Baekhyun The Umbrella Girl
Author : PrincePink a . k . a Icha
Main Cast : Park Chan Yeol – Byun Baek Hyun
Rate : M ( For Mature Content , Explicit , and Dirty Talk )
Genre : OOC,Genderswitch , Lime , Romance , Fluff
Disclaimer : EXO isn't mine because they're belong to God
Summary : Byun Baekhyun , si Umbrella Girls sexy yang jatuh kedalam pesona seorang pembalap tampan , Park Chanyeol
.
.
LAST CHAPTER
.
Baekhyun berdiri didepan pintu ruang operasi dimana kini Chanyeol tengah berjuang melawan maut . Beribu kali Baekhyun memanjatkan doanya pada Tuhan agar Chanyeol mampu melewati masa kritisnya dan kondisinya baik - baik saja. Baekhyun menghapus air matanya dan memilih duduk di lantai. Ia sudah tidak peduli pada kondisinya saat ini. Ia hanya memikirkan Chanyeol dan keselamatannya.
Sampai Baekhyun mendengar suara derap langkah seseorang yang berjalan mendekatinya . Baekhyun mengangkat wajahnya dan membeku menatap sosok yang kini tengah menatap Baekhyun dengan wajah khawatir . Perempuan itu . Ya,perempuan yang Baekhyun temui dalam kondisi yang tak mengenakan. Secercah kepedihan kembali muncul dihati Baekhyun saat melihat perempuan itu
"Bagaimana keadaannya?"tanya perempuan itu. Baekhyun bangkit berdiri kemudian menggeleng lemah. Nana menghela nafasnya sembari mengusap wajahnya kasar
"Dokter sedang berusaha menyelamatkannya,"
Nana menatap Baekhyun dari atas sampai bawah dengan tatapan angkuhnya . Sedang Baekhyun hanya menundukan kepalanya,tak berani menatap Nana.
"Jadi, kau yang bernama Baekhyun?"tanya Nana sarkastik . Baekhyun mengangguk .
"Perempuan yang berani merebut tunanganku . Perempuan macam kau yang bahkan tak setara dengan Chanyeol!"desis Nana penuh amarah. Baekhyun menatap Nana kaget. Air matanya kembali menuruni kedua wajah cantiknya. Tunangan?batin Baekhyun bertanya.
"Ma-maksudmu?"
"Aku. Tunangannya . Dan kau dengan lancangnya berani merebut tunanganku!Dasar perempuan murahan!"
PLAK
Baekhyun hampir tersungkur saat Nana menampar wajahnya . Ia memegangi pipinya yang perih kemudian kembali menangis . Baekhyun menundukan wajahnya . Kalau memang begitu keadaannya, Baekhyun merasa dirinya adalah perempuan brengsek yang berani merebut milik orang lain. Baekhyun tak menyangka akan seperti ini. Nana kembali menatap Baekhyun geram, ia hampir saja melayangkan kembali tamparannya, namun tertahan oleh suara pintu yang terbuka . Pintu yang berada dibelakang Baekhyun . Baekhyun mengelus pipinya kemudian menatap dokter yang saat ini baru saja keluar dari ruang operasi dengan pakaian serba hijau . Nana berjalan mendekati dokter itu kemudian memberondong dokter itu dengan seribu pertanyaan . Darimulai keadaan Chanyeol,kondisinya,lukanya,dan keselamatan Chanyeol.
"Pasien kehilangan banyak darah. Ia membutuhkan donor secepatnya saat ini,"
Hati Baekhyun seakan teremas. Begitupula dengan Nana yang menutup wajahnya.
"Ambil saja darahku dokter, aku memiliki golongan darah yang sama dengannya,"
.
.
Baekhyun memperhatikan tubuh Chanyeol yang terlihat rapuh dari luar . Ia hanya bisa melihat tubuh Chanyeol dari balik kaca. Ia tidak berani memasuki ruangan itu. Baekhyun mengerti posisinya. Ia bukan perempuan yang diharapkan dalam suatu hubungan. Ia sama saja sebagai perusak hubungan orang saat ini. Apalagi saat ini,Nana tengah duduk disamping Chanyeol sembari memegang tangannya
Baekhyun merapatkan mantel merah muda yang melekat ditubuhnya. Dengan lesu ia duduk didepan ruangan Chanyeol . Ingin sekali rasanya Baekhyun memeluk sosok Chanyeol yang kini tengah terbaring lemah. Baekhyun juga ingin sekali mencium wajah Chanyeol,memberinya kehangatan dan juga pelukan cinta. Baekhyun tersenyum sedih saat menyadari bahwa ini semua sia - sia. Baekhyun hanya selingkuhan Chanyeol lebih tepatnya.
"Sedang apa kau disini?"tanya Nana yang kini telah berada diluar kamar Chanyeol . Baekhyun menggeleng kemudian tersenyum pada Nana. Perempuan yang lebih tinggi menutup pintu kamar Chanyeol dengam perlahan kemudian memilih duduk disamping Baekhyun.
"Bagaimana keadaannya?"tanya Baekhyun dengan suara parau. Nana melirik Baekhyun kemudian menghela nafasnya.
"Kondisinya semakin membaik,"
"Syukurlah,"lega Baekhyun . Perempuan mungil bermarga Byun memilih untuk memainkan tas selempangnya . Ia masih tak berani menatap Nana . Perempuan disebelahnya ini begitu cantik, sempurna dan bak model .Chanyeol serasi dengannya, dan Baekhyun pedih mengakui itu.
"Bahkan Chanyeol memberitahukan golongan darahnya padamu . Sedang aku?Ia tidak pernah memberitahukanku. Bahkan untuk ukuran pakaiannya pun, " lirih Nana. Baekhyun kali ini memberanikan diri menatap Nana yang terlihat sedih. Nana menghela nafasnya berat kemudian menyeringai
"Aku begitu cemburu melihatnya bahagia bersamamu. Tertawa dengan lepas,juga menunjukan sifat aslinya dihadapanmu. Kau memang istimewa dimata Chanyeol,"
DEG
Baekhyun terhentak. Ia bisa merasakan desiran halus didadanya mendengar penuturan Nana. Sebegitu pentingnya kah dirinya untuk Chanyeol?
"Bahkan dengan terpaksa aku mengucapkan terimakasih padamu karena telah menyelamatkan Chanyeol . Kalau tidak,Chanyeol takan bisa diselamatkan sampai detik ini,"
"Itu hanya kebetulan. Golongan darah kami sama,"
Keduanya memilih terdiam . Baekhyun yang sibuk dengan pikirannya , sedang Nana yang terus menatap lurus kedepan . Suasana canggung yang lahir diantara keduanya
"Apa yang akan kau lakukan jika aku menyerahkan Chanyeol kepadamu?"tanya Nana dengan santainya . Pertanyaan ini berhasil membuat Baekhyun tertohok dan tak mampu berkata apa - apa.
"Jawab sekarang atau aku tidak akan pernah melepaskan Chanyeol?"sinis Nana. Baekhyun seakan tersadar dari lamunannya kemudian tersenyum lembut
"Aku akan menerimanya dengan sukarela,karena aku mencintai Chanyeol, "
Nana menatap Baekhyun. Ia dapat melihat tatapan penuh keyakinan dari perempuan mungil disampingnya. Nana tersenyum tipis kemudian melipat tangannya didepan dada
"Bagus. Karena aku benar benar akan menyerahkan lelaki tukang selingkuh itu kepadamu mulai detik ini," Baekhyun tersenyum mantap sambil mengepalkan tangannya.
"Masuklah, sepertinya Chanyeol akan lebih senang jika kau yang menungguinya didalam,"Nana berdiri kemudian merapikan pakaiannya. Baekhyun menatap perempuan tinggi itu bingung.
"Kau mau kemana? "
"Membeli makanan . Aku juga manusia yang butuh asupan gizi,"ujarnya dingin . Baekhyun tersenyum lembut kemudian ikut berdiri. Sampai Nana kembali membalikan tubuhnya dan menatap Baekhyun yang kini tengah berdiri didepan pintu kamar Chanyeol
"Aku tidak pernah benar - benar tidur dengannya,"ujar Nana lantang kemudian kembali memutar tubuhnya dan pergi. Baekhyun yang mendengarnya pun tak dapat memungkiri kelegaan dihatinya kemudian perempuan itu tersenyum lembut
"Terimakasih,"
.
.
Chanyeol tengah mengemudikan mobilnya cepat diantara belasan mobil lainnya yang berusaha menyusulnya, namun sesuatu menghempas mobilnya dan berhasil membuat mobilnya terbanting . Chanyeol membuka matanya perlahan dan bersyukur saat menyadari itu semua hanya mimpi. Mata besarnya membuka perlahan dan berusaha beradaptasi dengan cahaya diruangan itu yang menyambutnya.
Ngomong - ngomong soal ruangan, Chanyeol sempat bingung saat ini dia berada dimana. Karena ruangan ini didominasi warna putih dengan penerangan maksimal. Juga aroma ruangan ini tidak seperti kamar nya. Sekuat apapun Chanyeol mengingat kejadian sebelumnya ,ia takan berhasil. Yang ada malah membuat kepalanya sakit.
Chanyeol melirik kedua tangannya yang tersampir di sisi tubuhnya. Juga tiang infusan yang berada di sisinya menunjukan ia berada di rumah sakit saat ini . Tapi,ada apa dengan dirinya?
CKLEK
Chanyeol melirik seseorang yang kini tengah membuka pintu kamarnya kemudian menutupnya . Dan saat mata mereka saling bertemu,sosok itu terdiam menatap Chanyeol kaget. Chanyeol tersenyum tipis melihat sosok itu. Sosok yang ia rindukan selama ini.
"Baekhyun,"panggil Chanyeol lemah. Baekhyun menutup mulutnya,menahan isakan tangis yang akan keluar dari bibirnya. Perempuan itu berjalan kemudian membuka mantel nya dan menaruhnya di sofa. Ia menghapus air matanya dan mendekati Chanyeol
"Sayang, aku begitu khawatir padamu,"tangis Baekhyun kemudian naik keatas ranjang Chanyeol dengan kedua kaki yang ia simpan di sisi tubuh Chanyeol,dan tangan di samping kepala Chanyeol. Perempuan itu berhati - hati,takut tubuhnya mengenai Chanyeol
"Aku kenapa, Baek?"tanya Chanyeol . Baekhyun mengelap air matanya . Air mata kebahagiaan mendapati kekasihnya telah sadar.
"Kau kecelakaan saat lomba, Sayang . Aku begitu mengkhawatirkanmu,"Baekhyun mengelus lembut wajah Chanyeol kemudian mengecup pipinya. Chanyeol tersenyum kemudian menatap lembut Baekhyun yang kini sudah menjauhkan wajahnya.
"Aku bahkan tidak mengingat apapun,"
"Tidak usah diingat. Itu bukan kenangan bagus. Yang pasti aku begitu khawatir padamu dan senang kau sudah takut kau meninggalkanku,"Baekhyun kembali menangis. Ia mengelusi rambut Chanyeol dengan lembut. Chanyeol tersenyum kemudian tangan kanannya berusaha memeluk pinggang kekasih mungilnya
"Maafkan aku ya. Aku benar - benar bodoh . Dengan mudahnya masuk kedalam perangkap. Maafkan aku Baekhyun. Sungguh, aku mencintaimu. Aku tidak mau kau bertingkah seolah - olah tidak mengenalku. Aku terpuruk tanpamu. Aku -"
CUP
Baekhyun mengecup singkat bibir Chanyeol kemudian mengecup kedua pipinya dengan penuh cinta. Chanyeol terdiam menanggapi Baekhyun . Hati Chanyeol bergemuruh. Tak ada sesuatu yang lebih membahagiakan dari ini semua. Baekhyun memaafkannya dan masih mencintainya adalah hal terindah yang ia rasakan.
