hanna

dul

set

Siwon makin tercengang mendengar jawaban namja tampan bernama Kim Heechul itu. dia seperti bangkit dari kematiannya hanya untuk menghadiri panggilan disekolah tempat Kyuhyun bersekolah.

"ceritakan padaku seperti apa rupa namja yang telah merampokmu itu? apakah namja itu dia orangnya?" tanya Siwon menyibak kain penutup namja yang ditemukan tenggelam bersamaan dengan ditemukannya Kim Heechul disungai Han mengalikan pembicaraan

Heechul melirik kearah blankar disampingnya. Terlihat jelas seorang namja dengan wajah yang sudah membiru dan membengkak masih menyisakan ciri wajah yang bisa Heechul kenali

"benar! Namja itu adalah pelakunya" jawab Heechul penuh emosi dan tidak memalingkan wajahnya dari namja itu

Siwon menunduk dan berfikir keras kenapa namja yang satu tewas setelah tenggelam sementara satunya yang menjadi korban hidup tanpa luka.

'siapa kau sebenarnya Kim Heechul? Kau selamat dari tenggelam dengan sangat tidak wajar. Hasil visum membuktikan jantungmu berhenti berdenyut sejak 12 jam yang lalu. Paru – parumu basah dipenuhi air sungai yang tertelan. Kenapa kau bisa hidup kembali? Alasan apa yang membuatmu kembali kedunia ini?"

.

.

.

Malam hari didalam asrama Kyuhyun yang baru memulai kembali menghabiskan hari – harinya tinggal didalam asrama terlihat jauh lebih ceria dari malam – malam sebelumnya. Bagaimana tidak kini dia memiliki seseorang yang sudah mengisi harinya dan mereka sama – sama bermalam dilingkukan yang sama.

Kyuhyun terus melihat kelayar ponselnya dan berharap guru manis itu menghubunginya dan memintanya untuk keluar menemuinya. Namun ponselnya tak kunjung berbunyi. Kyuhyun tidak putus asa dia memutuskan untuk memulainya. Menekan nomor ponser guru manis itu dengan seringai senyum menghiasi wajah tampannya menunggu namja bernama Lee Sungmin itu menjawab panggilannya

"yeobseo!" akhirnya suara merdu guru androgini itu terdengar mendamaikan suasana hati seorang Cho Kyuhyun

.

.

.

Kyuhyun mengetatkan mantelnya saat menyusuri lorong asrama menuju luar. Dengan langkah yang amat cepat sedikit berlari, Kyuhyun tinggalkan asramanya untuk menemui guru Lee yang mungkin saat itu sudah menunggunya diatap sekolah.

Perasaan menggebu dan debaran membuat perjuangannya menaiki anak tangga tidak terasa memelahkan. Senyum simpul terus saja tersungging dibibirnya. Tanpa terasa langkahnya sudah mencapai atap gedung sekolah itu.

Dari tempatnya berdiri, Kyuhyun melihat guru Lee sudah berdiri membelakanginya ditepi atap gedung. Kyuhyun lalu berlari kecil menghampiri guru yang kini menjadi kekasihnya itu. dengan begitu lantang Kyuhyun lingkarkan kedua tangannya memeluk perut guru Lee

"miane aku sudah membuatmu menunggu lama disini Sungmin-ssi!" bisik Kyuhyun pelan didaun telinga guru Lee

Guru Lee berbalik menghadap Kyuhyun lalu balas memeluknya. Menatap mata rubah itu dengan penuh cinta dengan senyum yang membuat suasana diatap gedung itu menjadi hangat.

"bertemu denganmu diatap gedung ini dimalam yang sangat dingin ini aku begitu bersemangat. Kau tahu kenapa? Karena aku sungguh merindukanmu Cho Kyuhyun! Perasaan takut menghinggapiku saat kau pergi bersama hyung-mu. Aku takut kau tidak akan pernah kembali kesekolah ini karena Siwon-ssi pasti tidak akan membiarkan kita begitu saja" guru Lee berkata tanpa mengedipkan matanya

"aku harap kau jangan terlalu berburuk sangka terhadap hyung-ku itu! diluar dugaanku dia sama sekali tidak memintaku untuk menjauhimu. Dia menyerahkan sepenuhnya keputusanku ditanganku sendiri. Meski dia adalah hyung-ku, dia merasa tidak berhak mengatur hidupku sesuka dia" balas Kyuhyun membelai wajah guru Lee

"jinja? Semudah itu dia menerima hubungan terlarang kita?" guru Lee tersentak karena dia memang tidak menduga respon Siwon seperti yang baru saja diceritakan Kyuhyun

"nee! Aku berkata jujur Sungmin-ssi" jawab Kyuhyun melepaskan pelukannya

Kyuhyun dan Sungmin melangkah pelan menuju tepi atap gedung yang tinggi itu. memandangi lampu dan kota Seoul dari atas gedung itu. angin dingin menerpa wajah tampan kedua namja itu

