Hoiyo saya kembali (lompat-lompat dengan gaya api) #dihajar

Udah ada yang nebak rupanya.. hayooo apa hayooo... *plakk

Yahhh... seperti janji saya di chapter kemarin di chapter ini full fight. (moga aja). Hahaha

Pengennya nulis fanfic ini di percepat tapi ternyata 1 minggu sekali(lebih malah) juga.

Pengennya update minggu tapi pikiran saya lagi ngadat untuk bikin action. Dan saya berterimakasih pada Rizuki-chan karena fanficnya membuat otak saya jalan lagi untuk buat action.

Mungkin penjelasan tentang kristalnya kemarin rada aneh ya?

Begini-begini kristal itu jika sudah diaktivekan akan bisa digunakan Ejo Jo untuk mengaktivekan robot-robot lain sebangsa X2000 (masih ingat kan? Robot ngaco saya di With Friend). Nah tapi kristal itu Cuma bisa mulihin Halilintar gitu.

Maaf untuk typonya pengennya dihilangin tapi kenapa anda masih ngikut saya saja typo? #nyiapingolok

Dan saya suka sekali jahilin Halilintar/petir. Itu adalah kesenangan tersendiri bagi saya #dihajar Halilintar

Dan bila ada yang ingin manggil saya apa aja. Terserah saja saya nggak keberatan. Tapi jangan pakek senpai/sensei aneh deh rasanya saya kan masih amatiran banget. Boleh panggil 'chan' meski aku agak aneh tapi nggak papa. (all: trus pen namemu kenapa pakai 'chan'?)

Tak lupa terimakasih sebanyak banyaknya untuk yang telah membaca, mereview, memfollow, dan memfav fanfic saya.

Happy Reading.

Warning : GaJe, Abal, Typo(s), kata-kata yang berbelit-belit, OOC, alurnya ribet dan ikutan motoGP a.k.a kecepatan dan segunung kesalahan lainnya.

Pertarungan telah dimulai , Taufan dan Api menggabungkan kekuatan mereka untuk melawan Adu Du dan Mega Probe. Begitu pula Gempa dan Ejo Jo yang juga bertarung dengan sengit.

Beberapa peluru ditembakkan oleh mega Probe. Taufan yang terbang dengan hoverboarnya menghindari peluru-peluru itu dengan mudah. Berputar-putar diudara dan menyerang menggunakan bola taufannya. Adudu masih terus memerintahkan Probe untuk menembakkan peluru kearah Taufan. Di tangan Probe keluar beberapa penembak yang terisi peluru yang siap ditembakkan.

"Bebola api."

Namun sebelum peluru itu menembak Taufan serangan Api terlebih dulu mengenainya hingga hampir terjatuh. Api yang masih sangat marah dengan tindakan Air tadi. Ia melemparkan bola-bola api yang sangat banyak kearah mega Probe. Dan membuat banyak goresan disana. Tak sampai disitu saja Api segera menembakkan puluhan bola Api kearah Probe.

"Serangan bebola api. Hya.. hya.. hya.." puluhan bola api di lemparkan oleh BoBoiBoy Api kearah Probe. Probe terhuyung-huyung kewalahan menghindari serangan Api. Api masih terus berdiri diatas tanah dan melemparkan bola-bola api kearah Probe. Hal itu tak di sia-siakan oleh Taufan ia segera terbang menggunakan hover boardnya kearah probe dan melayangkan serangan.

"Gerudi taufan." Teriaknya menyerang mega Probe menggunakan gerudi taufan. Serangannya berhasil namun dengan cepat mega Probe menyeimbangkan tubuhnya dan menembakkan peluru kearah Taufan. Taufan yang tak menyadari serangan itu terkena tembakan mega Probe dan terpental beberapa meter.

"Argggg..."

"Taufaaaannn..." teriak Api yang melihat Taufan terlempar. Pandangan Api mengarah kepada Taufan yang terpental beberapa meter.

