Flying Mint Bunny

Disclaimer: Sayangnya Hetalia bukan milik saya, apabila Hetalia adalah milik saya maka Romano dan England akan muncul disetiap episode dan Indonesia pun akan turut serta.

A/N : Maaf author kembali update lama, author kemarin-kemarin sakit jadi ga sempet lanjutin fanfic ini.


Haha.. adikku yang satu ini memang bisa diandalkan tidak seperti adikku yang satu lagi. Nah.. karena sekarang perhatian mereka telah teralihkan aku bisa melanjutkan rencanaku.


"Tuyul" panggil Indonesia secara lirih namun sukses memanggil sosok yang ia inginkan.

"Ya mbak Indonesia?" tanya si bocah kecil dengan kepala plontos tersebut.

"Aku ingin kau menangkap itu untukku" perintah Indonesia, menunjuk kearah seekor kelinci bersayap yang tengah bermain dengan para peri, Flying Mint Bunny. "Pastikan kau tidak tertangkap oleh tiga pria itu" lanjut Indonesia sembil menunjuk kearah magic trio yang kini tengah beragumentasi dengan Germany, Swiss, dan France yang sayangnya tidak ikut bermain monopoli.

"Baiklah mbak Indo!" ucap Tuyul sebelum memberi hormat kepada Indonesia dan pergi untuk melancarkan misinya.

Percaya dengan kemampuan Tuyul dalam mencuri segala benda, Indonesia meletakkan kedua tangannya diatas meja dan bermain dengan jari-jarinya, menunggu Tuyul untuk datang dengan mangsanya.

Beberapa menit menunggu sambil memperhatikan personifikasi lainnya yang tengah asik bermain monopoli, dan magic trio yang sibuk membaca buku sihir tebal milik mereka, terlihatlah sosok Tuyul berjalan kearahnya dan membawa sesosok kelinci berwarna hijau.

"Ini mbak Indo!" ujar si Tuyul dengan riang seraya memberikan Flying Mint Bunny kepada Indonesia. Flying Mint Bunny yang trauma karena tiba-tiba saja diculik oleh seorang bocah cilik yang botak dan pucat tersebut langsung memeluk Indonesia dan berharap agar si bocah segera pergi.

"Terimakasih Tuyul, sekarang kau boleh pergi dan tolong jangan mencuri barang apapun dari ruangan ini"

"Oke deh mba!"

Melihat Tuyul yang sudah pergi dengan cara menembus dinding ruang rapat Indonesia mengalihkan tatapannya kepada Flying Mint Bunny yang masih memeluknya dan masih gemetar.

"Haha.. tenang saja,Tuyul sudah pergi kok" kata Indonesia yang langsung membuat Flying Mint Bunny menatap kearah sekitar. Setelah yakin bahwa sosok bocah tersebut tidak ada di dalam ruangan rapat kelinci bersayap itupun kembali menatap Indonesia.

"Maaf karena harus menculikmu, tapi aku benar-benar butuh bantuanmu" ucap Indonesia, merasa bersalah karena telah membuat kelinci manis tersebut trauma melihat sosok Tuyul.

Flying Mint Bunny, memiringkan kepalanya kesamping, tidak mengerti bantuan apa yang diminta oleh gadis dihadapannya ini.

Merasakan kebingungan si kelinci, gadis keturunan Melayu itupun tersenyum pelan sambil berfikir apakah tidak apa-apa apabila ia membawa pulang kelinci manis tersebut.

"Mm.. apa kau tadi dengar mantra apa yang diucapkan oleh England?" tanya Indonesia yang dijawab oleh anggukan oleh Flying Mint Bunny.

"Bisa tolong beritahu aku apa mantranya?" lanjut Indonesia yang kembali dijawab oleh anggukan. Flying Mint Bunny terbang dan memposisikan dirinya tepat di depan telinga Indonesia sebelum membisikkan mantra yang tadi digunakan oleh England.

"Ah.. jadi ia menggunakan mantra kuno lagi" ujar Indonesia yang kini telah tahu mantra apa yang digunakan oleh pemilik keilinci tersebut.

Indonesia mengambil secarik kertas dan pulpen dari tas yang ia bawa dan menuliskan sesuatu disana sebelum memberikan kertas itu pada Flying Mint Bunny.

"Berikan ini pada England" pinta Indonesia yang dijawab oleh anggukan dari si kelinci bersayap itu sebelum ia terbang kearah England.

Indonesia menutup matanya dan berusaha untuk berkonsentrasi sebelum mengucapkan mantra "Bisikan bintang yang tenang, berikanlah perlindungan. Tetesan air dalam cangkir, pada yang tak terkena sihir"

Ketika kata terakhir itu terucap, Indonesia membuka matanya yang kini telah berubah menjadi warna gold seraya melepaskan kekuatan sihirnya, dan mengucapkan sebuah mantra lagi untuk menutupi kegiatannya agar tidak terdeteksi oleh siapapun.

Cahaya berwarna putih keemasan tiba-tiba terpancar dari personifikasi wanita yang asli yang notabennya memang tidak berubah gender karena tidak terkena sihir si gentleman beralis tebal itu, sebelum cahaya itu mulai meredup.

Indonesia puas dengan hasil kerjanya menganggukkan kepalanya dan berharap semoga mantranya akan melindungi personifikasi wanita yang tulen dari mantra yang sebentar lagi akan Magic Trio praktekkan.

