Forgetable Emotion
Genre : Family/Hurt/Comfort
Rated : T
Warning : semi-AU, OOC!Naruto, Typo dkk.
Disclaimed : Naruto © Masashi Kishimoto
Tragedy of Uchiha Clan
"Bagaimana kau bisa tahu Naruto?"
Itachi tampak mengeutkan dahinya mendengar perkataan dari Naruto. Itu adalah misi dengan tingkat SS tidak mungkin Naruto mengetahuinya. Naruto sendiri hanya diam sejenak. Ia bingung apakah harus mengatakannya pada Itachi atau tidak.
"Karena—" terdiam sebelum tiba-tiba saja terdengar suara para guru akademi yang menyuruh semua orang untuk masuk. Sedikit tersentak sebelum ia menyadari kalau hari ini ia harus pergi ke akademik (beberapa saat yang lalu ia hampir melupakannya karena pembicaraannya dengan Itachi).
"Maaf, aku harus pergi sekarang Itachi-san…"
Dan dengan segera ia membisikkan sesuatu dan berbalik segera berlari kearah akademik bertemu dengan Ino, Sakura, dan juga Sasuke yang menunggu mereka. Itachi sendiri tampak hanya diam masih terkejut dengan apa yang ia dengar. Menghela nafas, ia segera berbalik meninggalkan tempat itu.
Satu bisikan yang membuatnya bingung untuk memilih…
"Yang penting adalah, kau harus bisa melihat yang mana yang lebih berharga untukmu—desa, ataukah klanmu…"
"Hari ini kita akan kedatangan murid baru, kuharap kalian bisa berbaikan dengannya—" guru yang berada di kelas saat itu tampak berkacak pinggang dan tersenyum. Kelas baru saja akan dimulai, dan sebelum itu tentu saja akan ada pengenalan murid.
Karena Naruto baru masuk saat pertengahan kelas yang membuatnya tertinggal sedikit dari teman-temannya. Tetapi, tertinggal sedikitpun tidak akan ada masalah bagi mantan ANBU termuda itu bukan.
Dengan segera ia masuk dan berdiri di sebelah sang guru.
"Silahkan Namikaze-san…"
…
"Namaku adalah Namikaze Naruto—senang berkenalan dengan kalian," membungkuk pelan dan menggunakan nada datar untuk memperkenalkan diri, tidak lupa dengan raut wajahnya yang tidak pernah berubah.
Suasana hening karena perkenalan yang terasa terlalu polos itu.
"Baiklah Namikaze-san, kau bisa duduk di sebelah Uchiha Sasuke," Naruto menoleh untuk melihat Sasuke yang ada di posisi yang sedikit memojok. Beberapa siswi ada yang tampak senang entah karena apa—sementara yang lainnya ada yang iri dengan penempatan itu.
Mengangguk, dengan segera berjalan dan duduk di tempat yang dikatakan.
"Ternyata kita sekelas ya? Apa yang kau bicarakan tadi pada Itachi-nii?" Sasuke benar-benar ingin tahu tentang apa yang dibicarakan oleh kedua orang itu. Karena bagaimanapun, ia yang merupakan adik dari Itachi tidak mengetahui apapun sementara pemuda yang tidak terlalu mengenal baik kakaknya bisa mengetahuinya.
…
"Sesuatu… yang akan terjadi…"
Sasuke tampak masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh Naruto saat itu. Tetapi teguran dari sang guru membuat mereka berdua terdiam dan memperhatikan pelajaran dengan seksama.
"Kita akan mencoba untuk melempar beberapa senjata ninja sambil mempelajarinya," guru akademik tampak menjelaskan dengan baik senjata-senjata yang ada di tangannya. Naruto yang menganggap senjata sebagai bagian dari dirinya tentu saja sudah mengetahui seluk beluknya.
Ia hanya diam dan tetap mendengarkan, karena Chichiue-sama memintanya untuk menjadi anak yang baik di sekolah.
"Hei, kau Naruto yang waktu itu bukan?"
Mendengar namanya dipanggil, anak itu menoleh untuk mneemukan tiga orang berada disana. Salah satu tampak bertubuh gendut, salah satu membawa anjing diatas kepalanya, dan satu lagi tampak memakai kacamata hitam dengan pakaian yang hampir menutupi sebagian wajahnya.
Mereka adalah beberapa anak yang ia temui saat berada di taman, sebelum kejadian racun itu. Setelah itu, ia tidak pernah bertemu lagi dengan mereka. Mengangguk dan menatap mereka bertiga—sama seperti Ino dan juga Sakura, ia tidak tahu siapa nama mereka.
"Namaku—adalah Akimichi Chouji, lalu dia adalah Inuzuka Kiba, dan yang memakai kacamata adalah Aburame Shino," jawab pemuda itu yang tampak berbicara sambil memakan potato chip. Ia bahkan sanksi kalau di dalam pelajaran seperti ini boleh memakan makanan.
