Author : Vicya Merry
Genre : Sad, Family, Brothership
Leght : Chapter
Rating : G
Cast : Cho Kyuhyun, Park Jungsoo, Lee Donghae, Shin Jongmin, Lee Yura, Lee Jungwoo
Disclaimer : Kyuhyun, Donghae, Jungsoo adalah milik dirinya sendiri, kelurganya dan manajemennya. Author hanya meminjamnya untuk keperluan cerita. Plot, alur dan OC adalah milik author. So, don't copy paste.
Happy reading,,
Sebelumnya
Jungsoo tahu betul bagaimana hidup yang Kyuhyun jalani selama ini sebelum bertemu dengannya. Bahkan butuh waktu 2 tahun baginya membuat kyuhyun seperti sekarang. Jungsoo bersyukur Kyuhyun mau terbuka padanya, tapi ia tahu betul ada luka yang masih Kyuhyun pendam dalam dirinya. Namun Jungsoo tak pernah memaksa Kyuhyun sedikitpun, ia hanya ingin Kyuhyun merasa nyaman dengannya dan bisa merasakan kebahagiaan seutuhnya.
Kyuhyun masih menangis dalam pelukan Jungsoo, namun hanya tinggal isakan kecil saja.
"Appa, Mianhae, aku belum bisa memberitahukan segalanya padamu, aku masih belum siap" batin Kyuhyun.
Selanjutnya
Donghae tiba di rumahnya, ia disambut oleh ibunya dengan senyuman. Donghae pun membalas senyuman itu dan langsung memeluk ibunya.
"Eomma, aku benar-benar merindukanmu, merindukan masakanmu, merindukan senyumanmu bahkan juga omelan di pagi hari, aku merindukan segala tentangmu" ucap Donghae dipelukan ibunya.
"Ne, eomma tahu, maka dari itu eomma sudah menyiapkan makanan kesukaanmu, ayo cepat kau ganti bajumu dan kita makan" tanggap ibunya melepaskan pelukan Donghae.
"Tapi aku masih ingin berlama-lama memeluk eomma, rasanya sudah sangat lama tidak berjumpa dengan eomma-ku yang cantik ini" goda Donghae.
"Ya! Kau berusaha menggoda eomma eoh? Ayo cepat mandi sana, apa perlu eomma memukulmu?" ucap ibu donghae yang bersiap memukul Donghae. Melihat itu Donghae langsung berlari ke kamarnya.
"Aniyo, baiklah aku mandi" ucap Donghae sambil berlari.
"Dasar anak itu, sudah dewasa tapi masih saja seperti anak-anak" ucap ibu Donghae sambil tersenyum.
Saat tiba di kamarnya, Donghae duduk di kasur miliknya. Ia Nampak sedang memikirkan sesuatu.
"Aku tidak bisa terus begini, kenapa ia sulit sekali untuk didekati? Ini bahkan sudah hampir 2 tahun aku mengenalnya, tapi Kyuhyun masih saja menutup dirinya padaku. Ia tidak pernah sekalipun berbagi cerita denganku soal apapun, padahal aku selalu bercerita segala hal padanya. Belakangan ini juga ia tampak sering melamun. Kenapa sulit sekali membuatnya terbuka padaku? Kyuhyun adalah satu-satunya orang yang belum dapat aku mengerti hingga kini" monolog Donghae.
"Aish, Jinja, ini membuatku pusing" gerutu Donghae sambil mengacak rambutnya. Donghae pun akhirnya lebih memilih untuk berhenti memikirkan hal itu dan beranjak mandi dan bersipa-siap.
- BFA -
Saat Kyuhyun selalu menunggu ibunya di taman itu, ada seseorang yang berinisiatif untuk membawa Kyuhyun ke sebuah panti asuhan. Selama disana, Kyuhyun selalu percaya bahwa ibunya akan menjemputnya, setiap hari ia terus saja menunggu di taman itu. Kyuhyun yakin bahwa ibunya tidak meninggalkannya. Ibunya hanya mempunyai keperluan yang sangat penting, jika semua urusannya telah selesai maka ibunya akan menjemput Kyuhyun segera.