"ahh bahagia rasanya berdua denganmu diatas atap ini menikmati angin dan pemandangan Seoul dimalam hari dari atas gedung" celoteh Kyuhyun merentangkan kedua tangannya menikmati angin yang menyentuh tubuhnya

"bahagia? Menurutmu bahagia itu seperti apa Kyu?" tanya Sungmin memejamkan matanya menarik nafas panjang kemudia perlahan menghembuskan udara dari mulutnya

"perasaan dimana aku tidak merasa sakit, tidak lagi merasa terluka, tidak ada lagi rasa benci, menghilangnya rasa dendam. Hanya perasaan senang dan tertawa yang mengiringinya. Itulah bahagia menurutku Sungmin-ssi!" jawab Kyuhyun menurunkan tangannya, merubah posisinya menoreh kearah Sungmin

"jadi menurutmu aku tidak bahagia Kyu? Meski bersamamu disini malam ini. Aku masih memendam benci yang begitu besar terhadap namja bejat itu. aku masih merasakan luka yang amat dalam yang ditinggalkan namja itu. aku masih menyimpan dendam kesumat dalam hatiku terhadap namja itu" Sungmin menghadapkan diri kearah Kyuhyun dan kini mereka saling berhadapan

"kau menggambarkan dengan begitu jelas perasaan bencimu terhadap Choi Kyuhyun. Dalam tulisanmu aku dapat merasakan luka dan kebencian yang amat dalam yang kau rasakan terhadap adik angkatmu itu. Apakah kau masih menyimpan rasa luka dan benci itu hingga saat ini?" Kyuhyun meraih kedua tangan Sungmin menatapnya sendu

"kehidupanku hancur dan kotor karena namja bejat itu! sisi kehidupan kelamku adalah namja itu! bagaimana mungkin aku bisa melupakan luka dan rasa benciku terhadap Choi Kyuhyun?" jawab Sungmin membentak karena terbawa emosi

"kehidupanmu yang hancur dan kotor itu, sisi kelam dalam hidupmu itu biarlah aku yang membersihkannya. Aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia bersamaku. Aku akan terus membuatmu tersenyum sehingga kau bosan untuk terus tersenyum sehingga kau merindukan bagaimana caranya menangis. Aku mohon jangan kau habiskan waktumu untuk menyimpan rasa benci itu. lupakan masa lalumu dan bahagialah bersamaku Lee Sungmin!" Kyuhyun genggam kedua tangan Sungmin dan menempelkan didadanya. Menatap Sungmin begitu memelas

"Kyuhyun-ssi!" wajah Sungmin merona, mata berkaca – kaca menatap Kyuhyun haru

"percayalah padaku! Aku tidak akan pernah mengecewakanmu Sungmin-ssi!" Kyuhyun kecup kening Sungmin dengan lembut

Air mata Sungmin mengalir pelan mengiringi perasaan haru yang dia rasa karena ucapan Kyuhyun yang begitu dalam.

'gumapsemida Cho Kyuhyun! Aku bahagia"

Kyuhyun lepaskan kecupannya dari kening guru Lee, dia lalu menyentuh dagu guru Lee dengan tatapan mesra. Kyuhyun sentuh bibir tipis guru Lee yang mungil itu.

"aku sungguh ingin menciummu saat ini juga Sungmin-ssi! mengangguklah jika kau memang mengijinkannya" Kyuhyun belai wajah Sungmin hingga keleher

Sungmin tersenyum pasrah lalu mengangguk pelan dan memejamkan kedua matanya menunggu sentuhan bibir Kyuhyun dibibirnya mungilnya.

Tanpa membuang waktu, Kyuhyun semakin mengeliminasi jarak bibirnya dengan bibir gurunya, semakin dekat kemudian bibir mereka saling menempel. Kyuhyun buka bibir guru Lee dengan lidahnya begitu lembut. Bibir tipis Sungmin bagian bawahnya Kyuhyun hisap dengan kedua bibirnya. Lidahnya beradu didalam mulut guru Lee Sungmin. Terdengar suara guru Lee mendesah, kedua tangannya membelai punggung Kyuhyun.

Tangan kanan Kyuhyun meremas lembut rambut hitam guru Lee sementara tangan kirinya menahan pinggul guru Lee menempel dengan tubuhnya. Ciuman itu begitu mesra disertai suara desis saliva yang saling beradu.

Clik,,,,clik,,,,clik

Dari tangga seorang misterius tampak dari belakang sedang mengabadikan momen mesra nan tak wajar itu dalam kamera digitalnya. Kemudian dia turun setelah mendapatkan gambar terbaik yang akan dia publish dimajalah dinding esok hari.

.

.

"hmmmm" desah Kyuhyun perlahan melepaskan ciuman itu.

