Baekhyun The Umbrella Girl

Author : PrincePin Icha

Main Cast : Park Chan Yeol – Byun Baek Hyun

Rate : M ( For Mature Content , Explicit , and Dirty Talk )

Genre : OOC,Genderswitch , Lime , Romance , Fluff

Disclaimer : EXO isn't mine because they're belong to God

Summary : Byun Baekhyun , si Umbrella Girls sexy yang jatuh kedalam pesona seorang pembalap tampan , Park Chanyeol

.

.

Baekhyun meminum cairan isotonik yang sengaja ia siapkan didalam tasnya . Bekerja di arena balap dari pagi hingga malam betul – betul melelahkan . Baekhyun meneguk cairan itu dengan perlahan , kemudian setelah dirasa cairan itu menghilangkan rasa haus di kerongkongannya . Perempuan mungil itu mendudukan dirinya dan merogoh ponselnya . Ia mendesah kecewa saat tak ada satupun pesan dari Chanyeol yang bertengger di ponselnya .

Baekhyun melirik teman – temannya yang kini tengah ber 'euforia' atas kemenangan Kris . Baekhyun tersenyum tipis kemudian mendekati teman – temannya itu .

"YEAAHHH~HIDUP KRIS!" teriak beberapa teman – teman Baekhyun sambil menyerang Kris dengan confetti . Baekhyun ikut tersenyum lebar . Kris ikut tertawa bahagia . Lelaki tinggi itu menarik Tao kedalam pelukannya dan mencium bibir perempuan tinggi itu dengan mesra .

"Baekhyun " Luhan menepuk pundak Baekhyun , perempuan bermarga Byun itu menatap Luhan , "Chanyeol mencarimu , " ujar Luhan sambil menunjuk seseorang yang berdiri tak jauh di belakangnya yang tengah berdiri di sisi mobil sport nya . Baekhyun membelalakan matanya ,kemudian ia menatap Chanyeol dengan senyum lega di bibirnya . Baekhyun menepuk pundak Luhan kemudian tersenyum , "Thanks Lu "

Baekhyun berlari kecil meninggalkan teman – temannya dan mendekati Chanyeol . Lelaki tinggi itu menatap Baekhyun dengan lembut , kemudian segera menarik perempuan itu kedalam ciuman hangat nya saat Baekhyun benar – benar berada dipelukannya . Chanyeol memeluk pinggang ramping Baekhyun sambil menahan lehernya . Bibir Chanyeol dengan lembut memagut bibir tipis itu ,memagut bagian atas dan bawahnya dengan penuh cinta . Begitupula Baekhyun yang ikut melingkarkan tangannya di leher Chanyeol . Lelaki tinggi itu menyandarkan tubuh mungil kekasihnya ke pinggir mobil dan kembali menikmati bagaimana manis dan lembutnya bibir Baekhyun .

Chanyeol , sebagai pihak 'penguasa',melepaskan pagutannya dan menatap Baekhyun yang terengah dengan wajah merahnya . Chanyeol tersenyum dan mencium puncak hidung Baekhyun .

"Kau kemana saja ?Aku khawatir kau tidak memberi kabar padaku"ujar Baekhyun dengan raut wajah khawatir . Chanyeol tersenyum kemudian merapikan anak – anak rambut Baekhyun yang beterbangan .

"Aku hanya merasa letih , dan memilih tidur seharian hingga aku lupa mengabarimu", bohong Chanyeol . Baekhyun menatap mata Chanyeol ,kemudian mengecup pipi kekasihnya .

"Aku antar kau pulang ?" tawar Chanyeol . Baekhyun mengangguk semangat

"Tunggu sebentar disini . Aku akan mengambil tas ku dahulu " Baekhyun menepuk pipi Chanyeol kemudian berjalan menuju tenda tempat ia dan teman – temannya menyimpan barang mereka kemudian berlari mendekati Chanyeol . Lelaki tinggi itu melirik teman – teman nya yang masih berkumpul merayakan kemenangan Kris kemudian segera membukakan pintu untuk Baekhyun . Setelah yakin perempuannya itu masuk , Chanyeol segera berjalan menuju pintu pengemudi dan masuk lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh .

.

.

