hanna

dul

set

Kyuhyun melemparkan mantelnya sembarangan dan membuat gaduh didalam kamar selagi Changmin sedang tertidur.

"brengsek!" teriak Kyuhyun memukul tembok dengan kepalan tangannya membuat tangannya berdarah karena membentur tembok

Changmin terbangun karena kaget mendengar suara bising yang Kyuhyun buat. Dia lalu membuka matanya dan menoreh kearah Kyuhyun yang sedang berdiri menghadap tembok masih menempelkan bogem mentahnya ditembok itu

"Kyuhyun-ah waeyeo? Kenapa kau berisik sekali?" tanya Changmin duduk lalu turun dari kasurnya

"aku menyesal kenapa aku harus keluar dari kamar ini tadi. Aku benar – benar menyesal" jawab Kyuhyun tersungkur duduk diatas lantai membiarkan darah menetes dari tangannya yang terluka

"apa yang terjadi? Kenapa tanganmu berdarah? Apa yang dilakukan Poly padamu?" tanya Changmin bertubi – tubi lalu jongkok didekat Kyuhyun

"apa yang aku lihat aku benar – benar berharap itu hanyalah sebuah mimpi" jawab Kyuhyun melirik Changmin dengan tatapan luka lalu berdiri dan menaiki anak tangga besi untuk segera naik keatas kasurnya. Meninggalkan Changmin dengan dengan penasaran karena Kyuhyun tidak memberinya jawaban yang jelas

"sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu Kyuhyun-ah? kenapa belakangan ini kau begitu menyebalkan" keluh Changmin berdiri kembali berbaring diatas kasurnya.

'biadab! Aku tidak akan membebaskanmu guru Han! Aku akan membuat perhitungan karena kau telah membuat sahabatku terluka'

.

.

.

At Cho's Family Place

Siwon begitu sibuk membuka dan mengobrak abrik berkas didalam dus yang bertuliskan "belum terpecahkan". Kasus tenggelamnya beberapa namja yang sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu.

Kasus turun termurun yang diturunkan kepada petugas yang baru dilantik untuk memecahkan kasus misterius itu. tuan Cho Tae song yang adalah appa dari Siwon dan Kyuhyunlah yang menurunkan kasus tersebut ketangan Siwon dan mempercayakan kasus itu pada putera sulungnya. Sebelumnya tuan Cho tae Songlah yang bertugas untuk memecahkannya namun dia tidak berhasil menjalankan tugasnya.

Peristiwa tenggelamnya beberapa namja yang disinyalir adalah pasangan gay ditemukan tenggelam dibeberapa sungai dengan riak air yang tenang. Tidak hanya disatu tempat. Tapi ditemukan dibeberapa sungai diseluruh negara Korea Selatan. Kasus itu menjadi kasus nasional dengan korban terbanyak melebihi korban gempa sekalipun. Namun yang menjadi istimewa dari kasus itu adalah rata – rata korban yang ditemukan selalu dalam kondisi memiliki noda sperma disekitar selangkangannya meski mereka sudah tenggelam. Noda sperma itu tidak hilang oleh air.

"sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian semua? Apakah kalian benar – benar tenggelam? Apa yang kalian lakukan disungai sehingga kalian memiliki noda sperma?" tanya Siwon memandangi gambar korban yang dimuat dibeberapa surat kabar usang, satu persatu kemudian menempelnya didinding ruang kerjanya.

Tok tok tok

Ruang kerja Siwon itu diketuk seseorang.

"masuklah!" seru Siwon masih fokus pada berkasnya

"sampai kapan kau menghabiskan waktumu berkutat dengan kasus itu? Yoona tidak bisa menunggumu lebih lama lagi untuk segera menikahinya. Semakin hari usianya bertambah tua Siwon-ah! kau memiliki saingan karena kini Yoona sudah dilamar seorang dokter" nyonya Cho masuk membawakan kopi untuk putera sulungnya

"eomma! Bagaimana jika aku memang memustuskan untuk hidup melajang selamanya hingga aku memecahkan kasus ini? Kasus ini sudah menjadi opium buatku! Aku tidak bisa tenang sebelum aku bisa memecahkannya. Setiap malam aku seperti dihantui oleh para korban yang seolah – olah memintaku untuk memecahkannya" Siwon mengacak – acak rambut spike-nya lalu bersandar disandaran kursi

"jika begitu kau sudah membunuh eomma secara perlahan Siwon-ah! usiamu sudah 33 tahun. Eomma ingin sekali menimang cucu yang lucu. Kau tega jika aku lebih mementingkan kasus itu" protes nyonya Cho berdiri dihadapan puteranya dengan wajah kesal

"miane eomma! Jeongmal miane! Aku memang sudah menjadi gila karena kasus ini. Aku bahkan menemui seorang cenayang untuk membantuku memecahkan kasus ini" Siwon meraih tangan nyonya Cho dan menyandarkan pipinya dipunggung tanya itu

"Tuhan kenapa kau menghukumku seperti ini? Kau menitipkan dua namja dalam rahimku! Dan kenapa tidak ada satupun yang bisa memenuhi keinginanku?" nyonya Cho membelai wajah Siwon dan menatapnya dengan sendu

"Kyuhyun pasti bisa menjadi puteramu yang sempurna eomma! Dia begitu cerdas dan sangat penurut. Dia berbeda denganku. Dia pasti akan memberimu cucu" hibur Siwon mencium punggung tangan nyonya Cho

Nyonya Cho hanya diam dan perlahan matanya berkaca – kaca lalu air mata itu menetes tak tertahankan.

