I've Met My True Friend
Luhan, Oh Sehun
from.. EXO?
Friendship, Little!Shounen-ai
Don't matter what, Luhan always exo in my heart. Hwaiting, Luhan! Hwaiting, Sehun!
Here's chapter two. Sorry if this chapter lebih hancur than chapter before. :D
Thanks for reading ^^/
Ini masih lumayan pagi, jadi wajar sekolahnya masih sepi. Lorong-lorong sekolah yang biasa penuh sesak kini lenggang. Taman istirahat di tengah lapangan juga kosong melompong. Tempat parkir yang biasa penuh pun baru terisi sedikit.
Luhan cinta pagi hari. Pagi hari yang seperti ini tepatnya. Ketika belum banyak siswa yang datang, sehingga ia bisa melenggang kemanapun ia mau. Biasanya, ketika ramai, Luhan lebih memilih untuk mengasingkan dirinya di kelas atau di perpustakaan. Alasannya hanya karena ia malu dan merasa tidak mampu bersosialisasi. Ini sudah penyakit Luhan dari kecil. Dan masalah ini sering membuatnya sedih.
Sebenarnya, Luhan juga ingin memiliki banyak sahabat. Ia juga ingin menghabiskan waktu liburnya tidak hanya di depan laptopnya, ia juga ingin merasakan bagaimana rasanya jalan-jalan bersama temannya. Masalahnya, hanya karena ia tidak bisa. Ia tidak tau mengapa atau karena apa, tapi setiap kali ia ingin bertegur sapa dengan seseorang ia akan langsung merasa gugup. Luhan anak yang sangat perhitungan, terlalu banyak berspekulasi sebelum bertindak. Ketika ia akan berkenalan dengan seseorang, tiba-tiba ia akan merasa gugup, cemas, berpikir bahwa ia takut teman barunya itu tidak menyukai keberadaannya, takut diabaikan, takut bila nanti ditinggalkan karena bila berbicara dengan orang baru ia akan kesulitan sehingga ia akan terbata. Atau malah suasana akan berubah canggung karena ia tidak bisa membangun percakapan.
Ia ingin merubah sikapnya ini. Tapi.. sepetinya ia tak akan bisa. Eommanya juga sering memberikan petuah dan nasihat serta semangat padanya untuk berubah. Tapi hasilnya tetap sama. Ia masihlah Luhan yang ini. Luhan yang pendiam.
Sebenarnya, Luhan juga dapat menjadi anak yang ceria. Itu berlaku bagi orang-orang yang telah lama dikenalnya. Seperti eommanya, appannya, keluarganya, dan sahabat semasa kecilnya, Umin Hyung. Dan tentunya, juga Hunnie. Hunnie membuat Luhan tercengang karena dengan mudah ia dapat berbicara lancar dengan Hunnie, mungkin karena tidak secara langsung yaa. Ia kenal Hunniekan di sosial media. Ahhh,, jadi kepikiran Hunnie..
Luhan kembali menyusuri lorong sekolahnya yang masih lenggang. Tadi ia diantar appa kesekolah. Dan tibalah Luhan di tempat penyimpanan barang-barangnya. Loker. Di sekolah Luhan ini, pembagian loker berdasarkan bulan dan tanggal lahir, bukan berdasarkan kelas. Sampai saat ini ia tak tau apa alasan dibalik sistem pembagian seperti itu.
Loker Luhan dibagian April nomor 20. Di samping kirinya nomor 12, itu tandanya saat ini di sekolahnya tidak ada siswa yang tanggal lahirnya 13 sampai 19 bulan April. Jadi dari 12 langsung ke nomor Luhan yang 20.
Dengar-dengar, kalau tidak salah, katanya seseorang yang lokernya di samping Luhan ini, yang bernomor 12, adalah penggambar yang handal. Katanya ia sering mewakili sekolah dalam bidang gambar-menggambar.. Woah! Luhan juga ingin seperti itu. Bisa mengharumkan nama sekolah. Sayangnya, ia hanya anak yang sederhana, dan tak secerdas renking 1.
Luhan mengambil kunci loker dari dalam tasnya. Dan mulai membuka lokernya. Hufft! Seperti biasa. Ketika ia membuka lokernya pasti ada beberapa surat tak dikenal di dalamnya yang ditujukan untuk Luhan. Kebanyakan ialah para siswi yang menyatakan cinta kepadanya. Sebenarnya Luhan tak habis pikir, apa yang dilihat siswi-siswi itu darinya? Menurutnya, ia tidak tampan, ia juga tidak tinggi untuk ukuran remaja seumurannya, lalu ia juga tidak sepintar para renking 1. Lantas apa yang disukai siswi-siswi itu darinya?
