hanna

dul

set

Suasana sekolah menjadi sangat kikuk karena tragedi yang terjadi semalam. Sekolah meliburkan semua siswanya khusus hari itu dan membiarkan seluruh siswanya untuk tinggal didalam asrama.

Petugas kepolisian sudah datang untuk melakukan penyelidikan atas peristiwa itu. satu kebetulan yang manis, hyung dari Kyuhyun yang memang bertugas didivisi pembunuhan datang sebagai salah satu anggota yang bertugas.

Shim Changmin yang memang sudah lama mengagumi sosok gagah dan tampan hyung sahabatnya itu begitu antusias saat mengetahui bahwa namja itu datang kelingkungan sekolah mereka.

"Kyuhyun-ah! apakah kau tahu hyungmu datang untuk melakukan penyelidikan atas tewasnya Jin Yi dan Hi Jan? Aku tadi sepintas melihatnya masuk kedalam ruang kepala sekolah! Seperti biasa dia selalu terlihat tampan dan mengagumkan" seru Changmin mengejutkan Kyuhyun yang sedang anteng memainkan game starcraftnya

"jinja? Kenapa hyung tidak menelponku?" Kyuhyun melihat layar ponselnya yang memang tidak menerima panggilan dari hyungnya itu

"molayo!" jawab Changmin mengerutkan dahinya

Kriiing kriing

Ponsel Kyuhyun akhirnya berbunyi tanda menerima panggilan. Kyuhyun dengan sigap segera menjawab panggilan diponselnya yang ternyata dari hyungnya

"hyung! aku dengar kau ada disekolahku? Apakah kau yang bertugas memecahkan misteri kematian dua temanku?" Kyuhyun begitu bersemangat memberondong Siwon dengan pertanyaan

.

.

"apa katanya?" Changmin benar – benar terlihat sangat mencemaskannya

"hyung sedang berada di TKP! Dia memintaku untuk menemuinya dilorong menuju kolam. Apa kau ingin ikut?" tanya Kyuhyun meraih mantelnya yang tergantung disandaran kursi

"tentu saja!" seru Changmin mengikuti Kyuhyun keluar dari kamar mereka

.

.

Kyuhyun melangkah begitu cepat untuk segera sampai dilorong tempat dia membuat janji dengan hyungnya. Diikuti Changmin yang memang langkahnya lebih lebar darinya.

"lihat dia selalu terlihat tampan!" puji Changmin saat namja tinggi memiliki dimple, abs yang sempurna dan hidung mancung itu sedang berdiri menyandarkan punggungnya ditembok

"begitulah uri hyung! Cho Siwon!" balas Kyuhyun berlari menghampiri hyung bernama Cho Siwon itu

"hyung!" Kyuhyun memanggil dengan suara yang agak keras

"Kyuhyun-ah! apa kau baik – baik saja? Aku sangat mengkhawatirkanmu!" Siwon memeluk dongsaeng yang sangat dicintainya itu dengan begitu erat

"aku baik – baik saja hyung! kau tidak perlu mengkhawatirkanku" jawab Kyuhyun berusaha melepaskan pelukan hyungnya sendiri

"Siwon hyung! apa kabar?" sapa Changmin gugup dan kaku

"annyeong! Bagaimana denganmu?" Siwon membalas dengan senyuman yang menunjukan dimplenya

"aku baik hyung!" jawab Changmin masih kaku

"apa kalian mengenal korban dengan baik?" Siwon membuka percakapan untuk membahas korban

"aku tidak begitu mengenal mereka berdua hyung! yang aku tahu mereka memang dikenal sebagai pasangan gay dikelas seni" jawab Kyuhyun melirik Changmin

"iya betul hyung! mereka memang dikenal oleh para siswa sebagai pasangan gay yang memang begitu berani menunjukan pada kami" ujar Changmin mengamini

"sudah kuduga! Aku mencium bau sperma yang masih tersisa dicelana renang mereka! Sepertinya mereka melakukan sesuatu didalam kolam itu" Siwon menghela nafas panjang lalu menghembuskannya kembali

"memangnya apa hubungannya kematian mereka dengan orientasi sex mereka hyung?" tanya Kyuhyun penasaran

"opso! Aku hanya berfikir" jawab Siwon berdiri tegap saat semua anak buahnya selesai melakukan pemeriksaan

