Forgetable Emotion
Genre : Family/Hurt/Comfort
Rated : T
Warning : semi-AU, OOC!Naruto, Typo dkk.
Disclaimed : Naruto © Masashi Kishimoto
.
Bell Test?
.
"Namaku Uchiha Itachi, mulai sekarang kalian berada di bawah pengawasanku tim tujuh," Itachi tampak tersenyum, beberapa murid kali ini benar-benar merasa kalau tim tujuh adalah kumpulan dari pemuda-pemuda tampan, dan merasa iri dengan Sakura. Sementara yang bersangkutan tampak benar-benar merasa seperti ia berada di surga.
"Yaaa! Dahi lebar, bagaimana kau bisa dapatkan pria-pria ini dalam kelompokmu?!" Ino semakin kesal dengan keberuntungan Sakura sementara Sakura masih tampak tersipu malu tidak menghiraukan Ino dan semua siswi yang setuju dengan itu.
"Baiklah, sebaiknya aku menunggu kalian di atap sekarang," jawab Itachi sambil menghilang dari tempat itu dengan segera. Sakura dan juga yang kedua timnya tampak saling bertatapan sebelum mengangkat bahu dan bergerak dari sana.
-oOo-
"Apakah mereka terkejut?"
"Kukira ia sedikit terkejut," kurasa, yah bagaimanapun Itachi tidak begitu bisa membaca fikiran anak itu dengan terbiasanya dia melihat wajah stoic itu.
"Bagaimanapun kau baru tahun ini menjadi guru Jounnin, tentu saja ia tidak akan menyangka," Minato tampak berada di dekat Itachi menunggu ketiganya berada di depan mereka, "aku mempercayakan tim 7 padamu, aku tahu kekuatanmu akan bisa mengatur mereka..."
3"Tetapi tentu saja tes tidak akan kubuat mudah, bisa saja mereka gagal. Apakah tidak apa-apa?"
"Tentu, bagaimanapun Sasuke tidak akan membiarkanmu untuk meluluskannya dengan mudah," jawab Minato dan saat akan mengobrol dengan Itachi lagi ia melihat ketiga anak itu tampak berjalan mendekati mereka, "ah itu mereka."
"Tou-san, apa yang kau lakukan disini?"
"Tenang saja, ini hanya bunshin yang asli tetap ada di ruangannya," jawab Minato menunjuk gedung hokage. Ia tahu kalau Naruto tidak akan membiarkannya meninggalkan pekerjaan miliknya dan ia tidak ingin mengecewakan anaknya itu. Naruto tampak mengangguk dan berjalan kearah Sasuke dan Sakura yang sudah mendekati ayahnya dan juga Itachi.
"Nii-san, aku tidak menyangka kalau kau yang akan menjadi guru jounnin kelompokku!"
"Tetapi aku tidak akan bersikap lembut walaupun pada adikku," jawab Itachi sambil menepuk kepala Sasuke. Naruto tampak duduk di samping Sakura yang duduk diantara Naruto dan juga Sasuke, "baiklah, seperti yang sudah kulakukan saat di kelas tadi. Namaku adalah Uchiha Itachi, dan aku akan menjadi Guru Jounnin untuk kalian. Sebelum memulai pengumuman dariku, perkenalkan diri masing-masing."
"Bagaimana dimulai denganmu sensei?" Sakura yang tampak benar-benar senang dengan penempatan guru dan kelompok itu masih tersipu.
"Aku? Baiklah, namaku adalah Uchiha Itachi. Hal yang kusukai...tidak ada yang spesifik sepertinya. Untuk yang tidak kusukai juga sepertinya tidak perlu dibicarakan, dan untuk cita-cita mungkin membangun kembali klan Uchiha bersama dengan adikku," jawab Itachi sambil tersenyum pada Sasuke yang sudah keburu sweatdrop mendengar perkataan sebelumnya, "baiklah, dimulai dengan Sakura?"
"A—ah, namaku adalah Haruno Sakura, hal yang kusukai adalah..." Menatap Sasuke dan Naruto tampak bingung, "yang tidak kusukai adalah Ino-Pig dan juga para fans Sasuke dan Naruto. Untuk cita-citaku, aku masih bingung untuk yang satunya...tetapi yang pasti aku ingin menjadi Kunoichi medis yang hebat!"
"Bagus, sekarang Sasuke?"
'Untuk apa aku memperkenalkan diri...' Sasuke menghela nafas dan menatap kearah kakaknya sebelum mengangguk, "Sasuke Uchiha, hal yang kusukai adalah berlatih serta berkumpul dengan teman ataupun keluargaku. Untuk yang tidak kusukai adalah orang-orang yang sudah menghancurkan klanku. Untuk cita-cita...memburu orang yang sudah menghancurkan klan dan membangun kembali klan Uchiha..."
...
"Baiklah, Naruto-kun?"
