Forgetable Emotion
Genre : Family/Hurt/Comfort
Rated : T
Warning : semi-AU, OOC!Naruto, Typo dkk.
Disclaimed : Naruto © Masashi Kishimoto
.
Akatsuki & Sannins
.
Matanya membulat tiba-tiba, bulu kuduknya tampak begitu saja merinding dan keringat dingin mengucur deras di wajahnya. Tubuhnya gemetar, entah apa yang terjadi padanya ia benar-benar merasakan perasaan yang sangat tidak enak saat ini.
"Sensei, ada apa?" Kakashi melihat Minato yang tampak aneh-sangat aneh. Ia tidak pernah melihat mantan gurunya itu seperti itu.
"Naruto..."
"Hokage-sama, terjadi penyerangan di salah satu sudut Konoha!" Tiba-tiba seorang ANBU muncul dan segera melaporkan keadaan itu, "Umino Iruka diduga menjadi korban tunggal dalam insiden ini dan dalam keadaan terluka parah saat ini. Ia ingin bertemu dengan anda walaupun keadaannya seperti itu."
"Aku akan kesana, cari Naruto sekarang juga," intuisinya benar-benar membuatnya mual dengan kepala yang sangat pusing. ANBU itu tampak mengangguk dan Minato segera menuju ke Rumah Sakit Konoha saat itu juga bersama dengan Kakashi.
-oOo-
"Iruka!" Minato segera menghampiri sang Chuunin yang tampak sangat parah lukanya dengan perban yang bahkan tidak bisa menutupi darah yang masih merembes. Mendengar suara Minato tampak mencoba untuk membuka matanya dan menatap sang Yondaime Hokage, "ada apa?"
"N-Naruto..." Satu kata, cukup membuatnya membulatkan matanya. Iruka mengetahui keadaan anaknya, dan melihat bagaimana keadaannya sekarang sudah dipastikan itu bukanlah kabar yang baik.
-Sebelum itu-
Iruka baru saja selesai dengan pekerjaannya sedikit lembur karena akan diadakan penerimaan murid baru setelah test Gennin selesai. Menghela nafas, menggaruk kepala belakangnya sambil menoleh kekiri dan kekanan. Suasana tampak sepi dan tidak ada apapun di dekatnya membuatnya cukup waspada.
"Kita mendapatkan Jinchuuriki Kyuubi..."
Suara itu membuatnya mengerutkan alisnya. Ia adalah sedikit orang yang mengetahui kalau Jinchuuriki Kyuubi, Namikaze Naruto masih hidup. Yang lain mengira kalau Naruto bukanlah Jinchuuriki yang waktu itu tewas ketika penyerangan pertama Kyuubi.
Melihat ada beberapa orang yang memiliki persamaan dalam pakaiannya yang berwarna hitam dan corak awan merah. Yang membuatnya bingung adalah bola tanah yang ada di dekat mereka yang bergerak seolah mengikuti mereka. Ada yang aneh, ia tidak melihat Naruto dan mereka membicarakan tentang Jinchuuriki Kyuubi.
"Apakah Jinchuuriki Kyuubi tidak akan menghancurkan ini?" Perempuan berambut biru pendek tampak mengetuk bola tanah di sampingnya.
"Bahkan bola itu bisa menahan Kyuubi saat dalam mode ekor 6 Konan, tenang saja..." Iruka membulatkan matanya, orang itu benar-benar berniat untuk menculik Naruto yang ia yakini berada di dalam bola tanah itu.
Sekali lagi ia adalah sedikit orang yang mengetahui Kyuubi ada dalam tubuh Naruto. Dan menurut Minato sang Hokage, hanya Iruka dan juga Kakashi dari sedikit orang yang mengetahui kenyataan itu yang tidak menatap Naruto penuh kebencian atau hanya sebagai senjata Konoha. Ia merasa sangat senang, bukan lebih karena mendapatkan posisi istimewa di mata sang Hokage, namun karena sang Hokage juga menyadari kalau ia tidak memperlakukan Naruto dengan cara berbeda.
"Berhenti!" Entah apa yang dilakukan oleh Iruka, namun saat sadar ia sudah berada di depan beberapa orang itu dengan sebuah kunai di tangannya. Ia tahu mereka bukan orang biasa, bahkan dengan pasukan ANBU ia tidak yakin bisa mengalahkan orang-orang itu, "kalian tidak bisa membawa anak itu..."
"Siapa kau..."
"Bukankah tidak penting? Aku hanya ingin mengambil kembali apa yang kalian curi," jawab Iruka sambil tersenyum gugup. Bisakah ia minimal menghentikan salah satu dari mereka? Bisakah ia minimal membawa sebuah bukti yang menunjukkan keberadaan mereka?
"Nagato..."
Gadis itu tampak menoleh pada pemuda berambut orange di sampingnya. Tampak hanya diam dan menutup matanya sejenak sebelum maju di depan yang lainnya.
"Aku yang akan menghadapinya, kalian bawa Jinchuuriki Kyuubi," semuanya tampak menoleh pada pemuda itu sebelum pada akhirnya mengangguk dan pergi dari tempat itu. Iruka yang melihat hal itu segera bergerak dan akan menghentikan mereka. Sebelum sekali lagi pria itu mengulurkan tangannya dan membuat tekanan yang mendorong Iruka menjauh dari mereka.
Berdecak kesal, Iruka yang terlempar ke salah satu dinding bangunan bahkan hingga dinding itu runtuh mencoba untuk berdiri dan memegangi beberapa luka yang tampak didapatkannya karena benturan tadi. Ia tidak akan membiarkan mereka membawa Naruto, kapanpun.
"Sebaiknya kau menyerah, atau kau akan terbunuh—" pemuda itu tampak menatap kearah Iruka dengan matanya yang tampak seperti spiral itu, "—kami hanya kemari untuk menculik Jinchuuriki, dan kami tidak akan membiarkan seseorang menghalangi kami."
"Siapa kalian…? Dan aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan Naruto bersama denganmu," Iruka tampak mencoba untuk menyerang dengan beberapa kunai dan shuriken yang dibawanya. Namun sekali lagi, seperti sebuah perisai yang memantulkan serangan, Iruka bisa melihat kalau sesuatu menghalangi serangannya.