"Sekarang giliran kau" kata Adu Du memerintah mega Probe menembakkan pelurunya kearah Api. Mendengar perkataan Adu Du Api segera menembakkan bola-bola api kearah peluru itu dan menyebabkan peluru dan bola-bola api milik BoBoiBoy Api meledak diudara. Asap mengepul akibat ledakan tadi dan menyebabkan Api tak bisa melihat kearah probe.

"Ck... Aku tak bisa melihatnya." Umpat Api kesal dan terus mencari-cari keberadaan Adudu.

Taufan yang tadi terlempar beberapa meter mulai berdiri meski badannya sakit semua.

"Ughh... Brengsek." Umpat Taufan sambil menahan sakit. Dilihatnya Api yang kebungan mencari-cari Adudu yang ada di dalam asap bekas tembakan tadi. Asap-asap mulai menghilang, samar-samar Taufan melihat tangan Probe yang siap menembakkan peluru mengarah pada Api. Sontak Taufan berdiri dan mencoba melindungi Api.

"Api AWASS.." teriak Taufan mencoba memberitahu Api. Tapi terlambat, Peluru telah ditembakkan dan mengenai Api sehingga membuatnya terpentak beberapa meter.

"Argggggggg..."

"Huhahahaha.. Kalian akan kalah." Teriak Adu Du penuh kemenangan.

"Ck.. Probe lebih kuat dari yang terakhir kali kami bertemu." Decih Taufan melihat kekuatan dari mega probe.

Probe kembali menyerang Taufan. Taufan segera menghindari dan menyerang Probe sebari menunggu Api bisa kembali bangkit. Peluru-peluru ditembakkan ke arahnya dan tentu saja Taufan bisa menghindarinya dengan mudah. Berputar, menyerang dan bertahan dilakukannya untuk menghadapi Probe.

"Bola taufan." Teriak Taufan menyerang Probe bengan bola taufannya. Namun probe melompat tinggi kelangit dan mnembakkan peluru-pelurunya dari atas. Taufan segera terbang menghindari peluru-peluru dan menghujaninya. Dan ketika ia terkepung peluru-peluru itu taufan berhenti dan mengeluarkan perisai taufan untuk melindunginya.

"Perisai taufan."

Peluru-peluru bertubrukan dengan perisai taufan dan membuat perisai taufan sedikit kehilangan kemampuan bertahannya. Sebelum Taufan kembali memperkuat perisainya, Probe telah ada disampingnya dan menendangnya dengan keras. Hingga Taufan terlempar kearah Api.

"Arggg..."

"Taufan.." Teriak Api segera berlari kearah Taufan. Taufan mencoba menggerakkan tubuhnya.

"Ughhh,.." sebuah lenguhan meluncur dari mulutnya ketika merasakan sakit di tubunya.

"Taufan, kau tak apa?" Tanya Api khawati dan membantu Taufan berdiri.

"Ya."

"Kita tak bisa mengalahkannya jika kita tak bersatu seperti ini. Ugh.. Air bodoh." Kata Api memberi tahu Taufan sembari mengumpati BoBoiBoy yang berhianat itu.

"Jangan pikirkan dia dulu. Kita harus memikirkan cara untuk menghadapinya sekarang." kata Taufan kepada Api.

"Okay. Kau bisa bertarung?"

"Ya." jawab Taufan mantap.

"Kita serang bersamaan."

"Tentu." Taufan melepaskan pegangannya pada Tafan dan segera berlari kearah Probe untuk menyerangnya diikuti Taufan yang menggunakan hoverboardnya meskipun tubuhnya masih sakit namun ia masih bisa mnehannya untuk menhadapi Probe.

"Api... Sekarang.." teriak Taufankepada Api dan dibalas anggukan oleh BoBoiBoy Api.

"Okay.. Bola api."

"Bola taufan."

Bersama-sama mereka mengeluarkan bola api dan bola taufan. Bola taufan dan bola api bergabung menjadi satu dan membentuk bola api yang besar. Bersama mereka mengarahkan bola api itu kearah Probe.

"Probe aktivekan sekarang." teriak Adu Du panik.

