"Apakah tidak apa-apa, senpai?" tanya kouhai maniak baseball itu.
"Hn, terserahmu saja." Seperti biasa, lagi-lagi nada yang dingin dan singkat sebagai balasan dari 'senpai' nya itu. sedangkan si kouhai hanya tertawa kecil mendengar nada dinginnya itu. tapi tawa itu segera mereda—ah, lebih tepatnya terhenti karena sang senpai memberikan deathglare pekatnya kepada kouhai santai itu.
"Senpai, bila senpai menatapku seperti itu, rasanya aku ingin 'memakan' senpai.." ujar Yamamoto dengan nada bercanda, mengabaikan betapa mengerikannya deathglare yang diberikan Kyouya.
"…" sedangkan Kyouya hanya diam mendengar perkataan Yamamoto. Mengganggap kebisuan itu sebagai jawaban, Yamamoto menarik Kyouya lembut dan menyatukan bibir mereka—beradu untuk beberapa saat, mencoba mendominasi satu sama lain. Selang beberapa menit kemudian, Yamamoto melepasnya karena mereka butuh oksigen untuk bernafas—terlebih Kyouya. Dengan rakusnya Kyouya berusaha menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, mencoba mengisi paru-parunya. Deathglare singkat diberikan kepada Yamamoto.
"Apakah kau berniat membunuhku?" tanya Kyouya kesal. Terlebih karena Yamamoto menciumnya tanpa izin.
"Ma.. ma.. masa karnivor semudah itu terbunuh? Hanya karena ciuman singkat?" balas Yamamoto yang cengengesan. Well, bukannya dia tidak tahu tentang penyakit Kyouya. Ia tahu, karena itu ia sengaja menggoda Kyouya.
"Kau—" Kyouya yang tadi berniat protes, terhenti karena mendengar suara ketukan pintu.
"Aku pergi dulu, senpai." Yamamoto mengecup kening Kyouya singkat sebelum keluar dari ruang komite kedisiplinan dan pergi bersama Tsunayoshi Sawada dan kekasihnya—Gokudera Hayato.
"Dino.." gumam Kyouya setelah Yamamoto berlalu
.
.
STAR LIGHT
Chapter 2: Begins with a Good Bye
Genre: Angst, Hurt/comfort
Rate: T
Pairing: D18, 8018, G27 , 8059
Disclaimer: nangis darah pun ga bakalan jadi milikku,KHR serta charactersnya selamanya tetap Amano Akira-sensei ( ;3;)
WARNING! Typo mungkin bertebaran :v, fic gaje, author newbie, harap maklum ( ;A;) rada OOC mungkin ._.)
Enjoy!
.
"There was a star riding through clouds one night, & I said to the star, "thank you"
For the moment I had with him,
For the memories with him.
For the love, betrayal, hurts, everything
Kyouya memejamkan matanya, berusaha mengusik semua kenangan yang terus berputar dalam benaknya—seperti baru saja terjadi. Hari-hari yang dilaluinya dengan Dino, tahun-tahun yang sangat berharga. Semuanya, segalanya. Kyouya tak pernah bisa melupakannya. Apa yang bisa ia lakukan selain berbohong kepada Dino? Ia tak ingin meninggalkan Dino sendirian ketika saatnya tiba—tetapi di saat yang sama, ia ingin terus bersama Dino. Entah sejak kapan dirinya menjadi sangat egois. Karena itu ia memutuskan untuk mengkhianati Dino—dan dirinya sendiri—membohongi perasaannya, menjauhi Dino. Karena bagaimanapun cepat atau lambat ia pasti akan meninggalkan Dino untuk selamanya.
Tapi, tak semudah itu melupakan seseorang—begitu juga sebaliknya, tak semudah itu mencintai seseorang. Kyouya menghela nafas panjang. Bahkan saat ini bernafas pun membebani dirinya, setiap nafas yang ditarik maupun dihembuskannya terasa sangat berat. Kyouya menyentuh bibirnya, mengingat kembali bagaimana Yamamoto menciumnya. Terasa sangat berbeda. Ia tidak merasakan apa-apa saat itu—tidak merasakan apa yang pernah dirasakannya ketika berciuman dengan Dino. Rasanya hambar, dingin.
'Dino..' pikirannya tak pernah terlepas dari seorang Dino Cavallone.