Saat ini , jika Baekhyun seorang X-Men , maka ia berharap ia memiliki kekuatan seperti Charles Xavier yang mampu membaca pikiran manusia , terutama pada Chanyeol saat ini . Lelaki disebelahnya ini lebih banyak diam sambil menggenggam tangannya lembut . Baekhyun menatap Chanyeol yang masih mengendarai mobilnya dengan serius . Bahkan Baekhyun tak sadar jika saat ini Chanyeol tengah membawanya ke daerah yang cukup sepi dengan pepohonan besar dan bahkan Baekhyun tidak melihat satupun mobil atau kendarain lain yang melaju di daerah tersebut . Baekhyun mengernyit saat lelakinya mengenyampingkan mobil yang membawa mereka lalu Chanyeol pun mematikan mesinnya .Baekhyun melirik sekitar nya dari balik kaca sambil mengeratka genggamannya di tangan Chanyeol

"Sayang , apa yang akan kau Hmmpppth – "

Chanyeol segera mencium bibir Baekhyun dengan ganas . Lelaki tinggi itu bahkan terus mendesak Baekhyun sampai perempuan itu benar – benar terhimpit diantara dirinya dan pintu mobilnya . Chanyeol terus menghisap bibir Baekhyun dengan rakus . Melampiaskan emosinya dengan mencicipi bibir manis itu secara paksa .

"Hmmpt – Chan – hmmmp " desah Baekhyun tertahan . Lidah Chanyeol terus bergerak disekitar bibir Baekhyun , kemudian menarik lidah Baekhyun dengan giginya . Membiarkan lidah Baekhyun keluar dan segera ia nikmati .

"Nghh . . " lenguh Baekhyun saat tangan Chanyeol sudah bergerak menurunkan resleting baju Baekhyun dan mengelus dada besar yang masih terbungkus bra itu . Baekhyun melenguh saat lidah Chanyeol memasuki mulutnya dan juga tangan Chanyeol yang bergerak menaikan bra nya dan saat dada Baekhyun benar – benar sudah tidak tertutupi apapun , Chanyeol segera mencubit kecil puting merah muda itu

"Mmmh . . ah~" desah Baekhyun saat Chanyeol melepas bibirnya . Lelaki tinggi itu menurunkan sandaran kursi milik Baekhyun , dan dengan tangan yang bekerja di bagian dada Baekhyun , Chanyeol membaringkan tubuh sexy itu ,kemudian lelaki itu memposisikan tubuhnya diatas tubuh Baekhyun .

"Yeol – hmmpth !" Chanyeol kembali mencium ganas bibir Baekhyun sambil meremas dada Baekhyun , dan juga melepas celana dalam Baekhyun dengan tangan satunya . Chanyeol pun ikut melepas ikat pinggang dan juga membuka resleting celananya kemudian mengeluarkan penis nya dari celana dalam nya . Baekhyun mengelus lengan Chanyeol yang berisi sambil berusaha mengambil dominasi dalam ciuman mereka .

JLEB

"AHH~" lenguh Baekhyun penuh kenikmatan . Chanyeol mengecup bibir Baekhyun dan mulai memaju mundurkan penisnya ke selubung kewanitaan perempuan dibawahnya . Chanyeol dengan gerakan cepat terus memaju mundurkan pinggangnya , sedang Baekhyun bergerak gelisah karena Chanyeol terlalu cepat memberinya kenikmatan

"AH~Chanyeol ~ ahhhh. . . nghh ... hah . . . hah"

"Baek . . . nghh~"

Baekhyun memegang pinggiran kursinya sambil menutup matanya . Chanyeol terus menggenjot Baekhyun yang berada dibawahnya . Lelaki tinggi itu mencubiti puting Baekhyun dan beberapa detik kemudian lelaki itu merasakan sesuatu yang aneh dari dalam perut bawahnya

"Baek . . I'm Cumming " Chanyeol mengecup bibir Baekhyun lagi . Perempuan dibawahnya pun melenguh sebagai tanda ia akan segera tiba , dan Chanyeol pun berhasil memuntahkan lahar putihnya kedalam Baekhyun .

"Ahhhh~ Chanyeol " Baekhyun pun mendapatkan orgasme nya bersamaan dengan Chanyeol . Keduanya terengah dan berbagi ciuman setelah orgasme .

