Halo minna~

Sixth Sense update, tapi tokoh utama kita yang satu belum muncul (aka. Itachi) chap depan doi baru muncul. Kasih semangat buat Itachi #cemungutkaka chap ini sepupu Kyuubi muncul dan itu ngebuat dua anak VII-A jadi galau~

Yak, selamat membaca~

.

.

.

Trims to REVIEWER~

YumeYuumei CrystalFlee : iyah~ ramuanny ijo ijo gituh xD untuk lebih jelasnya silahkan hubungi Uzumaki Kushina #plakk arigatou yume-chan ^^ ini udah update~

minae cute : arigatou nae-chan xD iyah~ itachi muncul chapter depan kok, sabar yak (^o^)9

RizqikanayaPutri : arigatou rizqi-san ^^ chap 2 update~

Ryuuki-chan. Ryuuki-chan : douzo Ryuuki-chan ;) silahkan~

amour-chan : lanjut amour-chan~ :D

icyng : wkwk dijual di toko jamu terdekat #ngaco update icyng-san~ tapi chap ini agak kurang supranaturalny, gomen ne ^^

Yampret gak pake akun : arigatou xD chap depan bakalan anri tambahin horrorny, hehe


.

.

.

Chapter II

Another Uzumaki

.

.

.

Makan malam berlangsung dengan tenang dan damai, sejauh ini Kyuubi belum melihat sesuatu yang menyakitkan mata. Mungkin hanya beberapa mahluk yang samar-samar dari kejauhan sedang memperhatikan acara makan malam mereka, namun itu tidak menjadi masalah bagi Kyuubi selama mereka menjaga jarak dan tidak muncul tiba-tiba seperti kejadian tadi siang.

'Ingat itu jadi merinding...' batin Kyuubi mengusap tangan kirinya,

"Eh, eh, tau tidak ?" celetuk Deidara pelan,

Kyuubi sekarang sedang duduk bersama Deidara dan Yahiko. Satu meja makan diisi dengan empat kursi, namun karena Itachi belum datang mereka hanya duduk bertiga.

"Kenapa Dei ?" tanya Kyuubi sambil menyeruput teh susunya.

"Aku dengar rumor katanya akan ada anak baru lagi loh besok," infonya,

"Aku juga dengar," tambah Yahiko, "Tapi, itu hanya rumor,"

"Kenapa ya dia masuk telat ?" tanya Deidara tidak pada siapapun, "Ah, ngomong-ngomong masalah telat," Deidara melirik Kyuubi, "Kenapa kau telat masuk Kyuu ?" perhatian Yahiko ikut baralih pada Kyuubi,

"Sebenarnya aku tidak ada rencana ingin masuk sekolah ini, tapi Baa-san menyuruhku masuk agar aku bisa mandiri dan keputusannya tiba-tiba, jadi yah..." karang Kyuubi dengan wajah datar, membuat Deidara dan Yahiko mengangguk-angguk mengerti,

"Yah, kita lihat saja besok. Rumor anak pindahan itu benar atau tidak,"

.

.

.


.

.

.

Sixth Sense

Naruto © Masashi Kishimoto

Runriran

Chapter II

Warnings : AU, OOC, OC, Typos, Gajeness, Yaoi, slight Straight

.

.

.


.

.

.

"Jadi, bagaimana menurut kalian, huh ?" tanya Anko yang sedang duduk di atas meja Deidara sambil mengunyah dango yang baru saja ia beli di kantin sekolah,

"Kelas kita sudah kedatangan Kyuubi, jadi kemungkinan besar anak itu akan ditempatkan di kelas lain," jelas Fuu,

"Hei, Fuu, kok kata-katamu seperti tidak suka bila Kyuu masuk kelas ini," alis Deidara berkerut,

"No offense, Kyuu," Kyuubi melambaikan tangannya santai,

"Tapi, darimana kalian tau kalau akan ada murid baru ?" heran Kyuubi,

"Di sini rahasia tidak akan bertahan lama," ucap Emi yang baru saja ikut nimbrung,

Anko mengangguk, "Dinding-dinding di sini memiliki telinga," tambahnya,

"Teman-teman, Pembukaan Event Penyambutan Murid Baru akan segera dimulai. Kita harus segera berkumpul di lapangan." ucap Konan dari podium kelas membuat semua perhatian tertumpu padanya,

Beberapa menit kemudian semua anak kelas XII berbaris di tengah lapangan, sedangkan anak-anak kelas XIII dan IX berbaris di pinggir lapangan di belakang anak baru. Anggota pelaksanaan event sendiri berada di depan barisan anak baru menghadap podium lapangan, dimana seorang gadis sedang berdiri dengan ear hook di telinganya yang tersambung dengan speaker di lapangan.

