Author: Athiya064

Title: { CHaptered} Truth or Dare? I'm Normal!

Genre: Yaoi, Romantic, Drama, OOC(Out Of Character, beda banget sama aslinya!)

Rating: Teen, PG-13

Cast:

Zhang Yi Xing (Exo M Lay)

Kim JoonMyeon (Exo K Suho)

Other cast:

EXO 's Other Member

SM's Member

Cari sendiri

Ps: Yeah this is SULAY! SULAY YAOIII! LESTARIKAN SULAY! Hapuskan crack pair tentang Lay dan Suho._.v mianhae belum ngelanjutin Boss! Hehe aku kasih ff baru :D

Desclaimer: All cast belong to their self and god. PLOT IS MINE ATHIYA064! Kesamaan tempat dan nama hanya sebuah rekayasa ataupun kebetulan!

Contact me on:

1. fb: athiya almas

2. wp: athiya064 .wordpress .com

Cerita ini hanya untuk yang menyukainya. Kalo gak suka jangan dibaca ya, DON'T BE A PLAGIATOR! TIDAK TERIMA BASH… this is just my imagination. RCL please^^

Happy reading

Sinar matahari perlahan-lahan menghancurkan waktu tidurku, aku bangun. Tidak sedingin tadi malam, aku agak terkejut ketika melihat abu bekas pembakaran kayu-kayu bakar tak jauh dari tempat kami. Dan aku tersenyum ketika merasakan Suho masih berbaring di sisiku.

"Hyung, ireona.." aku menyingkirkan surai lembut dari dahinya, ia mengecat rambutnya menjadi cokelat kemerahan. "Oh sudah pagi?" ia membuka mata perlahan, suaranya terdengar parau. Kantung matanya menghitam, sangat jelas di kulitnya yang berwarna putih pucat. "Kau tidak tidur semalaman hyung?" tanyaku, aku memutuskan untuk duduk. Berbaring di sebelahnya sama saja membunuh diriku sendiri karena membiarkan jantungku berdetak heboh tak karuan.

"Tidur, tapi semalam aku mencari sesuatu yang bisa dibakar. Semalam itu serius dingin sekali, bahkan setelah aku membuat api unggun kau masih merapatkan dirimu ke dekatku. Aku jadi terjaga sampai jam 2 pagi, aku agak susah tidur kalau dingin. Tapi daripada membiarkanmu kedinginan, ya sudah aku peluk saja dirimu. Jujur aroma tubuhmu membuatku nyaman,"

Glek!

'SUHO HYUNG BICARA APA? Asdfghjkl– baiklah tenang Yi Xing..' batinku. "O-oh yasudah, k-kurasa kakiku juga sudah bisa berjalan dengan baik. Ayo kita ke hotel sebelum manager hyung mencari," ucapku tidak jelas, dan sudah bisa dipastikan manager akan mencari kami.

Kami pulang dengan mengobrol santai sesekali bercanda, pantas saja semalam aku tidur dengan nyenyak padahal tidur di tempat yang memprihatinkan seperti itu. Ternyata.. duplikat Siwon hyung ini memelukku.

Kami sampai di hotel beberapa menit setelahnya, memutuskan untuk memasuki hotel yang tidak terlalu besar itu. Banyak wisatawan mondar-mandir, mereka sudah memulai untuk mendatangi area ski meski pagi baru saja menjelang. Sampai di lobby beberapa member dan yang pasti manager telah menunggu kami sambil berdiri.

"Akhirnya kalian datang," Kyungsoo menyambut kami dengan senyuman lebar di bibirnya. "Oh, hai." Jawabku canggung. "Aku kira kalian tertimbun badai salju," sindir Kris ge tajam.

"Aku tidak tahu apa yang telah kalian lakukan, yang jelas sekarang bersihkan diri kalian lalu sarapan. Setelah itu rapikan barang-barang kalian dan lekas pulang, ara? Aku bisa pensiun dini kalau menangani kalian terus," kami tertawa mendengar manager kami mengeluh.

"Oh dan Lay ge, ini kalungmu." Aku menatap Chanyeol, ya Tuhan aku hampir melupakan kalung itu. Mungkin mataku berbinar saat ini menatap kalung itu, entahlah aku tak terlalu perduli. "C-Chanyeol gumawo!" pekikku, Chanyeol memberikan kalung itu kepadaku. "Gumawo Chanyeol! Kau orang baik!" aku hampir memeluk Chanyeol.

Ya, hampir.. kalau sebuah tangan tidak menarikku dan malah memberikan Baekhyun ke pelukan Chanyeol. "Jangan memeluk namjachingu orang lain," bisik orang itu ketika aku berada dalam pelukannya. Suho hyung..