"Apa aku menyakitimu , sayang?"tanya Chanyeol lembut . Baekhyun tersenyum sambil menggeleng kemudian menghapus peluh di dahi Chanyeol . Lelaki tinggi itu mengecup bibir Baekhyun dengan gemas kemudian merapikan kembali pakaian milik Baekhyun dan ikut membantu perempuan itu untuk duduk . Chanyeol mengecup kening Baekhyun agak lama kemudian membawa perempuan itu kedalam pelukannya .

"Kau sedang kalut ya ?"tanya Baekhyun lembut sambil menggerakan telunjuk lentiknya dipunggung Chanyeol .Lelaki tampan itu tersenyum tipis sambil menutup matanya dan mengecup puncak kepala Baekhyun dengan lembut . Chanyeol tidak segera menjawab , ia lebih memilih diam dan menikmati betapa hangat dan harumnya tubuh dipelukannya ini . Begitupula Baekhyun yang terdiam , memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada kekasih tinggi nya ini .

"Bolehkah aku menginap di apartement mu malam ini?"tanya Chanyeol . Baekhyun tersenyum kemudian mengecup pipi Chanyeol dengan lembut .

"Tentu saja ."

Chanyeol melepas pelukannya dan kembali melajukan mobilnya menuju apartement kecil Baekhyun , perempuan mungil itu belum menemukan jawaban atas apa yang terjadi pada kekasihnya .

.

.

"Bagaimana ?"

"Tuan Chanyeol tengah mengendarai mobilnya menuju tempat tingga Umbrella Girl itu Nona "

Nana meneguk kopinya dengan perlahan kemudian menatap hamparan langit penuh bintang dari balik balkon kamarnya .

"Apalagi yang harus kami lakukan , Nona?"

"Tidak usah . Biar saja . Kalian pulanglah , aku akan membayar kalian sesuai nominal yang kita sepakati "

"Baiklah , terimakasih Nona"

PIP

Nana mematikan ponselnya kemudian tersenyum miris . Ia menghela nafas kemudian tanpa terasa sebutir air mata jatuh menelusuri wajah cantiknya .

"Kau lebih memilih perempuan murahan itu dari pada aku?" tanya Nana pada dirinya sendiri .

"Sebegitu hebatnyakah dirinya daripada ku?"

Nana menghapus jejak air mata yang turun melalui pipinnya , kemudian perempuan cantik bertubuh tinggi itu kembali memasang wajah angkuhnya

"Jika begitu , maka akupun akan terus merebut mu dari sisi perempuan itu " bisik Nana penuh dendam . Bisikan yang hanya mampu didengar olehnya dan juga angin malam yang berhembus malam itu .

.

.

Baekhyun menatap wajah Chanyeol yang kini berada diatasnya . Perempuan itu tersenyum disela – sela kenikmatan yang menghujani tubuhnya saat kejantanan Chanyeol berkali – kali menumbuk titik didalam sana . Baekhyun mengelus peluh di dahi Chanyeol , sedang Chanyeol ikut menatap mata sayu Baekhyun kemudian mencium bibirnya gemas . Chanyeol menjauhkan kembali wajahnya dan memilih menciumi dada Baekhyun yang bergoyang . Lelaki itu semakin mempercepat sodokannya , kemudian mengangkat wajahnya dan membiarkan matanya beradu dengan mata Baekhyun . Keduanya saling menatap penuh cinta , dengan Baekhyun yang terus tersenyum saat Chanyeol berhasil menyenggol titik kenikmatan miliknya . Baekhyun menggigit bibirnya

"Kau akan tiba , baby?" tanya Chanyeol dengan suara dalamnya . Baekhyun mengenagguk , lalu beberapa detik kemudian perempuan itu pun berhasil mendapat kenikmatannya di susul Chanyeol yang menumpahkan seluruh miliknya ke dalam Baekhyun . Chanyeol menciumi wajah Baekhyun kemudian membaringkan tubuhnya disebelah Baekhyun .

Perempuan cantik itu meraup udara sebanyak mungkin kemudian tersenyum pada Chanyeol yang terbaring di sisinya .

"Chanyeol sayang ~" panggil Baekhyun dengan manja pada Chanyeol . Lelaki tinggi itu tersenyum lalu memeluk tubuh mungil kekasihnya .