{Selamat pagi, minna-san.} ucap gadis itu tersenyum. Gadis itu berkulit putih dengan rambut berwarna abu-abu dengan potongan rambut setengkuk yang ikal serta warna mata yang identik, memakai seragam KJS berwarna merah maroon dengan dasi berwarna pink pucat dengan lambang VIII yang menandakan bahwa dia adalah senior.

"Cantik ya, Kyuu," Kyuubi menaikkan alisnya mendengar komentar Deidara,

"Siapa ? cewek itu ?" Deidara nyengir, Kyuubi memperhatikan gadis di atas podium yang sedang berbicara.

"Biasa aja," jawab Kyuubi datar membuat Deidara mengerutkan alisnya heran,

"Matamu normal kan, Kyuu ?"

"Apa maksudmu ?" tanya Kyuubi,

"Ayolah, lihat tuh ! Itu Matatabi Niina senpai, wakil ketua OSIS KJS ! Cantik, pintar, ramah, murah senyum de el el. Matamu pasti katarak kalau kau bilang dia biasa aja." manyun Deidara,

"Tadi kau tanya pendapat, kan ? Menurutku ya biasa aja," alis Deidara makin berkerut,

"Tapi, Matatabi senpai itu gadis idaman semua laki-laki loh. Masa kau tidak tertarik," Deidara melirik Kyuubi penasaran sebelum melanjutkan, "Memang tipemu seperti apa sih ?"

Kali ini giliran Kyuubi yang merngerutkan alisnya, 'Kalau dipikir-pikir aku memang belum pernah memikirkan hal itu, sih.' batinnya, "Entah, belum kepikiran." jawab Kyuubi simpel.

"What the !?"

"Ssssst," mereka berdua sedikit menunduk malu mendengar teguran Konan,

"Yang benar saja, bro. Kau belum pernah naksir cewek hah ?" bisik Deidara pelan,

Kyuubi melirik Deidara sekilas lalu kembali memperhatikan ke depan, "Belum," jawabnya, 'Terlalu sibuk dengan masalah keluarga,' tambahnya dalam hati,

"Haiss, hidupmu bagai sayur tanpa garam, Kyuu." Deidara menggeleng-geleng pelan.

{Jadi, dengan ini saya nyatakan bahwa Event Penyambutan Murid Baru tahun ini telah 'DIBUKA'} Matatabi Niina mengangkat tangan kanannya dan menembakkan pistol—yang entah darimana didapatkannya—ke atas.

DOR

Suara tepuk tangan memenuhi lapangan, Matatabi Niina kemudian turun dari podium lapangan dan digantikan dengan seorang anak berambut panjang sepunggung—diurai—yang mengambil alih posisi gadis itu.

{Untuk susunan acara, saya akan menyampaikannya mengantikan Matatabi-san.} ucapnya pelan.

"Dia juga cantik. Lebih cantik dari Matatabi senpai, tapi..." Deidara menghela nafas membuat Kyuubi berpikir apa yang salah dari anak itu.

"Tenang saja Dei, tidak cuma kau yang berpikir kalau dia itu cantik." bisik Mangetsu nimbrung dari sisi kiri Kyuubi karena dia berdiri pas disebelah anak itu namun ia baru memutuskan untuk berkomentar.

"Aku sempat berpikir kalau aku ini tidak normal," Deidara geleng-geleng,

"Kita ini lelaki normal yang sehat, Dei." Mangetsu mengangguk setuju.

Deidara kini menoleh pada Kyuubi, "Bagaimana menurutmu, Kyuu ?"

