Title : Be Family, Again (6)
Author : Vicya
Leght : Chapter
Rating : PG - 15
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Park Jungsoo, Ahn Yura
Disclaimer : Kyuhyun, Donghae, Jungsoo adalah milik dirinya sendiri, kelurganya dan manajemennya. Author hanya meminjamnya untuk keperluan cerita. Plot, alur dan OC adalah milik author. So, don't plagiat
Happy Reading
Jungsoo dan Kyuhyun telah sampai di Ilsan tempat teman Jungsoo melakukan penyuluhan. Setelah tiba di hotel mereka bergegas ke tempat penyuluhan tersebut yang berada pada sebuah taman. Cukup banyak yang menghadiri acara tersebut, tampaknya masyarakat senang akan adanya penyuluhan ini. Mereka juga dapat mengecek kondisi kesehatan mereka dan itu membuat para dokter dan perawat yang datang senang walaupun mereka sedikit kerepotan. Saat kyuhyun telah selesai memeriksa seorang ajumma tanpa sengaja ajumma tersebut meninggalkan dompetnya disana. Dengan tergesa Kyuhyun mengejar ajumma tersebut yang telah sedikit jauh, kyuhyunpun berusaha berlari demi mengejarnya. Dan tiba-tiba saja dia menambak seorang yeoja paruh baya yang mengakibatkan yeoja tersebut jatuh. Dengan cepat kyuhyun berusaha membantu ajumma tersebut berdiri
"ajumma, neo gwaenchana?"
"ne, nan gwaenchana" ucap ajumma
"mari saya bantu" kyuhyun mengulurkan tangannya pada wanita itu
"ne" ajumma itu menyambut uluran tangan kyuhyun dan masih menunduk membersihkan bajunya yang sedikit terkena debu
"gomawo" ucap ajumma itu memandang kyuhyun
"n…." kyuhyun berhenti bicara saat ditatapnya wajah ajumma tersebut
"eomma…ini benar-benar eomma?" batin kyuhyun. Kyuhyun nampak berkaca-kaca dan masih terdiam
"kau tak apa? Apa kau juga terluka?" Tanya ajumma itu lagi namun kyuhyun masih saja terdiam.
"eomma masih cantik seperti dulu" batin kyuhyun kembali
Ajumma itupun melambaikan tangannya di depan wajah Kyuhyun. Tak lama kyuhyun sadar dari keterkejutannya.
"Ne, mianhae, saya tidak sengaja" ujar Kyuhyun
"tak apa, aku juga tadi terburu-buru jadi tidak memperhatikan jalan"
"sekali lagi saya minta maaf, saya permisi dahulu" ucap kyuhyun dan buru-buru pergi dari sana
"Ne" ajumma itu hanya tersenyum saja
"dia tampan dan baik, tapi mengapa saat melihatnya aku teringat akan kyuhyun? Pasti kyuhyun sudah sebesar itu sekarang" batin yeoja paruh baya tersebut dan berlalu
"eomma" panggil seorang bocah namja yang berjalan menghampiri yeoja tersebut
" kau disini? Kau kemana won-ah? Eomma daritadi mencarimu, kau kemana saja eoh?" tanya ajumma itu khawatir
"aku hanya pergi membeli ice cream disana eomma, mian membuat eomma khawatir"
" ne, lain kali jangan seperti ini lagi, kajja kita kembali, appa sudah lama menunggu"
"ne, eomma aku tadi melihat eomma terjatuh, apa eomma tak apa?"
" eomma baik-baik saja, kajja"
- BFA -
Kyuhyun kembali ke taman tempat penyuluhan tadi. Dia nampak berjalan dengan pndangan kosong.