"Ehm!" aku buru-buru menegakkan diri ketika manager hyung berdeham keras, aku menoleh menatapnya. Kasihan sekali, gurat-gurat kekesalan seperti terpatri dengan sempurna di wajahnya. Dan bukannya memaklumi Chanyeol malah semakin rapat memeluk Baekhyun, "Terima kasih hyung! Kau memberikan apa yang kumau hueheh," tawa Chanyeol.

At EXO's dorm

Kami telah sampai di dorm, kali ini member-member berisik itu telah memaksaku duduk mengelilingi meja dan memaksaku untuk berdekatan dengan Suho lagi. Aku tidak perduli dan hanya memakan stoples biskuit cokelat. "Kita main Truth or Dare ya!" jerit Chanyeol.

Aku tersentak, haruskah permainan bodoh itu lagi? Haruskah aku kembali mengingat permainan konyol yang menjadi awal kehancuran hubunganku, Yang menjadi awal peristiwa di mana akhirnya aku memutuskan untuk menulis lagu untuknya..

Tapi bukankah aku mulai tertarik dengan Suho hyung?

"KAWI BAWI BO! BO! BO!" mereka memulai permainan, aku hanya ogah-ogahan ikut dan dapat dipastikan aku kalah, dan Chanyeol yang memenangkannya. Dasar, raja batu gunting kertas. "Yey! Aku menang, baik aku yang akan memutar botol ini."

Botol itu berputar dan berhenti di hadapan Kris, "Duizhang! Truth or dare? Dare saja, biar seru!" Sehun memekik kegirangan, "Baiklah dare." Semua terlihat berpikir, aku tidak ikut berpikir paling juga Kris disuruh mengambil alih tugas-tugas mereka dasar anak-anak badung.

"Masak untuk kita selama seminggu!" kata Luhan semangat, tebakanku benar. Tapi tunggu.. memasak?

"ANDWAEEEE!" pekik kami bersamaan tidak menyetujui usul Luhan. "Luhan baby kau mau kita mati keracunan dan tidak jadi comeback?" aku menyetujui usul Sehun, bagaimanapun Kris bukanlah orang yang cocok ada di dapur. Ia bahkan lebih parah dari ramen sungai Han milik Kyuhyun sunbae, menurutku yang ada ia akan menciptakan rasa ramen baru.

'Ramen Gempa Chili, Tsunami Indonesia, Banjir India.' Ya seperti itulah, bahkan pernah suatu kali di China aku, Luhan ge dan Xiumin ge masih sibuk di studio dance. Hanya ada ia, Tao dan Chen. Ia berniat menyelamatkan perut anak-anak itu dan menemukan ramen yang Chen bawa dari Korea, kemudian ia mencoba membuat ramen namun pada akhirnya ia sendiri bahkan tidak sampai hati untuk memakannya dan membuang ramen itu ke tempat sampah sebelum mencicipinya.

Dan aku serta Xiumin ge pulang dalam keadaan emosi di ubun-ubun, sudah tahu kita lelah habis berlatih bukannya melihat dorm dalam keadaan rapi dorm malah berantakan terutama area dapur. Kalau ia tidak bisa mencampur ramen dengan telur mengapa ia masih melakukannya? Maksudku hah aku benar-benar tidak bisa menjelaskan bagaimana hancurnya dapur saat itu.

"Lebih baik suruh ia merapikan dorm! Itu lebih baik, jangan menyuruhnya melakukan hal yang aneh-aneh." Saran Xiumin pada akhirnya. "Oh satu lagi jangan menyuruhnya mengepel dorm, nanti dorm bisa kebanjiran." Kata Luhan bercanda meski itu kenyataan. Ia tidak akan pernah bisa memeras kain pel dengan baik meski sekarang alat pel sudah canggih, ia bahkan tidak bisa menggunakan vacuum cleaner dengan benar!

Kris mendeathglare kami semua, sampai akhirnya ia mengangguk mengiyakan. "Baiklah, baiklah." Anak-anak itu tertawa, kurasa mereka sudah membayangkan bagaimana Kris dengan bitchyface dan tampang model runaway akan menjadi pembantu sementara. "Baik, sekarang giliranku!" Kris memutar botol lama-lama aku jadi cemas bagaimana kalau botol itu berhenti di aku apa yang akan aku lakukan?

