Halo minna~

Akhirnya Anri update juga, phew, yah, walaupun ceritanya pendek (sangat) diharap bisa diterima, hehe dan terimakasii untuk follow, fav juga reviewnya ;)

love you minna-san~


Ahn Ryuuki : yap, Anri ga bakalan ngasih Mangetsu ke cewe, cukup Suigetsu aja (?) apalagi ingat ending Naruto *sigh* cuma bisa berkata 'sudahlah...' Itachi datang di chap ini nih, trims reviewnya XDD

minae cute : Iyah, chapter ini Itachi muncul, walau ada sedikit KakaKyuu (spoiler) Matatabi n Haku sama-sama cantik, mungkin selera Kyuubi lebih ke manusia dengan rambut gelap kaya Itachi #plakk masalah phobia kita serahkan pada ahlinya (Yahiko) XD wah, Anri juga setuju banget yg itu, XDD trims ya reviewnya~

yuichi : yap, *acung jempol* Itachi udah muncul nih, wkwk, trims reviewnya XD

shiraiboshi : Arigatoooooou XDD yak, Anri semangat ! ;) trims ya reviewnya xD

KUU-CICHAN : wkwkwk, mungkin dua duanya kali yak, hehe xD lanjut nii~ trims reviewnya ;)


.

.

.

Summary :Memiliki kelebihan bukanlah suatu hal yang harus dibanggakan, "Bangsat ! Apa itu tadi !?"/"I-itachi…di-dibelakangmu !?"/"Kyuu, semenjak bertemu denganmu aku jadi ikut ketiban sial," WARNING ! AU, OOC, OC, Yaoi, slight straight, typos, word pendek, dll.

.

.

.


Chapter III

Uchiha Itachi

.

.

.

Kyuubi membuka pintu kamarnya. Dan seketika pupil matanya sedikit membesar —terkejut dengan keberadaan seseorang di kamarnya dimana pemuda jangkung dengan kulit semi tan menatapnya tanpa ekspresi. Pemuda itu memiliki rambut hitam sebahu dengan mata berwarna onyx serta guratan yang sangat tipis di bawah matanya. Ia mengenakan seragam dinas luar KJS yang biasa wajib digunakan bila akan keluar kampus serta tas ransel berwarna hitam pucat yang setengah tergantung di bahu kirinya.

"Chi !" teriak Deidara yang baru saja datang menyerobot masuk menghampiri pemuda yang akrab dipanggil dengan nama Itachi itu, "Selamat datang !" ucapnya dengan riang.

"Terimakasih, Dei." balas Itachi tersenyum kecil.

"Acara penyambutan murid baru dimulai hari ini, Chi." Deidara menghampiri Kyuubi, "Ayo kenalan dulu, Kyuu." Ia meraih tangan kiri Kyuubi untuk menariknya menghampiri Itachi, namun saat Deidara berbalik…

Bukanlah wajah Itachi yang dilihatnya.

Melainkan sebuah wajah yang sudah berwarna biru, dengan kantung mata tebal serta mulut yang terbuka dan mengeluarkan liur yang berbau sangat sangat busuk.

"AAAAAAAARGH ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !"

Deidara membanting tangan Kyuubi dan berlari tunggang langgang menuju kamarnya. "Dei !" teriak Kyuubi dari depan pintu kamarnya.

"KYUUBI AN-"

Hening…

Sesaat setelah keheningan dari teriakan Deidara, pintu kamar pemuda blondy itu pun terbuka. Yahiko keluar dengan wajah tanpa ekspresi namun Kyuubi bisa melihat beberapa kedutan di kepalanya. Itachi yang tidak mengerti pun ikut keluar untuk melihat keadaan.

"Ini sudah hampir senja. Karena itu aku sangat berharap kalian tidak membuat keributan. Paham !?"

Kyuubi menelan ludah mendengar suara Yahiko yang berat dan mengancam. Kyuubi mengangguk, "Paham."

"Bagus."

BLAM

Kyuubi menoleh pada Itachi yang juga sedang menatapnya diam. "Yahiko serem…" bisik Kyuubi pelan—tersenyum dengan alis berkerut.

