HOLA, HOLA, HOLA! /apasih
Ketemu lagi dengan orang awesum a.k.a Ais-Chan Beilschmidt Jones /dor
Oke, sebelum dimulai. Saya mau membalas review-an fansku tercinta *lap air mata yg keluar dari mulut* (?)
Cloude Beilschmidt : Gak usah gelindingan di Borobudur, di depan rumah saya bisa kok. Puss meong *kasih Ikan sarden ke Cloude-san* Ivan manis karena saya bisa menjilatinya /dafuq. XD Oke terima kasih Cloude-san
Kuroneko Lind : Eh? Itu kurang panjang? Hounto ni Gomen ne *bows* itu emang kurang panjang~ TwT Dan Alfred gak bakal disiksa disini. Saya simpan siksaannya di chapter depan. AHAHAHAHAHAHAHA /dilindes. Oke makasih coretVanyacoret XD
Oke, langsung aja yak?
Warning : Romance abal, Yaoi, OOC, Typo (s), don't like don't read, AU, Dialog kebanyakan
Pairing : Russia x America
All Hetalia Characters belongs to Hidekaz Himaruya
Confederate States of America / Allen Theodore Jones belongs to Ais-Chan
Behind Your Sweet Smile belongs to Ais-Chan
.
.
"Do you love me, Alfredka?"
.
.
Sudah sebulan aku disini. Di rumahnya, di Negara asalnya. Dia.. semakin hari, semakin bersikap baik padaku. Aku.. sebenarnya aku ingin pulang ke Amerika. Dan aku sangat ingin menanyakan apakah aku boleh pulang atau tidak.
Tapi.. di satu sisi aku tidak mau meninggalkannya sendirian. Entahlah. Dua hipotesa yg begitu berlawanan bersatu, membentuk sebuah argumentasi yg berdebat satu sama lain di otakku /yg lumayan kecil/.
"Russia! Russia! Russia, bangun, Dasar otak udang!" Aku masih menolak untuk memanggilnya dengan nama aslinya, Ivan. Tidak. Selamanya aku tidak akan mau memanggilnya dengan nama itu. Walaupun dia memaksaku. Aku tidak akan pernah memanggilnya seperti itu.
"Lima.. Lima menit lagi, da"
"Lima menit apanya! Lepaskan aku! Kau memelukku, bodoh!"
"Tapi kau hangat, Al. Lima menit lagi ya?" Satu tonjokan halus kulayangkan ke kepala Beige miliknya itu. Dia meringis kesakitan lalu duduk di tepat tidur."Aduh.. kau ini kenapa?"
"Bangun! Kau tidur dari tadi! Mandi sana! Baumu masam sekali!"
"Iya, iya… M'wife" BLUSH. Wajahku memerah seketika. Jantungku berdegup keras dan tubuhku sangat panas ketika aku mendengar kata-kata yg menurutku sangat /terkutuk/ itu. "Ada apa? Wajahmu merah begitu.. Kau sakit?"
"S-Sejak kapan aku jadi istrimu?! Kita saja Belum Menikah!" dia tertawa kecil.
"Belum? Berarti kau berharap suatu saat kita akan menikah? Kau ini lucu sekali, Al" dia tertawa kecil untuk yg kesekian kalinya. Keh. "Aku mau mandi kalau kau ikut mandi denganku, da" Aku terdiam. Membeku. Mencoba mencerna kata-kata aneh ( Menurutku ) itu di otak.
"Eh?" Dia tersenyum. Atau lebih tepatnya menyeringai. Lalu melepas bajuku satu persatu."R-Russia? Hey, Russia! UWAH!" Setelah semua benda-benda yg aku sebut dengan baju itu telah berhasil ia lucuti, tiba-tiba ia menggendongku. Like, wtf.
Bukan main kagetnya aku. Jantungku seperti copot dari tempatnya. Russia melihat ke bawah, tepatnya ke arah 'Florida'-ku. Terkikik. Entah menertawakan apa."Punya Al kecil yah.. Meskipun begitu, Ivan suka, da. Rasanya enak" memang 'itu'-ku es krim apa? -_-
-Bug, bug, bug-
3 benjolan terbentuk dengan indah (?) di kepala silver miliknya itu. Sambil mengaduh kesakitan, dia menurunkanku perlahan. "A-Al, kenapa kau memukulku?"