"Namikaze Naruto…"
"Jadi benar kalau kau adalah anak dari Hokage-sama, yah tetapi wajahmu memang mirip sih," Kiba tampak meneliti wajah Naruto.
"Tentu saja—" Ino tiba-tiba ikut mengobrol dengan mereka, "—kau tidak lihat saat tadi, Naruto diantarkan oleh ayahnya. Mereka benar-benar pasangan yang serasi…"
"Hei-hei, kau tidak sadar kalau yang dibicarakan ada di depanmu ya Ino?" Kiba tampak menatap sweatdrop kearah Ino yang masih mengagumi apa yang dilihat olehnya tadi pagi.
"Apa, kau adalah anak dari Yondaime Hokage-sama?!" dan terima kasih atas pembicaraan yang menarik perhatian semua anak disana. Tentu saja mereka tidak mengetahui kalau sang Yondaime Hokage memiliki anak. Karena yang mereka tahu anaknya sudah tewas saat penyerangan Kyuubi.
"Benarkah?! Pantas saja wajahmu manis!"
"Hei-hei, apakah Yondaime-sama bersikap sama seperti saat berada diluar rumah?"
"Hei, dengarkan guru kalian berbicara!" Ebisu—yang mengajarkan mereka saat itu tampak kesal karena semua anak sekarang tampak mengerumuni Naruto, "bagaimana kalau kau menunjukkan kemampuanmu Namikaze-san?"
'Turuti juga apa yang dikatakan oleh gurumu Naruto…'
Mengangguk, berdiri dan mengambil beberapa kunai yang tampak diserahkan oleh sang guru. Memegangnya seolah itu adalah bagian dari tangannya, dan dengan gerakan cepat melemparnya kearah sasaran yang ada di beberapa bagian pohon di depannya.
Lima sasaran, 4 mengenai tepat di tengah, dan satu tampak sedikit melenceng di sisi kanan sasaran.
…
"Ah, meleset—" Naruto tampak tidak melihat bahwa semua orang disana tampak terdiam dengan wajah memucat. Bagaimana mungkin seorang anak berusia 6 tahun bisa melakukan hal itu dengan sangat akurat seperti itu.
"Bolehkan saya kembali sensei?"
"Y—ya, kerja bagus Namikaze-san—" bahkan Ebisu benar-benar tidak bisa berbicara apapun melihat bagaimana kemampuan dari anak seorang Hokage tersebut. Ia ingin menjadikan kemampuan Naruto yang kurang sebagai alasan untuk menjadi guru privat dari Naruto. Tetapi jika melihat seperti ini, tentu saja ia tidak bisa menjadikannya sebuah alasan.
Sementara para siswi lainnya tampak kagum melihat sang Namikaze muda itu. Oh, ia tidak akan tahu bagaimana mimpi buruk yang akan ia alami setelah ini.
Jam sekolah sudah berakhir—dan Naruto sedang menunggu ayahnya yang juga menyuruhnya untuk menunggu ia untuk datang. Menyandarkan tubuhnya di dinding pagar sekolah, dan hanya menundukkan kepalanya saja.
Sudah tidak ada siapapun disana, ia memaklumi ayahnya yang tampaknya masih sibuk dengan pekerjaannya—jadi yang bisa ia lakukan hanyalah menunggunya untuk menjemputnya.
Suara langkah yang ia kenal terdengar, membuatnya mendongak dan menemukan Itachi yang ada di dekatnya. Dengan segera membenahi posisi dari berdirinya, mencoba untuk menunggu alasan apa yang dikatakan oleh Itachi atas kehadirannya disana.
"Aku sudah menolak misi untuk menghancurkan klan Uchiha—" Naruto tidak memberikan ekspresi yang berarti mendengar itu. Tetapi yang ada di fikirannya adalah, Itachi lebih memilih klannya daripada desa.
"Bukan karena aku lebih memilih klan daripada desa—karena aku tidak suka terikat oleh klan Uchiha…"
Flash Back
"Apa yang ingin kau bicarakan Uchiha Itachi?"
Danzou dan juga para petinggi lain selain Hokage tampak melihat Itachi yang mendatanginya. Terdiam sejenak, sebelum akhirnya ia mendongak dan angkat bicara.
"Aku akan menolak misi tingkat SS yang kalian berikan," tampak beberapa kali bisikan yang terdengar. Tentu saja protes yang akan didapatkan oleh Itachi kalau ia menolak misi yang sangat penting itu.
"Apakah kau berhianat pada desa dan memilih untuk mengikuti klanmu Uchiha Itachi?!"
"Tidak, ini bukan masalah klan ataupun desa—" Itachi menutup matanya dan menghela nafas sejenak sebelum membuka matanya dan mengaktifkan Sharingan miliknya, "—aku melakukannya untuk melindungi adikku…"
"Apakah kau mengerti apa yang akan terjadi kalau sampai kau membantah misi ini?!"