Kyuubi menatap anak yang sedang membacakan susunan acara event di depan dengan pandangan datar. "Memang cantik, tapi apa masalahnya ?" Mangetsu geleng-geleng sedangkan Deidara menghela nafas berat.

Mangetsu mendekatkan wajahnya ke telinga Kyuubi, "Bukannya aku ingin menghancurkan harapanmu tapi, sayangnya dia itu... laki-laki." mata Kyuubi sukses membelalak mendengar informasi itu,

"Dia... laki-laki ?" Mangetsu ber'he'em' ria,

"Haku senpai. Jenis kelamin laki-laki." Kyuubi sweatdrop.

•°

•°Six Senses°•

°•

"Okeh !" Konan menepuk kedua tangannya, "Jadi, jadwal kita hari ini adalah memperkenalkan diri—sebanyak-banyaknya—pada senior dan menghafal nama, kelas sekaligus darimana mereka berasal dan sekolah mereka sebelumnya." jelas Konan membriefing semua anggota kelasnya.

"Siapkan pena dan note kecil." tambah Yahiko, "Event perkenalan ini akan berlangsung selama satu hari penuh. Jadi, sebaiknya kalian berkenalan dengan lawan jenis sebanyak-banyaknya."

"Aku ga salah dengar nih ?" tanya Fuu heran, Yahiko mengangguk.

"A-aku takut diserang para senior perempuan..." Sanna merinding membanyangkan apa yang akan terjadi padanya bila ia berdekatan dengan kaum Hawa. 'Dikelas saja sering jadi bulan-bulanan para cewek, apalagi sama sama senior ?' Sanna menggelengkan kepalanya berusaha mengapus pikiran-pikiran negatif yang ada.

Konan tersenyum, "Sanna-san, untuk perkenalan ini tidak diwajibkan per individu, kok. Jadi, kau bisa ajak teman yang lain. Dengan gender yang sama tentunya." mata Sanna berbinar-binar mendengar kata-kata Konan, 'Diantara semua perempuan, Konan memang yang terbaik~'

"Memangnya ada apa sih tentang 'Perkenalan Lawan Jenis' ini ?" tanya Ameyuri Ringo—teman masa kecil Mangetsu—gadis berambut merah gelap—meminta penjelasan.

"Kau bilang event perkenalan ini berlangsung satu hari penuh, bukan ?" Yahiko dan Konan mengangguk menanggapi pertanyaan Cee, "Artinya sesampai kita di asrama event ini masih berlangsung." tambah Cee memberi kesimpulan singkat.

"Ah, begitu rupanya !" ucap Anko sambil bersedekap.

"Jadi kita punya kesempatan lebih banyak dengan senior yang gendernya sama setelah pulang sekolah nanti." Kyuubi mengangguk.

"Makanya lawan jenis lebih didahulukan." tambah Deidara.

"Jadi semuanya mengerti bukan ?" semua anak mengangguk menanggapi Konan.

"Kita mulai sekarang. Bubar." perintah Yahiko.

•°

•°Six Senses°•

°•

Setelah jam sekolah berakhir, anak-anak kelas VII-A kembali ke kelas mereka dengan hasil yang bisa dibilang cukup memuaskan. Mereka mempersiapkan diri mereka untuk kembali ke asrama, namun dengan note dan pen di saku yang bisa kapan saja digunakan jika-jika mereka bertemu dengan Senior.

"Eh, teman. Kalian tau tidak anak baru itu ada di kelas sebelah. Kelas VII-B." info Fuu pada teman-temannya.

"Tau dari mana kau ?" tanya Emi yang masih sibuk berkutat dengan tasnya.

"Sedang heboh disana. Aku belum lihat sih, tapi katanya anaknya cantik~"

"Yang benar ?" telinga Mangetsu berkedut penasaran, "Cewek cantik ?"

Fuu tertawa, "Siapa bilang dia cewek, bakatsu."

"Cih, cewek kan. Gak usah sok bo'ong deh, Fuudame." ejek Mangetsu tidak percaya.

Fuu mengedikkan bahunya, "Terserah mau percaya atau gak." belum sempat Mangetsu membalas perkataan Fuu, pintu kelas mereka terbuka. Seorang anak dengan tubuh menyerupai anak kelas 5 sd—hanya lebih tinggi sedikit dari Isobu Sanna—berdiri di balik pintu mencari-cari seseorang.