"Well.. aku harap itu berhasil" gumam Indonesia sebelum tersenyum lebar dan tiba-tiba memeluk Singapore yang tengah mengocok dadu miliknya sambil berteriak bahwa ia juga ingin ikut bermain monopoli.


"Bloody hell! Itu mantra ke 15 yang kita coba kali ini" kata England dengan nada putus asa yang terdengar di suaranya.

"Aku rasa aku tidak kuat untuk melemparkan mantra lagi" keluh Romania yang kini tengah membaringkan kepalanya di atas meja rapat wajahnya terlihat lebih pucat dari biasanya.

"Mon cheri, walaupun aku menyukai wanita tapi aku tidak ingin menjadi wanita selamanya" ujar France yang diikuti oleh anggukan dari Germany.

"Sudah tidak ada lagi mantra di bukuku" ucap Norway datar yang dengan sukses membuat England, Romania, France dan Germany menatapnya dengan horror.

"Aku butuh teh" gumam England seraya memijat keningnya berusaha untuk menghilangkan sakit kepala yang tengah menghampirinya.

"England, apa itu kelincimu?" tanya Romania tiba-tiba yang langsung membuat pria beralis tidak normal tersebut menoleh ke segala arah sebelum ia menemukan sosok kelici bersayap warna hijaunya yang kini tengah terbang kearahnya.

"Flying Mint Bunny! Kemana saja kau pergi?" tanya England sambil memeluk kelincinya tersebut. France dan Germany yang tidak dapat melihat sosok Flying Mint Bunny hanya dapat memandang kearah England dengan tatapan aneh.

Flying Mint Bunny berusaha melepaskan pelukan England sebelum menunjukkan secarik kertas yang ia bawa di tangannya. England mengambil kertas tersebut dan membaca isinya dengan perlahan.

"Ini!" teriak England tiba-tiba sebelum menatap kearah Romania dan Norway "Aku rasa ini mantra yang tepat" lanjut England yang lalu memberikan kertas tersebut kepada Norway.

"Mm.. Menarik, menurutku kita bisa mencoba ini, seharusnya dari awal kita tanyakan dia mantra penangkalnya" ujar Norway sambil memberikan kertas tersebut pada Romania.

"Haha.. aku yakin ini akan berhasil, kenapa kita bisa sebodoh ini sampai-sampai lupa menanyakan dia" kata Romania.

Germany dan France yang mendengar hal tersebut menghela nafas dengan lega karena kini mereka dapat kembali dengan normal dan sedikit bingung dengan sosok 'dia' yang disebutkan oleh Magic Trio.

"Baiklah biar aku coba mantranya" ucap England seraya mengambil tongkatnya.

"Yong koyong sempoyongan, tak kutuk kowe dadi lanang!" setelah kata terakhir terucap dari bibir England, ujung tongkatnya pun memancarkan sinar berwarna hitam yang kembali memenuhi ruangan rapat tersebut sebelum sinar itu kembali menghilang.

Dengan cepat England menoleh kearah kanannya dan melihat sosok Germany yang sudah kembali normal sebelum menoleh kearah kirinya dan mendapati Romania dan Norway yang kini telah berubah menjadi normal.

"Yippie! Aku kembali menjadi pria!" terdengar teriakan America yang kini sudah melupakan permainan monopolinya dan asik melompat-lompat.

"Kesese.. aku yang ini jauh lebih AWESOME!" teriak Prussia

"Ve~ Ve~"

"Tenang saja! Kau masih tetap manis mi tomate!" kata Spain yang masih memeluk Romano hingga saat ini

"Aiya.. untung saja mantranya berhasil" ujar China seraya menghela nafasnya.

"Tapi dadamu masih punyaku aniki!" teriak Korea yang kembali mengejar China dan China pun harus kembali melarikan diri.

Personifikasi Negara lainnya hanya dapat menghela nafas lega karena mereka kembali normal. Sedangkan beberapa nation lainnya tidak begitu senang dengan perubahan ini.

"Aww.. padahal aku ingin membelikanmu dress" ujar Hungary pada Austria yang hanya ditanggapi oleh gelengan kepala oleh sang aristrokat.

"Sekarang karena gender kita sudah berbeda, menikahlah denganku kakak" ucap Belarus yang langsung membuat Russia berlari secepat kilat.

England menatap kearah seorang gadis dengan kulit tan dan rambut hitam yang diikat satu, sang gadis yang merasa diperhatikan segera menoleh dan mata mereka berdua pun bertemu.

Indonesia tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya kepada England sebelum kembali berbincang dengan adik-adiknya.

Dan akhirnya para personifikasi Negara yang berubah menjadi wanita pun kembali menjadi normal, dengan itu rapat pun berakhir dan semua nation segera keluar dari ruangan rapat tidak sabar untuk sampai kehotel mereka dan tidur untuk 2hari kedepan.

'Apabila mantra tidak dapat menghilangkan mantra lain, bagaimana bila menggunakan kutukan untuk menghilangkan sebuah mantra?

Yong koyong sempoyongan, tak kutuk kowe dadi lanang

Cobalah kutukan itu.'

Hh.. dia memang ahlinya dalam hal ilmu hitam dan kutukan, pikir England seraya melipat kertas tersebut dan menaruhnya di dalam kantong kemejanya.


THE END


A/N : Thanks for the reviews, follow and favorite! Tapi karena author masih seorang pemula author ga berani bikin fanfic kepanjangan, maka dari itu untuk fanfic kali ini cukup 3chapter aja, thanks for reading it!