"eomma wae? iljima!" Siwon mendiri menyeka air mata yang membasahi pipi nyonya Cho

"Siwon-ah! ada yang ingin eomma tunjukan padamu! Sudah lama eomma mencurigai sikap dan tingkah dongsaengmu itu! eomma seorang Psikiater dan eomma bisa menyimpulkan apa yang sudah menimpa dongsaengmu itu" ujar nyonya Cho memalingkan wajah kemudian melangkah menuju pintu

"eomma!" Siwon memanggil eommanya

"ikut aku!" perintah nyonya Cho membuka pintu ruang kerja Siwon

"nee!" Siwon bergegas mengikuti langkah nyonya Cho

Nyonya Cho berjalan menuju kamar Kyuhyun yang sudah lama kosong karena Kyuhyun tinggal didalam asrama sekolah elitnya. Siwon berjalan pelan mengikuti nyonya Cho dibelakangnya menuju kamar dongsaeng yang sangat dicintainya itu.

Nyonya Cho merogoh kunci kamar Kyuhyun dari dalam saku bajunya lalu membuka kunci itu.

Clek

Pintu kamar Kyuhyun terbuka, nyonya Cho lalu masuk diikuti Siwon dibelakangnya. Perlahan nyonya Cho membuka laci meja belajar Kyuhyun lalu mengeluarkan buku harian milik Kyuhyun. Nyonya Cho membuka lembar demi lembar buku harian itu lalu mulai membaca tulisan dalam buku itu

'wajah namja berpakaian seperti seorang bangsawan itu masih menjadi misteri! Aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas! Namun aku menjadi begitu penasaran dengan sosok namja yang kerap datang dalam mimpiku'

Nyonya Lee membuka kembali lembaran lainnya lalu kembali membacanya

'tadi malam aku kembali bermimpi aneh masih dengan namja berwajah misterius! Aku berpakaian seperti seorang bangsawan dijaman kerajaan! Aku menanggalkan pakaianku lalu masuk kedalam sebuah bathtube kuno begitu aku menyebutnya. Didalam bathtube itu ada seorang namja yang telanjang namun wajahnya begitu samar sehingga tidak terlihat jelas. Dalam mimpi itu aku sepertinya melakukan hal yang buruk pada namja itu. aku tidak kuasa menuliskannya'

Kembali nyonya Cho membaca beberapa halaman berikutnya

'mimpiku tadi malam sungguh aneh dan sangat menjijikan. Aku berada didalam sebuah ruangan dimana banyak alat musik kuno didalamnya. Aku sedang melakukan anal sex dengan seorang namja yang sangat tampan. Kami berdua sama – sama telanjang. Dalam mimpi itu aku melihat wajah Siwon hyung memergoki kami yang sedang asyik bercinta didalam ruangan itu. lalu dibelakang Siwon hyung aku juga melihat sosok namja dengan wajah misterius'

Nyonya Cho kini menangis sambil membuka halaman berikutnya dengan gemetaran

"eomma cukup!" Siwon menghampiri berusaha merebut buku itu

"andwee! Biarkan eomma membaca halaman ini" nyonya Cho berhasil menahan buku harian itu lalu kembali membaca

'Tuhan! Apakah aku adalah namja yang normal? Kenapa dalam mimpi basahku aku selalu melakukan sex dengan namja? Kenapa hingga usiaku yang sudah menginjak 18 tahun ini aku masih belum merasakan ketertarikan terhadap seorang yeoja?'

Nyonya Cho menutup buku harian itu dengan derai air mata. Dia lalu memandang Siwon dengan tatapan terluka dan sangat menderita

"Siwon-ah! apakah dongsaeng-mu itu namja yang normal? Dia begitu bersikukuh ingin sekolah disekolah khusus namja. Dia tidak mencariku saat merasakan gundah karena mimpi – mimpinya. Dia jauh lebih mempercayai buku hariannya dari pada aku eomma-nya sendiri?" nyonya Cho menangis tersedu dalam pelukan Siwon

"eomma! Aku tahu kenapa dia tidak mencarimu untuk mengeluhkan kegelisahannya. Karena dia takut kau akan mengetahui apa yang sudah terjadi padanya. Aku akan berusaha untuk menasehatinya eomma! Aku akan bersikap tegas padanya! Uljima! Aku tidak ingin melihatmu menangis" Siwon mengusap – usap punggung nyonya Cho yang bersandar padanya

'Tuhan inilah yang aku takutkan dalam hidup ini! Aku takut Kyuhyun memiliki kelainan seperti yang selama ini aku pikirkan! Jangan ambil Kyuhyun dari kami Tuhan! Jagalah dia aku mohon'

.

.

.

In the School

Kolam renang itu begitu sepi apalagi lewat tengah malam seperti malam itu. Kyuhyun melangkah menyusuri pinggiran kolam terdalam dimana dua temannya sudah menjadi korban didalam kolam itu. sesekali dia turunkan telapak kakinya sekedar untuk membasahinya. Dia lalu merogoh saku celananya untuk menghubungi seseorang.

Tuuut tuuuut

Kyuhyun mendengarkan dengan seksama nada yang tersambung diponsel orang yang ditelponnya

"yeobseo!" suara berat seorang namja menjawab panggilannya

"guru Han! Temui aku sekarang juga! Aku kini berada didepan kolam renang! Aku menyaksikan apa yang kau lakukan terhadap Taemin didalam perpustakaan malam itu! jika kau tidak datang aku akan melakukan hal terburuk yang bisa aku lakukan pada seorang maniak sepertimu! Kau tahu siapa appaku bukan? Dia kepala kepolisian dikota ini! Dengan kekuasaan yang dia miliki aku bisa memenjarakanmu walau tanpa barang bukti"

Kyuhyun segera menutup telponya setelah mengancam guru Han Jae Sik orang yang telah menyodomi Taemin sahabatnya.

