Tahukah kau apakah dendam itu?

Dendam itu tidak Nampak,tidak bias dipegang,tidak bisa terlihat

Namun bisa dirasakan

Dendam memang memuaskanmu untuk sesaat..tapi menjatuhkanmu untuk selamanya..

Naruto is belongs to Masashi Kisimoto

.

.

Jari-jari kurus itu menelusuri bingkai foto diatas meja kerjanya. Tatapannya tetap datar seperti biasa. Tetapi sebenarnya ada banyak emosi yang tersimpan di dalamnya yang tak seorang pun bisa membacanya.

Menghembuskan nafas panjang lalu dilonggarkannya dasi hitam yang serasa mencekik leher jenjangnya. Pikirannya melalang buana pada kejadian beberapa tahun lalu.

Flashback on

Kedua pasang mata berwarna sama itu membelalak lebar. Seorang diantara keduanya berlari kearah dua sosok orang dewasa yang tergeletak diatas lantai. Tak jauh dari merekan 3 orang lainnya pun bernasib sama,darah melumuri tubuh mereka. Di tubuh mereka terdapat beberapa luka bekas tebasan benda tajam.

"Tou-chan..hiks..Kaa-chan," tangan kecil itu mendekap kedua tubuh di depannya. Tak dipedulikannya darah yang menodai kaos biru dongker miliknya.

Sosok satunya masi berdiri tiga meter di belakang pemuda kecil tadi. Ditatapnya dalam diam semua sosok yang ada di depannya. Lima orang yang tergeletak tak sadarkan diri,dia ragu apakah mereka masih hidup atau sudah..segera ditepisnya pemikiran buruk itu. Kini mata kelamnya sibuk mengamati sang adik tercinta yang tengah menangis kencang seraya memeluk kedua orang tua mereka. Didekapnya sang bocah seraya mengelus rambut raven itu. Hatinya tercubit melihat air mata yang tak berhenti mengalir itu. Anak itu masih terlalu ini untuk mengalami hal seperi ini. Tangannya terkepal erat sampai buku-buku tangannya memutih. Dalam hati ia berjanji akan engirim sang pelaku ke neraka.

Tanpa disadarinya kedua iris mata sosok yang tengah dipeluknya telah berubah warna menjadi merah dengan tiga tomoe.

.

Beberapa hari setelah pembunuhan anggota keluarga Uchiha,Itachi mendapat kabar yang mengejutkan. Sepasang suami istri yang diduga merupakan dalang dibalik pembunuhan tersebut ditemukan tewas mengenaskan. Kepala yang terbelah menjadi dua,sayatan vertikal dari leher sampai sebatas perut,serta telinga yang terpotong.

Tapi Itachi merasakan ada sesuatu yang ganjil. Sepengetahuannya, kedua orang tersebut terkenal dengan kepeduliannya terhadap lingkungan sosial yang tinggi. Dia juga tidak melihat tanda-tanda seorang kriminal dari kedua pasang mata tersebut. Itachi melirik kearah smaping kanannya. Dahinya berkerut. Sejak kapan anak itu sudah duduk disana?

Sedang anak yang dimaksud Itachi terlihat tak menghiraukan tatapan dari Anikinya tersebut. Tatapannya datar,tak memunculkan emosi sedikitpun. Membuat Itachi bertanya-tanya dalam hati. 'ada apa dengan Sasuke?'

Flashack off

.

.

Disinilah Sakura sekarang berada. Berdiri sendirian di halaman belakang Mansion miliknya,tepatnya di arena latihan Gaara dan anak buahnya.

Rambut panjang miliknya yang tadinya terikat rapi kini sudah berantakan dan basah oleh keringat. Tak jauh berbeda dengan rambutnya,tubuh gadis itu sudah banjir dengan keringat. Tatapan matanya terlihat mengerikan. Penuh dengan kilatan kemarahan dan kebencian.

KRAK

KRAK

Dengan sekali pukul masing-masing papan kayu setebal 4 cm didepannya langsung terbrlah menjadi dua bagian. Tak mempedulikan warna kemerahan dan lecet-lecet di tangannya. Yang diinginkan gadis itu hanya satu. Melampiaskan kekecewaan dan kemarahan atas kekalahannya kemarin. Dia memukul beberapa benda yang biasa Gaara pakai untuk berlatih bersama anak buahnya. Sudah menjadi kebiasaan bagi gadis itu jika sedang dilanda kemarahan. Berpikir bahwa dengan menghancurkan sesuatu dapat membuat kekesalannya terlupakan.