"Aku sudah memaafkanmu. Aku mencintaimu dan aku benar - benar tidak bisa memaafkan diriku yang membuatmu harus terus menungguku didepan apartementku. Itu menyakitkan Chanyeol,"
"Semua kulakukan untukmu,"ujar Chanyeol singkat sambil menggerakan tangannya yang sedari tadi memeluk pinggang Baekhyun ke sisi kepalanya,kemudian meraih tangan Baekhyun dan menggengamnya. Chanyeol dengan lembut mengecup tangan itu. Mata Chanyeol bergerak memperhatikan wajah Baekhyun yang memerah dan matanya yang basah. Chanyeol terkekeh dibuatnya.
"Hiks ...",Baekhyun kembali menangis. Chanyeol mendesah kemudian menghapus air mata Baekhyun.
"Sudahlah,aku ada disini. Kau tidak usah menangis. Aku lemah melihatmu menangis,"tutur Chanyeol lembut. Baekhyun tersenyum kemudian menghapus air matanya sendiri. Mata Chanyeol menyadari adanya sesuatu yang menempel di tangan Baekhyun. Tepatnya di belakang sikunya. Sebuah plester menempel apik disitu. Chanyeol menggerakan bola matanya kekiri, dan tersenyum saat mendapati satu kantung darah menggantung manis disisinya dan sebuah selang dengan ujung jarum menembus tangan nya.
"Bahkan yang membuatku tetap hidup adalah kau,"
"Um?"bingung Baekhyun. Chanyeol menunjuk plester ditangan Baekhyun kemudian menunjuk kantung darah di sisinya. Baekhyun mengikuti arah tangan Chanyeol
"Terima kasih untuk semuanya Baek. Kini darahmu juga mengalir didalamku,"ujar Chanyeol sambil berusaha menggapai rambut Baekhyun dan menyisirinya. Baekhyun tersenyum lembut kemudian merendahkan tubuhnya dengan hati - hati dan menidurkan kepalanya diatas dada Chanyeol.
"Aku mencintaimu,"bisik Chanyeol. Baekhyun mengecup dada Chanyeol kemudian menutup matanya
"Aku lebih mencintaimu,"
Tanpa disadari keduanya, diluar ruangan Nana tengah menatap mereka dengan pandangan tak terartikan miliknya. Ia menyelipkan rambutnya kebelakang telinga dan tersenyum lembut menatap Baekhyun dan Chanyeol didalam sana.
"Happy ending, eoh?"bisiknya. Kemudian berjalan menjauh meninggalkan ruangan milik Chanyeol.
.
.
Baekhyun akan menjadi orang yang paling pagi untuk datang menjenguk Chanyeol. Lelaki tinggi ini merasa tubuhnya 10 kali lebih baik saat menatap senyuman Baekhyun dipagi hari.
"Selamat pagi tampan,"sapa Baekhyun sambil menyisiri rambut Chanyeol dengan lembut. Chanyeol menutup matanya sambil tersenyum. Ia menikmati sentuhan lembut Baekhyun.
"Selamat pagi, cantik. Kau benar benar membuat tubuh ku semakin membaik saja, "ujar Chanyeol. Baekhyun terkekeh kemudian mengecup lembut bibir Chanyeol,lalu menjauhkannya . Chanyeol memasang wajah kesalnya.
"Kenapa hanya mengecup sih? tidak menjilat, menggigit atau bermain lidah?"tanya Chanyeol frontal. Baekhyun meringis kemudian mencubit tangan Chanyeol.
"Aww!"
"Dasar bodoh! dalam keadaan seperti ini masih bisa berpikir seperti itu! Sudah untung aku cium, huh!"kesal Baekhyun kemudian menegakan tubuhnya dan melipat tangannya di dada. Chanyeol berusaha menggapai Baekhyun dengan tangannya, tapi sayang Baekhyun malah memundurkan tubuhnya. Chanyeol mendecak.
"Habis, aku benar benar rindu memelukmu,menciumu,bercinta denganmu dan segala hal hal lain yang biasa kita lakukan bersama,sayang. "lirih Chanyeol. Baekhyun memutar bola matanya malas.
CKLEK
Baekhyun dan Chanyeol sama sama melirik pintu yang terbuka dan keduanya tersenyum saat mendapati dua orang perawat tengah membawa baju ganti serta sebuah baskom air dan peralatan mandi lainnya. Dua Perawat itu menunduk sebagai tanda hormat.
"Selamat pagi, Tuan Park,"
"Selamat pagi,"balas Chanyeol. Baekhyun tersenyum kemudian membantu perawat itu untuk menaruh baskom dan baju ganti di meja . Sedangkan perawat yang satu lagi mendorong trolley berisi makanan khusus pasien dan menaruhnya tepat disebelah pakaian ganti.
"Waktunya mandi dan sarapan,Tuan " ujar perawat satunya dengan senyum mengembang.
"Terima kasih, suster. Biar istriku saja yang membantuku mandi,"ujar Chanyeol kemudian terkekeh ketika Baekhyun membelalakan matanya kearahnya. Kedua perawat itu tersenyum maklum.
"Ah, jadi nyonya ini istri anda?" tanya salah satu perawat kemudian melirik temannya dan mereka terkekeh bersama. Baekhyun menghela nafasnya kemudian melirik Chanyeol dengan tatapan bengis. Chanyeol menatap ke arah lain sambil tersenyum .
"Ah, maafkan kami Tuan dan Nyonya Park kami malah mengobrol begini ,"ujar perawat satunya sambil menggaruk tengkuknya.
"Habis kalian serasi sekali,kami senang melihatnya,"ujar perawat satunya yang tadi membawakan sarapan untuk Chanyeol . Entah mengapa Baekhyun tersenyum mendengarnya.
"Terima kasih,"ujar perempuan cantik itu.
"Baiklah,kami izin keluar. Kami permisi Tuan dan Nyonya,"ujar kedua perawat itu sopan,kemudian keluar meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun.
"Puas menjahiliku?"tanya Baekhyun dengan wajah ketus. Chanyeol menatap Baekhyun kemudian tersenyum geli
"Puas sekali. Wajahmu lucu hahaha,"
Baekhyun menatap Chanyeol malas kemudian mendekatkan baskom berisi air ,peralatan mandi dan pakaian ganti.
"Ayo kau harus mandi,"ujar Baekhyun sambil membantu Chanyeol untuk duduk. Chanyeol menatap Baekhyun kemudian mengecup pipinya. Baekhyun terdiam mendapat serangan mendadak dari kekasih tampannya . "Jangan marah ya," ujar Chanyeol lembut. Baekhyun terkekeh kemudian mengecup gemas pipi Chanyeol.
"Aku tidak bisa marah padamu. Kau kan tahu aku seperti apa,"
"Iya iya,Tuan putri,"
Baekhyun membantu Chanyeol membuka pakaian atasnya kemudian mulai membasuh tubuh Chanyeol dengan handuk kecil yang sudah dimasukan kedalam air,kemudian menggosok tubuh Chanyeol.
"Kemarin Nana mendatangiku,"ujar Chanyeol. Baekhyun terkesiap,namun ia tidak menghentikan gerak tangannya. Ia berusaha mengontrolnya dan terus melanjutkan pekerjaannya.
"Lalu?"
"Ia menjelaskan semuanya. Bagaimana kau tetap pada pendirian mu untuk tetap mencintaiku,dan juga ia akan meminta pada kedua orang tua dan orang tuanya untuk membatalkan pertunangan kami,"
Chanyeol menghela nafasnya kemudian melirik Baekhyun yang masih mengelap tubuh Chanyeol dengan lembut.
"Perempuan itu juga meminta maaf kepadaku dan dia berpamitan. Ia kembali ke Paris dengan penerbangan pagi,"
"Ia tidak pamit padaku?"tanya Baekhyun. Chanyeol tersenyum sambil menggeleng
"Ia merasa tak pantas bertemu denganmu,"
"Seharusnya aku yang berkata begitu. Nana perempuan yang baik meski dia selalu bertindak egois, "tutur Baekhyun. Chanyeol mengecup pipi Baekhyun kemudian terkekeh saat mendapati sang kekasih merona mendapati perlakuan seperti itu darinya.
"Kau memang yang terbaik . Aku tak salah memilihmu,"tutur Chanyeol. Baekhyun tersenyum lembut kemudian mengecup kening Chanyeol. Membiarkan lelaki tinggi itu menikmati sentuhan bibir Baekhyun di wajahnya
"Aku juga tidak salah memilihmu. Nah,sudah selesai, "ujar Baekhyun kemudian menaruh handuk basah yang ia gunakan untuk mengelap tubuh Chanyeol kemudian mengambil baju bersih dan membantu Chanyeol untuk menggantikan pakaian kotornya dengan pakaian baru yang bersih. Setelah itu Baekhyun menyisiri rambut Chanyeol dan membiarkan Chanyeol yang sudah terlihat segar untuk bersandar pada bantal. sedang perempuan itu mengambil makanan untuk Chanyeol dan menyuapi lelaki itu dengan duduk di samping ranjangnya.
"Ayo, buka mulutmu," Baekhyun menyodorkan sesendok bubur berwarna putih tepat di hadapan mulut Chanyeol. Lelaki tinggi itu memakannya dengan lahap. Makanan rumah sakit tidak pernah enak bagi Chanyeol namun entah mengapa sekarang terasa enak karena Baekhyun yang menyuapinya. Baekhyun mengambil selembar tissue kemudian menyeka ujung bibir chanyeol.
"Cepatlah sembuh . Kau terlihat menyedihkan seperti ini,"ujar Baekhyun. Chanyeol meraih tangan Baekhyun yang bebas kemudian menggenggamnya erat.
"Aku akan cepat sembuh karena kau disampingku. Kau obat sesungguhnya untuku,"ujar Chanyeol sepenuh hati. Baekhyun tersenyum lembut,hatinya bergetar dan ia ingin menangis mendengarnya. Baekhyun memajukan tubuhnya kemudian mengecup bibir Chanyeol dengan ringan
"Aku mencintaimu,"
"Aku juga mencintaimu Baekhyun kekasih cantikku,"
.
.
Baekhyun terkekeh geli saat mendapati kekasihnya tengah duduk diatas kap mobil, dengan pakaian tebal yang biasa para racer gunakan saat bertanding , namun dengan ekspresi kesal. Chanyeol hanya memperhatikan permainan teman - temannya di arena sirkuit. Baekhyun berjalan mendekati Chanyeol kemudian memeluk lelaki itu dari belakang. Chanyeol sedikit menegang saat seseorang memeluknya . Seketika ia tersenyum cerah saat melihat senyuman manis milik Baekhyun yang kini tengah menyandarkan kepalanya di bahu Chanyeol.
"Iri dengan teman - temanmu?"tanya Baekhyun. Chanyeol tidak menjawab,ia malah menarik lembut tangan Baekhyun untuk ikut naik ke atas kap mobilnya dan duduk disampingnya. Chanyeol menarik pinggang Baekhyun kemudian menaruh dagunya diatas kepala Baekhyun dan memeluk tubuh mungil itu.
"Pintar membaca pikiranku,eoh?"ujar Chanyeol kemudian mengecup puncak kepala Baekhyun. Perempuan cantik itu mengelus lengan Chanyeol yang melingkar di pinggangnya kemudian melirik tangan Chanyeol yang masih diperban.
"Kau belum sembuh benar. Aku tidak mau kau kenapa - kenapa oke?"