"Baik bos." Probe menyilangkan tangannya didepan dan membentuk perisai untuk melindunginya dari serangan gabungan BoBoiBoy Taufan dan BoBoiBoy api. Sebuah ledakan terjadi, kepulan asap kembali menyelimuti tempat itu. Perlahan kumpulan asap itu menghilang dan menampakan Probe yang tetap menyilangkan tangannya didepan dan ada sebuah aura perisai yang melindunginya.

"APA?!"

OoooooooooooooO

Disisi lain Gempa yang mengeluarkan Golem tanah tak bisa menandingi kecepatan dari Ejo Jo. Gempa kewalahan dengan peluru dan pergerakan Ejo Jo yang mengepungnya. Ia menggerakkan tangan golemnya untuk menyerang Ejo Jo namun Ejo Jo dengan cepat menghindarinya.

BRUAKK.. tanga golem tanah Gempa hanya memukul tanah kosong dibawahnya. Gempa msih tetap menggerakkan tangan itu dan tetap menyerang Ejo Jo sembari menghindari tembakan-tembakan dari pistol Ejo Jo. Tanah-tanah disekitar mereka hancur dan mengepul diudara. Gempa mulai keleahan peluh membanjiri wajahnya.

"Ck.." decak Gempa dan tetap mencoba mencari keberadaan Ejo Jo. Ia bisa melihat siulet Ejo JO yang terus berpindah-pindah tempat.

"Hahaha... lambat." Kata Ejo Jo mengejek Gempa.

Gempa tak terpengaruh oleh ejekan Ejojo dan tetap memfokuskan diri untuk mengimbangi kecepatan Ejo Jo yang hampir mustahil untuk diimbanginya. Tanah-tanah mencuat disana-sini untuk menyerah Ejo Jo namun tak ada yang bisa menyentuh Ejo Jo.

"Tanah tinggi." Teriak Gempa mencoba memperangkap Ejo Jo. Namun tetap saja berpuluh-puluh tanah tinggi masih belum bisa menghentikan pergerakan Ejo Jo. Gempa menyerang Ejo Jo sembari menatap kapal angkasa milik Ejo Jo. Tempat dimana dua klon BoBoiBoy ada disana.

"Kau melihat apa? Hah?" ucap Ejo Jo yang sudah berdiri dibelakang Gempa. Reflek Gempa membalikkan Tubuhnya kearah Ejojo. Dan ia terkejut ketika mendapati pistol Ejo Jo telah mengarah padanya. Ejo Jo menyeringai kearah Gempa yang secara tak sadar menggerakkan tangannya ke atas.

"Berhenti menyerang atau dia mati?!" ucap Ejo Jo lantang dan menghentikan penyerangan Taufan dan Api. Gempa hanya terpaku melihat pistol yang ada didepannya. Ejo Jo menyeringai ketika melihat musuh-musuhnya mengikuti instruksinya.

"GEMPA?!" teriak mereka berdua yang masih menghindari serangan Adu Du. Adu Du juga berhenti menyerang ketika tahu kemenangantelah mereka pegang. Semua merasa bingung dan panik. Petir pun masih belum bisa mereka selamatkan dan sekarang Gempa yang di acungi pistol oleh Ejo Jo.

"Hahahaha... berhenti menyerang atau dia mati?!"ucap Ejo Jo meremehkan dan bersamaan dengan tawa Ejo Jo yang menyebalkan.

"Cihh... kami takkan menyerang lagi." Ucap Api menghentikan penyerangannya pada Adu Du. Gempa menutup matanya dan mencoba untuk keluar dari situasi ini.

"Hilangkan Golem tanah mu!" perintah Ejo Jo kepada Gempa.

'Aku bisa gunakan ini.' pikir Gempa mencari solusi.

"Baik." Kata Gempa menuruti perintah Ejo Jo. Perlahan ia membungkuk dan menyentuhkan tangannya ketanah.

"Apa yang kau lakukan?" kata Ejo Jo bersiap menembak Gempa. Gempa yang mendengar itu menghentika pergerakannya

"Bukankah kau memintaku untuk menghilangka Golem tanah?" kata Gempa santai.

