Chap 2

Haii~
Terima kasih buat yg sudah men-support saya habis-habisan *peluk cium*
dan juga untuk Flamer setia saya, miaw :3
dan juga maaf atas 'Peristiwa' chap 2 itu. saya lepas kontrol
oke, ini lanjutannya, da! ^J^

Warning : OOC, Lemon, Yaoi, BL, Typo(s), Abal
Pairing : RusAme ku tertjintah (?)
Rate : M
Hetalia Hidekaz Himaruya
Behind your Sweet Smile Me, miaw :3

A/N : Ini penjelasan saya da ^J^ bentar aja kok. Palingan 2 tahun #salah
Sekali lagi terima kasih untuk yg sudah review dan flame di fic saya ini
bagi flamer setia saya yg unyu-unyu kalau tidak suka kenapa baca, miaw? :3
Buktinya anda selalu nge-review di chap 2 yg merupakan hujatan untuk anda
bwahaha, anda nge-fans sama saya ya? Arigatou, arigatou, saya terharu #ngelapingus
Anda bilang saya Kebakaran Jenggot? Wahaha maaf saya enggak punya Jenggot #DUAR
Kalau anda masih baca chap yg mengandung unsur lemon ini,
dimana mata dan otak anda, da? ^J^
Sekali lagi dan untuk yg terakhir kalinya, Dankeschon, miaw :3
selamat membaca!

"Alfred mau melanjutkan da?"

"Eh?" Mataku terbelalak lebar menatapnya. Tubuhku gemetar. Entah kenapa aku merasa ada Aura 'yg tidak enak' keluar dari tubuhnya. Keringat mengucur dari pelipisku. Aku tahu maksudnya! Aku tahu! Tapi ini terlalu tiba-tiba.

Dia menyeringai, lalu tiba-tiba aku merasa kalau kedua tanganku diikat. Tunggu dulu. DIIKAT?! A-Apa yang..

"R-Russia! Apa yg kau lakukan?! Lepaskan aku! Russia!" Dia menamparku. Diangkatnya tubuhku dengan mudah seperti barang ringan. Dia tertawa kecil. Aku sungguh tak mengerti apa maunya. Dia mulai berjalan keluar rumahku. Memasukkanku ke dalam Mobilnya. Dengan kedua tanganku masih terikat.

"Namaku Ivan Braginsky. Jangan sekali-kali kau memanggilku dengan nama terkutuk itu, Al" Tiba-tiba.. dia berubah 180 derajat dari yg biasanya. Tatapannya lebih tajam. Suaranya lebih parau.

Dia.. Dia berubah ke sisi gelapnya, kah?

Mungkin semua orang belum mengetahui hal ini. Dia punya sisi gelap. Entah kenapa, aku merasa kalau aku saja yg mengetahui sifat sisi-nya yg gelap. Dia seperti.. seperti mempunyai 2 nyawa yg terperangkap di satu tubuh. 2 kepribadian yg berbeda. 2 hal yg berbeda di dalam 1 kesamaan.

Ha, Mungkin itu yg membuatnya ditakuti. Mungkin itu yg membuatnya sendirian sejak lahir. Mungkin itu yg membuatnya.. menangis. Mungkinkah?

"K-kemana kau akan membawaku?" Aku memberanikan diri bertanya kepadanya. Dia tidak memperdulikanku. Matanya terus berkonsentrasi ke arah Jalanan yg mulai sepi."Russia! Jawab aku!"

"SUDAH KUBILANG NAMAKU BUKAN RUSSIA! PANGGIL AKU IVAN!" Dia membentak tanpa menoleh ke arahku. Sudah kuduga.. sisi gelapnya mulai memengaruhi tubuhnya. Dia mendecih dan dia berdiam diri lagi. Seperti.. memikirkan sesuatu. Rencana jahat?

