Huwaaa! Author macam apa aku ini, update aja butuh waktu seabad! #Dihajar readers
Udah, udah! Langsung baca aja! Author mohon maaf atas kelamaan updatenya! #Sujud di kaki readers satu-satu
Disclaimer: Vocaloid bukan punya saya selamanya, kecuali fic. ini punya saya.
Normal POV
Miku masih berdiri di sana, memandangi sosok Kaito yang juga kaget melihat Miku. Miku tampak ingin mendekat pada Kaito dan memeluknya, namun Miku tahu bahwa Kaito sekarang membencinya jadi Miku pun hanya bisa diam dan memandangnya dari jauh.
Kaito memalingkan wajahnya setiap kali pandangannya bertemu dengan Miku. Ia betul-betul berharap bahwa ia tidak akan pernah bisa bertemu lagi dengan perempuan yang bernama Miku itu.
"Kaito~! Aku merindukanmu~!" Neru berlari ke arah Kaito dan memeluknya erat-erat.
"Haduh! Lepaskan aku Neru! Sesak, nih!" Ucap Kaito sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Neru.
"Huh, kenapa? Apa Kaito sudah tidak menyukaiku lagi?" tanya Neru pura-pura sedih.
"Ah, aku kan bukan pacarmu, Neru." Jawab Kaito mengacak-acak rambut Neru dengan pelan.
Neru pun tersenyum menggoda, "Tapi aku tahu kalau kau menyukaiku~".
"Ha? Dari mana kau dapat gosip macam seperti itu?" tanya Kaito.
"Tentu saja aku mengetahuinya! Aku kan suka Kaito!" Jawab Neru memeluk Kaito lagi.
Kaito pun pasrah, sebenarnya Kaito tidak pernah jadian ataupun menyukai Neru.
'Andai aku bisa seperti Neru, bisa memeluk Kaito seperti itu.' pikir Miku sedih.
Rin yang melihat Miku bersedih langsung mengusap-usap punggungnya, "Sabar ya, Miku."
"Oh ya, ini sudah malam. Bagaimana kalau kita pulang saja sekarang?" tanya Lily tiba-tiba.
"Iya, tidak baik kalau kita terus-terusan berada di sini." Tambah Luki.
"Ya ayah, ibu." Jawab Rin sambil mengangguk.
"Kalau begitu aku siapkan mobilnya dulu, kalian tunggu di sini." Ucap Luki.
Semuanya tampak mengangguk.
"Nah, Len. Ibu dan ayah senang melihatmu lagi," ucap Lola sambil tersenyum dan memeluk Len.
"Aku juga ibu," ucap Len balik memeluk Lola.
"Jadi, menurutmu Rin itu seperti apa?" tanya Leon mencoba untuk menggoda Len.
"Ayah kenapa bertanya seperti itu! T-Tentu saja Rin itu gadis yang baik!" Ucap Len blushing.
"Haha, Len sudah besar ya~!" Lola tertawa melihat Len yang blushing, Leon juga demikian.
"Tante! Om!" Tiba-tiba saja Rin menyapa kedua orangtua Len.
"Ini yang namanya Rin?" tanya Lola sambil meraba-raba wajah Rin.
Rin membalasnya dengan senyuman yang manis.
"Iya, ini Rin." Ucap Leon sambil menunjuk Rin.
"Waaah~! Manis sekali~!" Ucap Lola langsung memeluk Rin.
"Jadi Rin, menurutmu Len itu seperti apa?" tanya Leon tiba-tiba pada Rin yang masih dipeluk oleh Lola.
Lola pun melepaskan pelukannya, membiarkan Rin menjawab pertanyaan dari Leon.
"Len itu… Uhm…" Rin tampak berpikir sebentar untuk menjawabnya.
"Oh ya! Len itu senang memanggilku Rinny dan Len itu sangat suka sekali menggodaku, bahkan dia sudah menciu-" Lanjut Rin belum selesai karena Len segera membungkam mulutnya dengan tangannya.
"Bodoh! Jangan ceritakan kejadian waktu itu!" Bisik Len di telinga Rin, lalu membiarkan Rin berbicara lagi.