KRAK

BRUG

Entah bagaimana bisa,sebongkah balok es yang baru saja diletakkan di depannya oleh seorang maid retak dan hampir tebelah akibat tendangan dari kakinya. Sang maid yang melihatnya langsung ngacir,tidak mau mengambil resiko bernasib sama dengan balok es.

"arrgghhh!" teriak Sakura frustasi sambil mengarahkan kepalan tangan kirinya kearah sebuah kaca setinggi satu meter di samping kirinya.

PYAR

Beberapa maid yang kebetulan lewat dan melihat kejadian itu hanya bergidik ngeri,segera menjauh dari sekitar TKP. Satu hal yang sngat mengerikan adalah ketika gadis berambut mrah jambu itu sedang mengamuk. Benar-benar seperti monster. Namun bedanya Sakura adalah monster yang cantik.

Serpihan kaca mengenai Sakura tetapi tidak melukainya. Hanya tangan gadis itu saja yang mngeluarkan darah segar.

"kuso!" umpat Sakura sambil meninju rumput di bawahnya dengan keras. Perih,nyeri menyerang tangannya,namun tak diindahkan gadis itu. Diingatnya bagaimana ekspresi bungsu Uchiha yang telah mengalahkannya kemarin. Ekspresi datar tapi membuatnya yakin bahwa itu adalah sebuah ejekan bagi Sakura karena telah berhasil dikalahkannya. Sakura yang selama ini belum pernah terkalahkan dalam cabang olahraga Kendo harus bertekuk lutut di depan pemuda Uchiha yang selama ini tak dikenalnya. Seorang pemuda yang setahunya baru masuk latihan kemarin sore. Oh betapa itu sangat memalukan bagi Sakura. Egonya mengatakan bahwa ia adalah seorang Loser.

Tanpa sepengetahuan Sakura ada sepasang mata yang mengawasi gerak geriknya dari radius tujuh meter. Dan sosok itu langsung bergerak cepat untuk menghentikan gerakan Sakura yang hendak memukul tiga tumpuk papan kayu.

GREP

Sakura menoleh kearah sebelah kanannya. Gaara berdiri disana dan memegangi pergelangan tangannya yang terangkat.

"lepaskan!" bentak Sakura namun tak ada respon dari pemuda di sampingnya itu.

"Saku..huaaa apa-apaan ini?" Kankurou terkejut melihat 'arena latihannya' ambur adul. Pecahan kaca yang berserakan,papan kayu yang terbelah dimana-mana,balok es yang retak dan mulai mencair. Matanya melirik kearah Sakura dengan kilatan yang seperti ingin mengamuk.

"astaga ada apa ini?" Temari melihat sekelilingnya yang tampak berantakan. Pandangannya berhenti pada dua Akasuna yang saling menatap tajam.

"ikut aku," perintah Gaara datar.

"tidak,lep..kyaaaa!"

Gaara mengangkat tubuh sang adik keatas bahunya. berjalan meninggalkan Temari yang tengah sibuk memberesi 'kekacauan' akibat ulah Sakura dan Kankurou yang cengo dengan mulut yang komat kamit tak jelas tetapi tak ada satupun suara yang keluar darinya.

.

"huaaaaaaa apa yang kalian berdua lakukan?" teriak Kankurou dengan telunjuk kanannya yang mengarah pada Sakura dan Gaara. Matanya melotot melihat Sakura yang duduk pasrah di sofa sedangkan Gaara berdiri di depannya dalam jarak yang sangat dekat. Tangan pemuda berambut merah itu memegangi kedua pergelangan tangan Sakura di kedua sisi gadis itu.

Gaara menatap datar temannya tersebut. Temari yang baru saja datang tak kalah terkejutnya dengan Kankurou,tapi bedanya dia tidak berteriak heboh. Hanya menutupi mulutnya dengan telapak tangan.

"lepaskan aku Gaara-nii," berontak Sakura sambil menendang udara.