Luhan memasukkan lima surat beragam warna itu ke dalam tasnya. Ia bukan laki-laki kasar yang seenaknya membuang surat yang ditulis untuknya. Biasanya ketika sampai rumah ia akan membacanya lalu lantas menyerahkannya kepada eomma yang merupakan tempat penyimpanan surat-surat itu selama ini.
Luhan sedikit senang karena belum pernah satupun dari siswi itu yang menyatakan cinta tepat dihadapannya. Kalau seperti itu, pasti ia akan kesulitan menjawab disebabkan penyakit 'gagal sosialisasi'nya yang akut. Tapi biasanya ada juga sih beberapa siswi 'pemberani' yang menyapanya lalu mencubit pipinya lalu lantas berlalu begitu saja. Bahkan mereka memanggil Luhan dengan panggilan 'Lulu'. Uhh! Itu tidak manly sama sekali. Luhan tidak setuju!
Nah, inilah beberapa alasan yang sama yang ia tangkap dari surat yang dikirimkannya padanya itu. Mereka bilang mereka menyukai Luhan karena Luhan itu imut. Imut!? Tidakkk~~~ Itu tidak manly sama sekali! Luhan tidak setuju! Luhan itu inginnya disebut tampan, bukannya imut!
Karena terlalu fokus pada pemikiran soal ke'manly'annya yang dipertanyakan, Luhan tak mengira kalau ia sudah berjalan sampai sejauh ini. Ia berhenti. Menengok sebentar. "Ah,, Dekat mading." Luhan agak lega, untung ia belum melewati kelasnya.
Tiba-tiba perhatiannya teralihkan oleh seseorang yang berdiri di depannya. Orang itu lebih tinggi darinya.. Hati Luhan lantas berteriak, "Tidakk!~~ Padahal ia hobaeku.." Ya, itu hobae Luhan, dapat dilihat dari lambangnya yang berbeda warna dengan milik Luhan. Dan Luhan tau siapa hobae yang berdiri di depan mading itu. Oh Sehun. Sehun ialah tetangga loker Luhan, ialah sang ahli menggambar di sekolah Luhan.
Didasari rasa penasaran yang mendalam, Luhanpun memutuskan untuk mengikuti jejak Sehun. Berdiri dan membaca apapun-itu-kayaknya-gak-penting di mading. Tapi sepertinya ada berita yang penting sih, sampai-sampai Sehun saja dibuat tak berkutik di depan Mading. Luhan mengalihkan tatapannya dan memilah berita mana yang penting di Mading itu. Dan berita mana yang membuat Sehun tak berkutik membacanya.
Banyak berita dan artikel ternyata. Ada soal 'Trip to Jeju Island', soal hasil ulangan harian kelas tertentu, soal promosi bimbingan belajar, soal eskul PetA alias Pecinta Alam, lalu soal pengumuman hasil lomba kemaren, soal siswa yang berprestasi.. Eh! Tunggu dulu! Apa tadi? Soal hasil lomba kemaren?
Luhan segera mengalihkan matanya kembali pada artikel tentang itu. Ah! Sekarang Luhan tau apa alasan Sehun tepekur di depan mading ini. Lihat saja! Nama Sehun kembali tertera disana, ia yang akan mewakili kembali sekolah kami dalam ajang gambar-menggambar ilustrasi itu. Beruntungnya anak satu ini. Tapi dia memang berbakat sih. Pernah sekali Luhan melihat hasil gambarannya. Dan Oh! Itu nampak nyata sekali.
Luhan kembali membaca lanjutan artikel itu─
'...bagi pemenang diharapkan mempersiapkan diri karena akan kembali mengikuti lomba melawan sekolah lain,
Tanggal : ** - Januari – 20**
Pukul : 08.00 AM
Pemenang : Oh Sehun
Luhan
Tema : Keluarga..'
─sampai ia menemukan namanya juga tertera disana.. Namanya? Namanya!? Aigooo~ Jadi karangannya kemaren jadi juara? Masa? Yee!~~ Luhan senang sekali.
Jadi ceritanya karena iseng, Luhan pun mengikuti lomba yang diadakan sekolahnya. Lomba menulis dan menggambar. Karena ia hobi menulis, jadi ia berpikir tidak ada salahnyakan untuk turut berpartisipasi dalam lomba itu? Pihak sekolah mangatakan bagi pemenang dari masing-masing lomba tadi akan dikirim berkolaborasi untuk tanding dengan sekolah lain. Dan kini ia sadar. Berarti ia akan berkolaborasi dengan.. Sehun? Benarkah? Tapi, bukankah bidang keahlian mereka berbeda?