"Ops, salahku! Peace all!" Ucap Rin sambil tersenyum hambar, Len hanya ber'sweatdrop'ria, Leon dan Lola kebingungan.
"Hei hei! Mobil sudah siap! Ayo kita pulang!" Teriak Luki tiba-tiba dari dalam mobil.
Semuanya pun segera masuk ke dalam mobil.
"Ah, Miku. Biar aku antar kau pulang ya?" ajak Rin pada Miku.
Miku mengangguk.
Rin dan Miku pun berjalan masuk ke dalam mobil.
"Tunggu aku Len." Ucap Kaito sambil menyusul Len untuk menaikki mobil, tapi segera di cegat oleh Neru yang tiba-tiba menghalangi jalannya.
"Heee! Kaito jahat! Kenapa aku ditinggal!" Ucap Neru cengeng.
"Uhm… Aku kira kau bawa sepeda atau motor?" ucap Kaito bingung.
"Tentu saja tidak! Ini semua karena Miku! Miku sudah marah-marah padaku dan menarikku sampai ke sini!" Ucap Neru berbohong.
"A-Apa? Miku katamu?" tanya Kaito kaget.
Neru pun tersenyum jahil, "Yah! Dia pelakunya! Sekarang dia tidak bertanggung jawab, buktinya aku ditinggal!".
"Jahat sekali," ucap Kaito geram.
"Hiks!" Neru pun pura-pura menangis.
"Sudah-sudah, biar aku antar kau pulang." Ucap Kaito mengusap-usap kepala Neru.
"Oi! Kaito! Kenapa kau masih berdiri di sana, huh?" teriak Len dari mobil. Semuanya sudah masuk ke dalam mobil, hanya tinggal Kaito saja sekarang. Kalau bukan karena Neru, mungkin Kaito sudah masuk juga.
"Ah, uhm… Len dan semuanya, kalian duluan saja! Aku harus mengantarkan Neru pulang dulu!" Ucap Kaito.
"Oh baiklah kalau begitu," ucap Len.
Akhirnya Kaito dan Neru pun ditinggal.
Selama di perjalanan Rin memasang muka sebalnya sambil menyumpah serapahi Neru, Miku yang tertunduk dengan sedih, dan Len yang kebingungan karena memang dia tidak tahu apa-apa.
"Sebenarnya Neru itu siapa?" tanya Len.
"Dia itu setan yang sudah menghancurkan hubungan Miku dan Kaito," jawab Rin ketus.
"S-Setan? Dia manusia kan? Apa dia punya kekuatan hitam?" Len kebingungan.
"Hee, Len? Terkadang kau ini bodoh juga ya? Tentu saja dia hanya manusia biasa!" Ucap Rin mencubit kedua pipi Len dan menggoyang-goyangkannya.
"S-Sakit, Rin!" Len pun mendegus kesal sambil mengusap-usap pipinya yang dicubit, sedangkan Miku terkekeh pelan.
Beberapa menit kemudian, tepatnya hampir satu jam, semuanya pun sudah sampai di rumah keluarga Rin atau Kagamine. Mereka sudah mengantarkan Miku pulang tentunya.
"Ah, akhirnya sampai juga!" Ucap Lily senang ketika dirinya sudah berdiri di hadapan gerbang rumah.
"Uhm, bisa bantu aku membawa barang atau tas koper dan sebagainya?" tanya Lola sambil mengangkut barang-barangnya keluar.
"Tentu," jawab Lily sambil tersenyum, kemudian membantu Lola.
Luki dan Leon juga ikut membantu.
"Aku mau tidur ah…" Gumam Rin langsung keluar dari mobil menuju ke kamarnya, tapi sebuah tangan yang memegang lengan Rin menghentikan langkahnya.
"Rin…" Saat Rin menoleh, ternyata Len yang melakukannya.
"Apa?" tanya Rin.
Tanpa menjawab pertanyaan Rin, Len langsung memeluk Rin. Syukurlah para orangtua mereka sudah sibuk di dalam rumah, kalau ada mungkin mereka sudah ber'blushing'ria.