"gomawo Sungmin-ssi!" ujar Kyuhyun menatap kedua mata guru Lee sendu

Guru Lee hanya membalas tatapan sendu itu dengan senyum manis yang menggemaskan. Guru Lee lalu melingkarkan tangan kanannya dipinggang Kyuhyun. Sementara tangan kiri Kyuhyun melingkar disekitar bahu guru Lee. Mereka berdiri sejajar memandang lurus kedepan

"bagaimana dengan buku yang aku berikan? Apakah kau masih membacanya?" guru Lee membuka percakapan setelah mereka berciuman

"hmm! aku sudah membacanya hingga adegan diruang musik. Aku menjadi penasaran dengan sosok Xie Che. Dalam tulisanmu kau menggambarkan sosok Xie Che lah penyebab awal putera mahkota menjadi menyimpang. Dalam kehidupan nyatamu, siapakah Xie Che itu?" jawab Kyuhyun merubah posisinya menghadap Sungmin

"seorang teman yang adik angkatku bawa kerumah! Mereka benar – benar bercinta dihadapanku!" jawab guru Lee dengan ekspresi wajah menyimpan amarah

"apakah kejadian itu benar – benar dipergoki ayah angkatmu juga? Dalam bukumu kau menceritakannya seperti itu!"

"tidak hanya appa, tetapi orang yang bekerja untuk appa juga beberapa anak buahnya"

"mwo? Lalu apa yang dilakukan appa angkatmu setelah melihat itu?"

"bacalah! Kau akan menemukan jawabannya"

.

.

.

"yaaa! Bangunlah! Apakah kau tidak akan bangun untuk belajar?" Changmin menarik selimut tebal yang menutup tubuh Kyuhyun yang tertidur begitu lelap

"aku mohon jangan bangunkan aku! Aku masih sangat mengantuk" jawab Kyuhyun menarik selimutnya kembali

"kau masih bisa tidur begitu lelap saat genting seperti ini! Lihatlah keluar! Gambarmu yang sedang mencium kekasih namjamu itu terpampang begitu jelas dimajalah dinding pagi ini"

"mwo!" Kyuhyun tersentak seketika membuka matanya dengan begitu lebar

"kau bodoh! Benar – benar bodoh!" Changmin turun dengan langkah ditekan

"yaaa! Siapa yang sudah begitu tega melakukannya padaku?" teriak Kyuhyun melempar selimutnya

.

.

.

Semua mata yang berpapasan dengan dirinya menatapnya dengan jijik dan mencibir saat Kyuhyun menyusuri lorong asrama menuju kelas. Changmin berjalan mendampinginya, marasakan risih dari cara mereka menatap Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah! gwencana?" tanya Changmin mengkhawatirkan sahabatnya

"yang aku khawatirkan bukanlah diriku! Tapi guru Lee. Apa yang akan terjadi padanya?" jawab Kyuhyun dengan wajah cemas

"molayo!" Changmin merangkul bahu Kyuhyun

.

.

Suasana serupa juga terasa begitu mencekam saat berada didalam kelas. Tatapan teman sekelas begitu kejam dan sadis menatap Kyuhyun. Disekolah namja itu, kasus hubungan antar sesama jenis bukanlah hal yang baru terjadi. Juga foto mesra yang berhasil ditangkap siswa iseng sudah berkali – kali menghiasi majalah dinding edisi mingguan disekolah itu. namum kasus yang dialaami Kyuhyun memang beda dan baru pertama kali terjadi. Kyuhyun menjalin cinta dengan gurunya sendiri dan kemesraan yang mereka lalukan berhasil diabadikan.

"jadi seleramu adalah guru Lee Kyuhyun-ssi!" ledek Kim Jongwon menatap Kyuhyun sinis

Kyuhyun hanya membiarkan ketua kelasnya begitu saja tanpa melayaninya. Dia berlalu untuk duduk dibangkunya. Changmin tidak dapat berbuat banyak untuk membela Kyuhyun, karena apa yang sudah dilakukan Kyuhyun memang tidak ada benarnya.

"yaa! Minta maaflah pada guru cantik itu! selamat Cho Kyuhyun! Karenamu kita kehilangan guru Lee karena ketua yayasan sudah memecatnya sejak hari ini" teriak Shindong dari pojok kelas tertawa geli sambil memasukan potongan roti kedalam mulutnya

"guru Lee dipecat!" Kyuhyun spontan berdiri lalu berlari keluar kelas untuk memastikan apa yang baru saja diucapkan Shindong

"Kyuhyun-ah!" Minho teriak mengikuti Kyuhyun disusul Changmin

.

.

.

Semua siswa sudah masuk kedalam kelas saat Kyuhyun berlari menuju ruang guru untuk mencari kekasihnya itu. kyuhyun tidak menghiraukan panggilan Changmin juga Minho yang mengejarnya.

Sampai diruang guru yang agak sepi, Kyuhyun beranikan diri untuk masuk kedalam ruang guru itu. orang pertama yang berpapasan dengan Kyuhyun diruangan guru itu adalah dokter Kim Kibum yang sedang menatapnya dengan kecewa

"aku rasa kau harus menambahkan jadwal kunjunganmu Cho Kyuhyun! Kau harus menjelaskan padaku apa yang sudah terjadi!" dokter Kim menodong menghalau langkah Kyuhyun

"aku akan menemuimu siang ini dokter! Tapi untuk saat ini aku mohon beri aku jalan untuk menemui guru Lee" Kyuhyun berkata tegas memohon pada dokter Kim

"tentu saja!" dokter Kim melangkah kesamping memberikan ruang untuk Kyuhyun meneruskan langkahnya

Kyuhyun memelankan langkahnya saat melihat meja guru Lee yang berantakan. Guru Lee tampak sedang mengemas barangnya kedalam sebuah karton box.