"Namaku adalah Namikaze Naruto...hal yang kusukai, sesuatu yang menurutku menyenangkan. Dan yang tidak kusukai, sesuatu yang tidak menyenangkan... Cita-cita, untuk sekarang aku belum memikirkannya..." Naruto tampak mengatakannya dengan nada datar, membuat semuanya tampak sweatdrop, "mohon bantuannya..."
Dan diakhiri senyuman yang segera mencairkan suasana mereka. Ah, walaupun senyuman Naruto masih tampak kaku, tetapi selalu sukses membuat mereka tersenyum.
"Baiklah, sekarang aku akan mengatakan sesuatu pada kalian," Itachi mengubah mode bicaranya pada mode serius. Naruto dan juga yang lainnya langsung menanggapinya dengan serius juga, "kalian akan kuuji sekali lagi untuk menentukan kalau kalian akan menjadi Gennin atau tidak."
-oOo-
"Bagaimana perkenalan hari ini? Bunshinku masih belum kulepaskan setelah bersama dengan Itachi," Minato menatap Naruto yang berada di ruangannya setelah perkenalan selesai. Sebut saja Kakashi terkadang meminta Naruto untuk mengawasi ayahnya dan itu benar-benar berguna.
"Bukankah itu bukan bunshin tou-san? Yang ada di atap tadi adalah tou-san bukan?" Membaca gulungan di tangannya sambil berbicara, tidak melihat bagaimana tatapan shock dari ayahnya. Yah, apa yang dikatakan oleh Naruto itu tidak salah tentu saja-karena ia memang yang berada di atap itu. Padahal ia sudah memakai kagebunshin yang tidak mudah untuk dibedakan dengan tubuh asli.
"Apakah kau marah Naruto?"
...
"Untuk apa? Tou-san pasti benar-benar lelah dengan pekerjaan tou-san, sesekali membiarkan tou-san bersantai juga tidak apa-apa," jawabnya kembali membaca gulungan di depannya. Minato tampak sedikit terkejut sebelum tersenyum. Bagaimanapun sikap Naruto yang datar, namun ia masih memikirkan apa yang difikirkan oleh orang lain.
"Apakah kau merasa bersemangat untuk melihat ujian yang akan diberikan oleh Itachi-kun?"
"Sedikit," Minato mengharapkan jawaban itu namun tidak menyangka kalau Naruto benar-benar akan menjawab seperti itu, "aku belum pernah sama sekali mendapatkan kelompok gennin begitu juga guru Jounnin. Entahlah, rasanya menyenangkan..."
"Akan banyak hal menyenangkan yang akan kau temukan setelah ini," menepuk kepala Naruto saat Minato tampak berada di dekatnya, tersenyum lebar, "aku yakin itu!"
...
"Ya!"
-oOo-
"Yang aku tahu, Itachi-nii menyuruh kita untuk berkumpul disini. Tetapi kemana dia—" Sasuke tampak menggerutu saat ia dan juga kedua teman satu timnya berada di tempat latihan yang berada di dekat monumen batu. Entah sudah berapa lama ia berada di tempat itu, namun yang pasti tidak sebentar.
"Mungkin tersesat…?"
…
"Tidak mungkin," Sasuke dan Sakura mengibaskan tangan mendengar apa yang dikatakan oleh Naruto. Bagaimanapun, membayangkan seorang Uchiha Itachi tersesat lebih susah untuk dibayangkan daripada melihat tonton yang memiliki sayap dan terbang.
Mereka berbincang beberapa saat sebelum seseorang muncul begitu saja, dan mereka tahu kalau itu adalah guru jounnin mereka.
"Maaf, ada kucing hitam yang melintas di depanku dan aku harus memutar jalan kemari—" Sasuke dan juga Sakura tampak sweatdrop sementara Naruto tampak bingung hubungan antara kucing hitam dengan memutar jalan. Tetapi sudahlah…
"Sudahlah nii-san—"
"Sasuke, kau harus memanggilku sensei kalau sedang dalam tim," jawab Itachi tampak mengacak rambut Sasuke yang menggerutu pelan karena kakaknya selalu menganggapnya anak kecil seperti itu, "baiklah, yang akan kita lakukan adalah…"
Melempar sebuah lonceng pada Sakura.
"Jangan biarkan lonceng itu kuambil, dan yang lebih penting—" menutup matanya dan mengeluarkan mangekyo sharingan miliknya, "—jangan biarkan kalian terjebak dalam genjutsuku…"
…
"Tunggu jadi bagaimana caranya—"
"Artinya, kami harus mempertahankan lonceng itu tanpa menatap matamu sama sekali?"
"Tepat sekali, dan ada saatnya pergantian pemegang lonceng, dimulai dengan Sakura, lalu 10 menit kemudian harus berpindah. Aku tidak akan berlama-lama melakukan test ini, cukup 1 jam mulai dari aku menekan jam ini—" jawab Itachi melihat jam yang ia bawa dan ia letakkan diatas balok kayu yang ada disana, "aku tidak perlu tahu siapa yang akan membawa lonceng itu. Jadi yang akan dilihat disini tentu saja, cara kalian mengatasi keadaan seperti ini, lalu cara kalian mempertahankan sesuatu dan mengatur strategi."