"tugasku menyelidiki sekolah ini sudah selesai Kyu! Mungkin besok lusa aku akan kembali datang untuk memintai keterangan dari beberapa siswa disini yang memang berhubungan dekat dengan korban. Dengarkan aku baik – baik Kyu! Kau tahu dengan jelas aku sudah menghabiskan 8 tahunku dan menunda pernikahanku demi menyelidiki kematian tragis yang dialami hampir semua kaun gay dengan kematian yang sama. Tenggelam! Aku mohon kau untuk terus menjaga diri baik – baik. Dan kau Shim Changmin-ah tetaplah berada dijalurmu itu. berhentilah untuk terus mengagumiku! Bagiku kau adalah dongsaeng tidak berbeda dengan Kyuhyun" ujar Siwon menatap Kyuhyun juga Changmin dengan tegas

"hyung!" changmin menunduk dengan wajah memerah

"kau namja yang normal kan Kyu? Kau dongsaengku yang normal kan?" Siwon mencengkram bahu Kyuhyun

"tentu saja hyung! aku namja yang normal. Aku menyukai makhluk pemilik payudara juga rahim dan vagina. Kenapa kau begitu meragukanku hyung?" jawab Kyuhyun cemberut beragyeo dihadapan hyungnya

"aku takut kehilanganmu Kyu! Kau satu – satunya saudara yang aku miliki setelah aku begitu kesepian menjadi anak tunggal selama 15 tahun lamanya! Aku sangat menyayangimu" Siwon lepaskan cengkramannya dari bahu Kyuhyun dengan wajah memelas

"arraseo! Aku sangat mengetahuinya hyung!" Kyuhyun memeluk Siwon sebelum dia juga anak buahnya pergi

.

.

Suara langkah dua orang terdengar semakin jelas menuju lorong dimana Kyuhyun baru saja melepaskan pelukannya dari Siwon. langkah itu semakin jelas lalu munculan sang kepala sekolah bersama guru sejarah yang baru dan begitu fenomenal sejak kedatangannya dia sudah menjadi buah bibir disekolah itu.

"Letnan Cho! Bagaimana hasil penyelidikan anda? Apa anda menemukan bukti lain selain mereka tewas karena tenggelam?" tanya kepala sekolah saat mereka sudah mendekat

"kami harus menunggu hasil outopsi pak kepala! Kami akan segera memberikan kabar setelah kami mendapatkan hasilnya!" jawab Siwon melirik kearah guru Lee yang sejak tadi memang sedang memandanginya

"dan kenapa kalian berada disini? Bukankah sekolah sudah memerintahkan kalian untuk tinggal diasrama?" tanya kepala sekolah menatap Kyuhyun dan Changmin bergantian

"aku yang memintanya untuk menemuiku disini pak kepala! Cho Kyuhyun adalah dongsaeng-ku!" jawab Siwon mewakili

"jinja? Kalian memang adik kakak?" kepala sekolah bertanya seolah tidak percaya karena dimatanya Siwon dan Kyuhyun memang tidak memiliki wajah yang mirip

"lalu kau siapa?" tanya Siwon menatap guru Lee penuh rasa penasaran

"namaku Lee Sungmin! Aku guru sejarah yang baru disekolah ini!" jawab guru Lee menganggukan wajahnya

"entah kenapa wajahmu tidak begitu asing buatku! Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Siwon memandang Sungmin dengan berfikir keras berusaha untuk dapat mengingat dimana dia pernah bertemu dengan lelaki manis yang berdiri dihadapannya

"mungkin dimasa lalu kita pernah bertemu! Aku juga merasa tidak begitu asing dengan wajahmu Letnan!" guru Lee berkata dengan tatapa tajam menatap Siwon lalu melirik Kyuhyun

"baiklah! Kami harus pergi sekarang pak kepala. Kami akan segera mengabarkan hasil otopsi dan penyelidikan kami" Siwon pamit sedikit membungkuk lalu menepuk bahu dongsaeng yang sangat disayanginya itu

.

.

