hanna
dul
set
'tatoo itu sungguh membuat pandanganku terhadapmu berubah wahai anak selir! Dengan tatoo itu kau berubah menjadi namja yang sangat menarik dan tidak gemulai seperti yang selalu ada didalam pikiranku. Aku sungguh ingin menyentuhmu wahai anak selir! Salahkan tatoo mu itu sehingga aku memiliki hasrat untuk menggaulimu'.
.
.
Srek srek srek
Pelan namun semakin jelas suara langkah Kyuhyun semakin mendekati bejana dimana pangeran Sungmin sedang membersihkan dirinya.
"yang mulia! Apa yang kau lakukan ditempatku?" tanya pangeran Sungmin salah tingkah saat melihat putera mahkota Kyuhyun sudah mulai melepaskan baju kebesarannya satu persatu.
Putera mahkota tidak menjawabnya walau hanya satu kata. Dia terus menatap mata pangeran Sungmin dengan penuh nafsu seolah dia begitu ingin menerkamnya.
Byurr
Putera mahkota Kyuhyun yang sudah telanjang masuk kedalam bejana bergabung bersama pangeran Sungmin yang ketakutan
"yang mulia! Apa yang kau inginkan?" tanya pangeran berusaha keluar dari bejana itu dengan cara berjalan mundur
"kemarilah dan ikuti perintahku! Aku adalah putera mahkota dengan semua kekuasaannya!" putera mahkota seketika menarik tangan pangeran Sungmin dengan sangat kasar untuk tetap tinggal didalam bejana berdua dengannya.
"lepaskan aku yang mulia aku mohon!" pangeran Sungmin memelas
"diam! Tutup mulutmu itu!" bentak putera mahkota mendorong pangeran Sungmin ketepi bejana
sraaak
Air didalam bejana tumpah seiring dibalikannya tubuh pangeran Sungmin membelakangi putera mahkota yang menekannya disisi bejana.
Sekuat tenaga putera mahkota merengkangkan paha pangeran Sungmin dengan satu tangan sementara tangannya yang satu lagi menahan kedua tangan pangeran yang terus berusaha berontak.
"apa yang kau inginkan yang mulia? Apa yang kau rencanakan?" pangeran Sungmin berusaha keras untuk melepaskan diri dari cengkraman putera mahkota
"diam kataku!" putera mahkota kembali membentak lalu menekan bokong pangeran Sungmin dengan kedua kaki yang sudah dia rentangkan lalu memasukan jarinya kedalam anus dengan sangat kasar
"aaaaahh hentikan" lirih pangeran Sungmin kesakitan
"aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau memuaskan hasratku!" putera mahkota menekan tengkuk pangeran dengan tangan kanannya hingga membungkuk, sementara kedua pahanya dia tekan untuk menahan kaki pangeran yang terus berusaha berontak
"aku hyungmu yang mulia! Bukankah kau sudah memiliki puteri Seohyun!" pangeran Sungmin menggigit bibir bawahnya menahan sakit dianusnya saat putera mahkota mulai memasukan vitalnya
Cleb
Batang putera mahkota yang besar dan panjang itu sudah masuk setengahnya kedalam anus pangeran
"aaahhhh" desah putera mahkota
"aaaaaaaaaww! Aku mohon lepaskan aku yang mulia! Itu sungguh menyakitkanku" air mata pangeran Sungmin menetes karena sakit yang luar biasa juga penyiksaan yang kelewat kejam dari seorang dongsaeng
Dugdugdug
"yang mulia! Apa kau baik – baik saja?" terdengar suara dayang istana dari luar ruang itu
"katakan kau baik – baik saja! Jika kau ingin selamat" ancam putera mahkota mendorong kepala belakang pangeran menunduk semakin bawah
"ggggwencanayeo!" teriak pangeran Sungmin gugup
"sekarang perintahkan dayang – dayang itu untuk menjauh!" putera mahkota kembali memerintah
"kalian pergi saja biarkan aku sendirian disini!" pangeran Sungmin berusaha menjaga intonasiya
.