"L-Len…" Ucap Rin kaget.
"Rin…" Panggil Len sekali lagi.
"Apa?" tanya Rin lagi.
"Sepertinya aku benar-benar menyukaimu," jawab Len.
"Begitu ya…" Ucap Rin memeluk Len balik.
"Bagaimana denganmu?" tanya Len masih memeluk Rin.
"Aku… tidak tahu…" jawab Rin ragu-ragu.
Len pun mempererat pelukannya dan di antara keduanya pun hening.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Rin?" panggil Len memecahkan keheningan.
"Ya?" tanya Rin.
"Kau hangat," ucap Len. Rin bisa merasakan kalau Len sedang tersenyum.
"Kau juga." Ucap Rin sambil menenggelamkan kepalanya ke dalam pelukan Len. 'Perasaan apa ini?'.
Mereka pun tenggelam dalam keheningan lagi, tapi itu tidak berlangsung lama saat Kaito pulang, dia sudah selesai mengantar Neru pulang.
"Kaito?" ucap Len ketika ia melihat Kaito kembali.
"Oi, Len… Kau belum tidur? Sedang apa kau di sini?" tanya Kaito.
"Kau bisa lihat sendiri…" Ucap Len, ia masih memeluk Rin. Tapi Len merasa aneh, kenapa Rin jadi diam saja.
"Oh, aku mengerti…" Ucap Kaito, tersenyum. "Lagi mesra-mesraan? Ya kan?".
"KAITO BODOOH! JANGAN BILANG BEGITUUU!" Teriak Len, wajahnya memerah karena malu. Tapi memang itu kenyataannya bukan?
Hari semakin larut sedangkan Len, Rin, dan Kaito masih di luar rumah.
"Len, kenapa Rin diam saja?" tanya Kaito.
"Oh benar juga ya… Rin, ayo masuk! Ini sudah malam!" Ucap Len.
Namun sepertinya Rin tidak mendengarnya bahkan menjawabnya saja tidak.
"Rinny~ ayo masuk ke rumah~" ucap Len sekali lagi.
"Len…" Ucap Kaito sweat drop melihat tingkah Len. "Sifatmu yang itu sebaiknya dihilangkan.".
"Aku tahu," ucap Len.
Len pun mengangkat wajah Rin yang ditenggelamkan di pelukannya supaya dapat melihat wajah Rin.
Setelah ia berhasil mengangkat wajah Rin, Len pun melihat wajah Rin yang matanya tertutup.
"Rin?" panggil Len sambil menepuk pelan pipi Rin.
"Mungkin dia tidur," ucap Kaito.
"Bukan mungkin lagi, dia memang tidur." Ucap Len.
"Saking nyamannya pelukanmu, Rin jadi tertidur seperti itu~" Goda Kaito.
"Shut up!" Ucap Len.
Len pun menggendong Rin ala piggy back.
"Kenapa kau tidak menggendongnya ala brydal style saja, seperti apa yang pengantin baru lakukan! Jadi malam mesra-mesraannya pas!" Ucap Kaito menggoda Len lagi.
"Kalau kau bicara lagi akan aku cincang kau!" Ucap Len kesal.
Akhirnya Kaito pun diam. 'Wow! Dia agak sedikit berubah!'.
Len membawa Rin ke kamarnya dan meletakan Rin di atas kasurnya, dipakaikannya selimut.
Setelah semuanya selesai, Len pun berjalan keluar kamar Rin menuju ke kamarnya.
"Tidak memberinya ciuman selamat malam?" tanya Kaito tiba-tiba di mulut pintu kamar Rin.
"Kenapa kau mengikutiku terus, hah? Dan kenapa kau ingin aku melakukan hal yang tidak-tidak pada Rin?" tanya Len.
"Apanya yang tidak-tidak, huh? Rin itu kan tunanganmu, Len."
"Asal kau tahu saja ya… Rin tidak suka kalau aku menciumnya… Sudah ya, selamat malam!" Ucap Len sambil berjalan melewati Kaito lalu pergi ke kamarnya.