"diamlah atau kucium kau,"

BLUSH

Sakura merona hebat dengan perkataan Gaara. Gaara menyeringai puas. Temari melongo. Kankurou membuka lebar mulutnya dengan mata yangberkedip beberapa kali.

"ka-kalian bedua mesumm!" teriak Kankurou(lagi) dengan suara toanya.

WUUNGGG

DUG

Sebuah asbak rokok melayang dan mendarat mulus di jidat pria berambut coklat tersebut. Meninggalkan warna kemerahan disan dengan benjolan kecil.

Temari segera membungkam mulut Kankurou yang berniat mengajukan protes pada Gaara atas penganiayaan yang baru saja dilakukannya.

Gaara tak menghiraukannya kemudian duduk di samping Sakura yang mulai 'jinak'. Mungkin tenaga gadis itu sudah habis karena terlalu banyak dia 'keluarkan'. Pemuda yang memiliki tati 'Ai' di sudut dahinya tersebut mulai mengobati luka-luka Sakura dengan lembut. Sakura meringis manakala punggung tangannya yang robek itu dicumbu oleh obat-obatan. Temari dan Kankurou mengambil posisi duduk di depan mereka berdua. Memperhtikan Sakura yang mulai 'jinak' dan Gaara yang membuat mereka berani bersumpah bahwa ini pertama kalinya kedua pertner itu melihat sisi lembut sang Akasuna.

"aku benar-benar tidak menyangka kau bisa menghancurkan benda-benda keras sebanyak itu Sakura" puji Kankurou yang membuat Sakura tersenyum angkuh.

"kuakui kau gadis kuat Sakura" imbuh Temari seraya tersenyum.

"tentu sa-"

"gadis bodoh."

Ketiga pasang mata itu membelalak mendengar ucapan Gaara. Terlebih Sakura yang kini menatapnya tajam. 'apa-apaan panda merah ini mengataiku bodoh?' pikir Sakura.

"Gaa-"

"apa maksudmu?" tanya Sakura memotong ucapan Temari. Mata gadis itu berkilat.

"melukai tubuhnya sendiri tanpa ada sebab yang jelas. Apa itu tidak bisa disebut bodoh?"

Sakura semakin geram mendengarnya. Suasana menjadi panas. Kankurou dan Temari tak memiliki keberanian untuk ikut andil. Itu bikan pilihan tepat.

"ka-"

"berpikir bahwa dengan kekerasan bisa menyelesaikan masalahmu. Selesaikan dengan kepala dingin,bukan hanya menuruti emosi yang malah membuatmu seperti preman tak berakal. Kau kemanakan kecerdasan Akasuna milikmu itu Saku?"

Ucapan Gaara benar-benar menohok hati Sakura. Dia tidak menyangka bahwa kakak yang selama ini disayanginya bisa mengatakan seperti itu. pemuda itu tidak tahu apa-apa tentang dirinya. Gaara terlalu sibuk dengan profesinya,tidak mempunyai waktu untuk adik satu-satunya tersebut. Jadi atas dasar apa pemuda itumengatainya bodoh dan mengamuk tanpa alasan yang jelas?

PYAR

Sakura menghancurkan guci yang berada di sebelah sofa kemudian berdiri menghadap Gaara.

"cukup. Gaara-nii tidak tahu pa-apa tentangku jadi jangan sembarangan bicara" ujar Sakura pelan membuat Kankurou dan Temari merinding.

"ap-"
"Nii-chan tidak tahu apa-apa tentangku. Nii-chan selalu sibuk dengan urusanmu sendiri. Jadi jangan bicara seolah-olah kau mengetahui segalanya!"

"jaga bicaramu Akasuna Sakura!"

Sakura mematung. Ini pertama kalinya Gaara membentaknya.

"Nii-chan jahat!"
PYAR

Kankurou menatap ngeri pada guci yang dipukul Sakura(lagi). Gaara menatap nanar punggung Sakura yang menjauh. Kamudian mendudukan dirinya di sofa. Dia menundukan kepalanya dan menjambak rambut merahnya frustasi.

"apa yang telah kulakukan.." bisik Gaara yang masih terdngar oleh dua orang di belakangnya. Membuat kedua orang tersebut menatap iba pada Gaara.

"Gaara.."

TBC

Hn chapter 3 is done. Thanks for reading it ^^