hanna
dul
set
Guru Lee memandangi kepergian Kyuhyun yang memilih untuk berlari mengejar hyungnya dan membiarkan dia diatas gedung itu berdua bersama Changmin.
'kau pergi begitu saja setelah kau menciumku. Jika kau menyerah begitu saja dengan apa yang akan dilakukan Siwon untuk menentang kita tanpa melakukan apapun, aku akan melancarkan kutukanku dengan cara yang sangat menyakitkan'
.
Changmin melangkah mendekati guru Lee dengan tatapan yang amat sinis. Melihat dari atas hingga bawah guru sejarahnya itu lalu dia berkata
"apakah kau bisa menebak apa yang akan terjadi pada Kyuhyun selanjutnya? Aku yakin setelah melihat kalian berciuman Siwon hyung tidak akan membiarkan Kyuhyun begitu saja. Kyuhyun tidak akan pernah kembali kesekolah ini! Aku akan kehilangan sahabat terbaikku! Ini semua karena kau guru Lee! Gumapta kau memang hebat guru Lee!" Changmin meludah dihadapan guru sejarahnya berpaling tanpa rasa takut meski Lee Sungmin adalah guru sejarahnya.
.
.
.
"hyuuuuuung! Aku mohon dengarkan aku" teriak Kyuhyun kencang melewati lapangan sekolah yang mulai sepi karena hampir semua siswa sudah mulai kembali keasrama-nya
Siwon terus saja berlalu dengan air mata yang terus menetes. Dia memang sangat terpukul mendapatkan berita duka yang dialami orang tuanya dan dalam hari yang sama dia harus menyaksikan dengan mata dan kepala sendiri penyimpangan yang dilakukan dongsaeng yang sangat dicintainya.
"hyuuuuung!" Kyuhyun menghentikan langkahnya karena dia melihat kilatan bayangan saat berada didalam ruang musik dimana dia yang tengah bercinta dengan Xie Che dipergoki raja Siwon juga pangeran Sungmin
Kyuhyun merasakan sakit dikepalanya. Sakit itu dirasa sangat luar biasa sehingga membuatnya jatuh tersungkur. Kyuhyun ambruk sambil memegang kepalanya dengan mata yang terpejam begitu kuat. Siwon yang sudah masuk kedalam mobilnya segera keluar setelah melihat Kyuhyun terjatuh
"Kyuhyun-ah gwencana?" Siwon dengan sigap mengangkat Kyuhyun lalu membawanya masuk kedalam mobilnya
"ahhh ini sungguh sakit hyung! ahhhh Tuhan ini sakit" Kyuhyun merintih kesakitan
"apa yang terjadi padamu? Kenapa kau melakukan hal yang sangat aku takutkan dengan namja itu? kenapa semua terjadi dalam waktu yang bersamaan dihari kita kehilangan orang tuan kita Kyu?" Siwon membenankan wajahnya distir mobilnya
"auuuuw Tuhan ini sakit" Kyuhyun terus mengeluhkan rasa sakitnya dengan menjambak rambutnya
"tahan sebentar Kyu! Aku akan membawamu kedokter" Siwon menguatkan dirinya untuk mulai melajukan mobilnya meninggalkan sekolah elit itu
.
.
Ditengah perjalanan tiba – tiba rasa sakit itu menghilang begitu saja. Kyuhyun sudah tidak lagi merasakan sakit dikepalanya. Dia mulai duduk tenang tenang dikursinya. Dengan perasaan kaku dia mulai melirik kearah Siwon
"hyung! dimana appa dan eomma sekarang? Bagaimana mereka mengalami kecelakaan itu?" tanya Kyuhyun menahan air matanya
"apakah kau masih merasa sakit Kyu?" Siwon tidak memberikan jawabannya dia lebih mengkhawatirkan kondisi Kyuhyun
"gwencanayeo sakit itu tiba – tiba menghilang begitu saja" ujar kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah jalan
"mereka pergi untuk menghadiri undangan pelantikan kepala polisi yang baru dipulau Jeju. Mereka pergi menggunakan kapal pesiar hingga pelabuhan! Mereka dijemput oleh mobil dinas dan mobil itu ditabrak oleh sebuah bus pariwisata dengan keras. Lima penumpang bus pariwisata itu tewas dirumah sakit. Appa dan eomma meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara sopir dan ajudan tewas ditempat. Seharusnya aku langsung pergi kepulau Jeju tanpa menjemputmu disekolah. Setidaknya aku tidak harus melihat kejadian diatap gedung tadi Kyu" jawab Siwon menyindir Kyuhyun sambil menyeka air matanya yang terus menetes
"miane hyung! jeongmal miane" Kyuhyun menunduk lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"apa yang aku lihat hari ini disekolahmu, akan aku lupakan untuk sementara Kyu! Saat ini aku ingin fokus untuk mengurus acara pemakaman appa juga eomma" Siwon membelokan mobilnya masuk kejalan bebas hambatan
.