"apakah kau sedang berkemas?" tanya Kyuhyun menghampiri guru Lee dengan rasa bersalah

Guru Lee mengankat wajahnya memangdang Kyuhyun lalu mengangguk sambil tersenyum

"hmm! aku harus pergi Kyu! Kembali ketempat asalku" jawab guru Lee memasukan buku terakhir kedalam karton box itu

"tempat asalmu? Maksudmu?" Kyuhyun mengerutkan wajahnya murung

"aku sudah tidak lagi mengajar disekolah ini Kyu! Aku harus kembali keapartemenku dan mulai mencari pekerjaan baru!" guru Lee mengangkat boknya setelah menggedong tas ranselnya

"ijinkan aku membantumu!" Kyuhyun merebut box dari tangan guru Lee

"kau tidak perlu melakukannya Kyu! Kau harus menjaga sikapmu! Kau harus bertahan untuk sekolah ditempat ini. Jika kau merindukanku datanglah ketempatku aku akan memberikan alamatnya lewat pesan" bisik guru Lee pelan merebut kembali box nya dari tangan Kyuhyun

"jinja!" Kyuhyun menghentikan langkahnya menatap guru Lee manja

"hmm! kau tidak perlu mengantarku! Aku akan mengirim pesan saat aku sampai ditempatku" balas guru Lee mengedipkan matanya

Kyuhyun hanya berdiri terpaku melihat punggung guru Lee saat keluar dari ruangan itu. dia tidak peduli meski ada dua orang guru yang sedang memperhatikannya.

'aku akan merindukanmu Lee Sungmin! Buktikan janjimu memberiku alamatmu! Maka aku akan segera datang menemuimu'

.

.

.

Tiga hari berlalu sejak dipecatnya guru Lee dari sekolah. Guru Lee mengingkari janjinya mengirimkan alamat apartemenya melalui pesan singkat untuk Kyuhyun. Kyuhyun begitu kecewa dengan apa yang dilakukan guru Lee terhadapnya. Selama tiga hari itu, Kyuhyun selalu membiarkan ponselnya aktif tanpa mematikannya sama sekali meski ponselnya sedang mengisi batere. Tapi pesan yang dia tunggu tidak kunjung masuk kedalam ponselnya.

'kenapa kau begitu tega mengingkari janjimu padaku Lee Sungmin! Apakah hubungan kita hanya sebatas ini saja? Kau pergi begitu saja melupakan aku' lirih Kyuhyun menatap langit – langit kamarnya dengan tatapan kosong

Kyuhyun turun dari kasurnya lalu melangkah menuju meja belajarnya membuka laci untuk membawa novel karangan Lee Sungmin. Kyuhyun kembali melangkah menuju kasurnya lalu menumpuk bantalnya hingga terasa nyaman saat dia bersandar untuk melanjutkan cerita didalam novel itu.

Kali ini Lee Sungmin menceritakan bagaimana Xie Che bunuh diri setelah meninggalkan surat wasiat yang berisi kebejadan seorang putera mahkota. Kisruhnya kerajaan karena raja Siwon ambruk akibat syok berat setelah menyaksikan puteranya bercinta dengan seorang namja. Liciknya permaisuri yang membawa lari putera mahkota untuk menghindarkan puteranya dari hukuman istana.

Mata Kyuhyun terasa begitu berat saat hendak melanjutkan halaman berikutnya. Semakin berat dan semakin berat hingga akhirnya Kyuhyun tertidur. Dalam mimpinya apa yang baru saja dibacanya dari novel itu tergambar dengan jelas. Wajah Xie Che saat tergantung juga tergambar dengan begitu jelas membuat Kyuhyun kembali terbangun dari tidurnya.

"andweeeee!" Kyuhyun mengingau lalu duduk dengan tubuh basah karena keringat

"Kyuhyun-ah! apakau bermimpi buruk?" tanya Changmin dari bawah diatas kasurnya

"Changmin-ah! kenapa aku harus mengalami ini?" jawab Kyuhyun menangis tersedu

Changmin merasa khawatir karena sejak perginya guru Lee dari sekolah, Kyuhyun banyak berubah menjadi murung dan tidak lagi fokus dalam pelajarannya. Changmin turun dari kasurnya lalu menaiki tangga menuju tempat Kyuhyun tidur.

"apakah kau sudah menemui dokter Kim kembali Kyu?" Changmin duduk ditepi kasur meraba kening Kyuhyun

"aku akan semakin gila!" Kyuhyun menutup wajahnya dengan bantalnya

"apa ini? Sebuah novel? Lee Sungmin" Changmin melihat – lihat cover novel yang dibaca Kyuhyun

"semua yang diceritakan dalam buku itu ada dalam mimpiku Changmin-ah! eothoke?" Kyuhyun merajuk

"berhentilah membaca buku seperti ini! Kau terlalu larut dengan cerita dalam buku ini sehingga masuk kedalam mimpimu" hibur Changmin mulai membuka buku itu.