Cahaya menyinari kamar Rin, membuatnya terbangun dari tidurnya. Rin segera merubah posisinya menjadi duduk.
"Kok, aku tidak pakai piyama? Ini kan masih baju yang kemarin malam," gumam Rin.
Tiba-tiba pintu kamar Rin dibuka dan menunjukan sosok ibunya, Lily sambil membawa sebuah roti dan segelas susu vanilla untuk Rin.
"Rin, ini sarapanmu… Dimakan ya~" ucap Lily sambil menyimpan sarapan Rin di meja kecil.
Rin pun melahap sarapannya.
"Rin nanti malam kau harus benar-benar ikut makan malam," ucap Lily pada Rin.
"Ya, aku akan bilang pada Miku kalau acaraku dan dia dibatalkan." Ucap Rin santai sambil terus melahap sarapannya.
Lily pun tersenyum, "Oh, baiklah… Ngomong-ngomong, ibu sudah siapkan air hangat untukmu!".
"Iya," ucap Rin.
"Ya sudah, ibu ke dapur dulu ya." Ucap Lily sambil mencium kening Rin lalu pergi.
"Hari ini hasil tes Bahasa Inggris dibagikan," gumam Rin tiba-tiba.
Rin pun pergi mandi dan menemukan Len berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Len? Kau mau mandi juga?" tanya Rin.
"Ya! Kenapa Kaito butuh waktu satu abad untuk mandi!" Ucap Len yang kelihatannya kesal.
"Aduh! Sebaiknya Kaito cepat-cepat! Bisa-bisa aku telat ke sekolah, nih!" Ucap Rin.
"Oh, kalau begitu setelah Kaito kau dulu saja deh yang mandi!" Ujar Len.
"Lho? Kenapa? Kau kan sudah lama menunggu?" tanya Rin.
"Apa sih yang nggak boleh buat Rinny," ucap Len sambil tersenyum lebar.
"Ssssh… Kau ini," Rin pun menutup wajahnya dengan handuk di tangannya, menyembunyikan rona merah di wajahnya.
Setelah sepuluh menit kemudian, Kaito pun keluar dari kamar mandi.
"Haha, maaf kalau aku kelamaan!" Ucap Kaito.
"Ya sudah sana-sana! Aku mau mandi!" Ucap Rin langsung masuk ke kamar mandi.
"Len, kita akan sekolah di sekolahnya Rin, lho~" ucap Kaito tiba-tiba sambil menggosok-gosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
"Di sekolah Rin?" tanya Len.
"Kita akan menjadi murid baru di sana." Jawab Kaito.
"Bagaimana dengan sekolah di Am-"
"Itu sudah diurusi sebelum orangtuamu ke Jepang, lebih tepatnya kau pindah sekolah, Len." Jelas Kaito langsung sambil memotong pembicaraan Len.
"Rin itu kelas apa?" tanya Len.
"Apa, huh? Kau ingin satu kelas dengannya?" tanya Kaito.
"Uhm, di kelas mana pun aku tidak masalah." Jawab Len.
"Kalau di kelasnya Rin, aku khawatir di sana ada-"
"Miku?" potong Len.
Kaito langsung memasang wajah kesal.
"Oi, Miku itu baik lho~" ucap Len.
"Tidak mungkin… Mungkin dia cuma pura-pura." Ucap Kaito.
"Aku seratus persen yakin kau akan menyesal menjauhi dan membencinya suatu saat nanti,"
"Coba saja,"
Beberapa menit menunggu, akhirnya Rin keluar dari kamar mandi. Seragam sekolahnya sudah ia pakai dari dalam kamar mandi. Kalau Rin keluar pakai handuk saja, bisa-bisa ada yang nosebleed satu ember. Kau tahu siapa? Baiklah, tidak akan disebutkan kalau sudah tahu.
Len pun giliran mandi.
Jam menunjukan pukul setengah delapan, artinya bel sekolah akan berbunyi tiga puluh menit lagi. Tentu saja Rin sudah ada di sekolah, ia sedang asyik mendengarkan musik dari Ipodnya.
