Saat itulah ketika Sakura lengah, sang pria melakukan gerakan pamungkasnya. Gerakan yang bisa dikatakan berbahaya apabila meleset, apalagi jika yang melakukannya adalah seorang kendoka yang belum terlalu mahir. Nyawa pun bisa menjadi taruhannya.

Mata sekelam malam sang pria tersebut melirik sekilas kerah leher Sakura yang tertutupi Tsuki. Dengan gerakan kilat, ujung shinai miliknya sudah menyentuh tepat di leher Sakura.

.

.

Naruto is belongs to Masashi Kisimoto

TAK

TAK

Suara benturan dari dua buah pedang bambu memenuhi dojo. Beberapa pasang mata memperhatikan 2 orang kondeka yang tengah unjuk kebolehan. Tak jarang kedua kondeka tersebut berteriak manakala pedang mereka mengenai sasaran. Mereka adalah Sakura dan seorang pria yang belum diketahui identiasnya.

Mereka saling menyerang,menangkis, dan menghindar. Gerakan yang lincah dan dan teknik-teknik yang hanya bisa dilakukan oleh seorang kondeka tingkat menengah membuat penonton terkagum.

Sebuah teriakan kembali terdengar saat sang pria berhasil mengenai pergelangan tanga kakan Sakura. Membuat Sakura berdecih kesal karna ini adalah yang ketiga kalinya pria itu berhasil mengenainya.

Berniat melakukan pembalasan, Sakura melakukan gerakan Do. Ia mengangkat pedangnya kemudian diarahkan ke bagian kiri perut sang lawan. Setelah Pedang menyentuh perut sang pria , Sakura menarik pedangnya dengan tujuan membelah perut lawannya.

Penonton di dojo dibuat terkagum oleh gerakan Sakura yang terbilang cukup sulit,apalagi gerakannya sangat mulus.

Menit demi menit pun berlalu. Bukannya melemah, justru gerakan dua orang tersebut semakin cepat,rumit dan panas. Peluh dan rasa lelah pun tak membuat semangat mereka luntur. Keduanya terlalu memiliki obsesi kuat untuk mengalahkan sang lawan.

Sang pria melancarkan serangan kearah pergelangan tangan kanan Sakura yang menurutnya adalah titik kelemahan gadis itu. Tetapi dapat ditangkis dengan mudah oleh Sakura.

Sakura mengayunkan pedang kearah pelipis kiri lawan,dan dengan mudah ditangkis. Begitu seterusnya, Sakura menyerang dan dengan mudah pria itu menangkisnya.

'cih,kenapa aku sulit mengenainya,' umpat Sakura dalam hati.

"benar-benar hebat mereka berdua," bisik seorang pemuda berambut coklat yang juga mengenakan kendogi seperti yang lainnya pada pada teman di sebelahnya.

"iya,aku juga iak menyangka bahwa orang itu bisa mengimbangi gerakan Sakura-chan."

Tiba-tiba saja Sakura teringat kata-kata Karin pada waktu itu, 'kau tuli ya gadis tanpa ayah dan ibu'. Untuk sepersekian detik pikiran Sakura tidak fokus pada lawan di depannya. Saat itulah ketika Sakura lengah, sang pria melakukan gerakan pamungkasnya. Gerakan yang bisa dikatakan berbahaya apabila meleset, apalagi jika yang melakukannya adalah seorang kendoka yang belum terlalu mahir. Nyawa pun bisa menjadi taruhannya.

Mata sekelam malam sang pria tersebut melirik sekilas kerah leher Sakura yang tertutupi Tsuki. Dengan gerakan kilat, ujung shinai miliknya sudah menyentuh tepat di leher Sakura.

Para siswa yang menyaksikan adegan tersebut menahan napas termasuk seorang pemuda bermata lavender yang berdiri sekitar 2 meter dari mereka berdua.

Sakura hanya membeliakkan mata seteduh hutan tropis miliknya. Tak ada gerakan apapun yang dilakukan selain tenggorokannya yang bergerak karena air ludah yang melewatinya dengan susah payah. Gerakan tangannya yang tadinya hendak menangkis gerakan pria tersebut terhenti di udara, dan selanjutnya pedang yang tadinya tergenggam di tangan mungilnya tiba-tiba terlepas dan jatuh di lantai. Meninggalkan suara yang memecah keheningan ruangan itu. Sedangkan sang pria hanya menyeringai puas dibalik pelindung wajahnya.

Seorang pria beriris lavender yan tadi sempat terkejut untuk beberapa saat kini menghampiri keduanya. Memproklamirkan bahwa sang pria di depan Sakuralah yang menjadi pemenang dalam latihan kali ini.

Sang pria melepaskan pelindung kepalanya, menatap Sakura yang masih mematung di tempatnya. Gadis itu belum melepas pelindung kepalanya, menatap tepat kearah manik onyx sang pria dengan tatapan yang sulit diartikan. Entah karena terpikat oleh pesona sang onyx seperti kebanyakan kaum hawa lainnya atau karena hal lain. Tak ada yang mengetahui kecuali Kami-sama dan dirinya sendiri.

Tangan yang mengepal erat itu mungkin akan menjawabnya.

.

.

.

"mari kita bersulang untuk kemenangan Sasuke!" seru Naruto sambil mengankat segelas wine ke udara.

"cheers!"

TING

Suara benturan gelas yang dilakukan oleh Naruto,Sai dan Neji minus Sasuke. Hal ini mengundang rasa penasaran Sai. Diperhatikannya Sasuke yang tengah terdiam. Lazimnya seseorang yang baru saja memenangkan sebuah pertandingan akan merasa senang,apalagi jika yang menjadi lawannya adalah orang yang jarang sekali mengalami kekalahan. Tapi tidak bagi Sasuke. Sai mengaki bahwa mungkin Sasuke tidak akan berlebihan dalam setiap kemenangannya,tapi ia selalu menyeringai puas. Namun kali ini pemuda itu malah hanya berdiam diri, sekedar tersenyum tipis pun tidak. Ada apa dengan pemuda itu?

"aku salut padamu Teme,bisa mengalahkan Sakura-chan," ujar Naruto sambil menyandarkan punggung di sofa ruang tamu Sasuke. Setelah menengar kabar tentang kemenangan Sasuke atas Sakura, pemuda kuning jabrik itu mengusulkan untuk merayakannya di mansion Sasuke.

"dari pengamataanku selama kalian bertanding tadi sepertinya gerakan Sakura sedikit mengalami penurunan jika dibandingkan denan latihan-latihan sebelumnya," sahut Neji sambul menyeruput wine di tangannya.

"mungkin Sakura-chan sedan haid,"

KRIK

KRIK

KRIK

Tak ada yang menyahut ucapan Sai. Naruto menatap cengo sahabat mayat hidupnya yang tengah tersenyum kearahnya tersebut. Darimana si mayat hidup itu mendapatkan hipotesis seperti itu?

Sedangkan Neji dan Sasuke tak begitu mempedulikannya.

Satu hal yang melintas dikepala pantat ayam Sasuke.

'apa ini ada hubungannya dengan ucapan Karin kemarin?'

.

.

TBC

Maafkan saya Minna-san kemarin saya sedang terburu-buru jadi tidak sempat untuk mengedit atau sekedar mengecek ulang fic saya jadi yahh begitulah..dan untuk chapter kali ini memang agak sedikit lebih pendek karena saya sedang blank.

Thanks for read it,would you give a review for it ^^