"kenapa eomma ada disini, apa ia telah kembali dari Amerika? Lalu apa mereka masih mengingatku? Apa mereka merindukanku?aish…. apa yang kau pikirkan kyu, mana mungkin mereka merindukanmu, mereka sudah meninggalkanmu dahulu, pasti sekarang mereka sudah bahagia apalagi mereka sudah punya seorang anak, mana mungkin mereka merindukanmu sementara mereka punya anak kandung yang mereka inginkan sejak dahulu, sudahlah lupakan mereka, mereka bukan siapa—siapa bagimu sekarang kyuhyun"batin kyuhyun
"Kyu"
"…"
"Kyu"
"….." Kyuhyun masih berjalan tanpa menghiraukan panggilan tersebut
"Kyuhyun-ah" ucap orang tersebut menepuk bahu kyuhyun
"eoh..appa, kenapa mengejutkanku?"
"ada apa kyu, appa daritadi memanggilmu tapi kau tidak mendengar maka itu appa menepuk bahumu"
"jinja? Aku tidak mendengarnya tadi, mianhae"
"ada apa eoh? Kau tampak lesu, apa kau sakit?"
"ani, gwaenchana"
"benarkah? Baiklah appa percaya. Kalau begitu ayo kita kembali ke hotel untuk membersihkan diri, acaranya sudah selesai, setelah itu kita akan pergi bersama, bukankah itu tujuan kita?" Tanya jungsoo
"kajja appa" ucap kyuhyun merubah ekspresinya menjadi bersemangat
"anak ini cepat sekali merubah ekspresinya" batin jungsoo, iapun ikut tersenyum melihat tingkah kyuhyun.
- BFA -
Yura nampak duduk di sebuah restoran. Ia terlihat tengah menikmati makanan dan minuman yang dipesannya. Tiba-tiba ada seorang namja paruh baya yang menghampiri dan duduk di meja depan tempat duduknya.
"kenapa kau tidak mengaku pada suami dan anakmu bahwa anak kandungmu masih tinggal di negara ini?" ucap namja itu
"NEO!" ucap Yura terkejut
"aku hanya ingin kau sadar akan kesalahanmu, berapa lama lagi kau akan menyimpan rahasia ini? Dan berapa banyak lagi orang yang akan kau bohongi?" namja itu berucap tegas
"kenapa kau selalu saja menggangguku? Sebenarnya kau menginginkan uang bukan? Aku tahu bagaimana sulitnya hidupmu, aku akan berikan berapapun kau minta asal kau tak mengganguku lagi"
"biarpun hidupku tak sepertimu setidaknya aku mempunyai hati yang lebih baik daripadamu"
"apa kau bilang?"
"itu semua benar, aku kesini hanya untuk mengingatkanmu bahwa sepandai apapun kau menyimpan rahasia ini pasti akan ada saatnya semua ini diketahui orang lain, dan untuk itu sebelum dia mengetahui semua hal ini dari orang lain dan sebelum kau tak termaafkan lagi, sebaiknya kau mencari anakmu dan meminta maaf padanya, mungkin sekarang belum terlambat"
"tahu apa kau hah? Kau bahkan tak tahu apapun mengenai aku dan anakku"
"aku tahu bahkan sangat tahu, apalagi tentang kau yang tidak memperlakukannya dengan baik dahulu, kalau aku jadi dirinya aku pasti tidak akan memaafkanmu tapi dia berbeda. Maka sebelum semua kebohongan yang kau tanam semakin banyak dan menanamkan rasa sakit yang semakin besar, aku mohon me….."
"HENTIKAN!" ucap Yura terengah-engah
"terserah padamu saja, aku pergi" namja itu beranjak keluar restoran. Sementara Yura masih terduduk di bangkunya dengan pandangan kosong.
- BFA -
Tok…tok…tok….
"Kyu kau sudah siap?" panggil Jungsoo
"Ne appa, sebentar lagi" tak berapa lama Kyuhyun keluar dari kamar hotelnya dan mendapati Jungsoo tengah tersenyum padanya dan memberikan sebuah tiket.
"Mwo? Ap…appa kita akan pergi ke Jeju?" ucap Kyuhyun tak percaya
"ne, appa kira kita bisa berlibur kesana, ditambah suasana pantai sepertinya tepat untuk melepas penat dan kau juga ingin sekali kesana bukan?"