.
.
At the Hospital in Jeju Island
Jenazah tuan dan nyonya Cho sudah siap diterbangkan ke Seoul dengan peti mati yang khusus ditutupi bendera Korea Selatan. Berdiri penuh duka dan wajah yang masih sembab karena tangis duka disamping kedua peti mati itu Siwon dan Kyuhyun didampingi petugas polisi berseragam lengkap.
"Letnan Cho kita harus segera pergi! Acara pemakaman militer akan dilaksanakan esok pagi tepat pukul 9 pagi. Jenazah Jendral Cho akan disemayamkan dimarkas besar kepolisian Seoul untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari semua anggota polisi kota Seoul. sementara jenazah nyonya Cho anda sudah menentukan sendiri dimana mendiang akan disemayamkan" seorang kepala polisi berpangkat Kapten berkata pada Siwon
"nee!" jawab Siwon singkat
.
.
.
Pemakanan militer tuan dan nyonya Cho sudah dilaksanakan dengan lancar. Dihadiri hampir semua petugas kepolisian kota Seoul untuk memberikan penghormatan terakhirnya. Kepala sekolah juga beberapa guru yang mengajar disekolah Kyuhyun datang memberikan penghormatannya. Juga seluruh teman sekelas Kyuhyun ikut hadir dalam pemakaman itu. kyuhyun tampak begitu terpukul saat peti mati orang tuanya dimasukan kedalam liang lahat untuk dikuburkan. Air matanya tidak berhenti menetes membasahi pipinya yang putih pucat itu. sementara Siwon terlihat lebih tegar dan kuat dibalik seragam polisinya dia terlihat begitu gagah.
Pemakaman sudah selesai Kyuhyun segera dipapah Shim Changmin juga Taemin dan Choi Minho kawan dekatnya masuk kedalam mobil sedan Jaguard milik mendiang nyonya Cho. Sebelum masuk kedalam mobil itu, Kyuhyun melihat kearah kumpulan guru yang sudah mulai bubar jalan menuju mobil masing – masing. Kyuhyun mencari dimana sosok Lee Sungmin guru yang sudah membuatnya berani melakukan hal tergila yang pernah dia lakukan.
"kau mencarinya?" tanya Changmin membuka pintu mobil
"ani!" jawab Kyuhyun masuk kedalam mobil dijok belakang
Choi Minho yang bertugas menjadi sopir untuk chingu-nya yang baru berduka mulai menyalakan mesinnya dan mulai melajukan mobil mewah itu dengan kecepatan sedang. Mobil itu melaju menyusuri jalanan disekitar pemakaman itu. pemandangan tidak begitu angker meski banyak pohon besar dan rindang menjadi penghias pemakan pahlawan itu.
Kyuhyun yang duduk disamping Changmin diam membisu masih dengan duka yang menghiasi wajah tampannya. Memandangi jalanan disamping mobilnya lalu dia melihat guru Lee berdiri melihat kearah mobilnya dibalik sebuah pohon tua dan rindang.
"dia!" Kyuhyun tersentak tidak mampu mengalihkan pandangannya dari sosok guru Lee yang masih terus memandangi laju mobil yang Kyuhyun naiki
"hentikan mobilnya!" bentak Kyuhyun terus menatap kearah guru Lee
Minho mengurangi kecepatan mobilnya. Melirik kebelakang kearah Kyuhyun untuk memastikan perintah itu
"aku mohon hentikan mobilnya sekarang juga!" teriak Kyuhyun lebih keras membentak Minho
"baiklah aku akan menghentikan mobilnya. Kau tidak perlu membentakku seperti itu Kyuhyun-ah" balas Minho menginjak rem
Tanpa menunggu mobil itu benar – benar berhenti, Kyuhyun segera turun tanpa menghiraukan pertanyaan Changmin. Kyuhyun berlari menuju tempat dimana guru Lee berdiri dan masih bertahan berada dibawah pohon itu.
Semakin dekat guru Lee tersenyum melihat Kyuhyun yang datang menghampirinya. Semakin dekat Kyuhyun memelankan langkahnya lalu memberi senyum getir kearah guru Lee. Air mata itu kembali menetes lalu Kyuhyun kembali berlari seketika memeluk guru Lee.