"Kyuu !" panggilnya sedikit berteriak begitu ia mendapati orang yang dicarinya.

Yang dipanggil menoleh dan terbelalak heran, "Nagato ?" anak yang dipanggil Nagato itu berlari menerjang Kyuubi—memeluknya—hingga Kyuubi sedikt terhuyung mundur.

"Aku mencari-carimu dari tadi," ucapnya dengan suara pelan yang hampir menangis.

"Aku tidak tau kalau Baa-san memasukkanmu ke sini juga, Nagato." Kyuubi membalas pelukkan Nagato, tidak pedul dengan berbagai macam pasang mata yang memandangnya. Nagato lalu melepaskan pelukkannya, matanya sudah berair menatap Kyuubi.

"Aku takut, Kyuu... aku tidak mau berada di kelas itu... aku mau di sini bersamamu..." Nagato menghapus air matanya yang mau keluar.

"Hei, jangan-jangan anak itu ya." bisik Anko. Namun, sayangnya itu bisa didengar jelas oleh Nagato. Ia kemudian memandang sekitarnya dan tubuhnya mulai gemetar hebat begitu ia melihat banyak pasang mata memperhatikannya.

Menyadari hal itu, Kyuubi menarik Nagato kembali ke pelukkannya, membuat beberapa pasang mata membulat heran. "Baa-san mungkin ingin kau terbiasa dengan orang asing, Nagato."

Nagato menggeleng, "Aku takut..."

Yahiko menatap Kyuubi yang kemudian memberikan isyarat untuk meninggalkan mereka berdua. Yahiko mengangguk mengerti dan meminta teman-teman sekelas untuk keluar memberikan sedikit privasi pada mereka berdua. Kyuubi mengangguk berterimakasih pada ketua kelasnya yang kemudian meninggalkan mereka berdua di kelas.

"Dia saudara Kyuu ?" tanya Deidara tidak pada siapapun,

"Anak itu sepertinya menderita Xenophobia." celetuk Cee. Yahiko mengangguk setuju.

"Sesaat setelah melihat kita, tubuhnya bergetar hebat." analisis Ringo.

"Poor thing~" guman Konan,

"Apa dia baik-baik saja ya ?"

"Dia akan baik-baik saja, Emi. Kyuubi bersamanya." Emi mengangguk.

"Tuh kan, sudah kubilang laki-laki." Mangetsu mengerucutkan bibirnya,

"Jijay deh, Tsu. Bukannya imut malah eneg. Sumpah." ucap Deidara seakan mau muntah.

Mangetsu yang malas membalas Deidara mengeluarkan KitKat kesuakaannya dari kantong celana dan memakannya dengan wajah innocent. Melihat snack yang ada di tangan Mangetsu, Konan mendapat ide.

"Mangetsu," panggilnya. Mangetsu menoleh, Konan kemudian mengeluarkan tiga buah koin 1 yen dan menyerahkannya pada Mangetsu, "Beli susu coklat panas di kantin," Mangetsu yang sedang menikmati snacknya menatap Konan dengan pandangan malas, "Go now !"

"What the f-" omongan Mangetsu terhenti begitu ia merasakan aura gelap Konan, ia pun berdiri dengan cepat dan menghormat, "Yes, Mam !" sebelum berlari dengan kecepatan tinggi menuju kantin KJS.

•°

•°Six Senses°•

°•

Jangan menangis ucap taisha menarik-narik ujung baju Nagato. Nagato yang agak kaget tersentak. Melihat seorang anak kecil di sekolah anak SMP bukanlah hal yang logis.

"Ka-kau mahluk... ha-halus ?" Taisa memiringkan kepalanya bingung lalu tersenyum detik kemudian.

Amagiri Taisha, yoroshiku. ucapnya seraya membungkuk singkat—tersenyum.

Nagato masih menggelayut di tangan Kyuubi dan membungkuk pelan—takut. "U-uzumaki Nagato, yoroshiku." balas Nagato pelan—tersenyum kaku.

