Disclaimer : Tadatoshi Fujimaki and My Story

Warning : Canon, Abal, Typo(s), OOC, (gomen... kalau melebih-lebihkan OC-nya), dll.

Pairing : Generation of Miracle, Seirin High, OC

Genre : Friend Ship, Romance, Humor & Sport

Rate : K+ & T

Chapter 1

Toshiko POV

Hari ini aku akan masuk ke sekolah baruku yaitu SMA Seirin Hight. Aku bangun tepat jam 5 pagi seperti biasa, segera pergi ke kamar mandi membersihkan diri, setelah selesai aku pun memakai seragam baruku yaitu berwarna biru tua untuk bagian atas dan untuk bagian rok beberapa senti di atas lutut, setelah itu aku berdiri di depan kaca sambil mengikat rambutku jadi pony tail dengan pita berwarna hitam dan memakai kalung berbentuk bunga es warna biru, setelah puas menata penampilan aku pun segera menuju ke ruang makan sambil membawa tas selempangku yang berwarna hitam sedikit kebiruan. Setelah sampai aku pun membuat sarapan untukku sendiri. Kalau kalian bertanya kenapa aku sarapan sendiri? Itu karena aku memang tinggal sendiri di rumah atau lebih tepatnya mansionku, orangtuaku sudah pergi dari dunia saat aku berumur 11 tahun dan di umur itulah aku menjadi yatim piatu. Dan aku akan menegaskan kalau aku tinggal SENDIRI di rumahku, tidak ada yang merawatku saat orangtuaku meninggal lagipula aku tidak keberatan karena aku tinggal sendiri karena aku masih miliki harta peninggalan orangtuaku, tapi walaupun begitu aku kerja sampingan sebagai pencari informasi tidak lebih dan tidak kurang. Ok mungkin itu saja yang aku beritahu. Setelah membuat sarapan akupun segera memakan sarapanku, setelah selesai akupun langsung berangkat.

End POV

.

.

Di Depan Gerbang SMA Seirin

"Tertarik dengan rugby?"

"Apa kau pernah main shogi?"

"Kalau kau orang Jepang, mainlah baseball!"

"Berenang! Seru lho!"

"Basket! Klub bola basket!" teriak salah satu siswa, "Bagaimana kalau bergabung dengan klub basket?" lanjut siswa tersebut.

"Koganei, jangan mengajak dengan cara begitu." tegur teman dari salah satu siswa yang tadi berteriak yang bernama Koganei.

"Lalu sebaiknya bagaimana?" tanya Koganei kepada teman yang menegurnya.

"Anak-anak baru, bergabunglah dengan klub basket!" ucap teman Koganei, "Karena klub basket membutuhkan bantuan Sket Dan!" lanjutnya.

"Sudah cukup, hentikan plesetanmu itu, Izuki." Ucap Koganei kepada temannya yang bernama Izuki tersebut "Mitobe, teriak yang kencang ya!" lanjut Koganei.

"J" ucap teman Koganei yang bernama Mitobe. (Bisu kali ya-_-)

"Kau tidak akan melakukannya, ya?" ucap Koganei dengan sweetdrop.

Setelah itu ada salah satu siswa yang memiliki rambut berwarna biru muda berjalan melewati Koganei, sedangkan Koganei tidak menyadari kehadiran siswa tersebut. Yang malahan Koganei menyamperin siswa yang tadi berada di belakang siswa yang memiliki rambut biru muda tersebut.

"Hei kamu, ada waktu sebentar?" ucap Koganei kepada siswa tersebut.

"Ah, kau suka membaca ya?" ucap salah satu siswa, "Bagaimana kalau masuk klub sastra?" lanjutnya.

"Ah tidak, ini cuma manga." Ucap salah satu siswa yang tadi berada di belakang siswa bersurai biru muda tadi.

"Manga juga termasuk karya sastra kan?" ucap salah siswa yang menawarkan tadi.

"Basket! Klub bola basket!" teriak Koganei.

"Kalau bergabung, kalian bisa jadi anggota lho!" ucap Izuki dengan lawakan garingnya.

"Apa kalian dari klub basket?" ucap salah satu siswa tersebut.

Koganei yang merasa dipanggil pun menoleh dan melihat ada salah satu siswa kelas satu yang memiliki tinggi di atas rata-rata.

"Coba ada lagi yang datang." Ucap salah satu siswi tersebut kepada temannya.

"Sepuluh aja nggak nyampe ya..." ucap teman dari siswi tersebut.