"Yeah…" balas Itachi tersenyum kecut.

CKLEK

"Kyuu-nii…"

Perhatian mereka teralihkan pada kepala pemuda berambut merah identic dengan Kyuubi yang melongok keluar. "Nagato…"

"Kenapa Yahiko-san marah… ? Apa Deidara-sa-" Nagato menarik kembali kepalanya ke dalam kamar begitu menyadari keberadaan Itachi, ia hanya menyisakan seperempat bagian wajahnya yang terlihat—mata kanannya.

Kyuubi menoleh pada Itachi, "Dia seppuku, Uzumaki Nagato."

"Ha-hajime mashite…" ucapnya pelan, namun masih bisa didengar oleh mereka berdua karena mereka berdiri tepat di depan kamar Nagato.

Itachi mengangguk singkat, "Uchiha Itachi."

Nagato mengeraskan genggaman tangannya pada engsel pintu sebelum mengangguk lalu perlahan menarik kepalanya dan menutup pintu kamarnya.

"Maaf, dia menderita semi xenophobia."

"Hn," ucapnya sebelum kembali masuk ke kamar untuk merapikan barang bawaannya.

"Namaku Uzumaki Kyuubi." Kyuubi mengulurkan tangannya pada Itachi yang berbalik menghadapnya dan menjabat tangan Kyuubi kemudian.

"Mohon bantuannya, Uzumaki-san."

"Begitu juga aku, Uchiha-san."

.

.

.


.

.

.

Sixth Sense

Naruto © Masashi Kishimoto

Runriran

Chapter III

Warnings : AU, OOC, OC, Typos, Yaoi, slight Straight, word pendek~

.

.

.


.

.

.

Makan malam berlangsung seperti biasanya dan berdasarkan tata letak kamar, kini Kyuubi duduk bersama dengan Itachi. Setelah seluruh siswa mendapatkan jam bebas malam itu, mereka semua berkumpul di kamar Yahiko untuk membahas rencana perkenalan pada senior-senior mereka.

"Oke, akan aku ulangi sekali lagi." Yahiko menepuk tangan sekali, "Peraturannya simple. Pertama, kita akan bergantian mengunjungi kamar senior malam ini sampai batas jam malam selesai. Kedua, setiap tim hanya boleh terdiri dari dua orang dan tinggalkan sepatu atau sandal kalian di depan kamar senior agar teman lain bisa mengetahui apakah kamar itu sedang available atau tidak. Tiga, manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Bagaimana ? Jelas ?"

"Tunggu," Cee mengangkat tangannya setengah, "Tidak menutup kemungkinan kalau beberapa senior berkumpul di salah satu kamar lain dan kalau itu terjadi apa yang harus kita lakukan ?"

Yahiko menutup matanya lalu menjawab. "Tinggalkan tanda."

"Dan masuk !" celetuk Deidara yang dijawab dengan anggukan Yahiko.

"Susun rapi alas kaki kalian, oke. Dan bila di kamar itu ada lebih dari dua senior jangan lupa susun alas kaki kalian searah mata angin." Para penghuni yang ada di kamar itu mengangguk merespon instruksi Yahiko yang merangkap sebagai ketua angkatan sementara.

"Dismissed."

Mereka semua kemudian berdiri dan beranjak keluar dari kamar Yahiko.

"Kyuubi," panggil Yahiko membuat Kyuubi berhenti dan menoleh padanya. Yahiko kemudian berjalan menghampiri anak berambut merah itu.

"Kutunggu diluar," ucap Itachi sebelum keluar meninggalkan mereka berdua, dijawab dengan anggukan Kyuubi.

"Masalah Nagato," Kyuubi menaikkan alisnya, "Karena dia telat masuk dan tidak dapat teman sekamar, aku berencana untuk menjadi teman sekamarnya. Pertama aku ingin mengusulkan kau yang menjadi teman sekamarnya, namun karena kau sendiri baru pindah pasti tidak nyaman untuk mengepack barang-barangmu lagi dan mengingat masalah sosialisasinya," Kyuubi menahan tawa mendengar ungkapan lain atau bahasa halus dari penyakit sepupunya yang di kiaskan Yahiko. "aku pikir lebih baik dia terbiasa dengan orang lain, jadi aku memutuskan hal itu." Kyuubi mengangguk,

"Bagaimana dengan Nagato ?"

