Title : Be Family, Again (4)
Author : Vicya
Leght : Chapter
Rating : PG - 15
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Park Jungsoo
Disclaimer : Kyuhyun, Donghae, Jungsoo adalah milik dirinya sendiri, kelurganya dan manajemennya. Author hanya meminjamnya untuk keperluan cerita. Plot, alur dan OC adalah milik author. So, don't plagiat
Happy Reading,
Kyuhyun yang telah sampai di rumahnya langsung bergegas menuju kamarnya dan langsung merebahkan dirinya di kasur single size miliknya. Ia kembali mengingat pertemuannya dengan Lee ajumma barusan
"Kenapa aku selalu mengingatnya? apa karena aku merasa bersalah padanya? Saat matanya melihatku, aku merasa aku terlindungi, saat dia berbicara aku merasa diperhatikan. Aish, apa yang aku pikirkan? kenapa aku merasa seperti itu?" Kyuhyun bermonolog sambil menerawang menatap langit-langit kamarnya.
Setelah itu, ia membuka lemari pakaiannya dan mengambil sebuah kotak kayu dan membawanya ke kasur. Ia membukanya dan mengeluarkan isi di didalamnya. Lama ia pandangi benda itu hingga sebuah ketukan pintu mengagetkannya.
Tok…tok…tok
"Kyu kau didalam? ayo kita makan malam bersama, Appa membelikan jajangmyeon kesukaanmu"
Kyuhyun yang mendengar itu langsung bergegas memasukkan benda itu kembali ke kotak kayu tersebut. iapun bergegas membukakan pintu kamarnya dan terlihat disana Jungsoo berdiri dengan tersenyum.
"Ne, appa" ucap Kyuhyun dan berjalan beriringan dengan Jungsoo
- BFA -
Bandara Incheon nampak ramai seperti biasanya, di pintu kedatangan nampak banyak penumpang yang telah selesai dengan urusannya dan bergegas untuk pergi ke tujuan mereka masing-masing. Nampak seorang yeoja paruh baya beserta seorang bocah laki-laki yang sedang dipegangnya keluar dari pintu kedatangan itu tengah mencari seseorang yang berada diluar pintu kedatangan. Tak lama seorang namja yang dicarinya menghampiri mereka..
"Yeobo, bagaimana liburanmu?" ucap seorang namja pada yeoja paruh baya itu
"Appa" panggil bocah tadi sambil memeluk appanya
"ne, bagaimana liburanmu Wonie-ah? Apa kau senang disana? Mianhae, appa tak bisa menemanimu dan eomma-mu" ucap namja tersebut sambil mensejajarkan tingginya dengan anaknya
" Liburannya menyenangkan, tapi lebih menyenangkan lagi bila ada appa dan hyung"
" Mianhae, appa sedang banyak pekerjaan disini, tapi bukankah masih ada eomma-mu, kakek dan nenek disana, kau pasti sangat suka disana, ya sudah ayo kita pulang, kau pasti lelah kan, mau appa gendong?" timpal namja itu. Sementara itu sang eomma nampak sedikit terkejut dengan perkataan bocah tersebut terlihat dari raut wajahnya yang berubah sendu.
" bolehkan eomma?" bocah itu memandang ibunya meminta persetujuan. Karena merasa dipanggil, yeoja itu segera merubah raut wajahnya
"chagi, bukankah kau sudah besar? Kasian appa bila harus menggendongmu,kau jalan dengan eomma saja ne" bujuk yeoja itu dan bocah laki-laki itu hanya menurut sedangkan ayahnya hanya tersenyum.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di rumah. Hyun Won nama bocah itu, ia telah masuk ke kamarnya untuk beristirahat sedangkan eomma dan appanya kini tengah duduk di ruang keluarga.