Kyuhyun memeluk gurunya itu begitu erat lalu kembali menumpahkan air matanya dipelukan guru yang tingginya lebih rendah darinya. Guru Lee mengusap lembut punggung Kyuhyun lalu berbisik
"aku turut berduka atas kepergian orang tuanmu Cho Kyuhyun! Aku harap kau tabah dan tegar menghadapinya" guru Lee melepaskan pelukannya lalu memberikan Kyuhyun senyuman manis
"gumapsemida guru Lee!" balas Kyuhyun menyeka air matanya
"kenapa kau turun dan menghampiriku kemari? Kau seharusnya berada didalam mobil melanjutkan perjalananmu pulang. Kau masih berduka" guru Lee menatap Kyuhyun haru karena dia memang tidak pernah menduga Kyuhyun akan turun menghampirinya
"aku hanya ingin membuktikan ucapanku padamu guru Lee! Aku tidak ingin kau merasa ditinggalkan setelah aku menciummu diatap gedung itu. seperti yang aku lakukan saat mengejar Siwon hyung. aku ingin kau percaya padaku aku tidak sama dengan Choi Kyuhyun yang kau tuliskan dalam novelmu. Aku adalah Cho Kyuhyun" jawab Kyuhyun dengan tatapan bermakna dan sangat dalam
Blaashh
Jantung guru Lee tertusuk oleh ucapan manis yang keluar dari bibir tebal merah merona itu. dia benar – benar terlena dan haru dibuatnya. Perlahan air mata yang sudah lama tidak pernah menetes itu berkumpul dipelupuk matanya.
'apa ini? Kenapa semua berjalan seperti ini? Kenapa dia jauh lebih tulus dari yang aku bayangkan?'
Air mata itu menetes karena rasa haru yang amat dalam dirasakan oleh guru Lee seorang namja yang selalu menyaksikan perubahan peradaban budaya dan kehidupan masyarakat Korea selama ratusan tahun.
"apa arti dari ucapanmu itu Cho Kyuhyun?" guru Lee bertanya menahan sesak didadanya karena dia menahan tangis yang hampir pecah
"aku tahu apa yang akan dilakukan Siwon hyung pada hidupku. Dia akan berusaha keras untuk menjauhkanku darimu guru Lee! Tapi aku bukanlah namja yang melupakan janji yang sudah aku ikrarkan. Aku masih memiliki janji untuk menyelesaikan membaca novel itu dan mengutarakan pendapatku. Aku masih ingin menemuimu guru Lee bagaimanapun caranya aku akan berusaha untuk dapat bertemu denganmu" jawab Kyuhyun menggenggam tangan guru Lee
"Cho Kyuhyun!" teriak Siwon membentak dongsaengnya
Kyuhyun dan guru Lee menoreh kearah Siwon yang sedang berlari menghampiri Kyuhyun lalu menarik kasar tangan dongsaengnya itu.
"hyung! lepaskan aku" Kyuhyun mencoba berontak
"kau guru macam apa kau ini? Bagaimana mungkin kau bisa melakukan hal menjijikan ini dengan muridmu sendiri?" Siwon menarik paksa tangan Kyuhyun menjauhi guru Lee
"aku mencintainya! Aku jatuh cinta pada dongsaengmu itu! aku hanya ingin bersamanya!" tiba – tiba guru Lee berteriak berhasil menghentikan langkah Siwon dan Kyuhyun
Kalimat sakti itu disaksikan oleh Changmin, Taemin juga Minho dibelakang mereka dan spontan ekspresi wajah ketiga namja itu tercengang oleh pengakuan guru Lee yang terbilang ekstrim. Siwon segera menoreh masih memegang tangan Kyuhyun dengan keras.
"kau sakit jiwa!" bentak Siwon berlalu menyeret tangan Kyuhyun
"hyung aku mohon tanganku sakit hyung!" keluh Kyuhyun mengikuti langkah Siwon menyusuri jalan tanah yang basah itu
'dia mencintaiku? Apakah yang diucapkannya itu adalah sebuah kejujuran? Kenapa aku begitu bahagia saat mendengar kalimat yang keluar dari bibir mungilnya itu? apakah aku juga mencintainya?'
Kyuhyun menoreh perlahan kearah guru Lee lalu bibirnya bergerak membuat sebuah kalimat tanpa suara. Dan kalimat itu adalah
'nado saranghae'
Gerak bibir itu dapat dibaca oleh guru Lee dengan sangat jelas. Lalu guru Lee menunduk, tangan kanannya memegang dadanya untuk merasakan debaran jantungnya, sementara kedua matanya terpejam setelah meneteskan bulir air bening dari mata itu.
.
.