"Iya. Kau tahukan kalau aku tidak bisa membantah perkataanmu, calon istriku yang cantik?" goda Chanyeol. Baekhyun merona kemudian memukul pelan bahu Chanyeol. Sepasang kekasih itu menautkan jemari mereka kemudian menonton pertandingan saat ini. Beberapa kali mobil mobil dengan kecepatan tinggi melesat . Baekhyun terus memperhatikan mobil - mobil dihadapannya,tanpa ia sadari,kini Chanyeol tengah menyematkan cincin perak cantik di jari manisnya. Chanyeol tersenyum melihat apa yang baru saja ia lakukan kemudian menarik lembut wajah Baekhyun untuk menghadapnya dan tersenyum lembut mendapati wajah Baekhyun yang manis di bawah sinar matahari yang menyengat
"Kau terlalu sibuk memperhatikan mobil - mobil itu daripada memandangku,"rajuk Chanyeol. Baekhyun terkekeh kemudian menaruh tangannya dipipi Chanyeol,berniat untuk mengelus wajah kekasihnya. Namun senyumnya memudar saat ia mendapati cincin manis bertengger dijarinya. Baekhyun melirik cincin itu kemudian menatap chanyeol
"Sampai - sampai kau tidak menyadari bahwa aku baru saja menyematkan tanda bukti bahwa kau sudah sepenuhnya miliku,"ujar Chanyeol sembari mengelus wajah Baekhyun kemudian mengecup hidung perempuan mungil itu. Baekhyun menatap Chanyeol tanpa bergeming. Pikirannya masih blank dengan ini semua. Apa maksud Chanyeol dengan cincin ini?atau jangan - jangan...
"Menikahlah denganku,Baek," tutur Chanyeol lantang sambil menatap manik Baekhyun dengan lembut. Chanyeol mengangkat tangan baekhyun yang sudah tersemat cincin kemudian mengecupnya. Baekhyun terharu,ia sedih,dan bahagia dalam satu waktu yang sama. Baekhyun terkekeh kemudian menghapus setetes air mata yang terjatuh dari matanya,
"Apa lagi yang harus kujawab selain kata ' iya' hm?"
"Tentu. Kau tidak boleh menolak lamaranku karena kita sudah ditakdirkan bersama dan tidak satupun dapat memisahkan kita,Park Baek,"
Chanyeol mengelus wajah Baekhyun dengan tatapan lembut penuh cinta darinya. Baekhyun menghapus air matanya kemudian mencium lembut bibir Chanyeol. Lelaki tinggi itu menikmati ciuman hangat kekasihnya sambil memeluk tubuh mungil itu. Baekhyun melepas bibirnya kemudian tersenyum pada Chanyeol
"Aku mencintaimu,Chanyeol sayang!Aku mencintaimu!"
"Aku juga sangaaattt mencintaimu,Baekhyun ku tercantik!kau segalanya,"
Baekhyun kembali meneteskan air matanya kemudian menenggelamkan tubuhnya kedalam tubuh Chanyeol . Memeluk kekasihnya dengan mesra . Begitupula Chanyeol yang membalas pelukannya
"Minggu depan aku akan membawamu menemui orang tuaku di Jepang. Aku sudah menceritakan semuanya pada orang tuaku tentang siapa kau,dan bagaimana kita bertemu,"
Baekhyun mendongak menatap Chanyeol.
"Kau ... menceritakan pada orangtuamu siapa aku?"tanya Baekhyun pelan. Chanyeol tersenyum kemudian mengecup kening Baekhyun kilat
"Ya. Mereka tidak mempermasalahkan apapun Baek. Mereka hanya ingin bertemu denganmu,dan aku harap mereka cocok denganmu,sehingga mereka akan cepat menikahkan kita,"
"Chanyeol~" Baekhyun tersenyum senang kemudian kembali memeluk Chanyeol.
"Aku berharap kedua orangtuamu menyukaiku,"
"Pasti,Baek. Mereka akan menyukaimu,"
.
.
Sesuai janji Chanyeol,Baekhyun pun terbang ke Jepang bersama Chanyeol untuk menemui orang tua Chanyeol. Sepanjang perjalanan Baekhyun gugup bukan main. Ia terus memegang tangan Chanyeol,alhasil lelaki tampan itu harus menenangkan kekasihnya dengan memeluknya ataupun memberikan ciuman penenang sepanjang perjalanan.
"Orang tuaku sudah menjemput kita," ujar Chanyeol saat mereka baru saja berjalan meninggalkan pesawat. Baekhyun meneguk liurnya kemudian mengeratkan rengkuhannya di lengan Chanyeol. Lelaki tampan itu tersenyum kemudian mengecup kening kekasihnya . Chanyeol menepuk tangan Baekhyun kemudian tersenyum.
"Relax,Baekhyun. Kau yang terbaik, "
"Tetap saja,"gerutu Baekhyun. Chanyeok terkekeh kemudian memeluk pinggang Baekhyun sambil sebelah tangannya mendorong trolley berisi koper mereka. Keduanya berjalan menuju pintu kedatangan.
"Itu mereka," tunjuk Chanyeol pada sepasang suami istri yang berdiri dengan senyuman diwajah mereka. Baekhyun jadi berpikir,Chanyeol senang tersenyum mungkin karena kedua orangtuanya . Jantung Baekhyun berdetak lebih cepat saat kedua kakinya semakin dekat kearah kedua orang tersebut.
"Appa,Umma!"panggil Chanyeol. Lelaki tinggi itu berlari kecil kemudian memeluk sang ibu yang terlihat cantik di usia paruh bayanya. Chanyeol memeluk sang ibu kemudian mencium pipi ibunya.
"Anakku," ujar Umma Park. Wanita itu tersenyum kemudian memperhatikan putranya dari kepala sampai kaki.
"Kau tampak sehat,nak. Ah!lebih sehat dari terakhir umma bertemu denganmu,chagi"
"Tentu saja Umma. Aku menjaga kesehatanku disana,"Chanyeol tersenyum lebar kemudian kembali memeluk sang umma.
"Ehem,kau melupakan ayahmu?"
Dehem pria yang sedari tadi tersenyum memperhatikan kedua sosok yang ia cintai. Chanyeol melepas pelukannya kemudian terkekeh dan memeluk ayahnya.
"Appa~"
"Kau semakin tampan,nak!"ujar Appa Park sambil menepuk punggung Chanyeol. Umma park melirik sosok manis yang sedari tadi berdiri di dekat mereka. Perempuan paruh baya itu tersenyum kemudian mendekati Baekhyun.
"Apa kau Baekhyun?"tanya Umma Park.
"Ne,Eomonim"
Chanyeol melepas pelukannya kemudian berjalan kearah Baekhyun dan berdiri disampingnya
"Nah,Appa,Umma , kenalkan ini Baekhyun. Kekasihku yang kuceritakan waktu itu,"ujar Chanyeol bangga. Baekhyun tersenyum kearah sepasang suami istri itu kemudian membungkuk.
"Annyeong,aku Baekhyun. Senang bertemu dengan kalian,"sapa Baekhyun penuh hormat. Umma Park tersenyum lebar kemudian memegang tangan Baekhyun. Sedang Appa Park tersenyum menatap kekasih putranya
"Kau benar benar cantik. Pantas saja anakku jatuh cinta padamu,"
Chanyeol terkekeh sedang Baekhyun tersenyum menutupi rasa malunya. Ada secercah perasaan lega di dadanya saat ia mendapati seberapa ramah nya kedua orang tua Chanyeol. Baekhyun ingin berteriak sekarang
"Sudah sudah. Appa sudah lapar,ayo kita pulang lalu makan bersama. Lagipula , kasihan wajah Baekhyun sudah letih begitu,"ujar Appa Park penuh gurau. Chanyeol,Umma Park dan Baekhyun tertawa mendengarnya. Appa Park membantu Chanyeol untuk memasukan koper mereka kedalam bagasi mobil mewah milik keluarga Park, kemudian keduanya memilih untuk duduk di jok belakang selama perjalanan menuju kediaman keluarga Park
"Kau lelah?"bisik Chanyeol sambil menggenggam tangan Baekhyun. Perempuan mungil itu tersenyum kemudian menggeleng. Chanyeol terkekeh tanpa suara kemudian mengecup bibir Baekhyun cepat. Tanpa keduanya sadari,Umma Park melihat apa yang keduanya lakukan kemudian tersenyum senang melihatnya.
.
.
Menantu idaman.
Mungkin itulah panggilan baru untuk Baekhyun saat ini. Lihatlah,bagaimana Baekhyun mampu mengambil hati sang calon ibu mertua dengan keahlian memasaknya. Apalagi saat Umma Park tahu bahwa Baekhyun senang merangkai bunga,keduanya benar benar cocok satu sama lain.
Begitupula Appa Park. Ia benar - benar cocok dengan Baekhyun karena ternyata calon menantunya ini memiliki suara yang indah. Appa Park senang dengan suara indah,karena setiap kali Appa Park memainkan instrumen dengan pianonya,suara Baekhyun begitu harmonis dengan permainan pianonya.
Apalagi Baekhyun itu perempuan yang apik,rajin dan sopan. Dibalik masa lalunya yang kelam, Baekhyun memiliki kelebihan yang begitu banyak. Kedua orang tua Chanyeol tidak pernah mempermasalahkan hal itu , karena mereka berpikir bahwa Baekhyun baik dan juga kedua orang tua Chanyeol berpikir bahwa putra mereka akan hidup bahagia bersama perempuan itu.
Chanyeol sudah menceritakan perihal lamarannya terhadap Baekhyun. Dan kedua orang tuanya pun sangat setuju dengan keputusan anaknya. Bahkan kedua orang tuanya setuju untuk menikahkan keduanya dua bulan lagi.
Apa yang selama ini diharapkan Baekhyun terkabul.
.
.
"Bawalah teh ini untuk Chanyeol. Ia senang dengan teh madu ," ujar Umma Park sambil menyerahkan secangkir teh pada Baekhyun. Perempuan mungil itu tersenyum sambil mengangguk. Baekhyun membawa secangkir teh itu kemudian berjalan mendekati Chanyeol yang kini tengah duduk di taman belakang. Beberapa maid tersenyum menyapa Baekhyun. Perempuan cantik itu benar - benar cepat akrab dengan seisi rumah.
Baekhyun tersenyum saat kakinya semakin mendekat pada Chanyeol. Ia berdehem, sehingga Chanyeol pun menoleh kebelakang dan tersenyum saat mendapati kekasihnya tengah berdiri dibelakangnya dengan secangkir ditangannya.
"Melamun,eoh?"ujar Baekhyun kemudian duduk disebelah Chanyeol. Perempuan itu menyerahkan cangkir berisi teh madu ditangannya pada Chanyeol. Si tampan mengambil cangkir itu kemudian tersenyum melihat isi dari cangkir itu.
"Gomapta,"
Chanyeol menghirup teh madu tersebut kemudian menyeruputnya. Baekhyun memilih memandang langit cerah diatas mereka. Chanyeol menaruh cangkir tersebut setelah meminum setengah dari isinya kemudian menatap lembut kekasih mungil cantiknya.
"Kau senang tinggal disini?"tanya Chanyeol. Baekhyun menatap Chanyeol kemudian tersenyum. "Tentu saja, disini menyenangkan,"
"Sebentar lagi kau akan menjadi bagian keluarga ini, jadi kau mungkin akan sering - sering datang kemari," ujar Chanyeol sambil mendekatkan tubuhnya pada tubuh Baekhyun kemudian memeluk tubuh perempuan itu dan menyandarkan dagunya dibahu Baekhyun.
"Besok kau dan aku harus mengikuti tes kesuburan juga tes kesehatan lainnya. Sepertinya umma mu benar - benar ingin cepat punya cucu darimu," Ujar Baekhyun sambil mengecup hidung Chanyeol.
"Jangankan umma,aku saja tidak sabar menunggu perut ini diisi bayi mungil nan lucu hehe" kekeh Chanyeol sambil mengelus perut rata Baekhyun. Keduanya terkekeh kemudian kembali terdiam menikmati semilir angin malan hari saat itu.
"Apa kau senang menikah denganku?" tanya Baekhyun. Chanyeol mengeratkan pelukannya kemudian mengecup pipi Baekhyun.
"Kenapa bertanya seperti itu?"
"Karena kau masih bisa membatalkan pernikahan ini sebelum kau menyesal memilihku menjadi istrimu," Ujar Baekhyun sambil menatap Chanyeol .