"Bang!" teriak yang lain ketika ujung botol itu berhenti tepat di hadapan Suho. Aku menoleh, kira-kira apa yang akan dilakukannya? Kalau dare aku rasa ia akan menurutinya, well ia kan tipe pemimpin yang selalu mengalah pada anak buahnya. "Truth." Jawabnya singkat. "Ya! Hyung, nggak asyik.. memang hyung punya rahasia apa? Rahasiamu tidak berharga hyung!" kecam Kai, Sehun dan Baekhyun langsung menyetujuinya.

"Kai.." tegur Kyungsoo pelan, sifat keibuannya pasti muncul lagi. Lalu ia mulai membuka suara, mungkin ia bisa lebih bijak dari Kai dan yang lain. "Bagaimana perasaan hyung pada Lay gege? Apa hyung mencintainya? Dan kalau iya, nyatakan perasaan hyung sekarang."

Dor!

Kyungsoo sialan! Kau bukan sahabat baikku lagi! Dasar bocah berhati lembut palsu! Aish Kai enyahkan saja kekasih bertampang polosmu itu! "M-mana bisa begitu? Itu namanya truth sekaligus dare." Belaku, jujur tentang perasaan? Ah dia sudah gila. "Setuju! Tumben Kyungsoo ge jenius haha." Tao tertawa.

"Baik, diam semuanya atau aku tidak akan menjawab. Karena Kyungsoo yang memberinya maka akan kuturuti," semua langsung diam mendengarkan, duh aku butuh kekuatan teleportasi milik Kai untuk kabur dari tempat ini sekarang. "Yi Xing.." panggilnya lembut, ia meletakkan telapak tangannya di atas punggung tanganku, meremasnya lembut.

"Perasaanku adalah, aku tidak pernah lagi melihat Yi Xing sebagai sesama member. Lebih dari itu, aku rasa ada sesuatu yang aneh menyergapku ketika aku berdekatan dengannya. Tapi kurasa aku akan patah hati kan? Dan ya, ini perasaanku yang sesungguhnya aku benar-benar jatuh cinta padamu Yi Xing." Ia menatapku, aku jadi menundukkan wajahku.

"CIEEEEEEE." Mati saja kau Lay, mati saja.. "Sekarang giliranku kan?" tanya Suho hyung, aku benar-benar tak berminat ikut permainan ini lagi. Kumohon, jangan menerbangkan aku terlalu tinggi Suho hyung.

Dan entah ini takdir atau kesialanku semata, botol itu berhenti tepat di hadapanku. Aku langsung berhenti mengunyah biskuit cokelat itu di hadapanku, "Dare." Jawabku malas, daripada truth dan disuruh mengakui perasaanku pada seorang Kim Joonmyeon yang demi Tuhan aku sendiri tidak tahu apa perasaanku!

Paling kalau aku memilih dare aku disuruh bertanggung jawab atas dorm, memasak makanan enakatau melakukan dance gila, itu kan sudah tidak terlalu berat dan aku sering melakukannya. "Lakukan pepero kiss dengan Suho hyung!" aku diam, apa tadi kata Chen? Pepero kiss? Ciuman lada? Oh lada kan pepper bukannya pepero.

"Apa itu?" aku menoleh, wajah Suho hyung agak memerah. Ia meremas tanganku, jadi kaitan tangan kami belum terlepas? Dan tidak ada member yang sadar? "Pepero kiss adalah err bagaimana menggambarkannya ya? Itu seperti sebuah custom di sini, biasanya orang akan melakukannya dengan biskuit stik. Dua orang akan menggigit dua sisi stik itu dari ujung sampai stik itu habis dan bibir mereka bertemu, oh bisa juga dengan spaghetti." Aku pernah melihat yang seperti itu sih, tapi..

"MWO? Kenapa kau menyuruhku seperti itu ChenChen?!" hardikku. "Tidak apa-apa, lakukan saja XingXing ge, dengan biskuit cokelat di tanganmu itu." Aku menatap biskuit ini tidak yakin, biskuit ini kan tidak panjang. Sekali gigit pasti bibir kami akan bertemu.. kenapa wajahku jadi memanas?

"Ayo!" aku mengambil sebuah biskuit, "Hyung.." panggilku pada Suho, ia menghadapkan tubuh padaku. Aku meletakkan biskuit itu di bibirku, Suho hyung mencondongkan tubuhnya dan juga mulai menempelkan bibirnya di biskuit cokelat itu. "HANA! DUL! SET!"

Bodohnya kami sama-sama menggigit biskuit itu, jadi tanpa persiapan tiba-tiba bibir kami bersentuhan. Mata sipitku melebar, jarak kami terlalu dekat.. "Kelamaan! Ups.." aku tahu kalau itu pasti perbuatan Sehun, ia mendorong Suho sehingga jarak di antara kami terhapus. Kalau sudah begini, sekalian saja..