Siwon dan Kyuhyun melewati jajaran sahabat Kyuhyun tanpa berkata apapun pada mereka. Menyeret Kyuhyun masuk kedalam mobil dinasnya dan menyusul masuk kedalam mobil itu, menutup pintu mobil itu dengan keras membuat kyuhyun diam tersentak
"jika kau memang tidak bisa menghargai aku sebagai hyungmu! Tolong hargai masa berduka kita. Appa dan eomma baru saja dikuburkan Kyu! Kau menangis melepas peti mati mereka masuk kedalam kubur dan apa yang kau lakukan sekarang?" Siwon berkata tanpa memberi muka pada Kyuhyun
"aku hanya ingin mencari jawaban atas semua mimpi burukku selama ini hyung! kau tidak pernah tahu betapa menderitanya aku dihantui mimpi buruk yang selalu datang padaku. Mimpi yang aneh dan tak terjelaskan oleh nalar. Dan sepertinya dialah yang memiliki jawaban atas mimpiku" Kyuhyun melirik menatap sisi wajah Siwon dengan luka
"mimpi yang selalu kau tuliskan dibuku harianmu itu Kyu? Mimpi dimana kau ada dijaman kerajaan? Lalu apa hubungan mimpimu dengan guru itu?" Siwon kini melirik wajah dongsaenya lebih melunak
"buku yang dia berikan padaku untuk aku baca dimana adegan dalam buku itu ada dalam mimpiku. Aku penasaran dengan akhir dari buku itu" Kyuhyun melirik Siwon
"harus kau tahu Kyu! Wajah nya begitu familiar dibenakku! Tapi betapa kerasnya aku berusaha untuk mengingatnya aku tidak tahu dimana aku pernah mengenalnya. Apa ada jawaban untuk pertanyaanku itu?" Siwon menggelengkan kepalanya
"bagaimana kau bisa tahu mimpiku hyung? apakah kau membaca buku harianku?" Kyuhyun menatap Siwon kecewa
"eomma yang membacakannya untukku! Dia menangis saat menganalisa tulisan dalam buku harianmu itu sebelum dia meninggal" Siwon mengalihkan pandangannya lurus kedepan
"eomma? Jadi eomma membacanya? Eomma menyadari penyimpanganku?" Kyuhyun membuka matanya lebar dengan ekspresi penuh sesal
"nee! Eomma begitu menderita Kyu!" Siwon menunduk menghela nafas dalam lalu menyandarkan punggungnya
'miane eomma! Jeongmal miane" Kyuhyun memejamkan matanya lalu air bening itu seperti tidak pernah habis kembali menetes membasahi pipinya.
'aku tahu bagaimana rasanya dihantui oleh mimpi – mimpi buruk Kyu! Aku pun merasakannya karena hampir setiap malam aku selalu dihantui mimpi buruk arwah para korban yang memintaku mengungkap kasus itu'
.
.
.
Dalam masa dukanya, Siwon masih belum memutuskan mengambil langkah untuk mengatasi masalah dongsaengnya itu. dia memang memiliki tanggung jawab yang amat besar meneruskan tugas orang tuanya menjaga Kyuhyun dan merawatnya. Tapi disisi lain, Siwon berusaha untuk lebih bijak melihat dari sisi Kyuhyun dengan alasannya yang ingin mencari tahu jawaban dari mimpi buruknya itu.
Malam itu Siwon dan Kyuhyun sedang menikmati makam malam diruang makan yang sepi dan dingin. Meja makan panjang dengan delapan kursi saling berhadapan. Hanya mereka berdua yang duduk dikursi itu.
"kau tahu tugasku kini bertambah semakin berat. Aku harus menjagamu dan membimbingmu Kyu! Tugas appa dan eomma kini ada dipundakku. Kau tahu aku menyayangimu begitu banyak hingga aku lupa bagaimana caranya aku menyayangi diriku sendiri" Siwon membuka percakapan sambil mengorak arik makan malamnya tanpa memakannya
"arraseo hyungnim!" Kyuhyun menunduk, dia melirik wajah Siwon dengan ekspresi sesal
"kau tahu aku kini bertugas untuk memecahkan kasus tenggelamnya para namja yang ditemukan dibeberapa sungai? Kasus yang tidak pernah terpecahkan sejak puluhan tahun lalu. Kau tahu apa analisaku pada semua korban itu? mereka semua adalah gay Kyu!" Siwon mulai memasukan hidangan makan malamnya kedalam mulutnya
"gay? Kenapa kau menyimpulkan mereka sebagai kaum gay?" tanya Kyuhyun heran menyantap makanannya
"kau boleh menganggapku gila dengan tindakanku Kyu! Aku seorang kriminolog lulusan Universitas ternama di negara ini melibatkan seorang cenayang untuk membantuku menyelesaikan kasus ini" jawab Siwon tertawa getir menyimpan sendok garpunya diatas piring makannya