"Aku sudah mengatakan semuanya pada Hokage-sama, ia yang menyuruhku untuk mengatakannya—" Itachi tampak masih tenang menghadapi semua yang ada disana, "—aku bukan lebih memilih klan daripada desa ataupun sebaliknya. Ada sesuatu, yang lebih penting daripada keduanya…"
…
"Adikku…"
"Aku berbicara pada Yondaime-sama tentang hal ini—dan ia berjanji untuk melindungi Sasuke apapun yang terjadi, jika para petinggi Konoha berniat untuk menjadikan Sasuke sebagai ancaman untukku," Itachi tampak menghela nafas dan menyenderkan tubuhnya juga.
"Dan yang sekarang harus kulakukan, adalah mencari cara untuk menghentikan kudeta dari klan Uchiha yang akan menyerang Konoha," Itachi menghela nafas dan menatap Naruto yang hanya diam tidak menjawab ataupun merespon apapun, "tetapi sepertinya aku tidak melihat mereka keberatan dengan apa yang menjadi keputusanku pada akhirnya…"
…
"Karena mereka akan menyuruh orang yang lain untuk melakukannya…"
"Kau mengatakan sesuatu Naruto?"
"Tidak—" tatapannya tampak kosong saat itu dan hanya berbicara sangat pelan, "aku tidak mengatakan apapun…"
"Kau terlihat pendiam—" Minato tampak mencoba meralat perkataannya. Naruto selalu terlihat diam kapanpun, "—maksudku, lebih pendiam daripada biasanya."
"Tidak apa-apa Chichiue-sama, hanya… bosan dengan akademi ninja…" Minato bisa tahu kalau bukan itu alasannya walaupun ia yakin kalau apa yang dikatakan oleh Naruto adalah benar. Sekali lagi, ia tidak bisa menyuruhnya untuk jujur, "bolehkah aku tidur lebih cepat malam ini Chichiue-sama…?"
…
"Tentu, kau sepertinya lelah—lebih cepat tertidur lebih baik untukmu," menepuk kepala Naruto yang tampak menunduk dan berbalik dari tempat itu. Minato tidak melepaskan pandangan dari Naruto dan hanya menghela nafas sebelum bebenah diri dan kembali pada laporan yang ia bawa kembali ke rumah.
Naruto tidak berniat untuk tidur—ia benar-benar tidak bisa tidur malam itu di kamarnya (ia hanya tidur selama 1 minggu bersama ayahnya). Ia tahu kalau akan ada yang terjadi kalau Danzou mengetahui seseorang tidak menurutinya.
Ia tidak mengerti kenapa ia harus mengatakan hal yang membuat Itachi berfikir dua kali tentang misi itu. Karena itu juga akan berpengaruh padanya.
Sesuatu bergerak—dan ia tahu itu. Membuka matanya dan menatap jendela luar sebelum turun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar dari kamarnya. Ia tidak perlu tahu siapa yang ada di luar jendela itu, karena ia sudah tahu siapa.
"Seperti yang kuduga aku tidak perlu mendekati lagi kediaman Namikaze itu—" Naruto berada di salah satu sisi lorong di dekat rumah Minato. Menemukan Danzo yang tampak membelakangi Naruto yang segera membungkuk hormat.
"Sepertinya kau sudah tahu kalau aku akan datang? Kalau begitu aku tahu kau mengetahui kenapa aku mendatangimu—" Danzou tampak menoleh pada Naruto yang hanya diam dan tidak menjawab sama sekali untuk beberapa saat.
"Kau yang akan mengambil alih misi tingkat SS itu, hancurkan klan Uchiha—dan menjadi mata-mata dari kelompok kriminal dari Amegakure," ia tahu ini akan terjadi. Tetapi entah kenapa, ia ingin memikirkan dua kali untuk mengambil misi itu.
Tidak seperti biasanya…
Dan sepertinya Danzou mengetahui tentang keraguan itu, dan ia sudah mempersiapkan apa yang bisa dilakukan olehnya jika berhadapan dengan hal ini.
"Kalau sampai Uchiha melakukan kudeta dengan Konoha, maka yang akan berada dalam bahaya adalah orang yang berada dalam jabatan tertinggi di desa—yakni Hokage…"
Danzo yang tampak berada di atas atap gedung Hokage hanya diam sambil menatap pemandangan yang ada di depannya. Ia hanya diam sejenak, walaupun tampak datar tetapi suasana hatinya benar-benar buruk saat ini.
'Tatapannya saat itu—ia benar-benar berubah hanya dalam waktu 2 bulan,' Danzou tampak mengeratkan genggaman tangannya dan tampak menggeram pelan, "Yondaime Hokage… Namikaze Minato, aku akan melakukan apapun untuk menghancurkanmu…"
Menggunakan sedikit isyarat tangan sebelum seseorang tampak berada di belakangnya dan membungkuk hormat. Pria berambut cokelat dengan mata berwarna hijau tampak menunggu perintah dari Danzou.
"Amati pergerakan Kurama Fu, aku mengandalkanmu…"
"Baiklah Danzou-sama—" mengangguk dan segera menghilang dengan Shunshin dari tempat itu.