.

'sepertinya ini buku yang sangat menarik! Cerita seorang putera selir'

.

.

Changmin membantu Kyuhyun menyiapkan seragam sekolahnya yang akan dipakai pagi itu. Changmin semakin memanjakan Kyuhyun setiap harinya.

"apakah kau akan terus berada didalam kamar mandi itu hah? Keluarlah dan segera pakai seragammu!" teriak Changmin mengingatkan Kyuhyun yang masih bertahan didalam kamar mandi sejak 20 menit yang lalu

Didalam kamar mandi dibawah pancuran, Kyuhyun hanya diam membiarkan tubuhnya yang telanjang diguyur air yang keluar dari pancuran tanpa menyabuninya ataupun membilasnya.

"Kyuhyun-ah berhentilah membuatku khawatir!" teriak Changmin berhasil membuyarkan lamunan Kyuhyun.

Kyuhyun segera memutar kran air untuk menghentikan air keluar dari pancuran itu. meraih handuknya lalu mengeringkan badannya. Melingkarkan handuk itu menutupi tubuh bawahnya kemudian keluat dari kamar mandi itu.

"aishhh jinja! Kau memang gila Kyuhyun-ah!" Changmin menggelengkan kepalanya karena kesal

.

.

. didalam kelas, guru sejarah meminta semua siswa untuk mengembalikan buku sejarah yang dipakai guru Lee keperpustakaan sekolah.

"kembalikan buku sejarah itu! sudah lama buku itu tidak pernah digunakan sebagai panduan dalam pelajaran sejara. Banyak hal yang sangat tidak mendidik dalam buku sejarah itu" ujar guru Baek menatap semua siswa dikelas unggulan itu

"maksud guru?" protes Choi Minho menatap guru Baek kesal

"bab XIII! Halaman 513 Kerajaan dimasa pemerintah raja Siwon! apakah kalian sudah sampai dibab itu?" jawab guru Baek menatap Minho tegas

Spontan semua siswa membuka halaman tersebut lalu mulai membacanya. Bab itu menceritakan apa yang ada dinovel yang Kyuhyun baca secara garis besarnya saja. Bab itu lebih menitik beratkan kelakukan bejad putera mahkota dari pada kebijakan dan keberhasilan raja Siwon saat memerintah kerajaan.

"dalam bab itu ditulis dengan jelas bagaimana gay diceritakan dengan begitu gamblang! bukannya menceritakan bagaimana hebatnya raja Siwon memimpin istana. Hanya didalam buku itu sejarah kecil dari raja Siwon masuk dalam pelajaran sekolah" guru Baek menceritakan

Semua siswa tercengang saat bagaimana guru Lee menuliskan langkah putera mahkota saat hendak menyodomi hyungnya.

Tiba – tiba kilasan adegan didalam bejana itu kembali dilihat Kyuhyun. Seperti biasa setiap Kyuhyun mendapatkan kilasan – kilasan yang diceritakan novel dan masuk kedalam mimpinya, kepala Kyuhyun akan terasa begitu sakit dan tak tertahankan.

"aaaaaa" Kyuhyun merintih kesakitan sambil memegang kepalanya. Membuat semua siswa menoreh kearahnya

"Kyuhyun-ssi! gwencana?" tanya guru Baek menghampiri Kyuhyun yang membenakman wajahnya dimeja tulisnya

"aaaaa" Kyuhyun kembali merintih, keringat dingin mengalir membasahi tubuhnya

Kilatan dalam bejana itu kemudian berlanjut pada adegan putera mahkota bercinta dengan Xie Che juga didalam bejana. Dan rasa sakit dikepalanya itu semakin terasa sehingga akhirnya Kyuhyun pinsang tidak sadarkan diri

Sebagian siswa menjadi panik melihat Kyuhyun roboh dengan wajah yang amat pucat. Dengan sigap Changmin, Minho juga ketua kelas mengangkat Kyuhyun keluar dari kelas menuju ruang kesehatan.

.

.

Kyuhyun siuman setelah menghirup amoniak yang diberikan seorang perawat padanya. Changmin juga Minho masih setia menunggunya hingga Kyuhyun sadar.

"dimana aku?" tanya Kyuhyun memegang keningnya

"kau tadi pingsan didalam kelas! Aku, Minho dan Jungwon mengangkatmu kemari" jawab Changmin mendekat

"apa yang terjadi padamu Kyu? Kenapa akhir – akhir ini kau begitu ringkik?" tanya Minho cemas

"molayo" jawab Kyuhyun singkat

.

.

Kyuhyun bersama Changmin melangkah berdampingan menuju perpustakaan sekolah untuk mengembalikan buku sejarah karangan Lee Sungmin. Kyuhyun masih merasa lemas setelah pingsan didalam kelas pagi tadi.