"Pernyataan macam apa itu," kekeh Chanyeol sambil mendekatkan hidung keduanya. Baekhyun menggigit bibirnya saat Chanyeol menghembuskan nafasnya kemudian menatap Baekhyun lurus.
"Aku tidak akan menyesali segala sesuatu nya. Kau adalah bagianku dan bagianku akan kujaga seumur hidupku . Begitupula denganmu. Kau akan kujaga sampai kapanpun. Menjagamu dengan mengikatmu untuk menjadi pendampingku seumur hidupku sampai akhir hayat,sampai kita meninggal,"
Baekhyun tersenyum tipis mendengarnya. Chanyeol menutup matanya, kemudian membukanya lagi.
"Saranghae,"
"Nado," balas Baekhyun. Chanyeol tersenyum kemudian menempelkan bibirnya pada bibir Baekhyun. Keduanya hanyut dalam ciuman penuh cinta yang meletup - letup tiap kali keduanya membisikan kata cinta dan berbagi kalimat sayang. Ciuman cinta diantara Chanyeol dan Baekhyun yang akan membawa mengarungi luasnya samudera cinta tak terbatas.
.
.
Setelah hampir seminggu lebih keduanya menghabiskan waktu di Jepang, kali ini Chanyeol dan Baekhyun memilih untuk pulang kembali ke Korea. Karena mereka akan melangsungkan pernikahan di Korea, mau tak mau mereka harus mempersiapkan semuanya di negara asal mereka.
Entah apa yang terjadi pada Chanyeol seminggu sebelum pernikahan keduanya dilaksanakan. Chanyeol diserang diare berkepanjangan. Baekhyun kalut bukan main, apalagi saat pagi itu ia mendapati Chanyeol yang terduduk lemas di kamarnya dengan wajah pucat. Baekhyun segera membawa kekasihnya menuju rumah sakit.
Baekhyun memasuki ruang pemeriksaan dan menatap Chanyeol khawatir yang kini tengah duduk diatas kasur pemeriksaan. Sepertinya lelaki tampan itu baru saja menyelesaikan pemeriksaannya. Sang dokter tersenyum pada Baekhyun. Dokter tersebut menyuruh Chanyeol dan Baekhyun untuk duduk di kursi dihadapan meja sang dokter.
"Nona Byun? "tanya sang dokter. Baekhyun mengangguk kemudian melirik Chanyeol yang kini tersenyum lemah kearahnya.
"Ya,songsaengnim?bagaimana keadaannya?apa sakitnya parah?"tanya Baekhyun khawatir . Sang dokter terkekeh kemudian tersenyum jahil pada Chanyeol.
"Kau tahu apa yang dialami calon suamimu ini?"tanya sang dokter. Baekhyun melirik Chanyeol kemudian menggeleng dengan ekpresi bingung.
"Calon suamimu ini mengalami stress akibat makan tidak teratur . Ternyata setelah ku ketauhi yang mana sejujurnya ku korek dari bibir calon suamimu ini, bahwa ia stress karena beberapa hari lagi kalian akan menikah. Benar?"tanya sang dokter dengan senyuman . Baekhyun membulatkan matanya kemudian menatap Chanyeol
"Stress?"
"Ya. Stress,"
Chanyeol terkekeh sedang Baekhyun menatap Chanyeol kaget. "Aku terlalu stress menunggu hari besar kita tiba,sayang,"ujar Chanyeol sambil mengelus tangan Baekhyun. Perempuan mungil itu terkekeh kemudian menatap sang dokter.
"Maafkan calon suamiku ini ya songsaengnim. Dia memang agak aneh,"Baekhyun pun akhirnya terkekeh kemudian menatap dokter itu dengan pandangan menyesal. Sedang Chanyeol hanya tersenyum malu.
"Wajar bagi seorang muda untuk dirinya mengalami stress pra- wedding . Karena aku juga mengalaminya,"aku si dokter.
"Hanya saja mungkin calon suami mu ini harus berusaha melupakan stressnya dan meminum obat dariku sebelum hari bahagia kalian datang. Aku akan menuliskan resepnya,"ujar sang dokter sambil menggoreskan tintanya diatas sebuah kertas. Baekhyun melirik Chanyeol kemudian terkekeh geli . Sedang Chanyeol hanya menggenggam tangan Baekhyun dan membibisikan sesuatu padanya
" Aku benar – benar tidak sabar untuk hari pernikahan kita sampai – sampai aku terserang diare begini ,"
" Dasar Bodoh," balas Baekhyun sambil berbisik dan menyentil gemas hidung bangir Chanyeol
.
.
Segala sesuatu yang telah disiapkan berjalan dengan baik. Dari mulai perancangan baju pengantin milik Baekhyun, jas milik Chanyeol,lalu pesta yang akan dilakukan di sebuah taman ,gereja tempat pemberkatan dan juga undangan sudah terancang dengan baik. Bahkan, hasil kesehatan mereka berdua pun sangat bagus. Tidak ada tanda - tanda keduanya mendapatkan penyakit yang membahayakan yang mungkin bisa diturunkan pada anak cucu mereka. Baekhyun dan Chanyeol pun dinyatakan sebagai pasangan yang subur. Baekhyun cukup lega menyadari bahwa keberuntungan berpihak padanya saat ini. Apa jadinya jika Baekhyun kini tengah berbadan dua karena sebelumnya dia dan Chanyeol sering berhubungan badan?bisa - bisa ia dicap perempuan murahan.
Kedua muda mudi itu bahkan sudah berkomitmen jauh - jauh hari . Chanyeol meminta Baekhyun untuk berhenti dari pekerjaanya menjadi seorang umbrella girl , karena Chanyeol beralasan bahwa ia tidak mau tubuh sexy dan menawan milik calon istrinya akan dilihat oleh pria- pria bermata jelalatan diluar sana, lalu alasan lainnya,bahwa sudah kewajiban Chanyeol untuk memenuhi kebutuhan Baekhyun dengan hasil kerja payahnya. Chanyeol akan melanjutkan bisnis nya dibidang perhotelan dan pembangunan apartement demi memenuhi kebutuhan Baekhyun dan keluarganya ini.
Begitupula dengan Baekhyun,perempuan cantik ini ingin Chanyeol berhenti dari dunia malamnya,tidak lagi ikut balapan di arena sirkuit . Tentu saja baekhyun tidak ingin Chanyeol kembali lagi ke dunia nya yang kelam dan buruk. Intinya,keduanya saling berkomitmen sebelum mereka memasuki dunia pernikahan yang didalamnya hanya ada mereka berdua,tanpa pihak lain,namun dalam ikatan cinta yang manis dan tak pernah putus hingga akhir hayat.
.
.
Chanyeol dan Baekhyun resmi menjadi sepasang suami istri. Setelah beberapa jam lalu mereka mengikat diri mereka di hadapan Tuhan dengan pemberkatan dan juga upacara sakral di sebuah gereja megah. Keduanya telah berjanji sehidup semati sampai maut memisahkan,dan juga menanggung kepedihan dan kebahagiaan bersama sama. Chanyeol resmi menjadi suami sah dari Baekhyun dan Baekhyun pun telah resmi menjadi istri dari Chanyeol,yang juga secara otomatis marganya akan berubah. Keduanya terlihat sangat berbahagia. Tidak ada tangis dan juga wajah penuh kesedihan. Hanya ada kebahagiaan,dan tawa di hari itu.
Dan saat ini,keduanya tengah berjalan untuk menyapa para tamu yang hadir, memberi ucapan terimakasih atas waktu yang mereka sempatkan dan juga tak lupa doa dan harapan dari para tamu untuk pasangan baru ini. Bahkan Baekhyun tertawa bahagia saat mendapati Luhan,Kyungsoo dan Tao yang datang dengan gaun berwarna sama, kemudian berlari menghambur kearah Baekhyun dan memberi kecupan pada sahabat mereka yang telah resmi melepas masa lajangnya. Baekhyun luar biasa bahagia.
"Aku benar - benar tidak menyangka kau menikah lebih dulu dari pada aku Baek," ujar Luhan sambil memandang Baekhyun . Pancaran mata perempuan asal cina itu terlihat bahagia. Baekhyun tertawa kemudian merangkul bahu Luhan.
"Ya ya, jangan seperti itu. Aku yakin Sehun akan segera melamarmu saat tahu bahwa aku dan Chanyeol lebih dulu menikah,"
"Seharusnya kau katakan hal seperti itu pada perempuan disebelahku,"Luhan menggerakan kepalanya ke arah Kyungsoo . Sedang yang ditunjuk hanya tersenyum malu.
"Maksudmu jie?"tanya Tao penasaran,begitupula Baekhyun yang menatap ketiga sahabatnya bingung.
"Bulan depan dia akan menyusulmu menjadi seorang ibu rumah tangga,Baek,"celetuk Luhan. Kyungsoo menatap Luhan kesal karena berbicara terang-terangan sedang Baekhyun dan Tao terperanjat kaget dan beberapa detik kemudian mereka memeluk Kyungsoo dengan erat.
"Aku bahagiaaaaa sekaliiiii mendengarnyaaa Soo!",ujar Baekhyun kemudian mengecup pipi Kyungsoo dan menatap perempuan bermata besar itu,"Aku pasti akan hadir ke acara pernikahanmu,"
"Tentu saja. Kalian sahabat sahabatku,pasti aku akan mengundang kalian dan juga meminta bantuan kalian untuk menyukseskan hari bahagiaku,"ujar Kyungsoo sambil memeluk ketiga sahabat cantiknya.
"Aku akan memilihkan gaun untukmu,"ujar Luhan semangat.
"Aku akan menata riasmu,"kini Baekhyun tak kalah semangat
"dan,aku akan menyiapkan dekorasi cantik untuk pesta pernikahanmu,"Tao ikut berujar dengan ceria. Keempatnya tertawa lepas dan saling berpelukan. Bahkan mereka beberapa kali mengambil foto dengan ponsel mereka.
Tingkah manis mereka berempat ini bahkan sedari tadi telah menjadi sorotan keempat lelaki tampan yang juga tengah berdiri tak jauh dari mereka
"Memang benar ya,persahabatan diantara lelaki dan perempuan itu berbeda,"ujar Kai. Sehun menatap Kai bingung.
"Berbeda apanya?"
"Lihat,mereka ber empat jika sudah bertemu akan sangat berisik. Tertawa,berfoto dan menpmbicarakan hal yang tak penting,"dengus Kai. Chanyeol tertawa pelan kemudian merangkul bahu Kai.
"Jadi,siapa selanjutnya yang akan menyusul Chanyeol? "tanya Kris sambil menatap ketiga sahabatnya.
"Tentu saja si hitam ini. Dia berhasil membujuk Kyungsoo untuk menikahinya, dan tada! bulan depan keduanya akan menikah,"ujar Sehun datar. Kai tersenyum sambil menggaruk belakang lehernya.
"Woahh, begini - begini kau berani juga,"ujar Kris sambil memukul bahu Kai ringan dan terkekeh diakhir.
"Kalian pikir aku lelaki penakut apa, dasar! "
Dan keempat lelaki tampan ini pun terlarut dalam pembicaraan mereka yang manis di tengah - tengah kebahagiaan hari itu.
.
.
Chanyeol memeluk tubuh telanjang Baekhyun yang berada dibawahnya kemudian ikut membaringkan tubuhnya di sisi perempuan itu. Sedang Baekhyun hanya mampu tersenyum lemah dan menikmati rengkuhan hangat suaminya ditubuh penuh peluh. Tubuh keduanya yang polos dan tak tertutup apapun saat berpelukan memberikan sensasi kenyamanan tersendiri bagi keduanya.