"waeyeo? Kenapa kau harus melibatkan seorang cenayang? Apa kau pikir kasus ini tidak bisa dijawab oleh nalar kita?" Kyuhyun kembali bertanya sambil mengunyah makanannya
"nee! Sejak aku dihantui arwah para korban yang masuk kedalam mimpiku, aku berfikir kasus ini bukanlah kasus biasa. Aku membutuhkan seorang cenayang untuk menerawang kejadian misterius dibalik tenggelamnya semua korban itu. dan perlahan aku mulai menerima jawaban yang cenayang itu berikan" Siwon meneguk air putih digelas kacanya
"apa itu?" tanya Kyuhyun penasaran menaruh alat makannya menatap Siwon penasaran
"mereka mati karena sebuah kutukan Kyu! Kutukan yang dilakukan orang dimasa lalu yang mengutuk semua kaum gay. Kutukan itu menenggelamkan semua gay yang bermesraan didekat sungai" jawab Siwon menyadarkan punggungnya
"mwo? Ini tidak masuk akal Hyung!" Kyuhyun menggelengkan kepalanya lalu mereguk air putih digelas kaca miliknya
"kau boleh berkata demikian Kyu! Aku tetap akan berusaha untuk memecahkan kasus ini. Hingga kasus ini aku pecahkan, bisakah kau bersikap manis Kyu? Bisakah kau tetap menjadi dongsaengku yang baik? Bisakah kau menahan perasaanmu terhadap namja itu?" Siwon menatap Kyuhyun dengan wajah memelas dan penuh duka
"hyung!" terlihat ekspresi wajah Kyuhyun begitu penuh rasa sesal
"aku tidak bisa melarangmu untuk mencintai namja itu meski itu adalah cinta yang sangat terlarang. Hatimu adalah milikmu Kyu, kau bebas menggunakan hatimu seperti yang kau inginkan. Tapi hidupmu bukan hanya milikmu sendiri Kyu, masih ada aku hyung-mu yang mengharapkan kau hidup dengan baik dan selamat. Aku tidak ingin kehilanganmu Kyu! Aku sudah kehilangan appa dan eomma dan itu sangat menyakitkan hingga rasanya hatiku tersayat. Aku tidak ingin kehilangan lagi. Aku tidak ingin kehilanganmu Kyu. Kau harus hidup Kyu. Berjanjilah padaku" Siwon berdiri lalu berpaling meninggalkan Kyuhyun diruang makan.
Siwon menangis tertahan saat meninggalkan ruangan itu lalu berkata dalam hatinya.
'kau tidak akan pernah tahu Kyu betapa terlukanya hatiku saat mengucapkan kalimat itu. aku sudah mengkianati janjiku pada eomma yang akan membawamu kembali menjadi Cho Kyuhyun yang sempurna'
.
.
.
Kyuhyun termenung didalam kamarnya meresapi ucapan bijak yang disampaikan Siwon pada dirinya. Kyuhyun semakin putus asa dengan sikap bijak hyung-nya itu. dia bahkan lebih berharap Siwon melarangnya begitu keras secara ekstrim dan menghalanginya untuk bisa mengekspresikan perasaannya yang tidak normal itu, karena dia akan lebih nekad untuk memberontak membawa guru Lee lari sejauh yang dia bisa.
'ah kenapa semua terasa begitu sulit? Kenapa aku harus merasakan perasaan istimewa ini pada guru Lee? Kenapa aku begitu ingin menemuinya?'
.
.
.
Sepuluh hari sudah berlalu sejak meninggalnya tuan dan nyonya Cho. Dan selama itu pula Kyuhyun menghabiskan masa berdukanya didalam rumah. Dia tidak lagi pergi kesekolah dan tinggal didalam asrama bersama sahabatnya. Sementara Siwon sudah kembali pada kewajibannya memecahkan kasus tenggelam yang sudah lama menjadi kasus nasional.
Meski sudah lama tidak lagi menapakan kakinya kesekolah, Kyuhyun masih menghitung tanggal hari bebas untuk siswa keluar dari asrama. Kyuhyun menghubungi Changmin sahabatnya untuk membawakan novel yang dia simpan dibawah bantalnya.
Siang itu Kyuhyun mendapatkan kunjungan dari ketiga teman dekatnya. Changmin, Minho dan Taemin. Kebetulan hari itu adalah hari bebas dimana semua siswa yang tinggal diasrama.
"kau tega menelponku hanya karena kau teringat pada buku ini! Kau sama sekali tidak merindukan kami" keluh Changmin melemparkan novel karya Lee Sungmin kekasur Kyuhyun dengan wajah cemberut
Taemin dan Minho hanya terkekeh melihat tingkah aegyo yang dilakukan Changmin.