" Yeobo, kau dengar yang Hyun Won katakan tadi? Ternyata ia masih mengingatnya, padahal ia belum pernah sama sekali bertemu dengannya"
" Ne, aku rasa Hyun Won juga menyayangi Kyuhyun seperti kita menyayangi Kyuhyun, maafkan aku chagi, karena peristiwa itu kita jadi kehilangan Kyuhyun" raut wajah tuan Cho jadi berubah sendu
" Ani, itu bukan salahmu, dan bukan pula salah siapapun, mungkin ini ujian bagi kita untuk mengetahui seberapa besar kasih sayang kita pada Kyuhyun"
" tapi aku merasa bersalah, aku tahu kau masih sering merindukannya, terkadang kau menangis saat kau benar-benar merindukannya, kau selalu menyembunyikan semua itu tapi aku tahu apa yang kau rasakan chagi. Andai saja waktu itu kita membawa kyuhyun bersama kita, andai saja waktu itu kau tidak ikut denganku ke Amerika, andai saja waktu itu kita bisa pulang tepat waktu, andai saja…"
" hentikan, jangan menyalahkan dirimu lagi yeobo, yang terpenting sekarang adalah kita lebih giat dalam mencari keberadaan Kyuhyun, aku yakin ia kini sudah besar dan pasti sangat tampan" ucap nyonya Cho menghibur suaminya
" aku tidak tahu lagi harus melakukan apa, aku telah melukai kau, Hyun Won dan terutama Kyuhyun, dia pasti membenciku karena mengira kita meninggalkannya, dia pasti terluka sangat dalam karena merasa dicampakkan kembali, bagaimana bisa aku menebus kesalahanku padanya chagi?" tuan Cho menitikkan air matanya mengingat Kyuhyun, sementara nyonya Cho berusaha menenangkan suaminya.
" tenanglah yeobo, aku yakin kita pasti bisa bertemu kembali dengan Kyuhyun, kau percaya padaku kan? Karena semua orang di rumah ini mengunggunya untuk kembali"
Sementara itu, dibalik tangga rumah itu Hyun Won nampak menitikkan air matanya mendengar percakapan kedua orang tuanya, ia menjadi merasa bersalah karena kembali mengingatkan kedua orang tuanya akan hyung-nya.
" Pabbo, seharusnya kau tidak mengatakan itu tadi, lihat sekarang eomma dan appa jadi sedih kembali" ia menyalahkan dirinya yang salah bicara.
" Hyung, kau dimana sekarang? Pulanglah hyung, kau tahu hyung? semua orang menunggumu kembali dan aku sangat ingin bertemu denganmu, aku juga ingin bermain dengan hyung seperti teman-temanku yang bermain dengan hyung-nya, aku juga ingin memperkenalkan hyung kepada teman-temanku, aku harap hyung baik-baik saja" monolog Hyun Won.
- BFA -
Jungsoo nampak memasuki sebuah kamar bernuansa biru, ia menjelajahi kamar itu, nampak sederetan buku-buku kedokteran berjejer rapi di rak buku dan seseorang yang tengah bergulung dalam selimut hangatnya. Ia nampak tak terganggu dengan kedatangan Jungsoo atau bahkan ia tak menyadari bahwa Jungsoo ada disana. Ya, ini adalah kamar Kyuhyun. Tidak terlau banyak barang yang terdapat disini, hanya kasur single bed, rak buku, lemari pakaian, dan meja belajar. Saat Jungsoo tengah mengamati keadaan kamar Kyuhyun yang terang, penglihatannya teralih pada sebuah kotak kayu berbentuk persegi yang terdapat di meja nakas samping tempat tidur Kyuhyun. Ia baru pertama kali melihat kotak itu. Maka ia mengambil kotak itu lalu dibukanya dan terlihatlah sebuah kalung dengan bandul berbentuk kerang berwarna emas, saat ia melihatnya, nampak ukiran huruf "AY" dibelakang bandul kerang itu. Jungsoo tak ambil pusing dan menaruhnya kembali ke tempat semula.
" Apa kau sudah punya yeoja yang kau sukai Kyu? Dan "AY" itu inisialnya? Kenapa kau tak pernah memberitahu appa? Ternyata kau sangat romantis eoh? Dasar anak nakal" ucap Jungsoo tersenyum sambil mengelus kepala Kyuhyun yang masih terlelap. Setelah itu Jungsoo langsung keluar dari kamar Kyuhyun.
- BFA -
Kyuhyun nampak terduduk di salah satu bangku taman, ia tengah menikmati suasana sore itu yang tidak terlau ramai. Kyuhyun memang selalu datang ke taman ini saat ia senggang ataupun saat suasana hatinya buruk. Taman ini pun sangat pas dijadikan tempat melepas lelah. Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah sakit, namun jarang pengunjung yang mendatangi taman ini dan itu suatu keuntungan bagi kyuhyun karena ia tak terlalu menyukai keramaian.