"Angh ..."desah Baekhyun saat kejantanan Chanyeol terlepas dari kewanitaannya. Chanyeol mengecup kening Baekhyun dan kembali memeluk perempuan itu. Chanyeol menyusuri wajah Baekhyun dengan matanya. Ia terlihat cantik dan menggoda malam ini. Apalagi setelah percintaan mereka yang dilakukan dari malam hingga dini hari seperti ini. Chanyeol terkekeh sendiri mengingatnya
"Kenapa kau tertawa sendiri?"tanya Baekhyun sambil menatap suaminya bingung. Chanyeol tersenyum kemudian merapikan anak rambut Baekhyun.
"Rasanya berbeda saat melakukan denganmu pertama kali dan melakukannya di malam pengantin kita,"
Baekhyun tersenyum lembut kemudian mengecup pipi Chanyeol. Laki - laki itu tersenyum lembut saat Baekhyun melingkarkan tangannya di pinggang kokohnya.
"Kau masih ingatkan janji kita beberapa jam lalu?"tanya Baekhyun. Chanyeol mengangguk kemudian mengecup bibir Baekhyun kilat dan memandang wajah ayu itu
"Tentu saja. Seumur hidup aku akan mengingat janji itu,karena itu merupakan janji ku dihadapan Tuhan untuk mengikatmu sebagai bagian hidupku,"Chanyeol mengecup kening Baekhyun kemudian kembali menatap perempuan itu, "sampai kapanpun dan bahkan sampai akhir hayat aku akan terus bersamamu. Tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita,"
Baekhyun meneteskan air matanya kemudian menempelkan bibirnya pada bibir Chanyeol. Mata besar milik lelaki tampan itu menutup dan menikmati ciuman mesra dari sang istri. Ciuman yang mampu menaikan hasrat ditubuhnya saat ini. Baekhyun melepas tautannya dan tersenyum menatap Chanyeol
"Aku sangat mencintaimu,suamiku,Park Chanyeol si pembalap tampan dan mempesona,"ujar Baekhyun dengan senyum lebarnya.
"Dan aku lebih mencintaimu,istriku,Park Baekhyun si umbrella girl yang cantik dan menggairahkan,sampai - sampai dihari pertama bertemu kita melakukannnya didalam mobilku haha",
Baekhyun merona mendengarnya. Chanyeol tersenyum jahil melihat ekspresi baekhyun.
"Eyy, ada yang sedang membayangkan masa masa kita pertama bercinta saat itu ya?"tanya Chanyeol jahil sambil mencolek dagu Baekhyun. Perempuan itu mengerucutkan bibirnya dan memukul pelan dada Chanyeol.
"Chanyeolll~" rajuknya. Chanyeol tertawa kemudian mengelus perut rata milik Baekhyun dengan gerakan sensual. Sedang perempuan itu menahan desahannya saat tangan Chanyeol bergerak perlahan diperutnya kemudian semakin naik ke area dada nya dan meremas dada sintalnya dengan lembut
"Ayo, kita lanjutkan. Aku tak sabar ingin memiliki Park kecil di keluarga ini,"bisik Chanyeol dengan nada menggoda. Dan Baekhyun tidak sempat menyerukan protesannya karena Chanyeol telah lebih dulu menciumnya kemudian kembali menindih tubuh mungilnya dan Chanyeol telah berhasil memasukan kejantanannya kedalam kewanitaan Baekhyun
"Angh!Yeollie!"
.
.
6 Years later
Seorang gadis kecil berusia 4 tahun tengah bermain dengan boneka barbie nya. Gadis itu menyisiri rambut barbie nya dengan telaten kemudian bersenandung ceria saat dirasanya boneka cantik ditangannya telah rapi dan itu tersenyum kemudian melirik boneka teddy bear yang terletak disebelahnya.
"Hari ini kau harus bertemu karena ia sangat baik dan pasti ia akan senang bertemu denganmu,Princess,"ujar gadis itu pada barbie di tangannya. Kemudian gadis itu menarik boneka teddy bear tersebut dan mendudukannya di sisinya . Sedang sang barbie ia dudukan diatas kursi mainnan dengan menghadap kearah sang teddy bear . Gadis itu tersenyum bahagia.
"Hiks . .hiks . ."
Gadis kecil itu melirik box bayi yang terletak di tak jauh dari kasur nya kemudian dengan cepat ia berlari kearah box bayi itu dan menatap kedalam box bayi itu. Ia membelalakan matanya saat melihat bayi mungil yang terbaring di dalam box itu tengah bergerak gelisah dengan air mata yang menggenang di matanya.
"Yehwa kau sudah bangun?biar ku panggilkan Papa,kau tunggu di sini ya cantik,"ujarnya. Gadis kecil itu kemudian berlari saat tangisan bayi itu – Yehwa – semakin kencang . Ia menjauhi kamar tempat dimana box bayi itu berada kemudian berlari menuju ruangan yang setengah terbuka,menampakan seorang pria yang tengah sibuk dengan laptop diatas mejanya. Gadis kecil itu segera masuk dengan gerakan terburu - buru.
Chanyeol. Lelaki itu menatap gadis itu dengan bingung.
"Ada apa Yerin?kenapa kau berlari?"tanya Chanyeol pada Yerin. Putri sulungnya.
"Yehwa menangis dan ia terbangun dari tidur nya,"ujarnya. Chanyeol melepas kacamatanya kemudian berjalan cepat memasuki kamar tidur tempat dimana Yehwa,bayi kecil itu tengah menangis dari dalam box. Chanyeol mendekati box itu kemudian tersenyum melihat putri bungsunya tengah menangis.
"Yehwa sudah bangun ya?"tanya nya dengan nada ceria. Lelaki itu menggendong bayi berusia 3 bulan itu kemudian menimangnya. Bayi mungil itu sedikit tenang berada dipelukan sang ayah. Yerin menatap Chanyeol dan Yehwa bergantian. Sedang Chanyeol tersenyum mendapati putri sulungnya tengah menatapnya dalam diam.
"Kenapa Yehwa berhenti menangis saat Papa gendong?"tanya putrinya penasaran. Chanyeol sudah terbiasa dengan pertanyaan - pertanyaan dari putri sulungnya. Yerin memang kritis diusianya yang sangat kecil.
"Karena ia mengenal Papa jadi ia akan berhenti menangis. Bayi akan berhenti menangis saat ia berada digendongan orang tuanya. Karena orang tuanya yang setiap saat selalu siap sedia untuk menggendongnya dan memeluknya disaat bayi butuh sesuatu,"
Gadis kecil itu membulatkan mulutnya kemudian tersenyum pada Chanyeol dan kembali bermaih dengan barbie dan teddy bearnya sambil sesekali bersenandung. Chanyeol tersenyum melihat bagaimana manisnya si sulung kemudian berjalan keluar sembari menggendong sang bayi mungil itu. Chanyeol sesekali akan mencium ujung hidung bayi nya saat berjalan menuju dapur. Dari jauh, Chanyeol bisa mencium aroma masakan yang harum dan tak pernah gagal membuat perutnya berbunyi minta di isi. Dan Chanyeol tersenyum saat mendapati seorang perempuan dengan rambutnya yang ia ikat keatas dan pakaian santainya yang tetap menunjukan aura cantiknya tengah disibukan dengan sayuran yang ia potong,lalu tumisan yang ia buat dan jenis makanan lain yang sedang ia olah. Chanyeol berhenti tak jauh dari perempuan itu karena ia tak mau putrinya terkena cipratan minyak ataupun aroma masakan yang terlalu menyengat bagi hidung bayinya.
"Sayang," seru Chanyeol pada perempuan itu.
Baekhyun – perempuan itu – menengok ke arah Chanyeol dan tersenyum . Ibu muda semakin melebarkan senyumnya saat melihat bayi digendongan Chanyeol
"Aaa, putri ku sudah bangun. Tunggu sebentar dengan Papa ya . Mama sebentar lagi selesai. Tidak apa kan kau gendong dia sebentar,Sayang?"tanya Baekhyun dengan tangannya yang tak berhenti memotong buah - buahan yang baru ia cuci.
"Tentu saja. Kau selesaikan dahulu pekerjaanmu,"
Chanyeol memilih duduk di kursi meja makan dan memperhatikan bayi nya yang tengah asik mengemut jarinya. Bayi memang seperti itu di usianya yang menginjak 3 bulan pertama,mereka akan asik mengemut jari nya karena banyak orang bilang bahwa bayi sejak didalam rahim senang mengemut jari. Chanyeol dengan lembut menarik jari dari mulut putrinya.
Chanyeol tersenyum menatap Yehwa kemudian beralih menatap Baekhyun. Lelaki ini tak pernah bermimpi bahwa kehidupan rumah tangga nya akan sebahagia dan sesempurna ini. Bersama Baekhyun kehidupan nya sempurna, ditambah dua buah hati yang melengkapi semuanya.
Setelah pernikahannya bersama Baekhyun 6 tahun lalu,1 tahun kemudian Baekhyun dinyatakan mengandung dan tentu saja kabar ini diterima baik oleh keluarga Park. Menantu kesayangan mereka dari anak lelaki di keluarga mereka membuat kedua orang tua Chanyeol berbahagia karena akhirnya doa mereka terkabul. Chanyeol dan Baekhyun pun luar biasa bahagia. Apalagi sifat keayaahan Chanyeol mulai nampak setelah anak pertama mereka lahir. Chanyeol dan Baekhyun benar - benar bersyukur. Yerin melengkapi keluarga kecil itu. Dan tiga bulan yang lalu, keluarga ini pun kembali di karuniai seorang bayi kecil yang lahir prematur. Chanyeol luar biasa bahagia karenanya . Begitu pula Baekhyun yang bersyukur karena Tuhan mempercayakan dirinya untuk menjadi seorang ibu bagi putri kecil yang Ia titipkan pada keluarga kecil ini
Chanyeol dan Baekhyun begitu mencintai kedua putrinya. Apalagi saat wajah kedua putrinya benar - benar mirip dengan Chanyeol. Baekhyun berpikir bahwa cinta Chanyeol terhadapnya begitu besar sehingga putri mereka pun mirip dengannya heheh~ ini mitos zaman dahulu bukan? tapi Baekhyun percaya akan hal itu. Maka nama keduanya pun Baekhyun serahkan pada Chanyeol. Biarkan ayah biologisnya yang memberi nama pada kedua putri mereka.
"Hiks . . hiks .,"
Chanyeol mengerjapkan matanya saat Yehwa sudah mulai bergerak gelisah dan wajahnya memerah. Lelaki tinggi itu melirik Baekhyun yang kini tengah mencuci piring karena jika diperhatikan masakannya pun sudah selesai.
"Sayang,kau sudah selesai belum?" tanya Chanyeol sambil menepuk nepuk punggung Yehwa.
"Sebentar lagi oke," ujar Baekhyun. Chanyeol berdiri dari duduknya kemudian berjalan menuju itu ia menunggu Baekhyun sambil menggoyangkan tubuhnya untuk menimang Yehwa. Tangisan Yehwa semakin kencang dan Baekhyun pun segera membersihkan piringnya dan setelah selesai ia tersenyum pada Chanyeol.
"Angkat ketiakmu,"ujar Baekhyun. Chanyeol mengernyitkan alisnya
"Untuk apa ?"
"Angkat saja, " ujar Baekhyun sambil memasang wajah lucu untuk menghibur Yehwa yang masih menangis. Chanyeol sedikit menaikan ketiaknya dan Baekhyun segera melesakan kedua tangannya di ketiak Chanyeol. Perempuan itu terkekeh saat hangat dari tubuh Chanyeol menjalar di tangannya.
"Tanganku dingin karena habis mencuci piring. Aku tidak mau si kecil kedinginan hihi," kekeh Baekhyun. Chanyeol hanya bisa menggelengkan kepalanya dan ikut terkekeh. Setelah cukup hangat Baekhyun segera mengambil alih Yehwa dari gendongan Chanyeol dan menimangnya dengan telaten
"Ouch,sayang. Sudah haus ya?"tanya Baekhyun pada Yehwa. Bayi itu semakin menangis, dan Baekhyuh dengan aura keibuannya mengangkat baju yang ia gunakan sebatas dada,kemudian mengeluarkan dada nya dari bra nya dan dengan lembut mengarahkan nipple nya pada bibir bayi itu. Chanyeol tersenyum kemudian mengecup pipi Baekhyun cepat.