"Aku ingin menyelesaikan ini dengan cepat—" menghela nafas, pemuda itu mengulurkan tangannya dan kali ini bukan menjauhkan Iruka, sebaliknya ia menarik tubuh sang Chuunin mendekatinya. Dan dengan segera, saat Iruka tampak tidak bisa mengontrol tubuhnya ia menggunakan sesuatu yang langsung mendorong Iruka bersama dengan kunai yang muncul begitu saja hingga menusuk hampir seluruh tubuh sang Chuunin.
"Ugh…" darah yang banyak keluar dan juga rasa sakit karena luka yang bahkan tidak terhitung jumlahnya membuat Iruka tidak bisa bergerak sama sekali. Pemuda itu bergerak mendekat, dan berjongkok untuk melihat kearah Iruka dengan mata anehnya itu.
"Kau tidak akan menang melawanku, apakah kau fikir kau akan tetap hidup kalau kau melawanku?"
"Aku hanya berusaha melindungi apa yang harus aku lindungi," Iruka tampak menggerakkan tangannya dan mencengkram jubah hitam pemuda itu dengan sekuat tenaga, "meskipun aku harus mati, aku akan mencoba untuk melindunginya…"
…
"Begitu? Aku akan menunjukkan bagaimana kalian semua bersifat naïf dengan mengorbankan diri kalian untuk sesuatu yang tidak abadi," pemuda itu tampak melepaskan Hitai Atenya, menjatuhkannya begitu saja di depan Iruka yang terbaring, "kami adalah organisasi Akatsuki—sebaiknya kalian segera mencari kami sebelum Kyuubi kami lepaskan dari anak itu…"
"Apa yang kau ingin lakukan…"
"Aku akan melihat bagaimana rasa putus asa kalian saat melihat bagaimana bocah yang ingin kalian selamatkan tewas di depan mata kalian," Iruka mencoba untuk menggerakkan tubuhnya namun tidak bisa ia lakukan. Ia harus menghentikannya, namun bahkan untuk bergerak ia tidak bisa sama sekali, "itupun kalau kau selamat…"
-oOo-
"Iruka, apa yang terjadi pada Naruto!"
Minato tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada anaknya—ia tidak akan membiarkan dirinya kehilangan anaknya kembali. Akan ia lakukan apapun untuk mendapatkannya. Iruka mencoba untuk mengumpulkan tenaga sebelum menggerakkan tangannya dan memberikan Hitai Ate milik pemuda itu yang sengaja diberikan pada Iruka.
Sebuah Hitai Ate berlambang Amegakure yang tampak digoreskan mendatar.
"A—Akatsuki… Kyuubi… N—Naruto diculik oleh mereka…"
Membulatkan matanya, ia tidak tahu organisasi itu—namun Kyuubi…
Siapapun mereka sudah menangkap Naruto dan menculiknya. Dan satu-satunya alasan adalah karena mereka menginginkan Kyuubi yang ada di dalam tubuh Naruto. Ia melihat sendiri akibat saat Bijuu dilepaskan dari tubuh Jinchuuriki lewat istrinya.
Minato tahu kalau ia tidak segera menyelamatkan Naruto, maka ia akan kehilangan kembali seseorang. Dan kali ini benar-benar kehilangan dan tidak akan pernah kembali lagi. Tanpa sadar kakinya melangkah seolah ingin segera pergi, bahkan ia tidak tahu kemana.
"Sensei, tunggu!" Kakashi sangat beruntung memilih untuk bersama dengan Minato. Kalau saja ia tidak ada, entah apa yang akan dilakukan oleh Minato saat ini, "kau mau kemana sensei?!"
"Aku akan menyelamatkan Naruto, aku tidak akan membiarkan mereka untuk melepaskan Kyuubi dari tubuh Naruto!" Minato tampak kacau, Kakashi bisa melihat itu. Kakashi mengerti kalau Kyuubi dilepaskan, itu bukan hanya akan menjadi bencana untuk semuanya—namun juga menjadi bencana untuk Naruto yang akan tewas karena itu.
"Kita tidak tahu Akatsuki dan dimana mereka berada! Apakah kau yakin kalau Hitai Ate itu bukan hanya pancingan untuk membuat kita berfikir mereka membawa Naruto kesana?!" Kakashi masih memegang tangan Minato yang tampak berfikir keras karena itu, "kalau sampai kita terjebak, kita akan terlambat menyelamatkan Naruto sensei…"
…
"A—aku tidak ingin kehilangan seseorang lagi Kakashi…"
"Aku mengerti sensei—makanya kita harus memikirkan ini baik-baik," jawab Kakashi menghela nafas melihat mantan gurunya dan Yondaime Hokage itu, "walaupun waktu kita sedikit, kita bisa dan harus memanfaat waktu itu sebaik-baiknya…"
"Baiklah…"
"Yo Minato!" suara yang tampak tidak asing itu membuat keduanya tampak menoleh. Menemukan pria berambut putih panjang yang tampak melambaikan tangannya dan tersenyum lebar padanya. Tentu saja siapa yang tidak tahu siapa orang itu—pria paling mesum di Konoha, salah satu dari Sannin di Konoha.
"Jiraiya-sensei/Jiraiya-sama!"
"Hm? Sepertinya ada masalah dan aku muncul disaat yang tidak tepat," Jiraiya tampak menggaruk kepala belakangnya dan menghela nafas saat melihat raut wajah Minato yang tampak kosong dan juga serius. Hanya saat penyerangan Kyuubi 13 tahun yang lalu ia melihat tatapan itu—saat mengetahui Kushina dan Naruto tewas.
"Tetapi sepertinya apa yang ingin kau katakan juga penting sensei…" Jiraiya tampak sedikit tersentak sebelum mengacak rambutnya sendiri dan sedikit bingung apa yang harus ia katakan tentang penemuannya yang membuatnya harus kembali ke Konoha itu.
.
.
.
"Aku menemukan informasi tentang sebuah kelompok bernama Akatsuki…"
-oOo-
"Aku kembali…" pemuda berambut orange itu tampak bertemu dengan semua orang di tempat itu yang tampak tidak lagi membawa bola tanah. Namun tampak sosok Naruto yang tidak sadarkan diri terbaring di tengah mereka dan gadis berambut biru itu tampak menoleh padanya, "apa yang terjadi padanya…"
"Tidak apa-apa, hanya saja sepertinya ia pingsan karena kehabisan oksigen," jawab gadis itu sambil menggeleng. Menatap pada pemuda di depannya yang hanya diam juga. Menutup mata dan menghela nafas panjang, "kita pergi?"
...