Mereka mengangguk, sampai disini mengerti apa yang dikatakan oleh Itachi.
"Siapapun yang saat itu membawa lonceng dan aku berhasil mendapatkannya, maka kalian gagal dan kembali ke akademik," jawab Itachi mendapatkan tatapan kaget dari Sasuke dan juga Sakura, sementara Naruto tampak hanya diam memikirkannya, "begitu juga dengan yang terkena genjutsu olehku. Bukankah cukup mudah, hanya mempertahankan sebuah lonceng selama 1 jam…"
'Tetapi lawan kami adalah seorang Jounnin jenius…' bahkan Naruto berfikiran seperti itu begitu juga dengan Sakura dan juga Sasuke. Itachi tampak tersenyum dan meletakkan tangannya diatas tombol di jam itu sambil menatap mereka bertiga.
"Oke, ujian dimulai dari—sekarang."
Dan dengan segera ketiganya beranjak dari tempatnya dan berpencar begitu saja menuju kearah masing-masing. Itachi tidak perlu bersusah payah untuk melihat dimana mereka bertiga berada. Namun, tentu saja ia juga memiliki rencana yang harus ia lakukan.
Bagaimanapun bukan hanya point yang ia sebutkan tadi yang menjadi penilaiannya—namun ada satu point utama yang akan ia nilai dari mereka bertiga.
"Baiklah, giliran pertama adalah kau ototou—"
-oOo-
Entah kenapa Sasuke bisa merasakan kakaknya memilihnya sebagai musuh pertama. Ia tahu kakaknya sangat pandai mengatur strategi, dan ia tidak akan menyerang Sakura terlebih dahulu walaupun gadis itu membawa lonceng sekalipun.
'Aku harus bisa menghindar dari matanya—tetapi ini pertama kalinya aku menghadapi nii-san seperti ini…' Sasuke bisa merasakan tubuhnya gemetar namun ia mencoba untuk menahannya dan memegang lengannya. Merasakan sebuah chakra membuatnya tahu kalau Itachi ada didekatnya.
"Aku akan mengajarkanmu salah satu dasar yang harus diketahui oleh seorang Shinobi ototou," Sasuke mencoba untuk melihat gerakan Itachi sebatas dada hingga kaki. Namun ia tahu kalau kakaknya berada di jarak yang cukup jauh untuk melakukan pertarungan Taijutsu, "Ninjutsu…"
Membulatkan matanya saat melihat segel tangan yang dibuat oleh Itachi. Bukannya tidak tahu, tetapi ia sangat kenal dengan segel tangan itu. Dan satu-satunya alasan ia membulatkan matanya adalah—karena ia tidak yakin kearah mana Itachi akan menyemburkannya karena ia tidak bisa melihat wajahnya.
'Ia bisa saja memancingku untuk bergerak!'
"Katon : Gokakyu no Jutsu!" dan Sasuke terlambat menyadari kalau api itu langsung mengarah padanya dengan kecepatan tinggi. Sebelum api itu tampak menyambar, sebuah tangan langsung menariknya dan memanfaatkan api itu untuk membuat Itachi tidak melihat kemana arah mereka pergi.
"Naruto," Sasuke menatap Naruto yang menyelamatkannya tadi. Tampak melihat Itachi yang tampaknya menyadari kalau mereka kabur bahkan menyadari kalau Naruto yang menyelamatkan Sasuke.
"Kalau kau tidak bisa melihat wajahnya, kau bisa memanfaatkan pergerakan lehernya—" Naruto tampak menunjuk lehernya untuk memberitahukan cara pada Sasuk, "kau akan tahu kemana arah Ninjutsu itu ditembakkan, walaupun ada beberapa cara untuk mengecoh lawan—minimal itu akan mengurangi jangkauan serangan."
"Kau tidak kemari hanya untuk mengatakan hal itu bukan?"
"Setelah ini 10 menit akan berlalu dan Itachi-sensei akan tahu kalau lonceng ada di tanganku. Dan saat itu, aku ingin kau segera pergi ketempat Sakura-san," Jawab Naruto menerangkannya, "aku tidak bisa memberitahukanmu rencananya karena Itachi-sensei akan menemukan kita. Tetapi Sakura-san akan kuberitahu rencana selengkapnya…"
"Karena kalian tidak sempat untuk mengatur strategi, aku memberikan waktu kalian untuk berbicara—tetapi kalau terlalu lama akan membuatku kehabisan waktu," Itachi tampak berdiri diatas pohon dan menatap kearah bawah.
Dengan segera menghilang, Naruto menggunakan kagebunshin untuk melakukan itu.
"Baiklah, kita lanjutkan lagi ototou," dan Itachi tahu kalau semuanya akan berbeda dari sebelum ini.