.

.

Sret sret

Suara langkah begitu berat terdengar menghampiri Kyuhyun yang masih berdiri didepan kolam terdalam itu. kyuhyun lalu menoreh kearah suara langkah berasal. Guru Han dengan setelan trainingnya berjalan menghampiri Kyuhyun yang sedang begitu sadis menatapnya

"apa yang kau inginkan dari Cho Kyuhyun?" tanya guru Han angkuh tanpa rasa takut apalgi bersalah

Sret,,,, byuuuurrrrr

Seketika Kyuhyun menarik tengkuk guru Han lalu menjatuhkannya kedalam kolam terdalam itu. guru Han yang seorang pelatih renang tentu saja tidak menemui kesulitan untuk menyelamatkan diri meski kolam itu dalam sekali. Dia lalu berenang ketepian untuk kembali naik

"kau pikir apa yang kau lakukan brengsek? Kau lupa aku adalah seorang pelatih renang" teriak guru Han berusaha naik keatas melalui tangga alumunium itu

Kyuhyun hanya tersenyum sinis melihat guru Han berjalan dengan pakaian basah menyusuri lantai dingin dikolam itu

"aku tahu! Tapi aku lihat kau tadi menelan air dikolam itu, setidaknya kau telah menelan air seniku! Aku baru saja mengencingi kolam itu! ahh seharusnya aku mengotorinya dengan spermaku" Kyuhyun berkata dengan tatapan dingin melangkah pelan menghampiri guru Han sambil memainkan pisau cutter ditangannya

"apa yang aku lakukan? Kau gila Cho Kyuhyun" bentak guru Han berusaha lari menghindari Kyuhyun

Kyuhyun lalu bergegas mengejar guru cabul itu. dan dia berhasil karena larinya lebih cepat dibanding guru yang basah kuyup itu. kyuhyun raih kerah belakang stelan training guru Han dengan sangat kasar. Dia lalu menarik tubuh gurunya itu hingga terjatuh kelantai dan terbentur. Guru Han jatuh telungkup, kemudian Kyuhyun dengan gesit menindih tubuh guru Han sambil menodongkan pisau cutter dilehernya.

"kau takut padaku guru Han? Kenapa kau lari menghindariku? Apa anusku tidak membuatmu bergairah? Ataukah kau hanya bergairah dengan namja cantik seperti Taemin?" sindir Kyuhyun memutar mata pisau cutter itu ke seluruh wajah guru Han

"apa yang kau inginkan? Katakan padaku?" teriak guru Han membentak

"diaaaam!" bentak Kyuhyun kencang lalu merobek celana guru Han dengan pisau Cutternya berdarah karena mata pisau itu melukai bokong guru cabul bernama Han Yu Shin.

"lepaskan aku!" guru Han berusaha berontak

Kyuhyun balikan pisau cutternya kesisi sebaliknya lalu merengtangkan kaki guru Han

Blash

Ujung pisau cutter itu Kyuhyun masukan dengan paksa kedalam anus guru Han hingga berdarah membuat guru Han berteriak karena kesakitan

"aaaaaaaaaa! Bajingaaan aku akan membuat perhitungan denganmu Cho Kyuhyun!" teriak guru Han dengan air mata menetes karena dia memang sedang kesakitan

"kau harus merasakan sakit seperti yang Taemin rasakan brengsek! Ini belum seberapa yang bisa aku lakukan jauh lebih buruk dari ini. Aku menunggu saat kau membuat perhitungan denganku" balas Kyuhyun berdiri memasukan cutter berlumur darah itu kedalam jaketnya lalu berjalan dengan lenggang meninggalkan guru Han yang masih terlungkup menahan rasa sakit dianusnya yang berlumur darah

'aku tidak peduli apa yang akan terjadi padaku esok hari! Meski dikeluarkan dari sekolah ini sekalipun aku tidak peduli. Aku puas karena sudah membalaskan rasa sakit dari sahabatku'

.

.

Tanpa Kyuhyun dan guru Han ketahui, diatas sana diatas papan luncur ada yang sedang menyaksikan kejadian sadis yang baru saja terjadi. Wajah cantik seorang guru sejarah tersenyum puas memandangi punggung Kyuhyun yang hendak meninggalkan kolam itu. lalu berpaling kearah guru Han yang berusaha berdiri tertatih menahan sakit dari anusnya yang terluka dengan tatapan pernuh amarah

'kau akan mati dalam kutukanku makhluk bejad! Aku akan buat kau menderita didalam air mancurku hingga nyawamu lepas dari tubuhmu'

Guru Lee menggerakan tangannya memutar seperti memberikan aba – aba pada riak air dikolam renang itu. secara misterius air dikolam itu memutar lalu naik membentuk sebuah air mancur dengan semburan yang tinggi dan suara yang keras.

Guru Han tercengang melihat kejadian misterius itu. mulutnya menganga dengan kedua mata terbuka lebar. Perlahan dia menceburkan tubuhnya dengan celana robek dibagian bokongnya. Seketika tubuhnya terhisap masuk kedalam pusaran air mancur itu. dia menjerit – jerit seperti kesakitan. Air mancur itu berubah gerakannya memutar seperti angin puting beliung dimana tubuh guru Han ikut memutar didalamnya. Air yang menggulung tubuh guru Han perlahan mulai turun dan kembali tenang. Tubuh guru Han menghilang lenyap tanpa jejak.

Diatas papan luncur itu guru Lee kembali tersenyum dengan sangat puas melihat korbannya lenyap tanpa jejak.

.

.

.