"Ya," pemuda itu tampak berbalik dan berjalan bersama dengan beberapa orang yang mengikutinya. Gadis itu, menatap sang Jinchuuriki muda di gendongan salah satu dari mereka dengan tatapan yang sejenak terlihat khawatir, "ada apa... Konan..."
"Tidak—hanya berfikir apakah kita memang harus menculiknya saat ini? Maksudku—ia masih kecil, dan mungkin tidak mengerti bom waktu yang ada di dalam tubuhnya," Konan hanya diam dan menghela nafas saat melihat tidak ada tanggapan dari pemuda di sampingnya, "kuharap kau memikirkan hal yang benar... Nagato."
-oOo-
Minato, Kakashi, dan juga Jiraiya tampak berada di ruangan Hokage setelah mereka keluar dari Rumah Sakit setelah mendengar kabar yang mengejutkan dan sangat kebetulan yang dicari oleh Minato. Tidak akan ia membiarkan setiap detiknya sekarang menjadi sia-sia karena ia membuang-buang waktu.
"Sensei, katakan padaku apapun tentang organisasi itu! Kita tidak memiliki banyak waktu," tampak Minato yang panik dan terburu-buru membuat Jiraiya tampak mengerutkan dahinya. Oke, ia bingung dengan hubungan organisasi itu dengan Minato yang tampak panik dan juga tidak seperti biasanya, "aku harus menyelamatkan Naruto!"
"Naruto? Minato, kau tahu kalau Naruto sudah tewas karena ledakan itu bukan? Apa maksudmu menyelamatkan Naruto?" Jiraiya belum mengetahui apapun tentang keadaan Naruto. Tentu, ia tidak kembali ke Konoha sejak 13 tahun yang lalu dan baru sekarang menginjakkan kaki lagi.
"Sebenarnya, Naruto masih hidup Jiraiya-sama... Minato-sensei bertemu dengannya 9 tahun yang lalu dan Naruto kembali pada sensei 8 tahun yang lalu," jawab Kakashi yang segera membuat sang Sannin membulatkan matanya. Selama 13 tahun dan ia tidak mendengar kabar apapun tentang itu, "Danzou menyembunyikan Naruto dan melatihnya menjadi seorang ANBU saat usianya 5 tahun. Namun, Minato-sensei berhasil merebut kembali Naruto dari tangannya..."
"Lalu, apa hubungan kelompok Akatsuki dengan Naruto?"
"Sensei tidak ada waktu untuk membahas itu sekarang. Naruto diculik oleh mereka dan Kyuubi akan dilepaskan oleh mereka dari tubuh Naruto seperti Kushina..." Minato tampak berdiri dari tempat duduknya dan membuat Jiraiya membulatkan matanya sekali lagi. Terdiam sejenak sebelum pada akhirnya menutup mata dan menghela nafas.
"Aku belum memiliki banyak informasi tentang orang-orang ini. Tetapi, mereka didirikan pertama kali di Amegakure. Kumpulan dari missing-nin ini memiliki ciri-ciri memakai jubah berwarna hitam dengan corak awan berwarna merah," lanjut Jiraiya sambil menatap Minato yang mendengarkan dengan sungguh-sungguh, "untuk keberadaan dan jumlah mereka..."
Minato dan Kakashi mengangguk-angguk menunggu perkataan Jiraiya saat itu. Itu yang ingin ia tahu tentang organisasi yang menculik Naruto saat ini.
"Aku sendiri belum mendapatkannya!"
Tertawa dan menggaruk kepala belakangnya dengan gugup, membuat Minato dan juga Kakashi sweatdrop dibuatnya. Jadi, walaupun Jiraiya mendapatkan informasi tentang Akatsuki tetapi tetap saja ia tidak mendapatkan informasi yang berguna untuk mengetahui keberadaan mereka.
"Tetapi, saat ini seseorang berada di dekat Amegakure dan mungkin saja bisa mengawasi apakah mereka ada di tempat itu atau tidak," Jiraiya yang tadi tampak tidak serius sekarang tampak menatap Minato dengan tatapan serius kembali, "tentu saja ia akan sangat terpercaya..."
"Siapa dia sensei?"
.
.
.
"Tsunade-Hime..."
-oOo-
Keadaan Naruto benar-benar tidak sadarkan diri dan tidak menyadari keadaan diluar kesadarannya sekarang. Ia hanya melihat kegelapan dan juga suara gemercik air di bawah kakinya. Mencoba membuka mata perlahan dan melihat sekeliling, kegelapan dan lantai yang basah yang ia rasakan saat itu.
"Kemarilah..." Suara itu tampak memanggil-manggil dirinya, membuatnya semakin mendekati asal suara yang berada di dekatnya. Matanya yang kosong menerawang pada depannya dimana tampak sebuah penjara besar yang mengurung sesuatu yang tentunya besar juga, "ini pertama kalinya kau bertemu denganku bukan, gaki..."
"Kau adalah Kyuubi, sesuatu yang membuatku tetap ada di Konoha sebagai sebuah senjata... Apakah aku benar?" Kyuubi menatap anak laki-laki itu yang hanya menatapnya kosong. Tatapan yang sama dengan sebelum bertemu dengan Minato ayahnya. Mendengus pelan, Kyuubi menatap Naruto dengan mata merahnya.
"Che, aku tidak suka dengan bocah sepertimu yang seolah mengerti semuanya," Naruto hanya bingung sambil memiringkan kepalanya, "yang pasti, kau harus bebaskan aku kalau kau ingin selamat dari mereka..."
"Mereka?"
"Tidak ingat, dengan mudahnya kau terperangkap dan tertangkap oleh mereka?" Naruto masih mencoba untuk berfikir sebelum mengingat apa yang dimaksud oleh Kyuubi. Ya, ia tertangkap oleh orang-orang itu menggunakan kekuatan aneh mereka, "itulah sebabnya kau akan membutuhkan kekuatanku..."
Chakra merah berbentuk ekor tampak keluar dan seolah mencoba untuk menggulung tubuh Naruto dan mendekatkannya pada makhluk itu.
-oOo-
Konan tampak melihat kearah anak itu sambil terus melihat arah. Matanya tampak memicing saat melihat sebuah chakra merah keluar dan menyelubungi tubuh pemuda itu. Membulat sempurna saat tahu chakra apa itu yang tampak seperti air yang mendidih, dengan segera melemparkan shuriken kepada Naruto.
"Nagato!" Konan tampak menoleh pada pemuda di sampingnya yang segera menoleh pada Naruto. Matanya berubah menjadi merah dan giginya tampak berubah menjadi taring. Chakra merah benar-benar menunjukkan bentuk rubah dengan dua buah telinga dan juga dua buah ekor.