Lamunan dan pertanyaan ruwet Luhan serta-merta berterbangan ketika ada sebuah tepukan pelan di bahunya. Ia menolehkan kepalanya dan melihat Sehun berdiri tepat menghadapnya. Oh, tadi tangan Sehun..
"Luhan-sunbae?" Ini pertama kalinya Luhan mendengar Sehun bicara, Sehun terkenal pendiam, sih. Dan ternyata suaranya mempunyai aksen yang lucu, Luhan suka mendengarnya. "Sunbae?" Sehun mengulangi pertanyaannya ketika yang ditanyainya tak kunjung menjawab. Luhan tesadar. Lalu tersenyum canggung kepada Sehun, "Yaa, Sehun-ssi?" Ia merasakan jantungnya berdetak bergemuruh. Ini gejala penyakitnya. Penyakit 'takut sosialisasi ' itu.
"Jadi nanti kita akan berkolaborasikan? Luhan-sunbae sudah baca pengumumannyakan?" Luhan baru sadar bahwa ternyata Sehun tinggi sekali. Ia merasa hatinya retak. Padahal Luhan yang sunbae disini, kok Sehun yang lebih tinggi sih? "Sudah. Err, apa maksud kolaborasi disini, Sehun-ssi? Bukankah kita beda keahlian? Apakah saya juga harus menggambar nantinya? Yahh, padahal gambaran saya minta ampun hancurnyaa.."
Sehun tersenyum, lantas menjawab, "Tidak. Kolaborasi disini maksudnya nanti Sunbae yang membuat ceritanya dan saya yang membuat ilustrasinya, begitu.." Sehun menerangkan dangan baik sekali. Dan Luhan baru sadar. Lihat! Ia bisa bicara lancar dengan Sehun! Ini keajaiban! Gejala penyakitnya hanya jantung yang berdetak berlibahan awal percakapan tadi, tapi setelah itu tidak ada gejala lainnya! Waahh, apakah Luhan sudah sembuh dari penyakit 'takut sosialisasi'? Atau karena ia merasa nyaman berbincang dengan.. Sehun.. ?
"Sunbae?" Luhan kembali tersentak dan tersadar dari lamunannya. Ia mengarahkan pandangannya kembali kepada Sehun. "Jadi, bagaimana nanti bila kita diskusi soal kerja kita ini? Lombanya minggu depan. Pihak sekolah meminta kita untuk mempersiapkan diri." Luhan tertegun. Minggu depan? Cepat sekali! Mampukan Luhan menulis cerita dalam tenggat waktu seminggu? "Tidak perlu terlalu dipikirkan, Sunbae. Waktunya pasti cukup kok. Lagian kemaren saya juga sudah baca cerita karangan Sunbae, jadi saya sudah cukup mengenal karakter tulisan dan cerita Sunbae." Seakan bisa membaca pikiran Luhan, Sehun menerangkan panjang sekalii.. Dan apa tadi? Membaca ceritanya?
"Cerita yang mana, Sehun-ssi? Maaf tadi saya agak melamun. Dan yaa, kapan kita diskusinya?" tanya Luhan. "Cerita Sunbae yang membuat Sunbae menang lomba ini. Ceritanya menyentuh sekali. Saya suka. Masalah diskusi, terserah Sunbae saja. Tapi, bolehkan saya minta nomer telepon atau e-mail, Sunbae?" Tak heran Sehun punya banyak fans siswi di sekolah, lihat saja, ia sangat sopan, mempunyai tubuh ideal dan juga paras yang rupawan. 'Bagaimana dengaku?' Luhan tiba-tiba berpikir tentang ke-manly-annya yang masih nol sekali. "Err, cerita saya tidak sebagus gambaran, Sehun-ssi. Ya, boleh, tapi biasanya saya jarang memakai telepon, bolehkan e-mail saja?"
Sehun tersenyum, "Terserah, Sunbae." Sehun menyodorkan padanya sebuah notebook kecil dan sebuah pulpen. Luhanpun menuliskan alamat e-mailnya disana.
"Terima kasih, Sunbae. Nanti biar saya saja langsung yang menghubungi Sunbae di alamat ini, jadi Sunbae tidak perlu mencatat alamat saya." Luhan hanya mengangguk. "Dan saya permisi dulu, Sunbae, sebentar lagi bel berbunyi." Sehun tersenyum sebelum berbalik dan berjalan kembali ke arah kelasnya yang berbeda arah dengan kelas luhan. Dan Luhan kembali tersadar. Aigoo~ Sudah banya orang! Malah kini ia jadi pusat perhatian. Pasti karena yang mengajaknya bicara tadi adalah idola sekolah. Ahhh..