"Jangan panggil aku seperti itu . Aku bisa – bisa meleleh mendengarnya baby " Chanyeol mengecup bibir Baekhyun dengan gemas kemudian memeluknya . Baekhyun tersenyum kemudian mengecup pipi Chanyeol dengan gemas .

"Keanapa tidak menjawab pertanyaanku yang tadi ?" tanya Baekhyun dengan bibir yang ia majukan . Chanyeol terkekeh kemudian menarik bibir Baekhyun . Perempuan itu memukul lengan Chanyeol dengan kesal .

" Pertanyaan yang mana ?"

"Kau . . sedang kalut?" tanya Baekhyun . Senyum di bibir Chanyeol luntur . Lelaki tampan itu menatap mata sipit Baekhyun kemudian tersenyum tipis . "Sok tahu!" ujar Chanyeol . Baekhyun berdecak kemudian memilih menjauhkan tubuhnya dari tubuh Chanyeol .

"Eits, jangan marah cantik ," Chanyeol berusaha mendekati Baekhyun kemudian memeluk tubuh itu . Chanyeol mengecup puncak kepala Baekhyun dengan gemas kemudian sedikit menggoyang tubuhnya .

"Hanya masalah pekerjaan saja ," ujar Chanyeol sambil memelintir rambut panjang Baekhyun dengan jari telunjuknya , "Kau tidak usah kahwatir begitu "

"Tapi matamu berkata lain ," ujar Baekhyun sambil sedikit menjauhkan tubuhnya . Chanyeol menghela nafasnya kemudian kembali menarik Baekhyun kedalam pelukannya .

"Tidak . Tidak ada apa – apa . Serius ."

Baekhyun menyandarkan kepalanya pada dada terbuka Chanyeol kemudian mengecupnya sekilas . Chanyeol tersenyum tipis lalu memilih menyandarkan kepalanya di bahu Baekhyun .

"Berjanjilah padaku untuk terus bersamaku ," Ujar Chanyeol . Baekhyun mengangguk sambil mengeratkan pelukannya .

"Besok kau mau tidak menemaniku?" tanya Baekhyun pada Chanyeol sambil menjauhkan badannya . Chanyeol mengernyitkan alisnya .

"Kemana sayang?"

"Ke makam ibuku . Entah mengapa aku merindukannya ,"

"Tentu saja, apapun yang Baby Baekhyun inginkan aku akan turuti "

"Hmmm~"

.

.

Pukul 5 pagi , Chanyeol terbangun kemudian berjalan mengendap untuk mengambil pakaiannya yang berserakan , lalu memakainya asal . Ia berniat untuk pulang ke apartementnya pagi ini . Sebelum pulang , Chanyeol menyempatkan untuk memakaikan Baekhyun – yang tengah tertidur pulas – dengan pakaiannya yang berserakan di lantai , karena lelaki ini tidak mau kekasihnya masuk angin karena tidak berpakaian di dinginnya cuaca pagi ini . Tak lupa , Chanyeol memberika satu ciuman mesra di kening Baekhyun sebelum ia benar – benar meninggalkan kediaman perempuan mungil itu .

Situasi diluar masih sepi , karena orang – orang akan mulai beraktifitas pada pukul 6 pagi . Chanyeol segera memasuki mobilnya kemudian berjalan dengan kecepatan penuh menuju apartement nya . Ia masih mengingat kejadian kemarin , bagaimana Nana mengiriminya sebuah pesan dan mengancam Chanyeol untuk pulang pagi ini karena jika tidak , keselamatan Baekhyun berada di ujung tanduk .

Seribu satu cara sudah Chanyeol pikirkan untuk membawa Baekhyun menjauh dari Nana atau cara – cara lain agar orangtuanya mau menerima Baekhyun sebagai pengganti Nana . Dari mulai menikah secara diam – diam lalu menunjukan bukti pernikahannya pada orang tua nya , atau membawa Baekhyun menikah di luar negeri lalu hidup selamanya disana . Bahkan Chanyeol berpikiran untuk menghamili Baekhyun agar orangtuanya cepat – cepat menikahi mereka .