"Masih belum. Masih belum!" ucap siswi tersebut kepada temannya, "Tim kita kan masih baru. Kalau kita juara Inter-High dan Winter Cup, tahun depan bakalan repot ngurusin anggota baru ya?" Lanjut siswi tersebut.

"Apa kau memberi tekanan padaku, kapten klubmu sendiri?" ucap teman dari siswi tersebut.

"Hyuga-kun, sejak kapan kau selembek itu?" ucap siswi tersebut.

"Aku akan berjuang. Aku akan berjuang!" ucap siswa yang ternyata bernama Hyuga tersebut.

"Bagian promosi gimana ya?" ucap siswi tersebut kepada Hyuga, "Kalau saja mereka bisa menarik anggota baru yang menjajikan..." lanjutnya. Tiba-tiba di depan siswi tersebut terdapat Koganei yang sepertinya sengsara.

"Aku membawakan anggota baru..." ucap Koganei kepada siswi tersebut.

"Eh?" gumam siswi tersebut sambil menatap Koganei.

"Apa klub basket disini?" ucap salah satu siswa kelas satu yang tadi membawa Koganei. Dan setelah itu siswi tersebut melihat ke atas dan melihat siswa kelas satu yang membawa Koganei tersebut. Hyuga dan juga siswi tersebut terperangah melihat siswa kelas satu tersebut.

"Ah..." gumam siswi tersebut sambil menganggukkan kepala,'siapa orang ini? Matanya memancarkan aura seperti seorang harimau liar! ucap siswi tersebut dalam hati.

"Aku mau bergabung." Ucap siswa tersebut.

"Eh?" gumam siswi tersebut.

"Klub basket." Gumam siswa tersebut.

"Oh, terima kasih, terima kasih banyak! Ucap siswi tersebut setelah sadar dari keterkejutannya, "Tunggu sebentar, ya! Aku yakin kau sudah tahu, klub basket sekolah kami ini baru didirikan tahun lalu. Semua kakak kelas juga baru kelas dua, jadi kalau seseorang dengan tubuh sepertimu bergabung, mengkin kita bisa... " perkataan siswi tersebut di potong oleh siswa tersebut.

"Aku tidak peduli dengan semua itu." Ucap siswa tersebut, "Aku akan langsung pergi setelah menulis namaku." Lanjut siswa tersebut. Hyuga dan juga siswi tersebut hanya diam.

"Hah?" gumam siswi tersebut setelah melihat kertas tersebut, "Kau tidak menulis alasan bergabungmu?" lanjutnya.

"Aku tidak butuh alasan." ucap siswa tersebut tidak peduli, "Karena basket Jepang itu, di mana-mana sama saja." Lanjut siswa tersebut sambil pergi dari tempat pendaftaran tersebut.

"Sereem!" ucap Koganei dengan takut, "Dia beneran anak kelas satu SMA?!" lanjut Koganei.

"Orang yang cukup unik ya?" ucap Izuki yang tiba-tiba datang.

"Kalian! Ke mana saja kalian dari tadi?!" ucap Koganei dengan nada tidak terima karena di tinggal sendiri.

"Kagami Taiga." ucap Hyuga sambil melihat kertas tersebut, "SMP-nya di Amerika ya... Dia berlatih langsung dari sumbernya." Lanjut Hyuga.

"Bagaimanapun juga, aku yakin dia bukan orang biasa." Ucap siswi tersebut.

"Yo!" panggil Koganei. Hyuga dan juga siswi tersebut menoleh ke Koganei sambil bergumam.

"Kau lupa mengambil formulir permohonan ini." ucap Koganei kepada siswi tersebut.

"Oh, maaf." ucap siswi tersebut, "Coba kulihat, Kuroko Tetsuya... Hah? Padahal dari tadi aku di sini, tapi aku sama sekali tidak sadar..." gumam siswi tersebut sambil melihat kertas formulir yang ia pegang, dan tanpa sengaja ia melihat kolom yang membuatnya terkejut.

"Kenapa?" tanya Hyuga kepada siswi tersebut.

"Di-dia dari klub basket Teikou!" seru siswi tersebut karena terkejut.

"Teikou? Maksudmu Teikou yang itu?" tanya Hyuga yang sama terkejutnya.

"Iya! Dan kalau dia kelas satu, mungkin saja... Kiseki no Sedai!" ucap siswi tersebut dengan nada yang terlihat kagum.

"Kiseki no Sedai..." gumam Hyuga sambil melihat kertas formulir tersebut sambil berpikir, "Kelompok terkenal itu?" lanjut Hyuga dengan nada terkejut.