Malamnya, seperti kebiasaan Luhan, ia belajar sambil membiarkan laptopnya menyala. Dan tepat pukul 20.30 ada bunyi 'ting! ting!' yang muncul dari laptopnya, tanda ada e-mail masuk. Luhan membiarkannya. Karena tersisa satu soal lagi (soal PR, tentunya) dan barulah setelah itu ia bebas melakukan apapun.
Setelah selasai mengerjakan PRnya. Luhanpun membereskan bukunya. Tadi ia dan eomman telah makan malam. Appa baru pulang pukul sepuluh nanti, beliau lembur hari ini.
Oh, ternyata ada e-mail yang masuk.
To : Luhanniie lovexo. com.
From : SehunOh loveexo. com.
Selamat malam, Luhan-sunbae.
Semoga tidak sedang mengganggu, Sunbae. Bukankah tadi siang kita sudah diberitau pembina soal persiapan lombanya? Jadi kita tinggal mempersiapkan cerita dan gambarnya saja. Bagaimana? Apakah Sunbae sudah ada ide? Temanya tentang keluarga, bukan?
Salam,
Oh Sehun
N.B : Nama e-mailmu menarik sekali, Sunbae.
Luhan tertegun membacanya. Apalagi diakhir surat soal nama e-mailnya yang kata Sehun 'menarik sekali'. Arhh! Seharusnya Luhan beri alamat e-mail yang satunya ajaaa. Tapi.. Yang satu itu khusus masalah fanfic dengan Hunnie sih.. Ah, biarlah, terserah Sehun memikirkannya saja.. Huwee~ Sebenarnya e-mail itu dibuatkan eommanya, makanya namanya jadi aneh gitu.. Uh! Eomaannya keterlaluaannn~ Lihatkan, sekarang hancur sudah image manly yang dibangun Luhan didepan Sehun. Huwee~ Kok nama e-mail se-girly itu sihh.. Luhankan manly!
To : SehunOh lovexo. com.
From : Luhanniie lovexo. com.
Ya, Sehun-ssi. Err, tadi ada kepikiran sedikit idenya. Saya sebenarnya maunya yang antimainstream, yang gak banyak yang tau, yang idenya masih jarang. Tapi bingung mau apa. Saya mikirnya masalah kaya gini:
Gimana kalo cerita soal anak broken home? Tapi kita buat perbedaan dengan cerita yang lain, yaitu kita gak akan membuat anak itu jadi anak pembangkang (kan kebanyakan gitu..), tapi kita buat ia jadi anak yang sabar, yang penurut, hingga orang-tuanya baikan karena sikapnya.
Bukankah ini juga mengandung pesan moral? Agar bila kita mempunyai masalah, jalan satu-satunya hanya sabar, karena dengan sabar kita bisa berpikir jernih dan rasional, dan tak jarang malah akan menemukan solusi dari masalah kita. Gimana? Ada ide lain, Sehunnie? Boleh saya panggil gitu?
Salam,
Luhan (Manly!)
N.B : T_T E-mail ini dibuatkan eomma, makanya namanya jadi gak manly gitu. Dan, tau gak mengapa saya ingin memanggil Sehun dengan Sehunnie? Itu biar kita sama-sama punya nama yang kyeopta.. Hihi (Jadi gak saya aja ^^v)
Send. Luhan kirim e-mailnya yang panjang itu. Kalian lihat? Mengapa Luhan terkesan cerewet banget yaa? Bukankah ia punya penyakit 'takut sosialisasi'? Mungkin karena ini tidak bertatap muka langsung, dan karena ia sudah merasa nyaman dengan Sehun. Luhan tersenyum. Temannya bertambah satu, walau yang mengakui ini hanya dirinya, yaitu Sehun.. Hunniee,, Luhan sedang bahagia banget sekarang.. Luhan jadi pengen cerita ke Hunnie. Tapi nanti saja deh.
Tak berapa lama datang lagi balasan dari Sehun. Wah berarti Sehun online! Kalau gitu beralih ke mode obrolan saja~ Tapi, baca dulu deh..
To : Luhanniie lovexo. com.
From : SehunOh lovexo. com.
Wahh, idenya keren, Luhanie-hyung (boleh kupanggil gitu?) Hihi. Aku gak menyebut nama e-mail, hyung, girly kok! Kan Hyung sendiri yang menyiratkan gitu ;D. Kan aku bilang, nama e-mail hyung 'menarik sekali'. Hihi.
