selesai mengunyah sepotong brokoli yang cukup besar. "Bermain dengan kata 'kenapa', yuk?"
"Maksud ... mu?"
Sasha terkekeh sebentar. Sambil mengunyah, di berbicara. Pipinya gembung. "Aku bertanya denganmu tentang sesuatu dan memakai kata 'kenapa'. Berbalasan, begitu. Tapi harus dijawab, ya, hehehe."
"Boleh ..." Furihata tersenyum kecil. Lekat untuk sesaat pandangannya pada senyum polos Sasha.
"Mmn, Furihata-kun, kenapa suka basket?"
"Karena ..." Furihata merenung sejenak. Sambil bersandar pada jalinan kawat yang membentuk jaring-jaring itu, dia menatap langit dengan khidmat. "Aku suka saja. Entahlah. Mungkin ... mmm ... bisa disebut bahwa aku jatuh cinta di pandangan pertama dengan basket. Basket itu permainan yang beralur cepat, aku suka sekali melihatnya, karena saat bermain permainan yang cepat itu, mereka harus memikirkan strategi yang rumit juga. Karenanya, aku ingin mencoba terlibat di permainan keren itu."
Sasha mengangguk cepat. "Aku setuju. Basket memang keren. Kapan-kapan aku mau lihat Furihata-kun main basket, boleh, dong?"
Furihata mengangguk sambil malu-malu menampakkan senyumnya. "Hm ... Sasha kenapa memilih tenis?"
"Sebenarnya aku dulu tidak suka olahraga, hahaha," Sasha menjeda ceritanya karena di menenggak beberapa teguk air dari botolnya. "Tapi aku sering ikut temanku latihan tenis di klubnya. Dia keren sekali. Lalu waktu kelas 5 SD, dia menyuruhku untuk main sebentar. Ternyata seru, hihihi. Lalu suka, deh."
"Oh ..." Furihata termenung sebentar. Seperti ada tangan abstrak yang mencubit hatinya, kalau boleh dibilang. "Berarti temanmu berjasa sekali, ya ..."
"Iya, dong! Tapi sayang, dia jauh sekali sekarang. Dia memilih untuk sekolah di London. Haaa, kangennya!"
"Sasha ... sayang dengannya?"
Duh, kenapa pertanyaan itu yang keluar? Furihata ingin membenturkan kepalanya ke lantai sekarang juga.
Ah, Furihata, tahukah kau bahwa kau sudah melenceng dari permainan terlalu jauh sebanyak dua kali? Kau tidak menggunakan kata 'kenapa'. Untung saja Sasha tak menyadarinya.
"Sayang, dong! Dia orang berharga untukku."
Furihata terdiam sesaat. Ia memaksakan sebuah senyuman. "Boleh tahu siapa namanya?"
Dan pembicaraan ternyata jadi ajang pemuasan rasa penasaran Furihata. Tidak lagi menjadi permainan yang diinginkan Sasha.
"Davina. Dia manis sekali, lho! Kalau Furihata-kun melihatnya, pasti Furihata-kun bilang dia cantik. Duh sayang aku lupa bawa HP, padahal aku menyimpan fotonya di sana."
Furihata terperangah. Lama, bahkan.
Yang dia rasakan paling dominan? Lega!
Lega mengetahui bahwa ternyata orang itu adalah perempuan. Padahal, dia kira ...
"Furihata-kun, kenapa diam? Kau menelan potongan besar makanan, kah? Apa kau butuh air?"
Pemuda itu menggeleng cepat. Sasha pun tersenyum padanya.
Tepat saat matanya menangkap senyuman Sasha, jantungnya memberikan reaksi berbeda.
Furihata mencoba membalas senyum kawan bicaranya. "Aku tidak apa-apa."
Apa barusan dia ... cemburu?
Sepertinya 'ya'.
A/N: maap perlu setengah tahunan lebih untuk apdetan terbarunya _(:"3