"Lalu mengapa kau membungkuk?"

"Untuk menghilangkannya aku harus menyentuh tanah." Kata Gempa mencoba meyakinkan Ejo Jo. Namun Ejo Jo tidaklah bodoh. Ia tahu cara menghilangkan golem tanah bukanlah dengan menyentuh tanah.

"Jangan mencoba bohong. Kau fikir aku tak tahu bagaimana kau menghilangkannya?" tanya Ejo Jo menyeringai. Gempa hanya mendesah dan menegakkan kembali badannya.

"Serangan bayang." Teriak seseorang dari balik badan Ejo Jo. Ejo Jo yang tidak siap menerima serangan itu terkena dengan telak dipunggungnya. Gempa tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan segera Gempa melompat kebelakang untuk menghindar.

"Brengsek." Umpat Ejo Jo.

"Ternyata benar kalian disini. Kenapa kalian begitu bodoh dengan pergi kemari?" tanya orang itu mengolok BoBoiBoy. Orang itu berjalan mendekat dan langsung bersiap menyerang ketika Ejo Jo kembali bersiap melancarkan serangan padanya.

"FANG?!" teriak para BoBoiBoy bersamaan.

"Bagaimana kau tahu kami ada disini?" tanya Gempa yang sudah aman.

"Kalian tak ada di kedai. Dan tok Aba bilang tak ada apa apa. Tok Aba tak bisa bohong. Jadi aku tahu kalian ada masalah. dan aku yakin yang membuat masalah pasti si kepala kotak tak kusangka ada dua kepala kotak. Huh.. sudahlah kalian serang mereka saja." jelas dan perintah Fang pada para Boboiboy.

"Terbaik lah kau Fang." Kata Taufan sembarimengacungkan ibu jarinya.

Taufan dan Api pun segera berbalik dan kembali melawan Adu Du ketika tahu bahwa Gempa telah aman. Fang segera melancarkan serangan kearah Ejojo.

"Jari bayang." Beberapa buah bayangan bergerak dan membentuk beberapa lengan dari bayangan dan menyerang Ejo Jo kesana kemari. Gempa juga tak tinggal diam. Ia tetap menyerang Ejo Jo dengan puluhan tanah tinggi dan tanah penncekam. Ejo Jo masih tetap berlari kesana kemari menghidari serangan 2 musuhnya itu.

OoooooooooooO

Di sebuah ruangan di kapal angkasa Ejo Jo terlihatlah seorang anak berbaju biru yang duduk dengan tenang memandang seorang anak berbaju biru bergaris merah yang menundukkan kepalanya untuk menghilangkan sakit yang mendera kepalanya. Anak itu masih menutup matanya dan mencoba menggerakkan tangannya. Ruangan terasa hening. Hingga sebuah suara dari alien pemilik pesawat ini yang masih bertarung dengan BoBoiBoy yang lain memcah keheningan.

"Komputer bagaimana pengaktiveannya?" tanya seseorang di sebrang telepon.

"Tinggal menunggu pulihnya Petir bos." Ucap Komputer memberi tahu tuannya.

"Apa dia belum pulih-pulih juga?" tanya Ejo Jo agak kesal.

"Belum bos."

Air yang mendengar percakapan mereka hanya memandangnya datar. Ia juga menatap Petir yang sudar tersadar namun masih belum bisa menggerakkan tubuhnya dengan leluasa.

"Air? Kenapa kau disana?"

"Aku akan membantu mereka." Ucap Air datar. Mendengar perkataan Air, Petir membelalakkan matanya tak percaya.

"Apa kau juga yang membawaku kemari?" kata Petir sedikit meninggikan suaranya meskipun masih terdengar sangat lemah.

"Ya." ucap Air singkat.