"Aku sudah bicara dengannya dan dia bilang apa yang menurutmu baik baginya dia akan mengikuti." Jelas yahiko

Sekali lagi Kyuubi mengangguk, "Aku setuju. Terima kasih, Yahiko." Yahiko tersenyum kecil, "Aku akan keluar, Itachi menunggu." Yahiko mengangguk.

"Dan Kyuu," Kyuubi yang sedang memegang engsel pintu menoleh, "Maaf karena tidak memberitahumu terlebih dulu."

"Jangan dipikirkan, tidak apa-apa." Ucapnya sambil tersenyum sebelum menghilang dibalik pintu.

Kyuubi kemudian menghampiri dan berdiri di depan Itachi yang sedang bersandar dengan mata tertutup. 'Mungkin dia lelah karena baru saja pulang hari ini.' batinnya.

Itachi membuka matanya, "Ayo." Kyuubi mengangguk.

Itachi dan Kyuubi berjalan bersebelahan di koridor asrama yang sepi. Teman-teman seangkatan mereka sudah memulai perkenalan beberapa menit yang lalu dan mereka berdua adalah pasangan terakhir yang masih berkeliaran selain Yahiko, Deidara dan Nagato yang mendapat pengecualian karena angka yang ganjil.

"Sebaiknya kita mulai dari siapa ?" tanya Itachi membuka topic pembicaraan.

"Hmm, menurutmu siapa senior yang paling susah untuk diminta tanda tangannya ? Kau kan sudah sedikit lebih lama dariku di sini."

Itachi menaikkan alisnya sebelum menjawab, "Kalau dilihat sekilas, mungkin senior kelas dua. Karena mereka yang berkuasa penuh atas kita dan orientasi tahun ini." Kyuubi mengangguk, "Dalam perorangan, aku pikir Hatake Kakashi."

"Hmm,"

"Itu hanya pendapat inividualku."

"Begitu… Sebaiknya kita mulai dari yang paling menyusahkan ini dulu. Setidaknya bila dipermalukan hanya ada kau dan aku." Itachi mengangguk.

.

.

.

Itachi dan Kyuubi berdiri di depan pintu kamar yang bertuliskan angka 1010 sebelum memastikan tidak adanya alas kaki di depan pintu kamar itu. Kyuubi dan Itachi saling bertatapan sebelum mengangguk.

Tok

Tok

Tok

"Permisi, senpai."

.

.

.

"Oi Ganma, buka tuh pintu. Kouhai kita yang manis datang~" Ganma berdecak pelan sebelum membuka pintu.

"Kotetsu, pelankan suaramu ! Izumo, Hayate cepat kalian sembunyi !" bisisk Obito pelan, mengendap-endap menuju balkon kamar.

"Buat apa kau sembunyi ?" tanya Ganma heran dengan tangan masih di engsel—bersiap membuka pintu.

"Baka ! kalian di sini kan sembunyi dari mereka, kalau ketahuan banyak senior di sini yang masuk pasti juga bakalan banyak, aho !" Ganma menghela nafas.

"Bukannya ini kamarmu dan Kakashi ya ?" celetuk Kotetsu, Obito menepuk jidatnya.

"Seharusnya kau yang membuka pintu," Ganma berdecak sebelum berjalan masuk ke kamar mandi agar tidak terlihat dari pintu.

"Moron," celetuk Kakashi pelan.

Kotetsu dan Izumo berjalan ke arah balkon menuju kamar mereka, kamar 1011. Sedangkan Hayate duduk di atas dinding balkon bagian kiri yang bersebelahan dengan kamar 1009.

"Kakashi, tahan mereka dulu sebelum kami kembali, oke ?"

"Hm,"

.

.

.

Senpai bersurai hitam jabrik dengan goggle di kepalanya membuka pintu kamar perlahan. Itachi dan Kyuubi membungkuk singkat sebelum memberi salam.