"aku rasa mereka sudah pergi!" putera mahkota kembali memasukan vitalnya yang masih menegang masuk kedalam anus pangeran
"aaauuuwww! Kau kejam yang mulia!" kembali pangeran Sungmin meneteskan air matanya, kedua tangannya meremas pinggiran bejana menahan sakit dibokongnya.
Sraaaak sraaak
Air mandi itu tumpah ruah membasahi lantai saat putera mahkota dengan begitu lincah dan penuh nafsu bergerak maju mundur memasukan vitalnya dibelakang pangeran Sungmin
"aku mohon hentikan itu!" lirih pangeran Sungmin dengan derai air mata dan meremas pinggiran bejana semakin kencang
Putera mahkota menarik kepala pangeran untuk melihat kearahnya. Lalu seketika putera mahkota melumat bibir tipis pangeran agar berhenti berteriak dan mengeluh
"hmmpphhh" pangeran Sungmin berusaha melepaskan bibirnya dari serangan putera mahkota namun gagal karena putera mahkota mencengkram leher pangeran dengan kuat
Sraaak sraaak
Air itu kembali tumpah saat itu putera mahkota begitu cepat dan gagah menggerakan bokongnya maju mundur
"hhhmmm ahhh" desah putera mahkota melepaskan ciumannya dari bibir pangeran
"walaupun begitu besar rasa bencimu padaku yang mulia, apakah kau harus menghukumku dengan cara ini? Tunjukan sedikit rasa kemanusaianmu padaku" pangeran Sungmin terus berusaha memohon. Mukanya begitu lirih menahan sakit yang amat ngilu di sekitar bagian belakangnya
"ahhh ahhh hmm" putera mahkota tidak menghiraukan permohonan pangeran dia malah semakin lincah dan cepat bergerak maju mundur
Pangeran Sungmin hanya bisa pasrah mendapat perlakuan tak senonoh dari dongsaengnya itu. air mata terus berlinang mengiringi rasa sakit yang dia rasakan. Sakit dan semakin sakit saat putera mahkota terus saja menancapkan batangnya kedalam anusnya.
Pemandangan disekitar ruangan itu menjadi samar dan buram lalu semua menjadi gelap dimata pangeran Sungmin.
"ahh ahhh hmmmm" putera mahkota terus mendesah dan mengarahkan wajahnya menatap langit – langit, sementara tangan kirinya dia gunakan untuk menekan tengkuk pangeran, tangan kirinya memegang pinggul pangeran.
"aahhhh ini sungguh nikmat hmmm" putera mahkota menurunkan kepalanya mendekati tengkuk pangeran lalu menggigitnya meninggalkan kissmark dileher belakang itu
Crrrrroooot
Sperma putera mahkota keluar sangat banyak memenuhi anus pangeran dan bercampur dengan air mandi sehingga membuatnya sedikit keruh
Pliip
Putera mahkota mengeluarkan vitalnya dari anus pangeran lalu,,,
Sssrrr
Darah segar keluar dari anus yang terluka itu membuat air mandi itu semakin keruh.
"ingat kau tidak boleh mengatakannya pada siapapun! Aku tidak akan melepaskanmu jika sampai ada yang mengetahui kejadian hari ini! Kau tidak pernah akan menganggap hal ini terjadi!" ancam putera mahkota mengangkat kakinya untuk keluar dari bejana itu
Putera mahkota kembali memakai pakaian kebesarannya dan tidak mempedulikan keadaan pangeran yang tidak sadarkan diri didalam bejana itu.
.
.
"bersabarlah puteraku! Bersabarlah untuk menerima perlakuan itu! kelak jika kau bersabar kau akan menduduki tahta raja karena istana ini tidak akan menerima seorang raja sakit jiwa seperti putera mahkota yang terkutuk itu"
.
.
.
"yang mulia!" seorang dayang istana berlari begitu panik masuk kedalam ruangan dimana pangeran Sungmin terkulai lemas dimana setengah badan masih terendam air
"apakah yang mulia pingsan?" tanya dayang istana yang lainnya
"molayo!" jawab dayang bermarga Lee itu
"tolooooong yang mulia pangeran Sungmin pingsan!" teriak dayang bermarga Han teriak meminta tolong
.
