"Shi"

By:Hikary_Cresenti

Disclaimer:Bleach punya Tite Kubo

Rated:T

Warning:OOC!Gaje!Typo(s),EYd(s)

Terinspirasi dari Fic Tiga belas by ShErApHiM AkA LuCiFeR

Enjoy My Fic

.

.

.

The Story Of Me (Hisagi Shuuhei story)

Aku Hisagi Shuuhei, doktor di Rumah sakit karakura. Tugasku disini adalah menangani anak-anak atau lebih tepatnya aku ini dokter specialust anak-anak.

Disini aku bekerja dengan sahabatku Kurosaki Ichigo dan Rumah Sakit Karakura ini milik ayahnya, Isshin Kurosaki.

Tapi aku tidak kusangka malam itu aku kehilangan semuanya.

Hari itu Kamis tanggal 13, pukul 11 malam. Aku tidak pernah mendapat firasat buruk apapun. Tepat saat aku akan meninggalkan rumah sakit muncul seorang wanita yang menggendong anaknya.

"Bu, anaknya kenapa?"tanyaku

"Ini Dok, sudah seminggu demamnya tidak turun-turun juga"ujar wanita itu.

"Hm... baiklah,"ujarku lalu mengendong anak kecil itu dan membaringkannya di tempat tidur. Ku raih stetoskop dan ku periksa denyut jantungnya,tapi tidak terdengar apapun. Ku periksa ulang kali ini ku raih lengannya dan kembali ku periksa denyut nadinya namun nihil. Aku tidak tau harus ngomong apa. Ahirnya setelah beberapa saat segera ku lepas stetoskopku.

"Bagaimana Dok?"tanya wanita itu

"Maaf bu. Anak ibu sudah meninggal,"ujarku lagi

"Tidak! itu tidak benar! kata dukun dia masih hidup!"teriak wanita itu histeris

"Maaf bu. Tapi itu kenyataannya. Anak ibu telah meninggal 2 hari yang lalu,"ujarku lagi

"Kau membunuhnya! akan ku tuntut kau atas tuduhan malpraktek!"teriak wanita utu lagi. Lalu keluar dari ruanganku.

"Bu, tunggu dulu,"ujarku seraya menyusul wanita itu lagi

"Lepaskan! akan ku laporkan kau ke pihak rumah sakit ini!"teruak ibu itu lagi

"Tunggu dulu Bu. Anak ibu memang sudah meningg-"

"Kau bohong! anakku masih hidup!"teriak ibu itu lagi

"Ada apa Shu?"tanya seorang pria berambut jabrik orange

"Ichi, ini ada ibu yang anaknya meninggal dan dia-"

"Tidak!anakku masih hidup! Dia membunuhnya! Hukum dia seberat-beratnya!"teriak wanita itu lagi

"Tunggu dulu bu, tapi kami tidak bisa menerima tuduhan ibu tanpa bukti,"ujar pria berambut orange itu lagi, Ichigo Kurosaki.

"Tidak! Dia pembunuh! Pembunuh!"teriak wanita itu lagi

"Baiklah. Saya akan keluar dari Rumah Sakit ini jika itu membuat ibu puas,"ujarku lagi

"Ta-tapi Shu... "

"Sudahlah. Tenang saja Ichi,"ujarku lalu melangkah ke ruanganku yang berada di lantai 4 nomor 4. Angka sial bagi para orang-orang Tetraphobia. Tapi itu hanya mitos. Ku rapikan meja kerjaku dan tiba-tiba tanpa ku sadari seseorang telah masuk ke ruangan kerjaku. Wanita tadi.

"Ada apa Bu?"tanyaku bimgung

"... Pembunuh!"teriak wanita itu lagi seraya mengacungkan pisau yang entah dari mana.

"Bu... tenang dul-"

"Nyawa harus dibalas!"teriak wanita itu lagi

Dan tanpa sadar pisau tersebut menembus tubuhku.

"Ugh... "rintihku seraya berusaha mencabut pisau di perutku itu.

Kesadaranku mulai menghilang dan semuanya gelap.

Sejak saat itu aku terus terperangkap di ruangan nomor 4 ini. Mungkin perasaan bersalah terus menghantuiku. Hingga sekarang setelah seorang anak yang berhasil sembuh, aku bisa pergi dengan tenang. Tidak ada beban yang mengganjalku lagi. Kini semua sudah selesai.

The End

Oke! Minna Thanks A lot for the review and following or Fave this story.

Saatnya untuk balas Review:

Yuzuna Yukitou: Hehe jadi apa Koidnya terjun dari Menara Tokyo kah?hehe thanks for Review

ShErApHiM AkA LuCiFeR: hehe wah... jangan jadi takut. Ini hanya cerita belaka kog. Just Fiction. Thanks for review

Chooteshia Yori: Hehe kalau endingnya ikutan seram ntar saya jadi penyebar virus Tetra phobia(Takut pada nomor 4) dong?

Ini Uki loh: Makasih banyak atas Reviewnya Senpai. Di chapter ini di jelaskan. Moga senpai nggak bingung dengan penjelasan cerita saya yang rada-rada Gaje hehe. Thanks A lot.

Still mind to Rnr?