"Hiya, ayo masuk !" ucap Obito riang menarik mereka berdua masuk sebelum menutp pintu kamar. "Silahkan duduk, anggap saja kamar sendiri, oke."

Itachi dan Kyuubi kemudian duduk manis di tengah ruangan yang beralaskan karpet empuk dengan bulu berwarna coklat berbentuk bundar yang halus. Di depan mereka terdapat meja bundar kecil mungil. Obito kemudian membawa dua buah minuman kotak dan semangkuk camilan lalu menaruhnya di meja.

"Santai saja." Ucap Obito duduk menyamankan diri di sebrang mereka dan menyodorkan masing-masing kotak minuman pada Itachi dan Kyuubi dan menaruh mangkuk camilan di tengah meja. "Jadi, bagaimana sekolah ini menurut kalian ?"

Itachi dan Kyuubi serempak saling pandang.

"Ah, karena Itachi sudah lama di sini jadi aku tidak perlu pendapatnya. Kau si rambut merah ! Bagaimana pendapatmu tentang sekolah ini ?"

"Luas." Obito menaikkan alisnya.

"Luas ? Hanya itu ? Yang benar saja !" Alis Obito berkerut, ia melipat kedua tangannya.

"Uzumaki-san baru saja tiba satu hari lalu, senpai."

Obito menatap Kyuubi meminta konfirmasi, Kyuubi lalu mengangguk. "Haaah, tidak lucu ah."

Alis Kyuubi berkedut mendengar komen senpai di depannya. Merasa personality happy go lucky Obito yang benar-benar tidak cocok dengan seleranya, Kyuubi melekatkan sebuah kalimat di otaknya. 'Mausia macam ini harus dihindari.' Batin Kyuubi.

"Tunggu…" Alis mata Obito berkerut, "Kau tadi memanggilnya Uzumaki-san ?" tanya Obito mengkonfirmasi lebih lanjut apa yang baru saja di dengarnya, siapa tau ia salah dengar karena sudah hampir enam bulan dia belum membersihkan telinga (*eww)

Itachi hanya mengangguk singkat pada Obito.

Obito menggelengkan kepalanya, "Bagaimana bisa menggunakan nama keluarga untuk teman sengangkatan, ckckc. Kalian ini bakalan bersama seterusnya selama tiga tahun loh di sini. Mana bisa begitu." Omel Obito.

"Ano, senpai ka-"

"Berisik !" Kyuubi tersentak dengan nada Obito yang naik beberapa oktaf. "Aku tidak peduli si rambut merah ini baru datang atau tidak, pokoknya aku tidak mau dengar kalian memanggil nama teman sengankatan dengan honorifik atau nama keluarga. Kalau sampai aku dengar… lihat saja konsekuensinya."

Bulir-bulir keringat menuruni pelipis kedua junior itu mendengar ancaman Obito.

"Ngerti ?" mereka berdua mengangguk singkat.

"Bagus," Obito melipat kedua tangannya dan tersenyum bangga.

.

.

.

Matanya mengarah ke seluruh ruangan kamar, ia memperhatikan dan mencari perbedaan dari kamarnya dan kamar Itachi dengan kamar senpai yang sedang dikunjunginya itu. Matanya terhenti di ranjang berwarna hitam yang terletak di bagian kiri.

Bukan.

Bukan ranjang berwarna hitam itu yang menarik perhatiannya, melainkan seorang senior yang sedang membaca sebuah buku ? atau mungkin novel ? Novel berwarna hijau dengan cover seorang gadis yang lari dari kejaran seorang lelaki (?)

Mata Kyuubi lalu kembali ke wajah senpainya yang sedang membaca novel itu dengan serius, sampai-sampai tidak mengindahkan keberadaan kedua juniornya. Senpainya itu memiliki rambut berwarna perak dengan kulit putih pucat, tapi yang menarik perhatian Kyuubi adalah masker berwarna biru tua yang menutupi hidung dan juga mulutnya.

"Kenapa kau menatap Kakashi terus, huh ? Got a crush, boy ?"