"tunggulah! Ada buku yang ingin aku pinjam!" ujar Changmin menghampiri petugas perpustakaan

Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya lalu berjalan menghampiri lorong buku cerita non fiksi. Membaca satu persatu judul buku yang berbaris rapi didalam rak. Menyentuh buku – buku itu dengan jarinya lalu jari – jari itu bersentuhan dengan jari seseoang yang amat lentik.

"miane!" ujar Kyuhyun menoreh kearah pemilik jari lentik itu

Blaaaasssshhh

Jantung Kyuhyun bagai mendapatkan serangan yang maha dahsyat saat melihat wajah pemilik jari lentik itu.

"kau!" mata Kyuhyun terbuka lebar, wajahnya kembali pucat dengan keringat dingin keluar dari pori – pori kulitnya

"waede? Apakah aku mengingatkan kau pada seseorang?" tanya pemilik jari lentik itu dengan ekspresi yang amat dingin

'namja ini adalah namja yang bercinta denganku dalam bejana dimimpiku! Aku melihat wajah namja itu dengan begitu jelas dalam mimpiku dan aku sangat mengingatnya. Kenapa namja ini bisa berada dihadapanku? Apakah saat ini aku juga sedang bermimpi?'

"yaa gwencana?" namja itu bertanya pada Kyuhyun

"sssiapa kau?" tanya Kyuhyun gugup dan kaku

"aku pustakawan baru disekolah ini! Namaku Kim Heechul! Kenapa kau begitu ketakutan saat melihatku? Apakah aku menakutkan buatmu?"

tanya namja tampan bernama Kim Heechul pada Kyuhyun dengan senyum sinis menyungging

"aniya,, aniya" jawab Kyuhyun gugup meninggalkan Heechul dilorong itu

Kyuhyun berlari keluar perpustakaan meninggalkan Changmin yang masih menunggu buku yang hendak dipinjamnya

"eottokhe? Kenapa namja itu nyata dan berada dekat disekitarku? siapa namja itu? kenapa aku begitu berdebar saat melihat namja yang pernah bercinta denganku dalam mimpi?"

Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri melangkah cepat menuju tempat dikter Kim Kibum.

.

.

"kau melihat namja yang ada didalam mimpimu ada disekolah ini? Siapa dia?" tanya dokter Kim membuka sesi

"dia pustakawan baru! Aku begitu ingat dengan jelas namja yang ada dalam mimpiku itu! bahkan dalam mimpiku yang terakhir, namja itu mati bunuh diri dan aku masih ingat bagaimana wajahnya saat tergantung didalam kamarnya" jawab Kyuhyun gelisah

"apakah kau sama sekali belum pernah bertemu dengan namja itu sebelumnya?" tanya dokter Kim mencatat sesuatu dalam bukunya

"tidak pernah!" jawab Kyuhyun singkat

Dokter Kim menghela nafas panjang lalu membuangnya. Dia lalu melangkah menuju rak buku membawa sebuah buku yang menjelaskan makna mimpi. Dia lalu membuka lembar demi lembar dalam buku itu.

"cobalah untuk mendekati namja itu! siapa tahu dia adalah jawaban dari mimpi – mimpi aneh yang kerap datang menghantuimu selama ini" dokter Kim menyarankan menutup sesinya

.

.

.

Hari berikutnya pesan itu tidak kunjung datang keponsel Kyuhyun. Kyuhyun semakin gelisah karena dia memang sudah sangat merindukan sosok Lee Sungmin namja yang kini sangat dicintainya.

Dia lalu mendatangi ruang administrasi sekolah untuk mencari tahu alamat lengkap milik guru Lee.

"miane jeongmal miane Kyuhyun-ah! ahjussi tidak bisa membantumu mencarikan alamat guru Lee" petugas administrasi yang masih kerabat dari sisi eomma berkata pada Kyuhyun

"ahjussi! Aku mohon temukan alamat itu untukku jebal!" Kyuhyun merajuk

Ahjussi bermarga Han itu menyerah lalu membuka file milik Lee Sungmin untuk mencatatkan alamat lengkap guru androgini itu.

.

.

"ini alamat lengkap miliknya! Aku tidak yakin apakan dia masih tinggal disana" ahjussi Han menyerahkan secarik kertas pada Kyuhyun

"gomawo ahjussi! Aku pasti akan membalas jasamu ini!" Kyuhyun bergegas pergi meninggalkan ruang administrasi itu

.

.

Kyuhyun berkemas membawa beberapa helai pakaiannya kedalam tas ranselnya. Changmin melihat apa yang sedang dilakukan Kyuhyun dengan begitu cemas dan penuh tanya.