"tapi apa tak apa? bukankah appa akan kembali bekerja besok?"
"ani, appa mengambil cuti, appa juga sudah lama merencanakan ini tapi karena kita sibuk appa sempat melupakannya, bagaimana apa kau mau?"
"tentu saja, gomawo appa" ucap kyuhyun gembira sambil memeluk Jungsoo. Sementara Jungsoopun balas memeluk Kyuhyun dengan tersenyum lebar.
Setelah beberapa lama dalam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di pulau Jeju. Kyuhyun nampak terus menyunggingkan senyumnya selama perjalanannya ke pulau ini, bahkan saat masih di pesawat ia terus saja berceloteh tentang rencana liburan mereka kali ini dan Jungsoo sesekali tersenyum menanggapi antusiasme kyuhyun.
"appa ayo cepat, ternyata appa memang sudah tua eoh? Liat sekarang untuk berjalanpun appa sangat lama"
"apa yang kau katakan?"
"aku bilang appa lambat, bukankah itu benar?"
"Ya! Kyu kemari kau" Jungsoo langsung mengejar Kyuhyun
"appa tidak akan bisa mengejarku" ucap kyuhyun menjulurkan lidahnya
"Ya!" Jungsoo mempercepat larinya dan terjadilah kejar-kejaran antara ayah dan anak itu. Mereka terlihat sangat menikmatinya. Setelah lelah Jungsoo memutuskan untuk berhenti dan duduk di pasir. Kyuhyun yang melihatnya memutuskan untuk menyusul Jungsoo.
"Aku benarkan, appa memang sudah tua, lihat buktinya"
"Neo!"
"hehe, mian appa aku hanya bercanda" kyuhyun memandang lautan dengan senyum yang terkembang
"kau senang kyu? Apa kau mau bercerita pada appa apa yang kau pikirkan?" ucap Jungsoo serius
"Ne?"
"appa tahu kau sedang ada masalah, apa yang terjadi tadi di ilsan?"
"ani, tidak terjadi apa-apa"
"appa mengenalmu kyu, kita sudah hidup bersama belasan tahun maka saat kau berbohong appalah orang pertama yang akan tahu hal itu"
"aku bertemu mereka" wajah kyuhyun berubah sendu
"ne?"
"orang tua angkatku, tepatnya eomma angkatku"
"lalu apa yang terjadi?"
"ani, lagipula mana mungkin mereka mengenaliku bahkan mungkin mereka sudah melupakanku"
"kenapa kau berfikir begitu eoh? Mungkin saja selama ini mereka mencarimu, kau tidak tahu bukan?"
"mencariku? Aku? seorang kyuhyun?" ucap kyuhyun tak yakin
"ne, appa tahu semuanya, tapi appa pikir mungkin saja kau hanya salah paham kyu, apa pernah kau kembali ke rumah itu setelah kau pergi dulu?"
"aniyo, lagipula mereka telah meninggalkanku, mereka tak menginginkan keberadaanku lagi appa, jadi untuk apa aku kembali kesana" Kyuhyun berucap lesu
"kyu appa tahu bahwa apa yang kau rasakan tidak pernah appa rasakan. Kau tahu? di lubuk hatimu masih ada rasa sakit yang sampai saat ini tidak terjangkau oleh siapapun termasuk appa,tapi appa belum bisa mengobati sakit itu dan tak akan pernah bisa. Hanya kau yang mampu mengobatinya. Kau tidak perlu langsung memaafkan semua orang yang telah menyakitimu tapi mulailah dahulu semua ini dengan berdamai terhadap rasa sakitmu, dengan begitu perlahan semua hal yang membuatmu sakit akan hilang. Dan selama apapun itu, appa akan selalu ada disampingmu"
"appa" kyuhyun berucap dengan berkaca-kaca
"appa yakin kau bisa melewati semua ini, kebahagianmu adalah tujuan hidup appa saat ini dan nanti"
"appa gomawo, jeongmal gomawoyo, aku tidak tahu bagaimana hidupku jika aku tidak bertemu appa, bahkan appa tidak marah padaku saat aku masih menyimpan semua kemarahan dan sakit disini" tunjuk Kyuhyun pada dadanya
"karena appa adalah seorang ayah maka appa akan selalu menuntunmu pada kebenaran saat kau melakukan kesalahan, dan apapun yang terjadi kau adalah anakku" senyum tulus Jungsoo memberikan keyakinan pada Kyuhyun.