.

.

.

Perhatian Itachi kini beralih pada Kyuubi dan seorang senpai dengan sebatang tusuk gigi di mulutnya yang sedang membungkuk di belakang tubuh Kyuubi dan membisikkan sesuatu hingga membuat pemuda berambut merah itu berbalik dan membelalak horror. Kyuubi sepertinya terlalu kaget untuk merespon entah apa yang dibisikkan oleh senpainya itu.

"Hmmm…" Ganma kemudian menegakkan kembali tubuhnya sebelum berjalan menghampiri teman seangkatannya yang sedang sibuk membaca novel di ranjangnya.

Itachi mengenalnya dengan nama Hatake Kakashi, atau lebih sering dijuluki sebagai Copycat.

Hatake Kakashi terkenal sebagai anak jenius di angkatannya. Dia merupakan teladan dan anak yang disayangi oleh guru-guru. Bukan hanya itu, walaupun Hatake Kakashi merupakan siswa tingkat dua, ia adalah Kapten Klub Karate yang bahkan disegani oleh para senior yang ada di Konoha Boarding School. Kemampuannya pun bukanlah sesuatu yang dipertanyakan. Namun sayangnya, senpai yang satu ini terbilang cuek untuk ukuran anak populer.

Kembali ke alam pikirannya. Itachi melihat Ganma membisikkan sesuatu di telinga Kakashi sebelum mata mereka berdua mengarah pada Kyuubi yang entah kenapa sekarang sedang memelototi kotak minuman di depannya yang masih tersisa lebih dari setengah.

Obito yang menyadari kedua tatapan temannya, kini ikut melihat Kyuubi dengan penasaran setelah selesai menuliskan informasi penghuni kamarnya.

"Ada apa ?" tanya Obito begitu Kakashi menutup novelnya dan berjalan ke arah mereka sebelum duduk tepat di samping Kyuubi.

"Hmm, siapa namamu bocah ?" tanya Kakashi dengan suara rendah.

Kyuubi yang mendengar kata 'bocah' keluar dari mulut senpai yang (ketahuan) dia (tidak sadar) perhatikan itu membuat semua rasa malu yang ada di dalam dirinya menghilang begitu saja tergantikan dengan rasa kesal.

"Uzumaki Kyuubi." Jawabnya ketus.

Kakashi hanya menatapnya bosan, "Hmm."

Perempatan kemudian muncul di kepala Kyuubi. Entah kenapa, respon singkat atau mungkin bisa dikatakan gumanan yang tidak jelas itu membuatnya jengkel.

"Kau telat masuk asrama. Kenapa ?"

Obito dan Itachi saling pandang sebelum mengembalikan perhatian mereka pada Kakashi dan Kyuubi.

"Ada sedikit masalah keluarga." Jawab Kyuubi.

"Hm, begitu." Kakashi kemudian memiringkan tubuhnya, ia menaruh tangan kirinya di atas meja agar dapat melihat Kyuubi dengan sedikit lebih jelas. "Ganma berkata bahwa kau memperhatikanku dari tadi. Apa itu benar ?"

'Aku memperhatikanmu tidak sampai dua menit tau !' teriak Kyuubi dalam hati, 'Senpai tusuk gigi itu melebih-lebihkan ! ! !'

Kakashi masih diam menunggu jawaban Kyuubi.

Entah kenapa sejak Kakashi bergabung di meja itu, Obito dan Itachi menghentikan percakapan kecil mereka. Genma sendiri duduk di sebelah Kakashi dan kamar itu menjadi hening tanpa suara seakan-akan mereka sedang mengheningkan cipta pada suatu pemakaman.

Merasa Kyuubi tidak memberikan jawaban, tangan kanan Kakashi meraih ujung rambut di dekat telinga Kyuubi dan membuat pemuda berambut merah itu sedikit terlonjak begitu kulit mereka bersentuhan bagaikan sengatan listrik bersekala kecil.

"Hmm, jadi benar." Guman Kakashi pelan.