"aku merindukanmu teman sekamarku! Aku juga merindukan kalian" balas Kyuhyun membela diri tersenyum pada semua sahabatnya
"kapan kau akan kembali kesekolah Kyu?" tanya Minho melempar bola basket yang dia ambil dari pojok
"entahlah! Apakah aku masih sanggup untuk kembali kesekolah setelah membuat Siwon hyung kecewa" jawab Kyuhyun lelah
"sebenarnya apa yang terjadi antara kau dengan guru Lee?" kini giliran Taemin yang bertanya mendekati Kyuhyun yang berbaring telungkup diatas kasurnya
"aku melihat dia begitu mesra mencium guru androgini itu, menurut kalian apa yang terjadi dengan mereka?" sindir Changmin pedas menjatuhkan tubuhnya diatas kasur Kyuhyun hingga kepalanya mengenai bokong Kyuhyun
"mwo? Kau mencium guru Lee?" Minho tersentak lalu bergabung berkumpul diatas kasur Kyuhyun
Kyuhyun hanya diam tidak menjawab pertanyaan Taemin dan menanggapi sindiran Changmin. Dia hanya membenamkan wajahnya diatas bantal empuknya.
"kembalilah kesekolah Kyu! Apa yang terjadi antara kau dengan guru Lee masih menjadi rahasia kita. Tidak ada orang lain yang mengetahuinya termasuk apa yang guru Lee ucapkan dipemakaman orang tuamu. Berusahalah untuk mengendalikan perasaanmu saat bertemu dengan guru Lee disekolah" saran Minho begitu dewasa
"jadi seperti ini rasanya mencintai sesama namja? Mengapa begitu menderita?" Kyuhyun merubah posisinya duduk diantara sahabatnya
"kau tidak sendiri Kyu? Kau tahu aku pernah menyukai teman sekamarmu itu. kau tahu ketidak normalanku sejak kita kenal" Taemin menepuk bahu Kyuhyun menghibur sahabat yang sudah mati – matian membelanya meski dia tidak pernah mengetahuinya
"kau tahu aku begitu mengagumi Siwon hyung! kau memang tidak sendiri Kyu" Changmin tak mau kalah menghibur Kyuhyun dalam perasaan galaunya
"jadi saat ini aku tengah berkumpul dengan para gay?" celoteh Minho terkekeh
"bukankah kau juga seorang gay hah?" protes Changmin melempar bantal kewajah Minho
"karena kecantikan namja ini yang membuatku menjadi seperti kalian!" Minho memeluk Taemin dari belakang dihadapan Kyuhyun dan Changmin
Pertemuan antar sahabat karib itu berakhir sudah. Changmin, Taemin dan Minho sudah kembali keasrama sebelum malam semakin larut. Kyuhyun kembali sendiri didalam kamarnya yang besar dan dingin itu.
Dia lalu kembali membuka halaman dimana terakhir kali dia membacanya. Kyuhyun menarik nafas dalam sebelum melanjutkan membaca buku yang sudah mulai terasa aura misterinya.
"kajja kita mulai!" tiba – tiba Kyuhyun berucap memberanikan diri meneruskan membaca cerita novel itu.
Lee Sungmin menceritakan tentang sakit demam yang dia rasakan berhari – hari sejak peristiwa didalam bejana itu. tabib istana bernama Lee Donghae yang memeriksa luka robek dianusnya ikut masuk kedalam isi cerita novel itu.
Halaman berikutnya sudah akan dilahap habis oleh Kyuhyun. Menceritakan hadirnya pemusik Xie Che dalam hidup putera mahkota Kyuhyun yang membuat tingkah menyimpangnya semakin parah.
Halaman berikutnya adalah adegan putera mahkota yang bercinta dengan Xie Che didalam ruang musik. Dipergoki raja Siwon, tabib istana Lee Donghae, kepala hwarang Lee Hyukjae dan pangeran Sungmin.
"Tuhan! Bukankah adegan ini pernah datang dalam mimpiku?"
Tiba – tiba mimpi basah yang pernah Kyuhyun dapatkan. Mimpi Kyuhyun melakukan anal sex dengan seorang namja yang sangat tampan kembali tergambar dengan jelas diingatan Kyuhyun.
"aaawww" Kyuhyun kembali merasakan sakit dikepalanya sama persis seperti saat kejadian disiang kelabu itu dimana Siwon memergokinya mencium guru Lee
"ahjumaaaa" teriakan itu kembali terdengar dengan sangat keras sehingga terdengar oleh pelayan yang bekerja dirumah itu
"tuan muda! Apa tuan baik – baik saja?" tanya pelayan diluar kamar Kyuhyun menerobo s masuk kedalam kamar itu
"ambilkan aku obat penghilang rasa sakit aku mohon! Kepalaku sakit sekali" kelur Kyuhyun meremas rambutnya
"baik tuan muda" jawab ahjuma segera mencari obatnya
.