"Yerin kemana?"
"Ia sedang bermain dikamarnya, "
"Kau tidak melanjutkan pekerjaanmu?"tanya Baekhyun. Chanyeol mengangguk sambil memijat lehernya.
"Yah,untung saja kau ingatkan,"
"Nanti malam aku akan memijatmu. Sekarang lanjutkanlah pekerjaanmu agar kau tidak usah mengerjakannya lagi saat hari libur,"ujar Baekhyun dengan raut wajah khawatir melihat betapa letih sang suami tercintanya.
"Aw, aku jadi ingin cepat - cepat malam kalau begini," goda Chanyeol sambil mencolek dagu Baekhyun. Perempuan itu memajukan bibirnya kemudian tersenyum saat sang suami mengecup bibir pink nya.
"Aku akan kembali keruanganku. Panggil aku jika kau membutuhkan sesuatu,"
"Aing~"
.
.
Baekhyun mengeringkan rambutnya yang basah, kemudian memakai piyama dan juga taklupa menyisir rambutnya. Setelah selesai,ia segera keluar kamar dan bergabung bersama keluarga tercintanya yang sedang menikmati malam penuh kehangatan. Baekhyun melirik pemandangan luar dari balik jendela di dekat tangga dan tersenyum saat melihat butiran salju turun malam itu. Ia kembali melanjutkan langkahnya dan ikut duduk disebelah Yerin yang tengah mewarnai . Ditemani Chanyeol yang tengah menggendong Yehwa sambil menonton televisi. Ketiga orang berbeda usia itu terlihat segar,karena Baekhyun tahu,suami dan anak - anaknya mengikuti jejak dirinya untuk mandi sebelum pergi tidur.
Baekhyun tersenyum pada Chanyeol yang kini sedang memainkan tangan Yehwa kemudian mengelus pipi bayinya. Ibu muda itu beralih pada putri tertua nya dan tersenyum saat mendapati putrinya tengah bingung memilih deretan crayon di sisinya.
"Warna apa yang harus kupilih untuk mewarnai gaun Elsa?"tanya Yerin. Baekhyun tersenyum kemudian mengelus rambut Yerin.
"Elsa memiliki gaun berwarna biru muda dan juga sedikit warna putih. Cobalah untuk mencampurnya," ujar Baekhyun. Yerin tersenyum kemudian memulaskan crayon berwarna biru muda pada gaun Princess Elsa di buku gambarnya. Dan mau tak mau Baekhyun harus ikut serta membantunya saat Yerin merengek karena tangannya tak sengaja menggores gambar lain.
Chanyeol yang duduk didekat mereka hanya bisa memandangi mereka dan menatap mereka penuh cinta. Lelaki itu mengecup pipi Yehwa dan sesekali menciumi perutnya, alhasil bayi itu terkekeh geli. Cukup lama mereka menikmati kegiatan mereka sampai Yerin menguap dan menaruh crayonnya.
"Mama,aku mengantuk,"ujar nya manja. Baekhyun tersenyum dan mengangkat tubuh Yerin kemudian membiarkan gadis kecil itu tiduran dipelukan sang ibu. Yerin melesakan tubuhnya di pelukan Baekhyun kemudian memejamkan matanya. Baekhyun dengan penuh cinta menciumi kening Yerin dan memeluk anak itu agar tertidur tenang dipelukannya.
"Dia tidak tidur tadi siang,jadi ia mengantuk saat ini. Padahal biasanya anak itu akan tidur sedikit larut dari sekarang,"ujar Chanyeol sambil melirik Baekhyun kemudian memainkan ponselnya. Mengecek beberapa email dan chat dari teman - temannya.
"Pantas saja ia terlihat kelelahan,"ujar Baekhyun sambil menyisiri rambut putrinya. Chanyeol membuka instagram miliknya kemudian terkekeh saat mendapati postingan Kai malam itu. Kai memposting foto dirinya tengah tersenyum bersama hasil USG milik Kyungsoo.
"Sepertinya Kai dan Kyungsoo akan segera memiliki anak ketiga, "kekeh Chanyeol. Baekhyun tersenyum lebar dengan mata membelalak.
"Benarkah?"
Chanyeol menunjukan postingan Kai pada Baekhyun dan sejurus kemudian perempuan itu tertawa.
"Kurasa dia memang benar - benar mengejar targetnya dengan memiliki 10 anak hahaha,"Baekhyun tersenyum sambil membayangkan bagaimana bahagianya keluarga Kai dan Kyungsoo saat ini.
" Aku juga merindukan kabar Luhan dan Tao. Kudengar Luhan tengah mengandung bayi kembar saat ini,dan Tao akan menikah dengan Kris bulan depan"
"Tentu saja kita harus datang ke pernikahan juga sudah rindu dengan sahabat - sahabatku,"tutur Chanyeol, " Aku rindu untuk bertemu dengan mereka dan berkumpul sambil menimang anak hehe,"kekeh Chanyeol. Lelaki itu menaruh kembali ponselnya dan kembali menatap Yehwa.
"Luhan ingin sekali bertemu Yerin dan Yehwa. Sudah lama ia tidak pulang ke Korea,"ujar Baekhyun sambil melirik putri kecilnya yang kini tengah nyaman di gendongan Chanyeol.
"Yerin sudah tertidur?"tanya Chanyeol sambil menunjuk putri sulungnya dengan dagu . Baekhyun menunduk untuk memastikan Yerin tertidur. Perempuan itu mengangguk saat dirasa anaknya telah terlelap.
"Biar aku yang bawa dia ke kamar, "
"Eits! jangan. Aku saja yang menggendongnya. Kau disini saja bersama Yehwa,"
Baekhyun mengangguk kemudian mengecup pipi dan kening anak sulungnya.
"Selamat tidur putri cantikku," ujar Baekhyun. Perempuan itu menaruh tubuh Yerin diatas karpet lembut dan menggendong Yehwa yang berada di gendongan Chanyeol. Ayah muda itu dengan perlahan menggendong putri sulungnya agar putrinya tidak terbangun, dan segera berjalan menuju kamar Yerin.
Baekhyun tertawa ketika melihat bayinya kini tengah mencari kehangatan di dalam pelukan ibunya. Dengan iseng Baekhyun mencubit pelan hidung bangir bayinya yang diturunkan dari Chanyeol.
"Kau ini dan kakamu benar benar mirip Papa . Tidak ada mirip - miripnya sama sekali dengan Mama," tutur Baekhyun dengan wajah merajuk. Sedang bayi itu terlihat senang diajak berbicara oleh ibunya.
"Sudah mengantuk hm?"tanya Baekhyun sambil menaruh telunjuknya di tepi bibir bayi mungil itu,otomatis mulut bayi itu mengejar telunjuk sang ibu. Baekhyun gemas setengah mati pada bayinya kemudian mengecupi pipi sang bayi berulang kali.
"Mmuach,"
Baekhyun tersenyum saat bayinya menggeliat. Kemudian dengan telaten Baekhyun membuka kancing bajunya dan mulai menyusui Yehwa. Bayi itu meminumnya dengan cepat.
"Pelan - pelan sayang, kau bisa tersedak,"ujar Baekhyun lembut sambil menepuk pantat Yehwa . Ia tidak mau bayinya ini tersedak atau memuntahkan kembali susunya. Baekhyun mengelusi rambut Yehwa dengan penuh sayang.
Chanyeol menuruni tangga kemudian tersenyum saat melihat Baekhyun tengah menyusui Yehwa. Lelaki tampan itu menjatuhkan dirinya disebelah Baekhyun sambil memperhatikan bayi mereka.
"Lahap sekali dia,"tunjuk Chanyeol pada Yehwa. Baekhyun terkekeh kemudian memegang tangan Yehwa dan menciumnya.
"Kau juga kalau 'menyusu' seperti ini kan?"tanya Baekhyun sambil menaik turunkan kedua alisnya. Chanyeol terkekeh kemudian mendekatkan bibirnya pada telinga Baekhyun. Perempuan itu meremang dibuatnya
"Aku bisa lebih lahap dari bayi kita, "bisiknya seduktif. Baekhyun melirik Chanyeol kemudian memilih tidak menatap wajah suaminya dan tersenyum malu - malu. Chanyeol terkekeh kemudian mengecup pipi baekhyun.
Keduanya asik terdiam sambil sesekali Chanyeol akan menggoda Yehwa yang tengah meminum susunya. Sedang Baekhyun, memilih untuk menonton acara televisi malam itu. Merasa bibir bayinya berhenti bergerak,Baekhyun melirik Yehwa dan menghela nafas kemudian melepas nipple nya dari mulut Yehwa . Bayi itu tertidur. Baekhyun melirik Chanyeol, dan lelaki itu tersenyum menatap Yehwa karena sedari tadi Chanyeol terus memperhatikan Yehwa.
"Cepat sekali tertidur nya,"bisik Chanyeol.
"Kau mau menggendongnya ke kamar?"tanya Baekhyun. Chanyeol mengangguk kemudian menggendong Yehwa dan membawa bayi itu untuk memasuki kamar nya dan Baekhyun . Pasangan muda itu memilih untuk menidurkan bayi mereka dikamar karena takut ia akan menangis pada malam hari dan menganggu tidur Yerin jika di satukan dalam satu kamar. Selagi chanyeol menaruh Yehwa,Baekhyun membenarkan letak bajunya dan menyandarkan tubuhnya pada sofa.
Pintu yang tertutup pun terdengar,menandakan Chanyeol baru saja keluar dari dalam kamrnya dan kini lelaki itu berjalan kearah Baekhyun kemudian dengan manja ayah muda itu menaruh kepalanya diatas paha Baekhyun. Perempuan bermata sipit itu dengan senang hati menyisiri rambut Chanyeol dan mencium keningnya. Chanyeol menutup matanya meresapi sentuhan tangan Baekhyun yang lembut dan menenangkan.
"Bolehlah aku memotong rambutku?"tanya Baekhyun. Chanyeol membuka matanya dan menatap Baekhyun.
"Kenapa memangnya?"
"Yehwa sudah mulai menarik - narik rambutku jika aku menggendongnya. Aku juga tidak mau rambut panjang ku masuk kedalam mulutnya. Ia bisa tersedak dan bakteri bisa masuk kedalam mulutnya,"adu Baekhyun. Chanyeol menatap Baekhyun lamat. Perempuan itu mendesah kemudian mengelus wajah tampan suaminya, "Kalau kau tidak mengijinkan tidak apa kok aku -"
"Siapa yang tidak mengijinkan?Aku mengijinkan apapun yang terbaik untukmu. Asal kau senang akupun turut senang,"ujar Chanyeol sambil tersenyum manis dan meraih tangan Baekhyun. Perempuan itu tersenyum bahagia dan ikut tersenyum saat sang suami mengelus cincin pernikahan yang melingkar manis di jari manis mereka masing - masing.
"Kau tidak pernah melepaskan cincin ini sekalipun dari tanganmu. Apa itu berarti kau mencintaiku?"tanya Chanyeol. Baekhyun mencubit hidung Chanyeol dengan keras sampai lelaki itu mengaduh.
"Pertanyaan macam apa itu?Tentu saja iya . Kau juga tidak pernah melepas cincinmu,"ujar Baekhyun sambil terkekeh. Chanyeol menarik tengkuk Baekhyun kemudian menempelkan bibirnya pada bibir sang istri. Baekhyun menutup matanya, sedang Chanyeol meluapkan cintanya melalui ciuman sembari tangannya bergerak mengelus punggung Baekhyun. Chanyeol tersenyum disela sela ciumannya saat ia menyadari sang istri tak menggunakan bra.