Seminggu berlalu sejak kematian pasangan gay yang tewas tenggelam dikolam renang sekola elit itu. pihak kepolisian memastikan mereka tenggelam karena kaki yang kram setelah mereka lelah berenang. garis polisi yang membatasi kolampun sudah dilepas sebagai tanda kolam itu sudah boleh kembali digunakan semua siswa. Meski begitu para siswa masih enggan untuk menggunakan kolam terdalam disekolah itu. mereka takut arwah penasaran kedua siswa namja itu menghantui mereka.

Kyuhyun sudah duduk manis didalam kelas menunggu pelajaran sejarah dari guru yang mungkin saja sudah menjadi favoritenya. Changmin datang membawa buku tebal sesuai perintah dari guru Lee lalu menepuk bahu Kyuhyun.

"apa kau sudah mendapatkan buku yang ditugaskan guru Lee?" tanya Changmin duduk diatas meja Kyuhyun

"bukankah kau yang sudah mendapatkannya? Satu buku untuk dua orang bukan? Kebetulah kita satu kamar jadi aku tidak perlu lagi mencarinya" jawab Kyuhyun santai sambil tersenyum

"sialan! Baiklah kau menang" ujar Changmin menyerah lalu duduk diatas kursinya.

.

Bel sudah berbunyi, tanda pelajaran akan segera dimulai. Semua siswa dikelas Kyuhyun yang merupakan kelas unggulan disekolh itu sudah duduk rapi diatas kursi masing – masing sebelum gulu Lee datang.

"selamat pagi!" sapa guru Lee masuk dengan aroma perfume yang sangat segar mengharumkan seisi kelas membuat semua siswa tersihir oleh aromanya

Pagi itu guru Lee memakai kemeja biru muda dengan lengan panjang yang dia lipat hingga kesiku. Dipadu celana pentalon warna hitam. Guru manis dengan pesona yang luar biasa itu benar – benar memanjakan mata siapapun yang memandangnya.

Hampir semua siswa tidak dapat mengalihkan pandangannya dari guru bermarga Lee itu. termasuk Kyuhyun yang sejak guru androgini itu masuk merasakan debaran didadanya lebih cepat dari biasanya.

'kenapa mataku tidak bisa aku ajak kompromi? Kenapa aku terus saja memandanginya meski kini dia sedang menunduk?' Lirih Kyuhyun monolog

Guru Lee mulai membuka buku hasil tulisannya sendiri lalu melangkah berdiri didepan kelas menghadap semua siswanya untuk memulai pelajarannya.

"apa kalian sudah mendapatkan buku itu? minggu lalu aku sudah menugaskan kalian untuk mencarinya" tanya guru Lee membuka percakapan

"sudah bu!" jawab ketua kelas mewakili murid lainnya

"bagus! Jika begitu apa kalian sudah menemukan jawaban atas pertanyaan minggu lalu? Kenapa raja Joseong selalu menangis setiap malam saat terjadi pembantaian umat Katolik? Adakah diantara kalian yang bisa menjawabnya?" tanya guru Lee menatap semua siswanya bergantian

"nega!" seru Choi Minho berdiri dengan wajah yang penuh kebanggan

"kau Choi Minho! Apa jawabanmu?" guru Lee melangkah mendekati kursi Minho menatap Minho dengan tatapan oenuh kesan

"karena dia sangat menyesal tidak bisa menyelamatkan nyawa rakyatnya! Dan lebih menyerah pada tuntutan para menteri yang meminta pembantaian itu terjadi" jawab Minho tegas melirik kearah guru Lee yang sedang menatapnya

"jawabanmu memang bisa diterima, tapi itu bukan alasan yang tepat kenapa raja Joseon menangis setiap malamnya. Apa ada yang lainnya yang bisa menjawab?" guru Lee kembali melangkah menuju depan kelas lalu tatapannya kembali berakhir kearah kursi dimana Cho Kyuhyun berada

"nega!" ujar siswa berkaca mata yang memang siswa terpandai dalam pelajaran sejarah dikelas itu

"kau! Aku tahu kau adalah siswa terpandai dalam pelajaranku. Aku yakin kau pasti bisa menjawabnya. Tapi aku ingin memberikan kesempatan pada siswa yang tidak menyukai pelajaranku untuk menjawabnya! Apa kau bisa menjawab pertanyaanku Cho Kyuhyun?" guru Lee kembali menodong Kyuhyun dan kini dengan tatapan yang jauh lebih dingin juga sinis

Kyuhyun diam tanpa bersuara. Dia hanya terus menatap mata guru Lee seperti ingin mengirimkan signal dari tatapannya itu. dan kini giliran guru Lee yang menjadi mati gaya karena tatapan bermakna itu.