"Aku memang ingin bebas, tetapi aku tidak ingin menjadi peliharaan kalian," menatap semua orang disana dan tampak perlahan ekor ketiga muncul. Dan saat beberapa orang mencoba untuk bergerak, chakra berbentuk ekor langsung menebas mereka hingga terlempar.
-oOo-
Naruto sudah berada di depan penjara itu. Kyuubi tampak menunggu anak itu untuk melepaskannya, dan tangannya tampak bergerak namun bukan menuju ke kertas mantra. Ia mengusap bulu yang ada di luar penjara, selembut yang bisa ia lakukan saat itu.
"Apa yang kau lakukan kit," menjauhkan ekor yang diusap oleh Naruto dengan segera, bingung dengan apa yang dilakukannya.
"Dingin, seperti tempat yang menjadi 'rumah' untukku sebelum bertemu dengan tou-san," tampak tersenyum tipis dan mendekati ekor yang masih berada diluar penjara, "aku ingin membebaskanmu... Membawamu ke tempat yang lebih nyaman, seperti saat aku bersama dengan tou-san..."
"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan Gaki!"
"Apakah kalau aku melepaskanmu kau ingin menjadi temanku? Karena...rasanya sangat menyenangkan memiliki keluarga dan juga teman," Naruto tersenyum datar melihat kearah mata merah rubah itu. Kyuubi tampak terdiam dan membulatkan matanya dan terdiam sebelum menutup matanya.
"Seperti kau akan melakukannya saja, aku yang membunuh orang-orang di Konoha dan aku yang membunuh ibumu dan hampir membunuh ayahmu," Naruto kali ini hanya diam dan tidak mengusap ekor itu lagi namun masih menyentuhnya.
"Tou-san mengatakan kalau kau dikendalikan oleh Uchiha Madara, dan kaa-san adalah Jinchuuriki sebelumku. Kau tidak pernah membuat kaa-san kehilangan sesuatu, itu artinya kau tidak sejahat yang orang lain kira..."
.
.
.
"Tidakkah kau merasa kesepian, karena tidak memiliki teman?"
-oOo-
Kyuubi tampak tidak membiarkan mereka bahkan menyentuh tubuh Naruto. Hanya saja chakra yang keluar dari tubuh Naruto tidaklah besar karena memang ia tertahan oleh penjara itu. Dan yang lebih penting ia kalah jumlah dari mereka.
"Aku akan menggunakan Chibaku Tensei lagi," pemuda yang tampak berambut orange itu mengulurkan tangannya dan akan membentuk bola tanah yang akan mengurung Naruto di dalamnya. Namun, saat itu tiba-tiba saja Naruto atau sebut saja Kyuubi mengibaskan ekornya dan membuat Nagato terpental sebelum sempat menggunakan jutsu itu.
"Nagato!"
Naruto menoleh pada Nagato yang tampak tidak terluka sama sekali. Kulitnya tampak semakin mengelupas dan menjadi berwarna merah. Ia benar-benar akan dikuasai oleh Kyuubi. Hanya dengan tekanan chakra, tidak ada anggota organisasi lainnya yang bisa bergerak saat itu.
"Kau salah kalau menganggap kau akan berhasil menangkapku tanpa perencanaan, manusia..." Kyuubi akan menyerang Nagato kembali saat tiba-tiba saja Konan tampak berada di depan Nagato seolah ingin melindunginya. Sebenarnya Kyuubi tidak pernah mempermasalahkan tentang perempuan itu, ia bisa membunuh keduanya sebelum ia tertangkap oleh bola menyebalkan itu. Namun sepertinya Naruto tidak berpendapat seperti itu—entah kenapa ia malah membayangkan ayahnya yang saat itu melindunginya.
"Apa yang kau lakukan Konan..."
"Aku tidak akan membiarkannya—" Konan menoleh pada Nagato yang ada di belakangnya.
BRUG!
Suara itu membuat keduanya menoleh untuk menemukan Naruto yang terjatuh begitu saja. Nafasnya yang tidak teratur dan juga wajahnya yang pucat. Merasakan tidak ada lagi chakra Kyuubi yang ada disana, mendekat dan melihat luka yang disebabkan oleh chakra Kyuubi itu. Tidak seperti luka biasa yang langsung sembuh, saat itu tingkat penyembuhannya benar-benar lambat.
"Sebaiknya kita menahannya dengan Chibaku Tensei sampai kita sampai di Amegakure," Nagato mengulurkan tangannya, menyelimuti Naruto dengan bola tanah yang muncul perlahan dan mengurungnya.
-oOo-
"Kau bodoh menghentikanku membunuh mereka," Kyuubi menatap Naruto yang sepertinya memiliki andil untuk menghentikan serangannya tadi. Naruto sendiri hanya diam dan menundukkan kepalanya, ia tidak mengerti kenapa ia melakukan itu dan bagaimana caranya. Yang ia tahu, ia melihat bayangan ayahnya yang tampak melindunginya malam itu.
"Ia akan merasa sedih kalau kau melakukannya..."
"Dan ia akan membunuhmu kalau aku tidak membunuhnya," jawab Kyuubi membuat Naruto terdiam dan semakin menunduk. Yah, ia juga memikirkan hal itu dan sepertinya cukup untuk membuatnya tidak bisa membantah lagi apa yang dikatakan oleh Kyuubi. Kyuubi tampak menatap Naruto sebelum menghela nafas dan membaringkan kepalanya, "terserah saja, toh aku tidak akan mati—dan kau yang akan mati..."
"Otou-san akan menyelamatkanku, ia sudah berjanji akan melindungiku..."
"Heh, Yondaime Hokage? Kalau ia ingin melindungimu, kenapa ia mengunciku di dalam tubuhmu? Membiarkanmu dibawa oleh si brengsek Danzou itu dan membuatmu sengsara selama 5 tahun ini—" lagi-lagi ia tidak bisa menjawab perkataan Kyuubi. Tidak ada yang bisa ia bantah dari hal itu. Ayahnya memang mengunci Kyuubi, ayahnya memang terlihat membiarkannya selama 5 tahun berpisah dengan ayahnya tanpa ada sedikitpun usaha untuk mencarinya.
…
"Nona Tsunade!" seorang gadis berambut hitam se-bahu dan memegang seekor babi kecil di pelukannya tampak membuka pintu geser dan mencari sosok yang ada disana. Perempuan cantik berambut kuning panjang dengan dada yang besar.
