A Fanfiction Naruto

Friend

By Oshin

Disclaimer:Masashi Kishimoto

Genre:Romance, Friendship

Rated:T

Pair:NaruHina, ShikaTema, SasuSaku, SaiIno

Warning:Typo, GaJe, Abal, Alay, OOC

.


.

Chapter 2 : New Student

lanjutan chapter 2 nya^^
selamat membaca^^

.

.

.

Hinata melangkahkan kakinya dengan malas. Peluh keringat berjatuhan dari keningnya. Nafasnya tersengal-sengal. Ia dengan malas masuk ke dalam gerbang yang merupakan pintu masuk utama menuju sekolahnya Konoha Internasional School.

"Hinata-chan!" panggil seorang gadis berambut soft pink sebahu. Hinata menolehkan kepalanya dengan malas.

"Ah Sakura-chan, ada apa?" sahut Hinata. Si gadis bernama Sakura menatap heran pada Hinata. Inikan masih pagi tapi kenapa Hinata-chan terlihat sangat kelelahan? apa dia habis berlari marathon? ya begitulah kira-kira yang Sakura pikirkan saat melihat Hinata.

"Eng Hinata-chan, kenapa kau seperti itu?" tanya Sakura.

"Eng?" Hinata menaikkan sebelah alisnya. Tak mengerti maksud Sakura.

"Maksudku kenapa kau sampai berkeringat begitu?" tanya Sakura.

Hinata pun melihat tubuhnya.

"Aaa, tadi aku ketinggalan bus, jadi aku berlari dari halte kesini." jawab Hinata.

"Oh begitu. Ya sudah, ayo ke kelas." ajak Sakura. Hinata mengangguk dan berjalan ke kelas bersama Sakura.

"Hey! Hinata-chan! Sakura-chan!" teriak seorang gadis berambut pirang berkuncir empat. Hinata dan Sakura berhenti berjalan dan menoleh kesamping. Mereka mendapati gadis yang tadi memanggil mereka tengah berlari.

"Hosh..hosh..kalian tega sekali tidak menunggu aku." ujar gadis itu dengan nafas tersengal-sengal.

"Ah, gomen Temari-chan." kata Sakura.

"Hosh..hosh..hosh..aku capek sekali." ujarnya sembari mengibas-ngibaskan kedua tangannya di depan wajah.

"Biasanya kan kau berangkat bersama si Nanas Pemalas itu." kata Sakura.

"Ah, Shikamaru masih tidur saat aku berangkat. Dan Bibi Yoshino menyuruh aku berangkat duluan saja." jelas gadis itu-Temari.

"Oh begitu ya."

"Ah iya Temari-chan." ujar Hinata tiba-tiba.

"Kenapa?" sahut Temari menatap Hinata.

"Kau kan sudah tiga minggu tinggal di rumah Shikamaru-kun, memang orangtuamu tidak marah ya?" tanya Hinata pada gadis berambut pirang itu.

"Mereka tidak ada masalah, lagipula disana ada Bibi Yoshino dan juga." jawab Temari. Ya, Temari memang tinggal di rumah kekasihnya yang bernama Nara Shikamaru. Tapi ia tinggal di sana karena memiliki alasan yang kuat. Sebenarnya ia berasal dari Suna, namun ia harus pindah ke Konoha City karena mendapat beasiswa di KIS. Karena tidak punya saudara di Konoha maka ia memutuskan untuk tinggal di rumah kekasihnya itu

"Wah, asik sekali kalau bisa begitu." ujar Sakura.

"Ya. Kalau begitu ayo masuk kelas." ajak Hinata.

"Ayo." sahut Temari dan Sakura bersamaan.

.

.

.

Ketiga gadis cantik itu tengah berbincang-bincang di dalam kelas. Entah apa yang tengah mereka bicarakan tapi kelihatannya sangat seru.

"Astaga jika kalian melihat wajah Shikamaru saat dimarahi Bibi Yoshino pasti kalian tak akan bisa berhenti tertawa..ha..ha..ha.." kata Temari.

Aish, sepertinya gadis ini sangat suka menceritakan keburukan kekasihnya. Sungguh tak patut untuk ditiru.

"Dibanding melihat wajah Shikamaru-mu itu aku jauh lebih suka melihat wajah Sasuke-kun." kata Sakura.

"Hah, Sasuke, maksudmu pemuda ayam dari sekolah sebelah?" tanya Temari.

"Heh, maksudmu itu apa?! Dia itu murid paling tampan di sekolahnya tau!" kata Sakura tak terima. Bagaimanapun ia tidak suka ada yang menghina 'gebetan'nya.

"Tampan? Yang benar saja? Rambutnya aneh begitu." kata Temari.

"Dia memang tampan."

"Seperti aya-..."

"Ohayou Minna~" ucap seorang gadis berambut ponytail. Ia tengah mengandeng seorang pemuda berkulit pucat. Ketiga gadis itu langsung menoleh kearah pintu dimana si gadis dan si pemuda tengah berdiri.