"Selamat pagi Naruto, hari ini akademi libur—apakah kau ingin ikut denganku?" Minato yang sedang menata roti yang baru saja dipanggang (beruntung sepertinya 'bakat' memasaknya tidak seburuk itu hingga tidak bisa memanggang roti) saat melihat Naruto yang baru saja turun dari kamarnya.
"Ya, Chichiue-sama…"
Minato kembali menatap anaknya yang tampak semakin terlihat aneh daripada hari kemarin. Ia benar-benar cemas—ia benar-benar tidak ingin melakukan ini, tetapi ia tidak memiliki pilihan yang lainnya.
"Naruto… aku ingin kau menceritakan apa yang sedang kau fikirkan—" Minato duduk di depan anaknya yang tampak menatap Minato kembali. Masih tidak berbicara apapun, karena itu adalah perintah dari Danzou kecuali jika—
"Naruto, ini adalah perintah…" Minato benar-benar tidak ingin menggunakan kata itu, namun ia benar-benar cemas dengan apa yang membuat Naruto terlihat gelisah. Naruto tampak membulatkan matanya samar, hingga pada akhirnya menundukkan kepalanya pelan.
"Aku… mendapatkan misi dari Danzou-sama," Minato tahu kalau itu bukanlah hal yang bagus. Ia mengerti kalau Naruto tidak bisa membantah misi dari si brengsek itu dan akan menurutinya, "menggantikan Itachi-san… untuk menghancurkan klan Uchiha."
…
"Dan menjadi buronan kelas S…"
Tidak pernah ada yang menyangka kalau hari ini akan datang dimana mereka melihat sang pemimpin yang biasanya tampak ramah dan juga bersahabat bisa terlihat sangat menakutkan. Berjalan dengan cepat, melewati orang-orang yang tampak otomatis menjauh saat melihat mood dari pria itu.
BRAK!
Suara pintu yang tampak mungkin hancur karena terbanting oleh sang Hokage menjadi pembuka dari keheningan di ruangan yang terpisahkan oleh pintu itu.
"Kau tidak bisa seenaknya masuk seperti itu walaupun kau adalah seorang Hokage, Namikaze Minato!"
"Kuharap apa yang ingin kau lakukan adalah hal yang penting, yang bahkan lebih penting daripada rapat kami, Yondaime Hokage," Danzou tampak menatap Minato yang langsung menatapnya tajam. Mungkin kalau tatapan bisa membunuh seseorang, semua yang ada di ruangan itu juga akan menjadi korban.
"Kalau memberikan misi pada anak berusia 6 tahun untuk membunuh orang-orang adalah hal yang tidak penting, maka jawabannya adalah tidak—" mendekati Danzou dan tangannya bersiap untuk mengambil kunai cabang tiganya, "berikan satu alasan untukku tidak membunuhmu Danzou…"
"Karena anakmu tidak akan membiarkannya Minato…"
Dan saat Danzou mengatakan itu, Naruto tampak berdiri dihadapan Danzou seolah melindunginya. Minato mundur saat melihat anaknya yang berada di depannya untuk melindungi apa yang harusnya dihancurkan olehnya sejak mengetahui apa yang ia lakukan pada anaknya.
"Naruto, menyingkirlah…"
"Tidak bisa—Hokage-sama," panggilan itu membuatnya menyerengit. Walaupun ia tidak setuju dengan panggilan Chichiue-sama, tetapi panggilan itu masih menunjukkan statusnya sebagai seorang ayah dibandingkan dengan panggilan Hokage-sama.
"Naruto!"
Naruto tidak bergeming—Danzou tampaknya puas karena Naruto masih memiliki kesadaran kalau tugasnya masih melindunginya. Yang tidak ia ketahui, yang sekarang dilakukan oleh Naruto bukanlah karena misi melindungi Danzou, tetapi lebih karena ia ingin melindungi Minato.
'Kalau kau tidak mengambil misi itu, maka yang akan terkena dampaknya adalah Hokage…'
Ia harus melakukannya, jika kudeta itu tidak dihentikan ayahnya akan dalam bahaya.
"Maaf—Hokage-sama, aku harus melakukannya…"
Naruto tampak berjalan keluar dari ruangan itu dan akan pergi dari bangunan itu juga. Saat kakinya baru melangkah beberapa langkah dari ruangan, yang ia lihat adalah seseorang menyenderkan tubuhnya di dinding yang ada di ruangan itu.
"Kalau kau tahu akan berakhir seperti ini, kenapa kau tidak mengatakannya padaku…" Itachi hanya menatap Naruto yang balas menatapnya. Ia hanya diam, bukan tidak ingin menjawab tetapi ia sendiri juga bingung kenapa awalnya melakukan hal seperti itu.
"Itulah sebabnya kau mengetahui misi itu bukan—karena Danzou-sama memberikannya padamu sebagai misi cadangan," Itachi menatap Naruto yang masih diam sebelum mengangguk, "kenapa kau mau melakukannya? Ini bukan hanya karena—misi bukan?"