Untuk masalah phobia yang dimiliki Nagato sedikit berbeda pada anak-anak. Xenophobianya hanya berefek pada anak seumurannya dan orang dewasa, namun untuk anak-anak seperti Taisha hal itu tidak berpengaruh. Nagato hanyalah takut pada status Taisha yang merupakan yurei.

Tok Tok Tok

Taisha berlari ke arah pintu, penasaran.

"Kyuubi," kepala Konan muncul dari balik pintu.

"Konan ? Pulang duluan tidak apa-apa." Konan menggeleng pelan,

"Boleh aku masuk ?" Nagato masih bersembunyi di balik tubuh Kyuubi yang mengangguk.

"Bilang pada teman-teman tidak apa-apa untuk masuk." Konan mengangguk dan memanggil mereka.

Kyuu-nii, Naga-nii, aku pergi dulu yah. Kyuubi mengangguk singkat, Naga-nii, semangat ! jaa~ ucap taisha seraya berlari ke luar kelas.

"Hanya ada aku, Yahiko, Dei dan Mangetsu. Yang lain sedang di kantin." Konan membuka pintu kelas lebih lebar. "Kau yakin tidak apa-apa ?" Kyuubi mengangguk membuat Nagato meremas lengan bajunya.

"Nagato, kau harus belajar melawan ketakutanmu." Nagato mengangguk singkat—tidak yakin.

Mereka berempat masuk menghampiri Kyuubi dan Yahiko.

"Halo, namaku Konan." Kyuubi menarik Nagato ke sampingnya berjejeran begitu Konan memperkenalkan diri. "Ini Yahiko, Deidara dan Mangetsu." Nagato mengangguk singkat.

"U-uzumaki Nagato." Konan tersenyum ramah.

"Dia memiliki semi xenophobia," Yahiko mengangguk,

"Walaupun bukan teman sekelas, tapi kita adalah teman satu angkatan. Harus saling membantu." Kyuubi mengangguk pada Konan.

"Ini," Mangetsu menyodorkan segelas susu coklat hangat pada Nagato, "Bisa sedikit membantu." Nagato melirik Kyuubi yang mengangguk memberi dukungan kemudian menerima gelas kertas itu dan menyesap isinya pelan.

Sensasi hangat minuman itu memenuhi tenggorokan Nagato yang kemudian turun ke lambung membuat rasa nervousnya sedikit menghilang. Nagato lalu menatap Mangetsu dan tersenyum manis—senyum ikhlas—yang membuat keempat orang di depannya kaget sekaligus terpesona.

"Arigatou, Mangetsu-san."

•°

•°Six Senses°•

°•

Pikiran Mangetsu sekarang sedang tidak karuan, amburadul, ruwet atau apalah itu namanya. Mereka berlima sedang dalam perjalanan menuju asrama karena teman-teman yang lain masih pada sibuk makan di kantin dan mereka berlima memutuskan untuk pulang sedangkan Konan bergabung di kantin dengan teman-teman lainnya. Mangetsu melirik ke arah anak laki-laki berambut merah yang baru saja dikenalnya beberapa menit lalu, ia memperhatikan wajah anak itu.

'Manis,' batinnya,

Matanya masih memperhatikan Nagato, bahkan saat anak itu menyadarinya sekalipun. Nagato kemudian tersenyum pada Mangetsu—senyum yang membuatnya tidak yakin dengan orientasinya sendiri untuk keduakalinya. Mangetsu kemudian menarik kerah baju Deidara, "Ada yang kelupaan tadi di kelas. Dei, temani aku balik yah." sebelum Deidara sempat protes, Mangetsu sudah membekap mulutnya—menjauh.

"Apaan sih, Tsu !? Gak usah main bekap gitu juga keleees !" omel Deidara tidak terima mulutnya yang cantik nan molek ternodai oleh tangan nista Mangetsu.

"Serius Dei, ini yang kedua kalinya." Deidara diam—mencerna kalimat Mangetsu.

"Aku tau," jawabnya memejamkan mata.

"Dei, aku harus bagaimana !?" Mangetsu mengguncang-guncangkan tubuh Deidara,

Menghela nafas, Deidara menatap Mangetsu serius, memutuskan "Kita harus cari cewek !"

.

.

.


Xenophobia : ketakutan pada orang asing / tak dikenal