Tetatpi Chanyeol tidak mau mengambil resiko . Semakin ia bersitegang dengan Nana , perempuan tinggi itu akan semakin menjadi . Semakin Chanyeol berusaha untuk melawannya , semakin Nana akan menghadang kisah cintanya dengan Baekhyun . Ck! Chanyeol terlalu pusing untuk memikirkannya . Ia ingin hidup bahagia dengan Baekhyun dan meninggalkan Nana , perempuan yang tidak ia cintai .

Tanpa terasa , mobil Chanyeol sudah tiba di apartemenya . Sesudah Chanyeol menepikan mobilnya di area parkir, dengan lesu lelaki itu segera menaiki lift untuk menuju apartementnya . Pikiran Chanyeol berputar pada kejadian kemarin malam . Bagaimana Baekhyun mampu melupakan permasalahannya , bagaimana tatapan Baekhyun mampu meluluhkan hati , dan bagaimana pelukan hangat Baekhyun mampu menenangkan jiwanya yang sedang kalut . Chanyeol tertawa miris , ia terlalu merindukan Baekhyun untuk saat ini .

TING

Lift pun berhenti . Chanyeol segera melangkahkan kakinya keluar dari lift kemudian berjalan melewati deretan pintu , lalu kakinya berhenti tepat diujung lorong yang mana kamarnya terletak tepat di ujung sana . Chanyeol memasukan passcode pada pintu apartementa , kemudian saat pintu terbuka , lelaki tampan itu memasuki apartementnya dengan lesu .

Sepasang stiletto berwarna maroon menyadarkan Chanyeol dari lamunannya . Pasti dia sudah datang , pikir Chanyeol . Lelaki tinggi itu menghela nafasnya letih kemudian berjalan menuju kamarnya dengan lesu . Chanyeol membuka pintu kamar nya , dan demi apapun Chanyeol benar – benar akan meledak saat mendapati Nana yang tengah duduk membelakanginya di atas tempat tidur . Perempuan itu membalikan tubuhnya saat mendengar suara pintu terbuka , kemudian tersenyum manis .

"Selamat datang ," sapa Nana dengan suara lembutnya . Chanyeol tidak menjawabnya sekali . Lelaki itu memilih duduk di sisi tempat tidur satunya lagi tanpa memandang perempuan yang kini tengah menatapnya sedih . Chanyeol memilih mengeluarkan ponselnya , kemudian mengirimkan pesan singkat untuk Baekhyun yang kini – mungkin – masih tertidur .

"Kau sudah sarapan?" tanya Nana dengan lembut sambil berusaha berjalan ke sisinya satunya dan duduk tepat di sebelah Chanyeol .

"Belum , " jawab Chanyeol malas . Perempuan tinggi itu tersenyum manis kemudian berjalan 'menuju meja yang terletak tepat di depan jendela yang terbuka lebar kemudian mengambil nampan yang berisi secangkir kopi dan juga roti bakar . Nana menaruh nampan itu di sisi tempat tidur kemudian mengambil secangkir kopi dan memberikannnya pada Chanyeol .

"Minumlah , " ujar Nana sambil menyodorkan secangkir kopi hitam itu pada Chanyeol . Lelaki bertubuh tegap itu mengernyit heran dengan wajah penuh kecurigaan . Nana menaikan kedua alisnya , lalu tersenyum lembut .

"Tidak usah takut . Aku tidak memasukan appaun didalam minumanmu . Serius , percaya padaku , " ujarnya dengan senyuman manisnya . Chanyeol melirik larutan berwarna hitam tersebut . Ia masih tidak berniat meminumnya . Nana menghela nafasnya kemudian tersenyum tipis .

"Aku tidak akan sejahat itu untuk meracuni mu . Membunuh dengan racun bukan style ku , " ujarnya santai . Chanyeol berdecak pelan kemudian meraih cangkir itu dan meminum setengah dari kopi hitam itu . Nana tersenyum tipis kemudian segera mengambil lagi cangkir yang dipegang oleh Chanyeol . Lelaki tinggi itu memilih memainkan kembali ponselnya . Nana menaruh cangkir itu keatas nampan , kemudian kembali duduk disebelah Chanyeol tanpa melakukan apapun . Perempuan cantik itu memilih untuk memperhatikan Chanyeol yang tengah memainkan ponselnya .