Baekhyun melepas ciumannya dan tersenyum menatap suami tampannya yang kini tengah menatapnya sambil mengelus punggungnya.
"Bolehkah aku melakukan hal yang sama seperti anak kita dari dadamu yang indah ini?"bisik Chanyeol dengan suara dalam dan berat,menandakan sang lelaki tengah bernafsu. Baekhyun meraih tangan Chanyeol menaruhnya di dada besarnya.
"Do whatever you want,"bisiknya tak kalah seduktif. Merasa di beri lampu hijau,Chanyeol mendudukan tubuhnya disisi Baekhyun dan kembali membawa Baekhyun kedalam ciuman . Ciuman ini lebih dalam dan panas,Chanyeol menggoda belah bibir Baekhyun untuk membuka dan Baekhyun dengan senang hati mengeluarkan lidahnya, saling membelit dan mengeksplor mulut masing - masing. Bahkan Baekhyun sudah mulai melenguh juga menjambak lembut rambut legam Chanyeol.
Lelaki itu melepas ciumannya dan beralih menatap wajah cantik istrinya. Tangan Chanyeol bergerak untuk membuka kancing piyama Baekhyun, sedang tangan satunya mengelus paha Baekhyun yang tersingkap larena perempuan itu menggunakan piyama berbentuk terusan yang cantik. Baekhyun menatap jemari suaminya yang lihai membuka kancingnya dengan satu tangan,kemudian setelah terbuka setengahnya,Chanyeol mengeluarkan kedua bongkah dada Baekhyun, sehingga dada Baekhyun terlihat besar dan mencuat karena Chanyeol tidak membuka seluruh kancingnya. Baekhyun merona sendiri melihat dirinya yang diperlakukan seperti ini.
" Dadamu semakin besar saja. Ukuran berapa yang sekarang kau pakai,baby?"bisik Chanyeol sambil menaruh kedua tangannya dibawah dada besar Baekhyun seakan mengukurnya. Chanyeol menelan ludahnya saat dihadapannya terlihat nipple pink menggoda dengan ukurannya yang membesar.
"Eungh, cup D,mmh ," desah Baekhyun. Chanyeol memuji keindahan payudara istrinya yang tetap indah sampai sekarang. Dan jika boleh jujur,tubuh Baekhyun benar benar sexy setelah memiliki anak. Chanyeol memang mesum hahaha.
"Aku ingin menyusu dari sini,"bisik Chanyeol sambil memelintir nipple itu . Baekhyun sudah lemas dan memilih menyandarkan tubuhnya. Tanpa aba - aba Chanyeol menghisap puting Baekhyun dengan lahap. Bahkan Chanyeol bisa merasakan air susu yang keluar dari dada Baekhyun. Sedang tangan satunya ia gunakan untuk memelintir nipple satunya. Baekhyun hanya bisa pasrah dan mendesah tiap kali Chanyeol memainkan lidahnya pada putingnya. Bayi besar ini memang sering menggodanya, batin Baekhyun.
Chanyeol melepas kulumannya dan beralih menatap Baekhyun, kemudian lelaki itu mengecup bibir baekhyun dan menggendong tubuh istrinya kekamar dan melanjutkan kegiatan panas mereka di atas ranjang.
.
.
"Aah, pelan - pelan Baekhyun ahh"
"Kau ini, tahan sebentar baru begini saja sudah sakit"
"Aangh, mhh sakit sekali ahhh"
"Tunggu Yeollie,aku belum selesai,lihat cairannya masih keluar"
"eungh,ah!pelan baekhyun"
"Apa ini harus kuhisap?"
"Hi- ahh hisap saja, masukan kemulutmu sayang"
"Oke, jangan berteriak karena aku tak mau Yerin melihatnya"
"Ah ya,heungg!ah hisap terus sayang, ya jangan sampai keluar lagi cairannya, yah"
PLAK
"Kau ini berisik,aku tidak jadi menghisapnya"ujar Baekhyun sambil mengerucutkan mulutnya. Chanyeol gelagapan
"Tapi,Baekhyun ini sudah sangat sakit. Dan -"
"Papa?Mama?"
Yerin berdiri memandang kedua orang tuanya yang sedang duduk diatas tempat tidur nya. Gadis kecil itu mendengar suara rebut - ribut dan segera berjalan menuju kamar orang tuanya. Chanyeol segera menutupi hal memalukan tersebut dengan kain flannel milik Yehwa yang tergeletak dikasur sedang Baekhyun tersenyum dan menyuruh Yerin mendekati mereka
"Baek,"bisik Chanyeol. Baekhyun mengecup pipi Yerin kemudian tersenyum jahil pada Chanyeol.
"Papa kenapa?"tanya Yerin. Chanyeol memberi isyarat pada Baekhyun untuk tidak berbicara apa - apa. Tapi perempuan itu malah tersenyum mengejek dan memeluk tubuh putrinya.
"Papa mu kesakitan,"
"Karena apa?"tanya Yerin. Chanyeol menghela nafasnya kasar,sedang Baekhyun memberinya tatapan seakan berbicara 'Ayo tunjukan pada putrimu' . Dan mau tak mau Chanyeol membuka kain yang menutupi hal tersebut. Yerin terperanjat kaget.
"Tangan Papa terluka, dan Mama sedang mengobatinya,"ujar Baekhyun sambil menarik jemari Chanyeol yang masih mengeluarkan darah, "Yerin bisa ambilkan plester dan betadine dari kotak obat?"pinta Baekhyun. Yerin mengangguk kemudian mengambil apa yang Baekhyun pinta. Sepeninggal Yerin,Chanyeol memajukan bibirnya sedang Baekhyun terkekeh geli
"Suruh siapa memotong sayur dengan tangan kiri?kau bukan kidal dan kau tidak pernah terjun ke dapur sebelumnya,"Baekhyun menceramahi Chanyeol layaknya ibu kepada anak.
"Tapi tadi itu memalukan, hanya karena teriris kau berteriak keras - keras. Untung hanya Yerin yang bangun,bagaimana kalau Yehwa ikut terbangun di pagi ini?"kekeh Baekhyun. Chanyeol masih memasang wajah marah nya. Menggemaskan,batin Baekhyun. Padahal lelaki di hadapannya ini telah memiliki dua orang putri dan usianya sudah hampir mencapai 30 tahun.
"Ya! jangan cemberut begitu!" ujar Baekhyun sambil mengelus pipi Chanyeol. Derap langkah kaki terdengar sampai ke telinga Chanyeol dan Baekhyun,dan beberapa detik kemudian Yerin datang dengan membawa kotak obat yang ibunya suruh kemudian menaruh nya dipangkuan Baekhyun. Ibu muda itu mengambil kapas dan alcohol kemudian membersihkan luka ditangan Chanyeol.
"Ssh .." ringis Chanyeol. Baekhyun tersenyum manis sedang Yerin memperhatikan kedua orang tuanya antusias. Setelah itu Baekhyun meminta Yerin untuk mengambilkan betadine dan juga plester. Sebagai penutup Baekhyun mengecup luka tersebut dan Yerin si gadis mungil nan cantik itupun ikut mengecupnya. Chanyeol tertawa kemudian memeluk kedua cintanya dan memberikan kecupan di pipi keduanya.
.
.
Sepeninggalnya Chanyeol yang pergi untuk menemui klien dan juga Yerin yang harus bersekolah di playgroup, Baekhyun beranjak untuk memandikan Yehwa, kemudian setelah bayi itu segar,sang ibu berkewajiban untuk menyusui nya dan setelah tertidur, Baekhyun menaruh Yehwa di box bayi yang ia simpan di living room. Udara pagi itu begitu dingin,karena salju tadi malam turun. Sehingga mau tak mau Baekhyun harus menyalakan penghangat ruangan dan juga menyalakan tungku di sudut rumah.
Setelah bayinya tertidur,Baekhyun berniat untuk membersihkan rumah. Dari mulai ruang keluarga,ruang tamu,kamar Baekhyun dan Chanyeol,kamar Yerin,perpustakaan kecil di rumah mereka dan juga dapur. Sampai di tempat terakhir,Baekhyun memilih membersihkan ruang kerja Chanyeol. Ruang kerja yang cukup rapi dan harum. Padahal si pemilik kerap kali menyelesaikan pekerjaannya di sini. Chanyeol memang seorang pengusaha,tetapi ayah muda itu lebih memilih untuk bekerja dirumah karena dengan begitu ia bisa mengontrol keluarganya secara langsung meski disibukan dengan pekerjaannya.
Baekhyun mulai mengelap jendela,merapikan map - map milik Chanyeol,juga merapikan meja kecil didekat jendela. Dan yang terakhir,ibu muda itu merapikan meja utama milik Chanyeol. Baekhyun menaruh semua map dan kertas - kertas kedalam laci dan tidak membuang kertas - kertas itu karena ia takut Chanyeol masih membutuhkannya. Baekhyun tersenyum saat mendapati ketiga frame sama ukuran berdiri rapi dimeja kerja Chanyeol . Frame pertama berisikan fotonya dan Chanyeol saat mereka menikah, lalu frame kedua foto mereka dan Yerin saat gadis kecil itu lahir kedunia,dan frame terakhir adalah foto keluarga mereka bersama si kecil Yehwa yang masih berusia beberapa hari. Baekhyun tersenyum haru kemudian tangannya bergerak untuk membersihkan frame itu. Baekhyun menghentikan gerakannya saat ia mendapati satu kalendar duduk yang tersimpan di dekat ketiga frame itu. Baekhyun menaruh frameyang sedang ia bersihkan ketempat asalnya dan mengambil kalendar itu.
Dari deretan angka pada bulan ini,mata baekhyun berfokus pada satu angka yang diberi bulatan merah yang Baekhyun yakini Chanyeol yang memberikannya. Perempuan itu terdiam dan pikirannya mengingat apa yang terjadi tadi pagi. Pantas saja suaminya terlihat murung saat keluar dari rumahnya. Baekhyun tersenyum sendiri
"Oh,jadi hari ini ya?Pantas saja ia terlihat kesal," ujar Baekhyun pada dirinya sendiri. Setelah itu Baekhyun kembali melanjutkan pekerjaannya dan berencana akan membuat kejutan untuk hari ini.
.
.
To : 'Yoda' Handsome
Message : Aku baru tahu alasanmu pagi ini terlihat murung. Maafkan aku, baby :*
Kalau begitu,jangan pulang terlalu larut karena aku akan menyiapkan sesuatu yang special untukmu :* :*
Jangan lupakan makan siangmu, dan aku akan pergi hari ini untuk memotong rambutku bersama Yehwa juga menjemput Yerin
ILY #kiss #hug
SEND
Setelah terkirim Baekhyun terkekeh melihat nama kontak Chanyeol diponselnya. Chanyeol yang menuliskan nama itu sedang nama Baekhyun di ponsel Chanyeol sungguh amat menggelikan bagi Baekhyun. Mrs. Park 'Hottest' Gorgeous. Baekhyun tertawa setengah mati dibuatnya. Perempuan itu kemudian menaruh ponselnya di meja nakas. Baekhyun tersenyum saat mendapati Yehwa tengah bergerak - gerak sambil bergumam dengan suara bayinya. Baekhyun menciumi bayinya kemudian mengajaknya berbicara
"Kau ingin cepat berbicara ya sayang?iyaa?dasar cerewet~,"Ujar Baekhyun dengan suara anak-anaknya. Baekhyun menarik tangan mungil Yehwa yang sudah masuk kedalam mulutnya karena bayi ini senang sekali menghisap jarinya
"Jangan sayang,nanti sampai besar kau terbiasa menghisap jari,"
Baekhyun mencium pipi anaknya kemudian bangkit dari atas kasur dan mengambil kaus kaki tebal,sarung tangan,mantel khusus bayi dan topi rajutan. Karena diluar dingin,ia tak mau membuat bayinya kedinginan. Setelah itu sang ibu memakaikan atribute tersebut sembari sesekali menggoda bayi nya. Setelah selesai,Baekhyun mengecup ujung hidung bayi berusia 3 bulan itu. Ponsel Baekhyun bergetar menandakan pesan masuk. Dengan semangat Baekhyun mengambil ponselnya dan tersenyum lebar ketika melihat siapa yang mengiriminya pesan.