Kami berciuman sesungguhnya, entah siapa yang memulai. Hanya sekilas dan tidak melakukan french kiss bisa gila aku lama-lama. "Suho-Lay first kiss." Kata Kris, 'sebenarnya ini ciuman ketiga kami kan?'

"HAH?" oh Tuhan, aku baru saja menyuarakan pikiranku. Bodoh! Bodoh! Bodoh!

. . .

"Jadi kapan aku bisa dapat jawaban?" aku melebarkan mataku mendengar pertanyaan dari Suho, hari ini benar-benar hari yang luar biasa aneh. Untung Suho bisa membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan 10 anak paling suka mencampuri urusan orang di dunia itu.

"Jawaban tentang?" aku merapikan baju-bajuku, lusa sudah saatnya aku kembali ke China. Mungkin di sana semua akan berjalan lebih baik, yang pasti tidak ada ancaman serangan jantung lagi. "Perasaanku."

Hening

"Ehm ehm, begini aku tidak akan memaksakan perasaanku. Baik maafkan aku yang lancang untuk menyatakan cinta padamu, tapi beri aku jawaban. Jika kau menolakku maka aku akan berhenti, kurasa aku malah membuatmu tidak nyaman. Dan hal tadi, itu hanya sebuah permainan kok. Jangan menganggapnya buruk," tidak.. bukan itu maksudku.

Aku menghentikan kegiatanku merapikan pakaian, lalu menatap Suho yang berdiri di dekatku. "Aku tidak membenci pernyataan cintamu, hanya bisa beri aku sedikit waktu? Beri aku waktu untuk berpikir," Suho tersenyum, senyum malaikat favoritku. "Kau akan mendapatkan segala hal yang kau mau dariku," ia mengacak rambutku lembut.

"Suho hyung.." panggilku, ragu. "Hng?" tanyanya setelah melepaskan tangannya dari puncak kepalaku. "Gumawo," lanjutku kemudian.

"Aku tahu, Yi Xing." Dan ia mencium pipiku lembut. Kemudian setelah itu ia meninggalkanku keluar kamar, membiarkanku merapikan pakaian-pakaianku dan mungkin membiarkanku terdiam dengan perasaanku.

. . .

Suho menatap smart PC miliknya yang bermerk Samsung ATIV, ia dengan fokus mengetik beberapa huruf dan setelah itu menekan tombol 'Enter' tak lama keluarlah sebuah beranda halaman akun jejaring sosial seseorang.

Matanya beralih menurunkan beranda itu dan mencari postingan yang lebih lama, kemudian ia memutuskan untuk memisahkan layar PC itu dengan keyboardnya. "Mereka masih saling mengharap," gumamnya pelan. "Siapa?" ia hampir terlonjak, mendapati Xiumin sedang berdiri di belakangnya. "Oh, hai hyung."

"Aku tanya, siapa?" Suho mengendikkan bahunya, dan menunjuk apa yang ada di layar PC itu pada Xiumin. Suho menggunakan aplikasi penerjemah, sehingga postingan yang awalnya berbahasa Mandarin itu bisa diterjemahkan –meski tidak sempurna, ke dalam bahasa Korea. "Mengapa kau jadi stalker?" Suho hanya terkekeh pelan.

"Kau akan melakukan segala cara apabila kau berada di dalam kapal yang sedang terombang-ambing di tengah lautan berombak. Dan begitulah aku," Xiumin menautkan alisnya, berusaha memaklumi makna kiasan Suho sebisanya. "Kau harus mengerti mengapa mereka berdua masih saling mengharap satu sama lain, empat tahun bukan waktu yang sedikit Joonmyeon. Apalagi mereka juga teman dari kecil, kau harus bisa memakluminya. Tapi aku yakin kini perlahan Lay bisa memberi satu ruang baru di hatinya untukmu, meski tidak sepenuhnya kau bisa menggusur keberadaan mantan Lay di hatinya."