The next day

Kegiatan belajar mengajar disekolah elit khusus namja itu berjalan seperti biasanya. Pihak sekolah belum menyadari telah hilang satu guru yang mengajar disekolah itu.

Didalam kelas Kyuhyun sepertinya tidak berkonsentrasi pada pelajarannya. Dia masih teringat kejadian malam tadi. Apa yang sudah dilakukannya terhadap guru cabul itu.

'kenapa hari ini aku tidak melihat guru Han? Apakah dia sedang merencanakan sesuatu untuk membuat perhitungan denganku?'

.

.

"yaa lihat kebawah sana! Kenapa ada petugas kepolisian datang kesekolah kita? Bukankah kasus Han Ji dan Yi Jan sudah selesai?" teriak satu teman sekelas Kyuhyun melihat keluar kearah bawah dari jendela kelas

Beberapa siswa yang penasaran berlari menuju jendela untuk melihat apa yang dikatakan temannya. Suasana kelas menjadi gaduh karena guru yang mengajar dijam ke 3 masih juga belum masuk kedalam kelas.

Kyuhyun hanya diam bersandar disandaran kursinya tidak seperti teman sekelas lainnya yang saling bercengrama juga ada beberapa dari mereka yang melihat gambar yadong dari ponsel mereka.

"diberitahukan kepada seluruh siswa juga seluruh staf dan guru untuk berkumpul dilapangan upacara! Pelajaran untuk hari ini selesai karena ada berita duka. Sekali lagi diberitahukan kepada semua siswa untuk berkumpul..."

Terdengar suara pengumuman dari speaker untuk memberitahukan semua siswanya untuk keluar dari kelas dan berkumpul dilapangan upacara. Berduyun – duyun semua siswa keluar dari kelas masing – masing, berhamburan menuju lapangan upacara dimana sudah banyak siswa yang kelasnya dilantai dasar sudah berkumpul disana.

Kyuhyun berjalan bersama Changmin menunggu siswa dihadapan mereka berkurang untuk menuruni anak tangga. Tanpa sengaja Kyuhyun menoreh kearah kiri lalu dia melihat Taemin yang menunduk dengan wajah yang amat pucat dan tampak ketakutan. Kyuhyun lalu berjalan menghampiri Taemin

"Taemin-ah! gwencana?" tanya Kyuhyun menepuk bahu sahabatnya

"ahh Kyuhyun-ah" Taemin tersentak karena dia terkejut tiba – tiba Kyuhyun menepuk bahunya

"apa kau sedang sakit? Aku lihat wajahmu pucat?" tanya Kyuhyun tampak mengkhawatirkan sahabatnya

"gwencanayeo!" jawab Taemin gugup

"Cho Kyuhyun!" tiba - tiba terdengar suara guru Lee memanggilnya

Kyuhyun menoreh kearah suara. Dan ternyata benar, guru Lee sedang berdiri dibelakangnya memeluk buku tebalnya hasil tulisan sendiri tersenyum pada Kyuhyun

"guru memanggilku?" tanya Kyuhyun gugup karena beberapa siswa yang masih antri untuk turun memperhatikannya

"selesai berkumpul dilapangan upacara nanti tolong temui aku diruang guru! Ada hal yang penting,,,"

"baiklah! Aku akan menemuimu guru Lee" Kyuhyun menimpal tanpa menunggu guru Lee menamatkan kalimatnya

"aku tunggu!" guru Lee mengangguk lalu berpaling meninggalkan Kyuhyun dan Taemin disana

.

.

.

Seluruh siswa sudah berkumpul dilapangan luas yang biasa digunakan untuk acara perayaan sekolah. Para guru dan staff sudah berjajar dihadapan para siswa, kepala sekolah berada ditengah dari jajaran guru dan staff didampingi lima orang petugas dari kepolisian. Menggenggam microphone ditangannya dengan gemetaran kepala sekola berbicara untuk mengumumkan sesuatu.

"para siswaku sekalian, juga seluruh guru dan staff yang mengajar disekolah ini! Saya selaku kepala sekolah disekolah ini akan mengumumkan sebuah berita duka! Kita telah kehilangan satu guru kita tercinta yang sangat tegas dan disiplin dalam cara mengajarnya. Guru kita tercinta Han Yu Shin telah ditemukan tidak bernyawa dibawah jembatan sungai Han tadi pagi. Guru Han pergi meninggalkan kita dengan cara yang amat tragis juga keji! Kita semua berdoa semoga guru Han dapat beristirahat dengan tenang dan pihak kepolisian segera menangkap siapa pelakunya..."

Sesaat setelah kepala sekolah mengumumkan kematian guru Han, semua siswa menjadi gaduh karena mereka saling berbisik membahas apa yang terjadi pada guru renang itu.

Kyuhyun tercengang dan membeku setelah mendengar apa yang diberitakan kepala sekolah. Dia sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Semalam dia meninggalkan guru Han masih hidup dikolam renang. Dan pagi ini tiba – tiba dia mendengar kematian guru itu dan ditemukan sangat jauh dari lokasi sekolah.

'bagaimana mungkin guru Han ditemukan tewas disungai Han? Semalam dia masih bersamaku dikolam renang'

.

.

.