.
Rasa sakit itu berangsur pulih Kyuhyun kini mampu memejamkan matanya karena efek kantuk yang ditimbulkan obat penghilang rasa sakit itu. dan lagi, semua adegan yang diceritakan dalam novel itu masuk kedalam mimpi Kyuhyun. Namun mimpi kali ini jauh lebih lengkap dari apa yang diceritakan oleh Lee Sungmin dalam novelnya. Karena dalam mimpi itu terungkap dengan jelas sejarah bagaimana Xie Che muncul dalam kehidupan putera mahkota Kyuhyun.
.
.
.
Pagi itu Kyuhyun sudah tidak lagi mampu menahan diri untuk pergi kesekolah. Siwon masih belum kembali dari tugasnya selama dua hari ini. Kebetulan yang sangat pas untuk Kyuhyun kembali kesekolah bertemu dengan namja yang kini mengisi hatinya.
Gerbang sekolah elit itu sudah didepan mata. Tidak seperti biasanya, Kyuhyun merasa berdebar dan gelisah saat hendak masuk keareal tempat dia menimba pendidikannya.
"turunkan aku disini saja ahjussi!" perintah Kyuhyun pada sopir pribadinya
"baik tuan muda!" jawab supir menghentikan mobilnya
Kyuhyun segera turun menggendong tas ranselnya. Berjalan melewati gerbang yang akan segera ditutup karena pelajaran akan segera dimulai. Kyuhyun melihat kearah ruang guru berharap dia bisa bertemu guru Lee. Namun guru cantik itu tidak tampak batang hidungnya.
Kyuhyun teruskan langkahnya menuju tangga menuju kelasnya yang sudah mulai sepi. Dengan berat dia mulai menaiki anak tangga itu hingga seseorang memanggil namanya
"Cho Kyuhyun!"
Kyuhyun menoreh kebelakang dan betapa bahagianya dia melihat guru Lee berada dibelakangnya.
"kau!" begitu lantang Kyuhyun menyapa guru Lee dengan kata kau dan bukan guru Lee
"bogosipo Cho Kyuhyun!" pelan suara itu terdengar. Wajah guru Lee sedikit merona
"kemarilah!" Kyuhyun turun sambil menarik tangan gurunya masuk kedalam ruang penyimpanan alat olah raga yang selalu sepi dipagi hari
Didalam ruangan yang tidak terlalu luas itu mereka saling berdiri berhadapan dengan jarak yang tidak jauh. Kyuhyun genggam tangan guru Lee lalu meremasnya sambil tersenyum
"rasa rinduku mungkin jauh lebih besar dari rasa rindu yang kau rasakan Lee Sungmin" Kyuhyun menatap gurunya penuh cinta
Sikap Kyuhyun semakin jauh berbeda dari sikap sebelumnya. Kyuhyun semakin ingin membuktikan ucapan yang pernah dia sampaikan pada gurunya itu. semakin berani dan terbuka menunjukan perasaan yang benar – benar dia rasakan pada gurunya itu
"kau memanggilku Lee Sungmin!" guru Lee menggoda Kyuhyun
"apa aku harus memanggilmu guru Lee saat berdua seperti ini?" balas Kyuhyun kini mulai berani membelai wajah guru Lee
"apakah kau juga mencintaiku Cho Kyuhyun?" guru Lee menodong dengan mimik wajah yang berubah menjadi begitu tegas
"aku mencintaimu! Itulah yang aku rasakan saat ini. Selalu ingin terus dekat denganmu" jawab Kyuhyun mengecup lengan guru Lee
"apakah ini benar – benar kau Cho Kyuhyun? Kenapa aku merasa kau berubah banyak?" guru Lee melepaskan tanggannya
"aku sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya! Aku tidak tahu bagaimana cara mengekspresikannya. Inilah aku yang harus kau hadapi mulai saat ini dan seterusnya" Kyuhyun raih pinggul guru Lee kedalam pelukannya lalu memeluk guru Lee erat
'kau memang Cho Kyuhyun! Bukan Choi Kyuhyun! Aku benar – benar jatuh cinta padamu Cho Kyuhyun'
Bergantian Kyuhyun keluar lebih dulu setelah melepaskan pelukannya dari tubuh guru Lee. Senyum bahagia menghiasi wajah tampannya yang pucat itu saat menaiki anak tangga menuju kelasnya. bersama Lee Sungmin, Kyuhyun lupa dirinya baru saja berduka karena telah kehilangan kedua orang tuanya. Bersama Lee Sungmin juga Kyuhyun lupa janjinya pada Siwon untuk bersikap manis dan menahan hasrat yang dia rasakan pada namja bernama Lee Sungmin itu.
