Disclaimer : Tadatoshi Fujimaki and My Story
Warning : Canon, Abal, Typo(s), OOC, (gomen, melebih-lebihkan OC-nya), (ada yang ikuti di canon ada yang gak), dll.
Pairing : Generation of Miracle, Seirin High, OC
Genre : Friend Ship, Romance, Humor & Sport
Rate : K+ & T
Chapter 2
Setelah Pelajaran Selesai
Toshiko dan lainnya sepakat berkumpul di depan gym, setelah mereka semua berkumpul. Merekapun langsung masuk ke dalam gym.
Di Dalam Gym
"Baiklah, sepertinya semua anak kelas satu sudah di sini!" seru Hyuga.
"Hei, manager itu manis juga ya?" bisik salah satu siswa kepada temannya.
"Dia kelas dua, kan?" jawab teman dari siswa tersebut.
"Kalau saja dia sedikit lebih berbentuk..." ucap siswa tersebut. Tiba-tiba dari belakang mereka ada Hyuga, dan Hyuga pun langsung meninju kepala mereka.
"Bodoh, kalian salah." Ucap Hyuga kepada siswa tersebut.
"Eh?" gumam siswa tersebut.
"Aku pelatih klub bola basket, Aida Riko. Salam kenal!" Ucap Riko memperkenalkan.
"Eeh?" seru siswa dan teman-temannya.
"Bukannya yang di situ?" ucap siswa tersebut sambil menunjuk kakek tua yang dipinggir sisi lapangan.
"Dia guru pembimbing kita, Takeda-sensei." Ucap Riko sambil memperkenalkan kakek tersebut.
"Serius nih?" ucap siswa tersebut dengan terkejut, "Mana mungkin, mustahilkan?" lanjut siswa tersebut.
"Sekarang, setelah kalian mengenal Takeda-sensei..." ucap Riko, "Untuk kalian, pertama-tama... Lepas baju kalian!" lanjut Riko.
"Hah?" seru para siswa tersebut, "APA?! KENAPA?!" teriak mereka. Sedangkan Riko hanya tersenyum menyeringai, setelah itu merekapun langsung melepaskan kaos mereka.
"Kamu, sepertinya agak kesulitan dalam bergerak cepat ya?" ucap Riko.
"Kamu hanya bisa melompat samping sebanyak 50 kali dalam 20 detik, kan?"
"Kalau mau main basket, kamu harus lebih baik lagi."
"Ba-baik." Sahut siswa tersebut.
"Tubuhmu terlalu kaku."
"Lakukanlah perenggangan sehabis mandi."
"Buset? Dia benar." Gumam salah satu siswa tersebut.
"Kok bisa?!" seru teman siswa tersebut.
"Kalau kamu..."
"Tubuhmu harus sedikit lebih berisi."
"Hanya dengan melihat tubuh, dia langsung tahu?" ucap Hyuga memberitahu, "Ayahnya adalah seorang pelatih atlet profesional." Lanjut Hyuga.
"Cobalah melakukan sprint seorang diri."
"Mengumpulkan data dan membuat menu latihan. Itu kemampuan yang didapatnya dari mengamati tubuh dan data setiap hari di tempat kerja ayahnya. Saat matanya melihat tubuhmu, dia melihat semua kemampuan fisik dalam bentuk angka. Yah, bukan itu saja alasan kenapa dia jadi pelatih." Ucap Hyuga menjelaskan.
"Apa?" ucap Kagami kepada Riko.
"A..." gumam Riko terkejut saat dia melihat angka yang dimiliki Kagami, "Apa ini? Semua angkanya melewati batas, ini bukan angka dari anak kelas satu SMA! Bahkan, aku tidak bisa melihat potensinya. Ini pertama kalinya aku melihatnya. Bakat alami!" lanjut Riko terperangah.
"Pelatih! Ngapain bengong begitu?" tegur Hyuga kepada Riko yang sedari tadi diam.
"Ah, maaf! Selanjutnya, ng..." jawab Riko.
"Kau sudah melihat semuanya. Kagami yang terakhir." ucap Hyuga.
"Ah, benarkah? Eh?" sahut Riko sambil melihat papan yang berisi nama anggota tim basket, "Apa Kuroko-kun ada di sini?" lanjut Riko memberitahu.
"Oh, yang dari SMP Teikou itu..." jawab Hyuga.