Perlahan, ia membuka kelopak matanya, dan terkejut—dia, Dino Cavallone, ada di sampingnya. Segera ia bangkit dan bersiap dengan tonfanya, berusaha menutupi kenyataan bahwa ia terkejut.
"Mau apa kau disini?!" tanya Kyouya sinis—memulai aktingnya lagi—dengan tonfa di tangannya, siap menggigit mati orang didepannya.
"Ah.. Aku hanya ingin mengucapkan salam perpisahan dengan baik." jawab Dino dengan senyum yang dipaksakan.
"…" Hening.
"…" baik Dino maupun Kyouya hanya terdiam, menunggu reaksi satu sama lain. Sampai akhirnya Kyouya membuka mulut. "Oh." Hanya itu respon dari Kyouya.
"Yah, setidaknya aku pernah mengatakannya bukan? Apa yang ingin kulakukan bila berpisah dengan orang yang kukasihi.." ujar Dino lirih.
~Flashback~
"Ne, Kyouya. Apa yang akan kau lakukan bila seseorang meninggalkanmu?" tanya Dino disela-sela makan siangnya bersama Kyouya di atap Nami-chu.
"Tergantung." Jawab Kyouya singkat.
"Bila ia menghianatimu?"
"Akan kugigit sampai mati." Dino sweatdrop mendengar jawaban Kyouya yang sadis.
"Walaupun ia orang yang sangat kau cintai?"
"Akan kugigit sampai mati lalu kukuliti dan kumultilasi sampai tak berbentuk. Apalagi ia orang yang sangat kucintai." Jawaban Kyouya terdengar tanpa ampun, membuat Dino merinding ketakutan membayangkan dirinya dikuliti lalu dimultilasi, setelah itu mungkin akan lebih buruk dari seonggok daging tak berbentuk. "Bagaimana denganmu?" Kyouya membalikkan pertanyaan itu kepada Dino yang segera kembali dari dunia khayalannya.
"Er, mungkin.. aku akan berterimakasih." Nah, kali ini Kyouya bingung dibuat Dino—tapi tentu saja ia tidak memperlihatkan ekspresi apapun selain wajah datar nan tampannya itu.
"Buat apa?" ternyata Kyouya cukup kepo menanyakan hal-hal seperti itu. *author ditonfa*
"Atas segala hal yang pernah diberikan—dan diajarkan padaku. Hari-hari, kenangan berharga, waktu, cinta, penghianatan, rasa sakit, semua—" Dino menarik nafas panjang sebelum melanjutkan "—karena itu, aku ingin mengatakan terimakasih. Setidaknya itu lebih baik daripada meminta maaf."
~End of Flashback~
".. Aku tidak mengingat hal konyol seperti itu." Ah. Lagi-lagi Kyouya berbohong untuk kesekian kalinya kepada orang yang sangat dicintainya, Dino cavallone.
"O-oh begitu. Yah, tak heran. Kau memang tidak pernah mengingat hal konyol—" Dino tertawa hambar untuk sesaat, dan sepertinya Dino menyadari sesuatu—menyadari sesuatu yang dilewatkan oleh Kyouya.
"hn. Lalu?" kini Kyouya mulai rileks dan berusaha untuk mengurangi sedikit kecanggungan diantara mereka.
"Ah. Terimakasih untuk semua hal. Sampai kapanpun, kau—Hibari Kyouya tetap seseorang yang kucintai, selamanya. Aku serius." aku Dino jujur.
NYUT! Kali ini dada Kyouya terasa sakit—bukan karena penyakitnya, tetapi karena hal yang dikatakan Dino.
"tetapi aku sudah menyerah tentangmu. Karena itu, lanjutkanlah hidup tanpaku, Kyouya—" pinta Dino dengan senyumannya yang selalu ramah itu. "—diam" sebelum Dino sempat melanjutkan, Kyouya menggumamkan hal tak jelas.
"Maaf?"
"DIAM!" teriak Kyouya. Ia sudah sangat tak tahan dengan sikap Dino seolah-olah tidak ada yang berubah. "DIAMLAH! KAU—KAU TAHU APA TENTANG AKU?! Jangan pernah.. jangan pernah berkata hal yang tidak jelas.. CEPAT ATAU LAMBAT KAU PASTI AKAN MELUPAKANKU DAN MEMBENCIKU!" perkataan Kyouya ada benarnya. Ya, tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi kedepannya, bukan?