"Baru datang kau Ino?" tanya Sakura menatap bosan pada si gadis ponytail yang ia panggil Ino itu.

"Gomen, tadi aku dan Sai-kun pergi ke kantin." jawab gadis itu-Ino.

"Ino-chan, aku pergi ke kelasku dulu ya." kata pemuda di samping Ino.

"Iya Sai-kun. Nanti saat jam istirahat temui aku di taman belakang." kata Ino.

"Iya." jawab Sai. Pemuda bernama Sai itupun pergi meninggalkan kelas tempat Ino.

"Hah, kalian sedang membicarakan apa?" tanya Ino menghampiri ketiga gadis yang ada di tempat duduknya masing-masing.

"Tidak ada." jawab Sakura.

"Hey Jidat, jangan bohong! Tadi dari luar kelas aku jelas mendengar Temari-chan tertawa." kata gadis itu.

"Oh itu, tadi aku sedang bercerita tentang Shikamaru." kata Temari.

"Oh begitu." .

.

.

.

Seorang wanita cantik berambut hitam tengah berjalan di lorong sekolah. Ia membawa beberapa buku di tangannya. Saat sampai di depan pintu, ia langsung masuk ke dalam ruangan itu. "Ohayou." sapanya pada seluruh penghuni di dalam ruangan itu.

"Ohayou Kurinai-sensei." sahut seluruh penghuni kelas.

"Hari ini kita akan kedatangan murid baru." kata Kurenai.

"Memangnya pindahan dari mana Sensei?" tanya seorang pemuda berkacamata.

"Dari London." jawab Kurenai.

"Ayo Namikaze-san silahkan masuk." ucap Kurenai menoleh ke arah pintu luar. Hinata yang mendengar nama Namikaze langsung mengangkat kepalanya. Menanti orang yang baru saja Kurenai panggil. Dan tepat saat orang yang dipanggil Kurenai masuk ke dalam kelas itu Hinata langsung berdiri dari kursinya.

"Naruto-kun!" ucapnya menunjuk pemuda berambut pirang yang ada di depan kelas.

"Eh? Hinata-chan." kata Naruto.

Seluruh orang yang ada di kelas itu menatap Naruto dan Hinata dengan tatapan yang tak dapat diartikan.

"Kau mengenal Namikaze-san?" tanya Kurenai menatap Hinata.

"Y-ya begitulah Sensei." ujar Hinata yang kini sudah kembali duduk di kursinya.

"Oh. Kalau begitu Namikaze-san kau nanti bisa duduk bersama Hyuuga-san, kebetulan teman satu bangkunya tidak masuk." jelas Kurenai.

"Ha'i Sensei." sahut Naruto.

"Tapi sekarang tolong perkenalkan dirimu." suruh Kurenai.

"Ha'i. Ohayou Minna, Atashi no namae wa Namikaze Naruto, yoroshiku ne." ucap Naruto memperkenalkan diri.

"Wah, dia keren."

"Dia sangat tampan."

"Aku harus menjadi kekasihnya." Begitulah bisik-bisik antar murid perempuan di kelas itu saat melihat Naruto.

"Baiklah, kau boleh duduk." ucap Kurenai. Naruto pun berjalan menuju tempat duduk Hinata. Ia langsung duduk di samping Hinata.

"Kau pindah kesini?" tanya Hinata.

"Iya." jawab Naruto.

"Kenapa kau tidak bilang?" tanya Hinata.

"Mana aku tau kau sekolah disini." ujar Naruto.

"Tap-..."

"Ehem! Hyuuga-san, Namikaze-san, kalau mau mengobrol nanti saja. Ini waktunya pelajaran." ujar Kurenai menatap tajam kearah Hinata dan Naruto. Hinata pun dengan cepat menoleh ke depan.

"Eng, gomen Kurenai-sensei." Kurenai pun hanya mengelengkan kepalanya menatap kepada dua muridnya itu.

.

.

.

Saat jam istirahat, Hinata dan Naruto memilih untuk tetap berada di dalam kelas. Itu karena ada beberapa hal yang ingin Hinata tanyakan pada Naruto.

"Kenapa kau tidak bilang kau pindah kesini?" tanya Hinata.

"Aku kan tidak tau kau pindah kesini." jawab Naruto.

Tiba-tiba Sakura, Temari, dan Ino datang menghampiri keduanya. "Hinata-chan?" panggil Sakura. Hinata pun menoleh, ia terkejut karena ketiga temannya tengah disini.

"Ya? Ada apa?" sahutnya.

"Eh, ano..eto..bisakah kau kenalkan kami pada Namikaze-san?" tanya Sakura.

"Bukannya tadi dia sudah berkenalan?"

"Tapi kan..."

"Hah..baiklah.." ujar Hinata. Ia lalu menoleh pada Naruto.

