Konichiwa, Minna-saaan..

Ga kerasa, udah masuk chap. 4..

:D

Ga banyak basa-basi, just enjoy..

Haruno Sakura

Summary: Another Story About Sakura's Life's History..

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Part 4. The Revealing Memory

Sakura's Room

"Uuuh.." erang Sakura.

Sudah tiga puluh menit Sakura meringis dan mengerang, menahan sakit. Leher dan pergelangan tangan kanannya sakit. Itu adalah tempat dimana dua tanda kutukan miliknya berada.

"Haaahh.." Sakura menghela nafas lega setelah ia berhasil menyegel kedua simbol itu dan meredakan sakitnya.

Gadis itu pun merebahkan tubuhnya.

"Sasuke.. Uchiha.." desah Sakura.

"Aku tahu.. Aku tahu dia.. Tapi.. Siapa ya?" gumam Sakura.

XXX

"Aku tahu gadis itu.. Tapi.. Dimana dan kapan ya aku bertemu dengannya?" gumam Sasuke.

Sasuke mengacak-acak rambutnya yang mirip pantat ayam. "Aaah!" erangnya sebal.

"Huh! Untuk apa aku peduli dengan gadis itu! Siapapun dia, bukan urusanku!" desah Sasuke lalu menutup matanya untuk beristirahat.

Really? For you, she is the most important person, you know..

XXX

BRUUK!

"Hei! Bila jalan, liat-liat, do.. Eh?"

"Hn?"

"Ah! Kau!" seru Sasuke dan Sakura bersamaan. Yap. Sedetik yang lalu, secara tidak sengaja mereka baru saja bertabrakan.

Sasuke segera bangkit berdiri, sedangkan Sakura masih terduduk.

"Hei! Ayo bangun!" sahut Sasuke sambil menjulurkan tangannya di depan wajah Sakura.

Seeet! Plaaak!

Sakura meringis.

"Jangan kau sentuh Sasuke!"

"Karin! Apa-apaan kau?" seru Sasuke marah sambil mencengkeram lengan gadis yang baru saja menepis tangannya dan sekaligus menampar Sakura.

"Dia itu ninja terbuang! Dia tidak berhak bersama dengan pewaris kedua keluarga Uchiha!" seru Karin.

Deg!

"Ibunya adalah jinchuuriki Jyuubi yang pertama! Ayahnya adalah ketua Akatsuki! Kedua orangtuanya adalah ninja terbuang! Dia tidak berhak bersama denganmu!" seru Karin.

Plaak!

"Hina aku! Aku tak peduli! Tapi jangan kau hina kedua orangtuaku!" seru Sakura sambil menangis lalu berlari pergi.

"Cih! Sakura, tunggu!" seru Sasuke sambil ikut berlari pergi juga, meninggalkan Karin yang terkejut dan pipinya merah.

XXX

"Sharingan!"

"Hentikan!"

Sakura menoleh dengan kedua mata emeraldnya telah menjadi sharingan.

Greep!

"Eh?"

"Jangan gunakan sharingan apabila kau sedang sedih! Dan terlebih lagi, kau bukan seorang Uchiha!" ujar Sasuke.

Air mata luluh dari mata sharingan Sakura. Bagaimana tidak? Ia sudah cukup kaget ketika Sasuke memeluknya dan kini Sasuke begitu perhatian dengannya.

"Kenapa..? Kenapa kau begitu baik padaku?" desah Sakura.

Sasuke masih memeluk Sakura, dan ia diam. Ia memperketat pelukannya, lalu menjawab pelan. "Karena kau begitu istimewa bagiku, meski aku tak tahu kenapa."

XXX

"Hei, Sakura."

"Hn?"

"Anoo.. Maafkan aku."

Sakura menoleh ke arah Sasuke dengan bingung. "Untuk?"

"Ehhmm.." gumam Sasuke. "Untuk memelukmu tadi." jawabnya ragu.

Sakura tersenyum. Ia dan Sasuke sedang duduk di halaman belakang sekolah sambil memandangi awan yang berarak.

"Kau tahu, Sasuke? Dulu, saat aku masih kecil, aku pernah bertemu dengan seorang bocah yang seumuran denganku. Ia tampan sekali. Dan aku ingat, ia memberiku permen lolipop saat ia pertama kali bertemu denganku." ucap Sakura.

Deg! "Eh..?" gumam Sasuke.

"Ia punya mata yang sama sepertimu. Aku tak tahu bentuk rambutnya seperti apa, karena di selalu memakai topi. Aku juga tak tahu dia dari klan apa, karena dia selalu memakai jaket." lanjut Sakura.

Deg! Deg!

"Tapi aku tahu dia adalah anak yang baik. Ia punya senyum yang hangat, suara yang ramah, dan aku rasa.. hatinya baik sekali." lanjut Sakura.

Deg! Deg! Deg! "Sakura.." desah Sasuke.

"Haaahh... Kira-kira dia ada dimana ya, sekarang? Aku juga tak tahu namanya.. Sayang sekali." desah Sakura pelan.

"Sakura..?" panggil Sasuke.

"Ya?"

Greep!

"Sasuke?" tanya Sakura. Ia kaget dipeluk lagi oleh Sasuke.

Don't reveal it now..

"Aku.."

"Ya?"

Don't start it, boy..

"Aku.."

Don't make her know..

"Aku.."

"Sasuke?"

Don't do it..

"Anak kecil itu.."

"Ya?"

Don't say it!

"Itu adalah aku. Aku ingat pernah bertemu dengan seorang bocah perempuan di pinggir desa. Bocah itu memiliki rambut panjang warna pink dan ia sedang berjalan-jalan dengan ayahnya. Ayahnya memiliki rambut pendek warna hitam.. Itu kau, kan?" tanya Sasuke.

Air mata luluh dari mata Sakura. Memang saat dia bertemu dengan bocah itu, ia sedang berjalan-jalan dengan Haruno Rein, ayahnya.

Sakura mengangguk di pelukan Sasuke. "Ya.. Itu aku.."

You both will regret due the fact that you both had not been covered by that secret anymore..

Horeee...!

Selesaiii..!

Banzaii!..

Soooo...

Wait for the next chapter and..

Review, please?