Tiba-tiba ada seorang remaja laki-laki yang duduk disebelahnya. Kyuhyun hanya memperhatikannya sekilas namun ia sedikit terkejut melihat muka anak itu yang berdarah pada sudut bibirnya. Awalnya kyuhyun hanya bersikap cuek terhadap anak itu, namun karena saat ia melihat anak itu kembali dan kembali menemukan luka, nalurinya sebagai dokter membuatnya mengalihkan perhatian ke anak itu.
" Adik kecil, kau habis berkelahi?" ucap Kyuhyun langsung
" o…eh?" anak itu nampak terkejut dengan pertanyaan Kyuhyun barusan
"a…..aniyo" anak itu berusaha membantah
" benarkah? Tapi kenapa mukamu tampak seperti habis dipukul?"
" Ani, lagipula kenapa hyung ingin tahu?"
" Kalau kau tidak mengaku juga tidak apa-apa, aku hanya ingin bertanya saja karena aku melihat pelipis dan dan bibirmu terluka, baiklah aku tidak akan bertanya lagi"
Cukup lama keheningan mendera keduanya. Mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing. Anak itu yang nampak menundukkan kepalanya dan melihat rerumputan sedangkan kyuhyun menikmati pemandangan sore.
" Hyung, apa kau punya hyung? Anak itu tiba-tiba bertanya
"Wae? Kenapa kau menayakan itu?"
" aku punya hyung namun aku belum pernah melihatnya"
" Kenapa bisa begitu? Lalu darimana kau tahu kau punya hyung selama ini?
" aku tahu dari eomma dan appa, mereka juga memperlihatkan fotonya padaku, dia bukan hyung kandungku tapi eomma dan appa sangat menyayanginya"
" hyungmu adalah orang yang beruntung bahkan ia sangat disayang walau bukan anak kandung, lalu apakah kau juga menyayanginya kau kan belum pernah bertemu dengannnya"
" tentu saja aku menyayanginya hyung, dia kan hyung-ku, meskipun aku belum pernah bertemu tapi saat mendengar ceritanya dari eomma dan melihat fotonya aku jadi bisa tahu bagaimana dia dan aku sangat menyayanginya juga"
" lau dimana hyungmu sekarang?"
" aku tidak tahu, dulu dia pergi dari rumah karena sebuah kesalah pahaman" mata anak itu nampak berkaca-kaca"
" dan juga kenapa kau bercerita semua ini pada hyung? Kau tidak takut kalau ternyata hyung orang yang jahat?"
" entahlah, aku hanya merasa bisa bercerita pada hyung, aku yakin hyung bukan orang jahat, kalau hyung jahat pasti hyung sudah membawaku darisini sedari tadi bukan malah menemaniku disini" ucap anak itu polos
" kau ini ada-ada saja" ucap kyuhyun gemas dan mengusap rambut anak itu pelan
" oh iya, aku sampai lupa memperkenalkan namaku, namaku Cho Hyun Won, nama hyung siapa?"
" Kyuhyun"
"wah nama hyung sama seperti nama hyung-ku, apakah ini takdir?"
" mungkin hanya kebetulan saja, lagipula pasti banyak yang memiliki nama yang sama seperti hyung kan?"
" benar juga ya"
" Won-ah, jadi benar kau habis berkelahi?" Tanya kyuhyun serius
" Apa begitu terlihat?"
" tentu saja, lihat bibir dan pilipismu itu perlu diobati, bagaimana kalua hyung obati, kajja ikut hyung"
Mereka pun beranjak dari taman itu dan pergi menuju rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit mereka langsung menuju ke ruangan Kyuhyun, dengan cekatan kyuhyun mengobati luka Hyun Won.
"a….aw, hyung pelan-pelan"
" ini sudah pelan, tenang saja sebentar lagi selesai"
" cha, sudah selesai" Kyuhyuh merapikan alat-alat ynag ia pakai.
" Hyung dokter? wah daebak!" kagum Hyun Won lau ia beralih melihat jam di tangannya
"astaga sekarang sudah sore, hyung aku pulang dahulu, dan gomawo sudah mengobati lukaku"
"Ne" ucap Kyuhyun ramah
Tak berapa lama, Hyun Won kembali membuka pintu ruangan Kyuhyun.
" Hmmm….hyung" ucapnya ragu
" Ne" Kyuhyun berucap tanpa mengalihkan perhatiannya pda berkas pasien yang sedang dibacanya.