Kepala sekolah sudah membubarkan semua siswa juga guru dan staff yang baru saja berkumpul dilapangan upacara. Kyuhyun masih diam seribu bahasa memikirkan apa yang terjadi pada guru Han. Dia tidak menyadari sejak tadi Changmin mengajaknya berbicara

"yaa Cho Kyuhyun! Sampai kapan kau mengacuhkanku seperti ini haah?" protes Changmin menepuk bahu Kyuhyun

"astaga! Kenapa kau memukulku?" keluh Kyuhyun mengusap bahunya cemberut

"aku bicara padamu dan kau tidak menganggapinya" balas Changmin kecewa

"miane! Kau bicara apa?" Kyuhyun tersenyum

"katanya guru Han tewas setelah seseorang menyodominya! Polisi menemukan bekas luka robek dianusnya! Katanya juga guru Han tewas sebelum mayatnya dibuang kesungai Han" Changmin berbisik

"mworago?" wajah Kyuhyun memucat dan dia semakin keheranan

"waeyeo? Kenapa wajahmu pucat?" tanya Changmin heran

"Changmin-ah! semalam aku masih bertemu guru Han dikolam renang. Kami bahkan saling berbicara! Aku meninggalkan dia dikolam dalam keadaan hidup dan baik – baik saja! Bagaimana bisa dia ditemukan tewas disungai Han? Kapan dia keluar meninggalkan sekolah ini?" Kyuhyun akhirnya buka suara

"jinja? Jika begitu memang sangat aneh" Changmin mengerutkan keningnya

"kau masuklah duluan! Aku harus menemui guru Lee" Kyuhyun berjalan kelain arah menuju ruang guru

.

.

.

Suasana ruang guru tidak seramai biasanya. Hampir semua guru sudah kembali pulang dan beberapa guru yang tinggal diasrama sudah kembali kekamar masing – masing. Hanya ada tiga orang guru yang masih tinggal untuk menyelesaikan tugasnya sebelum kembali masuk kedalam asrama.

Kyuhyun berjalan menyusuri meja para guru itu mencari guru Lee. Dia lalu mempercepat langkahnya saat berhasil menemukan guru Lee tengah duduk sambil membaca buku dengan serius.

"guru Lee aku datang!" sapa Kyuhyun kaku dan gugup

"duduklah!" perintah guru Lee menunjukan tempat dimana Kyuhyun harus duduk dengan wajah yang lebih ramah

Tanpa buang waktu Kyuhyun segera duduk diseberang guru Lee. Menatap mata gurunya dengan tatapan kosong tanpa berkedip

"bagaimana keadaanmu? apa kau baik – baik saja?" tiba – tiba ekspresi wajah guru Lee terlihat sendu mencemaskan siswa spesialnya itu

"weayeo? Kenapa kau bertanya tentang keadaanku guru Lee?" Kyuhyun mengerutkan keningnya karena dia heran dengan sikap manis sang guru

"aku mengkhawatirkanmu setelah kejadian yang menimpa sahabatmu! Aku lihat kau begitu terluka" guru Lee menatap Kyuhyun begitu teduh

"ahh. Ya aku memang sangat terpukul menyaksikan dengan mataku sendiri apa yang sudah menimpa sahabatku! Jujur sisi gelapku ingin sekali menghabisi guru Han saat melihat kejadian itu. tapi tanpa aku melakukannya ternyata guru Han tewas dengan cara yang mengenaskan" jawab Kyuhyun datar tanpa beban

"kau sepertinya sangat menyayangi sahabatmu itu!" guru Lee memancing menatap mata Kyuhyun dalam

Kyuhyun diam dan hanya memandangi guru Lee tanpa ekspresi. Guru Lee menjadi salah tingkah dia lalu memberikan menunduk

"sebenarnya apa yang guru Lee ingin bicarakan hingga menyuruhku untuk menemuimu disini?" Kyuhyun bertanya karena dia menangkap kegugupan yang diperlihatkan guru Lee

"aku melihat apa yang kau lakukan pada guru Han dikolam renang tadi malam! Termasuk bagaimana kau melukai guru cabul itu dengan pisau cuttermu! Dan pagi ini guru Han ditemukan tewas dibawah sungai Han! Apakah kau bisa menjelaskan padaku Cho Kyuhyun?" bisik guru Lee pelan memanfaatkan penglihatannya untuk menjerat Kyuhyun jatuh dalam perangkapnya

Blash

Jantung Kyuhyun terasa ditusuk sembilu. Wajahnya menjadi lebih pucat dan keringan dingin mengucur membasahi tubuhnya.

"Cho Kyuhyun! Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" guru Lee terus memancing kejujuran Kyuhyun dengan ekspresi wajah yang tegas

"aku melakukan apa yang seharusnya seorang sahabat lakukan jika sahabatnya terluka! Aku ingin babi itu merasakan luka dan rasa sakit yang Taemin rasakan! Aku memang sempat memikirkan kematian adalah yang paling pantas babi itu dapatkan. Tapi aku tidak membunuhnya!" jawab Kyuhyun dengan wajah yang merah tidak sepucat saat guru Lee mengatakan kesaksiannya dengan nafas menderu

Guru Lee tersenyum mendengar jawaban tegas dari Kyuhyun. Dia lalu merogoh tas kerjanya lalu mengeluarkan sebuah buku seperti novel.

"bacalah! Dan katakan apa pendapatmu tentang buku itu" ujar guru Lee menatap Kyuhyun menjadi kaku

Kyuhyun melirik membaca tulisan dengan hurup besar dibuku itu yang berjudul 'Nasib Tragis Seorang Putera Selir' karangan Lee Sungmin.