"Kalau ada orang sehebat itu, seharusnya aku bisa langsung mengenalnya." Ucap Riko dalam hati, "Kelihatannya dia tidak datang hari ini. Baiklah! Kalau begitu, kita mulai latihan!" lanjut Riko sambil berseru. Tiba-tiba datang siswa memiliki rambut berwarna biru muda.
"Umm, permisi." Ucap siswa bersurai biru muda tersebut, "Kuroko itu aku." Lanjut siswa yang bernama Kuroko tersebut. Riko yang melihat kedatangan Kuroko itu terkejut karena hawa keberadaan Kuroko itu tipis. Setelah itu Riko berteriak terkejut.
"Kyaaaa!" seru Riko terkejut.
"Apa? Sejak kapan dia di sana?" ucap Hyuga terkejut.
"Sudah dari tadi." Jawab Kuroko.
"Padahal ada di depan mata, tapi aku tidak menyadarinya? Eh? Tadi dia bilang namanya Kuroko? Apa? Maksudnya seperti... tidak terlihat! Ucap Riko terkejut dalam hati.
"Kalau begitu berarti dia adalah anggota Kiseki no Sedai?" ucap Koganei dengan kagum.
"Apa kau anggota inti?" tanya Hyuga kepada Kuroko.
"Mana mungkin. Iya, kan Kuroko-kun?" sahut Riko kepada Kuroko.
"Aku ikut dalam pertandingan utama kok." Ucap Kuroko memberitahu.
"Tuh kan." Ucap Hyuga tanpa sadar, "Eh? APA?!" lanjut Hyuga dan Koganei sambil berteriak terkejut.
"Kiseki no Sedai? Siapa sebenarnya dia?" ucap Kagami bertanya dalam hati.
"Le-lepas bajumu!" ucap Riko kepada Kuroko.
"Eh? Baik." Jawab Kuroko. Dan Kuroko pun membuka kaosnya, Riko pun langsung melihat Kuroko dan apa yang lihat itu membuatnya terkejut.
"Umm... baiklah kau boleh memakai bajumu kembali, Kuroko-kun." Ucap Riko kepada Kuroko, "Ehem... sepertinya masih ada yang belum datang..." lanjut Riko sambil berpikir.
"Hmm... siap lagi yang belum datang?" tanya Hyuga.
"Ah... aku ingat yang belum datang itu Toshiko dan teman-temannya!" seru Riko saat dia mengingat Toshiko dan lainnya.
"Ya, kau benar mereka belum datang! Apa mereka tidak masuk?" jawab dan tanya Hyuga. Tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara teriakan yang entah siapa.
"Maaf senpai kami terlambat, tadi kami harus menunggu Toshiko keluar kelas." Ucap Nagi sambil minta maaf.
"Ah... akhirnya kalian datang juga. Aku kira kalian tidak datang?" ucap Riko kepada mereka.
"Yahh... kalau begitu maaf ya, senpai!" ucap Nagi sekali lagi.
"Ya sudah, karena semuanya sudah berkumpul! Ayo kita lanjutkan!" ucap Riko sambil berseru kepada mereka.
SKIP TIME
Setelah selesai latihan merekapun pulang kerumah masing-masing. Di dalam bus Riko duduk di samping kiri dekat jendela dengan mengenakan headphone, ia pun melihat keluar jendela sambil memikirkan kejadian di sekolah, ia memikirkan siswa bernama Kuroko tersebut.
"Sebenarnya siapa dia itu?" ucap Riko dalam hati, "Kemampuan tubuhnya terlalu rendah. Semua kemampuannya di bawah rata-rata. Apalagi, dia sudah ada di ujung masa pertumbuhannya. Mana mungkin orang sepertinya jadi pemain inti dari tim terkuat. Siapa dia...?" lanjut Riko. Dan bukannya hanya Kuroko saja yang dia pikirkan tapi dia juga memikirkan tentang ke 5 gadis yang bergabung tersebut.
Flasback On
"Ehem... baiklah karena aku sudah memeriksa para laki-laki, sekarang tinggal perempuannya. Nah... kalian berenam ikut aku ke ruang ganti khusus perempuan." Ucap Riko sambil berjalan mendahului dengan diikuti Toshiko dan teman-temannya. Sesampainya Riko menyuruh mereka membuka baju bagian atas mereka.