Siang itu, Kyuhyun kembali ke taman bermain tempat ibunya meninggalkannya, ia terus memperhatikan setiap orang yang lewat, ia berharap salah seorang yang datang ke taman itu adalah ibunya. Saat itu juga ada beberapa teman Kyuhyun yang juga tengah berada disana, mereka menghampiri Kyuhyun.
"Kau masih melakukannya?aku tidak menyangka bahwa kau masih berharap ibumu akan kembali. Kau hanya sia-sia datang kemari" ucap teman Kyuhyun bernama Dong Min.
"Kenapa kau bodoh sekali Kyu? Kau percaya bahwa ibumu akan menjemputmu? Dia sudah membuangmu dan dia pasti sudah lupa pada dirimu. Ibumu tidak akan pernah menemuimu. Ingat itu" ucap teman Kyuhyun yang lainnya.
Namun Kyuhyun hanya diam saja tidak menganggapi ucapan mereka. Karena merasa tidak dipedulikan, akhirnya teman-temannya pergi meninggalkan Kyuhyun sendirian.
"Sudahlah, lebih baik kita tinggalkan saja dia disini, dia tidak akan mempercayai kita, ayo kita pergi"ucap Dong Min mengajak temannya untuk pergi.
Kyuhyun yang melihat kepergian teman-temannya hanya memandang mereka . Namun nampak setetes air mata keluar dari sudut matanya. Ia dengan segera menghapusnya dan kembali focus pada kegiatan awalnya –mengamati setiap orang-.
Sudah 6 bulan lamanya Kyuhyun tinggal di panti asuhan itu, lama kelamaan kepercayaan Kyuhyun akan ibunya menghilang. Kyuhyun mulai menyadari apa yang dikatakan teman-temannya selama ini benar, bahwa ia telah dilupakan dan ditinggalkan.
Setelah menyadari hal itu, Kyuhyun masih saja tidak ingin diadopsi, ia lebih memilih menyendiri saat ada orang tua yang mengadopsi seorang anak. Hingga suatu hari ada sebuah keluarga yang mengunjungi panti, Kyuhyun mau tak mau berkumpul bersama teman-temannya. Saat itu keluarga Cho datang ke panti asuhan itu ingin mengadopsi seorang anak karena selama 6 tahun pernikahan mereka, mereka belum juga memiliki keturunan. Mereka percaya jika mengadopsi seorang anak maka mereka akan cepat memiliki keturunan.
Nyonya Cho kemudian melihat semua anak yang ada dipanti asuhan itu satu per satu, sedangkan Kyuhyun ia hanya berdiri disana dengan malas. Saat nyonya Cho melihat kyuhyun, ia merasa tertarik dan menghampirinya.
"Siapa namamu nak? berapa umurmu?tanya nyonya Cho. Kyuhyun yang tadinya terlihat enggan terkejut dengan pertanyaan itu. Iapun berusaha bersikap sopan.
"Ahn Kyuhyun imnida,umurku 7 tahun" ucap kyuhyun sopan. Kyuhyun bersikap sopan meski ia tidak terlalu tertarik berada disana, ia ingat pesan Eomma-nya bahwa bagaimana pun Kyuhyun harus selalu bersikap sopan pada orang yang lebih tua, tiba-tiba saja Kyuhyun menitikkan air mata karena kembali mengingat Eomma-nya. Hal itu membuat nyonya Cho bingung.
"Gwaenchana, Kyuhyun-ah?kenapa tiba-tiba menangis? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? nyonya Cho bertanya khawatir. "Aniyo, Gwaenchana" jawab Kyuhyun berusaha menghapus air matanya. Melihat Kyuhyun yang tiba-tiba menangis nyonya Cho memeluk Kyuhyun dengan penuh kasih sayang.
Sejak saat itu Kyuhyun pun akhirnya diadopsi oleh keluarga Cho. Awal Kyuhyun tinggal di rumah keluarga Cho ia masih saja pendiam dan tidak banyak berbicara, lalu seiring berjalannya waktu Kyuhyun mulai membuka dirinya untuk menerima keluarga Cho sebagai kelurga barunya.
Nyonya dan tuan Cho sangat menyayangi Kyuhyun, mereka selalu menganggap Kyuhyun adalah anak kandung mereka sendiri. Bahkan kini setelah satu tahun tinggal bersama Kyuhyun menjadi anak yang ceria dan juga sangat manja pada kedua orang tuanya. Namun walau begitu Kyuhyun tetaplah anak yang baik dan sopan dan juga merupakan murid yang cerdas di sekolahnya. Hal ini semakin membuat keluarga Cho menyayangi Kyuhyun.