-oOo-
"Sepertinya Itachi-san memang tidak mengincarku dulu," Sakura di tempat yang tidak jauh dari Sasuke tampak melihat sekeliling. Mencoba untuk memikirkan sesuatu untuk memberikannya pada siapa lonceng ini kalau memang Itachi tidak menyerangnya. Sementara mencoba untuk berjaga kalau saja Itachi tiba-tiba menyerangnya.
"Sakura-san…"
"KYAAA!" suara Naruto yang tiba-tiba muncul sukses membuat gadis berambut pink itu terkejut. Menoleh untuk menemukan Naruto yang ada di belakangnya dalam jarak yang—sangat—dekat dengannya, membuat wajahnya merona, "N—Naruto?"
"Itachi-sensei sedang mengetest Sasuke-san, dan setelah 10 menit berlalu ia mungkin akan mengincarku, dan lonceng terpaksa kau berikan padaku bukan—" Sakura tampak mengangguk pelan masih mencoba untuk menenangkan dirinya, "—aku punya rencana lebih bagus…"
…
"Eh?"
-oOo-
Sasuke tampak mengatur nafasnya yang sedikit memburu. Ia cukup bisa untuk menuruti apa yang dikatakan oleh Naruto. Dan itu sangat membantunya. Namun ia belum terbiasa bertarung seperti itu, dan ia benar-benar lelah dengan itu.
"Kau sudah bisa membaca beberapa gerakanku walaupun tidak bisa membalas serangan," Itachi tampak tersenyum walaupun Sasuke tidak bisa melihatnya. Sasuke benar-benar tampak seperti sudah biasa bertarung seperti itu—dan ia tahu kalau itu karena penjelasan dari Naruto.
"Itu artinya aku belum puas sensei," sedikit canggung saat memanggil nama kakaknya dengan imbuhan sensei, dan Itachi mencoba untuk tidak tertawa mendengarnya, "sekarang giliranku untuk menyerang…"
'Sasuke banyak belajar walaupun Naruto hanya mengajarinya bahkan dengan hanya teori dan dalam waktu yang singkat.' Itachi tampak tersenyum saat Sasuke mengeluarkan Shuriken yang besar dari tasnya, 'tetapi tentu saja itu semua tidak akan bisa tanpa ada arahan dari Naruto. Ia seolah pernah bertarung dengan pengguna mata sharingan…'
'Aku tidak sabar untuk berhadapan dengannya lagi…'
…
'Apakah Naruto adalah anak yang dimaksud Shisui?'
-oOo-
"Wow, aku tidak pernah menyangka kalau kau akan kembali dengan tubuh penuh luka seperti ini," Itachi tampak menatap sahabatnya itu yang kembali dengan beberapa perban melilit tangan dan juga bagian lututnya, "kukira kau hanya melatih seorang Chuunin bukan?"
"Begitulah, tetapi bocah ini berbeda," Shisui tampak duduk dan mencoba mengobati luka sisa yang belum tertutup oleh perban, "ia benar-benar menangkap setiap apa yang menjadi gerakanku. Hampir saja aku kalah…"
"Bocah?"
"Ia baru berusia 4 tahun," dan tentu saja Shisui tahu kalau Itachi akan terkejut mendengarnya, "kudengar ia akan dipromosikan menjadi ANBU 1 tahun lagi. Tetapi aku tidak heran dengan kemampuannya yang seperti itu…"
…
"Aku tidak sabar untuk berhadapan dengannya lagi…"
-oOo-
KRIIIIING
Suara jam beker yang memang sangat keras itu tampak terdengar membuyarkan lamunannya. Melihat Sasuke yang tidak ada di depannya, sepertinya ia terlalu berkonsentrasi dengan ingatan tentang mendiang sahabatnya itu hingga tidak melihat keadaan sekitar.
Sementara Sasuke tampak berada di belakangnya dengan sebuah shuriken besar tadi dan siap untuk melemparnya kearah Itachi.
'Kena!' tampak mencoba untuk melihat apakah berhasil, namun saat shuriken besar itu akan mengenai kakaknya, tubuh itu sudah berubah menjadi gagak dan menghilang begitu saja. Membulatkan matanya, dengan segera menuju kearah dimana Itachi menghilang. Sepertinya dengan cepat Itachi berganti posisi dengan kawarimi dengan bunshinnya yang terbuat dari gagak, 'aku harus segera ke tempat Sakura...'
Dan dengan segera Sasuke beranjak dari tempatnya sesuai dengan rencana Naruto. Ia tidak suka mengakuinya, tetapi sepertinya Naruto mengetahui benar cara melawan kakaknya minimal mempertahankan lonceng itu.
-oOo-
Naruto sengaja berada di jarak yang cukup jauh dari Sasuke dan juga Sakura, menunggu Itachi yang kalau perkiraannya benar akan mengincarnya saat ini. Yah, sebut saja instingnya selama 5 tahun berada dalam pengawasan dari Danzo dan menjadi 'alat' serta 'senjata'nya.
Lonceng tampak terikat menjadi gelang di pergelangan tangan kanannya karena menurutnya tempat itu tidak mudah untuk diambil dan bisa dengan mudah digerakkan dan dihindari dari serangan yang mungkin dilancarkan Itachi.