.
Pangeran Sungmin dibawa oleh pengawal istana kedalam kamarnya lalu membaringkannya diatas kasur lipat itu. keadaan istana menjadi panik seiring dengan pingsannya pangeran didalam bejana. Membuat raja Siwon dan permaisuri Kibum berhamburan bersama para pengawalnya keistana pangeran.
"yang mulia pangeran demam tinggi Chona! Dan dia mengalami pendarahan dari anusnya. Sepertinya anusnya terluka" ujar tabib Donghae berbicara pada raja Siwon juga permaisuri setelah memeriksa kondisi pangeran Sungmin
"terluka! Apa yang terjadi dengan anusnya?" tanya raja Siwon melebarkan matanya yang sipit karena terkejut
"satu – satunya cara untuk memastikan lukanya, hamba harus membuka pakaian dalam pangeran dan melihat secara langsung dibagian itu" jawab tabib Donghae
"mworago? Maksudmu kau menelanjangi pangeran Sungmin untuk melihat anusnya?" bentak permaisuri Kibum keberatan
"lukanya harus segera hamba obati yang mulia! Dan hamba memang harus melihat luka itu" tabib Donghae menjelaskan
"lakukan! Dan obati puteraku!" raja Siwon pasrah menyerahkan keselamatan pangeran Sungmin pada tabib istana yang sangat dipercayainya
Raja beserta permaisuri juga semua dayang keluar dari kamar pangeran Sungmin. Hanya tabib Donghae beserta seorang asistennya juga seorang perawat yang bertahan didalam kamar itu.
Tabib Donghae segera meminta asistennya untuk melepaskan pakaian dalam pangeran Sungmin dan memposisikan pangeran Sungmin berbaring terbalik membelakanginya.
Saat pakaian dalam itu sudah dilepas, kembali darah segar menetes keluar dari anusnya
"wahai dewa langit lindungi pangeran Sungmin!" tabib Donghae terhentak dan bergidig saat melihat luka robek dianus pangeran Sungmin
'luka ini aku yakin adalah luka yang disebabkan oleh benda tumpul. Aku yakin pangeran Sungmin baru saja mengalami kekerasan sexual yang dilakukan oleh seseorang'.
.
.
"katakan kenapa pangeran bisa terluka dibagian itu? dan luka seperti apa sehingga menyebabkan pangeran pengalami pendarahan?" permaisuri Kibum tidak sabar menginterogasi tabib Donghae saat memanggilnya keistana raja Siwon
"hamba akan mengatakannya setelah semua dayang juga pengawal dan para menteri keluar dari ruangan ini yang mulia!" jawab tabib Donghae terus menunduk
"kalian dengan apa yang dikatakan tabib istana? Keluar kalian semua!" raja Siwon memerintah semua pelayannya keluar dari ruang pribadi raja
"sekarang katakan apa yang terjadi dengan pangeran?" raja Siwon bertanya dengan wajah yang amat cemas
"ampuni hamba yang mulia! Hamba harus mengatakan yang sejujurnya. Pangeran Sungmin terluka karena beliau telah diperkosa! Seseorang telah memperkosa pangeran Sungmin" jawab tabib istana lemas
"biadab! Apa kau yakin dengan pendapatmu itu? kenapa pangeran bisa mengalami tindakan asuslila seperti itu? bukankah dia memiliki banyak penjaga juga dayang istana yang melayaninya?" permaisuri Kibum berdiri dan berteriak tidak dapat mengontrol emosinya
"satu – satunya cara adalah memeriksa semua penjaga istana yang bertugas di istana pangeran!" saran kepala hwarang Hyukjae
"hukum hamba karena hamba harus mengatakan berita yang tak kalah mengejutkan ini yang mulia! Dayang istana yang melayani pangeran Sungmin mengatakan bahwa sebelum kejadian ditemukannya pangeran pingsan, putera mahkota datang berkunjung keistana pangeran dan memaksa masuk kedalam kamar mandi pangeran. Setelah itu putera mahkota menguncinya dari dalam!" tabib Donghae berkata dengan wajah yang amat pucat memandang raja Siwon memelas
"dewa sedang menghukumku permaisuri!" raja Siwon ambruk karena terpukul
"chona! Chona!" teriak permaisuri Kibum berusaha membangunkan raja Siwon yang lemas
"tidak mungkin putera mahkota melakukannya! Katakan padaku siapa dayang yang berani mengarang cerita semacam itu?" wajah cantik permaisuri Kibum memerah membentak tabib Donghae
"banyak orang yang melihatnya yang mulia! Termasuk pengawal dan beberapa dayang putera mahkota!"