Entah mengapa mata Chanyeol terasa berat , dan juga lemas . Dengan perlahan Chanyeol memundurkan tubuhnya kemudian menyandarkan kepalanya diatas bantal , namun dengan tangan yang masih aktif memainkan ponselnya . Nana tersenyum penuh kemenangan . Ia setia menunggu sampai Chanyeol benar – benar menutup matanya . Dan saat Chanyeol tertidur , Nana segera menaruh kedua kaki Chanyeol diatas tempat tidur lalu tersenyum sambil memperhatikan wajah tampan pembalap ini .

"Permainan dimulai darling , " ujarnya angkuh .

.

.

Baekhyun mematut dirinya dihadapan cermin . Pakaian hitam – hitam miliknya yang melekat manis di tubuh mungilnya . Ia tersenyum kemudian menyisiri rambut bergelombangnya dengan lembut .

"Eomma pasti senang jika melihat aku membawa calon menantunya hari ini ," ujar perempuan itu riang . Baekhyun menaruh sisirnya kemudian berjalan mengambil tasnya dan juga kotak bekal untuk Chanyeol , karena perempuan ini yakin kekasihnya pasti belum sarapan pagi ini . Dengan hati yang bahagia , Baekhyun berjalan menuju halte bus kemudian saat bus tujuan nya berhenti tepat dihadapannya , perempuan itu segera menaiki nya . Sepanjang perjalanan , Baekhyun akan terus tersenyum dan membayangkan bagaimana bahagianya hari ini karena Chanyeol akan menemaninya ke makam ibunya .

Bahkan Baekhyun tidak menyadari bahwa dirinya sudah hampir tiba pada pemberhentiannya . Baekhyun segera berdiri kemudian berjalan keluar dari bus saat dirasa bus yang ia naiki sudah berhenti di pemberhentiannya . Baekhyun berjalan dengan perasaan berbunga menuju apartement Chanyeol . Beberapa kali ia datang dan menginap di sini , sehingga ia sudah hafal dengan security di apartement ini ataupun wanita tua yang setiap pagi selalu berjemur di depan apartement . Baekhyun akan selalu menyapa mereka dengan senyum merekah . Setelah menaiki lift dan tiba di lantai kediaman Chanyeol , Baekhyun segera berjalan menyusuri lorong dan berhenti tepat di depan apartement Chanyeol . Ia memasukan passcode yang sudah ia hafal karena Chanyeol memberikan passcode nya untuk Baekhyun . Berjaga – jaga bila suatu saat Baekhyun akan datang ke apartementnya . Baekhyun membuka pintu kemudian segera menutupnya . Namun , langkahnya terhenti saat ia mendapati sepasang sepatu wanita yang tergeletak di bawah dan juga mantel asing yang menggantung di sisi pintu .

Baekhyun merasakan sesuatu yang aneh saat ini . Tidak mungkin , tidak mungkin , batin Baekhyun . Ketegangan terpampang di wajah manisnya . Apalagi saat ia mendapati situasi apartement Chanyeol yang sepi .

"Chanyeol , " panggil Baekhyun . Nihil , lelaki itu tidak muncul . Baekhyun berjalan menuju kamar Chanyeol yang tertutup lalu membuka pintu itu perlahan .

DEG

Baekhyun bersumpah bahwa saat ini ia lebih memilih untuk memotong nadinya sendiri daripada harus mendapati kenyataan pahit yang terlihat di depan matanya . Baekhyun secara refleks menjatuhkan kotak bekal nya yang telah ia siapkan sehingga isinya berceceran . Bagaimana tidak , kekasih yang ia cintai tengah bergelung dengan seorang wanita asing yang bahkan Baekhyun tidak ketahui siapa itu . Bergelung dibalik selimut tanpa selembar kainpun . Bahkan Baekhyun benar – benar menjatuhkan air matanya saat perempuan asing itu menatap Baekhyun dengan pandangan angkuhnya . Hati Baekhyun serasa terhimpit saat itu . Ia sakit hati , ia kecewa dan ia seakan sampah yang dibuang oleh Chanyeol .

"Hiks ," Baekhyun menghapus air matanya kasar kemudian berlari meninggalkan apartement Chanyeol . Sedang Nana , perempuan itu tersenyum angkuh menatap kepergian Baekhyun .

"Ini baru permulaan ,"

.

.

TBC

.

Mind to review?