"Kenapa aku tidak bisa mengingat wajah sang telur emas itu?" seru siswi tersebut dengan frustasi, "Orang yang barusan juga pindahan dari Amerika. Anak kelas satu tahun ini sungguh berbahaya!" lanjut siswi tersebut.

Di Sisi Lain Sekolah

'Hm... sekolah ini keren juga' kata Toshiko dalam hati, saat dia melihat sekolah tersebut. Setelah puas melihat dia pun masuk ke SMA Seirin.

"Toshiko/Shiko-chan!" teriak seseorang. Toshiko pun melihat ke depan gerbang dimana ada 5 orang gadis berdiri sambil melambaikan tangan mereka padaknya. Toshiko yang melihat mereka seperti mengenalnya, setelah berpikir dia pun ingat.

"Yo... Chiro, Yuga, Nagi, Hara, Shita" ucap Toshiko, sambil berjalan ke arah mereka dengan santai.

"Shiko-chan! Kamu itu orangnya telmi ya? Dipanggil-panggil kok malah bengong" ucap Yuga.

"Hu-uh bengong nya kayak orang liat setan lagi" ucap Asahara dan Kinashita berbarengan.

"Hm, benar aku setuju." ucap Chiro.

"Yare-yare, aku tadi mikir siapa yang manggil eh ternyata kalian ne..." ucap Toshiko sambil tersenyum tipis. "Hmm... kalian juga masuk Seirin heh?"ucap Toshiko dengan nada sedikit terkejut.

"Tentu saja kami juga masuk ke sini, ingat kan kita sudah berjanji untuk masuk SMP yang sama" ucap Yuga.

"Maaf mengganggu reuni kecil kita tapi, kita harus segera masuk dan memilih klub yang akan kita ikuti," ucap Nagi.

"hmm... baiklah, ayo." Ucap Toshiko, dan mereka pun masuk untuk memilih klub mana yang akan mereka ikuti.

Di Halaman SMA Seirin

"Umm...minna, kalian akan pilih klub apa?" tanya Asahara disela-sela keributan di tempat tersebut.

"Ehh iya-ya, kalian milih apa?" tanya Yuga.

Mereka berlima pun hening sampai kami tersenyum nista bersamaan lalu beseru cukup kencang mungkin. Walaupun Toshiko hanya bergumam.

"BASKET!" ucap mereka bersamaan lalu tertawa.

"Hmm... Kalian juga milih basket?" tanya Toshiko.

"Hmm kalau aku pasti memilih basket" ucap Kinashita setelah sekian lama memilih untuk diam.

"aku sih pasti sama dengan kalian, sebagai sahabat tentu aku ingin bersama kalian tentu saja?" ucap Asahara.

"Sama" ucap Yuga dan Chiro bersamaan.

"Sudah-sudah yang penting ayo kita cari tempat untuk mendaftar klub basket." ucap Toshiko.

"Ok" ucap kelima temannya dan mereka pun segera mencari stand tempat pendaftaran.

SKIP TIME

Setelah keliling-keliling mencari pendaftaran klub basket, akhirnya mereka pun menemukan tempat pendaftaran klub basket. Setelah itu mereka langsung pergi menuju tempat tersebut.

"Hmm... ano summimasen senpai, apa ini pendaftaran klub basket?" tanya Nagi kepada Hyuga.

"Ya ini pendaftran klub basket, memangnya ada apa ya?" jawab Hyuga kepada Nagi.

"Etto... kami ingin mendaftar di klub basket, apa boleh senpai?" tanya Nagi kepada Hyuga.

"Heee... kamu ingin mendaftar di klub basket! Serius kalian ingin mendaftar?" tanya Hyuga terkejut.

"Ya, senpai! Kami serius ingin mendaftar, apa boleh siswi ikut klub basket?" jawab Yuga dengan serius kepada Hyuga.

"Hmm... kalau boleh jujur klub ini sebenarnya khusus laki-laki saja tapi kalau kalian benar-benar serius ingin ikut, aku akan meminta ijin kepada guru pebimbing klub basket ini bagaimana?" ucap siswi tersebut kepada Yuga dan lainnya.

"Kami benar-benar serius kok senpai! Lagipula dari SMP kami sudah main basket." ucap Kinashita.

"Kalau begitu aku ingin kalian isilah formulir ini terlebih dahulu. Oh ya, kita belum berkenalan! Perenalkan namaku Aida Riko, aku manager klub basket, salam kenal!" ucap siswi tersebut yang ternyata bernama Riko, "Di sebelahku ini adalah kapten tim basket namanya Hyuga Junpei, sedangkan orang yang bermuka kucing ini bernama Koganei Shinji, sedangkan yang disamping Hyuga bernama Mitobe Rhinnosuke, dan disebelah Mitobe itu bernama Izuki Shun." Lanjut Riko.