"rahasiakan luka yang dialami pangeran Sungmin! Aku tidak ingin nama baik putera mahkota tercoreng sehingga merubah nasibnya menjadi seorang raja dinegeri ini!" dada permaisuri Kibum mengembang dan mengempis dengan deru nafas yang cepat memandangi tabib juga kepala hwarang dan menteri Hankyung secara bergantian
"yang mulia!" menteri Hankyung terlihat begitu kecewa
"permaisuriku! Kau tidak sepantasnya bersikap seperti itu! jika putera mahkota bersalah maka kita harus menghukumnya!" raja Siwon yang masih lemas berusaha membuka mata permaisuri Kibum
"shiroo! Putera mahkota adalah anak yang aku lahirkan dari rahimku! 6 tahun lamanya aku menantikan kehadirannya! Aku tidak mungkin merelakan kau menghukumnya chona!" permaisuri Kibum histeris
"yang mulia! Bukankah pangeran Sungmin juga adalah putera yang mulia! Bukankah yang mulia berjanji pada mendiang selir Kim untuk selalu menjaga pangeran Sungmin?" spontan menteri Hankyung mengingatkan, memandang permaisuri dengan begitu tegas
"yang aku lakukan adalah yang seharusnya seorang ibu lakukan untuk anak nya! Pangeran Sungmin bukanlah darah dagingku! Dia hanyalah anak yang dilahirkan seorang selir dan bukan dari benih raja! Dia adalah puteramu bukan? menteri hankyung?" permaisuri melirik sinin kearah menteri Hankyung mengeluarkan kartunya
Blaaassshh
Jantung raja Siwon, tabib Donghae, kepala hwarang Hyukjae dan jantung menteri Hankyung terasa ditusuk belati oleh perkatakaan permaisuri Kibum
"permaisuri! Sadarkah apa yang kau ucapkan itu?" raja Siwon yang sesaat tadi lemas menjadi begitu kuat menatap permaisuri dengan mata terbuka lebar
"hamba mengetahuinya chona! Selir Kim mengandung putera menteri Hankyung! Dia mengatakannya sendiri padaku! Dia sudah melakukan hubungan intim dengan menteri Hankyung sebelum denganmu Chona! Beberapa kali. Itulah yang aku dengar dari bibirnya" jawab permaisuri Kibum terus menatap sinis kepada menteri Hankyung
"ampuni hambamu ini dewa langit! Raja yang sangat bodoh dan terlalu berambisi untuk mempertahankan tahtanya" raja Siwon memejamkan matanya, menarik nafas panjang
"sekarang pilihan ada ditanganmu menteri Hankyung! Tutup mulutmu tentang luka yang dialami puteramu itu dan kalian masih bisa tinggal didalam istana ini dan meneruskan hidup kalian seperti sebelumnya. Atau aku akan membongkar penghianatan yang kau lakukan dengan selir raja sehingga melahirkan seorang putera! Nasib terbaik yang bisa kau dapatkan adalah diasingkan kedesa terpencil. Itupun jika semua menteri menyetujuinya. Kau tahu dengan pasti hukuman pancung adalah yang paling tepat untuk seorang pengkhianat!" permaisuri Kibum bersikap begitu dingin dan tanpa reaksi yang pasti saat mengancam menteri Hankyung
'mianata puteraku! Appa harus mengikuti perintah permaisuri dan melepaskan putera mahkota dari perbuatan biadabnya! Eommamu pasti ada cara lain untuk menyerat iblis itu kedalam jurang kematian'
"hamba akan mengikuti titah anda yang mulia! Hamba akan menutup mulut hamba dan melupakan kejadian yang menimpa pangeran Sungmin!" menteri Hankyung berkata lemas dan putus asa
"mworago! Pangeran Sungmin? Dia bukan anakku! Bukan juga darah dagingku! Aku tidak akan lagi menganggap anak itu adalah seorang pangeran! Jika saja putera mahkota tidak membuatnya terluka, aku sudah akan mengeluarkan anak itu dari istananya!" raja Siwon menggebrak mejanya menatap menteri Hankyung