"Ada apa Shizune..."
"Ada kabar jika Akatsuki baru saja keluar dari Konoha dan menuju ke Amegakure," perempuan itu tampak berbicara dengan perempuan bernama Tsunade itu. Mengerutkan alisnya, tampak bingung dengan apa yang sedang dilakukan oleh Akatsuki di Konoha. Yang ia tahu semua Jinchuuriki Kyuubi—Kushina dan Naruto tidak ada yang selamat.
"Apa yang sebenarnya mereka incar..."
"Tetapi sepertinya mereka membawa sandera dari Konoha," Shizune tahu kalau Tsunade mungkin tidak akan mungkin mau menyelidiki itu. Namun, Tsunade yang tampak meminum arak sambil membaca sebuah koran itu menghentikan kegiatannya.
"Aku akan menyelidikinya," menghela nafas dan berdiri sambil memakai jubah hijaunya. Entah kenapa ia merasa sesuatu yang tidak terduga akan terjadi. Terutama saat ia melihat urutan nomor lotre yang ada di koran dengan nomor undian yang ia bawa. Tsunade bukan orang yang memiliki keberuntungan dalam hal berjudi. Dan kalau sampai ia menang lotre seperti ini, akan ada hal buruk yang terjadi atau sesuatu yang tidak terduga.
-oOo-
"Itachi, jangan sampai Sasuke dan Sakura mengetahui tentang ini." Minato yang sudah bersiap dengan beberapa orang yang ia tunjuk sebagai tim untuk mendekati Amegakure tentu saja termasuk Kakashi dan juga Jiraiya, "kalau keadaan menjadi semakin gawat, aku mengandalkanmu untuk menjaga mereka..."
"Baiklah," mengangguk pelan dan tampak Minato yang sudah menanggalkan jubah Hokagenya sementara hanya untuk misi itu. Akatsuki bukan kelompok biasa, itu sebabnya Sarutobi menyetujui untuk mengambil alih semua tugas Minato selama misi penyergapan itu berlangsung.
"Apakah kalian sudah siap?" Menoleh pada beberapa kelompok yang Minato pimpin sebelum mereka mengangguk, "kita dikejar waktu sebelum Akatsuki mengeluarkan Kyuubi dari tubuh Naruto. Tidak ada waktu untuk menyia-nyiakan waktu. Kakashi, gunakan Pakkun untuk membaui posisi Naruto..."
"Baiklah Minato-sensei..."
"Kita berangkat," dengan sekali anggukan, semuanya tampak bergerak cepat keluar dari Konoha dan menuju kearah hutan. Minato, Kakashi, dan juga Jiraiya tampak berada di depan kelompok lainnya dan mereka bergerak menuju ke Amegakure saat itu.
"Sensei, kalau tidak salah kau pernah menetap beberapa saat di Amegakure. Bagaimana keadaan disana?" Minato menatap kearah Jiraiya yang membalas tatapan Minato. Ia memang pernah menetap beberapa saat ketika mengambil misi bersama dengan Tsunade dan Orochimaru.
"Cukup kacau, sangat sedikit penduduknya dan tampak seperti kota mati untukku..."
"Cocok untuk menjadi tempat persembunyian," jawab Minato sambil menghela nafas dan kembali terdiam sejenak memikirkan sesuatu sambil melihat sekeliling, "ada sesuatu yang aneh..."
"Hm?"
"Semua orang mengetahui kalau Naruto adalah Jinchuuriki Kyuubi ketiga dan terakhir setelah Uchiha Mito-sama dan Kushina. Dan kabar kematian Naruto 13 tahun yang lalu juga diketahui semua orang," Kakashi dan Jiraiya mengangguk masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Minato, "tidak pernah ada yang mengetahui kalau Naruto masih hidup. Bagaimana bisa mereka mengetahui kalau Naruto adalah Jinchuuriki yang dikabarkan mati itu?"
Kakashi dan Jiraiya membulatkan matanya, menyadari tentang apa yang dikatakan oleh Minato. Benar, bahkan Jiraiya tidak mengetahui tentang hidupnya Naruto hingga malam tadi. Tetapi kenapa Akatsuki bisa mengetahuinya.
"Apakah ada penyusup atau—" mengingat sesuatu yang baru ia sadari, satu orang selain sedikit otang yang mengetahui Naruto sang Jinchuuriki Kyuubi masih hidup adalah, "—Uchiha Madara..."
"Apa?"
"Kakashi, kau ingat saat pembantaian klan Uchiha bukan? Madara yang membunuh semuanya dan ia mengetahui kalau Naruto adalah Jinchuuriki Kyuubi," Kakashi yang memang menjadi satu-satunya orang yang berhadapan dengan Madara saat itu selain Naruto mengangguk.
"Jadi maksud sensei..."
"Uchiha Madara adalah anggota Akatsuki..."
-oOo-
"Kita sudah sampai," Konan tampak menatap kearah desa yang diguyur hujan cukup lebat itu. Sejauh mata memandang tidak ada sama sekali orang yang berlalu lalang bahkan hewan sekalipun. Nagato hanya diam menatap kearah desa itu, "ada apa Nagato?"
"Seseorang berada disini..."
"Huh?" Konan menatap kearah sekeliling, ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Nagato.
"Pengamatanmu cukup mengagumkan," suara itu tiba-tiba saja muncul dibarengi dengan sebuah serangan tiba-tiba yang dilancarkan dari belakang Nagato. Sebelum mengenainya, tampak Nagato mengulurkan tangannya dan tiba-tiba saja gerakan serangan itu terhenti, "apa!"
"Seranganmu tidak akan mengenaiku," Nagato yang wajahnya tertutup oleh jubah hitam akatsukinya tampak menatap kearah penyerang itu, "Tsunade Senju..."
Tsunade tampak mencoba untuk meempersiapkan tubuhnya untuk serangan selanjutnya. Menatap pada orang-orang yang ada di depannya sambil menganalisa apa yang tadi membuat serangannya tidak mengenai pemuda itu. Menoleh pada bola tanah yang ada disana, sandera dari Konoha yang disebutkan tidak ada. Maka ia berfikir kalau sandera itu berada di dalam sana.
"Aku mendengar kalian membawa seseorang dari Konoha. Aku tidak akan membiarkan kalian membawanya," Tsunade tampak menoleh pada Nagato yang menatapnya dengan tajam dari balik jubah yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali sebagian wajahnya.