"kenapa aku harus membacanya? Aku tidak begitu suka membaca buku cerita guru! Sebenarnya apa yang guru inginkan memanggilku kemari?" Kyuhyun mulai terlihat kesal dengan tingkah guru Lee yang semakin membuatnya risih

"apa yang sudah kau lakukan terhadap sahabatmu telah membuat hatiku tersentuh Cho Kyuhyun! Nasib Taemin jauh lebih beruntung dariku karena dia memiliki sahabat sepertimu. Andai saja aku memiliki seorang sahabat sepertimu, mungkin aku tidak akan menderita sendirian" ujar guru Lee menarik nafas panjang dan perlahan mengeluarkannya

"maksud guru?" Kyuhyun menjadi bingung

"aku pernah menjadi korban pelecehan sexual yang dilakukan oleh adik angkatku sendiri! Kejadian itu berlangsung lama dan tidak ada seorangpun yang membelaku seperti yang kau lakukan terhadap Taemin. Aku bahkan tidak bisa mengadukan pada siapapun karena dia selalu mengancamku. Dan saat aku sudah benar – benar tidak lagi kuat menahan rasa sakitku karena pelecahan itu aku memberanikan diri untuk mengadukan perbuatan adik angkatku pada orang tua angkatku. Namun apa yang aku dapat? Aku diusir dari rumah keluarga yang telah mengadopsiku" guru Lee bercerita dengan emosi dan amarah terpancar dari wajahnya menatap Kyuhyun penuh kebencian

"guru Lee! Kau,,," Kyuhyun tercengang menapat guru Lee haru

"nee! Aku sudah menumpahkan penderitaanku itu didalam buku ini! Aku ingin kau membacanya karena,,," guru Lee memasukan kembali buku itu kedalam tas kerjanya

"aku akan membacanya guru! Berikan padaku" ujar Kyuhyun gugup karena dia bingung harus berbuat apa saat berhadapan dengan guru Lee dengan luka kelam dimasa lalunya

"apa kau yakin ingin membaca buku ini Cho Kyuhyun?" tanya guru Lee mengerutkan dahinya

"nee!" Kyuhyun menganggukan wajahnya

Guru Lee kemudian mengeluarkan kembali buku berupa novel itu lalu menyerahkannya pada Kyuhyun.

"kau pernah berkata begitu pedas padaku saat didalam kelas. Kau bilang apakah aku begitu tertarik padamu? Kenapa aku begitu penasaran terhadapmu? Kenapa aku selalu mengingat namamu?. Buku itu mungkin adalah jawaban kenapa namamu menjadi begitu spesial buatku" guru Lee tersenyum getir saat mengatakan kalimat itu

"maksud guru Lee?" Kyuhyun memicingkan matanya karena dia kebingungan dengan apa yang dikatakan guru Lee

"buku itu diterbitkan dua tahun yang lalu, dan kita belum pernah saling bertemu bukan? Tapi entah kenapa aku menggunakan nama yang sama denganmu menjadi salah satu tokoh didalam buku itu. dan bukan hanya namamu saja, nama Siwon hyungmu yang juga menjadi tokoh dalam buku itu" guru Lee memasang wajah syahdu mencoba menarik simpati Kyuhyun

"jinja? Lalu tokoh yang sama dengan namaku itu apakah tokoh yang baik? Atau jahat guru?" tanya Kyuhyun penasaran mulai membuka lembaran buku itu

"seseorang yang telah mencabuliku, Cho Kyuhyun!" jawab guru Lee tegas dan sangat dingin

Kyuhyun diam sambil menelan air liur yang mengalir dikerongkongannya. Dia lalu terbatuk berusaha membersihkan tenggorokannya.

"hanya tokoh didalam novel bukan? Aku tidak mungkin melakukan tindakan rendah seperti itu! tidak mungkin guru Lee" Kyuhyun menutup kembali buku itu lalu mulai berdiri

"aku harus kembali kedalam asrama guru! Buku ini akan aku baca dan secepat mungkin untuk menyelesaikannya. Saat aku selesai membaca buku ini, aku akan memberikan pendapatku guru!" Kyuhyun membungkukkan punggungnya untuk pamit dari ruang guru

"baiklah! Aku menunggu apa pendapatmu" guru Lee berdiri lalu tersenyum manis pada Kyuhyun

'kau memang berbeda dengan Choi Kyuhyun yang dulu aku kenal Kyu! Tapi sebaik apapun kau dimasa sekarang tidak akan merubah kutukanku untuk membawamu keduniaku! Menemaniku dikerajaan abadiku'

.

.

.

Didalam kamar diatas kasurnya, diterangi lampu duduk yang berada diatas meja nakas disebelah ranjangnya, Kyuhyun mulai membaca buku yang diberikan guru Lee padanya. Lembar pertama merupakan copyy-an dari judul tanpa menggunakan tinta warna, halaman berikutnya prolog, lalu halaman berikutnya cerita dimulai.

Guru Lee menceritakan secara detail apa yang terjadi dalam hidupnya sejak dia berumur 10 tahun. Cerita didalam novel itu bersetting jaman kerajaan sama persis seperti kehidupannya dimasa lalu saat masih menjadi pangeran Choi Sungmin. Guru Lee menceritakan dirinya yang merupakan anak angkat pada Kyuhyun, menjadi putera seorang selir dan Sosok Choi Kyuhyun yang guru Lee akui sebagai adik angkatnya, didalam buku itu adalah sebagai putera mahkota. Sementara Siwon guru Lee jadikan sebagai orang tuan angkatnya yang merupakan seorang raja didalam novel itu.

Dengan serius Kyuhyun membaca setiap kata dalam tulisan didalam novel itu. lembar demi lembar sudah Kyuhyun baca. Buku itu benar – benar menemani penyakit insomnia Kyuhyun hingga melewati malamnya tanpa tertidur. Cerita didalam buku itu sudah sampai dibagian lomba memanah dimana pangeran Sungmin memenangkan pertandingan membuat putera mahkota kecewa.