"Aku mendengar Shisui pernah menjadi latih tandingmu," suara Itachi yang tiba-tiba muncul tidak membuat Naruto langsung menoleh. Ia tahu letak Itachi, namun ia tidak boleh gegabah langsung berhadapan dengan Itachi, "dan ia sangat memujimu."
"Shisui-san benar-benar orang yang hebat," jawab Naruto yang tentu saja mengenal pengguna sharingan pertama yang pernah ia lawan. Yah walaupun pada saat itu tentu saja ia kalah, tetapi itu memberikannya banyak pelajaran menarik tentang cara melawan seorang pengguna Sharingan.
"Dan kuharap kau tidak beranggapan aku tidak sehebat dia, Naruto—" dan saat sadar Itachi sudah berada di depan Naruto. Cukup untuk membuatnya membulatkan matanya dan sedikit tersentak. Mundur ke belakang dan tampak sudah siap dengan kunainya.
"Aku ingin melihat bagaimana performamu dalam menggunakan Taijutsu, tidak keberatan bukan?" Itachi tampak tersenyum namun dengan segera bergerak cepat menuju kearah Naruto. Naruto yang sedikit tidak siap dengan segera menahan serangan pertama—tendangan kanan dengan tangan kirinya.
Belum selesai dengan itu saat Itachi langsung menggunakan serangan beruntun yang juga ditahan dengan kecepatan yang sama oleh Naruto. Ia bisa melihat bagaimana Naruto benar-benar cukup pandai dalam hal ini, dan tentu saja tidak mengecewakan.
'Ia benar-benar sudah dilatih dalam tiga aspek dasar. Rencananya sangat bagus, Taijutsunya tidak perlu diragukan, dan Ninjutsunya kukira tidak ada masalah mengingat chakranya sangat besar—namun kukira ia buruk dalam pengendalian chakra,' Itachi kembali mencoba untuk menyerang, dan kali ini sepertinya Naruto juga berinisiatif untuk menyerang, 'kalau saja aku melawannya saat masih menjadi ANBU kukira aku akan kalah darinya…'
"Tetapi tentu saja sekarang tidak," mencoba untuk melakukan jab sebelah kiri dan segera ditangkap dengan tangan kanan Naruto, "Taijutsu adalah serangan yang memiliki gerakan paling bebas. Namun, Taijutsu juga merupakan teknik yang paling beresiko terutama saat lonceng kau letakkan di pergelangan tanganmu seperti sekarang."
Naruto tampak terkejut saat Itachi menggerakkan tangan kanannya dan mencoba untuk memotong tali yang mengikat lonceng itu. Namun saat itu Naruto dengan segera menendang lonceng itu dan membuatnya terlempar kearah atas.
KRIIIING!
Suara itu muncul bersamaan dengan lonceng yang tampak masih ada di atas mereka. Sepuluh menit lagi telah berlalu dan sekarang Itachi akan mengambil lonceng itu. Itachi mencoba untuk memanggil gagaknya dan segera melesat menuju kearah lonceng itu, namun sebelum lonceng itu tampak mengenai parung gagak, benda itu segera menghilang.
'Apa?!' menoleh pada Naruto yang ada di depannya, benda itu bukan lonceng yang asli. Berarti—
"Aku tidak beranjak dari tempatku berada," jawab Naruto dengan nada datar dan Itachi mengerti dengan apa rencana yang dibuat oleh Naruto, "sekarang, apakah menurut sensei lonceng itu ada di Sakura, atau aku menyembunyikannya sekarang di suatu tempat dan akan menyerahkannya saat kau mengincar salah satu dari mereka?"
Itachi tahu kalau Yondaime Hokage juga terkenal dengan penggunaan permainan kata-kata untuk menjebak musuh. Dan itu sebabnya, dengan shinobi jenius seperti Naruto, Itachi tidak akan terkecoh begitu saja. Itachi melihat Naruto yang membuat segel tangan.
"Suiton : Daitoppa!" mengeluarkan angin dengan kecepatan tinggi menuju kearah Itachi, dan saat angin itu menuju kearah sang Uchiha, tubuh itu berubah menjadi asap dan membuat sekali lagi Naruto membulatkan matanya, "Kagebunshin?"
'Berarti tubuh aslinya bisa saja—'
-Beberapa saat sebelum Kagebunshin Itachi melawan Naruto-
"Sakura, apa yang direncanakan oleh Naruto?"
Sasuke segera datang ke tempat Sakura berada dan mencari sosok Sakura yang ia temukan dibelakang pohon. Sementara mereka tidak mengetahui Itachi berada disana dan melihat mereka dan mendengar rencana mereka.
"Memberikan lonceng ini padamu, dan saat Itachi-sensei selesai melawan Naruto ia akan kembali seolah memberikan lonceng padaku. Tetapi kau bisa memberikan lonceng itu pada Naruto," Jawab Sakura memberikan lonceng itu pada Sasuke yang hanya mengangguk.