Hari itu kembali mereka isi dengan segala keceriaan dan kenangan yang tak akan terlupakan sampai kapanpun. Mereka percaya bahwa akan ada hari dimana semua ini akan berakhir dengan indah.
- BFA -
Yura berjalan cepat ke ruang rawat inap. Saat akan membuka pintu tiba-tiba….
"Eomma, mengapa eomma lama sekali?" ucap seorang bocah 7 tahun
DEG…DEG
"eomma hanya ke kamar kecil sebentar dan itu juga masih didalam kamar ini. Mengapa kau manja sekali eoh?" timpal seorang yeoja
Yura menghentikan tangannya yang akan memutar knop pintu. Dia terdiam mendengar suara bocah itu, itu suara Kyuhyun, dia terkejut mengapa semua ini terjadi dan lebih mengejutkannya kyuhyun memanggil eomma pada orang lain dan bukan dirinya. Yura hanya terdiam disana tanpa melakukan apapun. Wajahnya tampak menegang.
"memangnya kenapa? Aku kan bermanja dengan eommaku sendiri" ucap kyuhyun lagi
Lagi ucapan kyuhyun menohok hati Yura. Ia bahkan tak tahu mengapa perkataan kyuhyun berhasil membuat sudut hatinya merasakan perih yang tak tahu karena apa. Bahkan selama ini ia tak pernah merasakan hal ini terhadap Kyuhyun. Dengan segera ia beranjak dari situ dan segera pergi.
"EOMMAKU SENDIRI"
"EOMMAKU SENDIRI"
"EOMMAKU SENDIRI" perkataan itu terus saja mengahantui pikiran Yura.
"Ani, ANIYO!" pekik Yura terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membasahi wajahnya. Suaminya pun terkejut dan berusaha menenangkan Yura.
"Yeobo, kau tak apa? apa kau bermimpi buruk?" Tanya suaminya khawatir
"ne, mimpi itu buruk sekali, aku takut yeobo" jawab Yura yang gelisah
"tenanglah, itu hanya mimpi, sebaiknya kau tidur kembali, kajja" suaminya menarik Yura agar tertidur kembali.
"kenapa aku bisa sampai bermimpi seperti itu? Ada apa denganku? Dan apa yang aku rasakan ini? Kenapa aku sakit mendengar Kyuhyun menyebut orang lain dengan sebutan eomma? Mungkin dia benar, ini hanya mimpi maka aku tidak perlu khawatir, lagipula Kyuhyun bukanlah siapa-siapa bagiku, mungkin saja ia kini telah tiada, itu bukan urusanku lagi" batin Yura dan kembali terlelap.
-- BFA -
"kyuhyun oppa?" ucap seorang yeoja
Kyuhyun yang merasa namanya dipanggil pun menoleh.
"Jiyoung? Kau Jiyeong kan? Ada apa kau di Seoul? " Tanya Kyuhyun balik
"aku kuliah di Seoul, oppa bagaimana kalau kita mapir di café itu, sekalian kau bertemu dengan appa, apa kau sibuk?"
"ajussi juga di Seoul? Baiklah lagipula aku sedang bebas sekarang, kajja"
Saat telah tiba di cafe, mereka memilih duduk di dekat jendela besar. Dan mereka terlibat perbincangan yang cukup seru.
"bagaimana kabarmu young-ah? Kau kuliah di Seoul ternyata, aku tidak tahu, kenapa kau tidak memberitahuku atau kau bisa mengunjungi kami kan?"