"Cho Kyuhyun! Aku bertanya padamu apa kau bisa menjawab pertanyaanku?" tanya guru Lee sedikit gugup

Kyuhyun berdiri masih menatap mata guru Lee. Dia lalu tersenyum dengan menyunggingkan satu bibirnya lebih tinggi dan mulai bersuara.

"apakah aku adalah siswa yang benar – benar membuatmu penasaran guru Lee? Atau mungkin kau menaruh perhatian padaku. Dari sekian banyak siswa didalam kelas ini yang berharap kau menyebut nama mereka, kenapa selalu aku yang menjadi sasaranmu untuk menjawab pertanyaanmu. Sudah aku katakan aku tidak menyukai pelajaran ini. Bagaimana bisa aku menjawab soal itu?" Kyuhyun masih bertahan dengan cara dia menatap gurunya itu tanpa berkedip

"ahh jadi kau tidak bisa menjawabnya! Baiklah. Kau siswa berkaca mata apa jawabanmu?" guru Lee mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun kearah siswa berkaca mata yang dia tidak tahu namanya

"raja Joseong menangis karena dia menyesal tidak dapat menyelamatkan rumah tangganya! Tidak dapat menyelamatkan nyawa permaisuri! Tidak dapat menyelamatkan nyawa istrinya sendiri yang adalah salah satu umat Katolik yang tewas dibantai saat berdoa didalam gereja! Harus kau ingat guru Lee Siswa berkaca mata itu memiliki nama! Yang Yoon Ho! Ataukah kau hanya mengingat nama siswa yang memiliki wajah tampan saja?" tiba – tiba Kyuhyun menjawab pertanyaan yang selama ini menjadi PR pelajaran sejarah dengan lantang dan nada yang menantang guru Lee Sungmin

Semua siswa dalam kelas itu tercengang atas apa yang baru saja dilakukan Kyuhyun. Mereka semua tidak memiliki jawaban dari pertanyaan yang diberikan guru Lee minggu lalu. Bahkan mereka semua memiliki jawaban yang hampir sama dengan apa yang dimiliki Choi Minho. Mungkin hanya Kyuhyun dan siswa berkaca mata bernama Yang Yoon Ho itu saja yang memiliki jawaban seperti yang diharapkan guru Lee

Guru Lee tersenyum sinis lalu melirik Kyuhyun kemudian melangkah menuju barisan dimana bangku Kyuhyun berada berjalan perlahan mendekati Kyuhyun. Dan berbisik pelan sekali

"kau memang benar! Aku hanya mampu mengingat nama – nama siswa yang memiliki wajah yang tampan Cho Kyuhyun. Kau tahu kenapa? Karena aku adalah seorang gay" guru Lee kembali berdiri tegak melangkah menuju depan kelas dan meneruskan kembali pelajarannya.

.

.

Pelajaran sejarah sudah usai. Guru Lee sudah keluar meninggalkan kelas unggulan itu. shim Changmin yang sejak tadi menahan untuk bertanya pada Kyuhyun tidak lagi kuasa menahannya. Dia segera membalikan bangkunya kearah sahabatnya itu

"yaa! Apa yang kau lakukan tadi? Apa kau memang benar sengaja menyindirnya?" tanya Changmin antusias

"aku tidak suka cara dia menatapku! Aku tidak suka cara dia menodongku dengan pertanyaan! Aku tidak suka caranya memperlakukanku" jawab Kyuhyun berdiri lalu berjalan menuju pintu untuk keluar

"yaa kau mau kemana?" tanya Changmin setengah berteriak

"berak! Kau mau ikut?" jawab Kyuhyun menggunakan kata yang kotor dengan sengaja

"gila!" balas Changmin menggelengkan kepalanya

.

.

Kyuhyun hanya termenung didalam toilet itu. tidak membuang air kecil atau besar bahkan mencuci tangannya saja tidak dia lakukan. Dia hanya menarik nafas panjang lalu kembali menghembuskannya. Terlihat jelas dia benar kebingungan. Dia lalu segera keluar dari dalam ruangan sempit itu.