Tidak menyadari kalau sedaritadi Itachi berada di dekat mereka—dan tentu saja kali ini tubuh aslinya sementara Kagebunshinnya berada dan melawan Naruto ditempat lainnya.
"Begitukah siasat kalian?" Sakura dan juga Sasuke mendengar suara itu dan menatap kearah Itachi yang ada di dekat mereka. Mereka membulatkan matanya, mencoba untuk tidak menatap kearah Itachi secara langsung. Menoleh masing-masing sebelum mengangguk dan mencoba berpencar, namun dengan segera mereka berada dikepungan bunshin dari Itachi, "rencana yang menarik, tetapi belum cukup untukku..."
'Sial,' Sasuke berdecak kesal dan menatap kearah Sakura yang ada di belakangnya.
"Aku akan mengajari hal ketiga, Genjutsu padamu Sakura..." Itachi seolah tidak menganggap Sasuke yang ada di dekat sana. Tentu saja Sakura tidak akan mau langsung terkena genjutsu yang dibuat oleh Itachi, "dan yang harus kulakukan adalah membuatmu terpancing melihat bagian manapun yang membuatmu bisa melihat kearahku..."
"Aku tidak akan mudah terpancing," Sakura sudah bersiap dengan kunai miliknya dan bersiap untuk menyerang Itachi.
"Kita lihat saja nanti," Itachi dengan segera membuat segel tangan yang disadari oleh Sasuke. Dan saat itu ia akan mengeluarkan api dari mulutnya, dan Sasuke segera membentuk segel tangan dan berdiri di depan Sakura.
"Katon : Gokakyu no Jutsu!" Keduanya berteriak dan semburan api besar tampak bertabrakan seolah membentuk dinding. Api itu semakin mengecil beberapa saat kemudian. Serangan beruntunpun tampak dilancarkan oleh Itachi yang dengan susah payah dihindari oleh Sakura dan juga Sasuke mulai dari Taijutsu dan juga Ninjutsu.
KRIIING!
Suara itu tampak terdengar menandakan kalau Sakura harus menyerahkannya baik pada Sasuke maupun pada Naruto namun keduanya tampak sangat beresiko dengan adanya Itachi disana. Tidak disadari olehnya saat Sakura menoleh pada arah lainnya dan dengan segera ia memfokuskan chakra di tangannya dan membenturkannya ke tanah hingga tanah itu sedikit hancur.
'Pengendalian chakra milik Sakura benar-benar bagus, sangat cocok untuk menjadi seorang ninja medis—' tampak Itachi yang pandangannya terhalang karena tanah yang hancur itu dan saat itu Sakura segera menyerahkannya pada seseorang disana, 'sudah dilemparkan? Berarti pada Sasuke—'
Berpidah tempat dan melihat sebuah lonceng yang ada di pinggang Sasuke. Tampaknya sekarang Itachi harus melawan adiknya dan serius untuk mengambil lonceng itu—atau ia akan kehabisan waktu yang hanya tinggal 30 menit lagi itu.
'Aneh, posisi lonceng terlalu terbuka seolah membuatku bisa dengan mudah mengambilnya—seperti mereka sengaja memancingku untuk melakukan itu…' Itachi melihat kearah Sasuke yang masih menghindari semua jutsu yang tentu saja kekuatannya ia tahan. Walaupun ini ujian ia tidak ingin membunuh adiknya bukan.
CRIIING!
Suara itu tampak membuatnya mengerutkan alis—mendengar lonceng itu bukan hanya dari arah Sasuke namun dari arah lainnya yang tampaknya dekat namun bukan dari Sasuke. Kali ini ia—mencoba untuk berkonsentrasi dan merasakan chakra yang ada disana.
Dua—tidak, tiga buah chakra yang ia rasakan saat itu di tempat ini…
'Naruto?' Itachi mengecek kembali, memang itu adalah chakra milik Naruto tetapi ada yang aneh, 'jaraknya…'
…
"Begitu," Itachi tampak tersenyum dan kali ini membentuk sebuah segel tangan yang berbeda dan kali ini terlihat asing bagi Sasuke.
"Suiton : Daibakufu!" mengendalikan air yang ada di sungai dekat sana dan menerjang kearah Sakura yang ada disana dan tentu saja serangan yang tiba-tiba itu cukup untuk membuat Sakura tidak bisa menghindar—kalau memang itu adalah Sakura saat itu. Itachi bisa melihat saat tekanan air itu segera menghilang, tidak ada Sakura disana, "gerakan yang cepat Naruto…"
Sakura yang sudah melakukan Shunshin ke dekat Itachi tampak membulatkan matanya. Ia membentuk segel tangan lagi dan asap mengepul untuk menunjukkan Naruto yang ada disana. Melakukan henge entah sejak kapan.