"Aku tahu, dan mungkin kalau aku lelah aku akan melepasnya. Aku tidak ingin membebaninya, aku hanya ingin ia tahu kalau aku mencintainya that's all. Karena berdasar sesuatu yang pernah aku baca, cinta adalah; saat di mana kita akan selalu ada untuknya, tertawa bersamanya, menangis bersamanya, bertahan bersamanya, rela tersakiti karenanya, dan tidak akan memaksakan diri untuk bersama dengannya." Jelas Suho lirih, "Kau terlalu banyak membaca buku, mereka hanya menulis kata-kata yang indah dan tidak pernah merasakan yang sesungguhnya. Sekarang, gunakan logikamu, gunakan perasaanmu,"

"Kalau kau cinta pada seseorang, kau dengan sendirinya akan mencurahkan segala perasaanmu padanya. Dan kalau kau cinta, kau tidak akan pernah mungkin untuk membiarkannya pergi, kau pasti ingin mendekapnya dan memilikinya untuk dirimu kan?" Suho tersenyum kecil, "Ara hyung, sudah hentikan saja perdebatan konyol kita tentang cinta. Aku rasa setiap orang memiliki persepsi tersendiri,"

.

..

"Kau dengar kan?" Lay terkesiap, Luhan muncul dengan tiba-tiba di belakangnya. "Gege." Luhan mengikuti tingkah Lay, bersandar dan bersembunyi di balik dinding. Menguping pembicaraan Suho dan Xiumin, "Jangan membohongi dirimu sendiri,"

"Aku hanya menunggu waktu yang tepat ge," Luhan tersenyum. "Itu terserah kau saja, hanya berhati-hatilah jika kau terus menundanya. Penyesalan akan datang terakhir bukan? Oh, aku pergi dulu. Sehunnie sudah merengek untuk ditemani beli bubble tea. Sampai jumpa!"

'Penyesalan akan datang terakhir bukan?' dan kata-kata itu bagai sebuah mantera yang terus terbayang-bayang di otak seorang Zhang Yi Xing. 'Apa Luhan gege benar?' batinnya kacau.

At mall

"Kenapa kau mengajakku ke mall? Lihat kita harus memakai bertumpuk-tumpuk penyamaran seperti ini. Setidaknya aku bisa mengajakmu ke tempat yang romantis seperti taman bermain, arena skating, Myungdong, atau apalah itu." Lay tertawa, "Jadi kau mau membawaku ke tempat yang romantis?"

"Tentu saja! Kau kan.. kau kan.." lagi-lagi Lay tertawa, menjahili orang yang beberapa bulan di atasnya itu sangat lucu. "Soal status, kita bisa bicarakan nanti. Yang jelas, dengan kehadiranmu di sisiku saja aku sudah sangat senang." Lay kemudian mengaitkan lengan Suho dengan lengannya sendiri. "Sekarang kita jalan-jalan!"

Mereka berjalan-jalan, sedikit aneh juga karena sudah memakai mantel tebal untuk musim dingin mereka juga menggunakan scarf dan hoodie tebal untuk menyamarkan identitas mereka. Lay juga mengenakan kacamata tanpa lensa untuk melengkapi penyamarannya, Suho mengikuti langkah Lay memasuki lift. Lay menekan tombol nomor lantai di lift. "Kau hafal kita mau ke mana?"

"Tentu saja! Aku pernah ke sini sebelumnya." Suho menautkan alis, "Sendiri?" Lay mengangguk yakin. "Kau akan merasakan sensasinya berjalan-jalan sendiri di tempat asing, rasanya menegangkan haha."

Ding!

Pintu lift terbuka, beberapa orang memandang mereka aneh. Tapi Lay santai-santai saja, malah terlihat tidak terlalu perduli. Akhirnya Lay membelokkan langkahnya ke dalam bangunan dengan nama 'CINEMA' di Korea gedung bioskop biasanya terpisah dari mall tetapi di tempat itu menjadi satu.

Mereka menonton film berdua, Suho membiarkan Lay dengan ekspresi-ekspresinya yang menawan. Ternyata Lay, punya ekspresi sendiri ketika menonton film dan Suho mengaguminya. Sayang, mata berbinar Lay harus tertutup oleh kacamata 3D karena mereka menonton film dengan tipe seperti itu.

Akhirnya film benar-benar berakhir ketika Suho merasa matanya begitu berat, ia hampir terpejam kalau saja musik akhir cerita berbunyi dan lampu tak menyala kembali. "Hei hyung, kau kenapa? Matamu terlihat sangat lelah, harusnya kau mengenakan krim wajah. Kau terlihat benar-benar pucat saat ini," 'Bukan pucat, lebih tepatnya mengantuk.' Batin Suho.

Akhirnya mereka berakhir di salah satu cafe yang menyediakan bubbletea. "Kau tahu, setiap ada bubbletea aku jadi ingat HunHan." Lay tersenyum, akhirnya Suho mulai bicara lagi. "Bubbletea couple(HunHan), sex couple(KaiSoo), happy virus couple(BaekYeol), kalau kita nanti apa ya?" tanya Lay iseng.