"Hey, Rin!" Sapa Neru sambil menghampiri bangku Rin.
"Apa?" tanya Rin dingin.
"Dingin banget sih! Aku mau mampir ke rumahmu boleh?" tanya Neru.
"Tidak boleh." Jawab Rin singkat.
"Huh! Kenapa?! Pacarku kan ada di sana?!" Neru protes.
"Pacar katamu? Siapa?" tanya Rin.
"Kaito dan uhm yang satu lagi aku lupa namanya…" Ucap Neru sambil memasang wajah berpikir.
"Punya berapa pacar kau?" tanya Rin cuek. 'Apa yang satu lagi itu Len? Kenapa dia ini sok sekali sih!' Pikir Rin.
"Semua laki-laki tampan dan keren itu adalah pacarku!" Ucap Neru.
"Kau itu playgirl ya? Ish, maaf ya! Aku tidak mengijinkan seorang playgirl masuk ke rumahku!" Ucap Rin kembali mendengarkan musik dari Ipodnya.
"Huh! Aku bukan playgirl!" Ucap Neru kesal.
"Lalu ap-"
"Pagi Rin dan Neru!" Sapa Miku tiba-tiba.
"Miku, kok kamu telat? Coba lihat ini sudah jam berapa?" tanya Rin.
"Hehe… Maaf, habisnya aku bangun kesiangan." Jawab Miku sambil menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal.
"Hhhh! Ketua kelas kesiangan? Harusnya ketua kelas itu mencontohkan yang baik-baik!" Ucap Neru.
"Uhm, maaf! Aku tidak akan mengulanginya lagi!" Ucap Miku menyesal sambil membungkukan badannya berkali-kali pada Neru, sedangkan Neru hanya tersenyum sinis.
"Oh ya, Miku… Hari ini acara kita dibatalkan, soalnya aku ada urusan keluarga." Ucap Rin tiba-tiba.
"Tidak apa-apa kok." Ucap Miku sambil tersenyum.
'Miku, kukira kau akan marah, tapi ternyata tidak… Kau ini baik sekali.' Pikir Rin.
"Itu kan bisa kita lakukan lain kali, Rin." Tambah Miku.
'Oh demi dewa jeruk! Kaito beruntung sekali disukai gadis seperti Miku! Dia seperti bidadari!' Pikir Rin.
"Sok baik banget sih!" Gumam Neru sambil melihat Miku yang disambut death glare dari Rin.
KRIIING
"Nah! Akhirnya bel juga!" Ucap Rin senang.
"Kenapa kau begitu senang?" tanya Miku.
"Karena hari ini hasil tes Bahasa Inggris kita akan dibagikan!" Jawab Rin.
"Kau percaya bahwa nilaimu akan bagus?" tanya Miku.
"Uhm… Tentu saja!" Jawab Rin sambil mengangguk pasti.
"Heh! Lihat saja nanti, Rin dan Miku! Nilaiku akan lebih bagus dari kalian!" Ucap Neru tiba-tiba.
"Begitu kah?" tanya Rin cuek. "Lalu aku harus menaiki gedung tinggi kemudian terjun dari atas sana sambil bilang 'Wow' begitu?".
"Ide bagus tuh!" Ucap Neru.
"Kau pikir aku akan melakukannya kalau hal itu benar-benar terjadi? Hell, no." Ucap Rin.
"Oiii! Dengerin aku bicara! Di mana ketua kelas! Dipanggil tuh!" teriak salah satu orang di kelas tiba-tiba.
"Ya, aku di sini!" Balas Miku langsung pergi keluar. "Aku akan segera kembali, Rin.".
Rin pun menunggu Miku di kelas. 'Ada apa ya?' Pikir Rin.
"Pasti pengumuman lagi, nih!" Ucap Neru asal menebak.
"Pengumuman…" Gumam Rin.
Beberapa menit kemudian, Miku sudah kembali dengan membawa sebuah kertas di tangannya.
"Miku, ada apa?" tanya Rin.