Kembali soal cerita, aku suka idenya, hyung. Kita pakai itu saja. Aku juga sudah kepikiran mau bikin seperti apa ilustrasinya.
Salam,
Sehunie
N.B : Hyung, jangan tersinggung yaa.. Aku gak maksud gitu kok.. Aku suka nama itu.. 'Luhannie'..
Psstt! Hyung beralih ke obrolah yuk? Misal hyung gak sibuk aja..
Luahn tersneyum membacanya. Tentu saja ia tidak tersinggung, ia juga hanya bercanda. Dan yaa mari kita beralih ke obrolan..
Luhanniie : Hanya bercanda, Sehunie.. Hyung gak marah kok..
SehunOh : Hihi
SehunOh : Hyung, ayo kita membahas masalah ceritanya!
SehunOh : Baiknya nama tokoh utamanya siapa yaa?
Luhanniie : Emhh,, Hyung beri rekomendasi yaa.. Gimana kalo 'HunHan'? Atau 'Selu'?
SehunOh : Lucu~ Darimana dapat ide itu, Hyung?
Luhanniie : HunHan itu se-HUN lu-HAN dan Selu itu juga sama SEhun LUhan jugaa~~ Wkwkwk.. Maaf ya tadi iseng aja bikinnya,, :D ^^v
SehunOh : :D Tapi bagus, kok.. Aku suka yang Selu, jadi kita pake selu yaa
Luhanniie : Teruss, Gimana kalo tokoh utamanya kembar?!
Luhanniie : Sehunnie yang ngusulin nama lainnya! Jadi kita imbang :D
SehunOh : Oke ^^k Gimana kalo 'Ziyu'?
Luhanniie : Kyaa~ Imut sekali! Pakai itu pakai itu!
Dan banyak lagi yang mereka bicarakan. Sampai tak terasa Luhan mengobrol bersama Sehun sampai jam satu malam, dan mungkin gak bakal berhenti kalo Luhan gak ditegur eommanya. Hihi. Ternyata chatting bareng Sehunnie sama asyiknya dengan chatting bareng Huniie.
Luhan tersenyum. 'Jadi ini yaa rasanya punya teman baru?' batin Luhan. Selama ini sahabat terdekatnya hanya Hunnie. Kini Sehunnie juga sudah Luhan anggap teman spesialnya.. Arghh~~ Senangnya punya temann baruu~~ Luhan berharap, ia akan berteman terus selamanya dengan Hunnie, sahabat sejatinya dan dengan Sehunnie, sahabat barunya..
Yang Luhan tidak tau, mereka itu dua orang yang sama..
Inilah chapter duanya! Yang kemaren masih saya lanjutkan..Terima kasih banyak kepadayang telah berkenan membaca dan mereview fanfic aneh saya ini.. Saya senang sekali atas reviewnya.. Terima kasih banyaak~~
Kim Ra In | kimyori95 | shinyeonchal | luludeer2009 | Kwon Ara | NoonaLu | Oh SeHan
Ini reply saya :
luludeer2009 : Terima kasih atas reviewnya! Hihi, maaf ini belum end,, :D Sebenarnya sy juga maunya jadi romence. Tapi sy gak ahli. Takutnya nanti malah aneh, jadi friendship aja deh.. Dengan bumbu romance tentunya.. Sekali lagi terima kasih atas reviewnyaa ^^/
shinyeonchal : Terima kasih atas reviewnya! Ahaha.. memang kebanyakan Sehun itu dibikin dingin2 gimana gitu/? sifatnya.. :D Tapi itu yang bikin sifatnya cool kan? Hihi Sebenarnya Sehun juga pendiam disini, tapi kan di media sosial dia enggak.. :D Sekali lagi terima kasih atas reviewnyaa ^^/
kimyori95 : Terima kasih atas reviewnya! Berasa kayak tokohnya? Benarkah? :D Wah~~ Hihi.. Sehunnya ketemuan tuh dengan Luhan, namun masih dalam wujud 'Sehun' bukan 'Hunnie' :D Sekali lagi terima kasih atas reviewnyaa ^^/
Kim Ra In : Terima kasih atas reviewnya! Hihi, belum end sebenarnya.. Dan yaa mamanya Luhan fujoshi akut.. Hihi Sekali lagi terima kasih atas reviewnyaa ^^/
Terima kasih bagi yang sudah bertahan membaca fic saya yang aneh ini ^^..
Berkenan memberikan komentar dan masukan?
Terima kasih dan Annyeong~~ ^^