Kyuubi masih menatap minuman kotaknya yang ada di atas meja seakan-akan itu adalah hal yang sangat menarik dengan sedikit semburat pink di pipinya. Melihat kouhai di depannya menolak untuk menatap Kakashi face to face, pemuda berambut perak itu meraih dagu Kyuubi dan memaksanya untuk bertatapan langsung.

"O-oi…" shock dengan tindakan teman sekamarnya, Obito hanya bisa membelalakan mata.

.

.

.

Kyuubi POV's

Aku tidak tau apa yang terjadi, yang jelas senpai tusuk gigi itu seenaknya melebih-lebihkan seakan aku ini adalah junior yang tertangkap basah saat sedang memandangi orang yang disenanginya. Hell, aku hanya penasaran dengan senior bermasker yang sedang membaca novel entah apa itu. Setahuku ada peraturan khusus di sekolah maupun asrama yang melarang siswa siswinya memakai barang ataupun pakaian yang diluar ketentuan. Dan senpai yang satu ini sepertinya tidak mengikuti peraturan itu. Atau mungkin dia mendapat perlakuan khusus.

Entahlah.

Aku cuma melihatnya sebagai seseorang yang unik. Seperti kebanyakan orang pada umumnya, aku hanya penasaran kenapa dia memakai masker untuk menutupi setengah dari wajahnya. Apakah ada sesuatu yang ingin disembunyikannya di balik masker itu ? Luka kah ? atau mungkin… wajahnya sangat di bawah standar ?

Tidak mungkin. Hal seperti itu bukanlah hal yang normal.

Atau mungkin dia memiliki fetish terhadap masker ?

Tunggu…

Kenapa arah pemikiranku malah menjalur ke sana ? Ini tidak ada hubungannya dengan fetish. (*dan sejak kapan anak yang baru lulus sekolah dasar mengetahui apa itu arti fetish ?*)

Sebelum pikiranku kembali ke arah senpai bermasker itu. Sesuatu menyentuh telingaku. Itu membuat seluruh tubuhku seperti tersengat listrik dan memompa kerja jantung dua kali lipat dari skala normal. Aku hanya bisa menatap senpai berambut perak itu dengan horror, berbeda dengan senpai yang menatapku dengan pandangan bosan. Namun, entah kenapa aku merasa ada sesuatu di matanya yang tidak bisa kujelaskan.

Kyuubi POV's end.

.

.

.

"Maaf, senpai." Itachi ber'ahem' pelan, "Sepertinya kami harus kembali ke kamar, sebentar lagi bel malam akan berbunyi." Itachi menutup notenya.

Kakashi melepaskan dagu Kyuubi. Itachi pun berdiri dan diikuti oleh Kyuubi. Namun sebelum pemuda berambut merah itu berdiri tegak, Ganma yang duduk tepat di sebrang Kyuubi menjulurkan kakinya membuat kouhainya itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh tepat menimpa teman seangkatannya. Uchiha Itachi.

"Oops."

Terlalu shock untuk bergerak, kedua kouhai mereka yang menjadi korban Ganma itu hanya bisa terbelalak. Karena apa ? Obito bersumpah kedua adik kelasnya ini sedang memainkan drama-drama percintaan murahan yang sering ditonton oleh Rin dimana sang tokoh utama dan heroin mendapatkan ciuman pertama mereka karena suatu keccelakaan bila ia tidak melihatnya secara langsung dengan kedua mata dan kepalanya sendiri. Di sini.

Di kamar nomor 1010 ini.

•°

•°Six Senses°•

°•

"Nagato ?"

Yahiko menengok teman sekamarnya yang baru. Nagato terdiam, tertinggal di belakang Yahiko dengan tangan memeluk tubuhnya sendiri.

"Ada apa ? Kau kedinginan ?" Yahiko menghampiri Nagato dengan Deidara yang mengekor di belakangnya. Nagato menggeleng pelan. "Ada apa ?" tanya Yahiko lagi.

"Perasaanku tidak enak."

"Lebih baik kita kembali ke kamar, sebentar lagi jam malam selesai." ucap Deidara yang dijawab dengan anggukan oleh keduannya.

.

.

.


yak, owari~ XDD