"Kalau yang kufikirkan benar, maka saat Sasuke kembali ke tempat Sakura untuk memberikan lonceng sebenarnya kau sudah berganti posisi—dengan kata lain sudah melakukan henge menjadi Sakura. Dengan kata lain, yang melawan Bunshin milikku adalah bunshin milikmu bukan," Itachi tampak menghentikan serangan pada Sasuke dan menatap mereka bertiga, "walaupun aku cukup terkesan dengan pengendalian chakramu yang hanya sesaat terlihat cukup baik. Sakura memiliki pengendalian chakra yang sangat baik dan kau hampir mendekatinya…"
Naruto hanya diam sejenak dan melihat kearah Itachi. Semua yang dikatakannya adalah benar dan ia tidak bisa membantah lagi—rencananya sudah terbaca oleh Itachi saat itu.
"Dan kalau kau masih tidak mengerti untuk apa aku mengeluarkan jutsu Suiton selain untuk memastikan bahwa kau adalah Naruto, rekan satu timmu akan benar-benar dalam masalah," Itachi tampak mengaktifkan sharingannya (yang sebelumnya dinonaktifkan karena tentu menghabiskan chakra) dan tidak melakukan apapun.
…
"Gawat—"
-oOo-
Sementara itu Sakura yang asli, yang tampak menjadi navigator dan juga mencari celah untuk menyerang Itachi melihat semua itu dari atas pohon. Mengerutkan alisnya saat mencoba untuk menganalisa sekelilingnya tentu masih menghindar dari mata Itachi.
Saat ia baru saja akan melihat sekeliling Itachi yang dikelilingi oleh genangan air, dengan segera sebuah tangan menutup matanya dan seseorang berdiri di belakangnya.
"E—eh!"
"Jangan melihat kearah genangan air—walaupun kau tidak melihatnya secara langsung, pantulan dari mata sharingan juga memiliki efek yang sama," Naruto tampak melakukan Shunshin kebelakang Sakura sebelum Sakura menatap mata sharingan yang terpantulkan karena genangan air jutsu Suiton itu.
"Pengamatan yang bagus Naruto," suara itu kini berasal dari belakang Naruto, saat Itachi berdiri terbalik di dahan yang ada di atas Naruto dan sekarang kepalanya berada di belakang kepala Naruto bersamaan dengan gagak yang berkumpul di sekeliling mereka.
"Bagaimana caramu untuk menyerangku dalam keadaan seperti ini Itachi-sensei? Aku tidak akan tinggal diam saat kau menyentuh lonceng di Sakura—" jawab Naruto sambil menatap kearah depan namun tetap fokus pada Itachi.
…
"Aku punya satu teknik yang tidak pernah kau lihat saat bersama Shisui, Naruto…" Naruto tampak tertarik dengan itu, dan mencoba untuk mendengarkannya, "kau ingat apa yang kau lihat di mata gagak itu?"
Naruto tampa sadar mencoba untuk mengingat apa yang ada di semua mata gagak yang mengelilinginya beberapa saat yang lalu sebelum matanya membulat sempurna mengetahui apa yang dimaksud oleh Itachi.
Dan tangannya tampak turun begitu saja saat matanya tampak kosong dan tidak bisa bergerak sama sekali. Menunjukkan wajahnya yang memucat dan tubuhnya yang bergetar seolah ketakutan.
"N—Naruto!" Sakura tampak mencoba untuk menoleh pada Naruto dan akan menyadarkannya.
KRIIIING!
Suara jam beker itu tampak membuatnya sedikit tersentak dan mengambil lonceng itu dan melemparnya dengan segera kearah Sasuke.
"Naruto gugur," Itachi tampak mencoba untuk membawa tubuh Naruto yang masih tidak bergerak sebelum turun dan menatap Sasuke yang ada di bawah sana. Melihat bagaimana Naruto yang tampak tidak berdaya di tangan kakaknya membuat Sasuke cukup terkejut.
Terutama saat melihat bagaimana raut wajah Naruto tampak ketakutan.
"N—Nii-san kukira sudah cukup kalau Naruto terkena Genjutsu bukan? Sebaiknya kau lepaskan dia—" bagaimanapun Naruto adalah sahabatnya, ia tidak akan membiarkan Naruto berada dalam genjutsu kakaknya.
"Serahkan lonceng itu maka aku akan menghilangkan genjutsu milikku," jawab Itachi sambil menatap kearah Sasuke dengan wajah serius membuat yang bersangkutan tampak semakin kaget mendengarnya.
Kalau ia memberikan lonceng, maka ia akan gagal—kalau ia mempertahankan lonceng itu, Naruto tidak akan bertahan sampai 1 jam selesai.
…
"Tch…" berdecak kesal sebelum melemparkan lonceng itu pada Itachi yang melepaskan pegangannya pada Naruto. Sakura segera bergerak dan mencoba menolong Naruto.
"Sasuke, gagal…" melemparkan lonceng pada Sakura yang akan membebaskan Naruto dari Genjutsu Itachi, "kau melepaskannya dari Genjutsu, kau akan gagal dalam test ini Sakura…"
Sakura yang mencoba menggunakan "Kai" untuk melepaskan Naruto tampak membulatkan matanya begitu juga dengan Sasuke yang tampak terkejut dengan itu.