.
.
.
Suasana disebuah kamar mayat dirumah sakit dipulau jeju itu begitu gelap. Ada banyak jenazah yang sudah ditutupi kain putih terbaring berjajar diatas blankar. 2 dari 5 jenazah yang terbaring itu adalah korban tenggelam yang ditemukan disungai yang memiliki nama Deadly River. Nama yang diberikan oleh para netters.
Clek
Pintu kamar mayat itu dibuka petugas bersama Siwon yang ingin memeriksa kondisi korban tenggelam itu. satu jenazah telah dibuka penutupnya. Seluruh tubuhnya sudah membengkak dan membiru. Siwon perhatikan dari atas kepala hingga kekaki tubuh mayat yang telanjang itu
"apakah kau mencium bau sperma saat mayat ini dibawa kemari?" tanya Siwon memperhatikan kearah vital jenazah
"saat mayat ini datang bukan aku yang bertugas menjaga kamar ini Let!" jawab petugas menutup kembali kain penutup berwarna putih itu
Kini giliran jenazah yang satunya yang ditemukan mengapung disungai yang sama dalam jarak yang berjauhan. Dan saat petugas hendak membuka penutup kain jenasah yang itu, tiba – tiba jari tangan jenazah itu bergerak lalu
"Heeeeeek"
Jenazah itu terbangun lalu duduk menarik nafas panjang seperti orang yang baru saja tenggelam. Kontan petugas itu menjerit ketakutan. Tapi tidak dengan Siwon, dia hanya mundur selangkah menjauhi jenazah itu.
"uhuuk uhuuuk"
Jenazah itu terbatuk. Wajah yang tadi pucat kini mulai merona seperti ada darah yang mulai mengaliri tubuh itu. Wajah namja itu begitu tampan, dengan kulit putih mulus tanpa cacat, bibir tebal merah merona dan begitu mempesona.
"dimana aku? Aku kedinginan!" suara merdu namja itu terdengar menggigil melihat sekeliling kamar mayat itu.
Siwon dan Petugas yang menjaga kamar mayat itu berusaha mengendalikan rasa takutnya lalu perlahan mendekati mayat hidup itu.
"kau berada dikamar mayat rumah sakit polisi kota Seoul. Apakah kau masih ingat apa yang terjadi padamu?" Siwon berjalan lebih dekat dengan langkah ragu juga alis yang mengkerut
"Kenapa aku berada disini?" namja itu menutupi tubuh telanjangnya
"kau tenggelam dan ditemukan mengapung disungai Deadly River. Kau dinyatakan tewas dalam perjalanan kemari karena paru – parumu sudah terlalu banyak menelan air sungai juga kekurangan oksigen. Apa kau sama sekali tidak mengingatnya?" Siwon meraih tangan namja itu untuk memeriksa denyut nadinya
"ahhh aku ingat aku dirampok oleh seorang namja. Dia berusaha merebut tasku. Aku berusaha keras mempertahankan tasku karena tas itu berisi barang – barang yang sangat penting dalam hidupku. Namja itu menjadi kesal dan murka. Dia lalu memukulku dan aku tidak ingat apa – apa lagi!" jawab namja itu berfikir keras
"siapa namamu? Dan dimana keluargamu?" tanya Siwon menatap namja itu iba
"namaku Kim Heechul! Keluargaku adalah penguni panti asuhan Haru didesa mokpo! kedatanganku ke kota Seoul adalah untuk menghadiri panggilan kerja disebuah sekolah elit khusus namja" jawab namja tampan itu tegas menyebutkan nama sebuah sekolah tempat Kyuhyun menimba ilmu pendidikannya
tbc
annyeong!
sumpah vai ngantuk banget malam ini
tp vai beneran niat bgt buat update ff ini karena vai g pgn ngecewain smua readers yang udh setia nungguin ff ini tuk update
miane klo chapter ini g secetar chapter selanjutnya
miane jeongmal miane
gmn masih g ada yang bisa nebak ya apa yang dilakukan Siwon ke Kyu setelah melihat Kyumin ciuman?
ternyata WOn jauh lebih lunak dari pada emaknya Kyu #plak
moment Kyuminnya gmn?
lebih suit mana?
moment di kuburan atau di gudang?'
klo vai yang dikuburan #gakadaygnanya
itu Heechul muncul! kira" dia mau jadi apa yang dijaman modern ini?'
gomawo buat reviewnya yang superr banyak dengan isi yang bisi bikin vai terbang
terus baca dan review yah
deepbow
sekian chitchatnya
tungguin chap selanjutnya
saranghae,,, aishiteru,,, wo ai ni
muaacchh
annyeong