"Naruto-kun kenalkan mereka bertiga adalah sahabatku."

Naruto hanya diam dan menoleh kearah Sakura, Ino, juga Temari.

"Yang berambut pink bernama Sakura, yang berambut pirang panjang adalah Ino, dan yang berkuncir empat adalah Temari." lanjut Hinata.

"Salam kenal Namikaze-san." ucap ketiga gadis itu bersamaan.

"Ah ya, panggil saja aku Naruto." kata Naruto.

"Hinata-chan, bagaimana bisa kau mengenal Naruto?" tanya Sakura.

"Oh itu..kemarin dia baru saja pindah ke rumah mewah yang ada di depan rumahku itu." jawab Hinata.

"Oh begitu." gumam Sakura.

"Ya sudah, aku pergi dulu ya bersama Naruto-kun." ujar Hinata berdiri dari kursinya dan diikuti oleh Naruto.

"Mau kemana?" tanya Temari.

"Berkeliling." jawab Hinata.

.

.

.

"Nah, ini adalah UKS," jelas Hinata. Kini ia tengah menunjukkan beberapa ruangan yang ada di sekolahnya pada Naruto. Namun sepertinya dari tadi pemuda itu tidak mendengar penjelasan Hinata dan justru tengah asik memandangi wajah Hinata. Hinata menoleh.

"Apa kau mengerti Naruto-kun?"

"Eh?" Naruto segera memalingkan wajahnya.

"Ah iya, UKS kan?" sahut Naruto.

"Ya, benar sekali." Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan untuk berkeliling sekolah itu. Dan tanpa sengaja di koridor mereka bertemu seorang siswa berambut 'nanas'.

"Hoaam~ kau bersama siapa Hinata?" tanya siswa itu sembari menguap.

"Ah, Shikamaru-kun bukankah tadi dia sudah memperkenalkan diri di kelas." ujar Hinata heran. Siswa yan dipanggil Shikamaru itu hanya diam sembari menguap.

"Benarkah? Aku tidak tau." kata pemuda itu membuat Hinata sweatdrop di tempat.

"Dia ini Naruto-kun, pindahan dari London." kata Hinata.

"Oh, hai Naruto aku Shikamaru..hoam~" ujar pemuda itu sembari menguap-lagi.

"Hai."

"Kalau begitu aku pergi dulu." ujar Shikamaru meninggalkan NaruHina.

"Ya."

"Astaga, pasti dia murid paling bodoh di kelas kita. Iyakan Hinata?" tanya Naruto setelah Shikamaru tak terlihat.

"Kau sangat salah Naruto-kun." jawab Hinata.

"Maksudmu?"

"Dia murid paling pintar di kelas kita, bahkan di seluruh sekolah." jelas Hinata.

"Eh?"

"Dia pernah menang dalam olimpiade Sains." ujar Hinata.

"Tapi perilakunya sangat tidak meyakinkan jika dia adalah murid terpintar." ujar Naruto.

"Ya, Shikamaru-kun memang begitu." ujar Hinata.

"Dan satu lagi dia pacarnya Temari-chan." lanjut Hinata.

"Oh." .

.

.

.

Karena pelajaran sudah selesai maka seluruh siswa bisa pulang kerumah masing-masing. Dan kini Naruto, Hinata, dan Sakura tengah berada di parkiran. Kenapa mereka hanya bertiga? Itu karena Temari dan Ino sudah pulang bersama kekasih mereka. Tiba-tiba sebuah motor sport berwarna biru dongker datang menghampiri mereka. Tentu saja dengan orang yang mengendarainya.

"Sakura!" teriak si pengendara. Seorang pemuda tampan berambut raven bermata onyx. "Tunggu Sasuke-kun!" teriak Sakura.

"Naruto, Hinata aku duluan ya," ucapnya saat sudah berada di atas motor itu.

"Ya." sahut Hinata. Hah, kini tinggal mereka berdua.

"Mau pulang bersamaku?" tawar Naruto.

"Kenapa tidak bilang daritadi." ujar Hinata.

"Kalau begitu aku ambil motor dulu."

Naruto pun berjalan meninggalkan Hinata guna mengambil motornya. Tak lama ia kembali dengan menaiki motor sport warna oranye.

"Ayo naik." suruhnya pada Hinata.

"Iya." sahut Hinata naik ke atas motor Naruto. Dan dengan cepat mereka meninggalkan area sekolah.

.

.

.

"Heh Sakura, siapa pemuda tadi?" tanya Sasuke.

"Pemuda? Pemuda yang mana Sasuke-kun?"

"Yang tadi bersama kau dan Hinata."

"Itu Naruto."

"Siapa?" tanya Sasuke.

"Pindahan dari London." jawab Sakura.

"Kapan-kapan kenalkan aku padanya." ujar Sasuke.

"Iya."

TBC~


tunggu chapter selanjutnya ya^^

Oshin