"kau Hankyung! Aku tahu selir Kim mengkhianatiku dibelakangku denganmu! Aku masih bisa menerima itu. tapi kebohongan yang kau lakukan selama hampir 20 tahun ini padaku tidak bisa aku maafkan! aku selama ini menganggap pangeran adalah darah dagingku sehingga kadang aku mengabaikan putera mahkota karena sikap buruknya. Dan sempat terfikir untuk mengangkatnya kembali menjadi putera mahkota menggantikan putera mahkota Kyuhyun. Aku sangat kecewa padamu" raja Siwon berdiri melangkah meninggalkan ruang pribadinya
"ampuni hamba Chona! Chona!" menteri Hankyung bersujud dibelakang raja memohon ampunan
Raja Siwon terus berlalu meninggalkan ruangannya juga meninggalkan permaisuri, tabib istana, kepala hwarang juga menteri Hankyung.
.
.
sejak kejadian pemerkosaan yang dialaminya, pangeran Sungmin menjadi sangat murung dan tidak pernah lagi keluar dari kamarnya untuk sekedar mengunjungi permaisuri yang selama ini sangat menyayanginya. Pangeran juga putera mahkota tidak pernah mengetahui tentang percakapan yang terjadi didalam ruang pribadi raja. Hingga saat ini baik putera mahkota maupun pangeran Sungmin masih belum tahu tentang status pangeran Sungmin yang sebenarnya.
"yang mulia! Hamba datang membawakan makan malam untuk yang mulia!" ujar dayang istana Lee masuk membawa nampan berisi makan malam milik pangeran Sungmin
Dayang istana Lee melihat nampan yang tergeletak diatas lantai kayu itu dengan makanan yang masih utuh, tanda pangeran Sungmin sama sekali tidak menyentuhnya.
"yang mulia! Makan siangmu masih utuh! Apakah yang mulia sama sekali tidak memakannya?" tanya dayang Lee begitu cemas
Pangeran Sungmin hanya terdiam menatap kosong kearah luar pintu istananya. Dia lalu tersenyum pada sesuatu yang kasat mata. Dia lalu berdiri lemas kemudian melangkah pelan keluar dari kamarnya dengan langkah yang berat dan agak dipincang karena luka di anusnya masih menganga
"yang mulia! Anda mau kemana?" tanya dayang Lee mengejar pangeran Sungmin
Pangeran Sungmin tetap membisu dan terus melangkah seperti ada sesuatu yang menariknya.
Semua pengawal dan penjaga juga dayang istana yang bertugas melayaninya tidak mampu menahan langkah sang pangeran yang begitu teguh melewati semua orang yang menghalau langkahnya.
Pangeran Sungmin melangkah melawati dinginnya malam diistana dengan kaki telanjang. Pandangannya tegak lurus kearah depan seolah ada yang menuntunnya. Dan langkah itu berhenti didepan ruangan musik yang sangat sepi dimana tidak ada satu orang pengawalpun yang berjaga disana
"apa yang ingin anda lakukan ditempat ini yang mulia?" tanya kacung Goo
"buka paksa ruangan itu sekarang juga!" perintah pangeran Sungmin dingin dan begitu datar tanpa ekspresi saat mengatakannya
"mwo? Hamba harus membuka ruangan musik itu?" kacung Goo meyakinkan apa yang baru didengarnya
"buka sekarang juga!" kembali pangeran Sungmin memerintah sambil melangkah maju semakin dekat dengan pintu itu
"apa yang kalian lakukan ditempat ini?" tanya raja Siwon dimana tabib Donghae, hwarang Hyukjae yang diikuti semua pengawal raja juga beberapa dayang istana kebetulan melewati tempat itu sesaat setelah pintu ruang musik itu berhasil dibuka oleh kacung Goo.