"Kukira kau tidak pernah lagi mengurus urusan Konoha setelah apa yang terjadi pada kekasihmu dan juga adik laki-lakimu," Nagato melihat Tsunade yang menatapnya semakin tajam. Ia tidak pernah menyukai seseorang yang membicarakan tentang dua orang yang paling berharga untuknya itu, "dan asal kau tahu—aku tidak akan memberikan anak ini padamu..."
'Anak? Untuk apa mereka menculik anak kecil dari Konoha—'
"Melihat dari tatapanmu, kurasa kau belum tahu apapun yang terjadi di Konoha termasuk masalah anak yang ada di tangan kami sekarang," beberapa dari mereka tampak menyerang kearah Tsunade. Seseorang bertubuh besar dengan beberapa benda berwarna hitam tabung berada di tubuhnya. Bergerak dan segera menyerang dengan brutal, membuat Tsunade harus menghindar.
Daya serang dari orang itu juga tampak sangat besar hingga menghancurkan tanah yang menjadi tempatnya berpijak. Melihat serangan demi serangan yang terjadi, ia tahu kalau ia tidak akan menang melawan mereka berenam sendirian bahkan jika bersama dengan Shizune ataupun beberapa ANBU.
Ia tidak pernah berencana untuk melawan mereka, yang harus ia lakukan hanyalah menyelamatkan siapapun yang disandera oleh mereka. Entah kenapa ia harus dan akan benar-benar bersyukur kalau ia bisa menyelamatkan anak itu.
Menggigit jempolnya dan menapakkan tangannya ke tanah membentuk sebuah segel.
"Kuchiyose no Jutsu!"
Seekor siput besar tampak muncul begitu saja dibawah Tsunade yang tampak berada di atas kepalanya. Pemuda itu tampak hanya menatap Tsunade dengan tatapan datar, tidak ada sama sekali rasa takut melihat Kuchiyose milik salah satu Sannin yang ada di Konoha itu.
'Aku tidak memiliki rencana yang matang—yang bisa kulakukan adalah menyelamatkan anak itu terlebih dahulu,' Tsunade tampak berdecak kesal dan melihat ke bawah ketempat dimana siput itu berada disana, "Katsuyu, kau bisa menghancurkan bola tanah itu?"
"Kucoba, karena sepertinya bola itu terbuat dari chakra yang sangat besar dan lagi—chakra yang terkurung di dalamnya," Katsuyu tampak merasakan chakra berwarna merah di dalamnya, "mirip—atau bahkan benar-benar chakra Kyuubi…"
"Tetapi Kushina dan juga Naruto—semua yang merupakan Jinchuuriki Kyuubi sudah tewas!"
"Entahlah Tsunade-san, aku hanya mengatakan apa yang kurasakan—" Katsuyu tampak menatap keenam orang yang ada disana. Mengerutkan alisnya, ia benar-benar harus membawa anak ini ke Konoha dan menanyakan semuanya pada Minato, "awas!"
Tsunade tampak terkejut saat sebuah serangan tampak menuju ke arahnya. Dengan segera menghindar dan mencoba untuk melihat keadaan sekeliling. Mencoba untuk mencari celah dari pertahanan yang dibuat oleh Nagato saat itu. Mencoba untuk sekali lagi memfokuskan chakra di kakinya dan dengan segera menyerang menggunakan tumit kakinya. Tanah yang ada di bawahnya tampak bergerak dan tertahan lagi-lagi oleh sebuah perisai tidak kasat mata.
Katsuyu mencoba untuk membuat kloning dirinya yang tampak berukuran kecil. Bergerak menuju ke dalam perisai itu, saat perisai itu tidak aktif.
"Aku akan mencoba untuk mengalihkan mereka semua, kau hancurkan bola besar itu..."
"Baiklah, Tsunade-san!" Tsunade mencoba untuk menyerang orang di kelompok itu selain seseorang yang bernama Nagato. Yang bertubuh besar, maupun yang bisa menggunakan hewan sepergi Aburame. Namun tidak ada sama sekali dari mereka yang tampak berbicara selain pemuda bernama Nagato.
DRAK!
Tekanan yang hebat membuat keduanya tersentak. Menoleh pada Katsuyu, saat Tsunade menyadari kalau bola tanah itu perlahan retak. Namun Kuchiyose miliknya itu juga tampak terkejut dengan sesuatu yang ia rasakan saat itu. Tekanan chakra yang bahkan membuat semua yang ada disana susah untuk bergerak.
"K—Kyuubi..." Dari balik lubang yang tercipta di bola tanah itu, tampak sepasang mata merah menyala yang tampak disana. Saat sosok itu tampak keluar dari bola tanah, Naruto hanya diam dengan mata merah yang kosong dan juga chakra berwarna kuning terang disekelilingnya.
"Minato? Tidak—"
"Ia bisa menembus Chibaku Tensei?!" Konan tampak terkejut melihat Naruto, sementara Nagato tampak menghalangi Konan dengan sebelah tangannya.
"Aku tidak menggunakan chakraku sepenuhnya, tidak kusangka ia bisa menghancurkannya—" Naruto yang melihat Nagato dan juga yang lainnya tampak bergerak cepat dan menyerang semua orang. Bahkan dengan chakra berwarna kuning menyala itu yang membentuk seperti sebuah cakar yang menyelimuti tangannya ia bisa menyerang mereka dari jarak yang cukup jauh.
"Apa yang terjadi, chakra Kyuubi—siapa dia..."
"Tetapi chakra itu memakan chakra milik anak itu," Katsuyu mencoba untuk mendeteksinya, "kalau dibiarkan maka ia akan dalam bahaya!"
"Aku harus menghentikannya kalau begitu..." Tetapi ia harus menemukan celah untuk menggunakan jutsunya yang bisa menghentikan pergerakan anak itu sedikit saja. Saat ia mencoba untuk memperhatikan lagi, saat itu Naruto bergerak kearahnya dengan kecepatan yang semakin tinggi.
Terkejut, membuat Tsunade tampak menghindar dengan susah payah. Naruto terus menyerang, bahkan tekanan chakra mampu membuat Tsunade terluka pada tubuhnya. Katsuyu yang terpecah menjadi bagian kecil tampak berada di punggung Tsunade.
"Aku harus menggunakan Tsuuten Kyaku untuk mengalihkan sedikit perhatiannya," Tsunade mencoba untuk berpindah sedikit hingga berada di jarak yang cukup jauh dengan Naruto sebelum ia mengangkat sebelah kakinya dan menendang tanah yang ada di dekatnya. Membuat tanah itu bergejolak dan membuat beberapa membentuk perisai yang memisahkan ia dengan Naruto.