" apa lain kali aku bisa main kemari untuk menemuimu?" Tanya Hyun Won. Kyuhyun nampak masih focus pada berkasnya, Hyun Won pun berniat pergi.
" Won-ah, kau akan pergi? Aku bahkan belum menjawabnya"
" tak apa bila tak boleh hyung, aku rasa hyung sangat sibuk jadi aku tidak ingin mengganggu" ucap Hyun Won pelan
Kyuhyun menutup berkasnya dan beranjak menuju Hyun Won. Ia mengusap kepala Hyun Won lembut
" dasar, begitu saja marah, tentu saja kau boleh datang kemari kapanpun kau mau, hyung juga senang dapat bertemu denganmu" ucap Kyuhyun tulus
" Jinja? Gomawo hyung, kalau begitu sampai bertemu lagi hyung" Hyun Won langsung pergi dengan senyum merekah sementara Kyuhyun hanya tersenyum tipis melihat tingkahnya.
- BFA -
Hyun Won telah sampai di rumahnya, ia melihat ibunya yang sedang bersantai di ruang tengah. Hyun Won pun langsung memeluk ibunya senang.
" Aish chagi, kau mengejutkan eomma, kau sedang senang eoh? Astaga wajahmu kenapa?" raut nyonya Cho berubah khawatir saat melepas pelukan Hyun Won dan melihat luka di wajah Hyun Won
" Gwaenchana eomma"
" apa kau habis berkelahi? Kenapa sampai begini? Memang ada masalah apa sehingga kau berkelahi?" ucap nyonya Cho yang masih khawatir
" ini karena teman-temanku yang mengatakan aku berbohong bahwa aku memang mempunyai hyung, mereka terus menjelek-jelekan aku, karena kesal aku memukulnya dan kami berkelahi" jujur Hyun Won
" Aigo, lain kali kau tak perlu menanggapi mereka kau kan tahu yang sebenarnya, eomma tidak suka kau berkelahi, arraso?"
" Arraso eomma"
" lalu apa lukamu sudah diobati? Kalau belum sini eomma obati"
" sudah eomma, tadi aku bertemu seorang hyung dan dia juga yang mengobatiku, eomma tahu dia sangat baik dan dia ternyata seorang dokter"
" jadi karena itu kau senang? Eomma kira ada apa"
" bukan begitu eomma, aku senang karena dia sangat baik memperbolehkan aku mengunjunginya lain kali, aku merasa seperti punya hyung, dan yang lebih mengejutkan namanya juga kyuhyun eomma " ucap Hyun Won antusias
" jinja ? Eomma rasa hanya kebetulan saja won-ah, lagipula banyak yang memiliki nama kyuhyun"
" memang benar, hyung itu juga berkata begitu tadi"
" ya sudah sana ganti bajumu, mandi lalu turun untuk makan nde?
" ok eomma"
- BFA -
Kyuhyun tengah berjalan di lorong rumah sakit, ia nampak terburu-buru menuju sebuah ruangan. Saat telah sampai di ruangan yang dituju ia tak langsung masuk melainkan hanya terdiam di luar sambil memperhatikan keadaan di ruangan itu. Ruangan yang di perhatikannya adalah ruangan Donghae. Disana tampak Donghae sedang berbicara dengan pasiennya, jadi Kyuhyun menunggu hingga Donghae selesai. Tak lama kemudian, nampak seorang yeoja keluar dari ruangan Donghae dan Kyuhyun langsung masuk ke dalam.
" Eoh kyu, kau disini? Ada apa?"
" Hyung aku ingin meminta data pasien yang beberapa hari lalu ku berikan padamu"
" eoh itu, tunggu aku akan mencarinya sebentar"
Sementara Donghae mencari berkas yang diminta Kyuhyun. Kyuhyun duduk di bangku depan meja donghae sambil memperhatikan sekitar ruangan Donghae. Tiba- tiba pintu terbuka dan kyuhyun mengalihkan perhatiannya pada pintu itu
" ajummma?"
" neo?"
TBC
Akhirnya bisa juga update chapter 4, maaf ya kalau chapter ini lama publishnya, maaf juga kalau masih banyak typo bertebaran, moga kalian suka sama chapter ini dan jangan lupa reviewnya ya.
Makasih buat semua reader yang udah bersedia review di ff ini, jeongmal gomawo