Pangeran Sungmin melangkah masuk tanpa menghiraukan pertanyaan raja yang kini sudah mulai membencinya. Sementara semua pelayannya diam diluar karena raja dan semua pengikutinya mendekati mereka.
"apa yang dia lakukan didalam?" raja Siwon melangkah cepat mengikuti langkah pangeran Sungmin. Tabib Donghae, hwarang Hukjae juga pengikuti raja menyusul langkah raja dibelakang
Pangeran Sungmin terus melangkah menyusuri lorong dimana alat musik tradisional Korea tersusun rapi diatas rak tinggi dan besar. Langkah itu berbelok kearah kanan menuju ruangan guru seni biasa beristirahat. Raja beserta semua pengikutinya sudah semakin dekat dengan langkah misterius pangeran Sungmin.
Sreeet
Pintu kayu berjendela kertas itu digeser pangeran Sungmin dengan pelan. Lalu pemandangan tak pantas pun terlihat dengan sangat jelas olehnya, raja Siwon, tabib Donghae, hwarang Hyukjae juga semua pengikut raja.
Yah pemandangan dimana bokong putera mahkota telanjang yang sedang berdiri membelakangi pintu bergerak maju mundur dibelakang seseorang yang terlihat sedang menungging lengkap dengan desahan mesumnya.
Bruk
Jantung Raja Siwon tidak kuat menahan keterkejutannya sehingga ambruk tak sadarkan diri melihat pemandangan hina yang dilakukan seorang putera mahkota.
"chona!" teriak tabib Donghae juga hwarang Hyukjae segera merangkul raja Siwon
Mendengar keributan itu, putera mahkota segera mengeluarkan vitalnya dari anus Xie Che lalu menoreh kearah suara
Jleeeb
Dadanya terasa ditusuk sembilu melihat raja Siwon juga semua pengikutnya didalam ruang musik itu dan menyaksikan aksinya yang tengah melakukan anal sex dengan sesama namja.
Pangeran Sungmin tetap berdiri tanpa bereaksi melihat kelakuan bejat namja yang sudah memperkosanya. Lalu dia terkulai lemah ambruk diatas lantai juga tidak sadarkan diri.
"chona!" putera mahkota berkata gugup segera memakai kembali pakaiannya.
Berbading terbalik dengan tingkah Xie Che terlihat begitu santai dan tenang saat memakai kembali pakaiannya.
"apakah chona melihatku tabib?" tanya putera mahkota merapihkan pakaiannya
"angkat segera chona keistananya! Aku akan segera memeriksanya!" perintah tabib Donghae tidak menghiraukan pertanyaan putera mahkota
"aku bertanya padamu tabib! Kenapa kau mengacuhkanku!" bentak putera mahkota melangkah lebah menyusul rombongan raja Siwon
"yang mulia! Kau hanya berlalu begitu saja? Kau meninggalkan aku begitu saja seperti ini?" Xie Che mulai berulah memancing amarah putera mahkota
"apa kau sudah gila hah? Kau lihat sendiri chona melihat kita berbuat tidak pantas didalam ruang musik ini! Seharusnya kau khawatir akan nasibmu esok hari! Berdoalah semoga kau tidak dihukum pancung" bentak putera mahkota berlari keluar ruang musik
'aku memang sudah lama mati yang mulia! Lihatlah esok hari! Aku akan mati untuk yang kedua kalinya'
Pangeran Sungmin segera diangkat untuk dipindahkan kedalam istananya oleh pengawal yang bertugas melayaninya.
.
.
.