Karena seseorang yang mengatakan padanya kalau misi bukan berada diatas segalanya, tidak akan mungkin mengerjakan sesuatu seperti ini.
"Mungkin—karena alasan yang sama denganmu… yang ingin melindungi Sasuke-san, Itachi-san…"
Minato sama sekali tidak berbicara apapun pada Naruto saat ia kembali. Bahkan ia terlihat menjauh dari Naruto. Mungkin karena kejadian di council itu yang tampaknya membuat Minato shock dan tidak tahu harus melakukan apa untuk menghentikan Naruto yang akan melakukan misi itu.
Entah sudah berapa hari ia tidak mengatakan apapun pada Naruto, dan setelah beberapa saat berfikir pada akhirnya ia mencoba untuk berbicara dengan Naruto suatu malam.
"Naruto—" mengetuk pintu kamar Naruto dan mencoba untuk menunggu jawaban. Tidak ada sama sekali jawaban ataupun suara pergerakan dari dalam kamar itu. Tidak biasanya seperti itu, memang Naruto jarang menjawab, namun ia akan segera membuka pintu untuknya, "—Naruto, aku ingin berbicara denganmu…"
…
"Naruto?" membuka pintu kamar itu dan mencoba untuk mencari tahu apa yang membuat Naruto tidak menjawab perkataannya ataupun membuka pintunya. Dan yang ia temukan adalah kamar yang berada dalam keadaan…
Kosong.
Sesuatu seolah menabrak fikirannya—ia takut kalau malam ini adalah malam dimana misi harus dilaksanakan. Dengan segera ia akan bergerak keluar, sebelum tiba-tiba suara langkah yang sangat cepat tampak terdengar dan sesuatu mendarat di bingkai jendela kamar itu.
Itachi, tampak menggendong Sasuke yang tampak tidak sadarkan diri, sementara sang ketua ANBU tampak mengalami luka yang cukup serius di seluruh sisi tubuhnya.
"Itachi!"
"A—aku tidak apa-apa Yondaime-sama, aku hanya mencoba untuk menyelamatkan Sasuke," Minato mencoba untuk membaringkan Sasuke. Tidak ada luka di tubuhnya, walaupun darah tampak berada di beberapa sisi tubuhnya.
"Apa yang terjadi?!"
"Misi itu, pembantaian itu terjadi malam ini—" Minato membulatkan matanya, bukankah misi akan dilakukan beberapa hari lagi—yang pasti bukan malam ini, tetapi kenapa, "Uchiha mempercepat kudeta yang akan dilakukan mereka. Dan pada akhirnya Danzou-sama mempercepat misi yang diberikan pada Naruto tanpa pemberitahuan pada anda…"
"A—apakah ini semua karena…"
"Tidak—seseorang melakukan semua ini," Itachi tampak mengeratkan genggaman tangannya, "seseorang menghancurkan klan Uchiha dan itu bukan Naruto…"
Flash Back
"Aku terkejut karena nii-san tidak bisa menjemputku—" Sasuke tampak berada di perjalanan menuju ke rumahnya bersama dengan Naruto. Naruto memang mempersiapkan kagebunshinnya untuk membuat Minato mengira kalau ia membawa pulang Naruto.
Biasanya Minato tidak akan semudah itu terkecoh, tetapi mungkin karena fikiran yang sedang kacau membuatnya tidak bisa berfikir tentang itu.
"Tetapi apakah tidak apa-apa kau mengantarkanku?"
…
"Ya—kau adalah teman." Jawab Naruto sambil sedikit menundukkan kepalanya. Sasuke sedikit bingung, namun selama ini ia melihat kalau Naruto adalah orang yang baik walaupun aneh. Hari sudah larut malam dan mereka sudah hampir tiba di rumah Sasuke.
'Sudah saatnya?' baru saja akan berjalan kembali saat ia merasakan sesuatu disana. Seseorang sudah berada disana, dan aura di sekeliling tampak sangat berat dan juga menekan.
"Aneh—" Sasuke melihat kearah Naruto—bingung dengan perkataaan Naruto, "—ini terlalu sepi untuk jalanan pada jam segini bukan?"
Sasuke menoleh sekeliling, tampak mencoba untuk berlari ke jalanan besar untuk menemukan beberapa mayat sudah bergelimpangan disana. Sementara di tengah jalanan itu tampak seseorang yang memakai jubah berwarna hitam memakai topeng berbentuk spiral.
"Siapa—"
"Awas!" Naruto melihat orang itu melakukan Shunshin dan akan menyerang Sasuke. Mendorong ke bawah pemuda itu dan melihat sekeliling. Orang misterius itu tampak menghilang tanpa jejak. Seseorang sudah membunuh semua orang disini—dan itu bukan dirinya ataupun Itachi.
"N—nii-san, tou-san, kaa-san!" Sasuke tampak ketakutan dan mencoba untuk berdiri. Naruto tampak mencoba untuk bergerak, namun sepertinya serangan orang itu mengenai kakinya—membuat pergerakannya sedikit terganggu.