Dino menunduk mendengar perkataan Kyouya yang menusuk. Yeah, tak dapat dipungkiri bahwa hal itu benar-benar menyakiti Dino lebih daripada pernyataan putus Kyouya yang lalu.
Dan sekali lagi, hening mencekam diantara kedua pemuda yang sama-sama menundukkan kepala mereka.
"Maaf.."selang beberapa menit keheningan, Kyouya kembali menguasai dirinya dan meminta maaf untuk perkataannya tadi. Jujur saja, ia benar-benar marah—karena Dino mengatakan hal yang dibencinya. Bagaimana ia bisa melanjutkan hidup tanpa Langitnya?
"Bukan salahmu." Jawab Dino pendek. Mereka sama-sama gusar dan gelisah. Yang satu dengan pikiran bahwa berpisah adalah yang terbaik, sedangkan satu lagi berfikir bahwa perpisahan bukanlah satu-satunya jalan.
"…" Kyouya benar-benar speechless saat ini. Ia tak tahu harus berkata apa lagi. Jarak diantara mereka sudah sangat lebar, seperti jurang. Sebenarnya inilah satu-satunya kesempatan untuk berbaikan untuk selamanya—atau berpisah untuk selamanya.
"sudahlah. Tak ada gunanya bila kau lupa. Grazie, Hibari-san." Ucap Dino formal. Owari ka? Ya. Inilah akhirnya. Tak ada ikatan apapun lagi. Hanya kenalan, rekan kerja, orang asing.
"Selamat tinggal, selamanya." Dan setelah mengatakan hal itu, Dino pun beranjak keluar dari ruangan itu, meninggalkan seorang Hibari Kyouya sendirian.
"It begins with a goodbye. A blindingly white line, floating in the darkness,
bringing your loneliness into radiance, is calling and guiding you and no one else."
-oOo-
"Jadi Dino-san akan pulang ke Itali?" tanya cowok berambut caramel manis itu—Tsunayoshi Sawada ketika Dino mengunjunginya di ruangannya.
"Yah. Begitulah, Tsuna. Aku akan pulang besok pagi" Jawab Dino tersenyum. Ya, ia telah meninggalkan Itali selama 1 minggu dan sekarang ia harus kembali atau tugas yang menumpuk akan membunuhnya.
"Oh, begitu.." Tsuna terlihat kecewa. Jarang-jarang bisa menemui kakaknya ini. Tapi mau bilang apa? Dia tahu betul betapa beratnya menjadi seorang pemimpin keluarga mafia, terlebih bila keluarga itu keluarga besar seperti Cavallone.
"Ahaha. Jangan kecewa begitu, aku akan sesering mungkin ke Jepang mengunjungimu kok." Jelas Dino memberikan harapan kepada Tsuna.
"Ah, benar juga ya. Apalagi ada Hibari-san." Ucap Tsuna innocent, tapi menyakiti Dino. Lagi-lagi namanya disebut, pikir Dino.
"Ah, itu.." Dino sulit menjelaskannya kepada Tsuna, alhasil hanya garuk-garuk kepala.
"Kalian sudah putus kan?" ujar sebuah suara. Lantas Dino dan Tsuna menoleh kearah sumber suara dan menemukan sesosok pria tinggi berpakaian serba hitam dan jangan lupakan topi feodoranya yang menghiasi sosoknya semakin sempurna diambang pintu—Reborn, tutor mereka.
"EH?! Benarkah itu?!" pekik Tsuna kaget. Ia benar-benar tak menyangka bahwa hubungan mereka—Dino dan Kyouya—berakhir setelah 4 tahun.
"Yah, begitulah." Kata Dino sok tenang. Padahal dalam hati ia pun sangat tidak menyangka Kyouya akan memutuskan hubungan mereka.
"Sangat disayangkan. Semoga bisa move on ya.." kali ini Tsuna sok simpati—padahal jauh dalam relung hatinya ia sangat yakin dan berani bertaruh bahwa Dino tak mungkin move on. Gay gitu masa dapat cewe sih? Ah yang benar dong! *author dicambuk*
"Ehehe.. Akhir bulan ini aku akan menikah kok."
"HAH?!" nah lho, kali ini bukan cuma Tsuna yang kaget, bahkan Reborn pun terperangah! Masa sih habis putus langsung nikah? Jangan-jangan selama ini Dino selingkuh?! *author dicambuk—lagi*
"Padre dan Madre sudah membicarakan ini sejak lama. Bahkan minggu lalu kami sudah bertunangan." Setengah benar, setengah lagi bohong.