.

Author's Note : HAI , hehehe sebelum author pergi berlibur author nyempetin apdet FF ini dulu ya hihih soalnya kasian readers di harkosin ama FF ini (?) heheheh Ohya , kemungkinan FF ini berkisar 2 chapter lagi lah . heheheh Chapter depan mungkin no NC dulu ya hihi soalnya aku mau konsen selsein masalah mereka dulu hihihh

Terimakasih banyak untuk wdynt27 yang sudah mengoreksi hihih kamu luar biasaaaaaaaa ^^

Plisss jan benci nana ya hahaha ini Cuma acting kok Nana tetep si manis pendiam (?)

Ehem , Katanya nih ada rumor Baekyeon *uhuk* married? HAHAHa Cuma bisa ketawa guys . Udah , gausah percayain hal – hal yang kek gitu . Gini ajalah , percayain aja yang kalian yakini . Kalo aku percaya Chanbaek itu real . Aku ga peduli ada orang yang mau ngomong apa , pret ! ngomong ama tangan gue ajalah . Apalagi orang2 yang nganggap chanbaek shipper delusional , hello~ lo pikir BY ga delu ? duh ! Bukannya yang delu itu mereka ya karena bohongan #loh #nyalainkembangapi

Gamaksud nih guys seriusan . Aku ga larang kalian suka taeyeon atau berhenti ngefans dia (serius aku ga masalah ama TY's stans) atau maksa kalian suka CB atau ga ngeship BY , Cuma yaaaa kita harus ngehargain weh satu sama lain . CB shipper punya kesenangannya sendiri , gausah bikin rumor2 geje yang memperkeruh suasana lah ya hehehe . Intinya ya intinya , udah gausah percaya rumor rumor gejelah . Keep calm aja broh !

Loh jadi curhat hahah maklum readers aku hard banget nge ship ChanBaek hihihihi

Oke sekian cuap – cuapnya . Selamat baca dan jangan lupa review ya ^^

Big Thx To :

Chapter 3 :

Younlaycious88|baexian ree|TrinCloudSparKyu|Shallow Lin|Park Faro|RLR14|stitchun|septhaca|ruixi|LuXiaoLu|HunHanCherry1220|zoldyk|Maple Fujoshi2309|devrina|rika . maulina . 94|nadyadwiandini10|Roxanne Jung|parkbyun627|Ririn cross|hikari . chania|ncarcheda|elfaninana|shiyon61|Re-Panda68|WinDeerDoBacon-dkl|GalaxYeol|sehyun14|exoel|hunhan aegy|JonginDo|bellasung21|mpiet . lee|ShinJiWoo920202|thestarbaek0506|ChanbaekLuv|xoxowolf61|BLUEFIRE0805|devie . chaniago . 9|lee yong in|ChanBaekShippers|fitry . sukma . 39|ByunnieSnow|chanbaekz|byunyeolliexo|90rahmayani|Syifa Nurqolbiah|lee chan hyun|fairy big eyes|Lovedanny|vitCB9|xxxsehun|Rly . C . Jaekyu|

Chapter 4:

Majey Jannah97|ruixi|KimYori95|nadyadwiandini10|Maple Fujoshi2309|hunhan aegy|Mela querer Chanbaekyeol|devrina|ifi . sehuna . 3|hunhanrakaisoo|WinDeerDoBacon-dkl|Aheyo Kim|RLR14|rika . maulina . 94|TrinCloudSparKyu|neli . shawolslockets|Shallow Lin|Lady Azuhra|NajikaAlamanda|mpiet . lee|Roxanne Jung|sehyun14|volturi6|septhaca| chapira . dwii|devie . chaniago . 9|exoel|xoxowolf61|ekf . faridah . 004|ypunlaycious88|Re-Panda68|HunHanCherry1220|Rly . C . Jaekyu|ShinJinWoo920202|90Rahmayani|JonginDO|Park Faro|Kai Yeodongsaeng|nam mingyu|ChanbaekLuv|wdynt27|bellasung21|vitcb9|exindira|fitry . sukma . 39|melizwufan|indi1004|elfaninana|Syifa Nurqolbiah|deylla|ncarcheda|byunyeolliexo|rechi|v|chanailu06|glowtrind|thestarbaek0506|cookiesugaa|