"BODOOOOH! Russia bodoh!"
"Kalau dibandingkan dengan Al, Ivan sangat pintar, da" dia memasang wajah polos. Dengan senyumannya yg tanpa dosa. Seperti biasa..
Aku menggeleng cepat, berusaha menyembunyikan wajahku yg memerah hebat karena perkataannya tadi. Tentang /itu-ku/ yg katanya kecil, dengan wajah yg sungguh-sungguh memancarkan ekspresi tanpa dosa. Wtf, memang punya dia besar apa?!
Erm.. Memang besar sih..
"Kau ini memang tidak berubah, Russia! Sana mandi! Aku bisa mandi sendiri!" aku menghela nafas, sambil berbalik dan berjalan menuju pintu."Biar aku saja yg menyiapkan sarapan. Kau mandi dulu. Setelah kau baru aku yang-"
-chuu-
"Eh?"
"Ciuman selamat pagi,da"
"BODOOOOOHHHHHH!"
oOo
Geez. Entahlah, aku merasa kalau kita seperti suami sua-..maksudku Suami-Istri. Lihatlah saja. Tadi barusan dia memberiku sebuah ciuman selamat pagi, yg biasa dilakukan oleh seorang Suami kepada Istrinya di pagi hari.
Aku yg menyiapkan masakan. Dan AKU yg menyiapkan segala sesuatu untuknya. NO WAY! Aku tidak mau!
{"Kau tidak boleh bohong dengan perasaanmu, Alfred"}
…
{"Kau harus jujur.. kau menyukai Ivan kan? Kau menyukai pemuda asal Russia itu kan?"}
A-Aku.. tidak menyukai.. Ivan..
{"Jika kamu tak menyukainya.. kenapa jantungmu berdegup kencang ketika dia menciummu? Kenapa wajahmu memerah ketika dia menggodamu, hm?"}
I-Itu.. A-Aku hanya..
{"Dan kau menerima ciumannya bukan? Kau tidak.. mendorongnya atau lari darinya?"}
T-Tapi Ivan..
{"Saat ini? Kau punya kesempatan besar untuk lari kan? Kau punya kesempatan besar untuk kembali ke Amerika. Menceritakan segalanya ke satuan militermu. Dan akhirnya kau akan menang menggempurnya. Tapi kenapa kau tidak lari? Kau menyukainya.. bukan?"}
Aku.. menyukai.. Ivan?
"Al.." tiba-tiba kedua tangan besar –yg basah- melingkari tubuhku. Ivan. Dia memelukku dari belakang. Dia Menenggelamkan wajahnya pundakku dan berbisik. "Kenapa diam saja? Ada masalah?" benar.. apa yg dikatakan oleh kata hatiku benar.
A-Aku..
"Alfred? Hey.."
Aku menyukai.. Ivan
"I-Ivan.." Matanya terbelalak ketika namanya aku panggil. Tidak heran dia kaget karena selama ini aku tidak mau memanggil namanya. Aku membalikkan badan, menatap kedua iris violet yg ada di hadapanku."Ivan.."
"D-Da..?"
Deg, deg, deg."..Tidak apa-apa, aku hanya ingin memanggil namamu, saja.." Kubalikkan kembali badanku, tidak menatapnya. Hh.. lebih baik ku-urungkan saja niatku untuk mengungkapkan perasaan yg tak masuk akal itu ke seseorang yg bernama Ivan Braginski.
Tak pernah se-simpel itu mengungkapkan perasaan pada seseorang, bukan? Ada kalanya kau harus menyiapkan segalanya untuk mengungkapkan perasaanmu pada seseorang. Sangat sulit!
"Bukan begitu cara memotongnya, dorogoi.. kau tak pernah memasak makanan yah?" kedua tangannya mulai membimbingku untuk memotong-motong benda yg aku /sebut/ sebagai Sayuran. hembusan nafasnya –yg agak dingin- berhembus di kulit leherku. Ng.. momen awkward.