"kenapa namaku didalam buku ini begitu menyebalkan? Hyung andai kau tahu didalam buku ini kau adalah appaku yang merupakan seorang raja!" Kyuhyun terkekeh menggelengkan kepalanya karena dia merasa konyol namanya bisa ada didalam buku yang diangkat dari kisah nyata yang dialami penulisnya.

Lembar berikutnya sudah Kyuhyun lewati dan lewati. Hingga cerita sudah berlanjut pada adegan dimana putera mahkota memasuki ruang pribadi pangeran Sungmin untuk memulai adegan keji yaitu pelecehan sexual hingga membuat pangeran Sungmin terluka.

Selesai membaca hingga adegan sodomi itu selesai dimana putera mahkota berlalu meninggalkan pangeran Sungmin begitu saja didalam bejana dengan anus berdarah, seketika Kyuhyun menutup buku itu dengan tersentak dan mata terbuka lebar

Degdeg degdeg

Kyuhyun menarik nafas dalam dan berusaha mengontrol kegugupannya. Dia lalu menyalakan lampu diatas langit – langit kamarnya agar ruangan menjadi lebih terang. Kyuhyun merasakan aneh dan ada rasa takut dari cerita yang baru saja dibacanya

"ya Tuhan! Bukankah aku pernah bermimpi adegan didalam bak mandi itu? aku bahkan menuliskannya didalam buku harianku?" Kyuhyun memasukan novel itu kebawah bantalnya

"Kyuhyun-ah! kau masih terjaga?" tanya Changmin dari bawah ranjangnya

"nee! Apakah aku membuat keributan? Miane! Jeongmal miane" Kyuhyun menari selimutnya lalu menutup seluruh tubuhnya karena dia merasa sangat ketakutan.

Perlahan rasa kantuk itu menyerang. Kyuhyun tidak lagi kuasa untuk menahan kantuknya. Dia lalu tertidur dibawah selimut yang menutupi wajahnya.

Apa yang Kyuhyun baca didalam novel itu hingga adegan didalam bejana benar – benar masuk kedalam mimpinya. Dimana ada dia, Siwon juga guru Lee didalamnya. Kyuhyun tidur dalam kegelisahan. Beguling balik kekanan dan kekiri disertai keringat yang membasahi tubuhnya.

"Kyuhyun-ah! yaa Cho Kyuhyun!" teriak Sungmin menggerakan bokong Kyuhyun untuk terbangun

Dengan secepat kilat Kyuhyun membuka kedua matanya. Wajahnya basah begitu juga rambutnya karena keringat yang keluar dari pori – pori kulitnya.

"kau terlambat bangun! Pally! Kau tidak ada waktu untuk mandi. Cuci muka dan ganti bajumu dengan seragam!" Changmin memerintah seolah dia adalah eomma Kyuhyun

"arraseo!" Kyuhyun turun dari kasurnya untuk membersihkan diri.

.

.

.

Pelajaran teori sudah usai. Saatnya siswa mengganti pakaian seragam mereka dengan pakaian olah raga. Karena saatnya mereka membuat tubuh mereka berkeringat dilapangan olah raga. Kyuhyun yang sejak pagi memang sudah merasa tidak sehat, memilih untuk pergi menemui dokter Kim Kibum diruang prakteknya.

.

.

"mimpi didalam sungai itu memang sudah tidak lagi datang dalam mimpiku! Tapi mimpi lama yang pernah menggangguku kini kembali datang! Apa yang sebenarnya sedang terjadi padaku dok?" Kyuhyun memejamkan matanya lalu bersandar disandaran kursi malas

"mimpi hanyalah sebuah bunga tidur Kyu! Tidak ada apapun yang terjadi padamu! Saranku lupakan semua mimpimu itu. rubah pola pikirmu, berusahalah untuk lebih tenang dan relax. Mungkin kau sudah merindukan suasana rumah" ujar dokter Kim mencatat sesuatu dalam notenya

.

.

Sesi 30 menit bersama dokter Kim sudah selesai. Kyuhyun segera keluar dari ruang praktek itu dan berjalan menyusuri lorong menuju halaman sekolah. Berjalan dengan menunduk, Kyuhyun tidak menyadari kalau lima langkah kedepan dia akan berpapasan dengan guru Lee yang sejak tadi memandanginya.

"Cho Kyuhyun!" sapa guru Lee berdiri tegap menatap Kyuhyun

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan betapa terkejutnya dia melihat sosok guru Lee berdiri tegak tidak jauh sarinya

"guru Lee!" balas Kyuhyun gugup

"apa kau baik – baik saja? Kenapa wajahmu begitu pucat?" guru Lee melangkah menghampiri Kyuhyun

"kemarilah!" dengan lantang Kyuhyun menarik tangan guru Lee keluar dari lorong itu menaiki anak tangga menuju lantai atas tempat dimana tong penampung air berada

"kau hendak membawaku kemana?" tanya guru Lee menarik tangannya

"ikuti aku guru aku mohon!" Kyuhyun menahan tangan guru Lee dan terus menaiki anak tangga.

.

.

Mereka berdua sudah berada diatas atap gedung ruang kesehatan. Kyuhyun lepaskan tangan guru Lee dari genggamannya lalu berdiri berhadapan dengan guru yang sangat mempesona itu.