'Siapa orang itu—'
"Naruto!" suara itu membuatnya menoleh untuk menemukan Itachi yang tampak berlari kearahnya. Mencoba untuk berdiri walaupun kesusahan, Itachi terlihat sedikit panik dan juga khawatir, "dimana Sasuke?!"
"Seseorang membunuh semua yang ada disini sebelum aku menjalankan misi," menutup sebelah matanya saat merasakan luka di kakinya. Ia masih bisa menggerakkannya, namun ia tidak akan bisa langsung menggerakkannya, "Sasuke-san mencoba untuk mencarimu…"
"Kau tidak apa-apa?"
"Ya," Naruto menatap sekeliling dan menemukan tidak ada korban selamat disana, "sepertinya incaran mereka yang terakhir adalah Fugaku-sama dan juga Mikoto-sama…"
…
"Kita harus segera kesana!" Naruto hanya mengangguk dan segera melakukan Shunshin bersama dengan Itachi.
"Sasuke!"
Itachi membuka pintu geser yang ada di depannya untuk menemukan seseorang tampak berdiri dan di bawahnya tampak tiga orang yang tergeletak begitu saja. Dua orang pria dan wanita, dan satu orang anak kecil.
"Sasuke!" Itachi berlari dan mencoba untuk memeriksa keadaan adiknya. Seseorang misterius itu tampak mencoba untuk menyerang Itachi. Dan dengan segera Naruto tampak mencoba untuk menghalangi serangan saat Itachi melihat keadaan adaiknya.
Dua buah kunai bertabrakan, Naruto menatap pada satu lubang di topeng itu—menemukan sebuah sharingan yang tampak tertanam disana. Membulatkan matanya dan segera mendorong sosok itu hingga menjauhi Itachi.
"Siapa kau…"
"Apakah itu penting?" menatap Naruto yang masih bersiap di depan Itachi dan juga Sasuke, "aku hanya melakukan apa yang harusnya kalian berdua lakukan sekarang. Kalian terlalu lemah untuk melakukan hal ini…"
"Ini adalah misiku—kau tidak seharusnya ikut campur…"
"Kau tidak akan bisa melakukannya bocah—" mata itu masih menatap Naruto yang mencoba untuk tidak melihat secara langsung mata sharingan itu.
"Aku bisa melakukannya…"
"Kalau begitu, bunuh orang itu—" Naruto menoleh pada pria yang ada di dekat sana. Sang pemimpin klan Uchiha—Fugaku Uchiha. Sepertinya orang itu belum membunuhnya dan hanya membuatnya tidak sadarkan diri.
"Naruto!"
Naruto tampak menatap Fuugaku, dan tangannya tampak menggenggam kunai dan siap untuk melemparkannya tepat di kepala sang pemimpin klan Uchiha itu.
"Hentikan Naruto, kau tidak akan sanggup melakukannya. Kau sudah bukan seorang ANBU!" Itachi menatap Naruto yang sedikit tersentak sebelum tangannya gemetar.
'Kau tidak perlu memikirkan misi lagi Naruto…'
'Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal seperti itu lagi…'
'Kenapa—Naruto…'
"Naruto, awas!" suara Itachi tampak membuyarkan fikirannya saat tiba-tiba saja beberapa batang runcing menuju ke arahnya. Tidak sempat mengelak dengan sempurna, batangan itu tampak melukai pelipis, menggores pinggangnya dan juga kakinya.
"Sudah kukatakan kau tidak akan sanggup…"
"Naruto, kau tidak apa-apa—" Itachi melihat darah yang keluar dari pinggang Naruto. Ia tidak akan tinggal diam saja melihat Naruto berada dalam keadaan seperti itu. Mencoba untuk mengaktifkan sharingannya dan menyerang orang itu.
Namun, saat shuriken akan mengenai sosok itu, benda itu tampak tembus begitu saja.
"Percuma saja—" sekali lagi beberapa potongan kayu tampak melayang kearah Itachi dan melukai beberapa bagian tubuhnya. Sepertinya karena sudah mengetahui pola serangan kayu itu ia bisa menghindar lebih banyak daripada Naruto walaupun masih tampak terluka di beberapa sisi.
"Itachi-san…" Naruto mencoba untuk berdiri meskipun lukanya lebih parah daripada Itachi. Memegang kunainya dan mencoba untuk menatap kearah sosok yang ada di hadapannya, "bawa Sasuke-san pergi dari sini… keadaanku tidak bisa membawanya dari sini…"
"Jangan bodoh, kau akan mati kalau berhadapan sendirian dengannya—"
"Dan kau juga Sasuke-san akan mati jika tetap berada disini," Naruto tampak mencoba untuk menghentikan pendarahan yang ada di pinggangnya, "cepat pergilah…"
…
"Aku akan segera kembali—" Itachi tidak memiliki pilihan lain selain menyelamatkan nyawa adiknya terlebih dahulu. Ia tidak takut akan mati disini, tetapi ini menyangkut nyawa adiknya dan ia tidak bisa membiarkannya sama sekali.