"Hey Ru-.. maksudku, Ivan.. kenapa kau bersifat baik kepadaku?" dia berhenti."Kita sering kali bertengkar bukan? Waktu kita masih berperang.. aku hampir saja melempar Nuklir ke negaramu. Tapi kenapa kau masih bersikap seperti ini?"
"Bukankah aku sudah mengatakan itu padamu, Al?"
"Apa?"
Dia terdiam untuk sementara, kedua tangan besarnya kembali mendekap tubuhku dengan erat."Itu karena aku menyukaimu, Al.."
"Ini tidak lucu, Ivan.."
"Aku serius, da!"
"Tanggal berapa sekarang? Jangan-jangan sekarang tanggal 1 April?"
"Sekarang tanggal 4 Mei, Al. Ayolah, kenapa kau sekaget itu? memangnya salah kalau aku menyukaimu?" dia memiringkan kepalanya, rambut beige-nya mengenai kulit leherku."Jawab, Al~.. Jawab, da~.."
"L-Lepaskan aku, dasar mesum! Lepas, lepas, lepas!"
Untuk yg kesekian kalinya. Dia membuatku KEMBALI jatuh cinta kepada dia. Mungkin.. mungkin dia memang tampan. Dia memang kuat. Dia memang sempurna. Tapi ada satu hal yg aku belum mengerti dari diri seorang personifikasi dari Russian Federation.
Hatinya.
Aku tidak tahu apakah dia lahir di dunia ini ditemani keluarga.. atau sendirian. Aku tidak tahu apakah dia lahir di dunia ini bernafas.. atau tidak bernafas. Aku tidak tahu Apakah dia lahir di dunia ini mendapat kasih sayang.. atau tidak sama sekali.
Jika memang dia adalah orang yg ditakdirkan untuk bersama denganku.. lantas kenapa dia menyakitiku? Cinta memang butuh pengorbanan dan mengorbankan sesuatu itu tidaklah mudah. Aku memang tidak pernah berpikir akan menyukainya.
Mungkin aku.. memang membencinya karena semua ini. Mungkin aku memang membencinya karena perang berpuluh-puluh tahun yg lalu yg masih membekas jelas di ingatanku. Mungkin aku memang membencinya karena sifatnya yg begitu sulit ditaklukan. Tapi.. hatiku berkata lain…
"Aku menyukaimu, Ivan…"
oOo
"Alfred menghilang?"
"Sudah sebulan dia menghilang, Mr. President"
"Apa dia bersama Arthur dan yg lain? Sudah kau coba hubungi Yao, Francis, Matthew, Kiku.. Feliciano atau mungkin Ludwig? Siapa tahu Alfred ada di rumah salah satu dari mereka"
"Sir. Kami sudah mencoba menghubungi mereka. Tetapi semua jawabannya sama. Mereka tidak tahu apa-apa. Hanya saja.. kami mendapat informasi dari Mr. Wang, sebelum Mr. Jones menghilang, dia diajak makan malam oleh.. Mr. Braginski. Dan setelah itu Mr. Jones tidak pernah kembali"
"Panggil Adik Kandung Alfred, Kalian ingat kan? Confederate States of America, Allen Theodore Jones. Kita adakan rapat. Kemungkinan Cold War 2 akan terjadi…"
Tsuzuku
GYAAHHHHH QwQ
Romance-nya ancuuuuuuur, ancur banget /pundung
Okeh, Spoiler untuk Chapter 5 :U
Behind Your Sweet Smile Chapter 5 :
"Ivan.. Dimana pun kau berada, kau.. kau akan selalu mengingat namaku, bukan? Kau.. akan selalu ada untukku, bukan? Kau.. akan selalu mencintaiku, bukan..? Ivan.. Aku bodoh. Aku tidak jujur pada perasaanku sendiri.. maafkan aku karena aku meninggalkanmu. Aku akan selalu mencintaimu, Ivan. Selamat Tinggal.."
AHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Eyyup. Penuh Feels :U
Thanks for your support \(^w^)/
Mind To Review?