"mianhae oppa,aku baik, aku sedang sibuk, aku memang berencana mengunjungi oppa dan ajussi dan kebetulan kita bertemu hari ini, kabar oppa bagaimana? Apa oppa sudah punya yeojachingu?"
"Ne? ani, oppa belum punya, seperti yang kau lihat oppa baik"
"tapi oppa, kemarin appa memberitahu kalau appa bertemu dengan ajussi, apa ajussi tidak memberitahumu?"
"ani, eoh mungkin saat itu a….." perkataan Kyuhyun terputus saat ada panggilan seseorang
"Jiyeong-ah" panggil seorang namja paruh baya
"appa, ajussi Shin" jawab mereka serentak
"eoh Kyu kau ada disini juga? Bagaimana kabarmu?" ucap Shin Jongmin
"aku baik, paman juga sepertinya baik, tapi mengapa paman tak memberitahuku kalau paman di Seoul?"
"benarkah? Ajussi sudah menitipkan pesan pada appamu, mungkin ia lupa, sepertinya kalian sibuk nde?"
"ah, aniyo" timpal Kyuhyun
Jongmin yang saat itu berada di mobil sekembalinya ia mengantar nyonya mudanya, kembali ke tempat permainan itu. Di dalam mobil itu ia hanya memperhatikan seorang bocah 7 tahun yang tampak menunggu seseorang. Bocah itu tampak memperhatikan setiap orang yang masuk dan keluar dari tempat itu. Sesekali ia berdiri atau kembali duduk saat ia salah mengira orang. Jongmin hanya mampu untuk melihat bocah itu tanpa mampu untuk membantu ataupun menghampirinya. Ia menunggu hingga sore menjelang dan saat anak itu pergi, Jongmin juga mengikutinya yang saat itu dibawa ke sebuah panti asuhan. Setiap hari Jongmin selalu menyempatkan waktunya untuk melihat bocah itu dari jauh, ia bahkan tahu kalau bocah itu selalu datang kembali ke tempat permainan tersebut.
Hingga pada saat Kyuhyun diadopsi oleh kelurga Cho pun, Jongmin mengetahui semuanya. Ia merasa bahagia bahwa bocah itu, Kyuhyun, akhirnya dapat merasakan bahagia seperti anak-anak lainnya. Namun suatu hari saat tidak sengaja ia melihat kediaman keluarga Cho kosong, ia mendapati fakta baru bahwa Kyuhyun kembali ditinggalkan.
"Ajussi, ajussi"ucap kyuhyun melambaikan tangannya di depan wajah Jongmin dan itu membuat Jongmin kembali dari lamunannya
"Ne?" ucap Jongmin setelah sadar
"ajussi tidak mendengar kami? Ada apa ajussi? Kau baik-baik saja?" Tanya Kyuhyun khawatir
"Gwaenchana"
-- BFA -
Kyuhyun nampak berada dilorong rumah sakit, ia terlihat memegang beberapa berkas ditangannya. Saat akan memasuki ruangannya tiba-tiba seseorang memanggilnya.
"Kyuhyun hyung"
Saat kyuhyun berbalik ia mendapati Hyunwon memanggilnya dan Kyuhyun tersenyum menyambutnya.
"ada apa kau kesini Won-ah? Apa kau sakit?"
"ani, aku baik-baik saja hyung, aku hanya menjenguk teman eomma bersama eomma'
"jinja? Lalu dimana eommamu sekarang?'
"itu dia" ucap HyunWon menunjuk eommanya yang sedang menghampiri mereka
"neo?" ucap yeoja paruh baya tersebut
"eo…..ajumma" ucap kyuhyun terbata
Akhirnya bisa update chapter 6 juga, mianhae karena lama banget updatenya. Moga masih ada yang nunggu ff ini #ngarep. Dan semoga part ini bisa diterima walau updatenya sangat sangat lama. Ok jangan lupa review ya, gomawo