"Ah.. kalau begitu kami akan mengenalkan diri. Namaku Arisa Katayanagi, aku merupakan manager klub basket di SMP kami. Salam kenal, senpai!" ucap Nagi dengan sopan.

"Sekarang giliranku... Perkenalkan namaku Kaorukasuga Ayugai, posisiku adalah Shooter. Salam kenal, senpai!" ucap Yuga dengan ramah.

"Perkenalkan namaku Arisa Asahara, aku sepupu Nagi, posisiku adalah Center. Salam kenal, senpai!" ucap Asahara dengan semangat.

"Perkenalkan namaku Hirohisa Kinashita, posisiku adalah Small Forward. Salam kenal, senpai!" ucap Kinashita dengan imut (kalau saya boleh jujur, saya agak gak rela gitu nulis kata imut untuk Kina. Saya ngerasa bilang salah satu sahabat saya itu imut).

"Namaku Harukichi Hachirobei, posisiku adalah Power Forward. Salam kenal, senpai!" ucap Chiro dengan nada sopan tapi cuek.

"Namaku Yuki Toshiko, posisiku adalah Point Guard dan juga kapten mereka. Salam kenal, senpai!" ucap Toshiko dengan tenang dan santai.

"Ah.. kalau begitu nanti aku ingin kalian berkumpul di gym saat pulang sekolah nanti, bagaimana?" tanya Riko kepada mereka.

"Hn... baiklah kami akan gym nanti saat pulang sekolah. Kalau begitu kami pergi dulu, permisi senpai..." ucap Toshiko dengan tenang, dia pun mulai berbalik pergi menuju kedalam sekolah dan diikuti oleh sahabat-sahabatnya.

Sesampainya didalam mereka pun menuju ke tempat mading untuk melihat pembagian kelas. Saat mereka sudah sampai, mereka pun melihat ada banyak murid yang berdesakkan di depan mading. Toshiko yang melihat itu pun langsung mengeluarkan aura gelap dari tubuhnya, dan sahabat-sahabatnya yang melihat itupun hanya berkeringat dingin dan meneguk ludah mereka dengan paksa saat melihat Toshiko yang mulai mengeluarkan aura gelap tersebut. Sedangkan para murid yang ada di depan mading merasakan aura gelap yang sangat pekat dari arah belakang itu langsung berkeringat dingin, dengan gerakkan pepatah-patah mereka pun menoleh kebelakang dan melihat Toshiko yang sedang mengeluarkan aura gelap dan menunjukkan seringai yang mengerikan, mereka pun yang melihat itu berkeringat dingin.

"Kalian semua minggir atau..." perintah Toshiko dengan nada yang terdengar berbahaya. Mereka yang mendengar perintah tersebut langsung menyingkir tanpa berpikir dua kali, karena mereka masih ingin hidup. Toshiko yang melihat mereka menyingkir pun langsung kembali ke ekspresi semula yaitu kalem dan tenang, para murid yang melihat perubahan ekspresi itupun langsung sweetdrop berjamaah. Toshiko pun mulai melangkah menuju depan mading dengan para sahabatnya yang mengikuti dari belakang. Saat sudah di depan mading di pun langsung mencari namanya.

'Hmm.. namaku mana ya? Ah... ini dia aku di kelas 1-B? ucap Toshiko dalam hati saat melihat namanya.

"Hey.. Shiko-chan kamu masuk kelas berapa?" tanya Yuga kepada Toshiko.

"Hmm... kelas 1-B, kamu?" jawab dan tanya Toshiko.

"Yahhh... kita ngga sekelas dong, masa aku, Hara-chan, sama Shita-chan ada di kelas 1-C sih?" kata Yuga.

"Hehehe, tidak apa-apa Yuga, aku aja ngga apa-apa kok yang penting ada kau dan juga Shita" ucap Asahara sambil tersenyum. Sementara Kinashita hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Heh baguslah, dengan begitu aku bisa merasakan yang namanya ketenangan" ucap Toshiko sambil mendengus.

"Hahh... kau ini memang benar-benar ya Shiko-chan." balas Nagi.

"Hmm... aku setuju dengan Toshiko" ucap Chiro.

"Udah-udah mendingan kita masuk ke kelas masing-masing, udah mau bel tau" kata Nagi.

"Ya udah, tapi nanti kita ketemuan lagi saat istirahat ya" ucap Kinashita yang akhirnya berbicara juga.

"Ok" ucap mereka dan meraka pun berpisah di depan kelas masing-masing.

.

.

.

To Be Continue...