"Awkward couple." Lalu mereka berdua tertawa bersama-sama. "Lagipula Yi Xing kenapa kau malah repot mencari nama couple? -Yang padahal Chen-Xiumin dan Tao-Kris tidak memikirkan namanya. Kenapa kau tidak memikirkan setidaknya, err.. jawaban. Oh maaf aku mengungkitnya lagi,"

"Justru daripada itu aku mengajakmu kemari, aku well yeah aku tidak ingin terus-menerus membuatmu tergantung oleh diriku," Lay memberi jeda sejenak, dan suasana tampak hening di antara mereka. 'Tidak ingin terus-menerus membuatku tergantung padanya? Apa Yi Xing ingin menolakku?'

"Aku tidak ingin kau salah paham tentangku, aku tidak ingin kau tersakiti atau apalah itu." 'Tidak Yi Xing! Aku tidak akan tersakiti jika terus menantimu, oh haruskah aku mendengar penolakan itu saat ini?' Suho bermonolog dalam hatinya, wajah putihnya seketika memerah menahan sakit hatinya. "Apa kau tahu perasaanku? Kau tahu kan jawaban apa yang akan kuberikan?"

"Kau menolakku." Jawaban itu meluncur bebas dari bibir Suho. Lay melebarkan matanya, menatap Suho tak percaya. "Ya! Kenapa kau jadi menarik kesimpulan yang salah? Aish, aku bahkan berusaha berkata dengan romantis! Dengar ya, akan aku jelaskan. Aku tidak ingin terus-menerus membuatmu tergantung karena aku selalu tak memberimu jawaban pasti, aku tidak ingin kau salah paham padaku karena bisa jadi kau berpikir kalau aku tak cinta padamu karena tak segera menjawab perasaanmu, aku tidak ingin kau tersakiti atau apalah itu kalau kau terus cemas dengan jawabanku! Kenapa kau jadi menarik kesimpulan yang salah?!"

"Mwo?" tanya Suho bingung, Lay berbicara dalam kecepatan tidak wajar. Mungkin ia berbicara 195 kata per-menit, ditambah dengan percampuran dua bahasa. Meski Suho adalah member terbaik di bahasa Mandarin, tapi tetap saja ia adalah hanguk saram, dan Lay tidak seharusnya mencercanya secepat itu.

"Susah sekali denganmu hyung, aku kira kau bisa romantis. Aku bahkan belajar kata-kata ini dari Xiumin ge, mempraktekan bahasa Korea yang romantis tidaklah mudah. Huft jadi dengar ya Kim Joonmyeon, aku tidak akan mengatakannya untuk yang kedua kali. Aku cinta padamu, aku baru tahu kalau perasaan orang bisa berubah. Mungkin aku jatuh padamu karena Sehun sering sekali memaksa menyatukan kita, mungkin aku terkena karma. Tapi, terima kasih karena selalu ada untukku. Sekali lagi, aku cinta padamu."

"Kau. Ajaib. Zhang Yi Xing." Balas Suho penuh penekanan. "Dan kau tahu, aku lebih dari sekedar bahagia hari ini. Terima kasih telah mempercayaiku.."

"Sama-sama yeobo, dan seharusnya aku yang berterima kasih padamu." Lay terkekeh pelan.

. . .

Brak!

"Bisa tidak kau bertingkah biasa saja duizhang?" tegur Suho. Kris mengacak rambut pirangnya, dua belas orang itu masih berkumpul mengelilingi meja yang penuh dengan berbagai surat kabar yang baru saja dibanting Kris. "Stupid!" geram Kris.

"Kau baru saja mengatai orang bodoh pada orang yang selalu dapat 50 besar dari 400 mahasiswa." Xiumin mengingatkan. "Asal gege tahu saja, aku tidak perduli. Ia masih 50 besar, bukannya 5 besar dari 400 orang. Lagi pula, kalau ia pintar pelajaran tidak menjamin juga kecepatan pemikirannya mengenai hal lain secepat koneksi internet Korea Selatan!"

"Kris maaf.." lirih Lay. Suho melingkarkan lengannya pada pundak Lay, "Sudah, tidak apa-apa. Kau tahu kan kalau Kris hanya emosi.." hibur Suho.

"Ya, katakan saja kalau aku hanya sekedar emosi. Bagaimana aku bisa tidak emosi kalau melihat berita-berita semacam ini? Ini mengancam kalian sendiri, ugh! Kenapa kalian harus jadian di tempat umum?!"