Clek

Pintu toilet itu dibuka Kyuhyun. Dia lalu berhenti dan terkejut karena saat itu guru Lee sedang berjalan menuju toilet yang biasa digunakan oleh para guru yang letaknya memang bersebelahan dengan toilet siswa.

Degdeg degdeg

Jantungnya berdebar terasa kencang. Kyuhyun benar – benar heran dibuatnya

'kenapa aku harus berdebar seperti ini saat aku melihatnya? Berpapasan dengannya aku selalu merasa kaku dan salah tingkah, ahh kau normal Cho Kyuhyun'

Kyuhyun berusaha untuk menggerakan kakinya walau terasa begitu berat. Saat guru Lee sudah semakin dekat tiba - tiba namja dewasa dengan ilmu sejarah yang sangat mumpuni itu tersenyum manis pada Kyuhyun.

"aku suka dengan kejutan yang kau berikan dikelas tadi! Diam – diam kau ternyata belajar keras untuk bisa menikmati pelajaran yang kau tidak sukai. Aku sangat menghargai itu Cho Kyuhyun! Lain kali berusahalah untuk bersikap lebih jujur tanpa harus berpura – pura"

Guru Lee berkata pada Kyuhyun dengan tatapan mata yang mengarah kedinding toilet tanpa memberikan tatapan itu terhadap Kyuhyun.

"aku tidak pernah berpura – pura guru Lee! Aku memang tidak pernah menyukai pelajaran sejarah sejak dulu. Tapi bukan berarti aku tidak juga membaca buku pelajarannya. Aku hanya tidak suka terlihat menonjol untuk memamerkan pengetahuanku didalam kelas"

Balas Kyuhyun dengan sikap dan perlakuan yang sama. Mereka berdua menghindar untuk saling memandang.

"maksudku jujur dengan apa yang kau rasakan! Aku sedang berbicara tentang perasaanmu Cho Kyuhyun" kali ini guru Lee benar – benar sedang menatap Kyuhyun dengan tajam

"perasaanku? Apa maksudmu guru Lee?" suara Kyuhyun terdengar parau juga begitu pelan

"kau sudah merasakan sesuatu namun kau terus berusaha untuk menyangkalnya. Apa yang sedang kau hindari Cho Kyuhyun?" guru Lee terus menatap kedalam mata Kyuhyun

"aku tidak merasakan apapun guru! Aku namja yang sangat normal! Aku bukanlah seorang gay" ujar Kyuhyun dengan wajah memerah lalu menunduk

"gay? Apakah aku berkata gay? Apakah kata itu keluar dari mulutku? Kau terlalu naif untuk menutupi kekuranganmu Cho Kyuhyun! Kini aku semakin yakin kau memang seorang gay!"

Guru Lee memalingkan wajahnya dari Kyuhyun, berlalu melangkah menuju toliet setelah mengucapkan kalimat yang berhasil membuat Kyuhyun membeku.

'sebenarnya apa maksud dari percakapan yang kita lakukan saat ini Lee Sungmin? Kau benar – benar membuatku semakin bingung'

Kyuhyun berbicara pada dirinya sendiri memandangi punggung guru Lee yang berlalu menuju toilet.

.

.

Langit sudah menunjukan warna gelapnya. Saatnya para siswa untuk beristirahat didalam kamar asrama. Kyuhyun kembali merasa gelisah dan tidak dapat memejamkan matanya untuk tidur. Sementara Shim Changmin begitu asyik membaca stensilan diatas kasurnya sambil melakukan sesuatu pada vitalnya.

Kyuhyun yang memang posisi ranjangnya diatas ranjang Changmin bisa merasakan apa yang sedang Changmin lalukan terhadap dirinya, membuatnya semakin merasa tidak nyaman.

"kau melakukannya lagi Changmin-ah!" keluh Kyuhyun bangun lalu turun dari ranjangnya menyusuri tangga besi

"kau mau kemana?" tanya Changmin meraih tissue yang dia letakkan disampingnya

"aku akan keluar! Sudah lama aku tidak memberi Poly makan!" jawab Kyuhyun membuka pintu kamarnya

"kau harus berhati – hati! Mungkin saja arwah Jin Yi dan Hee Jan sedang bergentayangan!" canda Changmin melempar tissue bekas kedalam keranjang sampah dibawah kasurnya

"yaa Shim Changmin! Aku sungguh tidak suka dengan candaanmu! Be grow up please!" protes Kyuhyun menutup pintu dengan keras

"sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia menjadi begitu sensitif? Aku tidak suka" ketus Changmin menutup buku stensilannya

.