From : 'Yoda' Handsome
Message: Kau baru mengetahuinya sekarang?:(kau tahu,aku sungguh sedih dan berniat menggalau seperti lelaki di drama yang sering kau tonton itu.
OHO!baiklah!aku juga sudah menyiapkan segala sesuatunya. Siapkan malam mu untukku , sayang :*
Sampaikan salamku untuk kedua putri kita
Hati hati dijalan .Aku mencintaimu:* #wetkiss #Bighug
Baekhyun tersenyum membaca pesan yang suaminya kirim kemudian melirik Yehwa .
"Lihat . Ayah mu ini benar - benar," Baekhyun mencolek pipi Yehwa dengan gemas, "Kalau sudah besar kau jangan jadi aneh sepertinya ya baby,hihi". Setelah itu Baekhyun membalas pesan yang Chanyeol kirim , berniat untuk menggodanya
To : 'Yoda' Handsome
Message : Simpan ciuman dan pelukanmu untuk nanti malam :*
kupastikan anak - anak akan tidur lebih awal.
Aku mencintaimu :* #kiss #warmhug
Setelah itu Baekhyun mengambil mantel dan topi rajutnya dan menaruh ponsel serta dompet dalam satu tas. Kemudian ia mengambil kain gendongan dan menggendong Yehwa kedalam gendongan itu. Agar bayinya tetap hangat, Baekhyun memasukan Yehwa yang berada dalam kain gendongan untuk masuk kedalam mantelnya dan mengancinginya. Bayi itu terlihat menggemaskan karena hanya kepalanya saja yang menyembul dari dalam mantel. Baekhyun terkekeh dibuatnya. Perempuan itu mengambil tas dan melesat pergi untuk berjalan berdua bersama bayinya.
.
.
Malam hari udara akan semakin dingin,sehingga Baekhyun harus menyalakan tungku di lantai satu dan lantai dua. Juga dikamar nya. Sedang dikamar Yerin ia memilih menyalakan penghangat ruangan. Setelah itu ia berjalan menuju meja rias dan menyisiri rambut barunya yang sepanjang leher. Siang tadi,Baekhyun memotong rambut sepinggang nya dan memotongnya hingga sebahu dan ia pun mengganti warna rambu hitamnya dengan warna chestnut,perempuan itu terlihat semakin cantik dan muda. Apalagi ia telah memanjangkan poninya sehingga potongan rambunya kini tanpa poni,dan ia menyelipkan rambutnya pada satu telinganya.
"Ah,semoga Chanyeol menyukainya,"bisiknya. Baekhyun melirik jam di kamarnya. Baru pukul setengah 7 malam. Mungkin chanyeol akan pulang sebentar lagi , pikir Baekhyun. Perempuan itupun berjalan keluar kamar dan tersenyum saat mendapati Yerin yang tengah mengerjakan tugasnya dan Yehwa yang ia taruh di box bayi.
"Kau mengerjakan tugasmu,sayang?"tanya Baekhyun sambil memeluk Yerin dari belakang dan menghujani anaknya dengan kecupan - kecupan manis. Yerin terkekeh kemudian bergumam sebagai jawabannya.
Baekhyun tersenyum memperhatikan bagaimana anak nya kini mengerjakan tugas Bahasa Inggrisnya dengan baik. Yerin memang pintar seperti ayahnya, bahkan ia sudah bisa melafalkan satu kalimat dengan Bahasa Iggris. Tentu saja suaminya yang mengajarinya. Baekhyun bangga terhadap anaknya. Yerin menaruh pensilnya dan membalikan tubuhnya menghadap Baekhyun . Ibu muda itu menaikan alisnya
"Ada apa sayang?"tanya Baekhyun lembut saat Yerin menatapnya.
"Mama cantik dengan rambut pendek begini, "ujarnya. Baekhyun merona dibuatnya, "Aku juga ingin memotong rambut seperti Mama,"Yerin memainkan rambut pendek Baekhyun. Perempuan yang lebih tua terkekeh kemudian mengecup pipi buah hatinya.
"Baiklah,hari minggu ini kita akan potong rambutmu ke salon ya,"
"Yeayyy~"ujar Yerin riang. Baekhyun terkekeh dibuatnya kemudian dengan gemas kembali mengecup pipi anaknya.
"Ayo makan,Mama sudah memasak untukmu,"ajak Baekhyun. Yerin mengangguk kemudian merapikan buku dan alat tulisnya. Sedang Baekhyun beranjak untuk menggendong Yehwa dan berjalan ke dapur. Yerin pun mengikuti langkah ibunya dan tersenyum lebar saat Baekhyun memasak ayam goreng kesukaannya,juga spaghetti ,kentang goreng dan sosis juga ice cream strawberry sebagai pencuci mulut . Baekhyun memperhatikan anaknya makan karena ia memilih untuk makan malam bersama suaminya malam ini. Baekhyun tersenyum saat anaknya makan dengan lahap.
Setelah selesai,Baekhyun menyuruh Yerin untuk mandi sedang dirinya pergi membersihkan Yehwa dan menyusui bayinya sampai tertidur pulas dan menaruhnya di box . Sementara Yerin kembali ke living room dengan alasan menunggu sang ayah pulang. Baekhyun menghela nafas, bisa gagal rencananya malam ini, pikir Baekhyun. Namun, perempuan itu malah tersenyum dan menemani Yerin sambil menonton televisi .Ibu dan anak itu akan saling bercerita, lebih tepatnya Yerin karena anak itu memiliki segudang cerita di sekolahnya.
"Kau tidak mengantuk sayang?"tanya Baekhyun sambil mengelus rambut Yerin penuh sayang. Anak itu menggeleng,padahal jelas- jelas ia sudah menguap berkali kali. Baekhyun tersenyum dan memilih memeluk anaknya sambil menonton acara di televisi.
Suara mobil pun terdengar,Yerin terkesiap dan berjalan kearah pintu. Benar saja, Chanyeol datang dengan mantel yang terkena butiran salju . Ayah muda itu terkesiap kaget saat mendapati Yerin yang menyapa nya dengan suara lucunya.
"Yerin sayang~kau belum tidur hmm?"tanya Chanyeol sambil mengelus rambut anaknya. Baekhyun mengambil mantel yang Chanyeol pakai kemudian menaruhnya di gantungan. Setelah itu Chanyeol segera menggendong putri kecilnya dan memberinya kecupan diseluruh wajah putrinya.
"Yerin tidak mau tidur sebelum Papa datang,"jawab Baekhyun dengan nada anak – anaknya . Yerin terkekeh saat sang ayah menggelitik perutnya. Letih Chanyeol hilang seketika saat ia melihat senyum diwajah putrinya. Setelah itu Chanyeol membawa Yerin untuk duduk di sofa, begitupula Baekhyun yang duduk disampingnya.
Chanyeol menatap Baekhyun dan tersenyum pada istrinya. Kemudian Chanyeol mengecup pipi istrinya dan mengelus rambut chestnut milik Baekhyun
"Kau terlihat cantik,"ujarnya . Baekhyun tersenyum dan memilih mengaitkan jemarinya dengan jemari Chanyeol. Yerin menguap dan itu membuat kedua orang tuanya menatap putri sulungnya.
"Nah,nah,sudah mengantuk kan?"tanya Baekhyun. Yerin terkekeh kemudian dengan sigap Chanyeol menggendong buah hatinya.
"Mama akan ambilkan susumu,setelah itu pergi tidur ya?"tawar mengangguk,sedang Chanyeol tersenyum penuh arti pada Baekhyun dan menepuk - nepuk punggung putrinya. Baekhyun membawakan segelas susu hangat rasa strawberry untuk Yerin kemudian gadis itu meminumnya sampai habis dan kembali bergelung dipelukan Chanyeol. Ayah muda itu terus menepuk punggung sang buah hati dengan lembut sampai dengkuran halus terdengar dari bibir putrinya . Baekhyun masih setia duduk disamping chanyeol. Kedua orang dewasa ini saling mengaitkan jemari mereka dan memilih untuk tetap terdiam.
"Yehwa sudah tidur?"tanya Chanyeol. Baekhyun mengangguk dan menjatuhkan kepalanya di bahu Chanyeol.
"Sabar ya. Aku harus menaruh dia dikamar, lalu kau bisa bermanjaan denganku,"bisik Chanyeol. Baekhyun menatap Chanyeol sambil menyandarkan dagunya di bahu Chanyeol kemudian berkedip nakal.
"Hmm, aku akan sabar untuk malam ini,"
Chanyeol terkekeh tanpa suara kemudian mengecup jari Baekhyun yang terkait manis di tangannya. Setelah yakin Yerin tertidur, Baekhyun memilih untuk membawa Yerin kekamarnya . Dan sepeninggal Baekhyun,Chanyeol menyeringai kemudian mengambil sesuatu dari dalam mobil dan menaruhnya di dalam kamar mereka. Baekhyun menuruni tangga dan tersenyum saat ia tidak mendapati Chanyeol di living room. Baekhyun memilih mematikan televisi kemudian menyusul Chanyeol ke tempat dimana mereka akan menghabiskan waktu mereka berdua sepanjang malam
Kamar tidur .
.
.
TBC or END ?
.
.
HAI HAI HAIII READERSSSS!ADUH KANGENNN BANGETTTT!KALIAN KANGEN GA AMA AKU (?) #gananya #pundung #dipojokan
Btw, maafin aku ya yang bener- bener membiarkan FF ini menggantung selama dua bulanan , karena sebab dan lain hal yang menuntut aku untuk menggantungkan sementara FF ini dikarenakan : tugas kuliah yang banyakk banget , kuliah yang padat dari pagi hingga sore (maklum semester mau akhir2) hihi jadi mohon pengertiannya ya reader .
Aku bener2 makasih banget untuk readers setia yang masih nungguin FF hapeuk (buluk) ini hahaha .
Sebagai permintaan maaf aku membuat chapter terakhir ini panjang yaa biar readers puas hehehe . Dan untuk ' ACROSS THE UNIVERSE' juga ' HERE's TO NEVER GROWING UP' tenang aja , aku bakal lanjutin , tapi aku ga janji bisa apdet kilat untuk kedua FF itu . Karena aku mesti nyari ilham (?) dan juga ketegangan lain , apalagi untuk Across the Universe hehehe .
HAAAAAAAA MAKASIH LOH YANG MASIH MAU BACA .
Aku bakal lanjutin NC di chap depan sebagai ekstrak , karena banyak yang minta chapter Full NC HAAHHAH! Tenang aku bakal buat , dan kemungkinan dipost dalam beberapa hari ini , itupun jika review nya memadai . Kan sedih kalo banyak siders hiks T_T
PS : LUHAN DAN KRIS TETEPPPP BAGIAN DARI EXO DAN GABISA DIGANTI SIAPAPUNNNN~~~
PSS: Bentar lagi bang Chanyeol ultahh!mari rayakan (?)
PSSS: Kenapa sih chanyeol sering banget selca ma baekhyun T_T jadi sedih ingin teriak saking bahagianya
PSSSSS: POKONYA AKU SAYANG SEMUA READERS!Maaf gadisebutin satu2 ya , next chap aku bakal sebutin bangettt kaliannn satu2 . hehehe terutama buat Yu yang selalu ingetin di BBM , author Oh Lana yang baru invite hehe , author Rini juga , Reader-reader yang suka PM jugaaaaaaaaa!makasihhh kalian penyemangattt!dan maafin digantungin gitu aja
SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CHAP TERAKHIR INI
Mind to Review?