"Maksudmu, Naruto berada disana dengan seseorang yang berbahaya seperti itu?!" Minato tampak terkejut mendengar perkataan dari Itachi. Itachi hanya mengangguk dan mencoba untuk bergerak namun lukanya yang berada di pinggang tampak cukup parah.
"Mokuton—itu hanya dimiliki oleh Shodaime… Dan kemampuan menembus itu," Minato tampak mencerna kata-kata yang ia dengar dari Itachi. Membulatkan matanya saat ia menyadari sesuatu, "jubah hitam… dengan topeng spiral orange? Dia adalah orang yang mengendalikan Kyuubi malam itu—"
"Apa?"
"Uchiha Madara," dengan segera ia melakukan Hiraishin, dan tanpa diberitahu tujuannyapun sepertinya Itachi tahu kemana tujuan dari Minato. Memerintahkan beberapa orang ANBU yang ia tahu ada disana—memiliki jabatan ketua ANBU tentu saja itu menguntungkannya.
"Segera ke kediaman Uchiha, dan sebagian jaga Sasuke dari siapapun yang mendekati tempat ini—" ANBU itu menganggukan kepalanya dan segera menuju ke kediaman Uchiha dan beberapa menjaga Sasuke. Itachi sendiri tampak menyusul beberapa ANBU yang tampak menuju kembali ke kediamannya.
"Untuk anak seusiamu, kau benar-benar sangat kuat bocah—" sosok itu, yang menurut Minato adalah Madara tampak berdiri masih di tempatnya terakhir berada, dengan sosok Naruto yang tampak terluka lebih parah daripada sebelumnya.
Serangan pertama sudah membuatnya tidak bisa bergerak, dan beberapa serangan lanjutan cukup membuatnya mengalami luka yang tidak kecil.
'Aku tidak bisa bergerak—'
"Sayangnya, kau tidak akan bertahan malam ini," kali ini sebuah pasak kayu yang kecil dan runcing tampak dikeluarkan oleh sosok itu dan segera dilemparkan kearah Naruto yang hanya bisa terdiam dan terduduk di sudut dinding.
'Aku—'
Entah kenapa bayangan ayahnya yang saat ini ada di dalam fikirannya. Senyuman ayahnya yang selalu membuatnya merasakan tenang. Entah ini adalah hukuman karena gagal melaksanakan misi, atau membuat ayahnya selalu melihatnya dengan tatapan sedih dan kecewa.
'Aku akan melakukan apapun untuk melindungimu…'
Menutup matanya, mencoba untuk menunggu serangan yang menuju kearahnya. Ia tidak bisa melakukan apapun lagi, dan hanya menerima apa yang akan terjadi saat pasak itu mengenai tubuhnya.
Tetapi apa yang ia rasakan bukanlah tusukan pasak yang tampak tidak bisa ia hindari, tetapi sesuatu yang hangat yang menyelubungi tubuhnya. Membuka matanya untuk menemukan sosok berjubah putih yang tampak melingkarkan tangannya dan menutupi tubuhnya.
Tetapi bukan hanya itu yang membuatnya terkejut, tetapi sebuah potongan kayu yang tertancap pada punggung ayahnya—pada bagian perut. Darah tampak keluar begitu saja dari luka itu, dan suara nafas yang tidak teratur memenuhi gendang telinganya.
"Hokage…sama?"
"Sudah… kukatakan—" Minato masih menaruh kepalanya di atas bahu Naruto dengan darah yang keluar dari mulutnya saat itu, "—aku akan melindungimu… aku tidak ingin melihatmu terluka… dan meninggalkanku… lagi."
Saat tubuh itu tampak terasa melemas dan mengikuti gravitasi, dengan segera Naruto menangkapnya dan mencoba untuk melihat keadaan ayahnya.
Sakit…
Perasaan apa ini, sesak—kesal…
Aku tidak bisa menahannya, tidak bisa lagi…
"Minato-sensei!" salah satu ANBU yang tampaknya mengikuti Minato sebelum ANBU yang diperintahkan oleh Itachi tampak datang. Mengenakan topeng anjing dan mencoba untuk melihat keadaan Minato. Kakashi yang melihat Minato tampak melakukan Hiraishi dan mendengar semua percakapan tadi segera mengikuti gurunya itu.
"Naruto, kau tidak—"
Tes…
Kakashi yang mencoba untuk melihat keadaan Naruto juga tampak terkejut tatkala anak laki-laki berusia 8 tahun yang biasanya tidak menunjukkan emosinya itu saat ini tampak membulatkan matanya dengan air mata yang keluar begitu saja dari mata emeraldnya.
Bahkan sepertinya Naruto tidak sadar akan itu…
"Na—Naruto?"