Naruto yang tampaknya sedikit terkejut karena tanah yang bergejolak itu mundur sejenak sebelum melihat Tsunade yang tampak bergerak maju dengan tangan yang dialiri chakra petir siap untuk menyerangnya. Mengerang pada titik syaraf gerakan dan juga kesadarannya—membuat Naruto tampak perlahan tidak sadarkan diri.
...
"Hh..." Tsunade menghela nafas. Ia sengaja menggunakan chakra yang lebih besar untuk membuat tanah yang begejolak itu, atau Naruto akan bisa menghindarinya. Memegang tubuh Naruto dan memeriksanya, 'ia benar-benar mirip dengan Minato. Dan tiga buah tanda di pipinya ini—'
"Serahkan bocah itu pada kami..."
"Apakah kau fikir aku akan melakukannya?" Tsunade mencoba untuk menjauhkan Naruto dari Nagato dan Konan—satu-satunya yang saat itu masih bisa bergerak bebas sementara yang lainnya tampak terlihat tidak bisa bergerak seperti sebelumnya.
"Kalau begitu kau tidak memberikanku pilihan lainnya—" mengulurkan tangannya kearah Tsunade dan Naruto, tiba-tiba tubuh mereka berdua tertarik kearah Nagato seperti sebuah magnet. Sementara di depan Nagato tampak salah satu dari orang di kelompok itu yang menggunakan banyak senjata di tubuhnya dan siap menyerang Tsunade.
'Sial, aku tidak bisa bergerak menghindar!' Saat jarak mereka semakin dekat, dan Tsunade mencoba untuk mendekap Naruto, tiba-tiba saja sebuah kunai bercabang tiga menancap di dekat Tsunade begitu juga di jarak yang cukup jauh dengan mereka. Dan ketika sadar, Tsunade tampak merasakan tubuhnya terangkat, dan sebuah bom asap dijatuhkan di dekatnya membuat Nagato dan yang lainnya tidak bisa melihat apa yang terjadi.
Dan ketika membuka mata, masih dengan Naruto yang ada di dekapannya yang ia lihat adalah sosok pria berambut kuning dan juga dua pria lain berambut putih.
"Kau tidak apa-apa Tsunade-Hime?!" Jiraiya, tampak mendekat dan mencoba untuk memeriksa keadaan Tsunade dan juga Naruto. Minato sendiri langsung menurunkan Tsunade dan melihat keadaan mereka berdua.
"Minato, Jiraiya, ada apa ini!"
"Aku akan menjelaskannya nanti Tsunade-Hime," Minato menatap kearah Naruto sebelum menoleh pada kepulan asap yang tampak menipis dengan cepat karena air hujan itu. Menemukan sosok ketujuh orang itu yang tampak menatap mereka dari balik Hoodie itu.
'Jiraiya-sensei...' Menatap dengan mata aneh mereka kearah Jiraiya sebelum menutupi wajah mereka lagi dan Nagato menoleh pada Konan, "kita pergi untuk sekarang..."
Konan hanya mengangguk dan segera bergerak cepat meninggalkan tempat itu sebelum Minato, Jiraiya, dan juga Tsunade sempat untuk mengejar mereka.
"Tunggu—" Minato akan bergerak mengejar saat Kakashi menahannya.
"Kita harus memprioritaskan keadaannya dulu Minato-sensei..." Kakashi menoleh kearah Naruto dan mencoba mengamatinya begitu juga dengan Jiraiya dan Tsunade. Ia pernah melihat Naruto yang baru beberapa jam dilahirkan, namun ia tidak pernah melihatnya saat tumbuh dewasa. Tentu saja, bagaimanapun yang ia tahu Naruto anak dari Minato sudah tewas karena ledakan itu.
"Ia tidak apa-apa...aku membuatnya pingsan karena akan berbahaya..." Tsunade melihat kearah Minato yang tampak menghela nafas lega, "siapa dia... Minato?"
"Naruto—dia adalah Naruto..."
-oOo-
Didalam alam bawah sadarnya, Naruto tampak duduk di depan kandang Kyuubi dan memeluk kedua lututnya sambil menundukkan kepalanya. Matanya tampak kosong dan ia sama sekali tidak bergerak ataupun berbicara. Kyuubi tampak menatap kearah Naruto dengan mata merahnya.
"Siapa yang menyangka kalau kau akan bisa menggunakan chakraku meskipun tidak bisa kau kendalikan dengan sempurna," Kyuubi menatap Naruto yang masih tidak merespon apapun. Keadaannya terus seperti itu saat Naruto memikirkan kata-kata Kyuubi tentang ayahnya yang tidak melakukan apapun saat ia lahir hingga berusia 5 tahun.
"Kalau," Kyuubi menatapnya kembali saat Naruto berbicara dengan suara pelan, "kalau memang apa yang kau katakan adalah benar. Lalu—"
.
.
.
"Apa arti dari keberadaanku untuknya..."
-oOo-
"Danzou-teme, aku benar-benar akan memberikannya pelajaran yang akan ia sesali," Tsunade, Minato, dan juga Jiraiya tampak sudah tiba di Konoha saat sore harinya. Dalam perjalanan Minato menceritakan semuanya pada kedua Sannin itu, tentang apa yang terjadi selama ini. Mereka baru saja akan menjajakkan kakinya di depan gerbang Konoha. Dan saat itu, yang dilihat oleh Minato adalah Itachi bersama dengan Sasuke dan Sakura.
"Naruto!" Sakura tampak terkejut melihat rekan satu timnya itu terluka begitu juga dengan Sasuke yang langsung mendatangi ke lima orang itu, "Hokage-sama, apakah Naruto tidak apa-apa?"
"Ya, ia hanya kelelahan—kukira aku meminta Itachi-kun untuk tidak memberitahukannya," Minato menatap kearah Itachi yang menggaruk kepala belakangnya sambil menghela nafas.
"Mereka terus menanyakan dimana Naruto, dan aku tidak bisa menjawabnya dengan segala pertanyaan dari adikku ini dan juga nona ini," Itachi mengacak rambut keduanya dengan kedua tangannya. Minato hanya tertawa dan tersenyum sebelum menepuk bergantian kedua kepala mereka.
"Tenang saja, sebaiknya kita biarkan Naruto beristirahat sejenak—" mengangguk setuju, tampak berjalan kearah Rumah Sakit agar Tsunade bisa mencoba menyembuhkan luka yang dialami Naruto akibat chakra Kyuubi dan juga mengecek keadaannya.