"berhenti kataku! Apa diantara kalian tidak ada yang mau mendengarkan aku?" bentak putera mahkota berlari menghalau pengawal yang sedang mengangkat raja
"jaga sikapmu yang mulia! Ingat kami semua menyaksikan perbuatan bejadmu bersama pemusik Cina itu! semoga chona tidak apa – apa sehingga mampu meneruskan tahtanya dan kembali menjadi raja yang bijaksana memimpin negeri ini! Karena Kami tidak sudi memiliki raja seperti anda yang mulia!" tabib Donghae berkata ketus sekali dan terlihat dai begitu kecewa terhadap putera mahkota
"kalian aku perintahkan untuk mengurung yang mulia putera mahkota ditempat yang jauh dari istana permaisuri! Bungkam mulutnya agar tidak bersuara! Bebaskan dia setelah chona benar – benar sadar!" hwarang Hyukjae memerintahkan anak buahnya
"baik tuan!" respon anak buah langsung mengikat putera mahkota
"apa yang kalian lakukan? Jangan lancang kalian! Ingat aku adalah putera mahkoa" teriak putera mahkota saat ketiga orang hwarang menyeretnya.
Malam itu Putera mahkota Kyuhyun dikurung ditempat khusus yang dibuat raja Siwon untuk menghukum keturunannya jika berbuat salah. Hwarang Hyukjae berniat akan memberitahukan permaisuri esok harinya dan menceritakan apa yang sudah terjadi didalam ruang musik itu.
.
.
.
'Aaaaaaaaaa" teriak seorang pemusik yeoja saat memasuki ruang musik dipagi hari
"apa yang terjadi? Kenapa kau berteriak?" tanya pemusik senior yang baru saja datang
"lihatlah!" pemusik yeoja itu menunjuk kearah dimana Xie Che tergantung dengan kain melilit dilehernya dengan lidah menjulur mengeluarkan lendir juga mata terbuka sangat lebar menunjukan kesan seram
"Xie Che!" pemusik senior segera berlari menahan kaki Xie Che
"sunbae! Dia sudah mati!" ujar pemusik yeoja menatap pemusik senior gemetaran
"apa yang terjadi? Kenapa dia sampai begitu picik melakukan bunuh diri seperti ini?" pemusik senior segera melepaskan kaki Xie Che yang menggantung dari pelukannya lalu metanya tertuju pada sebuah amplop berwarna putih yang tergeletak diatas meja tak jauh dari tempat Xie Che tergantung.
Pemusik senior itu segera mengambil amplop kemudian membukanya lalu membaca tulisan tangan Xie Che diatas selembar kertas yang isinya
"ampuni hamba dewa langit!
Hamba mendahului takdirmu untuk menemuiMu lebih cepat.
Hamba sudah tidak lagi memiliki keberanian untuk menanggung malu atas perbuatan keji putera mahkota terhadap hamba dan sudah disaksikan raja beserta rombongannya
Tujuan hamba menulis pesan ini adalah hamba ingin istana lebih bisa membuka matanya akan prilaku menyimpang yang dimiliki putera mahkota
Istana yang besar dan agung ini tidak pantas memiliki seorang putera mahkota yang menyukai sesama jenis juga begitu keji
Hamba ingin sekali putera mahkota dapat dihukum seberat – beratnya
Sehingga tidak akan ada lagi korban yang menjadi pelampiasan hasrat sexualnya seperti hamba
Biarlah hamba yang terakhir mengalaminya
Semoga tidak akan ada lagi koban yang menangis merintih kesakitan karena kegilaannya'
Kedua pemusik itu tidak dapat menutupi keterkejutannya setelah membaca isi surat yang ditinggalkan Xie Che.
"eottokhe? Apa yang harus kita lakukan dengan surat ini?" tanya pemusik yeoja
"kita serahkan pada menteri Hankyu! Xie adalah keponakannya!" jawab pemusik senior
Kedua pemusik itu berhamburan keluar ruang musik untuk memberitahukan tentang peristiwa bunuh diri yang dilakukan Xie Che didalam ruang musik itu. seketika suasana istana menjadi kisruh dan carut marut seiring jatuh sakitnya raja Siwon, peristiwa pingsan pengeran Sungmin, adegan tak senonoh yang dilakukan putera mahkota bersama seorang namja yang kini sudah bunuh diri.
.
.
At the Queen palace
Dayang istana sedang memakaikan pakaian kebesaran sang permaisuri yang sementara ini akan menggantikan peran sang raja yang masih sakit terkena serangan jantung.