Sesak…
Aku tidak bisa bernafas—tidak bisa melakukan apapun…
Nafasnya tampak tidak karuan, tampak melihat tangan yang dipenuhi oleh darah ayahnya itu. Baru kali ini ia merasakan perasaan itu—ia tidak mengerti apa itu, tetapi ia benar-benar tidak menyukainya.
Bunuh dia…
Bunuh orang yang sudah membuatmu merasakan rasa sakit ini…
Lepaskan aku, dan aku akan membantumu…
To be Continue
Ehm, kenapa dipotong disana ya…
Aish, lagi-lagi ga dapat bagian buat motong chapter ini =_=
BTW maaf kalau lama, dan Memoru of the Otherselfnya belum update ^^; saya lagi masuk RS karena kena gejala DBD. (ini masih di RS) dan Forgetable Emotion sudah ada draftnya, jadi tinggal ditambah sedikit dan publish…
Mungkin dua atau tga hari lagi baru akan saya update Memory of the Otherselfnya :) jadi maaf keterlambatannya (_ _)
Dan seperti yang saya janjikan, akan ada perbedaan di misi Uchiha kali ini XD
Itachi tidak membunuhnya, dan Naruto yang ternyata jadi penggantinyapun juga tidak membunuhnya. Yang membunuh adalah Madara (Uchiha Obito) sebelum mereka berdua bisa nyelesaiin misi ^^
Jadi, tentu disini Itachi akan tetap berada di Konoha bersama Sasuke :D
Waaah, ternyata banyak yang review ya ^^ saya sangat senang anda menikmati cerita yang saya buat baik itu cerita ini maupun cerita yang lainnya.
Review anda semua benar-benar membuat saya semangat untuk segera menulis chapter selanjutnya XD
Q & A
Skyephantom (Sudah ada jawaban kenapa Naruto tahu misi itu ^^ makasih :D dan untuk Typo, maaf saya ga ngecek ._.)
AN Narra (Tehe, makasih ^^ semoga chapter ini ga mengecewakan :3)
Earl Louisia vi Duivel (Yep begitulah~ :3 dan Naru ga sempet nyakitin Sasuke kok :3 maaf kalau Preview kemarin ga semuanya ternyata bisa masuk di chapter ini u_u;)
God and angle (Itu nanti ;) ada saatnya kok :D inikan Naru masih 'perkenalan' mana yang namanya teman atau keluarga :D dan tentu ^^)
Syn.6661 (Updatenya Shunshin no Jutsu aja XD maaf, saya soalnya masih sakit ^^;)
Azuka (Hehehe ^^ makasih ya :D)
KyuubiNaru (Untuk yang ini kayaknya ga :3 tapi yang satunya pasti ngikutin Canon ^^ dan yep saya belum tahu sampai chapter berapa tapi yang pasti panjang ^^;)
AzuraCantlye (tentu, di Memory of the Otherself Itachi udah ngelakuin, dan saya mau bikin yang beda XD)
Yusagie (Makasih ^^ dan memang disini OOC!Naru sih, jadi sikapnya begitu, tapi memang ada sebab yang jelas :D)
Naozumi Miketsukami Soushi (Sudah dilanjut ^^)
Nakato-san (sudah ^^)
Fran Fryn Kun (Silahkan saja :D)
Aster-bunny-bee (Eh iya juga ya XD #plak kalau di manga + animenya kalau ga salah pernah dibilang dia mati karena sakit sebelum disuruh Danzou buat saling bunuh sama Sai ' ' yep~)
Earl grey bernvoureth (Yah, namanya baru adaptasi XD #apa yep, biar ga usah main kucing-kucingan sama ANBU XD jadi kalau ada kerjaan bisa langsung kesana pake Hiraishin XD lebih tepatnya dia gantiin Itachi karena Itachi nolak :3)
Vionner97 (Untuk sampai chapter berapa ga ada target sih ._. Tapi masih lama XD tehe doakan saja semoga tidak discon XD)
Abi . putraramadhan (dan sayangnya saya bikin ga ngelakuin XD)
Guest (sudah ^^)
Dikdik717 (Begitulah~)
Yuki no Fujisaki (Maaf ya yang satunya belum bisa update ^^; ini aja kena marah gara-gara OL pas di RS XDa)
Nanao Yumi (saya pernah liat gambarnya, jadi lumayan bisa ngebayangin XD memang nolak Tachinya ._. Ga sama kok :Db sama sekali ga sama :Db)
Guest (sudah dilanjut ^^)
Next Chapter
"Dia—Jinchuuriki Kyuubi?!"
.
"Hentikan Naruto, Minato-sensei tidak apa-apa!"
.
"Aku tidak suka perasaan ini—sakit… dan membuatku tidak bisa berfikir apapun…"
.
"Apapun yang terjadi kau sudah menyelamatkanku dan juga Sasuke—terima kasih Naruto…"
.
"Apa yang harus kulakukan… saat Chichiue-sama memintaku untuk tersenyum… tetapi aku tidak bisa melakukannya…"
.
"Bagaimanapun keadaanmu, apapun yang kulihat darimu… aku akan tetap menyayangimu Naruto…"