.

Kyuhyun rapatkan mantelnya untuk membuatnya lebih hangat saat berjalan menuju kandang seekor anjing Rothwiler milik sekolahan bernama Poly. Dari semua siswa mungkin hanya Kyuhyun yang berani mendekati anjing Jerman itu.

Dari jauh Poly sudah mencium bau khas yang Kyuhyun miliki. Dia lalu menggongong kearah Kyuhyun

"Poly-ah apakah kau memang sudah tahu aku datang hah?" Kyuhyun berlari lalu memeluk anjing yang terjenal galak itu

Hubungan persahabatan antara Kyuhyun dengan anjing peliharaan sekolah memang sudah lama terjalin. Keakraban mereka sudah pada tahap menjilati seluru bagian wajah tampan Kyuhyun hingga basah oleh saliva milik Poly

"kau membuat wajahku kembali basah Poly-ah! aku tahu kau pasti sangat merindukanku" ujar Kyuhyun mengusap usah leher Poly.

Poly tiba – tiba menggongong begitu keras. Tatapan matanya tertuju pada perpustakaan sekolah yang jaraknya agak jauh dari kandangnya. Hanya saja perpustakaan itu memang berseberangan dengan kandang Poly yang terhalang lapangan olah raga.

Kyuhyun menjadi penasaran dengan gonggongan Poly. Dia lalu menoreh kearah perpustakaan dan dia kembali dibuat terkejut karena melihat guru Lee sedang berjalan menuju perpustakaan yang masih terang itu.

"siapa dia? Apa yang akan dia lakukan didalam sana?" tanya Kyuhyun penasaran

Tak lama setelah namja itu masuk kedalam perpustakaan itu, guru Lee dengan mantel tebalnya berjalan dengan tujuan yang sama yaitu perpustakaan. Sambil melihat kekiri dan kekanan guru Lee masuk mengendap – endap kedalam perpustakaan.

"guru Lee! Apa yang dia lakukan? Bukankah ini terlalu malam untuk pergi keperpustakaan?" Kyuhyun berbicara pada Poly, lalu spontan dia melangkah meninggalkan Poly menuju perpustakaan

Lampu perpustakaan itu tiba – tiba mati hanya seberkas sinar mungkin dari senter yang dimiliki ponsel karena kini perpustakaan itu menjadi remang – remang. Angin beritup begitu kencang menusuk leher Kyuhyun yang memang tidak tertutup mantelnya.

"astaga kenapa perasaanku menjadi begitu gelisah? Kenapa aku merasa begitu ketakutan?" Kyuhyun bicara monolog berusaha membuka pintu perpustakaan dengan sangat pelan

Kreeet

Pintu perpustaan itu mengeluarkan suara yang pelan. Kyuhyun lalu masuk kedalam perpustakaan dan langkahnya menuju cahaya remang disudut ruangan. Pelan namun semakin jelas, Kyuhyun mendengar suara – suara desahan dari arah cahaya itu.

Bruk

Sesuatu mungkin terjatuh dan desahan itu semakin terdengar keras. Rekitan rak yang terdorong terdengar mengiringi suara desahan itu. semakin dekat dan semakin jelas kini Kyuhyun melihat dengan sangat jelas apa yang dilakukan kedua orang itu didalam perpustakaan sekolah.

Blash

Jantung Kyuhyun terasa ditusuk belati yang amat tajam. Dia melihat dengan sangat jelas Taemin satu teman baiknya sedang menungging dengan celana yang diturunkan hingga mata kakinya diatas meja perpustakaan sementara dibelakangnya pelatih renang yang juga menurunkan celana panjangnya sedang bergerak mau mundur mendorong bokongnya dibelakang Taemin.

Perasaan mual dan pusing Kyuhyun rasakan melihat adegan mesum itu. isi perutnya mendesak untuk keluar dari mulutnya. Pandangannya terasa berputar dan kunang – kunang. lalu

Sreet

Tiba – tiba seseorang menarik Kyuhyun kebalik rak tinggi tempat buku – buku tersusun rapi. Seseorang itu adalah guru Lee yang membekap mulut Kyuhyun agar tak bersuara.