Petir semakin geram dengan perkataan Air. Sekali lagi ia di bawa oleh alien-alien brengsek itu. Apalagi salah sat bagian dari BoBoiBoy mengatakannya dengan mudah bahwa dia membantu alien-alien itu. Petir memnggerak-gerakkan tangannya mencoba melepaskan diri. Sedikit listrik berwarna kuning terbentuk di kedua tangannya tapi dengan cepat menghilang ketika kepalanya kembali berdenyut.

"Ughhh..." lenguhan kesakitan kembali meluncur dari mulut Petir. Ia menundukkan kembali kepalanya dan berharap sakitnya akan hilang.

"Tenanglah kau hanya akan mengahambat pekerjaanku jika kau memaksakan dirimu." Kata Air datar.

Petir yang mendengar itu mendongakkan kepalanya kearah Air dan menatapnya tajam. Menghiraukan kepalanya yang semakin berdenyut ketika ia mendongakkan kepalanya kearah Air. Komputer masih tetap melanjutkan pekerjaannya. Air menatap petir yang lebih baik dari pada saat ia membawanya kemari. Dia kembali memfokuskan pandangannya kearah pertempuran yang terjadi di luar pesawat. Ia melihat Ejo Jo yang tampak kewalahan menghadapi BoBoiBoy Gempa dan salah satu temannya, Fang. Begitu pula Adu DU yang tampak kesulitan menghadapi BoBoiBoy Api dan BoBoiBoy Taufan. Ia masih memandangnya datar, dan kembali menatap Petir.

"Mungkin ini saatnya." Gumam Air sangat pelan dan menggerakkan tangannya kearah komputer yang ada didepannya.

OoooooooooooO

Pertempuran masih berlangsung sengit. Fang, dan Gempa mencoba menghentikan pergerakan Ejo Jo yang terbilang sangat cepat. Bahkan jari-jari bayang Fang tak ada yang sanggup menyentuh Ejo Jo. Begitu pula Golem tanah milik Gempa.

Ejo Jo masih terus menembaki Fang dan Gempa, namun Gempa melingdungi dirinya dengan tanah pelindung. Begitu pula Fang. Ia masih tetap menggerakkan jari-jari bayangnya sembari menghindari dan meindungi dirinya.

"Elang bayang." Teriak Fang membentuk seekor elang bayang bermata merah menyalang. Dengan gerakan yang cepat elang itu menyerang Ejo Jo. Berputar dan menukik mengikuti pergerakan Ejo Jo. Namun Ejo Jo dengan cepat menembakkan peluru kearah Elang bayang ciptaan Fang. Dengan sekejap elang itu telah berlubang di berbagai tubuhnya dan menghilang.

"Ck. Harimau bayang." Fang mendecih ketika serangannya di gagalkan oleh Ejo Jo dan kembali menciptakan sosok bayangan baru.

"Percuma." Ucap Ejo Jo meremehkan dengan cepat ia menebak harimau bayang ciptaan Fang dn membuatnya menghilang. Fang yang melihat harimau bayangnya telah musnah dan Ejo Jo yang bergerak kearahnya spontan melangkah mundur mencoba menghindar. Namun percuma gerakan Ejo Jo lebih cepat darinya. Ia hanya menatap Ejo Jo yang menyeringai kearahnya.

"Tanah pelindung." Sebuah tanah melindungi Fang dari serangan Ejo Jo. Disanalah Gempa membentuk tanah untuk melindungi rivalnya itu.

"Kau tidak bertarung sendirian." Ucap Gempa santai dan menggerakkan tanah-tanah untuk menyerang Ejo Jo.

Ditempat Taufan dan Api cukup seimbang gerakan Probe tidaklah secepat pergerakan Ejo Jo dan mereka lebih cepat dari Gempa dalam menyerang.

"Kita coba lagi."

"Okay. Bola taufan."

"Bebola api."

Taufan dan Api mencoba menggabungkan kekuatan mereka sekali lagi. Memang tadi mereka tak bisa menggores mega probe karena ia telah memiliki aura perisai dalam sistemnya. Namun sekarang mereka menggabungkan puluhan bola api dan taufan dan menyerang mega Probe dari berbagai sisi. Seluruh serangan gabungan Taufan dan Api menyerang Probe. Menciptakan sekumpulan asap yang lagi-lagi menutupi pandangan mereka.