Kabar miring tertang penyimpangan sang putera mahkota sudah menyebar dengan sangat luas. Kali ini menteri Hankyung bekerja sama dengan kubu menteri Kim Young Won untuk merencanakan sebuah conspiracy untuk menggulingkan raja karena sikap buruk sang putera mahkota.
Mereka menghasut para Sarjana juga beberapa bangsawan dan kerabat kerajaan untuk melakukan protes terhadap raja. Terdengar diluar istana teriakan para Sarjana juga para bangsawan yang meminta istana menghukum putera mahkota dengan mengasingkannya kepengasingan.
"apakah kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanya permaisuri melangkah pelan setengah berbisik pada kacungnya
"sudah yang mulia! Putera mahkota sudah aman sekarang! Hamba sudah menyembunyikan putera mahkota dirumah hamba!" jawab kacung
"jadi seperti inikah akhir masa kepemimpinan raja Siwon? Dukun Boa ternyata benar seharusnya kami mengikuti sarannya dulu!" sesal permaisuri menahan tangisnya
"yang mulia!" lirih para pengikutnya
"aku harus menghadapi mereka semua!" permaisuri melebarkan langkahnya menuju ruangan dimana singgasana raja berada begitu juga dengan para menteri dan pejabat istana sudah berkumpul disana
.
.
Permaisuri sudah berdiri dihadapan para menteri yang terus saja memohon untuk menghapus nama Choi Kyuhyun sebagai putera mahkota dan meminta istana untuk segera menyiapkan pengganti raja yang sedang sakit parah. Mengingat penyakit jantung pada masa itu merupakan penyakit yang sangat mematikan dan tabib istana akan menyerah dan berpasrah menunggu keajaiban dari dewa langit.
"apa kalian semua tidak takut dituduh sebagai pengkhianat? Chona masih hidup sementara kalian sudah begitu meributkan untuk mencari penggantinya?" bentak permaisuri menatap menteri satu persatu
"yang mulia! Rakyat tidak bisa menunggu lama dan membiarkan mereka gelisah karena tidak memiliki pemimpin yang sehat dan duduk dikursi raja! Ditambah dengan tuntutan mereka akan hukuman yang harus segera dijatuhkan pada putera mahkota. Bukankah sudah seharusnya istana menunjukan kebijaksanaannya?" kilah menteri Jungwon tegas sedikit melirik menteri Hankyung
"aku sudah menghukum putera mahkota dan mengasingkannya kedesa yang sangat jauh! Jika diantara kalian ada yang meragukannya. Kalian bisa menyusulnya kedesa itu" jawab permaisuri berbohong
"sejak kapan yang mulia mengasingkan putera mahkota? Kenapa kami tidak pernah mengetahuinya?" menteri Hankyung menyela menatap permaisuri Kibum dengan puas dan licik
"saat tengah malam! Dimana kalian sedang berkonspirasi untuk menjatuhkan raja!" sindir permaisuri mengena menatap semua menterinya dingin
"yang mulia! Yang mulia!" tiba – tiba satu kacung yang bertugas melayani pangeran Sungmin berteriak membuat kegaduhan
"ada apa?" tanya permaisuri dengan nada tinggi
"pangeran Sungmin menghilang! Sekelompok orang berpakaian serba hitam menculiknya dari istana! Mereka melukai beberapa pengawal dan penjaga" jawab kacung berlutut
"mwo?" permaisuri Kibum terlihat begitu putus asa melirik kearah menteri Hankyung dengan ekspresi kalut berusaha menutupi rasa puasnya karena dia bersama putera mahkotalah dalang dibalik penculikan pangeran Sungmin
'jika puteraku tidak bisa naik tahta menjadi seorang raja! Aku juga tidak ingin kau yang hanyalah anak selir dan seorang menteri! Kau tidak pantas menjadi seorang raja diistana ini'
tbc
ga bisa banyak chitchat
udh jam 2 malem nih
minta review aja yang yang banyak kasih tau pendapat kalian di chapter ini
next chap adalah terakhir seting kerajaan dan berubah kemasa modern
mian update telat
gomawo
deepbow
saranghae wo ai ni aishiteru