"Baiklah, aku ingin kalian membuka baju atasan kalian. setelah itu aku memeriksa kalian satu-satu." Perintah Riko kepada mereka kecuali Nagi karena dia manejer baru. Dan merekapun langsung membuka baju seragam bagian atas mereka.
"Hirohisa, memang dari segi fisik maupun kecepatan kau unggul tapi dalam segi kekuatan kau masih kurang. Jadi aku ingin kau lebih sering melatih kekuatanmu, mengerti?" jelas dan tanya Riko kepada Kinashita, sedangkan Kinashita yang mendengarnya hanya patuh saja.
"Baiklah, senpai. Aku akan berusaha untuk meningkatkan kekuatanku." Jawab Kinashita kepada Riko.
"Bagus kalau begitu." Ucap Riko, setelah itu dia pun langsung melihat kesamping Kinashita.
"Asahara, dari segi fisik maupun kakuatan kau lumayan juga. Tapi dalam segi kecepatan kau masih kurang. Jadi aku sarankan kau harus sering berlatih tes kecepatan entah itu berlari ataupun merebut bola dari lawan dengan cepat dan juga tingkatkan lagi fisik maupun kekuatanmu, mengerti?" jelas dan tanya Riko kepada Asahara, sedangkan Asahara hanya menganggukan kepalanya patuh.
"Kaoru, dari segi fisik kau memang bagus. Tapi yang lainnya kau masih rata-rata. Jadi aku sarankan mulai dari sekarang kau harus melatih kekuatan, dan kecepatanmu. Dan karena kau seorang shooter, kau harus meningkatkan lagi kecepatanmu karena itu akan sangat berguna sekali untuk kedepannya, mengerti?" jelas dan tanya Riko kepada Yuga, sedangkan Yuga menganggukan kepala mengerti.
"Harukichi, dari segi fisik maupun kecapatan kau memang bagus. Tapi dalam segi kekuatan kau masih kurang. Jadi aku ingin kau harus melatih kekuatanmu lagi. Dan karena kau seorang power forward, kau harus meningkatkan lagi kekuatanmu. Mengerti?" jelas dan tanya Riko kepada Chiro, sedangkan Chiro hanya mengenggukan kepala mengerti sambil bergumam. Dan setelah itu Riko pun menoleh kesamping untuk melihat Toshiko, setelah dia melihat Toshiko dia pun terkejut.
Flasback Off
"Dan juga siapa sebanarnya dia itu?" tanya Riko dalam hati, "Kenapa aku tidak bisa melihat batas kemampuannya. Semua kemampuannya itu benar-benar misterius, aku tidak bisa mengukurnya. Tapi yang pasti dia akan menjadi pemain yang bagus sekali untuk kedepannya. Siapa dia...?" lanjut Riko sambil memikirkan Toshiko.
Di Tempat Lain
Di lapangan basket dekat jalan, terdapat seorang siswa bersurai merah gelap yang bernama Kagami Taiga yang sedang bermain basket seorang diri di malam hari. Saat Kagami ingin meng-shoot bola, tiba-tiba datanglah Kuroko tanpa di undang. Setelah Kagami shoot bola tersebut tidak masuk kedalam keranjang.
"Sejak kapan kau di situ?" tanya Kagami kepada Kuroko yang sedang memegang bola.
"Halo." Sapa Kuroko kepada Kagami.
"Apa maumu?" tanya Kagami sekali lagi.
"Kau sendiri, mengapa kau bermain seorang diri?" ucap Kuroko balik tanya.
"Bukan apa-apa. Hanya sedang tidak ada kerjaan." jawab Kagami.
"Begitu ya?" gumam Kuroko.
"Sampai SMP kelas dua, aku tinggal di Amerika. Aku benar-benar kaget saat pulang ke Jepang, level permainan di sini terlalu rendah. Yang ingin kucari bukanlah permainan basket yang menyenangkan. Aku ingin bermain di pertandingan yang membuat darahku mendidih!" ucap Kagami memberitahu.
"Aku sudah mendengar semuanya." Ucap Kuroko.
"Mengenai Kiseki no Sedai yang seumuran denganku yang katanya adalah pemain-pemain terkuat itu. Kau juga salah seorang di tim itu bukan? Aku bisa tahu seberapa kuatnya seseorang. Orang-orang yang kuat, baunya berbeda dari orang lain. Tapi, kau ini aneh. Orang lemah seharusnya berbau seperti orang lemah... tapi kau tidak berbau apapun. Berarti kekuatanmu tak terukur. Tunjukkanlah padaku... sekuat apakah Kiseki no Sedai itu! " tanya Kagami pada Kuroko.