...
"Hm..." Suara yang lemah dan juga serak membuat semua yang ada disana menoleh pada anak yang digendong oleh sang Hokage tersebut. Menemukan Naruto yang membuka matanya perlahan sambil melihat sekeliling, "tou-san..."
"Kau tidak apa-apa Naruto? Aku akan membawamu ke Rumah Sakit oke?" Naruto tampak hanya diam mendengar perkataan Minato. Tentu ia terus memikirkan apa yang dikatakan oleh Kyuubi tadi. Tentang arti keberadaannya—tentang apa arti dari semua yang dilakukan ayahnya untuknya selama ini.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu, tou-san?"
Dan ia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya—
.
.
.
"Apa sebenarnya arti dari keberadaanku untukmu—tou-san...?"
To be Continue
Hah, entah kenapa saya ga sreg sama battlenya :( yah karena kalau Pain dkk dikalahin sekarang ga seru buat kedepannya. Dan Naruto belum punya kesamaan sama Nagato (muridnya Jiraiya). Itu Chibaku yang bisa nahan ekor 6 bisa dihancurin karena Nagato ga pakai chakra sepenuhnya.
Dan chakra kuning itu mungkin... Naruto sudah bisa menggunakan chakra Kyuubi dalam taraf yang hampir sama dengan saat ia mengambil chakra Kyuubi secara paksa (di episode Kushina) tapi belum sempurna.
Naruto memang masih labil, jadi maaf aja kalau penggalauan(?) Ini belum selesai xD
Kyuubi masih belum dalam mode Good!Kyuubi, tapi nanti bakal masuk mode itu di chapter2 depan :p
BTW Review anda semua benar-benar membuat saya semangat untuk segera menulis chapter selanjutnya XD terutama review yang panjang2 xp
.
Q&A
.
Guest (4 awal) (maaf lama, ini sudah update ^^)
Shici Kage (maaf kalau itu mengganggu anda u_u tapi Romancenya ga terlalu dilihatin cuma sekilas2 kok :) )
Guest (6 setelah) (ini dia updateannya ^^)
Aika Licht Youichi (cuma sekilas, karena saya butuh seseorang untuk memicu kegalauan-?-Naruto lainnya :3)
Guest (2 setelah) (ini updateannya :) )
Ai . Knt (Rinnegan ya :/ sebenarnya saya ga ada rencana gitu, soalnya saya juga ga begitu pingin buat Naruto God Like banget ' ')
Guest (sudah ^^)
Oncean FOX (makasih ^^ sudah update :) )
Guest (6 setelah) (sudah update :D)
Leavian (iya, saya mahasiswi kedokteran ^^ makasih, ini sudah lanjut :D)
Armelle 'AquaMar' Eira (hahaha xD akhirnya ada yang sadar bagian itu xD sebenarnya saya lupa masukin side story kenapa Itachi ketularan Kakashi xp tentu selamat ;D)
Guest + Kuntua (sudah dilanjut~)
UkeYesung (makasih xD tapi maaf mengecewakan, ini bukan shounen ai u_ub lagipula ini lebih menekankan pada keluarga dan sahabat ketimbang romance baik straight maupun slash :D maaf sekali lagi (_ _) )
Yusagie (makasih ^^)
Bewinkk (hmmm... Mungkin nanti :D karena Kyuubi belum jadi Good!boy :D)
Waraney (jangan dibuat hilang dulu(?) XD team 7 belum ada aksi jadi jangan dulu~ lagipula kalau diculik bisa2 Kyuubinya diambil kan u_u)
Ninami Kirei (maaf kalau ini lama ^^; tenang aja, ini cuma buat mancing dua sannin buat muncul kok :) )
AzuraCantlye (makasih :D boleh panggil saya apa aja kok xD maaf lama melanjutkan (_ _) )
Guest (ini sudah lanjut :D)
LoveMYSELF (oke :D)
Earl Grey bernvoureth (yep Shisui pernah jadi lawan tanding :D penculikan pertama ga begitu heboh kok, cuma mancing Jiraiya sama Tsunade trus kemunculan 6 Pain aja :D)
Aster-bunny-bee (hahaha xD kalau coba ngafalin itu malah tambah bikin ga bisa mikir xD yep, cita-cita Sakura memang masih bingung xD hm... Pertanyaan yang bagus, mungkin rentang usia Minato-Naruto itu 25 tahun, untuk Minato-Kakashi 12 tahun. Nah itu saya kira2 sendiri, jadi ga mungkin sama kaya Canon xD makasih~)
Chicken vulpes vulpes (makasih :D maaf lama update ^^;)
Nasyaangelicaa (a-anda terlalu memuji \\\ makasih ya ^^a)
Maesaan (iya sih, tapi kalau ditangkepnya sama Akatsuki ntar Kyuubinya diambil kaya Gaara trus mati dong xD)
Boys Only (yep, saya kuliah kedokteran :) makasih ^^)
Mendokusai144 (ga~ cuma untuk pemancing konflik lain xD)
LadySapphireBlue (makasih :D Akatsuki cuma beraksi awal 1 chapter kok u_u maaf kalau ga apdet kilat ^^;)
Nakato-san (oke :D)
Guest (sudah :D)
Koga-san (makasih ^^ sudah lanjut kok :D)
Manguni (dapat, karena dia baru pertama kali komunikasi sama Kyuubi jadi dia kurang siap ;) dan itu sebabnya saya ga bikin Naruto diculik Akatsukinya lama-lama, biar dilatih dulu sama Jiraiya :D)
.
Next Chapter
"Selama lima tahun—bahkan aku tidak pernah merasa tou-san mencoba untuk mencariku..."
.
"Apakah karena tou-san juga menganggap saat itu aku adalah 'alat perang' yang belum matang?"
.
"Ia belum memiliki emosi yang stabil—itu bisa kita gunakan untuk mengambil kembali dia..."
.
"Dasar bodoh—kalau saja aku bisa menunjukkan apa yang ayahmu lakukan untukmu Gaki!"
.
"Aku tidak pernah menyesal dengan apa yang kulakukan 12 tahun yang lalu—menyegel Kyuubi di tubuhmu. Namun, penyesalanku tidak akan pernah cukup saat membayangkan kalau hal itu membuat hidupmu menjadi susah, Naruto..."
.
"Aku merasa, aku hanyalah seseorang yang menyusahkanmu..."