Firasatku mulai tak enak. Pertama, tanganku diikat. Kedua, aku dimasukkan kedalam mobilnya. Ketiga, dia membentakku. Seumur hidup aku tak pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang 'Russia'. Meskipun itu kami sedang bertengkar atau sedang berdebat tentang sesuatu yg tak penting ataupun yg penting. Dia tetap tersenyum manis seperti manusia yg tidak punya dosa.

Dimana.. Russia yg dulu?

"Ugh.." Angin malam mulai berhembus dari jendela mobil yg terbuka. Mulai membunuhku. Dingin. Angin bulan Desember memang tidak baik untuk kesehatan. Ha. Aku menggigil. Gigiku bergemeletuk menyusun sebuah melodi yg sampai di telinga sang Russian di hadapanku ini.

Dia menatapku sejenak. Lalu mengkonsentrasikan diri ke arah jalanan lagi."Kau kedinginan, Alfred?" aku tak menjawab. Bah, masa bodoh."Alfred. aku bertanya padamu"

"Tak bisakah kau lihat sendiri? Gigiku bergemeletuk, badanku menggigil. Bibirku membiru. Aku memang kedinginan dasar bodoh" Russia tertawa kecil. Lagi.

"Kau mau sesuatu yg hangat, hm?" tiba-tiba dia memberhentikan mobilnya di sebuah.. hutan? Apa yang.. "Apakah kau mau.. sesuatu yg bisa membuatmu hangat. Alfred F Jones?"

Russia menoleh ke arahku. Tatapannya lebih tajam dari sebelumnya. Seringaian iblis terlukis di wajahnya. Takut. Takut. Hanya itu yg bisa aku rasakan. Aku lemah ditambah lagi Badanku gemetar karena kedinginan. Dia pindah ke kursi belakang dimana aku duduk dan.. dia mulai melepas apa saja yg melekat di tubuhnya.

"Tenang saja.. Ivan akan membuat Alfred hangat, da"

Apakah aku Mimpi? Apakah aku terjatuh dalam mimpi yg sangat dalam sepert palung di tengah samudra? Tidak. Ini kenyataan. Semuanya ada di hadapanku. Ada. Keringat yg menetes perlahan tapi pasti. Air mata yg mengalir dari kedua bola mata biru safirku. Nafas yg memburu. Sosoknya yg berkali-kali menyerangku tanpa ampun. Seperti seekor serigala yg kelaparan. Mata itu. Senyuman itu. Seolah tak memperdulikanku yg kesakitan.

"A-Ah,Hyah-ah..! R-Russia..!" Sakit. Sakit. Tidak ada yg bisa aku rasakan selain itu. rasanya.. tubuhku mau terbelah. Dia tetap tidak menghentikan rhytme-nya, memajukan badannya.. mengigit kecil telingaku dan berbisik.

"Panggil aku Ivan, Alfred.. aku mohon, da" Tidak. Aku tidak menjawabnya. Kututup mulutku agar aku tak mengeluarkan desahan dan erangan yg ia nikmati. Aku ingin menolak. Tapi aku tidak bisa. Inikah.. yg dinamakan sebagai nafsu? aku adalah manusia kotor. Sangat kotor.

"E-Engh..! Cu-cukup. Berhenti.." sekali lagi aku meminta dia untuk berhenti. Tapi tak dihiraukan juga. Rhytme-nya semakin cepat dan cepat. Dia bukan manusia. Makhluk yg bernama Manusia tidak akan bertindak seperti ini.. Hewankah dia? Atau makhluk yg lebih terhina dari hewan…Iblis

"Russia..!" Akal sehatku benar-benar sudah hilang..Dia membawaku hingga puncak. Putih. Putih. Yang hanya bisa aku hanyalah.. bayangannya. Menyeringai puas. Inikah? Inikah Russia yg selama ini aku kenal? Inikah.. Russia yg aku sukai?

"Я люблю тебя, мой Америка.."

.

.

.

Tsuzuku

Maaf lemonnya dikit T^T
Kehabisan ide saya.
Sip. Sekali lagi makasih buat yg udah dukung saya c:

RnR?