"hm.. Kyouya? Sedang apa?" timing yang sangat, sangat bagus! Saat ia mengatakan kalimat terakhirnya, Kyouya bahkan ternyata sudah berdiri di belakang pintu, dan pastinya karnivor itu mendengar semua hal! Oh Dino, mulai besok mungkin koran-koran akan memberitakan kematian seorang Don Cavallone karena ketahuan selingkuh—walau itu bohong sih—dan digigit sampai mati oleh mantan kekasihnya.
Kyouya berjalan mendekati Tsuna dengan tenang dan seperti biasa, dingin. Tanpa sepatah kata pun ia Cuma menyodorkan sebuah amplop coklat muda yang terlihat tebal.
"Laporan penyelidikan sudah selesai? Wao." Tsuna tampak kagum dengan cepatnya penyelidikan berjalan, padahal baru tadi pagi ia meminta Kyouya untuk memeriksanya. Sungguh perfeksionis.
Kyouya hanya mengangguk pelan dan berjalan meninggalkan ruangan—apabila ia tidak dihentikan oleh Reborn yang menarik lengannya—"Apa?" tanya Kyouya sinis.
"Kau pasti belum mendengar berita ini." Reborn berusaha membuat Kyouya untuk tetap tinggal dan mendengarkan 'berita menarik'. Reaksi Kyouya? Ia hanya mendengus pelan, menepis lengan Reborn dan kemudian bersandar pada salah satu pintu.
"Nah, kau bisa mulai, Dino." Ucap sang Hitman sadis.
"Eeh.. itu.." Dino menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Bingung harus mengatakan apa.
"Kufufufu.. ayolah Dino. Kau ingin menikah tanpa memberitahu sahabat baikmu sendiri? Sungguh kejam." Tiba-tiba seluruh ruangan diselimuti kabut tipis dan setelah kabut itu berangsur-angsur menghilang, tampaklah sesosok pria tinggi dengan surai biru tua dan jangan lupakan nanas yang selalu menghiasi kepalanya. Nanas mesum a.k.a Mukuro Rokudou telah hadir dalam ruangan. *Author ditrident*
"Dino-san tega ya, masa bertunangan tidak bilang-bilang." Ujar Tsuna yang memasang wajah kecewa ditambah teary eyesnya yang bikin gemes. Dan sekarang Dino tersudut. 3 lawan 1, ditambah tatapan menusuk dan kehadiran Kyouya cukup membuatnya benar-benar bingung. Andai saja ia tidak berbohong bahwa ia telah tunangan, mungkin ia tak akan tersudut.
"oke, Padre dan Madre menyusun perjodohanku dengan seorang cewe yang aku sendiri tak tahu siapa namanya! Seingatku hanyalah 'Lee'. Dan ia merupakan seorang pemimpin mafia Aquamarine, mafia yang bergerak dibidang perairan. Intinya mereka seperti bajak laut yang memiliki lisensi resmi. Dan kami akan menikah akhir bulan ini. Begitulah. Puas?" jelas Dino panjang lebar.
"… dengan kata lain Kyo-chan ditelantarkan yaahh~" Mukuro mendekati Kyouya dan memeluknya tanpa ragu.
"…" sedangkan Kyouya yang dipeluk juga hanya diam saja dan membiarkan Mukuro memeluknya. Malah Kyouya menenggelamkan kepalanya di dada Mukuro dan hal itu membuat semua yang ada dalam ruangan itu sedikit terkejut.
'Hibari-san dan Mukuro-kun ingin membuat Dino cemburu ya.' Pikir Tsuna sweatdropped
'hmf. Dasar karnivore berbulu domba. Selingkuhannya banyak tuh. Apakah gua bisa jadi selingkuhannya?' pikiran Reborn yang satu ini benar-benar gila. Udah tua gitu masa niatnya sama anak muda sih.
'kufufufu~ kesempatan dalam kesempitan nih.. udah lama gua pengen ama Kyo-chan tapi ada Dino. Lumayan lah.' Nanas mesum yang satu ini emang ga bisa dibilang apa-apa. Jadi no comment dah.
Sedangkan Dino? Tersenyum kecut dan tampak jelas matanya menyiratkan kekecewaan. 'mungkin aku tak pernah mengenalnya.. tak pernah mengetahui siapa dirinya' pikir Dino pesimis.