Kai mengambil salah satu surat kabar di depannya, membukanya lebar-lebar. Seluruh member sepakat untuk tidak menyalakan televisi pada hari ini, itu pasti akan menambah beban mereka. "Benarkah Suho dan Lay mengikat hubungan di cafe? Para netizen yakin karena mereka memanggil satu sama lain dengan nama yang cukup jelas. Selain itu, mereka juga bergandengan tangan bersama. Gosip murahan, membesar-besarkan sesuatu yang tidak terlalu penting. Sekarang mereka tidak tahu sesuatu yang terjadi di balik layar, bagaimana kita menghabiskan malam satu sama lain. Baru bergandengan saja sudah seperti ini, bagaimana kalau mereka melihat kita berciuman di tempat umum?"

"Whooo Kai, kau bicara panjang sekali."

"Sudah, lebih baik setelah ini kau menemui Sooman dan Youngmin, mereka sudah ingin mengonfirmasi sesuatu denganmu. Kita harus meminta perlindungan mereka, sudah cukup kita jadi budak uang mereka. Saat ini mereka harus melindungi kita karena kita adalah pundi-pundi emas SM kan? Terutama kau Suho, kau harus bertanggung jawab sebaik mungkin. Jangan sampai gelar leader akan diputus dari dirimu, mengerti?"

Suho mendecih lirih, ia memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam kantong celananya. Lay sendiri? Memilih mengambil gitar cokelatnya dan bersandar di sofa, gerombolan yang awalnya duduk di ruang tengah itu. "Kapan sih member EXO-M itu akan pergi dari sini?"

"Memang hyung, tidak suka Lay gege di sini?" Suho hampir tersedak udara hampa begitu tahu Kyungsoo berdiri di sampingnya. "Tentu saja bukan itu, bagaimana bisa aku menginginkan dia pergi? Maksudku ya, yang lain.."

"Kris gege tidak akan pergi meskipun kau memesankan tiket penerbangan gelap ke Vancouver malam ini, dia punya berbagai cara untuk kembali asal kau tahu saja." Kyungsoo bagai membaca pikiran Suho, memang sih yang mengganggunya hanya si naga official leader itu. "Paketkan saja dia ke kutub utara." Kai tiba-tiba datang dan berdiri di antara Suho dan Kyungsoo.

"Aku baru tahu ada orang seserius dia, tapi juga menyebalkan di sisi yang lain. Ah sudahlah, kalian pergilah tidur. Aku masih ingin berdiri di balkon, memikirkan apa yang akan aku katakan esok di depan dua CEO SM itu." Kai menepuk bahu Suho, bagai menguatkannya. "Yang sabar hyung, percayalah pada hubungan kalian."

"Hng, gumawo Kai. Dan, eh Kyungsoo!" baru dua orang itu ingin kembali ke kamarnya, Suho sudah memanggil Kyungsoo. "Apa hyung?" tanya Kyungsoo. "Err, bisa kau bikinkan aku sesuatu? Aku lapar lagi.."

"Lapar lagi? Tadi kan baru saja makan?" dan Suho menertawakan mata Kyungsoo yang semakin mendesak keluar. Rasanya Suho ingin menyediakan mangkok di depan wajah Kyungsoo untuk menadahi kedua mata yang besar itu. "Dasar Dororo."

. . .

"Hei, kalian yang baru saja jadian!" sapa Eunhyuk. "More than 5 trending topics on twitter guys! You're rock!" tambah Key yang tiba-tiba hadir. "Seperti kau punya twitter saja Key," sindir Jonghyun, Key buru-buru menjitak lelaki bertato itu, ternyata Jonghyun membocorkan kalau ia meminjam akun twitter miliknya.

"Jadi, siapa yang dominan di antara kalian?" tanya Donghae penasaran, Suho berdiri di depan Lay, Lay sendiri yang memakai sebuah topi menurunkan ujung topi itu hingga hampir menutupi setengah wajahnya. "Ehm, aku rasa Suho. Benar kan? Lay terlalu cantik untuk menjadi seorang dominan. Ada apa dengan SM? Mengapa dancing machine selalu cantik?" Eunhyuk menanggapi.

"Kalau kau, Taemin, Lay sih iya. Tapi, kau mau bilang Shindong hyung, aku, Kai, dan Yunho hyung cantik juga?" tanya Donghae malas, Eunhyuk hanya menampilkan 'V sign' dengan dua jarinya. "Dan, jangan kalian pikirkan tentang berita ini. Kami akan ada untuk kalian kok, tenang saja!" hibur Jonghyun.