"apa yang kau lakukan dengan pakaianmu itu hah? Apakah kau berniat untuk keluar dari asrama ini?" tanya Changmin menghampiri Kyuhyun yang mulai memakai tas ranselnya

"aku akan meminta ijin wali kelas! Alasanku aku ingin memeriksakan sakit dikepalaku pada dokter keluarga yang biasa memeriksaku sejak dulu!" jawab Kyuhyun menepuk bahu Changmin

"tapi tujuanmu sejujurnya bukan untuk itu kan? Kau hendak mencari dimana guru Lee tinggal bukan?" Changmin menghempaskan tangan Kyuhyun dibahunya

"kau tahu aku dengan baik Changmin-ah! aku tidak perlu menjelaskannya dengan detail padamu" Kyuhyun membuka pintu asramanya lalu keluar meninggalkan Changmin

.

.

"bagaimanapun caranya aku harus menemuimu Lee Sungmin!"

.

.

.

Dengan diantar taksi, Kyuhyun berhasil sampai disebuah rumah sederhana namun begitu asri dengan banyak tanaman menghiasi halaman rumah tersebut.

"ambil kembaliannya ahjussi!" Kyuhyun keluar dari taksi setelah membayar argo dengan uang lebih

Kyuhyun pandangi seluruh sudut rumah itu dengan senyum cerah karena dia merasa begitu senang akhirnya dapat menemukan alamat rumah kekasihnya yang sudah seminggu ini hilang.

Pagar kayu mahoni itu dibuka Kyuhyun lalu menapaki barisan batu alam yang menjadi pijakan kaki diantara rumput – rumput hijau seluas halaman itu menuju pintu masuk rumah asri itu.

Ting tong

Kyuhyun pijit bel pintu rumah bercat putih yang mendomimasi warna rumah itu.

Clek

Seseorang membuka pintu gabungan kayu yang membungkai kaca transparan itu. seorang yeoja seumur mendiang eommanya membuka pintu itu lalu dengan ramah tersenyum pada Kyuhyun.

"annyeong haseo! Cho Kyuhyun imnida! Tujuanku kemari mencari guru Lee" sapa Kyuhyun membungkukkan punggungnya menghormati tuan rumah

"annyeong! Aku pemilik rumah ini! Kau datang kemari untuk menemui putera angkatku?" tanya yeoja tua itu begitu ramah

"nee!" ekspresi wajah Kyuhyun berubah begitu teringat keluarga angkat yang mengadopsi Lee Sungmin dan memperlakukannya dengan begitu buruk

"masuklah! Sungmin sedang keluar" yeoja itu membuka pintunya lebih lebar untuk Kyuhyun

Ada banyak kucing yang berlalu lalang diruang tamu rumah itu. kyuhyun yang tidak begitu menyukai hewan pemakan ikan itu menjadi risih saat harus berbagi kursi dengan seekor kucing Siam yang tiba – tiba loncat menghampirinya

"Chansung-ah! adwee" nyonya Lee memanggil kucing Siamnya yang mulai menjilati celana jeans Kyuhyun

"miane! Chansung tidak biasanya bersikap agresif seperti itu" nyonya Lee menggendong Chansung dari pangkuan Kyuhyun

"nee gwencana" jawab kyuhyun kaku

.

.

Obrolan ringan juga secangkir teh hangat menemami Kyuhyun selama menunggu datangnya Sungmin yang sedang keluar rumah saat itu. nyonya Lee menangkap rasa gelisah dan kesal diwajah Kyuhyun selama menunggu putera angkatnya.

"apa kau ingin melihat album keluarga? Sungmin sudah tampan sejak dia masih kecil" nyonya Lee mengeluarkan album keluarga yang disimpan dirak lalu menyerahkannya pada Kyuhyun

"tentu saja!" balas Kyuhyun membuka album itu.

Foto – foto Sungmin diusia 7 tahun terpampang dengan rapi dihalam depan album itu. halamn berikutnya adalah foto saat Sungmin mulai sekolah. Juga beberapa foto Sungmin bersama orang tua angkatnya.

"saat usia berapa guru Lee nyonya adopsi?" tanya Kyuhyun sambil terus memandangi foto Sungmin yang sudah beranjak dewasa dialbum itu.

"sejak usia 6 tahun! Suamiku menemukannya terapung diatas sungai yang sekarang dikenal dengan sebutan Deadly River saat sedang memancing. Suamiku menduga Sungmin tenggelam. Kami berusaha mencari keluarganya. Tapi Sungmin memang hidup sebatang kara karena tidak pernah ada orang tua yang melaporkan telah kehilangan puteranya" jawab nyonya Lee mengusap bulu Chansung

"apakah nyonya meliki putera kandung?" tanya Kyuhyun menyelidiki

"opso! Tuhan tidak mempercayaiku untuk merasakan bagaimana mengandung dan melahirkan anak! Sungminlah putera kami satu – satunya" jawab nyonya Lee menurunkan Chansung dari pangkuannya

"mwo? Jadi nyonya memang tidak memiliki putera?" Kyuhyun tersentak karena jawaban nyonya Lee tidak sesuai dengan apa yang diceritakan Sungmin dalam bukunya

"nee! Aku dinyatakan mandul!" jawab nyonya Lee dengan wajah merona

'kenapa dia membohongiku? Apa tujuannya menceritakan hal mengerikan itu padaku? Apakah dia mengharapkan simpati dariku lalu menceritakan sesuatu yang begitu mengerikan dimasa lalunya?'