"Berhasil kah?" ucap Taufan sembari turun dari hoverboardnya dan berdiri disamping Api.

"Aku tak tahu."

Asap mulai menghilang menampakkan mega Probe yang sedikit terluka karena serangan tadi. Senyum mengembang di bibir mereka, namun mereka belum bisa berbangga hati karena meski perisai itu telah hancur mereka masih belum bisa mengalahkan Probe.

"Arrgghhhh..."

"GEMPA?!" teriak mereka ketika melihat Gempa yang terlempar kearah mereka. Spontan mereka mencoba menangkap tubuh Gempa yang terlempar.

"Kau tak apa?" tanya Taufan yang berhasil menangkap tubuh gempa.

"Aku tak apa." Ucap Gempa meyakinkan salah satu elemental Boboiboy itu.

"Lebih baik kita bersatu menghadapinya." Ucap Api sembari berjalan menghampiri Taufan dan Gempa. Taufan yang memegangi Gempa mencoba menyeibangkan tubuh Gempa ketika ia mencoba berdiri.

"Ya. satu satunya cara adalah itu."

CRAAAKKKK...

Sebuah suara seperti percikan listrik mengganggu mereka. Sontak mereka melihat asal suara itu, ternyata kapal angkasa Ejo Jo mengalami kerusakan. Ejo Jo yang sedang bertarung dengan Fang segera menghentikan pertarungannya dan kembali ke kapal.

"JANGAN BIARKAN EJO JO KEMBALI!" Teriak Gempa lantang. Dengan cepat mereka menghadang Ejo Jo dan mega Probe yang mencoba kembali ke kapal.

"Minggir."

"Takkan kubiarkan!"

Pertarungan kembali dimulai. Tebakan dan serangan kembali meraka lancarkan. Namun Gempa dan kawan-kawannya agak kewalahan menghadapi Ejo Jo dan mega Probe. Mereka sering terkena tembakan dan terlempar.

"Argggg,..." teriak mereka ketika sebuah peluru besar yang ditembakkan mega Probe mengenai mereka. Ejo Jo menghampiri mereka dan siap menembakkan pistolnya.

"Bye..bye.." ucapnya sembari tersenyum penuh kemenangan.

"Pedang Halilintar." Namun sebelum pistol itu menembak mereka. Ejo Jo telah terjatuh ketika ia merasakan ada seseorang yang menebasnya.

Semua mata membelalak tak percaya melihatnya. Di hadapannya sekarang sang Boboiboy Halilintar berdiri dengan memegang pedang halilintar berwarna merah menyalang. Kilatan petir menguar dariri seluruh tubuhnya, menandakan betapa kuatnya orang itu sekarang. Matanya berkilat tajam siap memusnahkan siapapun yang membuat teman-teman dan dirinya menderita.

"Halilintar?!"

To Be Continued

Chapter 3 selesai. Tapi jadinya? Berantakan.

Hadeuhh nggak bisa bikin action sih.. tapi maksa.

Ya udah sih ya.. chapter ini pertarungan Gempa, Api,Taufan, dan Fang VS Ejo Jo, Adu Du, Probe. Chapter depan sebagai permintaan maaf saya pada Halilintar jadi saya bikin dia ngamuk puas. Hehehe... (ketawa laknat.)

Fang, fang.. anda ternyata jadi juga keluar. Ternyata butuh juga peran Fang itu. ckckckckck... #dihajarfansnyaFang

Udah tahu apa yang bikin Air begitu? Udah donk.. udah donk... (maksa ceritanya.)

Okay kemungkinan besar chapter depan adalah last chapter. Tapi nggak tau juga sihh..

Maaf gaya bahasa berganti. Karena saya melihat anime berntar dan ceritanya juga Full fight jadi mempengaruhi fight saya ini.. hehehehe

Okay karena AN diatas udah banyak banget. Saya langsung undur diri saja.

Terimakasih telah membaca dan review please