Lay masih terdiam dengan wajah datarnya, sepertinya ia mencari kata-kata yang tepat untuk dikeluarkan. Suho hanya tersenyum tipis, "Oh, Kibum-ssi! Bisa kita berbicara sebentar?" tanya Suho dengan sopan ke Key. Key mengangguk, lalu mereka menyingkir.

"Tolong ajak Yi Xing untuk berlatih menari, aku yakin ia pasti menerima. Ia kan gila latihan, dan.. aku tidak mau ia harus ikut denganku berdebat. Apa aku bisa mempercayaimu hyung?" tanya Suho. Key menepuk bahu Suho, "Tentu saja!"

Mereka pun kembali menemui Lay, Jonghyun, Donghae dan Eunhyuk. Key hanya menatap dua hoobae yang seumuran dengannya itu dengan pandangan prihatin, ia tahu bagaimana berada di posisi mereka. Hubungannya dengan Amber telah tersimpan rapi dengan konsekuensi tidak ada momen untuk berdekatan di depan publik. Dan akhirnya momen-momen JongKey itulah yang kembali menyeruak, juga momen Amber-Minho yang sering sekali terdengar desas-desusnya.

"Hei Lay! Kita harus latihan ke practice room kan?" Key menggaet pundak Lay yang berekspresi kosong, "Apa? Memang hari ini ada latihan?" tanya Lay polos, mungkin ia ragu mengingat ia kan selalu melupakan segala hal yang seharusnya wajib diingat. Seperti terkoneksi dengan baik, Eunhyuk, Donghae dan juga Jonghyun juga langsung bersemangat. "Tentu saja! Aish, mengapa kau begitu pelupa hah?" Donghae mengingatkan dengan bahasa Mandarinnya yang sekarang lumayan fasih.

"Aaaa, baiklah. S-Suho hyung, apa aku boleh berlatih?" tanyanya takut-takut. Suho tersenyum lembut, "Tentu saja.. sweetie." Dan berikutnya teriakan-teriakan berlebihan datang dari sunbae mereka.

.

..

Tokk.. tokk..

Suho memberanikan diri untuk masuk ke dalam kantor pimpinan SM itu. Sampai di dalam tiga lelaki paruh baya menatapnya. "Oh kau, silahkan duduk." Suho hanya mengangguk dan duduk di sofa yang berhadapan dengan mereka bertiga.

"Sebenarnya apa yang akan kalian konfirmasi denganku?" tanya Suho to the point. Ketiga orang itu tertawa, "Itulah mengapa aku mengajak Yoo Youngjin kemari," Suho menatap Yoo Youngjin dengan pandangan heran. "Hmm? And then?"

"Karena itu kami memiliki rencana untuk comeback kalian nanti," jawab Youngmin. "Maksudnya? Maaf aku tidak mudah menebak."

"Begini, sebenarnya berita kemarin yang menyeruak mengganggu sekaligus menguntungkan di lain sisi. Mengganggu karena tentu saja kalian mungkin di cap aneh tapi, asal kau tahu saja Junmyeon-ssi.. fujoshi sudah terlalu banyak dan kau dan Lay yang awalnya hanya dianggap sebagai pengganggu hubungan KrisTao dan KaiSoo kini bersatu! Aku mungkin akan mengusahakan momen-momen kalian dan mungkin akan mengusahakan untuk membuatkan lagu untuk kalian."

"NE?" jerit Suho kaget. "Santai saja Junmyeon-ssi," Suho menutup mulutnya yang sempat melebar. "J-jadi aku tidak akan dipecat dari EXO? Tidak akan diturunkan dari jabatan leader?"

"Kenapa pikiranmu jauh sekali, tidak-tidak. Exo masih kekanakan, kalau hanya ada satu leader seperti Kris mereka tidak akan jadi penurut. Kalau mengganti leader jadi BaekYeol mereka lebih kekanakan, dan Kyungsoo ia kurang ke-bapak-an. Lagipula kalian belum comeback masa aku sudah memecatmu? Ckckck, dan bilang pada anak-anak itu untuk pergi ke salon dan merubah penampilan. Syuting MV Wolf dua minggu lagi,"

"Oh my Krisus..."

END

Ini re-post ff ini ya. Gatau kenapa di hapus sama pihak ffn ;A; dan kabar bahagianya EXO COMEBACK ;A; asal readersdeul tau, dulu pas aku nulis ff ini tiga bulan lebih yang lalu... Exo belum jelas mau comeback kapan, eh pas EXO comeback beneran aku langsung berniat post ff ini dan rubah beberapa part. Soalnya sebelumnya ada rumor kalau Lay sama Suho bakal nyanyi lagu yang sama kan. Finally mereka punya part nyanyi._.v tapi Cuma rumor T~T