- BFA -
Jungsoo tiba di sebuah restoran untuk bertemu dengan seorang teman lama. Mereka asyik berbincang dan kemudian temannya ada urusan sehingga harus pergi dahulu. Saat akan keluar dari restoran itu tidak sengaja Jungsoo bertabrakan dengan seorang yeoja paruh baya.
"Jeongsohamnida aku tidak melihat jalan" ucap yeoja tersebut sambil membungkuk
" Ne, aku juga salah, Lee Yura?" sahut Jungsoo terkejut. Yeoja yang dipanggil Yura itupun menoleh dan sama terkejutnya dengan Jungsoo.
"Park Jungsoo?"
"Wah aku tidak menyangka kita akan bertemu disini, bagaimana kalau kita duduk dahulu" ucap Jungsoo.
Setelah mereka duduk dan memesan makanan pada pelayan, mereka berbincang sambil menunggu pesanan tiba.
"Bagaimana kabarmu Yura? kau tetap tampak seperti 8 tahun lalu" canda Jungsoo.
"Ah, kau bisa saja Jungsoo-ah, aku baik-baik saja, kau juga tampak baik, apa sangat menyenangkan menjadi dokter hingga kau tampak makin muda?" goda Yura.
"Itu mungkin saja, tapi ini juga karena aku merasa lebih bahagia sekarang" ucap Jungsoo sambil tersenyum.
" Apa aku ketinggalan berita? Apa kau menikah lagi? Kenapa kau tak mengundangku?" tuntut Yura.
"Ya! Ini bukan seperti itu, aku sangat mencintai mendiang istriku, ini karena aku mempunyai seorang anak Yura-ya"
"Jinja?"
"Aku mengangkatnya menjadi anakku sejak 7 tahun lalu, ia anak yang baik, sopan dan aku benar-benar menyayanginya. Sejak saat itu aku merasa kembali mempunyai tujuan dalam hidup"
" Mendengar ini aku jadi ingin bertemu dengannya, ia pasti sangat berharga bagimu, kapan-kapan kau harus memperkenalkannya padaku Jungsoo-ah"
Tak berapa lama, pesanan merekapun tiba.
"Ne, terimakasih" ucap Jungsoo pada pelayan.
"Pasti aku pasti akan mengenalkannya padamu, ngomong-ngomong bagaimana keadaan Donghae, pasti sekarang dia sudah besar dan sangat tampan"
"Tentu saja, dia tampan seperti ayahnya dan juga sangat manja, tapi dia sudah sangat sibuk di rumah sakit hingga jarang di rumah" timpal Yura.
"Donghae seorang dokter?" ucap Jungsoo terkejut
" Ne, dia sudah bekerja sejak 2 tahun lalu" ucap Yura semangat.
" Donghae memang menuruni bakat ayahnya, ia pasti menjadi dokter yang baik" puji Jungsoo
" kau juga merupakan dokter yang baik, Jungsoo-ah, sepertinya aku harus pamit dahulu Jungsoo-ya, masih ada keperluan yang harus aku selesaikan" ucap Yura sambil melihat jam di tangannnya.
" Baiklah, senang bisa berjumpa denganmu lagi, kapan-kapan kita bisa mengobrol kembali kan?"
"Tentu saja, kau juga bisa mampir ke rumah untuk bertemu dengan Donghae dan Jung Woo, jangan lupa kau juga bawa anakmu"
"Ne, Kapan-kapan aku akan mampir kesana" ucap Jungsoo. Yura pun pergi meninggalkasn restoran.
- BFA -
Saat Yura sedang berjalan menuju halte bis, tak berapa lama ada seorang yang memanggilnya
"Lee Yura-ssi" ucap seorang namja. Yura yang merasa namanya di panggil menoleh dan terkejut melihat orang yang memanggilnya
"Neo?"
TBC
Maaf chapter ini masih sedikit, moga chapter depan lebih banyak dan di chapter ini kalian tahu cerita masa lalu Kyuhyun. Ayo yang udah baca, jangan lupa komen ya, komentar kalian sangat berarti buat author. Jangan jadi silent reader. :)