"Tunggu, nii-san kau sudah berjanji padaku kalau kau akan melepaskan Naruto!"
"Kau tidak seharusnya percaya begitu saja dan meninggalkan misimu Sasuke," Itachi menatap kearah Sasuke yang tampak masih tidak percaya, "seseorang yang meninggalkan misinya adalah seorang sampah."
"Kai!" suara Sakura tampak membuat Itachi menoleh untuk menemukan Naruto yang sudah perlahan sadar dan Sakura yang tampak menghela nafas lega melihat temannya itu, "menurutku, seseorang yang meninggalkan temannya adalah seseorang yang lebih buruk daripada sampah."
Itachi tampak menatap ketiganya sebelum menutup matanya dan menghela nafas.
"Jadi, kalian gagal mempertahankan lonceng ini bukan?" ketiganya tampak mengangguk dan sedikit kecewa terutama Naruto yang merasa keduanya gagal karena dia, "dan… dua kata yang tepat untuk kuberitahu pada kalian…"
.
.
.
"Kalian lulus…"
…
"Aku tidak percaya kalau Itachi-sensei benar-benar mempermainkan kita hanya untuk melihat bagaimana kerja sama tim kita!" Sakura yang tampak berjalan bersama Sasuke dan juga Naruto dalam perjalanan pulang.
"Maaf sudah membuat kalian berdua hampir gagal karena aku," Naruto tampak menghela nafas dan menunduk pelan.
"Tentu saja tidak apa-apa, kau adalah teman bukan? Seorang teman harus membantu sesama!" jawab Sasuke yang dibarengi dengan anggukan Sakura. Bertemu di tiga persimpangan, saatnya mereka untuk berpisah.
"Baiklah, sampai jumpa besok!" Sasuke dan juga Sakura melambaikan tangannya begitu juga dengan Naruto sebelum melanjutkan perjalanan kearah rumah masing-masing. Naruto sendiri tampak menuju ke gedung Hokage untuk bertemu dengan ayahnya.
…
Berjalan perlahan, namun ia merasakan seseorang mengintainya—bukan hanya satu namun beberapa orang. Mencoba untuk waspada saat tiba-tiba saja yang ia lihat adalah bayangan seseorang yang mengenakan jubah berwarna hitam dengan motif awan berwarna merah. Rambutnya berwarna orange dengan mata yang unik.
"Siapa kalian…"
"Kyuubi no Kitsune—" pria itu tampak mengulurkan tangannya dan seolah sebuah tekanan muncul membuat Naruto terdorong ke belakang dan membentur keras sesuatu sebelum sebuah bola terbuat dari tanah muncul dan mengurungnya.
"Kau berhasil Nagato?" kali ini seorang gadis berambut biru dengan sebuah bunga kertas di kepalanya muncul dan pria itu hanya mengangguk.
.
.
.
"Kita mendapatkan Jinchuuriki Kyuubi…"
To be Continue
Hayo XD beda sama ffic sebelum ini, disini alur cerita bener-bener beda daripada di manga atau anime. Walaupun mungkin haku dan juga Zabuza bakal muncul (ga menjamin selain ada yang mau bantu cari ide).
Kenapa? Karena bahkan Memory of the Other Self stuck di misi itu karena ga dapet modifikasi misi ini dengan tepat u_u dan untuk penunggu MoTOS maaf saya stuck di misi Haku walaupun sudah ada bayangan u_u;
Dan bagaimana test buatan Itachi, apakah membingungkan atau membingungkan? XD #plak maaf kalau kurang dimengerti u_u
Dan pada akhirnya saya tidak akan membuat cerita ini menjadi Yaoi namun tetap Harem!Naru untuk straight. Is it okay? :3
P.S : BTW saya ikut event di fanpage FB, bisa minta bantuan like comment di cerita saya? ^^ kalau ada kekurangan juga bisa di komen buat masukan :3
Ini pagenya :
m . facebook photo . php?fbid=448458898575870&id=153745344713895&set=a . 448456471909446 . 1073741826 . 153745344713895&refid=13
Kalau ga bekerja, cari aja di page Naruto Fanfiction dengan like 5k+ di event NFIC yang nicknya Mika Chrome, judulnya One Thousand Lantern, gambarnya Hinata (hitam putih).
Onegai ^^
Btw maaf tidak ada Sesi Q&A untuk chapter ini ^^; I must back to work ^^;
Dan catatangapenting : saya mahasiswi kedokteran bukan pelajar :3 (karena ada yang nanya saya juga masih sekolah) saya cuma ga mau ganggu reader yang sekolah kok ^^ #kabur.
Next Chapter
"Naruto diculik?!"
.
"Kukira Naruto tewas—apa yang kau katakan Minato?"
.
"Jubah hitam dengan corak awan berwarna merah?"
.
"Akatsuki—kelompok dari missing-nin yang dibentuk di Amegakure…"
.
"Kurasa…Uchiha Madara ada diantara mereka…"