"Kebetulan sekali... Aku juga berharap bisa bertanding melawanmu. One-on-one." Ucap Kuroko sambil melepas jas sekolahnya.
"Boleh juga." Ucap Kagami sambil menyeringai.
Setelah itu Kagami pun langsung memantulkan bola basket sambil barhadapan dengan Kuroko, sedangkan Kuroko dalam posisi menjaga. Kagami pun langsung melewati Kuroko dan ia pun memasukkan bola tersebut ke dalam ring.
"Dia..." gumam Kagami dalam hati.
"Dia..."
"Lemah gila..." gumam Kagami dalam hati dengan kesal, "Walaupun tidak memiliki potur tubuh yang besar, ada pemain basket yang bisa menutupinya dengan kemampuan mereka. Tapi, dia ini... Dribbling dan shootingnya tidak lebih baik dari seorang amatiran. Tidak ada yang bisa dibanggakan. Benar-benar konyol." lanjut Kagami saat ia melihat Kuroko mengambil bola basket dan berlari menghampiri Kagami.
"Jangan main-main! Kau mendengarkanku kan?! Kau kira dengan kemampuanmu yang segitu, kau akan bisa mengalahkanku? Padahal kau sudah ngomong sok jago begitu tadi!" ucap Kagami dengan kesal sambil menunjuk Kuroko.
"Mana mungkin. Tentu saja Kagami-kun lebih kuat daripada aku. Sejak awal aku sudah tahu." Ucap Kuroko memberitahu dengan memasang wajah datar miliknya. Kagami yang mendengar itupun kesal dan ia pun langsung menarik kerah baju Kuroko dan mengakatnya.
"Kau ngajak ribut ya? Apa maumu?" tanya Kagami kepada Kuroko dengan kesal.
"Aku ingin memastikan seberapa kuatnya Kagami-kun dengan mataku sendiri." Ucap Kuroko dengan masih memasang wajah datar.
"Apa?" gumam Kagami sambil mengusapkan tangannya ke kepala, "Dasar. Aku juga yang bodoh. Dia hanya terlalu lemah, makanya dia tak berbau apa-apa. Aku benar-benar bodoh." Lanjut Kagami dalam hati.
"Anu..." ucap Kuroko.
"Sudah cukup. Aku tak berminat bermain dengan orang lemah." Ucap Kagami sambil berjalan menuju kursi untuk mengambil jas dan tas miliknya, "Terakhir, kusarankan padamu. Sebaiknya, kau berhenti bermain basket. Seberapa keraspun kau berusaha, mencoba berlatih sekuat apapun. Yang namanya bakat adalah bagian dari kehidupan. Kau tak punya bakat dalam bermain basket." Lanjut Kagami sambil berbalik pergi dari lapangan.
"Aku tidak mau berhenti." Ucap Kuroko.
"Apa?" gumam Kagami sambil melihat Kuroko.
"Karena pertama, aku suka bermain basket. Dan juga, aku tidak setuju dengan pendapatmu. Aku tidak peduli, siapa yang kuat atau siapa yang lemah." Ucap Kuroko.
"Apa kau bilang?" tanya Kagami pada Kuroko.
"Aku berbeda denganmu. Aku adalah... bayangan." Ucap Kuroko.
Dan tanpa di sadari oleh mereka, ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari sisi lain lapangan.
Di sisi lain lapangan
Terlihatlah orang yang memperhatikan Kagami dan Kuroko, yang sedari tadi melihat mereka sambil menenteng tasnya.
"Hooo... jadi begitu ya. Aku mengerti sepertinya aku harus mencari data tentang Taiga dan juga Tetsuya. Dan dilihat dari manapun aku menyadari kalau Tetsuya itu memiliki hawa keberadaan yang sangat tipis dan aku menduga kalau dia pengguna minderection." Ucap orang tersebut yang ternyata Toshiko dalam hati yang sedari tadi melihat Kagami dan Kuroko yang sedang bermain basket. Setelah itu dia pun pergi dari lapangan, tanpa di sadari oleh keduanya. Kalau mereka di perhatikan secara diam-diam. Toshiko pun pergi pulang menuju rumahnya dan dia bertingkah seolah tidak melihat apapun.
.
.
.
To Be Continue...
Review Please...?