"Hehe, begini… Hari ini tidak akan ada jam pelajaran di sekolah, jadi siswa ataupun siswi akan dibebaskan dari jam sepuluh siang!" Jelas Miku.
"Heee! Yay! Akhirnya aku bisa di rumah lebih lama hari ini!" Teriak Rin senang.
"… Tampaknya kau senang sekali ya, Rin." Ucap Miku terkekeh.
Rin mengangguk.
"Memangnya ada apa? Ada Len, ya?" Miku menggoda Rin.
"B-Bukan ituu! Kau s-salah, Miku!" Ucap Rin gelagapan.
Miku hanya terkekeh pelan.
"Pokoknya, Rin! Aku mau mampir, titik! Aku mau ketemu Kaito!" Ucap Neru tiba-tiba.
"Terserah kau saja!" Ucap Rin pasrah.
Jam sepuluh pun tiba. Semua murid dibubarkan dari sekolah. Rin dan Miku segera membereskan barang-barang mereka di bangku. Kemudian, Neru datang menghampiri.
"Rin, cepat! Aku sudah tidak sabar!" Ucap Neru menarik-narik tangan Rin.
"Jangan sentuh aku!" Rin menangkis tangan Neru.
"Uhh, baiklah… Tapi cepat…" Ucap Neru.
Ketika Rin dan Miku selesai, Miku pun pamit pada Rin untuk pulang duluan dan Rin pulang dengan Neru.
Selama di perjalanan Rin dan Neru tidak membicarakan topik apapun sampai mereka sampai di rumah Rin.
"Aku pulang!" Teriak Rin sambil membuka pintu rumahnya.
"Rin! Aku merindukanmu!" Ucap Len langsung memeluk Rin.
Mata Neru langsung melebar melihat adegan Rin dan Len di depannya.
'Rin dipeluk… Huwaaa! Aku iri!'
To Be Continued
Aduh sekali lagi mau minta maaf karena Author lama banget update fic. ini! m(_ _)m
Author juga mau minta maaf karena udah ngebikin Neru jadi peran antagonis, yah, memang cocok sih dia. Maaf ya, buat fansnya Neru! ._.d
Mau balas review dulu, ya!
Chisami Fuka: Ya nggak apa-apa... Wah! Iya pasti dipertahankan, tapi kalau masih ada yang salah mohon bantuannya! Makasih udah review! XD
Hikaru Kisekine: Nggak bakal didiscontinued, kok! Kan sayang banget! Makasih ya reviewnya! :D
Satsuki Kurokawa: Keren? Masa, sih? Eh, iya, pasti dilanjutin, kok! :D
Kuro 'Kaito' Neko: Ah! Kalau ada yg bilang typo trus ga dikasih tau typonya dimana suka bikin Author penasaran! Soalnya aku ga nemu typo! (#Plak) Ya! Neru buang aja ke laut! (#Dihajar fans Neru) Btw, makasih reviewnya! XD
Namikaze Kyoko: Apa kau mau bakar Neru kayak jagung? Nggak ada yang ngelarang! Yap! Ini udah update! Makasih reviewnya! XD
Tsunneko Mai-chan: Kau penasaran? Apa sekarang masih penasaran? Hehe makasih reviewnya! XD
Chalice07: Tebakanmu itu seratus persen benar! Hehe! Makasih reviewny! :D
Risa L0ve VoCaloid: Telat gpp, iya, Neru memang penganggu bikin Auhtor geregeten(?) Miku sama Kaito, ya? Author juga bingung, yang penting tunggu sampe chap. berikutnya dan makasih reviewnya! :D
HaNiichan: Iya, Author seneng liat Rin ngambek... Jadi pengen ngejadiin Rin sate! #Ditendang Rin
Eli-chan Kagamine: Ini udah lanjut, makasih reviewnya! :D
Rucchan: Makasih reviewnya, ini udah update! :D
NekoNeko 'Ayi'-chan: Ikut dong haha! See you! Makasih reviewnya! XD
Enam kata lagi, mau review nggak? Author nggak maksa, sih! XD