Tiba-tiba terdengar alunan lagu yang berasal dari HP Tsuna. Segera Tsuna mengangkatnya setelah melihat display nama di HP nya itu.
"Halo?"
"Buonna sore, Tsunayoshi-kun." Jawab suara diseberang
"GIOTTO?!" pekik Tsuna girang. Ia sudah lama tidak mendengar kabar dari kekasihnya itu—Giotto De Vongola, seorang dokter spesialis dalam yang sangat professional dan tenar, serta sangat sibuk. Wajar bila mereka jarang berhubungan satu sama lain.
"ahaha. Apakah kau sungguh merindukanku, Tsunayoshi?"
"SANGAT! Kapan kau pulang? Aku sangatt merindukanmu" Tsuna sekarang mulai melebay, mengabaikan tatapan orang-orang yang masih ada dalam ruangannya.
"Besok pagi aku sudah sampai di Namimori."
"Eh?! Ke Namimori?!" Tsuna betul-betul tak dapat mempercayainya.
"yap. Ada pasien disana."
"Oh. Besok pagi yah.." Tsuna melirik kearah Dino dengan perasaan bersalah. Ia ingin mengantar Dino tetapi di sisi lain ia sangat ingin bertemu dengan kekasihnya—secepatnya.
"kau tak suka?"
"Bukan, hanya saja.." Tsuna terdiam sejenak.
"ah. Sudah dulu ya. Aku hanya ingin mengabarimu saja. Ti amo, Tsunayoshi." Dan telepon pun terputus.
"Sudahlah Tsuna, kau tak perlu mengantarku." Kata Dino seolah-olah mengerti maksud tatapan Tsuna. Daripada itu.. "Kyo—Hibari-san.." panggil Dino sejenak.
"…" tidak ada jawaban
"Hibari.." panggil Dino lagi.
"…" dan lagi-lagi tanpa jawaban.
"Ah.. begitu kah? Kau begitu membenciku ternyata.." Dino pun beranjak dari ruangan tersebut, meninggalkan Reborn, Tsuna, Mukuro serta Hibari.
"Hm. Ada apa dengan dirinya?" tanya Reborn heran melihat tingkah Dino yang merajuk.
"Galau kali." Jawab Mukuro sekenanya.
"Hei, kenapa Hibari-san tidak menjawab?" tanya Tsuna takut-takut—takut bakal dikamikorosu karena salah nanya.
"Kufufufu.. Kyou-chan tertidur." Jelas Mukuro sambil mengelus-elus rambut Kyouya.
"HA?!" entah sudah berapa kali Tsuna dan Reborn terkejut, dan inilah hari yang disebut mungkin kiamat. He? Kiamat? Bayangin aja, Reborn yang biasanya stay cool masa bisa terkejut-kejut gitu. Something banget kan? *author ditembak*
"Kufufufu.. oke, pangeran ingin berdua dengan putri. Njaa ne, Tsunayoshi-kun." Dan setelah berpamitan, Mukuro pun beranjak pergi sambil menggendong Kyouya ala bridal style.
-TBC-
…. APAAN INI?! *guling-guling*
Kenapa ancur banget sih?! Maunya full angst malah.. T,T) hiksu.. *nangis di pojokan*
Oh ya, untuk saat ini slight 6918 dan 8018, G27 dulu ya, serta G27nya baru ditampilin di chap selanjutnya.
Etou, Alicia masih baru. Jadi butuh bimbingan dari senior-senior lainnya. Dan ini balasan untuk review nya::
LalaNur Aprilia : arigatou untuk review nya. Iya maaf typo(s) masih bertebaran ( _ _)a saya rada kurang teliti QAQ jadi ga terlalu memperhatikan.. ini juga udah di update-kan? mungkin kurang berkesan karena di chapter ini angst kurang TAT. Tapi di chap selanjutnya akan diusahakan full angst kok.
DarkLidyaNuvuola Del Cielo : arigatou untuk reviewnya. Ehehe, untuk kepastian Hibari akan mati atau engga silahkan ikuti terus fic ini XD. Pairing G27 ada kok, hanya aja untuk chapter ini Cuma sekilas. Chap depan akan diusahakan banyak adegan G27 nya.
Well, itu aja. RnR ya~! *maksa
sekedar informasi, untuk chap selanjutnya akan dimasukkan Song fic.
dan pastinya salah satu pairing ad yg mati/putus.
milih mana? XS, 8059, 10069, atau G27?