"katakan padaku apa yang terjadi dalam hidupmu guru? Apa kau ingat sejak kapan kau diangkat menjadi anak dikeluarga itu?" tanya Kyuhyun menatap haru membuka percakapan

"aku tidak ingat sejak kapan mereka mengadopsiku! Yang aku tahu tujuan mereka mengadopsiku adalah sebagai pemancing agar mereka bisa mendapatkan putera kandung" jawab guru Lee berbohong

"lalu dimana sebenarnya adik angkatmu melakukan pelecehan itu? apa kau memang terluka begitu parah? persis seperti yang kau gambarkan dalam buku itu?" Kyuhyun terus bertanya dan dia melangkah lebih maju

"apakah kau sudah membaca hingga bagian itu?" tanya guru Lee heran karena Kyuhyun begitu cepat membaca hingga kebagian adegan itu

"hmm aku membaca sampai putera mahkota berlalu begitu saja meninggalkan pangeran Sungmin dengan darah dianusnya" jawab Kyuhyun lemas

"didalam kamarku! Disaat orang tua angkatku tidak berada didalam rumah!" jawab guru Lee mundur selangkah

"apakah tidak ada pembantu yang bekerja ditempat itu? kau bisa berteriak bukan? Kenapa kau membiarkan adik angkatmu melakukan itu padamu" Kyuhyun kembali melangkah maju selangkah demi selangkah

"aku terlalu takut untuk berteriak! Dia terlalu kuat untuk aku imbangi! Pembantu yang bekerja dirumah itu sama takutnya denganku berhadapan dengan adik angkatku itu" jawab guru Lee melangkah mundur hingga menempel didinding

"apakah adik angkatmu itu masih hidup?" tanya Kyuhyun melangkah hingga benar – benar berhadapan dengan guru Lee begitu dekat

"jika dia masih hidup dan kau bisa bertemu dengannya. Apa yang akan kau lakukan padanya? Apakah kau akan melukainya persis seperti yang kau lakukan terhadap mendiang guru Han?" guru Lee balik bertanya menelan liurnya karena wajah murid istimewanya begitu dekat dengan dirinya

"mungkin! Mungkin aku akan membuatnya jauh lebih terluka dari pada guru Han" Kyuhyun diam memandangi guru Lee dari atas hingga kekaki lalu berakhir dimata guru Lee

"waeyeo? Apakah kau iba dengan apa yang sudah menimpaku?" tanya guru Lee dengan tatapan menantang seperti memancing Kyuhyun

Kyuhyun diam membisu menatap penuh haru terhadap gurunya itu.

"jika didalam bukumu kau menuliskan namaku begitu brengsek dan jahat. Aku ingin menunjukan sisi lain seorang Cho Kyuhyun dengan penuh rasa cinta dan kasih dalam kehidupan nyata guru Lee! Akan aku buktikan itu" Kyuhyun mengangguk tersenyum pada guru Lee lalu berpaling meninggalkan guru Lee

"Cho Kyuhyun!" teriak guru Lee menanggil Kyuhyun yang belum jauh meninggalkannya

Kyuhyun segera menoreh kearah guru Lee menghentikan langkahnya. Lalu tiba – tiba guru Lee berlari mendekatinya. Seketika guru Lee menarik wajah Kyuhyun turun sejajar dengan wajahnya. Mereka saling menatap dan dengan begitu berani guru Lee mendaratkan bibirnya menempel di bibir Kyuhyun. Bibir mereka saling menempel dengan mata yang saling terbuka. Perlahan tangan kiri Kyuhyun melingkar dipinggul guru Lee sementara tangan kanannya membelai leher guru Lee.

Mata Kyuhyun mulai terpejam lalu dia membuka bibirnya mengeluarkan lidahnya untuk membuka bibir guru Lee. Lidah itu begitu lincah berpetualang didalam mulut guru Lee. Mereka akhirnya berciuman saling menghisap dan melumat. Kedua mata mereka terpejam lalu tiba – tiba seseorang mengejutkan mereka berdua

"yaaa Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan diatas sini hah?" bentak Shim Changmin menatap Kyuhyun dengan wajah kecewa

Kyuhyun dan guru Lee spontan melepaskan ciumannya mereka lalu menoreh kearah suara Changmin dan,,,

"hyung! apa yang kau lakukan disini?" tanya Kyuhyun lemas melihat Cho Siwon melangkah dari belakang Changmin memandanginya dengan tatapan sedih

"aku datang untuk memberimu kabar tentang kecelakaan yang menimpa orang tua kita Kyu! Mereka meninggal dalam kecelakaan diperjalanan menuju pulai Jeju! Dan apa yang aku lihat diatas sini merupakan pemandangan terburuk yang tidak pernah ingin aku saksikan" ujar Siwon dengan air mata menetes membasahi pipinya. Dia lalu berpaling kembali turun meninggalkan Kyuhyun, guru Lee juga Changmin

"hyuuuuuuung" teriak Kyuhyun berusaha mengejar Siwon meninggalkan Changmin dan guru Lee

tbc

annyeong!

wahhh ternyata bisa update cepeeet juga yah?

seneng rasanya

gmn ama chapter ini?

udh merasa dagdigdugder belum?

momen kyuminnya gmn? masih kurang?

santai momen mereka kan g bisa grasa grusu ntar ceritanya malah jadi gak menarik lagi donk!

buat yang masih bingung sosok Ming di jaman modern ini jawabanya ada di chapter dimana Ming dibunuh Kyu disungai

baca lagi dehh apa yang Ming ucapkan sebagai kutukan dia sebelum dia tenggelam dan hilang

kira - kira sosok apa tuh? heheh

suka gak ama sikap Kyu yang penuh kasih namun sedikit sadis?

kalo vai sih sukaaaa banget

nahloh Siwon udh mergokin sendiri ketidak normalan Kyu dongsaengnya!

kira - kira apa yang bakalan Siwon lakuin yah selanjutnya?

trus Ming dengan kutukannya gmn?

ttep tungguin ff ini update yah

review dan kasih pendapat kalian dichap ini

vai tungguin loh!

sekian chitchatnya

saranghae,,, aishiteru,,, wo ai ni

muaacchh

annyeong