"diam dan jangan bersuara! Tutup telingamu jika kau tidak sanggup mendengar desahan mereka" bisik guru Lee ditelinga Kyuhyun

Kyuhyun hanya sanggup untuk menganggukan kepalanya tanda dia mengerti. Namun perasaan mula masih juga tidak pergi.

Guru Lee masih membekap mulut kyuhyun dimana posisi mereka berdua seperti dua orang yang hendak berpelukan. Badan mereka menempel begitu erat, jarak wajah mereka juga begitu dekat. Pesona guru Lee jauh lebih terlihat dari jarak yang begitu dekat. Kulit wajah yang putih mulus tanpa satupun noda diatasnya. Sungguh tampilan kecantikan yang nyaris sempurna melebihi yeoja umumnya.

Mata mereka beradu pandang dan saling menatap menunggu dua orang dengan nafsu kotor membereskan aksinya dipojok ruangan.

"kau harus ingat untuk menutup mulutmu! Temui aku ditempat ini tiga hari lagi! Maka aku akan memerintahkan Jeong Yoo untuk berhenti membully-mu!" terdengar suara berat pelatih renang berbicara pada taemin

Tidak suara yang keluar dari mulut Taemin. Lalu terdengar suara langkah tergesa dari pelatih renang yang bergegas keluar dari perpustakaan itu.

Hik hik hik

Kini terdengar suara rintihan tangisan Taemin yang juga sedang melangkah mengikuti jejak langkah pelatih renang dengan langkah yang berat dan sedikit diseret. Sepertinya Taemin merasakan sakit disekitar anusnya yang sudah mengalami pelecehan dari pelatih renang itu.

Perlahan mata Kyuhyun ikut berkaca – kaca merasakan luka yang dialami teman baiknya yang memang lemah itu. air bening itu perlahan keluar membasahi matanya saat Taemin benar – benar sudah meninggalkan perpustakaan. Air mata yang keluar dari mata Kyuhyun telah berhasil membuat guru Lee tercengang

"kau menagis? Waeyeo?" tanya guru Lee melepaskan tangannya dari mulut Kyuhyun

"dia sahabat baikku! Ternyata apa yang terjadi dipojok itu adalah sebuah pelecehan bukan sesuatu yang dia inginkan! Dan yang aku lakukan hanya diam menahan rasa mualku mendengarkan suara babi itu mendesah menikmati tubuh sahabatku tanpa melakukan apapun! Itulah kenapa aku menangis" jawab Kyuhyun berpaling lalu melangkah meninggalkan guru Lee dilorong itu

'kau memiliki rasa kasih terhadap sahabatmu! Kau bahkan meneteskan air matamu saat melihat sahabatmu terluka dan kau tidak melakukan apapun untuk menolongnya? Kau sungguh berbeda dengan kau yang dulu Cho Kyuhyun! Kau pasti tidak tahu apa yang dirasakan sahabatmu itu adalah apa yang aku rasakan dulu! Apa yang dilakukan namja yang kau sebut babi itu adalah apa yang kau lakukan dulu padaku'

tbc

annyeong!

update juga nihh

wahh gomawo buat respon kalian di chap jama modern yang seru seru isi reviewnya

nihh vai suguhin chap ini buat jawab tanya kalian tentang guru Lee juga arwah pangeran Sungmin.

semua sudah terjawab siapa sebenarnya guru Lee itu

buat yang masih bingung ff ini reinkarnasi atau apa tungguin terus chapter berikutnya karena setiap chapter vai bakalan jawab tanya dan rasa penasaran kalian

buat yang penasaran ama sosok hyung dari Kyuhyun tuh udh vai jawab hyungnya adalah Siwon yang marganya jadi Cho

gmn pendapat kalian dengan chap ini?

kalian suka g sikap tegas Kyuhyun dan sikap flirty yang Ming lakukan ke Kyu?

akan semakin banyak momen Kyumin dichap selanjutnya

pantengin terus yah!

review pliss kasih tau pendapat kalian dengan chap ini

gomawo deep bow buat kalian semua

saranghae aishiteru wo ai ni

muaachhh

annyeong!