"Kyuhyun-ssi! gwencana?" nyonya Lee menatap Kyuhyun cemas

"ahh gwencana!" jawab Kyuhyun mulai gelisah

"ahh sebenarnya kemana dia membeli Doenjang jjigae itu? kenapa begitu lama?" nyonya Lee berdiri menuju jendela mulai mencemaskan putera angkatnya

"nyonya! Satu pertanyaanku terakhir. Apakah guru Lee pernah hidup dengan keluarga yang lain selain dengan keluarga Lee disini?" Kyuhyun berdiri menghampiri nyonya Lee

"tidak! Sejak kami menemukannya terapung disungai dia tinggal bersama kami hingga dewasa seperti sekarang" jawab nyonya Lee tersenyum

Ekspresi wajah Kyuhyun berubah begitu kecewa. Wajah pucatnya memerah, tidak lagi ada senyum diwajah tampan itu. dia lalu kembali kekursinya untuk mengambil tasnya lalu berpamitan pada nyonya Lee.

"aku pamit nyonya! Sampaikan salamku pada guru Lee" Kyuhyun membuka pintu dengan rasa kecewa yang amat dalam

"kenapa? Bukankah kau ingin bertemu dengan guru Lee?" nyonya Lee berusaha membujuk Kyuhyun

"tidak nyonya! Aku harus kembali keasrama sekolah" jawab Kyuhyun meneruskan langkahnya

Nyonya Lee pasrah dia hanya memandangi punggung Kyuhyun dari pintu lalu menutupnya kembali.

.

"gomawo Lee Sungmin! Berkatmu aku sudah membuat hyung kecewa, karenamu aku harus menahan rasa malu dengan tatapan sinis dari siswa disekolahku. Kau pembohon besar dana ku sangat kecewa padamu'

Kyuhyun menunduk dengan langkah ditekan karena dia sangat marah terhadap kekasihnya itu.

"Kyuhyun-ssi! kau menemukan rumahku?" tiba – tiba suara Lee Sungmin terdengar menyapa Kyuhyun yang sedang menunduk

Kyuhyun angkat wajahnya lalu menatap Kyuhyun dengan sinis. Tidak ada senyum dan cinta dari tatapannya. Kyuhyun menunjukan sisi bengisnya saat berhadapan dengan Sungmin sore itu.

"waeyeo? Kenapa kau menatapku seperti itu Kyuhyun-ssi?" tanya Sungmin menghampiri Kyuhyun

"kau pembohong besar! Aku benci orang yang sudah membohongiku seperti yang kau lalukan padaku! Aku begitu bodoh masuk dalam skenario busukmu itu. masa lalu kelam yang ditinggalkan adik angkatmu? Persetan dengan masa lalu itu Lee Sungmin! Aku harap wajah innocentmu itu tidak pernah lagi muncul dihadapanku" Kyuhyun dorong bahu Sungmin dengan sangat kasar hingga Sungmin terjatuh keatas aspal jalan dan berlalu begitu saja membiarkan kekasihnya duduk dijalanan itu

"Kyuhyun-ssi! apa maksudmu? Aku tidak mengerti" teriak Sungmin berusaha menghentikan langkah Kyuhyun

Kyuhyun menghentikan langkahnya. Dia lalu menoreh kearah Sungmin lalu berkata

"kau ditemukan mengapung disungai saat kau berusia 6 tahun! Sejak itu kau menjadi putera angkat keluarga Lee pemilik rumah itu! kau tidak pernah memiliki dongsaeng dalam hidupmu! kau tidak pernah mengalami sodomi itu bukan? Kau sakit jiwa Lee Sungmin! Enyahlah dari hidupku! Aku tidak sudi menghirup udara yang sama denganmu" bentak Kyuhyun dengan wajah penuh kecewa dan merah menatap Sungmin penuh kebencian

tbc

anneyong!

update kilat lagi kan?

wahhh kyumin moment yang diatap itu gimana menurut kalian?

Heechul ternyata jadi pustakawan disekolah Kyuhyun!

dan Kyu akhirnya tahu tentang sejarah Sungmin masuk kedalam keluarga Lee

mulai nyesek nihhh #kedipkedip

gomawo buat semua pembaca dan reviewers yang gak bisa vai sebutin satu - satu namanya

tapi review yang masuk bener - benar vai baca dan ingat setiap katanya

gmn apa chapter ini? bagian mana yang mengejutkan?

bagian mana yang diluar dugaan kalian?

kasih tahu Vai yah!

sedikit bocoran next chap momen Kyumin makin nyesek tapi diakhiri nc lohh #meletmelet

pasti para yadonger gak sabar nunggunya

ttep setia pantengin ff ini yah

review juga jangan lupa

deepbow buat semua pembaca lama juga annyeong buat pembaca baru

salam kenal dari author ngeyel ini #kedipsatumata

sekian chitchatnya

sarangahe,,,, aishiteru,,, wo ai ni

muaaachhh

annyeong!